[cetak]
Ibadah Raya Malang, 12 November 2017 (Minggu Pagi)

IBADAH PENYERAHAN ANAK

Sifra adalah bidan di jaman Firaun. Firaun menyuruh bidang untuk membunuh anak laki-laki Israel yang lahir. Tetapi Sifra takut akan Tuhan, sehingga bangsa Israel tetap mengalami pertumbuhan dan perkembangan sesuai kehendak Tuhan.
Secara rohani, bidan menunjuk pada hamba Tuhan atau pelayan Tuhan yang takut akan Tuhan, berkenan kepada Tuhan.

Sifra artinya elok atau enak dipandang. Ini berarti hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang menjadi teladan, sama dengan memuliakan Tuhan, membahagiakan orang tua, menjadi berkat bagi sesama.

Bagaimana caranya kita bisa menjadi hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang takut akan Tuhan dan menjadi teladan?
1 Petrus 5:3
5:3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.

Kita harus mantap dalam penggembalaan. Mulai dari laki-laki/ ayah, diikuti ibu dan anak, harus mantap dalam penggembalaan. Kita hanya mendengar dan dengar-dengaran pada suara Gembala.
Jika kita mantap dalam penggembalaan, maka kita mengalami perawatan dan asuhan Tuhan, Gembala Agung. Secara jasmani, Gembala Agung memelihara hidup kita sampai berkelimpahan. Kita bisa mengucap syukur kepada Tuhan. Secara rohani, Gembala Agung menyucikan dan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Sehingga kita memiliki teladan keubahan hidup.

1 Timotius 4:12
4:12 Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Kita bisa menjadi teladan dalam 5 hal, yaitu perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian.
Angka 5 menunjuk pada 5 luka Yesus. Untuk menjadi teladan, memang harus mengalami sengsara bersama Yesus.
Dalam penggembalaan, kita terus dirawat sampai suatu waktu menjadi sempurna dan sama mulia dengan Yesus, menjadi jernih seperti kristal untuk masuk Yerusalem Baru.

Wahyu 21:11
21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

Tuhan memberkati.


IBADAH RAYA
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:9-11
6:9 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.
6:10 Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?"
6:11 Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.


Hukuman Allah Roh Kudus yang kelima atas dunia, yaitu pembalasan Tuhan kepada orang-orang di bumi karena darah atau jiwa-jiwa hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang mati syahid karena firman Allah dan kesaksian Yesus.
Darah atau jiwa hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang mati syahid (mulai dari Habel) berseru kepada Tuhan, supaya darah atau jiwa mereka dibalaskan kepada manusia di dunia. Tetapi jawaban Tuhan adalah mereka harus menunggu hingga genap jumlah hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang mati syahid pada jaman antikris.

Mati syahid yang terakhir terjadi pada jaman antikris berkuasa di bumi selama 3.5 tahun.
Ada 2 kemungkinan pada jaman antikris:
  • Hamba Tuhan/ pelayan Tuhan tidak tahan siksaan atau aniaya antikris, sehingga banyak yang murtad atau menyangkal Yesus dan menyembah antikris. Akibatnya adalah dibinasakan selamanya.
  • Hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang tetap menyembah Yesus. Sehingga mengalami siksaan demi siksaan oleh antikris, sampai dipancung kepalanya karena mati syahid. Maka mereka diberi sehelai jubah putih.
Oleh sebab itu, kita jangan menunggu mati syahid di jaman antikris. Lebih baik selama darah masih mengalir, kita gunakan sungguh-sungguh untuk mengalami mati syahid rohani. Mati syahid rohani artinya pengalaman kematian dan kebangkitan bersama Yesus, untuk disucikan dan diubahkan sampai menjadi sempurna seperti Yesus. Maka kepada kita juga akan dikaruniakan sehelai jubah putih seperti mereka yang mati syahid pada jaman antikris.

Ada 3 tingkatan jubah putih atau pakaian putih:
  1. Pakaian Yesus yang dibagi menjadi empat bagian = pakaian keselamatan, pakaian kebenaran, untuk empat penjuru bumi atau semua manusia di bumi.
    Yohanes 19:23
    19:23 Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.

    Roma 3:23
    3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

    Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, maka semua manusia di dunia juga sudah berbuat dosa, telanjang dan tidak tahu malu. Manusia hanya untuk dibinasakan selamanya.
    Oleh sebab itu, Yesus satu-satunya manusia tidak berdosa haru rela mati di kayu salib dan ditelanjangi, sehingga pakaianNya digunakan untuk menutupi ketelanjangan manusia di bumi.

    Proses menerima pakaian putih/ pakaian keselamatan.
    Yohanes 19:31-34
    19:31 Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
    19:32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
    19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Sebenarnya Yesus sudah mati di kayu salib dengan 4 luka utama (2 di tangan, 2 di kaki), untuk menutupi ketelanjangan bangsa Israel atau umat pilihan Tuhan. Ini merupakan kasih Tuhan bagi bangsa Israel.
    Tetapi bersyukur prajurit bangsa Kafir menombak lambung Yesus sehingga terjadi luka kelima, yaitu luka terbesar dan terdalam, yang mengeluarkan darah dan air. Ini merupakan anugerah Tuhan yang besar untuk menutupi ketelanjangan bangsa Kafir.

    Jadi, untuk mendapat sehelai jubah putih, maka bangsa Kafir harus menerima tanda darah dan air yang keluar dari lambung Yesus.
    • Tanda darah artinya percaya Yesus dan bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan, mati terhadap dosa. Tidak bertobat sama dengan menghina penumpahan darah Yesus, sehingga harus menumpahkan darah sendiri di masa antikris.

    • Tanda air menunjuk pada baptisan air.
      Roma 6:4
      6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Kolose 2:12
      2:12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

      Baptisan air yang benar adalah kehidupan yang sudah percaya dan bertobat, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, sehingga keluar dari kuburan air bersama Yesus dan menerima langit terbuka. Kita mendapat hidup baru, hidup Sorgawi, yaitu hidup dalam kebenaran.

    Amsal 10:2
    10:2 Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.

    Hidup benar sama dengan selamat dari maut. Kita menerima pakaian keselamatan dari Yesus di kayu salib.

    Mazmur 5:13
    5:13 Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

    Kita akan dipagari dengan berkat dan anugerah Tuhan yang besar.

  2. Jubah Yesus yang diundi.
    Yohanes 19:23b-24
    19:23 ... --dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.
    19:24 Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.

    Keluaran 28:2
    28:2 Haruslah engkau membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, sebagai perhiasan kemuliaan.

    Jubah Yesus yang diundi = pakaian kudus Imam Besar = pakaian kesucian = pakaian pelayanan = jubah Yusuf yang berwarna-warni.
    Jubah Yusuf yang berwarna-warni adalah jubah putih dengan berbagai jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.

    Ketentuan tentang jubah putih/ jubah pelayanan:
    • Tidak berjahit, artinya tidak ada campur tangan manusia. Jadi, jabatan pelayanan berasal dari Tuhan sendiri, bukan dari manusia.
    • Satu tenunan, artinya satu tubuh Kristus.
    • Diundi, artinya tidak semua bisa mendapatkan jubah pelayanan. Hanya orang yang mendapat anugerah Tuhan yang besar dan kepercayaan Tuhan, bisa mendapatkan jubah putih.
    Jadi, jelas jika kita mendapatkan anugerah dan kepercayaan Tuhan yang besar untuk menerima jubah putih atau pakaian kesucian, itu supaya kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita menjadi mempelai wanita untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai.

    Syarat untuk mendapatkan sehelai jubah putih:
    • Tekun dalam kandang penggembalaan.
      Kejadian 37:2
      37:2 Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.

      Dalam Tabernakel, menunjuk pada Ruangan Suci. Di dalamnya terdapat 3 macam alat yang menunjuk pada ketekunan dalam 3 macam ibadah:
      • Pelita Emas, ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karunia Roh Kudus. Kita diberi minum supaya segar dalam ibadah pelayanan di tengah padang gurun dunia.
      • Meja Roti Sajian, ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran yang benar dan korban Kristus. Kita diberi makan supaya kuat dan tidak tersandung/ terjatuh oleh dosa. Kita bisa hidup benar dan suci.
      • Mezbah Dupa Emas, ketekunan dalam Ibadah Doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasihNya. Kita bernafas dengan kasih Allah yang kekal, sehingga menerima hidup kekal selamanya.

    • Harus taat dengar-dengaran pada suara Gembala sampai daging tidak bersuara. Kita mantap dalam penggembalaan.
      Kejadian 37:13
      37:13 Lalu Israel berkata kepada Yusuf: "Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka." Sahut Yusuf: "Ya bapa."

    Dalam kandang penggembalaan, tubuh jiwa roh kita melekat pada Allah Tritunggal. Sehingga kita tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal.

    Kejadian 37:2b
    37:2 ... Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.

    Kita mengalami penyucian secara intensif dari dosa kejahatan dan kenajisan. Juga penyucian dari tabiat yang tidak baik, yaitu iri, benci, dendam, diubahkan menjadi saling mengasihi. Juga disucikan dari dusta, sehingga kita tidak berdusta apa pun yang dihadapi. Sampai suatu waktu menjadi tidak bercela.

    Hasilnya adalah:
    • Yusuf menerima jubah warna-warni. Sekarang, kita menerima jubah putih, yaitu pakaian pelayanan dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus masing-masing, sesuai kepercayaan Tuhan.
    • Tudung warna-warni = tudung iman dan perbuatan iman. Ada perlindungan, pemeliharaan, dan pembelaan dari Tuhan. Kita menjadi biji mata Tuhan sendiri.

  3. Jubah mempelai, jubah putih berkilau-kilau.
    Wahyu 19:8
    19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

    Ini merupakan pakaian kemuliaan, pakaian perhiasan. Pakaian ini merupakan anugerah Tuhan yang besar.

    Kita mendapatkan jubah putih berkilau-kilau lewat percikan darah, yaitu sengsara daging karena Yesus, karena ibadah pelayanan. Ini seperti jubah Yusuf yang harus dicelup dalam darah. Sehingga setan tidak berani mencopot jubah kita. Jubah putih yang dicelup darah akan menjadi jubah putih berkilau-kilau, yaitu keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    1 Petrus 3:4-6
    3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
    3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

    3:6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

    Perhiasan mempelai adalah lemah lembut, pendiam, dan penurut/ tunduk.
    • Lemah lembut adalah kemampuan untuk menerima firman Allah yang keras, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, untuk menyucikan kita dari akar kejahatan dan kenajisan. Akar kejahatan adalah cinta akan uang. Kita disucikan sampai bisa lebih berbahagia memberi daripada menerima.

      Wahyu 19:8 [terjemahan lama]
      19:8 Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat segala kebajikan orang-orang suci itu."

      Lemah lembut juga kemampuan untuk memberi pengampunan dosa kepada orang lain, dan melupakannya.

    • Pendiam artinya banyak mengoreksi diri, tidak banyak komentar yang negatif, tidak menghakimi orang lain.

    • Penurut/ tunduk artinya taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.
      1 Petrus 5:5-6
      5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
      5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Suami tunduk, yaitu mengasihi istri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar pada istri.
      Istri tunduk pada suami dalam segala sesuatu, tidak mengajar dan memerintah suami.
      Anak taat dengar-dengaran pada orang tua, tidak melawan orang tua.

      Jika sekeluarga tunduk, maka sekeluarga mengangkat tangan kepada Tuhan sehingga berada di bawah tangan Tuhan yang kuat. Tuhan mengulurkan tangan anugerah yang besar yang sekuat maut, untuk meninggikan kita pada waktuNya.
      • Tuhan membuat semua berhasil dan indah pada waktuNya.
        Pengkhotbah 3:11a
        3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, ...

      • Tangan anugerah Tuhan yang besar dan sekuat maut sanggup menyelesaikan semua tepat pada waktuNya.
        Ibrani 4:16
        4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
      • Jika Tuhan datang kedua kali, tangan anugerah Tuhan yang besar dan sekuat maut sanggup menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia. Kita bisa menyambut kedatanganNya kedua kali di awan kemuliaan, sampai di Firdaus, sampai di kota kemuliaan Yerusalem Baru yang kekal selamanya.


Tuhan memberkati.