Ibadah Raya Surabaya, 11 September 2022 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 16: 17-21
16:17. Dan
malaikat yang ketujuhmenumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: "Sudah terlaksana."
16:18. Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah
gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadisejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu.
16:19. Lalu
terbelahlah kotabesar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya.
16:20. Dan
semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung.
16:21. Dan
hujan esbesar, seberat seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat dahsyat.

'Lalu terbelahlah kota besar itu'= kota Babel.
'seberat seratus pon' = 50 kilogram.

CAWAN KETUJUHditumpahkan ke ANGKASA, sehingga:
  1. Terdengar suara dari takhta sorga: 'Sudah terlaksana,' artinya pelaksanaan penghukuman Allah sudah berakhir (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 28 Agustus 2022sampai Ibadah Raya Surabaya, 04 September 2022).

  2. Terjadi kilat, deru guruh, gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi, dan hujan es sampai bumi dimusnahkan semuanya oleh api dan belerang (diterangkan pada Ibadah Doa Malang, 06 September 2022).
Kita sudah mendengar, kita harus memperhatikan cahaya kilat secara rohani, supaya tidak mengalami kilat, deru guruh, dan gempa bumi yang dahsyat (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 September 2022).
Cahaya kilat secara rohani adalah firman pengajaran/kabar mempelai.

Sekarang, kita harus memperhatikan gempa secara rohani, supaya tidak terkena gempa secara jasmani (gempa yang terhebat dan belum pernah terjadi). Dalam Wahyu 6 pulau dan gunung bergeser, tetapi dalam Wahyu 16 pulau dan gunung hilang.

"Hari-hari ini pulau yang bergeser sudah terjadi. Pada tsunami di Nias pulaunya sudah bergeser--ada bagian yang turun dan naik sekian meter."

Sekarang kita harus perhatikan kilat secara rohani, selanjutnya perhatikan gempa secara rohani.
Gempa merupakan gerakan yang dahsyat sampai menggeser, bahkan menghilangkan pulau.
Gempa secara rohani menunjuk pada:
  1. Kegerakan Roh Kudus hujan awal, yaitu kegerakan dalam Injil keselamatan/kabar baik--pemecahan roti yang pertama; lima roti dua ikan untuk memberi makan lima ribu orang--(Matius 14: 13-21).

    Roti menunjuk pada firman Allah.
    Angka lima menunjuk pada lima luka Yesus yang menyelamatkan kita.
    Jadi lima roti adalah Injil keselamatan untuk menyelamatkan manusia berdosa--menambah kuantitasanggota tubuh Kristus (dari 12 murid menjadi ribuan sampai sekarang sudah luar biasa).

    Arahnya (Kisah Para Rasul 1: 8): dari Yerusalem, Yudea, Samaria--negara-negara barat--, sampai ke ujung bumi--sampai ke kita di timur (Papua).

  2. Kegerakan Roh Kudus hujan akhir, yaitu kegerakan dalam firman pengajaran/cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus/kabar mempelai--firman pengajaran yang besar dan mulia.
    Ini sama dengan pemecahan roti yang kedua (Matius 15: 32-39)--tujuh roti dan beberapa ikan kecil untuk memberi makan empat ribu orang.

    Roti menunjuk pada firman.
    Angka tujuh menunjuk pada kesempurnaan.
    Jadi tujuh roti adalah firman Allah yang membawa orang-orang yang sudah selamat menuju pada kesempurnaan, itulah firman pengajaran yang benar.

    Jadi, kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah kegerakan dalam kabar mempelai untuk membawa orang-orang yang sudah selamat untuk disucikan, masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, sampai sempurna seperti Yesus. Kita menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

    Ini adalah kegiatan kilat/pengajaran untuk menambah kualitasanggota tubuh Kristus.

    Arahnya (Matius 24: 27): dari timur (Papua) ke barat; dari ujung bumi, Samaria, Yudea, sampai Yerusalem.

    Kalau membawa firman penginjilan ke Israel--'Yesus sudah datang dan mati di kayu salib'--, mereka tidak percaya karena mereka masih menunggu Mesias. Karena itu kalau kita membawa firman pengajaran--'Yesus segera datang kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Surga'--, mereka akan percaya. Kalau Israel percaya, Israel dan kafir akan menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna untuk masuk Yerusalem baru selamanya.
Kegerakan Roh Kudus hujan akhir--pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--sama dengan kegerakan kilat.
Artinya:
  1. Sangat cepat:

    • Secara jasmani: internet.
      Antikris akan menggunakan internet untuk menguasai ekonomi dunia dan seluruh dunia.

      Wahyu 11: 7-10
      11:7. Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.
      11:8. Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan.
      11:9. Dan
      orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat merekatiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak memperbolehkan mayat mereka dikuburkan.
      11:10. Dan mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi.

      'Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka' = pada zaman Antikris ada dua nabi diutus untuk bersaksi kepada orang yang tertinggal di dunia ini supaya tetap menyembah Yesus.
      'maka binatang yang muncul dari jurang maut' = Antikris.
      'orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka'= orang seluruh dunia melihat lewat internet.
      'karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi' = orang yang menyembah Antikris akan tersiksa, jika mendengar kesaksian kedua nabi, karena pada saat itu orang yang menyembah Antikris hidupnya sudah enak.

      Sebelum Antikris menguasai internet, biarlah kita pakai internet untuk menyebarkan kabar baik dan kabar mempelai.

      "Yang punya HP ingat teman-teman dulu saat SMP, SMA. Dari pada chatting yang tidak keruan yang membuat bertengkar, lebih baik berikan link ibadah kita. Masih ada kesempatan sekarang ini, sebelum dikuasai Antikris."

    • Secara rohani: jangan berlambat-lambat; jangan tunda waktu. Kalau digerakkan Tuhan, langsung lakukan. Kalau berlambat-lambat, akan ketinggalan.

      "Digerakkan baptisan air, ikut baptisan air. Digerakkan jadi imam-imam, langsung ikuti."

  2. Tidak bisa dihalangi oleh apapun dan siapapun juga.
    Kalau ada yang mau menghalangi, berarti berhadapan dengan Tuhan. Tidak usah takut!
Kita harus memperhatikan kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

Apa tugas kita?'kamu harus memberi mereka makan'
Matius 14: 16
14:16. Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."

'kamu harus memberi mereka makan' artinya:
  1. Melayani Tuhan; sama dengan menjadi imam-imam dan raja-raja.
    Kalau kita melayani jiwa-jiwa itu bukan berarti melayani orang, melainkan melayani Tuhan. Doakan saya sebagai gembala, jangan sampai pilih kasih.

    Wahyu 1: 5-6
    1:5. dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya--
    1:6. dan yang telah membuat kita menjadi
    suatu kerajaan, menjadi imam-imambagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

    Kita manusia berdosa, bangsa kafir bisa menjadi imam lewat darah Yesus.

    Ada dua kekuatan korban Kristus/darah Yesus yang menebus kita semua:

    • Ayat 5= darah Yesus melepaskan kita dari dosa-dosa dan puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan).

      Prosesnya:

      1. Oleh dorongan firman pengajaran yang benar, kita bisa sadar akan dosa, menyesali, dan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Kita diampuni dan darah Yesus menutupi segala dosa kita sampai tidak ada bekasnya lagi--kita seperti tidak pernah berbuat dosa itu.

      2. Darah Yesus mencabut akar-akar dosa, supaya kita tidak berbuat dosa lagi, tetapi hidup dalam kebenaran.

      Kalau ada dosa yang dipertahankan--hidup dalam dosa--, kita akan melayani dosa, sehingga tidak mungkin bisa melayani Tuhan. Lepaskan dulu dosanya baru melayani Tuhan!

    • Ayat 6= darah Yesus mengangkat kita menjadi imam dan raja. Kalau sudah hidup benar, kita tinggal melayani Tuhan:

      Imamadalah

      1. Seorang yang benar dan suci.
      2. Seorang yang memangku jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.
        Karunia Roh Kudus= kemampuan ajaib dari Roh Kudus untuk melakukan jabatan pelayanan.

        Contoh: karunia seorang gembala adalah menimbang roh--membedakan pengajaran yang benar dan yang tidak benar--, sehingga bisa memberi makan sidang jemaat.
        Kalau Tuhan yang mengangkat seorang gembala, akan ada karunianya, pasti bisa memberi makan sidang jemaat.

        "Saya sudah menjadi gembala 30 tahun. Belajar di Lempin-EL cuma 7 bulan, mana ada ilmunya? Semuanya dari karunia Roh Kudus yang lebih dari kepandaian."

      3. Seorang yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang dipercayakan Tuhan sampai garis akhir.

      Jabatan pelayanan adalah jubah indah. Kalau berhenti melayani--jubah dilepas--, akan telanjang seperti Adam dan Hawa, sehingga dipermalukan dan diusir. Tetapi kalau jubah dipakai terus--tetap melayani--, hidup akan semakin indah.

  2. Kita melayani Tuhan sesuai dengan aturan pelayanan--tahbisan yang benar--, yaitu:

    • Melakukan kehendak Tuhan= melayani Tuhan sesuai dengan firman pengajaran yang benar. Ini suatu keharusan, perintah Tuhan tidak bisa ditawar-tawar!

      Tidak melakukan kehendak Tuhan sama dengan melanggar kehendak Tuhan/berbuat dosa sekalipun manusia berkata hebat. Akibatnya diusir oleh Tuhan.

    • Menjadi berkat bagi orang lainbaik secara jasmani maupun rohani--bukan mencari berkat. 'Kamu harus memberi mereka makan'bukan meminta makan.
      Jangan menjadi beban bagi orang lain!

  3. Mengalami kemurahan Tuhan--belas kasih Tuhan yang tidak ada habis-habisnya, yang tidak bisa dibandingkan dengan apapun di dunia, yang tidak terbatas oleh apapun juga. Ini yang kita cari, yaitu melayani Tuhan untuk mendapatkan belas kasih-Nya.
    Kalau ada belas kasih Tuhan, semua bisa terjadi.

    Kita yang ada dalam penderitaan, kemustahilan dan sebagainya, carilah belas kasih Tuhan. Karena itu tetap layani Tuhan apapun keadaan kita. Jaga kebenaran, kesucian, dan jabatan. Lalu, menjadi berkat bagi orang lain. Itu urusan kita. Satu titik, Tuhan akan berbelas kasih.

    "Permulaan melayani, saya tidak bisa makan dan minum (tidak ada air sama sekali). Tetapi saya tetap melayani, sampai Tuhan berbelas kasih. Kalau Tuhan sudah berbelas kasih, kita tinggal mengucap terima kasih. Saya hanya minta makan satu kali, tetapi Tuhan berikan ratusan kali. Itulah belas kasih Tuhan yang tidak bisa dipikir, dibatasi, dan dibandingkan dengan apapun."

    Mari, layani sebagai imam dengan sungguh-sungguh, hidup benar dan suci. Layani sesuai dengan kehendak Tuhan, tidak menjadi beban bagi orang lain, tetapi menjadi berkat. Itu yang menarik belas kasih Tuhan.
Tadi kita sudah mendengar siapa imam itu.
Sekarang, rajaadalah kehidupan yang diurapi oleh Tuhan sehingga menang bersama dengan Tuhan.

Mazmur 20: 7, 10
20:7. Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
20:10. Ya TUHAN,
berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!

Mengapa Tuhan menghendaki imam dan raja?
  1. Ia menghendaki pelayan-pelayan yang selalu menangatas segala tantangan dan rintangan oleh kekuatan Roh Kudus, sehingga bisa melayani Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali. Tidak berhenti di tengah jalan.

    Kalau hanya menjadi imam, tidak akan kuat menghadapi tantangan, sehingga berhenti melayani. Tetapi kalau raja--dalam urapan Roh Kudus--, akan menang.

  2. 1 Petrus 2: 5
    2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

    'imamat kudus' = imamat rajani.

    Yang kedua: imam dan raja dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; kegerakan Roh Kudus hujan akhir--gempa rohani yang terakhir.

    Pembangunan Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
    Mulai dari permulaan nikah harus sungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan.

    "Kaum muda perhatikan, mulai dari berkenalan berdoa sungguh-sungguh, sesuai dengan firman, jangan ada kesalahan-kesalahan. Jangan menyakiti orang lain!"
Di antara lima roti dua ikan dan tujuh roti beberapa ikan ada tiga macam halangan--halangan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--:
  1. Matius 14: 15
    14:15. Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyidan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."

    Halangan pertama: 'tempat ini sunyi'= pengaruh duniayang sudah dilanda krisis dalam segala bidang: ekonomi, kesehatan, studi, kesibukan, kesukaan dunia, penderitaan, kesusahan dan sebagainya.

    Semua ini membuat kita tidak setiadalam ibadah pelayanan kepada Tuhan--menjadi sahabat dunia. Mari berdoa supaya tidak terhalang.
    Yakobus 4: 4
    4:4. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia!Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat duniaini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

    Tidak setia= musuhnya Tuhan yang akan dibinasakan.
    Berdoa supaya kita tetap setia berkobar sampai Tuhan datang kembali! Hati-hati! Kalau ditarik oleh pengaruh dunia, akan binasa. Tetapi kalau ditarik oleh kasih Tuhan--kembali kepada Tuhan--, kita akan hidup kekal. Tinggal pilih!

    Kita berdoa supaya kita ditarik oleh kasih Tuhan, sehingga kita tetap dan lebih setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sampai Tuhan datang kembali kedua kali. Kita mulai menjadi sahabat setia Tuhan sampai nanti menjadi mempelai wanita sorga.

  2. Matius 14: 15
    14:15. Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."

    Halangan kedua: 'hari sudah mulai malam'= kegelapan dosa-dosa dan puncaknya dosa.

    Roma 13: 12-13
    13:12. Hari sudah jauh malam,telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
    13:13. Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari,
    jangan dalam pesta poradan kemabukan, jangan dalam percabulandan hawa nafsu, jangan dalam perselisihandan iri hati.

    Kegelapan dosa adalah:

    • Pesta pora= makan minum (merokok, mabuk, narkoba).
    • Percabulan= dosa kawin mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri sah, tontonan yang tidak baik, perselingkuhan, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).

    • Iri hati dan perselisihan yang mengakibatkan pertengkaran.
      Seringkali iri karena orang lain lebih diberkati dan dipakai Tuhan. Padahal sebenarnya sama, semua dipakai oleh Tuhan.

      Banyak kali perselisihan soal pengajaran yang benar. kalau terjadi, kembali ke alkitab.
      Kalau perselisihan karena dosa, berdamai; kita saling mengaku dan mengampuni.

    Kalau kita mempertahankan kegelapan--melayani dalam kegelapan dosa--, kita akan berjalan dalam gelap, dan pasti tersandung--terkena masalah.
    Yohanes 11: 10
    11:10. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya."

    Kalau kita tetap mempertahankan kegelapan dosa, satu waktu akan dipermalukan--tersandung dan terjatuh.
    Mari, kita bekerja dalam terang hari-hari ini!
    Yudas Iskariot kelihatan hebat di depan manusia, tetapi sebenarnya perutnya kotor karena ia menyimpan kegelapan. Akibatnya: perutnya pecah, tidak ada keindahan lagi, sampai binasa selamanya.

    Halangan-halangan kegerakan hujan awal dan kegerakan hujan akhir adalah sama. Setan bekerja dengan cara yang sama. Dulu di taman Eden Adam dan Hawa dibuat tidak taat, akhirnya diusir. Nanti akhir zaman, kita dibuat tidak taat, sehingga diusir lagi.

  3. Matius 14: 15-17
    14:15. Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergisupaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."
    14:16. Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."
    14:17. Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini
    hanya lima roti dan dua ikan."

    Halangan ketiga: 'Suruhlah orang banyak itu pergi'= pengaruh dagingyang mau enaknya saja, terutama tabiat daging yaitu pikiran daging dan egois.

    Seringkali kita melayani Tuhan dengan logika, sehingga pelayanan Tuhan dianggap seperti perusahaan--manajemen, bukan iman lagi.

    Egois= tidak ada tanggung jawab karena hanya memperhatikan kepentingan diri sendiri, tidak memperhatikan kepentingan Tuhan dan orang lain.
    Orang semacam ini pasti menuntut hak; tidak mau melayani tetapi minta dilayani; tidak tanggung jawab dalam melakukan kewajiban.

    "Saya selalu ingatkan kepada peserta: Ditempatkan di manapun bersyukur, Jangan mengomel. Pernah satu waktu saya menjadi pembicara, sampai jam setengah dua belas malam, makan malam belum datang. Hampir lupa panitianya. Saya diam saja. Kita mengatakan kepada peserta lain: Mari kita diam. Saya diam saja sampai kelaparan. Setelah itu Tuhan ingatkan dan panitia menelepon saya: 'Belum diantar makannya?': 'Belum.' Mereka minta maaf dan makannya dikirimkan. Tidak apa-apa, kita mau melayani, bukan dilayani. Kalau di desa mau beli di mana? Harus dimasak. Tuhan tolong kita semuanya."

    Orang egois sama seperti kambing di sebelah kiri Tuhan--'Ketika Aku lapar kamu tidak memberi Aku makan ..'
    Kita menjadi pelayan Tuhan harus tanggung jawab untuk melakukan kewajiban kepada Tuhan, dan tidak menuntut hak sedikitpun.

    Pikiran daging= hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri--kepandaian, kekayaan--, tidak mengandalkan Tuhan; mengecilkan kuasa Tuhan dan membesarkan halangan bahkan memustahilkan pekerjaan Tuhan.

    Contoh: sepuluh pengintai membenarkan firman Tuhan, tetapi membesarkan orang Enak yang diam di sana.Akhirnya orang Israel lebih memilih Mesir dari pada Kanaan. Akibatnya mereka menjadi bangkai-bangkai di padang gurun, dan hanya Yusak dan Kaleb yang masuk Kanaan. Itu bahayanya pikiran daging.

    Bangkai artinya binatang yang mati; tidak berharga di hadapan Tuhan.
    Orang yang melayani Tuhan dengan pengaruh daging--tidak bertanggung jawab, hanya menuntut hak, memengaruhi jemaat (menjadi provokator)--hanya senilai bangkai di padang gurun.

Jalan keluarnya
:
Matius 14: 17-18
14:17. Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."
14:18. Yesus berkata: "
Bawalah ke mari kepada-Ku."

Tuhan memang izinkan keadaan kita di akhir zaman seperti memiliki lima roti dan dua ikan untuk memberi makan lima ribu orang.
Artinya:
  1. Sangat tidak berdaya; tidak ada kemampuan untuk hidup di dunia yang krisis sampai masa Antikris.
  2. Sangat terbatas, tidak berarti di dunia.
Tuhan izinkan itu semua terjadi. Tetapi jangan putus asa, kecewa, dan mundur dari Tuhan. Tetapi kita serahkan seluruh hidup kita kepada Dia. Kita hanya menyembah Dia, berharap belas kasih-Nya. Itu maksud Tuhan.

Mazmur 123: 1-3
123:1. Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga.
123:2. Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya,
demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.
123:3. Kasihanilah kami, ya TUHAN, kasihanilah kami, sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan;

Ayat 3 = dalam keadaan dihina, mengalami percikan darah, masih ada belas kasihan Tuhan.
Pandang Tuhan apapun keadaan kita sampai Dia berbelas kasih! Sekalipun kita diberkati, kita tetap bergantung belas kasih-Nya, bukan uang.

Hasilnya:
  1. Matius 9: 35
    9:35. Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
    9:36. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati
    Yesus oleh belas kasihankepada mereka, karena mereka lelahdan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

    Hasil pertama: tangan belas kasih Tuhan sanggup menolong kitayang seperti domba yang tidak bergembala--lelah dan terlantar.

    Lelah= dalam kutukan: letih lesu, beban berat, susah payah, air mata. Kalau ada belas kasih Tuhan, kita akan mengalami damai sejahtera. Semua enak dan ringan.

    Terlantar= tidak ada yang tanggung jawab atas keselamatan secara jasmani dan rohani. Kalau ada belas kasih Tuhan, Dia akan melindungi dan memelihara kitadi tengah kesulitan dunia sampai Antikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun.

    Yang sakit, tangan belas kasih Tuhan sanggup menyembuhkan dan memberi panjang umurkepada kita.

  2. Lukas 7: 13-15
    7:13. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
    7:14. Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu,
    bangkitlah!"
    7:15. Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.

    Hasil kedua: yang sudah mati dibangkitkan Tuhan.

    Mungkin mati dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa (pergaulan yang tidak baik), akan dibangkitkan jadi hidup benar dan suci. Masa depan yang hancur karena dosa menjadi masa depan yang berhasil dan indah. Yang mustahil menjadi tidak mustahil.

    Belas kasih Tuhan yang terakhir adalah jika Dia datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya.
Dalam keadaan lemah jasmani dan rohani, serahkan semuanya kepada Tuhan. Mohon belas kasih Tuhan, supaya kita dipakai dalam gempa yang rohani yaitu kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

Tuhan memberkati.