Ibadah Raya Surabaya, 01 Agustus 2010 (Minggu Sore)

Wahyu 21: 5
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

Tema ibadah di Ciawi: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!"
Tuhan sudah ciptakan manusia yang sama mulia dengan Tuhan waktu awal penciptaan. Dan manusia ditempatkan di taman Eden dan bahagia. Tapi manusia berbuat dosa dan harus diusir dari taman Eden kedalam dunia.

Dan dalam dunia ini, manusia terus berbuat dosa sampai puncaknya dosa, sehingga Tuhan harus menghukum dunia ini. Dulu dunia dihukum dengan air bah, dan nanti akan dihukum dengan api belerang (neraka).

Karena itu, Tuhan berusaha menciptakan manusia baru yang sama mulia dengan Tuhan. Dan Tuhan juga menciptakan langit dan bumi yang baru, dan manusia baru akan ditempatkan di Yerusalem baru untuk selama-lamanya.

Untuk itu, kita harus mengalami pembaharuan demii pembaharuansampai kita ditempatkan di Yerusalem baru.

Ini merupakan PEMBAHARUAN YERUSALEM BARU, yaitu Tuhan menciptakan/menjadikan segala sesuatu baru untuk ditempatkan di Yerusalem Baru.

Pembaharuan Yerusalem baru ditandai dengan kata "TIDAK ADA LAGI", artinyanya tidak ada lagi yang lama.

7 hal yang tidak boleh ada lagi:
  1. Wahyu 21: 1= laut,
  2. Wahyu 21: 4= maut,
  3. Wahyu 21: 4= perkabungan,
  4. Wahyu 21: 4= ratap tangis,
  5. Wahyu 21: 4= dukacita,
  6. Wahyu 22: 3= laknat/kutukan,
  7. Wahyu 22: 5= malam.
Kita membahas bagian yang ke-7
Wahyu 22: 5
22:5. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

MALAM TIDAK ADA LAGI, artinya tidak ada lagi kegelapan dosa sampai puncaknya dosa.
Kalau orang mempertahankan dosa, ia tidak mungkin bisa masuk ke dalam Yerusalem baru.
Ini sama dengan TIDAK ADA LAGI KEBUTAAN ROHANI.

Kalau hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa, ia sedang buta rohani dan yang dilihat hanya kegelapan, tidak ada terang sama sekali. Sebab itu, jangan kita menyimpan dosa!

Matius 20: 29-30, 34
20:29. Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
20:30. Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!"
20:34. Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga
mereka melihat lalu mengikuti Dia.

Kalau buta rohani, tidak bisa mengikut Yesus untuk masuk ke Yerusalem baru. Dan hidup itu bagaikan duduk di pinggir jalan.
ay. 34= setelah bisa melihat Yesus, barulah orang buta ini bisa mengikut Yesus.

Karena itu, kita harus melihat Yesus, tidak boleh lagi ada kebutaan rohani, supaya kita bisa mengikut Yesus sampai ke Yerusalem baru.
2 orang buta ini menunjuk pada suami istri. Artinya, suami dan istri harus sama-sama melihat Yesus.

3 pengertian melihat Yesus:
  1. 2 Korintus 4: 3-4
    4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga
    mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Pengertian pertama: MELIHAT cahaya injil tentang kemuliaan Kristus yang adalah wujud Allah= Firman pengajaran.

    2 macam pemberitaan Firman:
    • injil keselamatan.
      Efesus 1: 13
      1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

      Injil keselamatan adalah pemberitaan firman tentang kedatangan Yeus pertama kali kedunia untuk mati disalib dan menyelamatkan orang berdosa.
      Tapi ini masih belum cukup, karena masih belum sempurna. Untuk itu diperlukan pemberitaan kedua.

    • injil tentang kemuliaan Kristus= Firman pengajaran(memberitakan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga untuk menyucikan dan menyempurnakan kita menjadi mempelai wanitaNya yang sempurna).
    Firman penginjilan sudah kita lihat, tapi kita masih harus melihat cahaya injil tentang kemuliaan Kristus supaya kita bisa masuk ke Yerusalem baru.

    Proses melihat firman pengajaran:
    • mendengar dengan sungguh-sungguh,
    • mengerti,
    • percaya/yakin,
    • praktik Firman.
    Hanya orang yang MENDAPAT BELAS KASIHAN TUHAN, bisa menerima Firman pengajaran.
    Tadi ada 2 orang, artinya: hanya nikah yang mendapat belas kasihan Tuhan yang bisa menerima Firman pengajaran.

    2 Korintus 4: 6
    4:6. Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.

    Hasil kalau kita bisa melihat Firman pengajaran: kita akan mengalami penyucian hati. Dari hati yang gelap akan terbit terang.

    Matius 15: 19
    15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

    = 7 kegelapan dalam hati yang harus disucikan.
    Kalau hati disucikan, mata kita akan disucikan. Perkataan dan perbuatan kita juga disucikan.
    Kalau penyucian ini berjalan terus, maka satu waktu, kita akan mencapai kesempurnaan, tidak bercacat cela seperti Yesus.

  2. Yohanes 4: 35-36
    4:35. Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguningdan matang untuk dituai.
    4:36. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.


    1 Korintus 3: 9
    3:9. Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

    Ladang Allah= bangunan Alllah.

    Pengertian kedua: melihat ladang yang sudah menguning= melihat bangunan Tuhan. Artinya: MELIHAT pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

    Kalau tubuh sudah dibangun, maka bisa menerima Yesus sebagai Kepala.

    Yohanes 4: 36
    4:36. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuaisama-sama bersukacita.

    2 macam pelayanan di ladang:
    • pelayanan menabur= kegerakan dalam Firman penginjilan. Ini berguna untuk menyelamatkan kita (menambah KUANTITASanggota tubuh Kristus).

    • pelayanan menuai= kegerakan dalam Firman pengajaran. Ini berguna untuk menyucikan dan menyermpunakan kita (menambah KUALITASanggota tubuh Kristus).
    Efesus 4: 15-16
    4:15. tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
    4:16. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang
    rapih tersusun dan diikat menjadi satuoleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

    Pelayanan anggota tubuh Kristus harus DIKEPALAI oleh Yesus sebagai Imam Besar.

    Ciri pelayanan yang dikepalai oleh Yesus adalah:
    1. ay. 16= 'rapih tersusun dan diikat menjadi satu'= pendamaian untuk menjadi satu.
      Pendamaian= saling mengaku dan saling mengampuni.

      Kita harus hati-hati, karena selain pendamaian, juga ada pemecah belah. Itulah orang berdosa yang tidak mau mengaku salah dan malah menyalahkan orang lain.

    2. ay. 16= 'sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota'= melayani sesuai dengan kadar pekerjaannya= melayani sesuai dengan jabatan dan karunianya masing-masing.

      Jabatan pelayanan, itu adalah tempat kita dalam tubuh Kristus.
      Kita semua harus memiliki jabatan pelayanan dalam tubuh Kristus! Dan jangan tinggalkan jabatan pelayanan, karena nasibnya akan seperti Yudas.

      Diluar tubuh Kristus, yang ada hanyalah kebinasaan.

      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk
      memperlengkapi orang-orang kudusbagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Syarat mendapatkan jabatan pelayanan adalah KESUCIAN.

      Ciri melayani dengan jabatan dan karunia adalah bisa bekerjasama.

      Hanya orang yang MENDAPAT KEMURAHAN TUHAN, ia bisa melayani Tuhan.

    3. Efesus 4: 16= melayani dengan kasih.
      4:16. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

      Kalau kita melayani dengan kasih, pelayanan kita akan kekal untuk selama-lamanya.
      Kasih, itulah motor pelayanan kita.

      Yohanes 4: 36
      4:36. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.

      Kalau pelayanan kita kekal, maka upah kita adalah hidup kekal dan sukacita (masuk Yerusalem baru).
  1. Yohanes 9: 35-38
    9:35. Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
    9:36. Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya."
    9:37. Kata Yesus kepadanya: "
    Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
    9:38. Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia
    sujud menyembah-Nya.

    Pengertian ketiga: menyembah Yesus= melihat dan berkata-kata serta mengulurkan tangan kepada Tuhan (menyerah sepenuh pada Tuhan).
    Dan Tuhan akan mengulurkan Tangan kasih setiaNya pada kita untuk menggendong kita seperti bayi-bayi yang tak berdaya.

    Penyembahan adalah hubungan kasih setia yang tidak bisa bergeser sedikitpun.

    Kalau orang buta ini tidak diusir, ia tidak bisa melihat Yesus. Tapi karena ia diusir, ia justru bisa melihat Yesus.
    Artinya: saat kita menderita TANPA DOSA, itu adalah saat kita bisa menyembah Tuhan.

    Kalau kita menderita karena dosa kita sendiri, maka cabutlah dosa itu dan masih ada kesempatan untuk menyembah Tuhan.
Hasil digendong Tangan kasih setia Tuhan: Tuhan memberkati.