Ibadah Raya Surabaya, 14 Februari 2010 (Minggu Sore)

Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.
Kita harus berjaga-jaga sebab kedatangan Tuhan kedua kali tidak diduga waktunya dan supaya kita tidak tertinggal saat kedatangan Tuhan.

Ibadah pelayanan adalah satu-satunya aktivitas yang bisa mencapai tahta Surga.

Markus 12: 13-17
= tentang kemunafikan yang harus kita jaga.
ay. 13-17= tentang kepemilikan yang ada kaitan dengan kemunafikan.

Dinar diciptakan kaisar dan ada gambar/capnya kaisar dan tulisan kaisar, sehingga dinar itu merupakan milik kaisar. Ini mengajarkan kita untuk membayar pajak pada negara.

Selain dinar, juga ada manusia.

Kejadian 1: 26
Manusia diciptakan oleh Tuhan menurut gambar dan tulisan Allah Tritunggal, sehingga manusia ada gambar dan tulisan dari Allah Tritunggal. Sebab itu, manusia adalah milik Tuhan.

Tetapi, saat manusia berbuat dosa, manusia jadi telanjang dan kehilangan kemuliaan Allah Tritunggal= kehilangan gambar dan tulisan Allah Tritunggal, sehingga yang ada adalah gambar dan tulisan setan tritunggal.

Kalau manusia menurut gambar Allah, maka manusia berkuasa atas 3 macam binatang. Tapi ketika kehilangan gambar Allah, maka manusia dikuasai oleh setan tritunggal.

Setan= burung yang menjadi naga di kitab Wahyu= roh-roh najis di udara (dosa makan minum dan sex).
Antikris= binatang buas yang keluar dari laut= roh jahat (keinginan akan uang yang membuat manusia jadi kikir dan serakah).
Nabi palsu= binatang buas di darat= ajaran-ajaran palsu, juga termasuk dusta dan kemunafikan (pura-pura).

Manusia yang memiliki gambar dan tulisan setan tritunggal ini menjadi manusia yang buas dan keras hati, bagaikan batu keras, sampai sekeras batu kilangan.

Wahyu 18: 21
Batu kilangan= babel. Kalau manusia terus keras sampai sekeras batu kilangan, maka manusia itu akan jadi wanita babel (mempelai setan) = jadi sempurna dalam kenajisan dan jadi miliknya setan yang akan dibinasakan.

Jadi, kemunafikan membuat manusia kehilangan gambar dan tulisan Allah Tritunggal, sehingga kehilangan kepemilikan Tuhan.Sebab itu, kita harus berjaga-jaga terhadap dosa kemunafikan.

Sebab itu Tuhan berusaha supaya batu yang keras itu bisa kembali pada gambar dan tulisan Tuhan dan menjadi milik Tuhan selamanya.
Usaha Tuhan ini sudah Tuhan gambarkan dalam cerita 2 loh batu.

Keluaran 34: 1
Ada 2 macam 2 loh batu:

Dari gambaran ini, maka manusia yang berdosa masih bisa dibentuk.
Kalau 2 loh batu yang mula-mula tidak dipecahkan, maka tidak ada 2 loh batu yang baru.

3 tahap supaya batu keras bisa kembali pada gambar dan tulisan Allah Tritunggal:

  1. Langkah Penebusan.
    Ini ditunjukkan dengan 2 loh batu mula-mula yang dipecahkan. Yesus harus mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita dengan darahNya.
    Sekarang tergantung pada manusia, apakah mau menerima penebusan itu atau tidak. Tidak masalah apa dosa kita malam ini. Yang penting adalah kita mau menerima penebusan oleh darah Yesus.

    Bukti kalau kita ditebus oleh darah Yesus:

    1. mengaku dosa pada Tuhan dan sesama.  Kalau diampuni, tidak berbuat lagi dan hidup dalam kebenaran.
      Selain mengakui dosa sendiri, juga mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

    2. Wahyu 1: 5-6= kita diangkat/dilayakkan untuk menjadi imam-imam dan raja-raja,kehidupan yang memiliki jabatan pelayanan (melayani Tuhan).
      Kalau masih berbuat dosa, hidup itu melayani setan. Kalau sudah lepas dari dosa, maka kita harus melayani Tuhan. Dan kita bisa menjadi senjata kebenaran.
      Kalau sudah lepas dari dosa, tapi tidak melayani, maka bisa ditarik lagi untuk melayani setan.

  2. Langkah Pemahatan.
    Keluaran 34: 1
    Dipahat= dibentuk menjadi satu gambar dengan Tuhan (2 loh batu mula-mula).

    Tempat pemahatan itu ada dalam penggembalaan.
    Dalam penggembalaan, kita bisa dipahat terus menerus. Dan pemahatan ini hanya dilakukan oleh Musa. Artinya, dalam pemahatan, hanya gembala yang melakukan, bukan oleh banyak orang. Kalau Firman itu diulang-ulang, itu untuk membentuk pahatan itu, bukan untuk membuat bosan.

    Tekun dalam penggembalaan= tekun dalam 3 macam ibadah (ruangan suci).
    Alat pemahat adalah palu (Firman yang keras) dan pedang (Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua).

    Yeremia 23: 29
    = Firman pengajaran bagaikan palu.

    Ibrani 4: 12-13
    = Firman pengajaran bagaikan pedang.

    Pekerjaan palu dan pedang:

    1. penyucian= memotong bagian yang berdosa.
      Kita disucikan mulai dari hati dan pikiran.

      Matius 15: 19
      = dosa yang tersimpan dalam hati dan pikiran.
      Kalau 7 dosa ini disucikan, ada harapan kita bisa jadi sempurna seperti Tuhan, jadi 1 gambar dengan Yesus.

    2. Pembaharuan.
      Pedang tajam pertama, itu untuk memotong. Dan tajam kedua untuk membaharui.

      Yehezkiel 11: 19-20
      = hati dan pikiran dibaharui.
      Kalau hati dibaharui, maka hati kita bisa taat dengar-dengaran apapun resikonya.

    Kalau hati pikiran disucikan dan dibaharui oleh firman pengajaran yang benar, maka hati pikiran kita akan jadi seperti hati pikiran Yesus, itulah taat dengar-dengaran.

    Filipi 2: 5-8
    Dengan taat dengar-dengaran, maka kita kembali pada gambar Allah Tritunggal.
    Ketaatan, itu adalah awal keberhasilan.

  3. Langkah Penulisan.
    Keluaran 34: 1
    Kalau sudah dipahat, maka ditulisi dengan 10 hukum Allah= ditulisi dengan kasih Allah, sehingga kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu dan Tuhan bisa mengasihi kita.

Kegunaan kasih Allah:

  1. 1 Korintus 13: 4-8= ada nyanyian mempelai, ada kebahagiaan Surgayang tidak bisa dipengaruhi oleh keadaan dunia.
    Saat kita menderita namun bisa bahagia, itulah kebahagiaan Surga.

  2. Yesaya 49: 14-16= Tuhan tidak melupakan kita, tapi selalu mengingat kita, seperti bayi dalam gendongan Tangan Tuhan.
    Kalau dalam gendongan Tangan Kasih Tuhan, maka itu mampu memelihara dan melindungi kita yang tidak berdaya di tengah dunia yang sulit sampai selama-lamanya.
    Dan Tangan Kasih Tuhan juga mampu menolong kita yang tidak berdaya, menyelesaikan segala masalah kita sampai yang mustahilpun, Tuhan mampu selesaikan.

    Kalau sudah mulai ditulisi oleh kasih Allah, maka sudah mulai timbul kebahagiaan surga meskipun pertolongan Tuhan belum kita lihat.
    Apapun keadaan kita, kalau kita mau ditebus, dipahat dan ditulisi Tuhan, maka Tuhan akan memberikan masa depan yang indah kepada kita.

  3. Kolose 3: 14= menyempurnakan kitasampai jadi sama dengan Tuhan. Kita ada gambar dan tulisan Allah Tritunggal yang siap terangkat saat Yesus datang kembali.

Tuhan memberkati.