Ibadah Raya Malang, 18 Maret 2012 (Minggu Pagi)

IBADAH PENYERAHAN ANAK

Matius 21:15-17
21:15 Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel,
21:16 lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"
21:17 Lalu Ia meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota ke Betania dan bermalam di situ.

Yesus menyucikan Bait Allah yang dipakai untuk berdagang.

Bibir/lidah menentukan nasib kehidupan kita. Bibir/lidah menjadi kemudi yang menentukan arah kehidupan rohani.
Ada 2 arah:
  1. Ditinggalkan oleh Tuhan, terpisah dari Tuhan, sampai binasa selamanya.
  2. Bersama dengan Tuhan, sehingga mengalami mujizat-mujizat dari Tuhan.

Lewat penyerahan anak, biarlah kita belajar untuk memiliki bibir/lidah seorang bayi, yaitu:

  1. Lidah yang jujur, tidak ada dusta.
  2. Hanya untuk menangis, yaitu memuji Tuhan dan menyembah Tuhan.

Syarat untuk bisa memiliki bibir/lidah bayi adalah:

  1. Minum air susu yang murni dan rohani, yaitu firman penggembalaan.
    Kita semua harus tergembala untuk bisa memiliki mulut bayi.

  2. Penyucian dari roh jahat dan roh najis, juga penyucian dari roh jengkel, marah tanpa sebab.

Hasil memiliki mulut bayiadalah mujizat rohani, yaitu kita terus dibaharui. Juga mujizat jasmani akan terjadi, yang mustahil menjadi tidak mustahil. Setiap langkah hidup kita adalah langkah-langkah mujizat. Kita terus diubahkan sampai saat kedatangan Yesus kedua kali, kita hanya berseru "Haleluya".



IBADAH RAYA
Matius 26:69-75berjudul "Petrus menyangkal Yesus".

Jika kita tidak menjadi saksi yang benar atau menolak kesaksian yang benar, maka pasti kita menjadi saksi palsu, menghina Tuhan, bahkan menyangkal Tuhan seperti Petrus.

Tiga kali Petrus menyangkal Tuhan:
  1. Ayat 69-70, Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea.
  2. Ayat 71-72, Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Nazaret.
  3. Ayat 73-75, Petrus menyangkal Yesus sampai mengutuk dan bersumpah.


Ad. 1. Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea.
Matius 26:69-70
26:69 Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu."
26:70 Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: "Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud."

Matius 4:18-20
4:18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
4:19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
4:20 Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

Petrus mengalami panggilan dan pilihan Tuhan di Galilea.
Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea artinya sekarang adalah menyangkal panggilan dan pilihan Tuhan.

Mengapa harus ada panggilan Tuhan?
Sebab manusia berdosa itu terpisah dari Tuhan dan tidak ada kemampuan untuk kembali kepada Tuhan, malah semakin menjauh dari Tuhan sampai terpisah dan binasa selamanya.

Bagaimana cara Tuhan memanggil manusia berdosa?

  1. Panggilan pertama adalah di taman Eden.
    Kejadian 3:7-13
    3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
    3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
    3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itudan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
    3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
    3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
    3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
    3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."

    Tuhan datang ke taman Eden untuk memanggil Adam dan Hawa yang sudah berbuat dosa, telanjang, takut, dan sembunyi dari Tuhan. Tetapi sayang, panggilan Tuhan ditanggapi secara negatif, yaitu menggunakan kebenaran diri sendiri (daun pohon ara), menutupi kesalahan dengan menyalahkan orang lain bahkan menyalahkan Tuhan. Kehidupan semacam ini tidak akan pernah menyadari dosa dan tidak pernah bertobat selamanya.

    Akibatnya adalah Adam dan Hawa diusir dari taman Eden ke dunia yang penuh dengan kutukan, dan jauh terpisah dari Tuhan.

    Ini adalah pelajaran dari kita supaya jangan menggunakan kebenaran diri sendiri. Saat menggunakan kebenaran diri sendiri, maka kita akan kehilangan suasana Firdaus dan masuk dalam suasana kutukan, susah payah, air mata.

  2. Panggilan kedua adalah di dunia.
    Roma 3:23
    3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

    Di dunia ini, semua orang telah berbuat dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan. Ini adalah kehidupan yang telanjang dan tidak tahu malu lagi, seperti anjing dan babi.
    Tadinya Adam dan Hawa masih merasa malu, tetapi keturunannya sudah telanjang dan tidak tahu malu.

    Untuk memanggil manusia berdosa di dunia, Tuhan harus datang ke dunia dalam wujud Yesus manusia yang tidak berdosa, dan harus mati di kayu salib.

    1 Petrus 2:9
    2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

    Proses panggilan:
    1. Tuhan memanggil manusia berdosa dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib.
      Bukti menerima panggilan Tuhan adalah:
      • Iman, percaya pada Yesus lewat mendengar firman.
      • Mulut mengaku dosa supaya diampuni oleh darah Yesus. Setelah mengaku dan diampuni, maka kita harus bertobat, yaitu berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan.
      • Masuk baptisan air dan baptisan Roh Kudus, yang menghasilkan hidup baru, yaitu hidup dalam kebenaran.
        Hidup benar = selamat. Keselamatan ini lebih dari harta apapun di dunia.

    2. Tuhan memilih orang-orang yang benar/selamat untuk menjadi imam dan raja.
      Ini tidak semua orang yang dipilih, hanya kehidupan yang mendapat undi jubah Yesus.
      Kalau kita bisa melayani, itu hanya merupakan kemurahan dan kepercayaan Tuhan.

      Imam dan raja adalah seorang yang suci, seorang yang memangku jabatan pelayanan.
      Imam dan raja adalah kehidupan yang beribadah dan melayani Tuhan.

      Jabatan pelayanan = jubah yang maha indah.
      Jika Tuhan memilih dan memanggil kita menjadi imam dan raja, itu berarti Tuhan menjadikan kehidupan kita indah di mata Tuhan dan bersuasana Firdaus.
      Lewat sistem penggembalaan, Tuhan sedang memagari kita supaya bersuasana Firdaus di tengah dunia yang sudah terkutuk dan hancur binasa.

      Di mana seorang gembala manusia mendapatkan pembukaan firman, di situ hadir Yesus sebagai Gembala Agung yang memagari sidang jemaat untuk tetap bersuasana Firdaus.
      Kita harus yakin di mana kita tergembala. Jangan ikut-ikutan dan jangan mendengar suara asing!

      Tuhan memilih kita menjadi imam dan raja adalah seperti Petrus yang dipilih dari penjala ikan menjadi penjala manusia. Ini menunjuk sengsara bagi daging, kelihatannya rugi, tetapi sebenarnya Tuhan sedang memberikan keindahan dalam hidup kita dan memagari kita dengan suasana Firdaus. Tuhan akan memberikan keindahan lebih dari apa yang kita korbankan. Tuhan tidak pernah menipu kita.

      Tetapi sayang, Petrus kemudian mendadak putus asa dan kecewa saat Yesus disalib, dan kemudian menyangkal Tuhan. Petrus kembali menjadi penjala ikan.

      Yohanes 21:3-4,7
      21:3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
      21:4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
      21:7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

      Petrus melepaskan jubah pelayanan dan menyangkal panggilan pilihan Tuhan. Akibatnya:
      • Tidak tahu bahwa itu adalah Tuhan, artinya jauh dari Tuhan, sudah kering dan tidak merasa apa-apa lagi dalam ibadah pelayanan.
      • Gagal total, semalam-malaman tidak menangkap apa-apa.
      • Telanjang, kehilangan suasana Firdaus dan kembali pada suasana kutukan. Kalau dibiarkan, maka hanya akan menuju kebinasaan selama-lamanya.


      Yohanes 21:5-6
      21:5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."
      21:6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kananperahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.

      Tetapi Tuhan datang untuk memanggil dan memilih kita kembali lewat firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

      Lukas 5:4-6
      5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
      5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
      5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

      Dulu, panggilan dan pilihan Tuhan dimulai dengan menebarkan jala. Tuhan memanggil dan memilih kita kembali lewat firman yang diulang-ulang dan diperdalam (dalam Yohanes 21 ditambah "tebarkanlah jalamu di sebelah kanan"). Inilah firman penggembalaan.

      Setiap pemberitaan firman penggembalaan, sekalipun itu tajam dan diulang-ulang, itu adalah untuk memanggil kita kembali dan memantapkan panggilan dan pilihan kita kepada Tuhan.

      Firman penggembalaan yang tajam ini menyucikan perasaan dan pikiran kita:

      • "...adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" menunjuk pada penyucian perasaan, sebab yang ditanya justru kegagalan.
      • Yesus menyuruh menyebarkan jala saat hari mulai siang menunjuk pada penyucian pikiran. Secara logika mustahil, tetapi biar kita menerima penyucian oleh firman.

      Tetapi kalau pikiran dan perasaan mau terus disucikan, kita akan semakin dimantapkan dalam panggilan dan pilihan.

      Yohanes 21:11
      21:11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.

      Hasilnya adalah menangkap 153 ekor ikan (100 adalah panjang Tabernakel, 50 adalah lebar Tabernakel, 3 adalah 3 ruangan dalam Tabernakel).

      • 100 = 10x10, yaitu mendengar(10) dan dengar-dengaran(10) pada firman.
      • 50 adalah angka Pentakosta. Roh Kudus mengurapi kita supaya setiaberkobar-kobar pada Tuhan.
      • 3 adalah pembaharuan tubuh, jiwa, roh.

        Matius 26:75
        26:75 Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

        Pembaharuan tubuh, jiwa, roh adalah dimulai dari jujur mengaku apa adanya di hadapan Tuhan.

      Kehidupan yang taat, setia, dan jujur adalah kehidupan yang dihitung oleh Tuhan. Dihitung artinya diperhatikan oleh Tuhan, dibela oleh Tuhan, dan Tuhan bergumul untuk kita. Kita berada dalam pelukan tangan kasih karunia dan anugerah Tuhan.

      Hasil berada dalam kasih karunia Tuhan:
      1. Kasih karunia Tuhan memelihara dan melindungi kita di tengah kemustahilan dunia.
        Kejadian 6:8
        6:8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

        Air bah juga menunjuk pada dosa-dosa sampai puncaknya dosa. Anugerah Tuhan akan melindungi kita supaya tidak jatuh dalam dosa-dosa.
        Anugerah Tuhan juga akan melindungi kita dari penghukuman Tuhan yang akan datang.

      2. Anugerah Tuhan membuat Yusuf berhasil di tengah segala keterbatasan (suasana penjara).
        Kisah Rasul 7:9-10
        7:9 Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia,
        7:10 dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya.

        Saat kelaparan di masa antikris berkuasa 3.5 tahun di bumi, hanya kehidupan dalam kasih karunia Tuhan seperti Yusuf yang bisa bertahan.
        Kasih karunia Tuhan juga menyatukan kita dalam pembangunan tubuh Kristus (Yusuf bertemu saudara-saudaranya).

      3. Kasih karunia Tuhan menyucikan dan mengubahkan kita sedikit demi sedikit sampai sempurna seperti Tuhan, dan siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.
        Wahyu 22:20-21
        22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
        22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.


Tuhan memberkati.