Ibadah Raya Surabaya, 12 November 2023 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.

Wahyu 21: 1-8 terbagi dalam tiga bagian:
  1. Ayat 1= langit yang baru dan bumi yang baru (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 29 Oktober 2023).

  2. Ayat 2-3= manusia baru.
  3. Ayat 4-8= suasana baru.

AD. 1
Wahyu 21: 1

21:1.Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

Rasul Yohanes melihat langit yang baru dan bumi yang baru, karena langit yang pertama dan bumi yang pertama sudah berlalu/lenyap/musnah oleh kiamat.

Ini menunjuk pada pembaharuan, yaitu:
  1. Pembaharuan perhatian= memusatkan perhatian kepada perkara Tuhan; perkara rohani; perkara kekal, yaitu: firman pengajaran yang benar, kemurahan Tuhan, dan kerajaan sorga yang kekal (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 29 Oktober 2023sampai Ibadah Doa Surabaya, 08 November 2023).

  2. 'lautpun tidak ada lagi'= pembaharuan hati(diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 November 2023).
    Yakobus 1: 6
    1:6.Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

    Roma 14: 23
    14:23. Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.

    Laut menunjuk pada hati bimbang/khawatir.
Ad. 2
Hati dibaharui menjadi tidak boleh ada lagi hati yang bimbang dan khawatir.
Siang ini kita belajar soal kekhawatiran.

Lukas 12: 29-31
12:29. Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makanatau apa yang akan kamu minumdan janganlah cemashatimu.
12:30. Semua itu dicari
bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu.
12:31. Tetapi
carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.

Kita tidak boleh hidup dalam kekhawatiran.
'janganlah cemas hatimu' = jangan khawatir.
'bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah'= bangsa kafir.
Kekhawatiran adalah sifat tabiat bangsa kafir yang mendarah daging--melekat dalam hidup kita. Jadi susah untuk dilepaskan dari hidup kita.

Kekhawatiran adalah menyangkut hidup sehari-hari--yang dimakan, dipakai dan sebagainya--, masa depan, jodoh, bahkan kematian. Ini yang selalu membuat takut bangsa kafir--menghantui kehidupan bangsa kafir.

Ayat 31 = Matius 6:33 'Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.'
Kalau sudah khawatir, akibatnya: 'Tidak bisa mencari kerajaan sorga dan kebenarannya':
  1. Tidak bisa mengutamakan ibadah pelayanan kepada Tuhan; sama dengan tidak bisa setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

  2. Tidak bisa hidup dalam kebenaran, termasuk tidak taat. Orang yang tidak taat, tidak mungkin hidup benar. Kalau taat kepada firman--kebenaran--, maka bisa hidup benar.

  3. Jadi, kekhawatiran membuat pelayan Tuhan menjadi tidak setia dan tidak benar; sama dengan tidak memakai ikat pinggang (Yesaya 11: 5 setia dan benar bagaikan memakai ikat pinggang), sehingga hidupnya tidak bisa rapi dalam segala hal.
    Salah satu kegunaan ikat pinggang adalah untuk merapikan.
    Dalam rumah tangga kalau masih ada satu orang yang setia dan benar--memakai ikat pinggang--, rumah tangga itu masih akan bisa tertata rapi. Tuhan yang merapikan semua.

    Ikat pinggang juga merupakan perhiasan. Artinya: kesetiaan dan kebenaran mampu menghiasi kita--menjadikan indah.

    Jadi jika setia dan benar, Tuhan akan merapikan dan menjadikan indah kehidupan kita.

  4. Bungkuk rohani= cacat cela rohani--tidak bisa disembuhkan--, sehingga tidak bisa sempurna saat Yesus datang kembali kedua kali. Ini berarti ketinggalan saat Yesus datang kembali kedua kali.
    Amsal 12: 25
    12:25. Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

    Yang bungkuk ini justru terjadi di rumah Tuhan.
    Lukas 13: 10
    13:10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadatpada hari Sabat.
    13:11. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai
    bungkuk punggungnyadan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.

    Ayat 10 = selama ini belum ada pengajaran, sehingga ada yang bungkuk.
    Orang yang bungkuk di Bait Allah sama dengan pelayan Tuhan yang tidak memiliki firman pengajaran yang benar--setelah Yesus mengajar baru penyakit bungkuk disembuhkan.

    Yesus mengajar firman pengajaran yang benar--firman yang keluar dari mulut Yesus--; firman yang dibukakan rahasianya, ayat menerangkan ayat.

    Jadi selama ini tidak ada firman pengajaran yang benar, sehingga bungkuk--khawatir. Sekarang ini banyak gereja-gereja yang bertengkar soal keuangan. Mau menikah sudah khawatir.
Praktik kehidupan yang bungkuk rohani:
  1. Lukas 13: 15-16
    13:15. Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
    13:16. Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"

    Ayat 15 =Yesus menyembuhkan pada hari Sabat. Tetapi ahli taurat menyalahkan Yesus.

    Praktik pertama: haus artinya tidak puas; kering rohani.

    Kalau rohani sudah kering, perkataannya juga akan kering, yaitu dusta, gosip, fitnah dan sebagainya yang melemahkan iman.

    Akibatnya: tidak puas dalam ibadah pelayanan dan nikah rumah tangga, sehingga mulai mencari kepuasan di dunia sampai jatuh dalam dosa Babel, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Atau kepuasan dunia dimasukkan dalam gereja. Kelihatannya puas, tetapi sesungguhnya perhentian di dalam maut--kering rohani, mati rohani sampai binasa selamanya.
    Jika perhentian dalam Roh Kudus, akan ada kepuasan.

  2. Tidak bisa memuliakan Tuhan.
    Lukas 13: 13
    13:13. Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.

    Tadinya, hidupnya penuh kekhawatiran, dan tidak bisa memuliakan Tuhan, tetapi hanya memilukan dan memalukan Tuhan.
    Ini sama seperti yang terjadi pada zaman Nuh.

    Pada zaman Nuh, kawin campuryang memilukan hati Tuhan. Kalau diteruskan akan kawin cerai dan kawin mengawinkan.

  3. Bungkuk delapan belas tahun--666--= tidak mengalami keubahan hiduptetapi tetap manusia darah daging yang dicap 666 oleh Antikris--tubuh, jiwa, dan rohnya daging. Ini sama dengan mempertahankan 18 sifat tabiat daging. Sudah beribadah tetapi tidak berubah.

    2 Timotius 3: 1-5
    3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri
    (1)dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3)dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6)dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
    3:3. tidak tahu mengasihi
    (9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
    3:4. suka mengkhianat
    (15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
    3:5.
    Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    'mencintai dirinya sendiri'= egois= tanpa kasih--mengasihi diri sendiri, tidak mengasihi Tuhan dan sesama. Kalau sudah khawatir, manusia hanya akan ingat dirinya sendiri.
    'tidak mempedulikan agama'= ini bukan ateis, tetapi mempelajari agama lain. Contohnya: pendeta, tetapi ahli agama lain.
    'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah'= tidak taat.

    Dari egois (tanpa kasih), sampai akhirnya tidak taat--'Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.'

    Ayat 5 'Jauhilah mereka itu!' = jangan bersekutu dengan orang semacam itu.

    Jika dicap 666, ia akan menjadi sama dengan Antikris--binatang buas--yang akan dibinasakan selamanya.
    Ia beribadah tetapi tidak berubah, karena menolak kuasa ibadah--menolak firman pengajaran yang benar; beribadah tetapi tanpa firman pengajaran yang benar.
    Ini akibatnya kalau di dalam ibadah tidak ada firman pengajaran yang benar.

    "Jangan berputus asa! Firman pengajaran yang benar ini akan semakin dibutuhkan. Mungkin sekarang masih embun, sedikit orang yang melihat. Nanti hujan rintik, orang mulai memberi respons Nanti hujan lebat, tinggal buka pintu gereja banyak yang masuk. Tuhan tolong kita semuanya. Kita tetap semangat dalam memberitakan firman pengajaran yang benar. Jangan terpengaruh jumlah!"
Jalan keluar menghadapi kekhawatiran: kita belajar pada tiga perkara yaitu:
Lukas 12: 22-24, 27-28
12:22. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.
12:23. Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.
12:24. Perhatikanlah
burung-burung gagakyang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!
12:27. Perhatikanlah
bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
12:28. Jadi, jika
rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya!

'tidak mempunyai gudang atau lumbung' = mungkin kita tidak punya deposito, tidak punya tempat untuk menyimpan.
'hai orang yang kurang percaya!' = bimbang/khawatir.
  1. Burung gagak tidak menabur dan menuai tetapi dipelihara oleh Tuhan.
    Kita semua lebih dari burung gagak. Artinya: kita harus masuk kegiatan menabur dan menuai secara rohani, yaitu menabur dan menuai benih firman pengajaran yang benar lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci--meja roti sajian.

    Di dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci kita disucikan dari roh-roh Setan--burung--, yaitu roh jahat--keinginan akan uang; kikir dan serakah--, roh najis--dosa makan minum dan kawin mengawinkan--, dan kepahitan hati. Tidak ada iri hati, dendam, tetapi yang ada hanya saling mengasihi.

    Semakin disucikan kita akan bersaksi bahwa kita dipelihara Tuhan.

  2. Bunga bakung tidak dapat menenun dan memintal tetapi bisa berpakaian indah lebih dari raja Salomo.
    Kita lebih dari bunga bakung. Artinya kita harus aktif dalam kegiatan memintal dan menenun secara rohani, yaitu kegiatan imamat; ibadah pelayanan kepada Tuhan lewat ketekunan dalam ibadah raya--pelita emas.

    Tadi kita sudah disucikan, sekarang kita diberi pakaian indah, yaitu jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.
    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk
    memperlengkapi orang-orang kudusbagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus= jubah maha indah yang lebih dari jubahnya Salomo. Kita diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna--jubah maha indah sudah menjadi pakaian putih berkilau-kilauan.
    Kalau ada jubah indah, mulai dari rumah tangga akan indah. Dipakai dalam penggembalaan, hidup lebih indah. Dipakai dalam antar penggembalaan, hidup lebih indah lagi. Sampai Israel dan bangsa kafir menjadi satu tubuh Kristus, paling indah--pakaian putih berkilau-kilau.
    Jangan tunda waktu untuk melayani! Kalau sudah digerakkan oleh firman, mari melayani.

  3. Rumput di ladang yang gampang layu saat kena matahari, dan dibakar dengan api--tidak bisa mendandani diri.
    Kita lebih dari rumput. Artinya: kita harus masuk dalam kegiatan mendandani kehidupan rohani lewat ketekunan dalam ibadah doa--mezbah dupa emas.

    Lewat doa penyembahan terjadi keubahan hidup, yaitu taat dengar-dengaran.
    Di dalam penyembahan kita terus menerima kasih Allah sampai kita bisa mengasihi Allah, yaitu taat dengar-dengaran pada Tuhan. Kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

    Kalau taat, kita tidak akan pernah layu, tetapi hidup kekal--tidak mengalami maut.
    Yohanes 8: 51
    8:51. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."

    Banyak menyembah kalau kita kurang taat! Kalau tidak taat, berarti daging masih bersuara. Harus banyak menyembah Tuhan, termasuk doa puasa, doa semalam suntuk.
Jadi, jalan keluar dari kekhawatiran adalah kita harus masuk dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
Inilah tempat di mana kita tidak perlu khawatir lagi.

Tekun dalam penggembalaan sama dengan duduk di padang rumput hijau. Kita mantap dalam penggembalaan yang benar dan baik. Mulai dari suami dulu yang duduk dulu dalam penggembalaan--'lima ribu orang laki-laki harus duduk dulu saat Yesus memecahkan lima roti dan dua ikan.'
Penggembalaan yang benar, artinya tersedia makanan yang benar itulah firman pengajaran yang benar.

Bukti mantap dalam penggembalaan: kita bisa menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada Tuhan.
Dalam pelajaran Tuhan memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan, sudah terbukti. Karena sudah malam, murid-murid menyuruh mereka untuk pulang dan mencari makan. Ini pikiran manusia. Tetapi Tuhan berkata: 'Duduk!' Akhirnya mereka lebih memilih duduk. Ini berarti sudah tidak khawatir lagi--memilih Tuhan.

1 Petrus 5: 7
5:7. Serahkanlah segala kekuatiranmukepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Pasal 5 adalah pasal penggembalaan.
Lukas 12: 32
12:32. Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

'Janganlah takut' = jangan khawatir.

Sekalipun kita kecil tak berdaya, tetapi Bapa di sorga memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita semua. Inilah penggembalaan. Kita hanya menyerahkan kekhawatiran sampai menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan. Sehebat apapun manusia di dunia ini, ia sebenarnya kecil dan tak berdaya. Tidak ada jaminan!

Gembala Agung memberikan jaminan; Ia memberikan kerajaan sorga, apalagi hanya perkara di dunia. Tuhan mengulurkan tangan bagi kita yang duduk. Kalau kita sibuk, Tuhan yang akan duduk, sehingga kita yang susah payah. Inilah yang dipalsukan oleh Setan. Kalau mau tergembala, Setan akan berikan kesibukan, supaya tidak bisa tergembala--tidak bisa duduk.

Ikuti rumusnya Tuhan, yaitu Tabernakel--kelompok 100 dan 50. Kita tergembala--duduk--dan menyerah sepenuh pada Tuhan. Tuhan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita.

Hasilnya:
  1. Imamat 21: 12
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    'ia' = imam.
    'tempat kudus' = ruangan suci yang di dalamnya terdapat tiga macam alat--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

    Kisah Rasul 13: 1-2, 5
    13:1. Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.
    13:2. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "
    KhususkanlahBarnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
    13:5. Setiba di Salamis mereka
    memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadatorang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.

    'mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi' = seperti Yesus memberitakan firman pengajaran di dalam rumah ibadah.

    Hasil pertama: di dalam penggembalaan kita dikhususkan oleh Tuhanuntuk dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--berdasarkan firman pengajaran yang benar. Sama dengan kegerakan memberitakan firman pengajaran yang benar.

    Kalau semua digembalakan, kita akan bisa bekerjasama sekalipun memiliki jabatan karunia yang berbeda-beda--ada yang memberitakan firman dan ada juga yang membantu. Ada yang digerakkan untuk ikut serta, berdoa, dana dan sebagainya.

    "Om In Juwono dan Om Pong selalau berkata: Jangan kepercayaan dialihkan kepada yang lain. Mari kita berdoa, supaya Tuhan percayakan kita. Mulai dari kecil-kecilan, tidak apa-apa. Rumus kerajaan sorga adalah dari tidak ada menjadi ada, dari kecil menjadi besar. Satu Minggu sebelum Om Pong meninggal saya ditumpangi tangan: 'Tekunilah persekutuanmu yang kecil-kecil, kamu kaki meja, guru dan gembala.' Rumus kerajaan sorga adalah dari kematian dulu."

  2. Imamat 27: 28-29
    27:28. Akan tetapi segala yang sudah dikhususkanoleh seseorang bagi TUHAN dari segala miliknya, baik manusia atau hewan, maupun ladang miliknya, tidak boleh dijual dan tidak boleh ditebus, karena segala yang dikhususkan adalah maha kudus bagi TUHAN.
    27:29. Setiap orang yang
    dikhususkan, yang harus ditumpasdi antara manusia, tidak boleh ditebus, pastilah ia dihukum mati.

    Hasil kedua: dikhususkan artinya tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Tuhan yang jadi pembela kita sampai sempurna.

    Hati-hati! Ada juga kehidupan yang harus ditumpas--binasa. Jangan sampai kita ada di sana!

  3. Yehezkiel 20: 37
    20:37. Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.

    Hasil ketiga: kita dihitung oleh Tuhansampai sehelai rambutpun dihitung.

    Matius 10: 30
    10:30. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.

    Kisah Rasul 27: 34
    27:34. Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya."

    Sehelai rambut di tengah gelombang juga dihitung oleh Tuhan.
    Artinya: kehidupan yang tak berharga, tak berdaya, dan lemah di tengah badai lautan dunia, tetapi kalau mau tergembala, ia tetap akan dibela dan dihitung oleh Tuhan. Kita dilindungi dan dipelihara oleh Tuhandi tengah badai lautan dunia sampai Antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

    Sehelai rambut tidak gugur berarti Tuhan menjadikan kita sebagai pemenang. Kita menang atas musuh-musuh. Segala tantangan dan rintangan disingkirkan oleh Tuhan; segala masalah yang mustahil diselesaikan oleh Tuhan.

    Sehelai rambut tidak jatuh= utuh= sempurna.
    Jika Yesus datang kembali kita akan disucikan dan diubahkanmenjadi sempurna seperti Dia; kita menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersorak-sorai: Haleluya. Kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) dan Yerusalem baru--langit yang baru dan bumi yang baru selamanya.
Setelah perhatian diubahkan, hati bimbang dan khawatir juga harus diubahkan sampai duduk di rumput yang hijau, artinya tergembala (tidak ada kekhawatiran lagi). Tuhan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita.
Jangan putus asa dan kecewa kalau kita hanya sehelai rambut! Duduk di padang rumput yang hijau! Tuhan yang memperhatikan sehelai rambut. Tuhan menolong kita semuanya. Dia yang akan bekerja atas hidup kita.

Tuhan memberkati.