Ibadah Raya Surabaya, 05 Maret 2023 (Minggu iang)

PENYERAHAN ANAK
Penyerahan anak bukan suatu kebiasaan tetapi kebutuhan, terlebih pada akhir zaman ini. Penyerahan anak dikaitkan dengan bayi Musa yang terancam pembunuhan oleh Firaun. Demikian juga kita semua yang hidup di akhir zaman juga terancam pembunuhan oleh Setan tritunggal lewat dosa-dosa dan puncaknya dosa, ajaran sesat/palsu, dan Antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

Dulu Musa lahir elok/cantik, sehingga ia diselamatkan dan dipakai Tuhan. Begitu juga kita sekarang harus elok, supaya diselamatkan dan dipakai oleh Tuhan.

Syarat untuk menjadi anak laki-laki yang elok--berkenan pada Tuhan dan sesama--sehingga bebas dari maut:
  1. Keluaran 2: 1-2
    2:1. Seorang laki-laki dari keluarga Lewikawindengan seorang perempuan Lewi;
    2:2. lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa
    anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya.

    Syarat pertama: Lewi harus menikah dengan Lewi. Ini adalah kesatuan nikah orang tua.

    Kesatuan nikah orang tua memengaruhi keselamatan anak, supaya anak bisa dipakai Tuhan.
    Lewi dengan Lewi, artinya orang tua harus sama-sama beribadah melayani Tuhan--menjadi imam-imam--, sehingga menghasilkan anak yang cantik/elok.

    Anak yang cantik= bertobat dan lahir baru; hidup benar, sehingga selamat dan diberkati Tuhan.

  2. 'disembunyikannya tiga bulan lamanya'.
    Kisah Rasul 19: 8
    19:8. Selama tiga bulanPaulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajardengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.

    Sesudah hidup benar, selamat ,dan diberkati, kita harus dibawa kepada firman pengajaran yang benar.
    Disembunyikan tiga bulan artinya dibawa pada firman pengajaran yang benarsehingga mengalami penyuciandari dosa dan puncaknya dosa, bahkan sempurna seperti Yesus.
    Kalau hidup suci, akan dipakai untuk kemuliaan nama Tuhan.

  3. Musa harus lari ke Midian, dan menjadi seorang gembala.
    Artinya:kita harus digembalakan oleh Tuhan dengan benar dan baik--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
    Sasaran penggembalaan adalah hati, sehingga kita mengalami pembaharuan hatimenjadi taat dan jujur--hanya berseru: 'Ya Abba, ya Bapa.' Kita menjadi rumah doa, dan doa dijawab oleh Tuhan.

    Kita hanya berseru dan berserah kepada Tuhan, dan Ia yang akan bertindak mulai sekarang sampai Dia datang kembali kedua kali, dan kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia. Kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan permai. Kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) dan Yerusalem baru selamanya.
Dunia akhir zaman memang penuh ancaman maut bagi kita semuanya baik lewat dosa-dosa, puncaknya dosa, ajaran palsu, kesulitan-kesulitan sampai Antikris berkuasa tiga setengah tahun. Tetapi Tuhan memberikan cara yaitu harus menjadi elok seperti Musa.
Kesatuan nikah orang tua dan kesatuan ibadah pelayanan--imam-imam--harus dijaga. Kemudian dibawa pada pengajaran, dan digembalakan untuk mengalami pembaharuan hati sampai jadi jujur dan taat--rumah doa. Kita hidup dalam tangan Tuhan selamanya.

IBADAH RAYA

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.

Wahyu 19: 6-7
19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba,
dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Perikop: perjamuan kawin Anak Domba.
Ini menunjuk pada kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk membawa kita masuk perjamuan kawin Anak Domba--nikah rohani; nikah sempurna. Kemudian kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) dan Yerusalem baru.

Ayat 6= siapakah himpunan besar orang banyak?Gereja yang sempurna, yaitu mempelai wanita sorga.

Mempelai wanita sorga terdiri dari:
  1. Gereja Tuhan dari bangsa Israel dan bangsa kafir.
  2. Gereja Tuhan yang meninggal dunia dan dibangkitkan, bersama dengan gereja Tuhan yang hidup sampai Tuhan datang kembali kedua kali dan diubahkan.
    Keduanya menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga.
Ayat 7= mempelai wanita sudah siap sedia.
Persiapan gereja Tuhanuntuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga adalah: ayat 6= sorak sorai: Haleluya.

Di ayat 1-5 ada tiga kali Haleluyadi sorga--penyembahan pada Allah Tritunggal.
Ayat 6= penyembahan dengan suara: Haleluyamulai di bumi sampai di awan permai--penyembahan di bumi dan di sorga dengan sorak sorai: Haleluya.
Jadi, penyembahan di bumi harus merupakan pantulan dari penyembahan di sorga.

Kita beribadah melayani Tuhan, bersekutu bukan melihat manusia, tetapi lihat apakah ada suara: Haleluyaatau tidak. Kalau tidak ada tetapi dipaksakan, kita tidak akan bisa menyatu.

Karena itu kita saling menasihati selagi masih ada waktu. Suara: Haleluyasangat penting.

Syaratuntuk menyembah dengan suara: Haleluya: kita harus berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar dan mempraktikkannya.
Mazmur 105: 45
105:45. agar supaya mereka tetap mengikuti ketetapan-Nya, dan memegang segala pengajaran-Nya. Haleluya!

Ayat 1-44= menceritakan tentang keajaiban Tuhan di masa lampau--bagaimana Israel keluar dari Mesir menghadapi laut Kolsom dan sebagainya, sampai bisa menyembah dengan suara: Haleluya.
Tuhan melakukan perbuatan ajaib bagi kita, yang kita akui, maksudnya supaya kita bisa berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran.

Awasan bagi kita! Petrus mengalami mujizat besar tetapi malah bimbang terhadap pengajaran.
Matius 14: 28-33
14:28. Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan
berjalan di atas airmendapatkan Yesus.
14:30. Tetapi
ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelamlalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau
bimbang?"
14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.
14:33. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

Petrus bisa berjalan di atas air yang bergelombang, tetapi ia bimbang terhadap firman pengajaran yang benar saat mengalami mujizat Tuhan.

Petrus bimbang karena tiupan angin, mulai dari gosip, kemudian ajaran palsu masuk. Yang benar dianggap salah, yang palsu dianggap benar. Hati-hati! Petrus adalah pendeta hebat, senior, mengalami mujizat Tuhan tetapi bisa bimbang, bahkan menyangkal Yesus--tidak bisa menyembah.

Petrus bimbang, sehingga suaranya sumbang. Ia bukan lagi berseru: Haleluya, tetapi menyalahkan yang benar, dan mulai tenggelam.
Tinggal pilih! Kalau banyak mengeluarkan suara sumbang, kita akan turun--tenggelam. Tetapi kalau banyak menyeru: Haleluyakita akan naiksampai satu waktu ke awan-awan yang permai.

Tenggelam artinya merosot semuanya, tidak bisa terangkat di awan-awan permai, sampai tenggelam di lautan api dan belerang.

Oleh sebab itu , sikap kita terhadap firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--pedang firman--sangat menentukan nasib hidup kita.
Ibrani 4: 12
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Bimbang terhadap pengajaran tidak akan bisa menyembah dengan suara: Haleluya. Kalau dipaksakan menyembah, akan kering, tidak merasa apa-apa. Tetapi kalau berpegang teguh pada pengajaran dan taat--saat dalam kesusahan, penderitaan, senang, diberkati--, kita akan merasakan getaran kasih Tuhan saat kita menyeru: Haleluya.

"Seperti yang pernah saya saksikan. Ada seorang yang kerasukan Setan. Setelah diusir terus, ia bisa menyeru: Yesus. Tetapi disuruh menyebut: Haleluya, tidak bisa--lidahnya seperti ular. Setelah dicoba terus, akhirnya bisa menyebut: Haleluya. Sudah selesai."

Keluaran 32: 26-28
32:26. maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: "Siapa yang memihak kepada TUHANdatanglah kepadaku!" Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.
32:27. Berkatalah ia kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing
mengikatkan pedangnya pada pinggangnyadan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya."
32:28. Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu.

Berpegang teguh pada firman dan taat sama dengan menyandang pedang.

'Siapa yang memihak kepada TUHAN ...' = bukan memihak Musa. Ibadah dan fellowship yang benar harus memihak Tuhan.

Ayat 26: 'Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi'= dari dua belas suku, hanya suku Lewi yang memihak Tuhan. Jangan takut!
Jangan berputus asa kalau di keluarga cuma satu orang yang mengikuti pengajaran.

Menyandang pedang artinya
Bani Lewi membunuh saudaranya karena memang yang paling berbahaya adalah orang dekat kita. Contoh: Adam jatuh karena Hawa, Salomo jatuh karena istri-istrinya.

Praktik firman sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Ia mengulurkan tangan kuasa-Nya--di dalam firman pengajaran yang benar ada kuasa Tuhan.

Hasilnya:
  1. Ibrani 4: 12
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuatdan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

    Hasil pertama: firman pengajaran yang benar adalah kuat, artinya ada kuasa untuk memberikan kekuatan yang melimpah-limpahkepada kita, sehingga kita menjadi kuat teguh hati.

    Kuat teguh hati artinya:

    • Tidak bimbang/tidak ragu terhadap firman pengajaran yang benar sekalipun diombang-ambingkan oleh angin pengajaran palsu termasuk gosip.

      Masa pertunangan ini merupakan ujian kesetiaan.
      2 Korintus 11: 2-3
      11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamukepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
      11:3 Tetapi aku takut, kalau-kalau
      pikiran kamu disesatkandari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ularitu dengan kelicikannya.

      Dulu Hawa terkena goda, sekarang kita jangan tergoda.

    • Tidak kecewa, putus asa, dan bimbang menghadapi masalah yang mustahil; tidak berharap pada yang lain tetapi hanya percaya dan berharap sepenuh pada Tuhan.

    Contoh: Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.
    Daniel 3: 16-18
    3:16. Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
    3:17. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
    3:18.
    tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

    Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap berpegang teguh pada pengajaran dan penyembahan benar apapun yang dihadapi. Baik ditolong Tuhan atau tidak, tetap berpegang teguh pengajaran dan penyembahan yang benar.

    Daniel 3: 24-25
    3:24. Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
    3:25. Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan
    yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

    Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap berpegang teguh pada pengajaran dan penyembahan benar apapun kemustahilan yang dihadapi, sehingga disertai oleh Tuhan. Artinya: kuasa Tuhan sanggup melindungi dan memeliharadi tengah kemustahilan sampai Antikris berkuasa di bumi; melepaskan kita dari segala masalah yang mustahil.

    Yang penting di masa pertunangan adalah menyandang pedang! Pegang teguh firman pengajaran yang benar dan praktikkan apapun resikonya!

  2. Ibrani 4: 12
    4:12. Sebab firman Allah hidupdan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

    Hasil kedua: firman Allah adalah hidup, artinya kuasa Tuhan untuk memberikan jaminan hidup secara jasmani dan rohani.

    Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap hidup di tengah api yang dipanaskan tujuh kali--hidup sampai zaman Antikris. Api yang dipanaskan tujuh kali menunjuk pada pencobaan yang sempurna pada zaman Antikris--paling jahat dan paling sadis.

    Jaminan hidup rohani adalah hidup benar dan sucidi tengah dosa dan puncaknya dosa. Kalau menyandang pedang kita akan aman di manapun kita berada, dan ada jaminan dari Tuhan. Kita mengalami damai sejahtera, sehingga semua menjadi enak dan ringan.

  3. Ibrani 4: 12
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

    Hasil ketiga: kuasa firman Tuhan menyucikan kita--tajam pertama--dan membaharui kita--tajam kedua--:

    • Tajam pertama: menyucikan kita.
      Penyucian pedang firman menghasilkan angka tiga ribu.
      Keluaran 32: 28
      32:28. Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribuorang dari bangsa itu.

      Tiga ribu= ruangan suci (20 x 10 x 10) ditambah dengan ruangan maha suci (10 x 10 x 10).
      Artinya:

      1. Penyucian pedang firman mendorong kita untuk masuk dalam ruangan suci, yaitu kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok: ibadah raya, ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci, dan ibadah doa penyembahan.

        Kalau tidak mau tergembala, akan ada angka dua ribu yang negatif, yaitu dua ribu babi yang mati lemas.
        Artinya: kalau tidak mau digembalakan, akan jadi jahat dan najis--berbuat dosa dan puncaknya dosa.

      2. Penyucian sampai pada kesempurnaan.
        Kalau tidak mau angka tiga ribu, akan masuk tiga ribu negatif.
        Hakim-hakim 16: 23-25, 27
        16:23. Sesudah itu berkumpullah raja-raja kota orang Filistin untuk mengadakan perayaan korban sembelihan yang besar kepada Dagon, allah mereka, dan untuk bersukaria; kata mereka: "Telah diserahkan oleh allah kita ke dalam tangan kita Simson, musuh kita."
        16:24. Dan ketika orang banyak melihat Simson, mereka memuji allah mereka, sambil berseru: "Telah diserahkan oleh allah kita ke dalam tangan kita musuh kita, perusak tanah kita, dan yang membunuh banyak teman kita."
        16:25. Ketika hati mereka riang gembira, berkatalah mereka: "Panggillah Simson untuk melawak bagi kita." Simson dipanggil dari penjara, lalu ia melawak di depan mereka, kemudian mereka menyuruh dia berdiri di antara tiang-tiang.
        16:27. Adapun gedung itu penuh dengan laki-laki dan perempuan; segala raja kota orang Filistin ada di sana, dan di atas sotoh ada kira-kira
        tiga ribu oranglaki-laki dan perempuan, yang menonton lawak Simson itu.

        'Panggillah Simson untuk melawak bagi kita.'= tiga ribu negatif adalah lawakan. Ibadah pelayanan yang katanya ada Roh Kudus, tetapi disuruh melawak. Ini berlawanan! Roh Kudus adalah untuk menghibur, menolong, dan membaharui, bukan untuk melawak.

        Tiga ribu negatif adalah ibadah pelayanan yang menyenangkan daging dan ditandai dengan suka cita daging, lawak--pemberitaan firman tanpa penyucian--, sehingga mengarah pada kematian rohani sampai kematian kedua selamanya.

      Kalau menyandang pedang kita akan disucikan sampai pada kesempurnaan--tidak bercacat cela.

    • Tajam kedua: membaharui kita.
      1 Timotius 6: 11
      6:11. Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

      'jauhilah semuanya itu' = jauhi cinta uang dan sebagainya.

      Pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--manusia Allah--, yaitu:

      1. Menjauhi kejahatan.
        1 Timotius 5: 10
        6:10. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

        Kita terlepas dari ikatan akan uang sehingga bisa mengasihi Tuhan dan sesama.

        Praktikcinta akan uang: mencari uang dengan cara tidak halal--tidak sesuai iman; tidak sesuai firman pengajaran yang benar--, kikir dan serakah.
        Kikir= tidak bisa memberi--tidak mengasihi sesama.
        Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus--tidak mengasihi Tuhan.

        Buktimenjauhi kejahatan: lebih bahagia memberi dari pada menerima.

      2. Menjauhi kenajisan.
        Kenajisan= dosa makan minum--merokok, mabuk, narkoba--dan kawin mengawinkan--percabulan, tontonan yang tidak baik, nikah yang salah: perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan. Jangan sembunyi-sembunyi!

        Manusia baru memancarkan terang di hadapan Tuhan dan sesama.

      3. Mengejar keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelemahlembutan.
        Kita mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di bumi--Raja Daud mengatakan: 'lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain.'

      4. Mengejar keadilan dan kejujuran. Ya katakan: ya, tidak katakan: tidak; benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.
        Kalau jujur, kita akan menjadi rumah doa, dan Tuhan ada di pihak kita. Kita hanya berseru dan berserah pada Dia. Tuhan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita.

        Seperti tabut perjanjian; ada tutupnya--Tuhan--dan petinya--kita semuanya--yang tidak bisa bergeser.

    Inilah kehidupan yang menyandang pedang. Ada kuat teguh hati, ada jaminan hidup, ada penyucian dan pembaharuan sampai menjadi rumah doa.

    Kita seperti bayi dalam gendongan tangan Tuhan.
    Yesaya 46: 3-4
    46:3. "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan(1), hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim.
    46:4. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu
    (2). Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus(3); Aku mau memikul kamu(4)dan menyelamatkan kamu(5).

    Tuhan mendukung, menggendong, menanggung, memikul, dan menyelamatkan kita. Ini adalah lima luka Yesus di kayu salib. Dia sudah mati dengan lima luka utama sebagai bukti bahwa Dia di pihak kita. Tinggal kita buktikan kita memihak Tuhan apapun yang terjadi dalam hidup kita--sandang pedang; pegang teguh firman pengajaran yang benar dan praktikkan dalam kehidupan sehari-hari apapun yang terjadi.

    Hasilnya:

    • Tuhan mendukung kita supaya tidak jatuh dalam dosa tetapi hidup benar dan suci.
      Tuhan mendukung supaya kita tidak tersandung dalam panggilan dan pilihan tetapi setia berkobardalam ibadah pelayanan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.

    • Tuhan menggendong kita, artinya Dia bertanggung jawab atas hidup mati kita. Tuhan sanggup memelihara dan melindungi kita di tengah kesulitan dunia sampai Antikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun.
      Tuhan memberikan masa depan berhasil dan indah kepada kita.

    • Tuhan memikul kita, artinya memikul segala beban kita--letih lesu, beban berat, susah payah--, sehingga kita mengalami damai sejahtera. Semua enak dan ringan, sampai semua masalah mustahil selesai.
      Semua beban serahkan kepada Tuhan.

    • Tuhan menyelamatkan kita, artinya jika Yesus datang kembali kedua kali kita disucikan dan diubahkansampai sempurna. Tidak salah dalam perkataan. Kita sama mulia dengan Tuhan. Kita hanya bersorak sorai: Haleluya di awan-awan yang permai. Kita menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Semoga suara kita dan keluarga kita ada di sana. Kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) dan Yerusalem baru selamanya.

      Kalau kita menyandang pedang kita akan bersorak sorai: Haleluya,karena di dalam pedang ada kuasa Tuhan untuk menguatkan--kuat teguh hati--, menghidupkan, menyucikan, dan mengubahkan sampai mulut tidak salah lagi dalam perkataan--sorak sorai: Haleluya.
Tuhan memberkati.