[cetak]
Ibadah Raya Malang, 29 Maret 2020 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:3
11:3. Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

'seribu dua ratus enam puluh hari lamanya'= 42 bulan atau 3,5 tahun.

Ini tentang dua saksi, yaitu Musa dan Elia.

Wahyu 11:6

11:6. Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya.

'kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan'= Elia.
'kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah'= Musa.

Untuk apa Tuhan mengirim Musa dan Elia pada masa antikris berkuasa di bumi?
Untuk menguatkan hamba Tuhan/ pelayan Tuhan/ anak Tuhan yang tertinggal pada masa antikris berkuasa di bumi, supaya mereka tidak menyembah antikris, tidak menyangkal Yesus tetapi tetap menyembah Yesus sekalipun disiksa sampai dipancung kepalanya. Ini untuk memenuhi ukuran dari Tuhan yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, pintu tirai terobek (mencapai kesempurnaan). Dan saat Yesus datang kembali mereka akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Bagi kita sekarang, kita membutuhkan kesaksian Musa dan Elia untuk menguatkan kita yang berada di akhir zaman dan menghadapi kegoncangan di segala bidang yang tidak bisa dipikir sampai masa pra aniaya antikris selama 3,5 tahun di bumi, supaya kita tidak kecewa, putus asa, dan menyangkal Yesus lewat perkataan dusta, fitnah, dan lewat perbuatan yang tidak sesuai dengan firman (menipu, mencuri dan sebagainya).

Biarlah kita dikuatkan, dan hari-hari ni kita menjadi saksi Tuhan seperti Musa dan Elia, sampai bisa menyembah Tuhan dan mencapai kesempurnaan, tirai terobek, sehingga kita tidak perlu lagi kesaksian Musa dan Elia pada zaman antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun karena kita sudah disingkirkan ke padang gurun untuk diangkat bersama Tuhan selamanya.

Jadi, kita bisa mencapai ukuran Tuhan sekarang lewat menjadi saksi Tuhan sampai menyembah Dia. Kalau sekarang malah menjadi sandungan, kita harus masuk masa antikris. Lebih baik menjadi saksi Tuhan sekarang ini.

Wahyu 11:4
11:4. Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam.

Dua saksi sama dengan dua pohon zaitun, yaitu ada kaitan dengan minyak urapan.
Dua saksi juga sama dengan dua kaki dian/ pelita emas, berkaitan dengan terang, dan menunjuk pada minyak urapan.
Ini semua menunjuk pada minyak urapan Roh Kudus.

Zakharia 4:2-6

4:2. Maka berkatalah ia kepadaku: "Apa yang engkau lihat?" Jawabku: "Aku melihat: tampak sebuah kandil, dari emas seluruhnya, dan tempat minyaknya di bagian atasnya; kandil itu ada tujuh pelitanya dan ada tujuh corot pada masing-masing pelita yang ada di bagian atasnya itu.
4:3. Dan pohon zaitun ada terukir padanya, satu di sebelah kanan tempat minyak itu dan satu di sebelah kirinya."
4:4. Lalu berbicaralah aku, kataku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Apakah arti semuanya ini, tuanku?"
4:5. Maka berbicaralah malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku: "Tidakkah engkau tahu, apa arti semuanya ini?" Jawabku: "Tidak, tuanku!"
4:6. Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.

'melainkan dengan roh-Ku'= kuasa Roh Kudus.
Jadi dua pohon zaitun dan dua kaki dian menunjuk pada kuasa Roh Kudus.

Kisah Rasul 1:8
1:8. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Kuasa Roh kudus merupakan kekuatan untuk bersaksi. Minyak urapan Roh Kudus membuat pelita tetap menyala di tengah kegelapan.
Kita menghadapi kegelapan dunia akhir zaman sampai pra aniaya antikris, karena itu kita harus bersaksi.

Yohanes 15:25-27
15:25. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
15:27. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

Oleh kekuatan Roh Kudus (Penghibur), kita harus bersaksi. Jangan menjadi sandungan!
Kita harus memancarkan terang pelita di tengah kegelapan dunia akhir zaman, di mana kita menghadapi kesulitan, kegoncangan di segala bidang, penyakit, ekonomi, dan sebagainya, sampai kebencian tanpa alasan, masa pra aniaya antikris selama 3,5 tahun, dan masa antikris berkuasa. Ini yang kita hadapi, kegelapan akan semakin pekat sampai bisa diraba, yaitu saat antikris berkuasa di bumi.
Hadapi dengan menjadi terang lewat kekuatan Roh Kudus, sehingga kita tidak kecewa, putus asa, meninggalkan, dan menyangkal Tuhan sampai mencapai kesempurnaan (tirai terobek, daging tidak bersuara lagi).

Tanpa Roh kudus kita hanya akan menyangkal Tuhan, mengikuti daging dalam segala hal, menjadi sandungan.
Untuk menjadi saksi kita memang harus berkorban, seperti sumbu yang harus dibakar. Dalam ibadah pelayanan jangan menjadi sandungan.

Mengapa Tuhan mengutus dua saksi? Tuhan juga mengutus 70 murid berdua-dua?
Lukas 10:1
10:1. Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
  1. Dengan adanya dua saksi, suatu perkara sah, dimeterai Roh Kudus, tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun juga.

  2. Dua saksi menunjuk pada suami-istri.
    Artinya suami istri harus menjadi saksi Tuhan. Kesaksian mulai dari nikah.
    Sejak masa pacaran, tunangan, nikah, perjalanan nikah, mari jadi saksi, jangan menjadi sandungan.
    Suami mengasihi istri seperti diri sendiri, istri tunduk pada suami dalam segala hal, anak taat pada orang tua. Lakukan kewajiban kita sebagai suami, istri, anak untuk menghadapi kegelapan gantang dan tempat tidur.

    Kegelapan gantang = ekonomi dan dosa makan-minum.
    Kegelapan tempat tidur = kehancuran nikah dan buah nikah. Puncaknya dosa yaitu dosa kawin mengawinkan (perselingkuhan, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).

    Kalau pelita menyala, rumah tangga akan bahagia.

Jaga pelita tetap menyala!

Zakharia 4:2-4

4:2. Maka berkatalah ia kepadaku: "Apa yang engkau lihat?" Jawabku: "Aku melihat: tampak sebuah kandil, dari emas seluruhnya, dan tempat minyaknya di bagian atasnya; kandil itu ada tujuh pelitanya dan ada tujuh corot pada masing-masing pelita yang ada di bagian atasnya itu.
4:3. Dan pohon zaitun ada terukir padanya, satu di sebelah kanan tempat minyak itu dan satu di sebelah kirinya."
4:4. Lalu berbicaralah aku, kataku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Apakah arti semuanya ini, tuanku?"

Ada dua hal yang harus diperhatikan supaya pelita tetap menyala:
  1. Ada tempat minyak yang diukir pohon zaitun, dan berada di atas pelita.
    Tempat minyak = sumbernya minyak. Dari mana? Pohon zaitun.

    Pohon zaitun banyak terdapat di bukit Zaitun/ taman Getsemani, tempat Yesus bergumul sampai meneteskan air mata dan keringat bagaikan darah.
    Ini menunjuk pada korban Kristus di kayu salib.

    Korban Kristus adalah bagaikan buah zaitun yang sudah matang, dijemur, dan diperas sampai menghasilkan minyak urapan.

    Yohanes 16:7

    16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

    'Aku pergi'= Yesus harus mati di kayu salib, bangkit, dan naik ke Sorga untuk mencurahkan minyak urapan Roh Kudus, mulai di loteng Yerusalem. Sejak saat itu sampai sekarang pencurahan Roh Kudus langsung dari Sorga.

    Jadi sumber minyak adalah kurban Kristus.

    Tadi, tempat minyak harus berada di atas pelita, artinya kita semua harus menghargai dan meninggikan kurban Kristus sampai terukir dalam hati kita masing-masing, sehingga kita bisa mengalami minyak urapan Roh Kudus.

    Praktik sehari-hari salib sudah terukir dalam hati kita:
    • Rela mengalami sengsara daging untuk menyelesaikan dosa-dosa lewat berdamai.
      1 Petrus 4:1-2
      4:1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
      4:2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

      Berdamai artinya oleh dorongan pedang firman yang menunjuk dosa-dosa kita, kita bisa sadar, menyesali, dan mendorong kita untuk mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
      Pedang firman juga mendorong kita untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

      Ini sama dengan bertobat, dan darah Yesus membasuh dosa-dosa kita, sehingga kita bisa hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, yaitu hidup dalam kebenaran.

      Kalau darah Yesus membasuh dosa kita, kita akan mengalami damai sejahtera. Yerusalem adalah kota damai. Jangan tinggalkan Yerusalem! Kita akan mengalami pencurahan minyak urapan Roh Kudus.
      Dalam Tabernakel, ini sama dengan kita masuk halaman kerajaan Sorga.

    • Rela sengsara daging untuk beribadah melayani Tuhan, sehingga kita menjadi tawanan roh, sama dengan tempatnya Roh Kudus.
      Kisah Rasul 20:18-23
      20:18. Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka: "Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini:
      20:19. dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.
      20:20. Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu;
      20:21. aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.
      20:22. Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ
      20:23. selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.

    Perhatikan tempat minyak! Hargai kurban Kristus! Selesaikan dosa, kemudian rela sengsara daging untuk beribadah melayani Tuhan.

  2. Ada corot atau selang untuk mengalirkan minyak dari tempat minyak ke pelita, hubungan antara pelita dengan tempat minyak.
    Artinya hubungan dengan kita dengan Yesus harus diperhatikan.

    Sudah ada corot, kalau miring, percuma juga, minyak akan tumpah. Hubungan dengan Yesus harus tepat, tidak boleh miring sedikitpun, dan tidak boleh bergeser sedikitpun. Harus permanen sampai garis akhir (sampai meninggal atau sampai Tuhan datang kembali, bahkan selamanya).

    Keluaran 25:8
    25:8. Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.

    (terjemahan lama)
    25:8. Maka hendaklah mereka itu memperbuatkan Daku sebuah baitulmukadis, supaya Aku duduk di antara mereka itu.

    Dulu, hubungan Tuhan dengan manusia lewat Tabernakel.
    Sekarang lewat Tabernakel Tuhan mau berdiam di dalam setiap hidup kita.

    Di dalam Tabernakel ada tiga ruangan:
    • Halaman = selamat dan hidup benar, percaya Yesus, bertobat, baptisan air dan Roh Kudus. Kita selamat, mengalami damai, dan diberkati.
    • Ruangan suci = hubungan dengan Tuhan lewat erat dan mantap lagi.
    • Ruangan maha suci = hubungan paling erat, tidak terpisah lagi selamanya.

    Kisah Rasul 2:41-42
    2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

    Ayat 41= masuk halaman Tabernakel.
    Angka 3000 secara kualitas menunjuk pada ruangan suci (volume: 20 x 10 x 10= 2000 hasta) dan ruangan maha suci (volume: 10 x 10 x 10= 1000 hasta), dicapai lewat firman pengajaran.
    Jadi di dalam penggembalaan harus ada penginjilan dan pengajaran untuk memenuhi kuantitas dan kualitas.

    Dulu di dalam ruangan suci terdapat tiga macam alat, kemudian di zaman rasul-rasul hujan awal menjadi tiga macam ketekunan, dan sekarang ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
    • Pelita emas= ketekunan dalam persekutuan= ketekunan dalam ibadah raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      Di sini domba-domba diberi minum supaya segar di padang gurun dunia.

    • Meja roti sajian= ketekunan dalam pengajaran rasul-rasul dan pemecahan roti= ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
      Di sini domba-domba diberi makan, supaya kuat, tidak rebah di padang gurun dunia, tetapi tetap mengikut dan melayani Tuhan sampai Tuhan datang kembali.

    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam doa= ketekunan dalam ibadah doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.
      Di sini domba-domba bernafas dengan kasih, supaya kita hidup kekal selamanya.

    Ini yang disebut dengan kandang penggembalaan.
    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa dijamah Setan tritunggal sampai nanti tidak bisa dilihat oleh antikris.
    Artinya tidak bisa dijatuhkan dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa, tidak bisa disesatkan oleh ajaran sesat.
    Sebenarnya dalam kandang sudah aman, kita dilindungi dan dipelihara di tengah padang gurun dunia, kecuali kalau mengikuti keinginan daging sendiri, itu yang membuat jatuh dan tersesat.

    Imamat 21:12
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Tempat kudus= ruangan suci.
    Di dalam kandang penggembalaan kita dilindungi dan dipelihara secara jasmani, dipelihara sampai berkelimpahan. Juga secara rohani, kita disucikan terus-menerus sampai penyucian terhadap dosa yang melekat.

    Wahyu 9:20-21

    9:20. Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan,
    9:21. dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian.

    Nanti, salah satu penghukuman Tuhan adalah terjadi perang besar yang menelan korban sepertiga penduduk dunia. Sangat hebat! Tetapi anehnya, yang mati tidak mau bertobat karena dosanya melekat.
    Mulai dari dosa mencuri, seperti Yudas Iskariot. Hati-hati dengan dosa mencuri yaitu mencuri milk sesama terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.
    Penyembahan berhala= segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengasihi dan berharap Tuhan.

    Kalau kita digembalakan, kita akan terus disucikan sampai terlepas dari dosa yang melekat, sehingga kita bisa melekat erat kepada Tuhan, corot melekat erat pada tempat minyak, ranting melekat pada pokok anggur yang benar. Dan kita mengalami minyak urapan Roh Kudus sehingga kita dikhususkan oleh Tuhan.

    Corot juga menunjuk pada ruangan maha suci. Di ruangan maha suci terdapat tabut perjanjian, antara tutup dan peti tidak boleh bergeser apapun.
    Dulu satu kali setahun Harun memercikan dua kali tujuh percikan darah sehingga terjadi shekinah glory.
    Sekarang artinya kita harus menerima percikan darah, sengsara daging karena Yesus. Ini adalah hubungan paling erat dengan Yesus.

    1 Petrus 4:12-14
    4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Bentuk percikan darah adalah doa puasa, doa semalam suntuk, sengsara karena pengajaran benar, tidak salah tetapi disalahkan.
    Maka roh kemuliaan akan dicurahkan kepada kita. Ketika Stefanus dirajam batu, Yesus berdiri, itulah hubungan yang paling erat.

    Kisah Rasul 7:55
    7:55. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.

    Kegunaan Roh kemuliaan:
    • Kuasa pembaharuan yang mengubahkan manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari gunung batu keras menjadi batu indah/ batu mulia. Hati yang keras menjadi hati yang lembut seperti bayi yang baru lahir.
      Zakharia 4:6-9
      4:6. Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.
      4:7. Siapakah engkau, gunung yang besar? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata. Ia akan mengangkat batu utama, sedang orang bersorak: Bagus! Bagus sekali batu itu!"
      4:8. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, demikian:
      4:9. "Tangan Zerubabel telah meletakkan dasar Rumah ini, dan tangannya juga akan menyelesaikannya. Maka kamu akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu.

      Inilah kehidupan yang dikhususkan, tidak berdaya tetapi Tuhan sudah berdiri, siap untuk menolong.

      Bayi yang menangis = jujur dan taat, hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan, berseru dan berserah kepada Dia, mengakui kekurangan dan kelemahan, dan mengaku hanya hidup dari kuasa Roh Kudus.

      Dan mujizat jasmani terjadi, gunung besar diratakan, masalah selesai, ada masa depan berhasil dan indah.
      Kita diangkat menjadi imam dan raja untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    • Roh Kudus mampu memerintahkan berkat atas hidup kita yang sebenarnya tidak layak.
      Mazmur 133:1-3
      133:1. Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
      133:2. Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
      133:3. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

      Roh Kudus juga memberikan kerukunan, satu hati, satu pengajaran, dan satu suara penyembahan. Kita menjadi rumah doa.

    • Pelita tetap menyala sampai Yesus datang kembali.
      Kita kuat dan teguh hati, artinya tidak kecewa, tidak putus asa, tidak meninggalkan dan menyangkal Tuhan, tetapi selalu mengucap syukur kepada Tuhan. Kita tetap hidup benar dan suci, tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, tetap menyembah Dia sampai sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya. Kita tidak salah dalam perkataan.



Tuhan memberkati.