Ibadah Raya Surabaya, 22 Januari 2023 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dilimpahkan TUHAN di tengah -tengah kita.

Wahyu 18: 21-24= Babel tidak akan bangkit lagi. Ini adalah penghukuman atas Babel selama-lamanya.
Wahyu 18: 22
18:22. Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagidi dalammu, dan seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan tidak akan kedengaran lagi di dalammu.

Ini adalah keadaan Babel atau dunia akhir zaman, yaitu tanpa bunyi, artinya tanpa firman Allah.
'kilangan'= untuk mengilang gandum menjadi tepung dan menjadi makanan.

Ibrani 4: 12
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata duamanapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Di sini, Babel/dunia akhir zaman tanpa tajamnya pedang firman Allah yang mampu menyucikan kita dari segala dosa; sama dengan tanpa Tumim.
Tumim adalah benda yang ada di tapal dada Imam Besar.

Wahyu 18: 23
18:23. Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan."

Babel atau dunia akhir zaman tanpa cahaya; sama dengan tanpa urapan Roh Kudus, sehingga gelap.
Ibrani 4: 13
4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Urapan Roh Kudus mampu menerangi kegelapan dosa-dosa yang tersembunyi. Tetapi Babel tidak ada terang lagi, sehingga dosa yang disembunyikan di dalam gelap semakin berkembang. Ini sama dengan tanpa Urim, yang ada pada tapal dada Imam Besar.

Keluaran 28: 30
28:30. Dan di dalam tutup dada pernyataan keputusan itu haruslah kautaruh Urim dan Tumim; haruslah itu di atas jantung Harun, apabila ia masuk menghadap TUHAN, dan Harun harus tetap membawa keputusan bagi orang Israel di atas jantungnya, di hadapan TUHAN.

Dunia akhir zaman nanti di kuasai babel, sehingga tidak ada Urim dan Tumim--tidak ada pedang firman dan tidak ada urapan Roh Kudus--, dan dosa semakin berkembang.

Dulu, Imam Besar adalah Harun, sekarang dalam Perjanjian Baru Imam Besar adalah Yesus.
Tanpa Urim Tumim berarti tidak ada pelayanan Imam Besar.

Jadi, Babel tanpa Urim dan Tumim sama dengan tanpa pelayanan Imam Besar.
Kita mohonkan kepada Tuhan supaya dalam tiap ibadah ada pelayanan Imam Besar. Kapan terjadinya? Kalau ada firman dan urapan Roh Kudus--Urim dan Tumim--yang menunjukkan dosa-dosa yang tersembunyi.

Tanpa pelayanan Imam Besar sama dengan tanpa penyucian, sehingga hanya berbuat dosa dan puncaknya dosa, bahkan mengasihi dosa-dosa dan puncaknya dosa--terikat pada dosa selamanya.

Mengasihi dosa sampai puncaknya dosa berarti tidak mengasihi Tuhan lagi--tidak ada firman, Roh Kudus, dan kasih Allah.
Akibatnya:
  1. Wahyu 18: 24
    18:24. Dan di dalamnya terdapat darah nabi-nabidan orang-orang kudusdan darah semua orang, yang dibunuh di bumi.

    Yang pertama: di dalam Babel hanya ada darah nabi-nabi, orang kudus, dan orang yang dibunuh di bumi.
    Artinya: terjadi kebenciankepada:

    1. Hamba Tuhan yang dipakai untuk menyampaikan firman pengajaran yang benar.
    2. Pengajaran yang benar atau pribadi Tuhan.
    3. Orang-orang kudus.

    Sampai nanti terjadi pembunuhan massal di zaman Antikris. Kebencian dimulai dari gosip dan fitnah.

  2. Wahyu 18: 21
    18:21. Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

    Yang kedua: mengalami penghukuman selamanya; binasa selamanya di neraka--Babel ditenggelamkan dan tidak ditemukan lagi.
Inilah kisah dari Babe--tidak ada firman, Roh Kudus, dan kasih (tidak ada kasih kepada Tuhan dan sesama). Kalau tidak ada kesucian, tidak akan ada kasih. Tanpa kesucian, yang ada hanya kasih daging.

Oleh sebab itu, kita harus menjadi imam dan raja, supaya kita bisa mengalami pelayanan Yesus Imam Besar dengan Urim dan Tumim pada tutup dada di atas jantung.
Artinya: imam dan raja harus selalu menerima dan mengalami pekerjaan Urim dan Tumim--firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus--yang selalu menyucikan segenap hidup kita sampai sempurna seperti Yesus. Kita menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan yang permai. Kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) dan Yerusalem baru--kota empat persegi.

Jadi, hidup di dunia hanya ada dua kemungkinan:
  1. Menjadi sama dengan Babel, gereja palsu; mempelai wanita setan yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan.
  2. Menerima Urim dan Tumim yang menyucikan kita terus menerus sampai sempurna seperti Yesus.
Sekarang kita belajar proses pekerjaan Urim dan Tumim:
  1. 1 Samuel 14: 40-45
    14:40. Kemudian berkatalah ia kepada seluruh orang Israel: "Kamu berdiri di sebelah yang satu dan aku serta anakku Yonatan akan berdiri di sebelah yang lain." Lalu jawab rakyat kepada Saul: "Perbuatlah apa yang kaupandang baik."
    14:41. Lalu berkatalah Saul: "Ya, TUHAN, Allah Israel, mengapa Engkau tidak menjawab hamba-Mu pada hari ini? Jika kesalahan itu ada padaku atau pada anakku Yonatan, ya TUHAN, Allah Israel, tunjukkanlah kiranya
    Urim; tetapi jika kesalahan itu ada pada umat-Mu Israel, tunjukkanlah Tumim." Lalu didapati Yonatan dan Saul, tetapi rakyat itu terluput.
    14:42. Kata Saul: "
    Buanglah undi antara aku dan anakku Yonatan." Lalu didapati Yonatan.
    14:43. Kata Saul kepada Yonatan: "Beritahukanlah kepadaku apa yang telah kauperbuat." Lalu Yonatan memberitahukan kepadanya, katanya: "Memang, aku telah m
    erasai sedikit madudengan ujung tongkat yang ada di tanganku. Aku bersedia untuk mati."
    14:44. Kata Saul: "Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu. Sesungguhnya, Yonatan, engkau harus mati."
    14:45. Tetapi rakyat berkata kepada Saul: "Masakan Yonatan harus mati, dia yang telah mendapat kemenangan yang besar ini di Israel? Jauhlah yang demikian! Demi TUHAN yang hidup,
    sehelai rambutpun dari kepalanya takkan jatuh ke bumi!Sebab dengan pertolongan Allah juga dilakukannya hal itu pada hari ini." Demikianlah rakyat membebaskan Yonatan, sehingga ia tidak harus mati.

    Ayat 42 = pekerjaan Urim dan Tumim adalah sampai menemukan pribadi yang bersalah--menusuk amat dalam sampai pribadi.
    Tadi dari seluruh bangsa Israel dibagi dua, yaitu keluarga Saul atau sidang jemaat. Akhirnya ketemu keluarga Saul, masih ditelusuri lagi oleh Urim dan Tumim sampai pribadi sedalam-dalamnya.

    Ayat 43 = pekerjaan Urim dan Tumim, yaitu sampai menemukan dosa-dosa yang kecil atau dianggap biasa-- 'aku telah merasai sedikit madu'.

    Proses pertama: Urim dan Tumim menyatakan dosa-dosa sampai dosa sekecil-kecilnyayang seringkali dianggap tidak berarti--'merasai sedikit madu'.

    Dalam Alkitab dituliskan 'upah dosa adalah maut'--bukan ditulis upah dosa besar atau kecil. Inilah yang harus disucikan.

    Jika Urim dan Tumim bekerja dalam sidang jemaat, sidang jemaat akan terdorong untuk mengaku dosa dengan tuntas.
    Tandanya:

    • Mengaku dengan kesadaran bahwa kita yang salah, dan kita menyesal.
    • Mengaku dosa dengan sejujur-jujurnya, tidak ditambah dan dikurangi tetapi apa adanya.
    • Rela menanggung risiko apapun. Yonatan mengaku dan mau menanggung risiko dihukum mati. Perempuan Samaria yang sudah kawin cerai lima kali diancam dengan hukuman mati lewat dirajam batu. Risikonya mungkin malu dan sebagainya, tetapi harus kita terima.

    1 Yohanes 1: 7, 9
    1:7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kitadari pada segala dosa.
    1:9. Jika kita
    mengaku dosakita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kitadan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    'Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang' = pekerjaan Urim dan Tumim yang menunjukkan dosa-dosa, dan kita hidup dalam terang.

    Kalau kita sudah mengaku dosa dengan tuntas, darah Yesus akan aktif untuk:

    • Mengampunidan menutupi dosa kita sampai tidak ada bekasnya lagi--kita seperti tidak pernah berbuat dosa. Itulah kekuatan darah Yesus.
      Saat kita mengaku dosa, saat itulah kita memberi minum Yesus dengan anggur asam, berarti segala pahit getirnya--penghukumannya--sudah ditanggung oleh Dia. Inilah namanya penebusan.

    • Menyucikankita dari segala dosa; sama dengan mencabut akar-akar dosa, sehingga dosa tidak bertumbuh lagi. Kita tidak berbuat dosa--terlepas dari dosa--dan kita bisa hidup dalam kebenaran.

    Kalau sudah hidup benar, hasilnya: 'sehelai rambutpun dari kepalanya takkan jatuh ke bumi!'.
    Artinya:

    • Selamat.
    • Kita dibebaskan dari hukuman akibat dosa.
    • Kita dibebaskan dari maut.
    • Perlindungan dan pemeliharaan Tuhan secara ajaib di tengah padang gurun dunia sekalipun kita kecil tak berdaya seperti sehelai rambut.

    Inilah pekerjaan Urim dan Tumim yang pertama, yaitu menyucikan dosa-dosa sampai sedalam-dalamnya dan sekecil-kecilnya sehingga kita sadar. Kita diselamatkan, bebas dari maut, kita dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan.

  2. Nehemia 7: 64-65
    7:64. Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam silsilah, tetapi karena itu tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam.
    7:65. Dan tentang mereka diputuskan oleh kepala daerah, bahwa mereka tidak boleh makan dari persembahan maha kudus, sampai ada seorang imam bertindak dengan memegang
    Urim dan Tumim.

    'mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam' = tidak layak untuk jabatan imam.
    Oleh sebab itu kita harus menjadi seorang imam, setelah itu kita mengalami pelayanan Imam Besar dengan Urim dan Tumim di jantung hatinya. Setelah itu mengalami penyucian secara khusus bagi seorang imam.

    Proses kedua: Urim dan Tumim menyucikan seorang imam, sehingga ibadah pelayanannya berkenan pada Tuhan--menyenangkan hati Tuhan.

    Melayani Tuhan, belum tentu menyenangkan hati Tuhan. Mulai dari kitab Kejadian--Habel dan Kain. Pelayanan Habel menyenangkan hati Tuhan dan diterima Tuhan. Pelayanan Kain tidak menyenangkan Tuhan.
    Jadi tidak semua pelayanan menyenangkan hati Tuhan--ada satu atau dua dosa yang membuat Kain tidak layak, sehingga tidak diperhitungkan oleh Tuhan.

    Sampai pada Matius 7, sudah bernubuat, mengusir Setan, tetapi ditolak oleh Tuhan. Ini pelayanan yang luar biasa dan kita lihat di mana-mana. Tetapi Tuhan bilang: Enyahlah engkau. Tuhan tidak menilai hebatnya pelayanan, tetapi benar dan suci atau tidaknya.
    Karena itu harus ada Urim dan Tumim, sehingga pelayanan menyenangkan hati Tuhan.

    2 Timotius 2: 20-21
    2:20. Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
    2:21. Jika seorang
    menyucikan dirinyadari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakaituannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

    Ada dua macam imam-imam--ayat 20--:

    • Pelayan Tuhan seperti rumput, kayu, dan tanah.
      Artinya: hanya menggembar-gemborkan/menonjolkan dan mengejar perkara-perkara jasmani. Kehidupan semacam ini tidak akan tahan uji. Ia hanya mengutamakan kuantitas tetapi tanpa kualitas kesucian.
      Saat api ujian datang, ia akan terbakar habis.

      Ia masuk aniaya Antikris selama tiga setengah tahun, tetap menyembah Tuhan sampai dipancung kepalanya--mengalami siksaan--, tetapi kebanyakan akan menyembah Antikris--selamat secara tubuh tetapi jiwanya binasa. Hati-hati!

    • Pelayan Tuhan seperti emas, perak, dan permata.
      Ini adalah pelayan Tuhan yang mengutamakan kualitas penyucianoleh Urim dan Tumim, sehingga ia melayani Tuhan dalam kesucian. Inilah yang berkenan pada Tuhan.

      Ia adalah emas dan perak rohani yang tahan uji terhadap api pencobaan. Semakin diuji, akan semakin murni dan suci sampai satu waktu sempurna seperti Tuhan.

    Hati-hati termasuk ibadah di sini juga diperhatikan, seorang gembala mengajak sidang jemaat ke mana? Kalau hanya menjadi rumput, kayu, semuanya akan mengalami pencobaan terakhir yaitu masuk aniaya Antikris dan banyak yang tidak tahan. Tetapi jika diarahkan kepada emas dan perak, akan menang, disingkirkan ke padang gurun, dan menjadi permata di Yerusalem baru.

    Apa yang harus disucikan oleh Urim dan Tumim
    , supaya tahbisan kita berkenan pada Tuhan? Nafsu orang muda, yaitu:
    2 Timotius 2: 22
    2:22. Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
    2:23. Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
    2:24. sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar

    • Daging dengan segala hawa nafsunya, yang mendorong untuk berbuat dosa kejahatan--cinta akan uang yang membuat kikir dan serakah--, kenajisan--dosa makan minum dan kawin mengawinkan termasuk nikah yang salah--, dan kebencian tanpa alasan--dendam, iri hati.

    • Pertengkaran yang terjadi karena kebenaran sendiri.
      Kebenaran sendiri= menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan/firman pengajaran yang benar. Ini sumber pertengkaran.

      Jadi, yang mengajak bertengkar adalah orang yang salah--orang yang menutupi dosa. Orang yang benar akan diam saja.

      Kebenaran sendiri juga artinya menutupi dosa dengan pura-pura berbuat baik. Kalau dia salah, tetapi berbuat baik, itu artinya pura-pura berbuat baik.
      Contohnya: mencuri tikar sepuluh, yang delapan diberikan rumah ibadah, yang dua untuk dirinya. Kita banyak terkecoh.

      Tuhan bukan menilai baik tidaknya, tetapi benar tidaknya. Kalau baik, tetapi tidak benar, itu adalah kebenaran sendiri. Kalau benar, pasti baik.

    Lewat Urim dan Tumim kita bisa berdamai; saling mengaku dan mengampuni. Yang salah mengaku dan jangan berbuat dosa lagi, yang benar mengampuni dan jangan mengungkit-ungkit lagi. Darah Yesus akan membasuh dosa kita sehingga kita hidup dalam kebenaran dan damai sejahtera. Kita bisa saling membantu, saling menolong sampai saling menyatu.

    Dengan demikian kita bisa melayani Tuhan dengan keadilan, kesetiaan, kasih, damai, dan hati murni--'kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni'.
    Inilah perak dan emas--tabiat ilahi.

    2 Timotius 2: 22
    2:22. Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

    Adil= hanya memihak Tuhan/pengajaran yang benar. Kalau memihak manusia, tidak akan bisa adil.
    Hati yang murni= hati yang tulus di hadapan Tuhan.
    Inilah pelayanan yang berkenan pada Tuhan.

    Hasilnya: kita tahan uji menghadapi apapun juga--api pencobaan, penyucian--, bahkan menghadapi percikan darah, sampai Tuhan datang kembali kedua kali.
    Maleakhi 3: 1-3
    3:1. Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
    3:2.
    Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
    3:3. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia
    mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emasdan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

    'supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN' = pelayanan yang benar itulah yang berkenan kepada Tuhan.

    Tadi Urim dan Tumim sanggup menyucikan dosa-dosa sampai sedalam-dalamnya yang tidak diketahui orang bahkan dosa sekecil-kecilnya yang tidak dianggap. Satu waktu akan dibukakan sehingga kita bisa mengaku dan kita menjadi sehelai rambut yang kecil tetapi berada dalam tangan Tuhan.

    Lalu, Urim dan Tumim menyucikan tahbisan pelayanan sampai kita tahan uji menghadapi apapun juga--api pencobaan sampai Antikris, api penyucian, dan api percikan darah. Sekalipun bagaikan sehelai rambut, kita akan tahan uji sampai Tuhan datang kembali kedua kali.
    Percikan darah artinya tidak salah tetapi menderita karena Yesus--penderitaan tanpa dosa.

    Urim Tumim menyucikan tahbisan kita, sehingga benar dan berkenan kepada Tuhan. Jangan ukur-ukur hamba Tuhan/gembala hebat atau tidak, kita bisa terkecoh. Ukurlah pelayanan kita, pelayan Tuhan adalah benar dan suci atau tidak. Kita tidak akan terkecoh.

  3. Kisah Rasul 5: 1-3
    5:1. Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
    5:2. Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
    5:3. Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau
    mendustai Roh Kudusdan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?

    Proses ketiga: Urim dan Tumim menyucikan hati seorang imam terutama dari ikatan akan uang--ikatan terakhir dari gereja Tuhan yang membuat tidak bisa mengasihi Tuhan.

    Kalau tidak bisa mengasihi Tuhan, semua yang kita lakukan akan sia-sia dan binasa--tanpa kasih semuanya sia-sia dan binasa.

    1 Timotius 6: 9-10
    6:9. Tetapi mereka yang ingin kayaterjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
    6:10. Karena
    akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

    'menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka'= kalau ingin kaya, akan menyiksa diri.

    Kaya boleh. Yang tidak boleh adalah ingin akan kekayaan, sebab ini membuat kita berdukacita sampai binasa selamanya.

    Praktik ikatan akan uang:

    • Meninggalkan ibadah pelayanan hanya untuk mencari uang, ijazah dan sebagainya. Yang tidak dipanggil menjadi hamba Tuhan sepenuh harus bekerja, tetapi jangan meninggalkan ibadah pelayanan hanya untuk mencari uang.

    • Beribadah melayani Tuhan tetapi hanya untuk mencari uang dan kepentingan jasmani.
    • Mencari uang dengan cara tidak halal--dengan berbuat dosa.
    • Kikir dan serakah. Ini sama dengan menyembah uang/berhala/Antikris.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

      "Saya sudah ajarkan sepuluh--10 hukum--dikurangi satu--persepuluhan-- sama dengan sembilan--kasih karunia. Kalau tidak ada satu ini, tidak akan ada kasih karunia. Hidup kita bergantung dari yang satu ini."

      Yang benar adalah kita hidup dari persepuluhan yang kita kembalikan pada Tuhan. Inilah siklus kehidupan kita.

      Hamba Tuhan tidak hidup dari persepuluhan yang diterima, tetapi dari persepuluhan yang dikembalikan kepada Tuhan.

      "Duri dulu saya sudah bersaksi. Mau jemaat berapapun saya tetap hidup. Ini karena persepuluhan yang dikembalikan kepada Tuhan. Inilah jaminan kehidupan kita."

    Ayat 9: 'yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan'=salah satu gelombang yang menenggelamkan kita pada Babel adalah cinta akan uang, sampai tenggelam di neraka untuk selamanya.

    Karena itu kita perlu penyucian Urim dan Tumim.
    Kisah Rasul 20: 33-35
    20:33. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku inginidari siapapun juga.
    20:34. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
    20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan:
    Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

    'Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku inginidari siapapun juga' = punya emas dan perak, boleh, tetapi yang tidak boleh adalah ingin akan perak dan perak. Kalau ingin, nanti akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.

    Kita disucikan, sehingga kita terlepas dari ikatan akan uang.
    Buktinya: kita lebih bahagia memberi daripada menerima. Kita mengasihi Tuhan lebih semua, sampai satu waktu kita bisa memberikan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Kita hanya percaya dan taatsepenuh pada Tuhan sampai daging tidak bersuara lagi.

    Ini sama dengan mengulurkan tangan dan menyembah Tuhan, dan Tuhan akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita. Jangan bimbang! Apapun yang kita hadapi tetap percaya dan taat pada Tuhan!

    Contoh dan hasilnya:

    • Ibu-ibu.
      Markus 5: 25-29

      5:25. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
      5:26. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
      5:27. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan
      menjamah jubah-Nya.
      5:28. Sebab katanya: "
      Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
      5:29. Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

      Ayat 28 = percaya dan taat.
      Perempuan pendarahan dua belas tahun--sakit yang mustahil--percaya, mempercayakan hidupnya pada Tuhan, dan belas kasih Tuhan turun, sehingga penyakitjasmani disembuhkan. Kalau semua yang dari dunia tidak bisa lagi mau ke mana? Tinggal di bawah kaki Tuhan.

      Penyakitrohani juga disembuhkan. Pendarahan menunjuk pada perpecahan dalam rumah tangga dan sebagainya. Rumah tangga bisa disatukan kembali--satu pengajaran, satu tahbisan, satu penyembahan yang benar.

    • Bapak-bapak.
      Yohanes 4: 46-53

      4:46. Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.
      4:47. Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.
      4:48. Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."
      4:49. Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati."
      4:50. Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!"
      Orang itu percayaakan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
      4:51. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.
      4:52. Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."
      4:53. Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya.

      'di Kapernaum ada seorang pegawai istana' = bangsa Romawi; bangsa kafir.
      Di sini ada bapak yang anaknya hampir mati.
      Apa yang mati bisa dibangkitkan kembali.

      Bapak-bapak banyak menghadapi masalah--rumah tangga, ekonomi--, terima pekerjaan Urim dan Tumim. Penyucian dosa-dosa yang sekecil-kecilnya, penyucian tahbisan sampai melayani dengan perak emas rohani, dan penyucian hati sebagai pusat kehidupan kita. Tidak ada lagi keinginan akan uang, yang ada hanya mengasihi Tuhan--menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan. Biar Tuhan yang bekerja dalam kehidupan kita.

    • Anak muda.
      Yohanes11: 39-40
      11:39. Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
      11:40. Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau
      engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

      Tadi, dari sakit dua belas tahun, sakit hampir mati, sampai sudah mati empat hari, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

      Anak muda menghadapi Lazarus yang mati empat hari; kemustahilan. Masa depan yang hancur jadi berhasil dan indah. Yang busuk jadi harum.

      Yang penting terima Urim dan Tumim. Kita akan ada di jantung hati Tuhan. Kita digendong Tuhan dan menerima belas kasih-Nya.

      Jika Yesus datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia--mujizat terakhir--, yaitu menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan permai Kita bersorak sorai: Haleluya. Kita bersama dengan Dia di Yerusalem baru selamanya
Percaya dan mempercayakan hidup sepenuh kepada Tuhan!

Tuhan memberkati.