Ibadah Raya Surabaya, 23 November 2008 (Minggu Sore)

Matius 24: 28->sikap gereja Tuhan untuk menantikan kedatangan Yesus kedua kali, yaitu bagai burung nazar mengerumuni bangkai.

3 keistimewaan burung nazar: (Ayub 39: 30-33)

  1. punya sarang di tempat tinggi.
  2. ay. 32= pandangan jarak jauh= pandangan ke arah hidup kekal.
  3. ay. 33= mengerumuni bangkai.

Malam ini kita pelajari ayat 32.

AD. 2. PANDANGAN JARAK JAUH
= pandangan rohani.
2 macam pandangan dari anak Tuhan:

  1. pandangan secara jasmani; artinya kehidupan anak Tuhan yang beribadah, hanya untuk mencari perkara-perkara jasmani atau perkara daging, sehingga tidak segan-segan untuk mengorbankan perkara rohani untuk mendapat perkara jasmani.

    Di Alkitab, contohnya adalah Esau yang mengorbankan hak kesulungan untuk sepiring makanan dan akibatnya sangat fatal, binasa untuk selama-lamanya dan penuh dengan air mata.

    Ibrani 12: 16-17
    Orang kristen seperti Esau ini, disebut memiliki nafsu yang rendah= orang cabul.

  2. pandangan secara rohani; ini seperti burung nazar yang memandang jarak jauh.

    2 macam pandangan rohani:
    1. PANDANGAN SALIB(2 Korintus 4: 16-18).
      = yaitu memandang perkara-perkara yang tidak kelihatan/yang kekal dan yang mulia. Hidup semacam ini rela untuk mengorbankan yang jasmani untuk mendapatkan perkara rohani atau perkara yang kekal.

      Ini pandangan salib seperti yang sudah di teladankan oleh Abraham (Kejadian 13: 10, 14-15).
      Lot punya pandangan jasmani, sehingga memilih Sodom dan Gomora dan berakhir pada kehancuran.

      Tapi pandangan Abraham berakhir pada Kanaan dan hidup kekal.
      Kalau sesuatu enak bagi daging, tapi tidak sesuai Firman, itu adalah Sodom Gomora.
      Tapi kalau tidak enak bagi daging, tapi sesuai Firman, itu adalah Kanaan samawi.

      Praktik pandangan salib: (1 Petrus 4: 1-2) yaitu rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan kembali untuk taat dengar-dengaran pada kehendak Allah. Kalau terus berbuat dosa, hidup itu masih berpandangan daging.

      Salah satu contoh dari praktik pandangan salib ini adalah berpuasa.
      Berpuasa ini ampuh untuk menghadapi penyakit ayan.

      Matius 17: 15, 21
      Penyakit ayan= jatuh bangun dalam dosa, sampai pada dosa kenajisan.
      Dalam terjemahan lama, ini adalah penyakit gila babi. Babi itu kalau dibersihkan, akan kembali lagi ke perkubangan. Tidak mampu keluar dari dosa.
      Hanya lewat puasa, maka sakit ini bisa di usir.

      Penyakit ayan= sembuh dan kambuh terus= masalah yang tidak pernah selesai.
      Dosa dan masalah ini satu level. Kalau dosa di pertahankan, maka masalah juga tidak akan pernah selesai. Dosa bertambah, masalah juga akan bertambah.

      Lewat puasa, kita merobek daging untuk stop dosa.
      Kalau stop dosa, maka stop masalah juga.

    2. PANDANGAN TERTUJU PADA YESUS SEBAGAI IMAM BESAR DISEBELAH KANAN ALLAH BAPA(Ibrani 12: 2).
      Praktiknya adalah:
      • pandangan iman
        2 Korintus 5: 6-9
        Pandangan iman, artinya:
        • percaya dan mempercayakan hidup hanya kepada Yesus, tidak berharap pada yang lain, seperti Abraham (Roma 4: 16-17). Percaya bahwa Firman Tuhan mampu menciptakan yang mustahil menjadi tidak mustahil.
        • tabah, tidak mudah putus asa dan kecewa, tidak meninggalkan Tuhan sekalipun harus banyak menghadapi tantangan dan rintangan.
        • hidup benar, apapun resiko yang kita hadapi.

      • Kolose 3: 1-2= memikirkan dan mencari perkara diatas dimana Yesus duduk sebagai Imam Besar, lebih dari segala perkara di bumi, memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari perkara dibumi. Sebab Yesus lebih dahulu memperjuangkan ibadah pelayanan bagi kita.

        Dulu, Yesus memperjuangkan ibadah Israel lewat 10 tulah pada orang Mesir.
        Dalam Perjanjian Baru, Yesus memperjuangkan ibadah kita bangsa kafir sampai rela di hukum mati di kayu salib. DarahNya untuk membebaskan kita dari dosa dan mengangkat kita menjadi imam dan raja.

        Hasilnya (1 Timotius 4: 8-10) yaitu dalam ibadah pelayanan ada janji yang dobel yaitu jaminan untuk hidup sekarang di dunia dan jaminan untuk hidup kekal di Surga.

      • memandang wajah Tuhan= menyembah Tuhan.
        Wahyu 1: 16
        = dalam penyembahan, kita bagaikan di sinari matahari (kasih Allah), sehingga rohani kita menjadi sehat.

Kegunaan matahari:

Tuhan memberkati.