[cetak]
Ibadah Raya Malang, 19 Agustus 2018 (Minggu Pagi)

Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Wahyu 7:15-17
7:15 Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.
7:16 Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.
7:17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

Aktivitas Tuhan di takhta Sorga:
  1. [Wahyu 7:15b] Membentangkan kemah = mengembangkan sayap = memberikan naungan kepada kita yang hidup di padang gurun yang tandus sampai nanti naungan kekal selamanya di takhta Sorga.
  2. [Wahyu 7:17] Menggembalakan dan menuntun kita ke mata air kehidupan.

ad. 2. Menggembalakan dan menuntun kita ke mata air kehidupan.
Tuhan Yesus sebagai Gembala yang baik menuntun kita pada 3 tempat:
  1. Menuntun kita ke air yang tenang = memberi ketenangan/ damai sejahtera.
    Mazmur 23:1-2,6
    23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
    23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

    Artinya:
    • Tidak ada ketakutan, tidak ada kekuatiran sekalipun kita hidup di padang gurun dunia yang tandus yang penuh dengan badai, yang penuh dengan binatang buas. Sebab hidup kita tidak bergantung pada apapun di dunia tetapi bergantung pada kebajikan dan kemurahan Tuhan.

      Lukas 21:25-26
      21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
      21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

      Pada akhir zaman akan terjadi kegoncangan dalam segala bidang di dunia ini yang membuat manusia (termasuk hamba Tuhan/ pelayan Tuhan) ketakutan/ stress, sebab bergantung pada dunia atau tidak tergembala.

      Ketakutan/ stress menjadi pembunuh utama manusia di dunia, yaitu mengakibatkan kematian secara jasmani dan rohani/ kering rohani, sampai membawa pada kematian kedua (kebinasaan kekal di neraka, lautan api belerang).

    • Dosa sudah selesai, sudah diperdamaikan oleh darah Yesus.
      Setiap perpanjangan umur dari Tuhan/ setiap langkah hidup/ setiap denyut nadi yang masih Tuhan percayakan kepada kita, terutama adalah untuk menyelesaikan dosa lewat berdamai dan bertobat. Selama mempertahankan dosa, maka kita tidak mengalami damai sejahtera, yang ada hanya suasana kutukan sampai kebinasaan.

      Matius 5:23-25
      5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
      5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
      5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

      Segera = cepat, tidak boleh menunda-nunda waktu, supaya tidak diserobot/ dihalangi oleh setan.

      Lawan orang berdosa adalah Tuhan, yang bisa memenjarakan bahkan melemparkan ke neraka.
      Lawan dari orang berdosa juga menunjuk sesama.

      Proses berdamai adalah oleh dorongan pedang firman Allah yang menunjukan dosa-dosa, maka kita segera mengaku dosa kepada Tuhan (vertikal) dan kepada sesama (horizontal). Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Jika seperti Ahan, mengaku dosa karena terdesak, maka akan percuma, tidak berkenan kepada Tuhan dan tetap dihukum.
      Juga oleh dorongan pedang firman yang memberi kekuatan ekstra kepada kita, kita harus segera mengampuni dosa orang lain dan melupakan.

      Jadi, berdamai = segera mengaku dosa dan mengampuni dosa orang lain, maka darah Yesus akan menghapus dan mengampuni dosa-dosa kita. Roh Kudus dicurahkan sehingga kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan. Kita memiliki sayap urapan Roh Kudus.

  2. Menuntun kita di jalan yang benar = hidup menurut firman Allah, hidup sesuai kebenaran firman Allah (Alkitab). Menuntun kita ke jalan yang lurus, tempatnya Yesus lewat.
    Mazmur 23:3
    23:3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

    Prosesnya:
    • Cepat untuk mendengar firman Allah.
      Yakobus 1:19-22
      1:19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
      1:20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
      1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
      1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

      Ibrani 5:11-14
      5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
      5:12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
      5:13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
      5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

      Cepat mendengar artinya:
      • Bisa mendengar firman pengajaran yang benar/ makanan keras, bukan hanya firman penginjilan/ susu, sehingga kita bertumbuh ke arah kedewasaan rohani.
      • Sungguh-sungguh mendengar firman pengajaran yang benar, menikmati firman pengajaran yang benar, sampai mengerti firman pengajaran yang benar = firman ditulis di dahi.
        Ciri orang mengerti firman [Yakobus 1:19] adalah lambat berkata-kata, banyak berdiam diri/ koreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Juga tidak bergosip, tidak bersungut-sungut, tidak menghakimi orang lain, tidak memfitnah. Serta lambat untuk marah artinya, tidak boleh marah dengan emosi, tidak boleh bertengkar.

    • [Yakobus 1:21] Cepat untuk percaya dan yakin pada firman pengajaran yang benar, tidak ragu, sehingga menjadi iman di dalam hati. Firman berakar di hati, sehingga menghasilkan buah keselamatan. Jika hati percaya, maka mulut mengaku Yesus/ mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi, maka kita diselamatkan.

    • [Yakobus 1:22] Cepat untuk mempraktekan/ melakukan firman pengajaran yang benar, taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Ini sama dengan perbuatan iman. Seperti bapa Abraham ketika disuruh mempersembahkan Ishak, anaknya. Kalau kita taat seperti Abraham, Tuhan yang menanggung resikonya dan Tuhan tampil sebagai Jehova Jireh untuk mengadakan mujizat, tidak ada menjadi ada, mustahil menjadi tidak mustahil.

      1 Petrus 1:22
      1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

      Kalau kita taat, maka kita bisa hidup dalam kesucian dan saling mengasihi dengan tulus ikhlas, mengasihi sesama seperti diri sendiri sampai mengasihi musuh.

      Efesus 4:11-12
      4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Kehidupan yang suci akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.

    Jika cepat dalam mendengar, mengerti, percaya dan yakin, sampai praktek firman pengajaran benar, maka kita memiliki sayap firman Allah.

    Wahyu 12:14
    12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Firman pengajaran dan Roh Kudus menjadi dua sayap burung nasar untuk menyingkirkan kita dari kegoncangan-kegoncangan dunia akhir zaman, sampai disingkirkan jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi tiga setengah tahun. Kita dipelihara dengan firman pengajaran yang benar dan Perjamuan Suci. Oleh sebab itu, perhatikan Kebaktian Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci sebab itu adalah latihan menyingkir ke padang gurun.

  3. Menuntun ke mata air kehidupan.
    Wahyu 7:17
    7:17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

    Wahyu 22:1
    22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

    Yaitu menuntun ke takhta Yerusalem Baru/ kandang penggembalaan terakhir.
    Buktinya adalah kita mengalami pekerjaan pedang firman pengajaran yang benar yang selalu menyucikan dan membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Wahyu 21:11
    21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

    Awal pembaharuan yaitu jernih seperti kristal.
    Jernih itu jujur, tulus. Terutama soal Tuhan, soal firman pengajaran yang benar.
    Jernih seperti kristal artinya juga iman yang tulus ikhlas. Kita kembali seperti bayi yang baru lahir, hanya menangis kepada Tuhan. Kita hanya berserah dan berseru kepada Tuhan, mengulurkan tangan kepada Tuhan.

    Yesaya 49:15-16
    49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
    49:16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

    Kalau kita seperti bayi, maka Tuhan juga mengulurkan tanganNya kepada kita untuk memeluk bayi-bayi. Memeluk artinya mengingat, memperdulikan, memperhatikan, bergumul untuk kita. Kita diukir di telapak tangan Tuhan dan mata Tuhan selalu mengawasi kita.

    Hasilnya:
    • Tangan belas kasih Tuhan sanggup memelihara dan melindungi kita yang tidak berdaya di tengah padang gurun dunia yang tandus, sampai zaman antikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun.

    • Dia yang menanggung segala letih lesu dan beban berat, susah payah, air mata, sampai kita damai sejahtera, enak dan ringan, bahagia. Tuhan akan mengerjakan apa yang bayi tidak bisa lakukan, menyelesaikan yang mustahil bagi kita. Jangan mendikte Tuhan, biarkan Tuhan bekerja menurut caraNya sendiri, menurut waktuNya sendiri.

    • Kita dituntun ke masa depan berhasil indah, Tuhan mengubahkan kita sampai seperti tembok, kuat teguh hati, tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, tetap menyembah Tuhan.
      Wahyu 21:12
      21:12 Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.

      Kita diubahkan sampai sempurna jika Yesus datang kedua kali, kita terangkat di awan permai, masuk ke Yerusalem Baru, kandang penggembalaan terakhir.


Tuhan memberkati.