[cetak]
Ibadah Raya Malang, 13 Maret 2011 (Minggu Pagi)

IBADAH PENYERAHAN ANAK

Yesaya 49:14-16
49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
49:16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

Ayat 15 menunjukkan keadaan akhir zaman, di mana seorang ibu melupakan anak yang dikandungnya, artinya: krisis kasih (krisis terbesar) yang mengakibatkan krisis di segala bidang, sampai puncaknya adalah siksaan dan pembunuhan oleh antikris.

Penyerahan anak bukan hanya sekedar peraturan gereja.
Dengan segala kepandaian, kekayaan, dsb., kita tidak mampu menghadapi krisis di akhir zaman.
Satu-satunya cara adalah dengan menyerahkan anak kita ke dalam tangan kasih setia Tuhan.

Hasilnya:
  1. Tuhan mengukir di telapak tanganNya = Tuhan senantiasa mengingat dan mempedulikan.
    Dalam gendongan Tuhan;
    • Tangan kasih setia Tuhan mampu memelihara, sekalipun berada dalam krisis dahsyat di dunia ini.
    • Tangan kasih setia Tuhan mampu melakukan apa yang kita tidak mampu lakukan.
    • Tangan kasih setia Tuhan mampu memberikan masa depan yang indah.

  2. "Tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku".
    • Tuhan senantiasa melindungi dalam menghadapi segala celaka, marabahaya, bencana alam, ulah si setan di dunia ini, bahkan sampai masa antikris berkuasa.
    • Tuhan melindungi dari dosa sampai puncak dosa, sehingga bisa tetap hidup benar dan suci.
    • Bahkan, bersama Tuhan bisa melalui (masuk) tembok Yerusalem Baru.

IBADAH RAYA
Matius 26:1-5
26:1. Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya:
26:2 "Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan."
26:3 Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas,
26:4 dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia.
26:5 Tetapi mereka berkata: "Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat."

Berita tentang Paskah.

Dalam Perjanjian Lama, Paskah ditandai dengan penyembelihan binatang korban.
Dalam Perjanjian Baru, Paskah ditandai dengan penyaliban Yesus sebagai Anak Domba Allah (Anak Domba Paskah). Semua sudah digenapkan dalam Korban Kristus, sehingga tidak perlu lagi kita membawa binatang korban.

Ayat 5: Yesus tidak dibunuh pada perayaan Paskah = Yesus bebas dari maut.
Artinya: Kekuatan darah Anak Domba Paskah melepaskan kita dari maut.

Keluaran 12:21-23
12:21. Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka: "Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah.
12:22 Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorangpun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi.
12:23 Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi.

Dalam Perjanjian Lama, kekuatan darah Anak Domba Paskah sudah terbukti.
Darah Anak Domba Paskah disapukan pada ambang atas, tiang kiri dan kanan (3 tempat) pada pintu rumah orang Israel, sehingga mereka terluput dari maut/kematian anak sulung dan terlepas dari Mesir.

Dalam Perjanjian Baru;
  1. Darah Yesus disapukan pada tubuh, jiwa, roh kita (3 tempat), sehingga kita terlepas dari dosa-dosa yang mengikat tubuh, jiwa, roh kita (seluruh hidup kita) = kita juga terlepas dari maut/kebinasaan.

  2. Darah Yesus juga disapukan pada pintu hati kita sehingga hati kita disucikan dari segala keinginan jahat dan najis (sumber dosa).

  3. Darah Yesus disapukan pada pintu hati = panca indera kita.


Ad. 3. DARAH YESUS DISAPUKAN PADA PANCA INDERA KITA.

Panca indera kita harus disalut dengan darah Yesus supaya terlepas dari kedurhakaan = terlepas dari maut/kebinasaan.

Kalau panca indera tidak disucikan, pasti dikuasai dengan kedurhakaan, contoh: anak berani mengata-ngatai orang tua, Korah mendurhaka terhadap Musa.

Yohanes 10:22
10:22. Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin.

Hari raya Pentahbisan Bait Allah berarti Bait Allah sudah selesai dibangun atau direnovasi.
Artinya:
Keadaan akhir zaman, di mana Gereja Tuhan (Bait Allah rohani, setiap kehidupan kita) sudah harus mencapai kesempurnaan seperti Yesus untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai.
Biar kita merelakan kehidupan kita direnovasi dalam setiap kesempatan ibadah kepada Tuhan.

Kita sudah percaya Yesus, bertobat, diselamatkan oleh pekerjaan Firman Penginjilan.
Namun, kita masih harus menyambut kedatangan Yesus kedua kali, kita harus dipersiapkan lewat pekerjaan Firman Pengajaran untuk membangun dan merenovasi hidup kita sampai sempurna seperti Yesus.

Ibadah kita jangan hanya formalitas sebagai orang Kristen, namun biarlah kita sungguh-sungguh dibentuk/direnovasi lewat Firman Pengajaran untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Waspada!
Sebab menjelang kedatangan Yesus kedua kali, justru terjadi musim dingin rohani.

Matius 24:12
24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Pada akhir zaman - menjelang kedatangan Yesus kedua kali, kasih menjadi dingin, sehingga manusia pada umumnya, pelayan Tuhan, hamba Tuhan menjadi tidak taat dengar-dengaran (mendurhaka).

Kasih "kebanyakan orang" akan menjadi dingin = lebih banyak yang mengalami dingin rohani, yang tidak mengalami musim dingin rohani hanya sedikit.

Lukas 17:26-30
17:26 Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
17:27 mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.
17:28 Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
17:29 Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
17:30 Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.

Seiring musim dingin meningkat, kedurhakaan juga meningkat, sampai dunia dihukum seperti pada zaman Nuh dan Lot.

Kedurhakaan akan meningkat di akhir zaman, seperti pada zaman Nuh dan Lot;
  • Zaman Nuh:
    Manusia dalam kedurhakaan, tidak taat dengar-dengaran sampai masuk dalam puncak dosa, yakni dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan (termasuk nikah yang salah).
    Dunia dihukum dengan air bah.

  • Zaman Lot:
    Dosa semakin bertambah, manusia durhaka (tidak taat dengar-dengaran) sehingga hidup dalam dosa:

    • Puncak dosa, dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan (seperti di zaman Nuh).
    • Bahkan ditambah dosa jual-beli (ikatan akan uang, kikir dan serakah) dan dosa menanam-membangun (anak Tuhan sibuk dalam aktivitas di dunia sampai tidak setia dan meninggalkan ibadah-pelayanan kepada Tuhan).

    Akibatnya, manusia justru dibangun menjadi tubuh Babel dan dihukum dengan hujan api dan belerang.

  • Tinggal satu lagi, di akhir zaman akan terulang kedurhakaan dan puncak dosa.
    Waspada!

Penyebab kedurhakaan: Panca indera tidak disalut dengan darah Yesus.

Kejadian 6:2
6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

Pada zaman Nuh, anak-anak Allah memiliki mata yang tidak baik.
Mata yang tidak disalut darah Yesus: pandangan daging, memandang apa yang tidak berkenan kepada Tuhan.
Kawin-campur memilukan hati Tuhan.

Seperti Yunus diperintahkan Tuhan ke Niniwe, namun justru pergi ke Tarsis. Sepertinya tetap melayani ke Tarsis, tetapi sebenarnya hanya mengikuti pandangan daging.

II Petrus 2:7-8
2:7. tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, --
2:8 sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa--

Pada zaman Lot, manusia bersukaria dengan panca indera yang rusak, melihat dan mendengar dosa.
Mata dan telinga yang tidak disalut darah Yesus: melihat dan mendengar perbuatan hawa nafsu daging, sehingga pasti juga ikut berbuat dosa.

Sementara orang benar dengan panca indera yang baik, justru merasa tersiksa.
Bagaimana sikap kita menghadapi kedurhakaan dan dosa-dosa di akhir zaman? Menyetujui dosa ataukah tersiksa?

Sebab itu, di akhir zaman ini, panca indera kita harus direnovasi/disalut dengan darah Yesus supaya terlepas dari kedurhakaan yang akan dihukum dengan api dari langit dan api neraka.

Prakteknya:
  1. Yohanes 10:24
    10:24 Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami."

    Perasaan (pipi) disalut dengan darah Yesus sehingga tidak ada lagi kebimbangan dan kekuatiran.
    • Tidak bimbang dalam pencobaan apapun.
    • Tidak bimbang menghadapi ajaran palsu. Kita tetap berpegang teguh pada satu Firman Pengajaran benar.
    • Tidak terkecoh dengan godaan/rayuan dosa. Kita tetap hidup dalam kebenaran dan kesucian.

  2. Yohanes 10:27-28
    10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
    10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

    Telinga yang disalut darah Yesus hanya untuk mendengar dan dengar-dengaran pada Firman Penggembalaan (suara Gembala).
    Jangan dengar suara asing!

  3. Yohanes 10:31
    10:31 Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.

    Hidung disalut darah Yesus untuk bisa menyembah Tuhan
    (mencium bau dupa, bernafas), bukan mencium bau busuk (menghakimi orang lain/melempar batu).

    Mazmur 141:2
    141:2 Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang.

    Menyembah Tuhan = mengangkat tangan, menyerah sepenuh pada Tuhan dan kita hidup dalam tangan Tuhan.

    Kalau tangan tidak diangkat kepada Tuhan, pasti digunakan untuk melempar batu kepada Tuhan (keras hati): bersungut-sungut, mengomel, dsb.
    Akibatnya: hidupnya terkutuk.

  4. Yohanes 10:32
    10:32 Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"

    Mata disalut darah Yesus, hanya memandang Tuhan dan pekerjaan-pekerjaan Tuhan.

  5. Yohanes 10:35-36
    10:35 Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--,
    10:36 masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

    Mulut disalut darah Yesus;
    • Dari luar ke dalam: yang masuk ke dalam mulut harus yang benar dan baik, jangan yang haram/tidak berkenan dalam Firman (merokok, narkoba, dsb.).

    • Dari dalam ke luar: mengaku Yesus sebagai anak Allah = mengaku dosa, jika diampuni - jangan berbuat dosa lagi.
      Jangan menghakimi orang lain!

Lima indera = lima tiang pada Pintu Kemah.
Jika 5 indera kita diberi tanda darah Yesus, maka Pintu Kemah akan terbuka = Roh Kudus akan dicurahkan kepada kita sehingga kita tidak lagi dingin rohani.

Hasilnya:
  1. Roma 5:5
    5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.


    Roh Kudus mencurahkan kasih Allah, sehingga kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua = taat dengar-dengaran apapun resikonya.

    Contoh:
    Abraham taat dengar-dengaran karena mengasihi Tuhan, sekalipun harus mengorbankan Ishak (anaknya yang tunggal).

    Tidak taat = dingin rohani.
    Tidak punya kasih = tidak punya iman.

    Karena Abraham mengasihi Tuhan dan taat dengar-dengaran apapun resikonya, maka Abraham disebutkan sebagai Bapa orang beriman.

    Dengan kasih Allah, kita juga menjadi kuat dan teguh hati:
    • Percaya kepada Tuhan menghadapi apapun, tidak putus asa ataupun kecewa.
    • Tetap pegang teguh Firman Pengajaran benar.
    • Tetap hidup benar, tidak berbuat dosa.

    II Samuel 10:12
    10:12 Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

    Kalau kita kuat dan teguh hati, maka Tuhan akan menjadikan semua baik.

  2. Ayub 32:8
    32:8 Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian.

    Roh Kudus memberikan akal budi/pengertian;
    • Kita bisa saling pengertian, tidak saling menyakiti.
    • Kita bisa saling mengasihi = membereskan hutang dosa lewat berdamai, saling mengaku dosa dan mengampuni.

      Roma 13:8
      13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

    Kalau kita mau membereskan dosa, maka Tuhan juga akan membereskan segala sesuatu dalam hidup kita.

  3. Roma 15:16
    15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

    Roh Kudus menyucikan kita (terutama bangsa Kafir) sehingga menjadi persembahan yang berbau harum/berkenan kepada Tuhan.

    Memang daging harus dibakar (sengsara) untuk mengalami penyucian, seperti daging binatang korban yang dibakar menjadi asap (ringan) dan berbau harum.

    Kalau kita bisa mempersembahkan bau harum yang menyenangkan Tuhan, maka Tuhan juga akan membahagiakan kita, menjadikan semua enak dan ringan pada waktuNya.

    Demikian kita terus disucikan Roh Kudus sampai sama sempurna seperti Yesus dan kita menikmati saat yang paling enak dan paling ringan, kita terangkat di awan-awan permai menyambut Tuhan Yesus datang kedua kali.

Tuhan memberkati.