[cetak]
Ibadah Raya Malang, 21 April 2013 (Minggu Pagi)

IBADAH PENYERAHAN ANAK

Wahyu 4:3
4:3 Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.

Zamrud menunjuk pada pelangi. Pelangi adalah janji Tuhan.

Kejadian 9:13-15,17
9:13 Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.
9:14 Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan,
9:15 maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.
9:17 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan segala makhluk yang ada di bumi."

Kisah Rasul 2:17-18
2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir  --  demikianlah firman Allah  --  bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
2:18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.

Pelangi juga sama dengan urapan Roh Kudus.
Pagi ini kita menyerahkan anak supaya hidupnya selalu ditandai dengan pelangi, selalu berada dalam urapan Roh Kudus.

Imamat 21:12
21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

Supaya kehidupan kita selalu dalam urapan Roh Kudus, maka kita harus selalu berada dalam kandang penggembalaan (Ruangan Suci), yaitu ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.
  • Pelita Emas, ketekunan dalam Ibadah Raya.
  • Meja Roti Sajian, ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.
  • Medzbah Dupa Emas, ketekunan dalam Ibadah Doa.

Hasil jika ada pelangi urapan Roh Kudus adalah:
  • Perlindungan dan pemeliharaan Tuhan secara ajaib di tengah dunia yang sudah mustahil.

  • Menyelesaikan segala pencobaan-pencobaan, menyelesaikan segala masalah sampai yang mustahil.
    Yehezkiel 1:28
    1:28 Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.

  • Mengubahkan hidup kita sedikit demi sedikit sampai sempurna seperti Yesus, dimulai dengan menjadi taat.
    Sampai kita menjadi sama mulia dengan Dia saat kedatanganNya kedua kali dan bisa melihat pelangi di takhta Tuhan.


IBADAH RAYA

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 perintah untuk memberitakan injil, sama dengan penyebaran terang/ shekinah glory. Ini yang dibutuhkan menghadapi dunia yang berada dalam puncaknya kegelapan.
Penyebaran terang/ shekinah glory artinya kita dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan besar yang sesuai amanat agung Tuhan yaitu:
  1. [ayat 18-19] Kegerakan Roh Kudus hujan awal.
    Matius 28:19
    28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

    Yaitu kegerakan dalam firman penginjilan/ injil keselamatan (Kabar Baik) yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali untuk mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia yang berdosa lewat percaya Yesus dan baptisan air.

  2. Kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
    Matius 28:20
    28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

    Yaitu kegerakan dalam cahaya injil tentang kemuliaan Kristus, firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua (Kabar Mempelai) yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat supaya menjadi sempurna seperti Yesus, menjadi mempelai wanita Tuhan yang siap menyambut kedatanganNya kedua kali di awan-awan yang permai.

Dalam Perjanjian Lama, kegerakan Roh Kudus hujan awal dan hujan akhir digambarkan dengan 2 kali Musa menerima dua loh batu.
  1. Dalam Keluaran 32, Musa menerima dua loh batu yang mula-mula tetapi kemudian dipecahkan untuk menyelamatkan Israel. Ini menunjuk pada korban Kristus untuk menyelamatkan manusia berdosa. Inilah kegerakan Roh Kudus hujan awal.

  2. Dalam Keluaran 34, Musa menerima dua loh batu yang kedua dan kulit mukanya bercahaya. Ini menunjuk pada cahaya injil tentang kemuliaan Kristus. Inilah kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
Di antara kegerakan Roh Kudus hujan awal dan hujan akhir terjadi lembah yang gelap dan membinasakan, lembah kemerosotan rohani, yaitu menyembah lembu emas.

Dalam Perjanjian Baru, kegerakan Roh Kudus hujan awal dan hujan akhir digambarkan dengan 2 kali pemecahan roti.
  1. [Matius 14:13-21] Pemecahan roti pertama.
    Matius 14:17
    14:17 Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."

    Roti menunjuk pada firman Allah.
    Angka 5 menunjuk pada 5 luka Yesus, korban Kristus untuk menyelamatkan manusia berdosa.
    Jadi, 5 roti adalah firman yang memberitakan tentang korban Kristus untuk menyelamatkan manusia berdosa, atau injil keselamatan.
    Pemecahan roti pertama sama dengan kegerakan Roh Kudus hujan awal.

  2. [Matius 15:32-39] Pemecahan roti kedua.
    Matius 15:34
    15:34 Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "Tujuh," jawab mereka, "dan ada lagi beberapa ikan kecil."

    Roti menunjuk pada firman Allah.
    Angka 7 menunjuk pada kesempurnaan.
    Jadi, 7 roti adalah firman yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali untuk menyempurnakan kita semua, atau cahaya injil tentang kemuliaan Kristus.
    Pemecahan roti kedua sama dengan kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
Di antara 2 kali pemecahan roti juga terjadi kemerosotan menghadapi angin gelombang yang membinasakan, sehingga Petrus tenggelam.


Jadi, kemerosotan rohani gereja Tuhan adalah penyembahan berhala (lembu emas) dan hampir tenggelam.

Keluaran 32:9
32:9 Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.

Penyebab kemerosotan rohani adalah keras hati.
Prakteknya:
  1. Suam-suam rohani, tidak kalah dan tidak menang.
    Keluaran 32:17-18
    32:17 Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak, berkatalah ia kepada Musa: "Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan."
    32:18 Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan  --  bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar."


    Suam-suam rohani artinya:
    1. Tidak dingin, tidak sejuk, artinya tidak ada damai sejahtera.
      Tidak panas artinya tidak setia dan tidak berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, bahkan tinggalkan ibadah pelayanan. Atau beribadah melayani secara kebiasaan.
      Wahyu 3:14-16
      3:14 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:
      3:15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
      3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

    2. Tidak mengalami pembaharuan hidup, tidak mau mati terhadap hidup lama dan tidak bangkit dalam hidup baru.
      2 Timotius 3:1-5
      3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
      3:2 Manusia akan (1)mencintai dirinya sendiri dan (2)menjadi hamba uang. Mereka akan (3)membual dan (4)menyombongkan diri, mereka akan menjadi (5)pemfitnah, mereka akan (6)berontak terhadap orang tua dan (7)tidak tahu berterima kasih, (8)tidak mempedulikan agama,
      3:3 (9)tidak tahu mengasihi, (10)tidak mau berdamai, (11)suka menjelekkan orang, (12)tidak dapat mengekang diri, (13)garang, (14)tidak suka yang baik,
      3:4 (15)suka mengkhianat, (16)tidak berpikir panjang, (17)berlagak tahu, (18)lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
      3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!


      Kalau tidak taat berarti belum berubah, masih manusia darah daging dengan 18 sifat tabiatnya. Kalau tidak taat berarti pasti ada dosa-dosa yang lain.

    Keadaan suam-suam rohani ini ditutupi dengan 2 hal:
    1. Nyanyi berbalas-balasan yang didorong oleh hawa nafsu daging.
      Bukti menyanyi dengan gairah daging adalah semangat saat menyanyi, tetapi kemudian loyo saat mendengar firman. Kalau menyanyi dengan urapan Roh Kudus, maka akan lebih semangat saat mendengar firman.

    2. Membesar-besarkan perkara jasmani.

    Akibat kehidupan yang suam-suam adalah dimuntahkan oleh Tuhan. Ibadah pelayanannya tidak memuaskan Tuhan sehingga kehidupan semacam ini juga tidak puas dan mencari kepuasan di dunia sampai kepuasan dalam dosa.
    Muntah juga adalah sesuatu yang jijik, artinya kehidupan semacam ini menjadi kehidupan yang menjijikkan di hadapan Tuhan.


  2. Rusak lakunya.
    Keluaran 32:7,1
    32:7 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya.
    32:1 Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir  --  kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia."

    Kehidupan yang keras hati justru akan merusak ibadah. Ibadah menjadi mengerumuni Harun, bukan mengerumuni Yesus. Artinya ibadah tidak lagi mengutamakan pengajaran yang benar, tetapi mengutamakan perkara jasmani. Tujuan beribadah hanya untuk mencari keuntungan-keuntungan jasmani.

    Kalau merusak ibadah maka pasti juga akan merusak nikah, dan pasti merusak diri sendiri.
    Amsal 6:32
    6:32 Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri.

    Merusak diri adalah lewat berzinah, tetapi juga lewat perkataan-perkataan yang tidak baik (dusta, fitnah, gosip, dll).


  3. [Matius 14:22-33] Kerusakan iman, sama dengan bimbang saat menghadapi angin dan gelombang.
    Matius 14:30-32
    14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
    14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

    Angin dan gelombang menunjuk pada:
    • Pencobaan-pencobaan, masalah-masalah, yang membuat kita bimbang terhadap kuasa Tuhan dan berharap pada yang lain.
    • Angin pengajaran palsu, yang membuat kita bimbang terhadap pengajaran yang benar.
      Efesus 4:14
      4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

    Akibat bimbang adalah tidak tenang, letih lesu dan berbeban berat, tidak mendapat apa-apa, sampai akhirnya tenggelam.
    Yakobus 1:6-8
    1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
    1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
    1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.


    Petrus diijinkan hampir tenggelam supaya bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan, artinya:
    • Berpegang pada satu firman pengajaran yang benar.
    • Mengaku bahwa saya kosong dan tidak bisa apa-apa, sehingga hanya bergantung pada kemurahan Tuhan.

    Kita bisa hancur hati dan hanya menyeru nama Yesus.
    Yesaya 57:15
    57:15 Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.

    Maka Tuhan akan mengulurkan tangan pada kita untuk memberikan kekuatan baru dan memulihkan keadaan kita. Tangan Tuhan juga memakai kehidupan kita, menyucikan sampai menyempurnakan kehidupan kita.

    Yunus sudah tenggelam di dasar laut. Tetapi dari dasar laut dia berseru kepada Tuhan dan bisa diangkat sampai di takhta Tuhan.
    Yunus 2:1-2,6
    2:1 Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu,
    2:2 katanya: "Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.
    2:6 di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku.

    Apa pun ketenggelaman kita pagi ini, kita berseru pada Tuhan dan Dia sanggup mengangkat kita.



Tuhan memberkati.