[cetak]
Ibadah Raya Malang, 13 Juni 2010 (Minggu Pagi)

Matius 25:1-13
Yesus akan datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Mempelai Laki-laki Sorga, dan yang bisa menyambut hanya Mempelai WanitaNya yang sempurna seperti Dia.

Matius 25:2-4
25:2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
25:3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

Gereja Tuhan bagaikan 10 gadis yang menyongsong kedatangan Tuhan kedua kali, dan terpisah menjadi 2 bagian:
  1. Memiliki minyak persediaan = 5 gadis bijaksana yang berhasil menyongsong kedatangan Tuhan kedua kali.
  2. Tidak memiliki minyak persediaan = 5 gadis bodoh yang ketinggalan saat kedatangan Tuhan kedua kali, masuk kebinasaan untuk selama-lamanya.

1 Korintus 1:18
1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

Praktik gadis yang bodoh adalah menolak salib Tuhan.

Filipi 3:18-19
3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

Gereja yang bodoh hanya akan mengutamakan perkara yang jasmani, tidak lagi memperhatikan firman. Akibatnya adalah keadaannya suam-suam seperti jemaat Laodikia.

Wahyu 3:15-17
3:15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

2 Timotius 3:1-5
3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Kehidupan ini beribadah tetapi ditandai dengan cap antikris 666, menjadi sama dengan antikris dan akan ketinggalan saat kedatangan Tuhan kedua kali, binasa untuk selama-lamanya.

Gereja Tuhan yang bijaksana adalah memikul salib.

2 Korintus 1:8-9
1:8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami.
1:9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.

Mengapa kita harus mengalami penderitaan salib?
Supaya kita jangan menaruh kepercayaan kepada diri sendiri, tetapi hanya percaya dan mempercayakan diri kepada Allah yang memiliki kuasa kebangkitan.

Yeremia 9:23-24
9:23. Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,
9:24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."

Yeremia 17:5
17:5. Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Kepandaian, kekayaan, kekuatan adalah semuanya baik, tetapi kita tidak boleh mempercayakan diri kepada semuanya itu.
Biar kita hanya percaya kepada Tuhan yang penuh kebenaran, keadilan, dan kasih setia.

Kesimpulan:
Saat-saat kita diijinkan sengsara daging bersama Tuhan, itu adalah saatnya kita mempercayakan diri kepada Tuhan yang penuh kebenaran, keadilan, dan kasih setia, kepada Tuhan yang memiliki kuasa kebangkitan.

Kehidupan yang bisa percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan = kehidupan yang dipercaya oleh Tuhan.

Paling sedikit ada 3 hal yang dipercayakan Tuhan kepada kita:
  1. Pembukaan firman Allah.
    Roma 3:1-2
    3:1. Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat?
    3:2 Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah.

    Kisah Rasul 13:46
    13:46 Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.

    Sebenarnya firman Allah dipercayakan kepada bangsa Israel, umat kepunyaan Tuhan. Tetapi karena sebagian Israel menolak, maka terbuka kesempatan bagi bangsa Kafir.
    Jika bangsa Kafir bisa menerima firman Allah, itu adalah kepercayaan dan kemurahan Tuhan bagi kita.

    Ulangan 4:5-6
    4:5 Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya.
    4:6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.

    Sikap kita terhadap firman adalah mendengar firman dengan sungguh-sungguh, mengerti firman, percaya dan yakin akan firman, sampai praktek firman (taat dengar-dengaran pada firman).
    Itu sama dengan percaya dan mempercayakan diri pada Tuhan yang penuh kebenaran.


    Kalau taat pada firman, maka hasilnya ada hikmat Tuhan yang akan:
    • Memberi keberhasilan dalam hidup kita.
      Pengkhotbah 10:10
      10:10 Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

    • Melindungi kita dari cengkraman antikris.
      Wahyu 13:18
      13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

  2. Mina/talenta --> jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus.
    Lukas 19:12-13
    19:12 Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali.
    19:13 Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali.

    Sepuluh orang diberi sepuluh mina, berarti satu orang diberi satu mina, ini menunjuk pada keadilan Tuhan.
    Kehidupan yang memiliki jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus disebut imam-imam dan raja-raja.

    Keluaran 19:6
    19:6 Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

    1 Petrus 2:9-10
    2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
    2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

    Sebenarnya yang menjadi imam dan raja adalah umat Israel dan keturunannya.
    Tetapi lewat jalur kemurahan, yaitu lewat korban Kristus, bangsa Kafir bisa menjadi imam dan raja.
    Jika bangsa Kafir bisa menjadi imam dan raja, itu adalah kepercayaan Tuhan seharga korban Kristus. Jangan sampai mensia-siakan jabatan pelayanan! Jangan sampai mensia-siakan korban Kristus!

    Sikap kita adalah setia dan dapat dipercaya dalam jabatan pelayanan.
    Itu sama dengan percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan yang penuh keadilan.

    Matius 25:21
    25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Kalau setia dalam ibadah pelayanan, maka hasilnya adalah kebahagiaan Sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh keadaan dunia, sampai puncak kebahagiaan masuk Pesta Nikah Anak Domba saat Tuhan datang kedua kali.
    Kalau tidak setia, maka pasti akan makin buruk, tidak akan berbahagia.

  3. Pribadi Yesus.
    Matius 15:24
    15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

    Matius 1:21
    1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

    Sebenarnya pribadi Yesus hanyalah untuk umat Israel, domba yang hilang, bukan kepada bangsa Kafir yang seperti anjing.

    Roma 11:25
    11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

    Tetapi sebagian Israel menolak Yesus, sehingga terbuka kesempatan bagi bangsa Kafir untuk menerima pribadi Yesus, lewat makan remah-remah roti.

    Matius 15:25-26
    15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
    15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."

    Remah-remah roti adalah pembukaan firman dan Perjamuan Suci.
    Lewat Ibadah Pendalaman Alkitab, kita sedang diangkat dari anjing menjadi domba-domba yang digembalakan oleh Tuhan.

    Tekun dalam kandang penggembalaan = percaya dan mempercayakan diri pada Tuhan yang penuh dengan kasih setia.

    Hasil hidup dalam tangan kasih setia Gembala Agung:
    • Bangsa Kafir mengalami kuasa kesembuhan dan kuasa kebangkitan.
      Matius 15:28
      15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

      Markus 5:22,42
      5:22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya
      5:42 Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.

      Artinya:
      • segala sesuatu yang sudah mati bisa hidup kembali,
      • pelita yang sudah padam bisa menyala kembali,
      • nikah yang sudah hancur akan dipulihkan kembali,
      • masa depan yang sudah mati akan dibaharui menjadi masa depan yang indah.

    • Tuhan memelihara dan menyucikan kehidupan kita, sampai tidak bercacat cela saat Yesus datang kedua kali, menjadi mempelai Tuhan yang menerima nama Tuhan.
      Yesaya 4:1
      4:1. Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

      Hosea 2:18
      2:18 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.

Tuhan memberkati.