Ibadah Raya Surabaya, 08 Mei 2022 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 16: 4-7
16:4. Dan malaikat yang ketigamenumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah.
16:5. Dan aku mendengar
malaikat yang berkuasa atas airitu berkata: "Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukuman ini.
16:6. Karena mereka telah menumpahkan darah orang-orang kudus dan para nabi, Engkau juga telah memberi mereka minum darah; hal itu wajar bagi mereka!"
16:7. Dan aku mendengar
mezbah itu berkata: "Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu."

CAWAN KETIGAditumpahkan di atas sungai-sungai dan mata-mata air, sehingga menjadi darah. Ini adalah tanda sengsara, penderitaan, kematian rohani--tidak bergairah dalam perkara rohani--, sampai kebinasaan kekal.

Ayat 5-7=dua malaikat yang dipakai untuk menghukum:
  1. Ayat 5: 'malaikat yang berkuasa atas air'.
  2. Ayat 7= malaikat yang berkuasa atas api yang keluar dari mezbah ('seorang malaikatlain datang dari mezbah').
    Wahyu 14: 18
    14:18. Dan seorang malaikatlain datang dari mezbah; ia berkuasa atas apidan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak."
AD. 1: Malaikat yang berkuasa atas air
Ada dua macam penghukuman yang dikaitkan dengan air:
  1. Penghukuman air bah pada zaman Nuh.
  2. Penghukuman yang dikaitkan dengan menghujat Roh Kudus; melawan pekerjaan Roh Kudus--air kehidupan.
    Melawan pekerjaan Roh Kudus artinya melawan pekerjaan keselamatan--tidak percaya Yesus, tidak bertobat, tidak benar, dusta--, melawan pekerjaan penyempurnaan--melawan pembangunan tubuh Kristus.

Siapa
yang dihukum oleh malaikat yang berkuasa atas air? Kehidupan yang membunuh orang-orang kudus dan para nabi.
Wahyu 16: 6
16:6. Karena mereka telah menumpahkan darah orang-orang kudus dan para nabi, Engkau juga telah memberi mereka minum darah; hal itu wajar bagi mereka!"

Kita harus hati-hati, justru yang diincar sekarang adalah orang-orang kudus dan para nabi. Jangan sampai ini terjadi dalam gereja Tuhan. Semestinya yang mengincar ini orang luar, tetapi sekarang juga terjadi dalam gereja Tuhan, orang benar dan orang kudus akan diincar untuk difitnah.
Orang tidak benar akan bersekongkol dengan orang yang tidak benar untuk melawan yang benar.
Contoh: orang Farisi bersekongkol dengan orang Herodian untuk melawan Yesus padahal orang Farisi dan orang Herodian ini bertentangan, tetapi mereka bersekongkol untuk melawan Yesus.

Pembunuhan berasal dari roh kebencian, sehingga air menjadi darah.
1 Yohanes 3: 15
3:15. Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

Pembunuh dan roh kebencian tidak mendapat hidup kekal, tetapi sengsara sampai kebinasaan kekal untuk selamanya.

Ada tiga tempat utama yang dilanda kebencian/pembunuhan:
  1. Dunia.
    Dalam Yohanes 15: 18-25 ada tujuh kali disebutkan tentang kebencian, sampai kebencian tanpa alasan.
    Yohanes 15: 25
    15:25. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi:
    Mereka membenci Aku tanpa alasan.

    Dalam dunia ini ada tujuh kali kebencian sampai kebencian tanpa alasan. Kebencian tanpa alasan adalah kebencian yang sempurna seperti Setan--bapa pembunuh, bapa pendusta.

    Angka tujuh menunjuk pada kesempurnaan. Angka tujuh juga menunjuk pada pelita emas.
    Kalau ada roh kebencian sampai kebencian tanpa alasan--kebencian yang sempurna--, pelita akan padam, berarti hidup dalam kegelapan yang sempurna. Orang benar dan baik malah dibenci. Benar dulu baru bisa baik. Kalau tidak benar, tetapi baik, itu pura-pura baik.

    Jalan keluarmenghadapi kebencian tanpa alasan; kebencian yang sempurna; kegelapan yang sempurna: gereja Tuhan harus diurapi/dipenuhi Roh Kudus--bukan air menjadi darah, tetapi air menjadi anggur, air menjadi sumber air kehidupan--sehingga bisa bersaksibagaikan pelita yang menyala untuk menyinarkan terang kepada dunia yang gelap.

    Kebencian ini sebenarnya ada dalam dunia, tetapi sekarang ini sudah masuk dalam gereja Tuhan. Ini yang bahaya!
    Dunia sudah gelap, gereja Tuhan jangan ikut menjadi gelap--jangan ikut membenci.

    Yohanes 15: 26-27
    15:26. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksitentang Aku.
    15:27. Tetapi
    kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

    Mengapa dunia gelap? Karena kebencian tanpa alasan, sehingga manusia membabi-buta. Karena itu kita mohon janji Tuhan yaitu kuasa Roh Kudus memenuhi kehidupan kita sehingga kita bisa bersaksi di tengah dunia yang gelap.

    Markus 5: 18-20
    5:18. Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia.
    5:19. Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah
    ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!"
    5:20. Orang itupun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis
    segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinyadan mereka semua menjadi heran.

    Untuk memenangkan satu jiwa yang dalam kegelapan di Gerasa, Yesus harus menghadapi lautan bergelora yang di dalamnya mengandung kuasa maut--untuk bersaksi membutuhkan pengorbanan. Ini pelajaran bagi kita. Pelita emas tidak dicetak, tetapi ditempa.

    Jadi, ada orang yang tadinya tidak waras, Yesus ke sana untuk menjadi saksi--menerangi yang gelap--, sehingga orang itu menjadi waras--menjadi terang; memancarkan terang. Akhirnya orang tersebut menjadi saksi juga. Ia mau ikut Yesus ke mana saja, tetapi Tuhan tidak mengizinkannya Orang tersebut diperintahkan untuk pulang ke rumah, kepada orang sekampungnya.

    Isi dari kesaksianadalah

    • 'segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya'= menceritakan dengan sejujurnya apa yang sudah Tuhan kerjakan dalam hidup kita lewat pekerjaan firman dalam urapan Roh Kudus dan kasih Allah. Kita bersaksi terutama tentang keubahan hidup--dari tidak waras menjadi waras; tidak berpakaian menjadi berpakaian.
      Ini adalah kesaksian bernilai rohani--pekerjaan firman pengajaran yang menyucikan dan mengubahkan.

    • Bagaimana Tuhan sudah mengasihani kita sehingga menolong kita dari perkara mustahil, menyembuhkan dan sebagainya.
      Titik beratnya pada perkara jasmani--pekerjaan belas kasihan Tuhan.

    Hasilnya: 'mereka semua menjadi heran'=

    • Banyak orang berdosa menjadi percaya Yesus dan diselamatkan--penginjilan.
    • Orang-orang yang sudah percaya Yesus dan selamat bisa menerima firman pengajaran yang benar sehingga bisa disempurnakan.

    Arah kesaksian:

    • 'Pulanglah ke rumahmu'= menjadi pelita; menjadi saksi di dalam rumah tangga.
      Rumus kerajaan sorga mulai dari yang terkecil.

      "Sekali lagi, kalau kita beribadah masih di rumah (rumah tangga), inilah maksudnya. Kalau dalam rumah tangga, gampang mengajak untuk ibadah."

    • 'kepada orang-orang sekampungmu'--dalam pergaulan sehari-hari= menjadi terang di depan semua orang--di gereja, di kantor, di sekolah.
    • 'Dekapolis'= sepuluh kota= kota kasih; kota mempelai--ada terang di atas gunung--= menjadi terang dunia sampai menjadi terang di Yerusalem baru yang kekal selamanya.

    Inilah satu-satunya cara menghadapi kebencian/kegelapan di dunia, yaitu bersaksi. Kalau tidak mau bersaksi, bahaya, satu waktu kita pasti akan membenci sesama dan Tuhan, sampai menyangkal Tuhan. Bersaksi itu terang, membenci itu gelap. Pilih salah satu!

    Markus 5: 14-17
    5:14. Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itudi kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi.
    5:15. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka.
    5:16. Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu,
    dan tentang babi-babi itu.
    5:17. Lalu mereka
    mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

    Ayat 16 = orangnya sudah ditolong Tuhan--tidak waras menjadi sembuh--, tetapi babi-babinya sebanyak dua ribu ekor mati semua. Ini berarti memberatkan yang jasmani, lebih dari yang rohani. Inilah kesaksian yang salah.
    Ayat 17 = akhirnya mereka mengusir Yesus; menyangkal Yesus.

    Kesaksian ini tidak berasal dari orang yang sudah waras--dari tidak waras menerima firman lalu menjadi waras. Tetapi ini kesaksian dari orang yang melihat.

    Waspada!Ada kesaksian yang salah, yaitu kesaksian anak Tuhan yang tidak mengalami pekerjaan pedang firman--tidak mengalami penyucian dan keubahan hidup--, sehingga membesarkan perkara jasmani lebih dari pada perkara rohani--'dan tentang babi-babi itu'. Ini sama dengan bersungut, mengomel, dan melemahkan iman (menggembar-gemborkan yang jasmani, mengecilkan yang rohani), sehingga banyak orang menolak bahkan mengusir Yesus--sekarang bisa dalam bentuk menolak firman yang terlalu lama, terlalu keras.
    Semestinya bersyukur, satu nyawa selamat, dibandingkan dengan berapapun banyak babi yang mati. Tetapi malah bersungut-sungut.

    Akibatnya: masuk kota Babel--kalau membela babi, akan masuk kota Babel--, mempelai wanita palsu; gereja palsu yang hanya menggembar-gemborkan perkara jasmani.

    Hati-hati! Kebencian di dalam dunia sudah masuk dalam gereja Tuhan. Karena itu kita harus bersaksi yang benar, jangan menjadi saksi palsu. Menceritakan bagaimana firman bekerja dalam kehidupan kita, menyucikan, dan mengubahkan kita. Menceritakan bagaimana belas kasihan Tuhan bekerja untuk menolong dan menyembuhkan kita. Mari kita saksikan!
    Jangan seperti penjaga babi yang tidak mengalami pekerjaan firman, sehingga bersaksi yang jasmani saja.

  2. Tempat penggembalaan domba-domba.
    Kejadian 37: 1-5, 9
    37:1. Adapun Yakub, ia diam di negeri penumpangan ayahnya, yakni di tanah Kanaan.
    37:2. Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa
    menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
    37:3. Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
    37:4. Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka
    bencilah mereka itukepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.
    37:5. Pada suatu kali
    bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.
    37:9. Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: "Aku bermimpi pula: Tampak
    matahari, bulandan sebelas bintangsujud menyembah kepadaku."

    Ayat 2 = tempat penggembalaan domba-domba. Semestinya kebencian ada di dalam dunia, bisa kita hadapi dengan terang kesaksian. Tetapi kebencian sudah masuk dalam kandang penggembalaan.

    Mengapakebencian/pembunuhan bisa terjadi di dalam kandang penggembalaan?

    • Karena Yusuf mendapatkan jubah maha indah--jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus; talenta.
      Sebelum melayani, hidup itu masih belum indah bahkan telanjang.

      Tuhan memanggil dan memilih kita--menyelamatkan, membenarkan dan menyucikan--untuk memberikan jubah maha indah; jabatan pelayanan sesuai dengan panggilan Tuhan. Tuhan memberikan beban di dalam hati kita untuk melayani Dia. Beban itu hanya Tuhan dan kita sendiri yang tahu--orang lain tidak akan tahu.

      Jadi Yusuf mendapatkan jubah maha indah, tetapi kakak-kakaknya tidak punya.
      Ini pelajaran bagi kita. Kalau kita sudah mendapatkan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, kita tidak boleh mengecilkan kepercayaan Tuhan--lima talenta, dua talenta, satu talenta sama kecilnya di hadapan Tuhan. Kalau dikecilkan lagi, akan timbul iri hati, kalau dibiarkan akan timbul kebencian.
      Sebenarnya, semua pekerjaan Tuhan adalah mulia.

    • Karena Yusuf punya karunia mimpi, artinya karunia pembukaan rahasia firmanyaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab--firman pengajaran yang benar tentang matahari, bulan, dan bintang (tentang mempelai wanita sorga).
      Wahyu 12: 1
      12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulandi bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintangdi atas kepalanya.

      Jadi, Yusuf mendapat karunia dalam pembukaan rahasia firman kabar mempelai--pengajaran mempelai.
      Hati-hati! Kalau kita menerima kabar mempelai, kita akan rendah hati--menghargai orang lain--, tetapi juga bisa membuat kita sombong--tidak menghargai orang lain.

    • Karena berkat jasmani sampai berkat kesulungan.
      Kejadian 27: 41
      27:41. Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkatyang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: "Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh."

      Kalau tidak diberkati kita diejek, kalau diberkati membuat orang lain menjadi iri hati--dikira korupsi dan sebagainya. Ini yang seringkali menjadi masalah.

    Inilah kebencian yang terjadi dalam penggembalaan, yaitu karena masalah jabatan pelayanan, pembukaan firman, dan berkat jasmani. Mari kita selalu bersyukur.

    "Guru saya, pendeta Pong berkata: Biarpun dipakai dalam transportasi (setir mobil), tetapi kalau itu jubah dari Tuhan, akan masuk sorga juga. Mengapa harus memilih yang berkhotbah, setengah mati sampai tidak tidur? Asal dilakukan dengan setia dan sungguh-sungguh akan masuk pintu sorga juga. Inilah kalau tidak mengecilkan pelayanan."

    Jalan keluarmenghadapi kebencian dalam penggembalaan: jubah harus dicelup dalam darah Yesus.
    Artinya: kita harus mengalami percikan darah; sengsara daging tanpa dosa; sengsara daging karena Yesus yang akan menghasilkan kemuliaan Tuhan yang sejati.
    Kejadian 37: 31
    37:31. Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.

    Untuk menghadapi kebencian dalam penggembalaan jangan dihadapi dengan kebencian. Menghadapi kakak-kakak Yusuf yang jahat, iri hati, sampai mau membunuh Yusuf, jangan dibalas dengan kejahatan. Jika dibalas dengan kejahatan, berarti tidak berubah.

    Kemuliaan Tuhan yang sejati adalah keubahan hidupdari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--bukan uang, gereja besar atau gereja kecil--, yaitu:

    • Tidak berbuat jahat, tetapi hanya berbuat baik.
    • Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi kebaikan.

    Inilah kemuliaan! Mari praktikkan dalam nikah: kalau suami jahat balas dengan kebaikan. Mari berusaha seperti Yusuf. Demikian juga dalam penggembalaan: kalau gembala jahat balas dengan kebaikan.

    Kalau jubah sudah ada tanda darah, Setan tidak akan bisa melepaskannya. Di mana ada tanda darah, Setan akan lari.
    Dulu saat bangsa Israel mau keluar dari Mesir, pada pintu bangsa Israel diberi tanda darah, dan maut/Setan tidak bisa masuk.

    Kita berusaha dalam rumah tangga, penggembalaan, dan kehidupan sehari-hari untuk tidak berbuat jahat tetapi hanya berbuat baik. Inilah kehidupan yang berubah--tidak ada pikiran jahat. Kalau orang lain berbuat jahat kepada kita, tidak membalasnya dengan kejahatan melainkan dengan kebaikan.

    Kejadian 45: 3-5
    45:3. Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya: "Akulah Yusuf! Masih hidupkah bapa?" Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya, sebab mereka takut dan gemetar menghadapi dia.
    45:4. Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: "
    Marilah dekat-dekat." Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: "Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir.
    45:5. Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.

    'Marilah dekat-dekat.'= Yusuf tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi kebaikan.

    Yusuf menghadapi kebencian dalam penggembalaan, karena tiga hal--jubah maha indah, pembukaan firman, dan berkat Tuhan. Kalau kebencian dalam dunia--kebencian tanpa alasan--langsung dari Setan.

    Roma 12: 17, 21
    12:17. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
    12:21. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

    Kalau kita mengalahkan kejahatan dengan kebaikan--membalas kejahatan dengan kebaikan--, kejahatan akan kalah. Jubah yang dicelup dalam darah menghasilkan perbuatan baik. Perbuatan baik akan menjadi jubah putih berkilau-kilauan--pakaian mempelai.
    Wahyu 19: 8
    19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

    (terjemahan lama)
    19:8. Maka dikaruniakanlah kepadanya supaya ia boleh menghiasi dirinya dengan kain kasa halus yang bercahaya dan bersih; karena kain kasa halus itulah ibarat
    segala kebajikanorang-orang suci itu."

    Yang mengalami hukuman air menjadi darah--sengsara, menderita, mati rohani sampai kebinasaan--adalah orang-orang pembunuh; penuh dengan kebencian--membunuh orang benar dan suci. Ada di mana mereka? Pertama di dunia, kita harus bersaksi.
    Kedua dalam penggembalaan, jubah harus dicelup dalam darah dan kita tetap menampilkan kemuliaan-kebaikan Tuhan. Balas kejahatan dengan kebaikan sampai mendapatkan jubah putih berkilau-kilauan.

  3. Nikah rumah tangga.
    Markus 13: 12-13
    13:12. Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
    13:13. Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

    Kebencian di dalam nikah rumah tangga yaitu suami membenci istri, istri membenci suami, anak membenci orang tua, orang tua membenci anak sampai terjadi pembunuhan.
    Setan mau merusak nikah rumah tangga--nikah dan buah nikah--dengan kebencian, supaya tidak mencapai nikah yang rohani; nikah yang sempurna dalam Tuhan--perjamuan kawin Anak Domba.

    Jumlah kebenaran alkitab ada di dalam Wahyu 19:9
    19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    Puncak kebahagiaan adalah perjamuan kawin Anak Domba. Apapun yang kita lakukan di dunia, beribadah dan sebagainya, akan sampai pada puncaknya dalam perjamuan kawin Anak Domba; pertemuan antara Mempelai Pria dan mempelai wanita. Ini adalah pintu masuk Firdaus dan kerajaan sorga.

    Karena itu Setan mau menghantam nikah kita supaya tidak mencapai perjamuan kawin Anak Domba--pintu Firdaus dan pintu surga tertutup--, berarti ketinggalan saat Yesus datang kembali kedua kali, sehingga sengsara dan binasa selamanya--air menjadi darah.

    Mulai dari masa pacaran jangan main-main, tetapi harus sungguh-sungguh. Harus ada kepastian, mau menuju nikah yang rohani atau cuma bermain-main. Kalau main-main, akan timbul kebencian.
    Hubungan dalam nikah rumah tangga adalah hubungan kasih--antara suami isteri, orang tua-anak, kakak adik.

    Jalan keluarmenghadapi kebencian dalam nikah rumah tangga: kita harus bertahan di dalam kasih Allah.
    Markus 13: 13
    13:13. Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannyaia akan selamat."

    Matius 24: 12-13
    24:12. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasihkebanyakan orang akan menjadi dingin.
    24:13. Tetapi
    orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.

    Proses
    bertahan dalam kasih Allah:

    • Saling mengaku dan mengampuni--kembali ke mezbah korban bakaran; salib Tuhan. Jangan pertahankan dosa sendiri dan orang lain! Mempertahankan dosa berarti tidak ada kasih, kalau diteruskan lama-lama akan timbul kebencian.

      Siapa yang tidak pernah berbuat dosa? Bagaimana bertahan dalam kasih? Kembali ke salib Tuhan--kasih berasal dari kayu salib--, yaitu saling mengaku dan mengampuni.
      Tuhan berkata: "Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

      Amsal 28: 13
      28:13. Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinyadan meninggalkannya akan disayangi.

      Saling mengaku artinya kalau kita bersalah, kita mengaku kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
      Saling mengampuni artinya kalau kita benar, kita mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

      Kalau saling mengaku dan mengampuni, darah Yesus akan membasuh segala dosa--dosa sendiri ataupun dosa orang lain--, dan kita mengalami kasih Allah, sehingga bisa saling mengasihi.

      Mempertahankan dosa sendiri ataupun dosa orang lain tidak akan beruntung sampai kehilangan keuntungan besar yaitu kehilangan kedua sayap dari burung nasar yang besar, berarti menghadapi Antikris--masuk aniaya antikris--untuk berjuang apakah mengasihi Tuhan atau membenci Tuhan.

      Tanpa kedua sayap dari burung nasar, kita akan menderita mulai dari sekarang--air menjadi darah--, sampai kita diperhadapkan dengan antikris.
      Sekarang sudah membenci sesama, nanti tinggal membenci Tuhan. Jika membenci Tuhan, berarti menyembah Antikris, sehingga binasa untuk selamanya.

      Saling mengaku dan mengampuni memang mudah diucapkan, tetapi berat dilakukan. Apapun kesalahan orang lain harus diampuni.

      "Ada orang bertanya: Kalau lewat proses hukum bagaimana? Kalau harus lewat proses hukum, silakan. Tetapi akhirnya tetap saling mengaku dan mengampuni; kita kembali pada kasih Tuhan."

    • Kembali ke mezbah dupa emas, artinya kita banyak menutup pintu kamar untuk berdoa menyembah Tuhan.
      Matius 6: 6
      6:6. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

      Menutup pintu kamar artinya hubungan pribadi dengan Tuhan; tidak dipengaruhi oleh pengaruh apapun dari luar yang bisa membuat kita khawatir dan bimbang. Kita mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan.

      Banyak menyembah Tuhan hari-hari ini, ditambah doa puasa, doa semalam suntuk, doa pagi--mendahului Firaun/Setan.

      Mari berdoa menyembah Tuhan, maka kita akan merasakan kasih Allah yang besar.

      Menyembah Tuhan artinya mata hanya memandang Tuhan, mulut berseru kepada Dia, dan tangan iman diulurkan kepada Dia--hanya yakin kepada Tuhan. Maka Tuhan akan mengulurkan tangan kasih-Nya kepada kita.

    Hasilnya:

    • Ulangan 7: 7-8
      7:7. Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? --
      7:8. tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah
      membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.

      Hasil pertama: tangan kasih Tuhan sanggup membebaskan kita dari perbudakan dosa dan puncaknya dosa. Tidak usah menunggu besok, tetapi sekarang juga. Banyak mata salah dalam menonton, pikiran salah, perbuatan salah, omongan salah dan sebagainya, serahkan pada Tuhan. Dia mampu membebaskan kita dari perbudakan dosa dan puncaknya dosa--dosa makan minum dan kawin mengawinkan--, sehingga kita hidup benar dan suci.

      Mungkin ada dosa kebencian, kepahitan, lepaskan, sampai ada damai sejahtera, semua enak dan ringan.

      Kalau dosa sudah dilepaskan, tangan kasih Tuhan juga sanggup menyelesaikan segala masalah yang mustahil--ekonomi, penyakit dan sebagainya. Dosa saja bisa dilepaskan, apalagi hanya masalah jasmani. Masalah jasmani masih ada pakarnya, tetapi masalah dosa, tidak ada pakarnya, hanya Yesus satu-satunya Juruselamat.

    • Yesaya 49: 14-16
      49:14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
      49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
      49:16. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

      Hasil kedua: tangan kasih Tuhan sanggup melindungi dan memelihara kitayang tidak berdaya di tengah kesulitan dunia sampai Antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun--kemustahilan.

      Tangan kasih Tuhan sama dengan keuntungan besar; kedua sayap dari burung nasar yang besar, yang akan menyingkirkan kita ke padang gurun. Kalau ada kasih, akan ada keuntungan besar. Kalau menyimpan dosa, tidak akan ada kasih bahkan kehilangan keuntungan besar.

      Kita disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata Antikris yang berkuasa di bumi tiga setengah tahun. Semua menjadi beruntung--berhasil dan indah pada waktu-Nya.

      Hati-hati! Siapa yang mendapatkan hukuman air menjadi darah? Orang yang membunuh orang benar--ada kebencian. Di mana kebencian? Pertama di dunia, hadapi dengan bersaksi. Kedua di penggembalaan, hadapi dengan jubah dicelup dalam darah--sengsara bersama Yesus. Ketiga kebencian dalam rumah tangga. Kembali pada mezbah korban bakaran--saling mengaku dan mengampuni--, dan mezbah dupa emas--berdoa menyembah Tuhan. Kita hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan bagaikan bayi yang tidak bisa apa-apa, dan Tuhan akan mengulurkan tangan kasih-Nya.

    • Kolose 3: 14
      3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

      Hasil ketiga: kasih Tuhan mempersatukan kitamulai dari rumah tangga. Ini yang harus diperjuangkan dan doakan. Kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Yesus.

      Jika Dia datang kembali kedua kali, kita menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, kita bersama dengan Dia selama-lamanya. Kita masuk Yerusalem baru, tidak ada lagi air menjadi darah.
Kita berdoa bersama-sama seperti bayi yang tidak berdaya. Serahkan hidup dalam tangan belas kasih Tuhan; kemurahan Tuhan! Tuhan menolong kita semua.
Kita andalkan kasih dan kuasa Tuhan dalam hidup kita.

Tuhan memberkati.