[cetak]
Ibadah Raya Malang, 25 Februari 2018 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam susunan Tabernakel, kitab Wahyu 7 terkena pada buli-buli emas berisi manna.

Ibrani 9:4
9:4 Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,

Buli-buli emas berisi manna diletakkan di dalam Tabut Perjanjian, di Ruangan Maha Suci. Ini menunjuk pada iman yang sempurna/ iman yang permanen.
Setiap kehidupan yang memiliki iman yang sempurna adalah kehidupan yang sempurna.

Wahyu 7 terbagi menjadi dua bagian:
  1. [Wahyu 7:1-8] Inti mempelai wanita Sorga adalah umat pilihan Tuhan, bangsa Israel (144.000 orang)
    Wahyu 7:4
    7:4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.

  2. [Wahyu 7:9-17] Bangsa Kafir sebagai kelengkapan dari mempelai wanita Sorga.
    Wahyu 7:9
    7:9 Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

Bangsa Israel dan Kafir akan menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Semua manusia di dunia adalah buli-buli tanah liat yang rapuh, gampang bangga, gampang kecewa, gampang berbuat dosa sampai puncaknya dosa, dan binasa selamanya.
Jika hanya diisi perkara dunia (kepandaian, kekayaan, kedudukan), maka akan menjadi buli-buli pualam. Memang lebih berharga di hadapan manusia tetapi lebih keras hati, lebih rapuh, lebih hancur sampai binasa selamanya.
Oleh sebab itu, buli-buli tanah liat harus diisi dengan manna, supaya menjadi buli-buli emas berisi manna yang tidak akan hancur oleh apa pun juga. Ini sama dengan menjadi mempelai wanita Sorga.

Mazmur 78:23-25
78:23 Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit,
78:24 menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;
78:25 setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.

Roti = firman. Malaikat = gembala.
Jadi, manna/ roti malaikat adalah firman penggembalaan dari Sorga. Firman penggembalaan tidak bisa dicari di mana pun kecuali di bawah kaki Tuhan.

Firman penggembalaan adalah firman pengajaran yang benar yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala, untuk disampaikan kepada domba-domba/ sidang jemaat dengan setia dan teratur, berkesinambungan, diulang-ulang, sehingga menjadi makanan yang menumbuhkan kerohanian sidang jemaat sampai sempurna seperti Yesus.

Ada 3 macam kegunaan manna:
  1. Manna untuk pemeliharaan hidup sehari-hari.
    Keluaran 16:16,22
    16:16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa."
    16:22 Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.

    Ketentuannya adalah bangsa Israel memungut manna satu gomer untuk satu orang, untuk satu hari, selama lima hari.
    Angka lima menunjuk pada panca indra.
    Jadi, kebutuhan hidup kita sehari-hari adalah penyucian panca indra oleh firman penggembalaan, mulai dari penyucian telinga.
    Telinga hanya untuk mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar. Sehingga seluruh hidup kita disucikan oleh Tuhan. Maka kita akan dipelihara secara jasmani oleh Tuhan sampai berkelimpahan. Kita bisa selalu mengucap syukur kepada Tuhan. Kita juga dipelihara secara rohani, sampai wajah berseri-seri, tidak muram, tidak pucat. Bahkan kita dipelihara sampai hidup kekal selamanya.

    Keluaran 16:19-20
    16:19 Musa berkata kepada mereka: "Seorangpun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi."
    16:20 Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka.

    Waspada, ada manna yang busuk dan berulat, yaitu orang yang tidak benar tetapi memaksakan diri dalam penggembalaan yang benar. Ini terjadi karena mempertahankan dosa dan karena mendengar suara asing. Akibatnya adalah dosanya bertumpuk-tumpuk, sehingga menjadi busuk dan berulat. Contohnya adalah Yudas Iskariot.

  2. Manna untuk hari Sabat.
    Keluaran 16:22-23
    16:22 Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.
    16:23 Lalu berkatalah Musa kepada mereka: "Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi."


    Ketentuannya adalah bangsa Israel memungut manna dua gomer untuk satu orang, untuk dua hari.
    Satu gomer untuk pemeliharaan hidup sehari-hari = penyucian.
    Satu gomer untuk hari Sabat = perhentian.

    Pada akhir jaman (hari keenam), kita harus melipatgandakan usaha untuk mengumpulkan manna/ firman penggembalaan secara dobel, yaitu lewat ketekunan dalam kandang penggembalaan:
    • Pelita Emas = ketekunan dalam Ibadah Raya.
    • Meja Roti Sajian = ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.
    • Mezbah Dupa Emas = ketekunan dalam Ibadah Doa.
    Juga lewat persekutuan/ fellowship antar penggembalaan.

    Kisah Rasul 2:42,46
    2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
    2:46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

    Tetapi masih harus ditingkatkan sampai tiap-tiap hari berada di Bait Allah. Ini berarti sudah kegerakan Roh Kudus hujan akhir untuk penyatuan mempelai wanita Sorga.

    Mengapa harus mengumpulkan manna yang dobel?
    • Untuk menghadapi masa kelaparan yang akan datang, sampai antikris berkuasa di bumi selama 3.5 tahun.
      Jika firman dobel, maka kita akan mengalami pemeliharaan dobel, jasmani dan rohani.
    • Supaya mengalami damai sejahtera di tengah kegoncangan darat, laut, udara.
      Kita bisa tenang seperti Yesus yang tidur di tengah kapal yang ditimbus gelombang. Maka semua akan menjadi enak dan ringan.
    • Untuk melipatgandakan penyucian dalam hidup kita, sampai sempurna seperti Yesus.

  3. Manna disimpan dalam buli-buli emas.
    Keluaran 16:32
    16:32 Musa berkata: "Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir."

    Artinya:
    • Sebagai kesaksian bahwa kita hidup dari firman Tuhan, bukan dari dunia.
      Keluaran 16:36
      16:36 Adapun segomer ialah sepersepuluh efa.

      Bukti hidup dari Tuhan adalah mengembalikan perpuluhan milik Tuhan.
      Perpuluhan adalah pengakuan bahwa kita hidup dari Tuhan, dari firman penggembalaan, bukan dari dunia.
      Perpuluhan adalah pengakuan bahwa pekerjaan saya milik Tuhan, hidup saya milik Tuhan, pelayanan saya milik Tuhan. Setan tidak bisa menganggu-gugat atau menjamah milik Tuhan.

    • Firman penggembalaan sudah mendarah-daging dalam hidup kita, sehingga kita mengalami kuasa dari firman penggembalaan.
      Yaitu:
      1. Warnanya putih, menunjuk pada kuasa penyucian.
        Keluaran 16:31
        16:31 Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.

        Kita mengalami penyucian dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa, sampai kita memiliki pakaian putih berkilau-kilau.

      2. Bentuknya seperti ketumbar, yaitu bulat, tidak ada ujung, tidak ada pangkal. Ini menunjuk pada kuasa kekekalan.
        Jika manusia hanya makan rumput (padi/ beras), maka hidup kita seperti rumput yang sebentar akan layu dan terbakar. Tetapi jika kita makan manna, maka kita akan mencapai hidup kekal selamanya.

      3. Rasanya seperti rasa kue madu, yaitu manis. Ini menunjuk pada kuasa pembaharuan.
        Wahyu 10:10
        10:10 Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya.

        Pahit = kuasa kematian. Manis = kuasa kebangkitan.
        Kita mati terhadap hidup lama dan bangkit dalam hidup baru. Maka hidup kita akan manis bersama Tuhan.

      Contohnya adalah Yusuf, yaitu gereja mempelai yang dilahirkan pada jaman akhir.
      Kejadian 39:6
      39:6 Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.

      Manis sikapnya artinya ada pembaharuan karakter.
      1 Petrus 3:4-5
      3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
      3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,

      Lemah lembut adalah kemampuan untuk menerima firman pengajaran yang keras, untuk memotong hawa nafsu daging yang meraksasa. Lemah lembut juga adalah kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain.
      Pendiam artinya koreksi diri, tidak suka komentar negatif. Kita banyak mengoreksi diri oleh ketajaman pedang firman.
      Penurut/ tunduk adalah taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.

      Elok parasnya menunjuk pada pembaharuan tingkah laku (di luar).
      Roma 12:17,19
      12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
      12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.


      Kita hanya berbuat benar dan baik. Kita tidak merugikan orang lain, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi dengan kebaikan. Kita suka berdamai atau menyelesaikan dosa. Kita tidak menghakimi orang lain, tetapi saling mengaku dan saling mengampuni.
      Maka kita akan memiliki hati damai sejahtera, sama dengan hati nurani yang beres.

      Jika manis sikap dan elok paras, maka akan menghadapi dua hal:
      • Istri Potifar = perempuan Babel, kekuatan yang besar di akhir jaman. Jika tidak bisa dibujuk rayu, maka akan dipaksa.
        Sampai menghadapi penjara, yaitu keterbatasan, kemustahilan.
        Yusuf menjadi seperti domba sembelihan yang hanya berserah dan berseru kepada Tuhan.

      • Pribadi Tuhan sebagai Mempelai Pria Sorga.
        1 Petrus 3:10-12
        3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
        3:11 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.
        3:12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."


        Tuhan akan mengulurkan tangan untuk menolong kehidupan yang manis sikapnya dan elok parasnya. Ada masa depan yang berhasil dan indah. Kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus hujan akhir. Kita diubahkan sampai menjadi sempurna dan layak menyambut kedatanganNya kedua kali di awan-awan yang permai.



Tuhan memberkati.