Ibadah Raya Malang, 08 Juni 2014 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:13-16, ada 4 penampilan pribadi Yesus dalam kemuliaan:
  1. [ayat 13] Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Imam Besar.
  2. [ayat 14] Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Raja di atas segala raja.
  3. [ayat 15] Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Hakim yang adil.
  4. [ayat 16] Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga.

ad. 3. Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Hakim yang adil.
Wahyu 1:15
1:15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.


Tandanya:
  1. KakiNya mengkilap bagaikan tembaga membara.
  2. SuaraNya bagaikan desau air bah.

Suara bagaikan desau air bah sama dengan firman nubuat, yaitu:
  1. Pembukaan rahasia firman yang mengungkapkan tentang segala sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti terjadi di akhir jaman, terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai untuk mengangkat kita semua sebagai mempelai wanitaNya. Kita bertemu dengan Dia dan bersorak-sorai dengan suara "Haleluya" bagaikan suara desau air bah. Firman nubuat juga mengungkapkan tentang penghukuman Tuhan atas dunia dengan api dari langit (kiamat) sampai hukuman api neraka.
  2. Pembukaan rahasia firman yang mengungkapkan segala dosa yang tersembunyi dalam sidang jemaat, sehingga kita disucikan sampai sempurna tak bercacat cela, sehingga layak menyambut kedatanganNya kedua kali dengan suara sorak-sorai "Haleluya" bagaikan desau air bah.
Untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali, kita mutlak harus menerima firman nubuat, sekalipun itu keras bagaikan suara desau air bah.

Kisah Rasul 1:8-11
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

Yesus naik ke Surga dengan 2 janji:
  1. Yesus akan datang kembali kedua kali untuk mengangkat kita semua ke awan-awan permai. 
  2. Yesus akan mencurahkan Roh Kudus.
Kesimpulannya, untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan tidak terhukum bersama dunia, kita mutlak harus menerima 2 hal:
  1. Firman nubuat, firman pengajaran yang benar, yang akan menyucikan kita sampai sempurna tak bercacat cela.
  2. Roh Kudus yang dijanjikan oleh Tuhan.
    Sehebat apa pun manusia darah daging tanpa Roh Kudus hanya seperti bejana tanah liat yang tidak tahan benturan, gampang putus asa dan kecewa, hancur dan binasa selamanya. Atau seperti kayu yang gampang rapuh dan hancur terkena panas dan hujan.
Kegunaan Roh Kudus dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali:
  1. Kuasa untuk bersaksi.
    Kisah Rasul 1:8
    1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

    Apa yang harus disaksikan?
    1. Kesaksian tentang Injil keselamatan/ firman penginjilan/ Kabar Baik.
      Lukas 24:46-49
      24:46 Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
      24:47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
      24:48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
      24:49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.”


      Efesus 1:13
      1:13 Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

      Kalau kita diurapi dan dipenuhi Roh Kudus, maka kita bisa bersaksi tentang firman penginjilan yang sudah menjadi pengalaman hidup kita, untuk membawa orang berdosa di luar Yesus supaya bisa percaya Yesus dan diselamatkan.
      Ini disebut kegerakan Roh Kudus hujan awal. Arahnya adalah dari Yerusalem (bangsa Israel) ke Yudea dan Samaria, negara-negara barat, sampai ke ujung bumi (bangsa Kafir). Dalam peta penginjilan, ujung bumi menunjuk pada Papua.
      Kegerakan Roh Kudus hujan awal ini untuk menambah jumlah jiwa (kuantitas).

    2. Kesaksian tentang cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus/ firman pengajaran yang benar/ Kabar Mempelai.
      Matius 24:27
      24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.

      2 Korintus 4:3-4
      4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
      4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

      Yaitu memberitakan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan dan tidak ada lagi kena-mengena dengan dosa. Jika kita diurapi Roh Kudus, maka kita bisa menyaksikan firman pengajaran yang benar yang sudah jadi pengalaman hidup kita, untuk membawa orang-orang yang sudah selamat supaya disucikan sampai sempurna tak bercacat cela seperti Yesus.
      Ini disebut kegerakan Roh Kudus hujan akhir, untuk menambah kualitas tubuh Kristus sampai sempurna. Arahnya adalah dari ujung bumi (timur) kembali ke negara-negara barat, ke Yudea dan Samaria, sampai kembali ke Yerusalem. Kalau kita membawa firman penginjilan kepada bangsa Israel, mereka akan menolak. Tetapi kalau kita membawa Kabar Mempelai kepada bangsa Israel, bahwa Yesus akan datang kembali, mereka akan menerima. Kalau Israel menerima Yesus sebagai Raja dan Mempelai Pria Surga, maka pembentukan tubuh Kristus sudah selesai. Dan Yesus segera datang kembali kedua kali untuk membawa kita ke Yerusalem Baru.

    3. Bersaksi tentang apa yang sudah Tuhan perbuat lewat Kabar Baik dan Kabar Mempelai, bahwa Tuhan sudah menyelamatkan kita, sudah menyucikan dan mengubahkan hidup kita. Kita juga bersaksi tentang belas kasih Tuhan yang sudah menolong hidup kita.
      Markus 5:18-20
      5:18 Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia.
      5:19 Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!”
      5:20 Orang itupun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.


      Kalau kesaksian itu kita saksikan dan menjadi berkat bagi orang lain, maka kita akan mengalami kesaksian-kesaksian lain yang lebih meningkat lagi.

  2. Roh Kudus adalah Roh Penghibur, memberikan kuasa untuk menghibur.
    Yohanes 15:25-27
    15:25 Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
    15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
    15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.”

    Artinya:
    1. Memberi kekuatan ekstra untuk menghadapi segala keadaan dunia yang penuh kesulitan, kesukaran, kenajisan, kejahatan, kebencian tanpa alasan, aniaya karena Yesus. Kita tidak bersungut-sungut, tidak kecewa, dan tidak putus asa, tetapi kita tetap bersaksi.
      Mengapa kita harus bersaksi?
      • Supaya masuk dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
        Kalau tidak masuk tubuh Kristus, maka pasti masuk pembangunan Babel.
      • Supaya tidak berhutang darah kepada orang lain.
      • Supaya kita tidak bergosip, tidak mendakwa orang lain, dan tidak menyangkal Tuhan, baik lewat perkataan maupun perbuatan.

    2. Memberi kekuatan ekstra kepada kita untuk menghadapi kesedihan dan kesusahan di dunia, sampai jika ada orang yang kita kasihi meninggal dunia. Sehingga kita tidak larut dalam kesedihan, tidak kecewa, tidak putus asa, tetapi selalu mengucap syukur kepada Tuhan, dan tetap mengikut melayani Tuhan sampai garis akhir (sampai meninggal dunia atau sampai kedatanganNya kedua kali).
      1 Tesalonika 4:13-18
      4:13 Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.
      4:14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.
      4:15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.
      4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
      4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.
      4:18 Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.


    3. Memberi kekuatan ekstra supaya kita tetap berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar yang sudah kita terima dan sudah jadi pengalaman hidup. Roh Kudus juga memberi kekuatan ekstra supaya kita bisa mempertahankan perbuatan benar dan baik (garam asin) di tengah kebusukan dunia.
      2 Tesalonika 2:15-17
      2:15 Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.
      2:16 Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita,
      2:17 kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.


  3. Roh Kudus adalah Roh Penolong, dengan kuasa untuk menolong kita dari kelemahan-kelemahan daging.
    Yohanes 14:16
    14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

    Roma 8:26-28
    8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
    8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
    8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

    Terutama kelemahan daging adalah tidak bisa berdoa. Roh Kudus menolong sehingga kita bisa berdoa dan menyembah Tuhan dengan keluhan yang tak terucapkan. Kita juga bisa menyembah Tuhan seperti bayi yang menangis, mengaku tidak layak, tidak mampu, tidak berharga, hanya bergantung pada belas kasih Tuhan. Maka di situ kita mengalami kuasa pengangkatan Tuhan, seperti yang dialami bayi Musa.

    Keluaran 2:6
    2:6 Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: “Tentulah ini bayi orang Ibrani.”

    Musa seharusnya mati di tangan putri Firaun. Tetapi bayi Musa menangis sehingga menarik belas kasihan Tuhan. Demikian juga jika kita menangis menyembah Tuhan, kita akan menarik belas kasihan Tuhan dan kita akan mengalami kuasa pengangkatan:
    1. Kuasa pengangkatan dari air, yaitu pengangkatan dari dosa sampai puncaknya dosa, pengangkatan dari dunia dengan segala pengaruhnya.
      Keluaran 2:10
      2:10 Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: “Karena aku telah menariknya dari air.”

      Kita bisa hidup setia dan benar, melayani Tuhan dengan berikat pinggang kesetiaan dan kebenaran.
      Yesaya 11:5
      11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

      Lukas 17:8
      17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

      Kita memuaskan Tuhan sehingga Tuhan juga akan memuaskan kita. Urusan makan-minum adalah urusan Tuhan. Dan Tuhan juga memberi kita kebahagiaan Surga.

    2. Kuasa pengangkatan dari anak budak menjadi anak raja, yaitu masa depan yang indah dan berhasil pada waktuNya.

    3. Kuasa pengangkatan ke Surga.
      Ulangan 34:6
      34:6 Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.

      Yudas 1:9
      1:9 Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: “Kiranya Tuhan menghardik engkau!”

      Artinya kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita disucikan dan diubahkan, mulai dari taat dengar-dengaran. Sampai kita diubahkan jadi sama mulia dengan Dia, terangkat ke awan-awan yang permai dengan suara desau air bah "Haleluya".
      Kalau bisa taat, itu merupakan mujizat terbesar. Kalau mujizat rohani terjadi, maka mujizat jasmani pasti akan terjadi. Semakin besar kemustahilan untuk bisa taat melakukan firman, semakin besar mujizat yang kita alami.

Tuhan memberkati.