Ibadah Raya Malang, 28 Februari 2016 (Minggu Pagi)

Bersamaan Penataran IV Imam dan Calon Imam

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat Laodikia atau sidang jemaat akhir jaman.
Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.
3:22 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

Tujuan utama dan terakhir pengikutan kita kepada Yesus adalah sampai duduk bersanding dengan Yesus di tahta Surga selama-lamanya.
Syaratnya adalah harus menang bersama Yesus.

Siapa yang menang bersama Yesus?
Wahyu 17:14
17:14 Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."

Yaitu kehidupan yang dipanggil (dibenarkan dan diselamatkan oleh darah Yesus), dipilih (disucikan untuk diperlengkapi dengan jabatan pelayanan, diangkat menjadi imam dan raja), dan yang setia dalam ibadah pelayanan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan sampai garis akhir.

Ada 4 tingkatan kesetiaan seorang imam:
  1. Setia dan benar.
    Yesaya 11:5
    11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Artinya kita beribadah melayani Tuhan dengan setia dan hidup dalam kebenaran. Semua harus benar, pelayanan harus benar, sekolah harus benar, pekerjaan harus benar, nikah harus benar. Kita juga berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar.

    Beribadah melayani dengan setia dan benar sama dengan memakai ikat pinggang, sehingga kita selalu siap sedia.

    Lukas 17:7-8
    17:7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Jika kita beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar, maka kita sedang memberi makan Yesus sebagai Imam Besar dan Raja segala raja. Ini sama dengan mengenyangkan dan menyenangkan hati Tuhan, sehingga hasilnya:
    1. Urusan kita adalah urusan Tuhan. Tuhan yang menentukan hidup kita.

    2. Kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
      Wahyu 19:11
      19:11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar," Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

    3. Kita memiliki perhiasan mempelai, siap sedia menjadi mempelai wanita Tuhan.
      Yeremia 2:32
      2:32 Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya.

  2. Setia dan baik.
    Matius 25:21
    25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Artinya:
    1. Beribadah melayani Tuhan dengan hati nurani yang baik.
      Ibrani 13:18
      13:18 Berdoalah terus untuk kami; sebab kami yakin, bahwa hati nurani kami adalah baik, karena di dalam segala hal kami menginginkan suatu hidup yang baik.

      Hati nurani yang baik menentukan hidup yang baik.
      Hati nurani yang baik adalah tanpa pamrih, bahkan rela berkorban apa pun untuk perkara rohani.

    2. Beribadah melayani Tuhan dengan setia dan perkataan baik.
      Efesus 4:29
      4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

      Perkataan baik artinya tidak ada dusta, tidak gosip, tidak fitnah. Kita harus berkata benar dan baik, menjadi berkat bagi orang lain, tidak merugikan orang lain.

    3. Beribadah melayani Tuhan dengan setia dan perbuatan baik.
      Roma 12:17
      12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!

      Perbuatan baik artinya suka memberi untuk pekerjaan Tuhan dan untuk sesama yang membutuhkan, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan.

    Matius 25:21
    25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Hasilnya adalah Tuhan memberikan perkara besar, yaitu:
    1. Dua sayap burung nasar yang besar, untuk menyingkirkan kita ke padang gurun yang jauh dari mata antikris. Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci adalah latihan kita untuk menyingkir.

    2. Pakaian mempelai.
      Wahyu 19:8
      19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

      Wahyu 19:8[terjemahan lama]
      19:8 Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat segala kebajikan orang-orang suci itu."

      Semua yang kita perbuat dan katakan akan diakumulasikan menjadi pakaian mempelai.

    3. Mengalami kebahagiaan mempelai, kebahagiaan Surga yang semakin bertambah-tambah sampai masuk Perjamuan Kawin Anak Domba Allah.
      Matius 25:21
      25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
  3. Setia dan bijaksana.
    Lukas 12:41-44
    12:41 Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"
    12:42 Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
    12:43 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
    12:44 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

    Setia dan bijaksana dikaitkan dengan makanan rohani.
    Mulai dari gembala harus setia dan bijaksana untuk memberi makanan yang benar kepada domba-domba, itulah firman penggembalaan.
    Domba-domba juga harus setia dan bijaksana untuk menikmati firman penggembalaan dalam kandang penggembalaan, sehingga mengalami pertumbuhan rohani sampai kedewasaan rohani, kesempurnaan di dalam Tuhan.
    Jika setia dan bijaksana dalam perkara makanan rohani, maka gembala dan domba akan dipakai dalam persekutuan antar penggembalaan.

    Jika gembala tidak setia dan tidak bijaksana, tidak mau memberi makan domba, maka ia adalah setan yang menyamar menjadi malaikat, ia adalah pencuri dan perampok.
    Jika domba tidak setia dan tidak bijaksana, tidak mau makan firman penggembalaan, maka akibatnya adalah lapar, tidak puas, bersungut-sungut, bergosip. Jika diteruskan, maka akan pingsan, setengah mati hidupnya. Domba akan mencari makanan lain di luar kandang, sehingga keracunan sampai mati rohani.

    1 Korintus 5:8
    5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

    Bijaksana juga artinya tahu batas, tahu yang benar dan murni.
    Mulai dari perkataan harus dibatasi dengan kebenaran dan kemurnian. Perbuatan dibatasi dengan kebenaran dan kemurnian. Pergaulan harus dibatasi dengan kebenaran dan kemurnian.
    Benar dan murni adalah batas Kerajaan Surga. Kalau keluar dari batas benar dan murni, maka pasti jatuh.

    Matius 7:24
    7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

    Bijaksana adalah mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.

    1 Petrus 1:22
    1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

    Lukas 12:44
    12:44 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

    Kalau setia dan bijaksana, hasilnya adalah diangkat oleh Tuhan menjadi pengawas milik Tuhan. Kita bisa mengembalikan milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus). Kita bisa beribadah melayani sampai menyembah Tuhan. Sampai kita bisa menjadi mempelai wanita Tuhan.

  4. Setia dan berkobar-kobar.
    Roma 12:11
    12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

    Sehebat apa pun manusia darah daging, gampang layu, kendor, bahkan tinggalkan ibadah pelayanan. Oleh sebab itu, kita membutuhkan Roh Kudus.

    Kisah Rasul 2:1,3-4
    2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
    2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
    2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.


    Roma 15:16
    15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

    Lidah nyala api Roh Kudus sanggup membakar bangsa Kafir yang bagaikan anjing dan babi, sehingga menjadi persembahan yang berbau harum bagi Tuhan.
    Lidah nyala api Roh Kudus membuat kita setia berkobar-kobar dalam jabatan pelayanan sampai garis akhir.

    2 Raja-raja 6:14-17
    6:14 Maka dikirimnyalah ke sana kuda serta kereta dan tentara yang besar. Sampailah mereka pada waktu malam, lalu mengepung kota itu.
    6:15 Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?"
    6:16 Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka."
    6:17 Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.

    Lidah nyala api Roh Kudus melindungi dan memelihara kita sampai di jaman antikris. Kita hidup aman, tentram, damai sejahtera, dan menang atas semua masalah yang mustahil.
    Lidah nyala api Roh Kudus mengubahkan hidup kita sehingga bisa berkata benar, bersaksi, menyembah Tuhan. Sampai saat kedatangan Tuhan kedua kali, kita tidak lagi salah dalam perkataan, hanya menyeru "Haleluya".


Tuhan memberkati.