Ibadah Raya Surabaya, 21 Agustus 2011 (Minggu Sore)

Matius 26: 26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah,
inilah tubuh-Ku."
26:27. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.
26:28. Sebab
inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.
26:29. Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu
dalam Kerajaan Bapa-Ku."

ay. 26-29= MAKAN PERJAMUAN SUCI= makan tubuh Kristus dan minum darah Kristus.
Jadi, perjamuan suci menunjuk pada kematianYesus(ay. 26-28).
Disini, Yesus juga makan perjamuan suci yang pertama dan sekaligus yang terakhir di bumi ini.

ay. 29= menunjuk pada kebangkitan dan kenaikanYesus ke Surga untuk meminum anggur yang baru  (menikmati kebahagiaan Surga).

Yohanes 16: 7
16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

'jika Aku pergi'= Yesus mati, bangkit dan naik ke Surga.
Yesus harus pergi untuk mencurahkan Roh Kudus(anggur baru= kebahagiaan Surga).
Yesus mau mencurahkan anggur baru (kebahagiaan Surga), sebab dunia ini berada dalam suasana kutukan(tidak ada kebahagiaan), sehingga banyak kehidupan yang putus asa, kecewa dan tawar hati.
Kehidupan yang tawar hati, terutama terjadi dalam pelayanan.
Kalau tawar hati dalam pelayanan, kehidupan itu akan meninggalkan pelayanannya.

2 Korintus 4: 1
4:1. Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

Tawar hati juga banyak melanda nikah rumah tangga.
Mulai dari suami-istri, anak-orangtua,  kakak dan adik.

Kolose 3: 21
3:21. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

Selain dalam nikah dan pelayanan, tawar hati juga melanda ketika kita menghadapi kesulitan.

Amsal 24: 10
24:10. Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Kehidupan yang tawar hati= bagaikan garam yang tawar.
Garam tawar=
Kehidupan yang tawar hati juga = tanpa air anggur. Artinya : tidak ada rasa manis, tidak ada kebahagiaan. Yang ada hanyalah penderitaan lahir batin (kepahitan).

Sebab itu, JANGAN SAMPAI KITA MENJADI PELAYAN TUHAN YANG TAWAR HATI.
Kalau tawar hati dibiarkan, akan sampai pada kebinasaan untuk selama-lamanya.

Karena itu, kita SANGAT membutuhkan anggur baru (Roh Kudus) dari Surga.

Syarat untuk menerima anggur baru:
  1. Kejadian 1: 2
    1:2. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

    'permukaan air'= titik nol/titik paling rendah.
    Syarat menerima anggur baru yang pertama: rendah hati.
    Kerendahan hati= kemampuan untuk mengaku segala dosa, kegagalan dan keadaan kita. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Kita hidup dalam kebenaran, sebab Roh Kudus adalah Roh kebenaran.

  2. Kisah Rasul 1: 4-5
    1:4. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.
    1:5. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi
    kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

    Syarat menerima anggur baru yang kedua: harus tinggal di Yerusalem.
    'Yerusalem'= kota damai.
    Jadi, kita harus memiliki hati yang damai sejahtera=  tidak ada permusuhan, kepahitan, iri hati dan dendam.
    Kalau hati damai, tidak boleh ada ketakutan dan kekuatiran juga.

  3. Kisah Rasul 1: 14
    1:14. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doabersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

    Syarat menerima anggur baru yang ketiga: sehati untuk bertekun dalam doa.
    Ini dimulai dari dalam rumah tangga (nikah rumah tangga menjadi rumah doa).

    Matius 18: 19
    18:19. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakatmeminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

    'dua orang'= suami istri.
Kalau kita memenuhi 3 syarat di atas sampai menjadi rumah doa, disanalah Tuhan akan mencurahkan Roh KudusNya dari Surga.
Pembaptis Roh adalah Tuhan Yesus, BUKAN manusia.

Kegunaan Roh Kudus:
  1. Roma 5: 5
    5:5. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudusyang telah dikaruniakan kepada kita.

    Kegunaan Roh Kudus yang pertama: Roh Kudus mencurahkan kasih Allah, sehingga kita menjadi kuat dan teguh hati.
    Manusia daging adalah manusia yang rapuh. Artinya, tanpa Roh Kudus, kita hanyalah buli-buli tanah liat yang rapuh.

    Kuat dan teguh hati, artinya:
    • tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benardan tidak diombang-ambingkan ajaran palsu.
      Ajaran lain hanya membuat persimpangan-persimpangan yang membuat kita bingung. Kalau digabung-gabung, justru membuat kehidupan kita tidak bisa berjalan.

    • tidak putus asa dan tidak kecewa menghadapi apapun juga, sehingga tetap berharap pada Tuhan dan tetap setia dalam ibadah pelayanan.

    • tidak jatuh dalam dosa, tetapi hidup dalam kebenaran= tidak mau berbuat dosa, apapun yang dihadapi.
    1 Tawarikh 19: 13
    19:13. Kuatkanlah hatimudan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

    Salah satu hasil kalau kita kuat dan teguh hati adalah Tuhan akan melakukan yang baik di mataNya= Tuhan akan jadikan semua baik pada waktuNya.

  2. Kegunaan Roh Kudus yang kedua: Roh Kudus memberikan karunia-karunia Roh Kudus.
    Karunia Roh Kudus= kemampuan ajaib dari Roh Kudus sehingga kita bisa melayani Tuhan sesuai dengan jabatan yang Tuhan berikan kepada kita.
    Tanpa karunia Roh Kudus, kita tidak akan bisa melayani.
    Kalau melayani dengan karunia Roh Kudus, pelayanan kita akan bernilai rohani dan berkenan pada Tuhan.

    2 Timotius 1: 6
    1:6. Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkankarunia Allahyang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.

    Kalau ada karunia Roh Kudus, kita juga melayani dengan tertib, teratur dan bisa bekerjasama satu dengan lainnya.
    Pelayanan dengan karunia Roh Kudus juga membawa kita untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Sikap kita yang benaradalah 'mengobarkan karunia Allah '= setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    Kalau tidak berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, kehidupan itu bisa berkobar-kobar dalam hal lainnya (menyala-nyala dalam berahi).

    Roma 1: 27
    1:27. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyaladalam berahimereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

    KALAU SETIA DAN BERKOBAR-KOBAR, KITA AKAN MENJADI PELAYAN TUHAN YANG BAGAIKAN NYALA API= kita menjadi biji mata Tuhan. Kita dilindungi dan dipelihara secara langsung oleh Tuhan. Tidak ada satupun yang bisa mengganggu gugat.

    Urusan kita sekarang adalah setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan.
    Tuhan akan melindungi dan memelihara kita mulai dari sekarang sampai hidup kekal.

  3. Titus 3: 5
    3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Kegunaan Roh Kudus yang ketiga: Roh Kudus membaharui kita.
    Kita dibaharui dari manusia daging menjadi manusia rohani (dari buli-buli tanah liat menjadi buli-buli emas).
    Ini merupakan mujizat rohani yang terbesar.

    KEUBAHAN HIDUP ITULAH YANG MENIMBULKAN ANGGUR BARU YANG MANIS. Tidak ada lagi air mata dan kepahitan.

    Keubahan hidup adalah taat dengar-dengaranseperti Yesus dan mulut jujur.
    Kalau taat dan jujur, kita akan minum air anggur yang manis. Semakin diubahkan, air anggur akan semakin manis.

    Kalau mujizat terjadi, mujizat jasmani juga akan terjadi. Apa yang mustahil menjadi tidak mustahil (seperti air menjadi anggur).

    Malam ini, Tuhan hanya meminta 1 cedokanggur yang manis dari 6 gentong yang diisi air saat pesta nikah di Kana (taat dan jujur).
    Sampai keubahan terakhir, kita diubahkan jadi sama mulia dengan Tuhan saat Ia datang kembali (6 gentong menjadi air anggur yang manis seluruhnya). Tidak ada kutukan dan air mata lagi, sampai kita masuk ke Yerusalem Baru.
Tuhan memberkati.