[cetak]
Ibadah Raya Surabaya, 23 Oktober 2011 (Minggu Sore)

Matius 6:47-56 tentang YESUS DITANGKAP.

Di Taman Getsemani, Yesus mengalami sengsara daging tanpa dosa sampai ditangkap. Di akhir jaman, gereja Tuhan/pengikut Yesus juga akan mengalami sengsara daging bersama Yesus dalam wujud :
  1. Sengsara daging karena mempertahankan Firman Pengajaran yang benar.
  2. Sengsara daging karena ibadah pelayanan kepada Tuhan.
  3. Fitnah, ketidakadilan dan penangkapan-penangkapan.
Semuanya itu tidak dapat ditanggulangi oleh apapun di dunia, tetapi hanya lewat berjaga-jaga, berdoa dan kebangunan rohani.

Matius 26:40-41, 46
26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
26:46 Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat."

Kebangunan rohani
adalah kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna = kegerakan penyucian oleh Firman Pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Pembangunan Tubuh Kristus mulai dari nikah (suami, isteri dan anak-anak), penggembalaan, antar penggembalaan (kebaktian kunjungan) sampai tubuh Kristus yang sempurna (Israel dan Kafir menjadi satu).

Matius 26:37, 40
26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

Yesus sebenarnya mengajak tiga murid pilihan yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes untuk berjaga, berdoa dan mengalami kebangunan rohani. Tetapi ketiganya mengalami tidur rohani, artinya :
  1. Tidak mau berjaga-jaga dan berdoa.
  2. Tidak mau disucikan oleh pedang Firman.
Tidur rohani yang dialami oleh Petrus.
Matius 26:51-55
26:51 Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.
26:52 Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.
26:53 Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku?
26:54 Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?"
26:55 Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: "Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku.

Akibat tidur rohani adalah Petrus salah dalam menggunakan pedang. Dalam Perjanjian Lama, Simeon dan Lewi juga salah menggunakan pedang.

Kejadian 34:25-26
34:25. Pada hari ketiga, ketika mereka sedang menderita kesakitan, datanglah dua orang anak Yakub, yaitu Simeon dan Lewi, kakak-kakak Dina, setelah masing-masing mengambil pedangnya, menyerang kota itu dengan tidak takut-takut serta membunuh setiap laki-laki.
34:26 Juga Hemor dan Sikhem, anaknya, dibunuh mereka dengan mata pedang, dan mereka mengambil Dina dari rumah Sikhem, lalu pergi.

Simeon dan Lewi salah menggunakan pedang untuk memotong leher. Sedangkan Petrus salaha menggunakan pedang untuk memotong telinga. Arti memotong leher dan telinga adalah :
  1. Emosi yang meledak-ledak sampai membenci tanpa alasan.
  2. Menyalahkan orang lain untuk menutupi dosa-dosanya.
  3. Menjadi sandungan bagi orang lain.
Matius 18:6
18:6 "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

"Menyesatkan" = menyandung (dalam bahasa asli). Akibat dosa sandungan adalah leher dikalungi dengan batu kilangan dan ditenggelamkan ke dalam laut, artinya :
  1. Letih lesu dan berbeban berat.
  2. Tidak indah hidupnya.
  3. Tenggelam ke dalam dosa Babel.

    Wahyu 8:21

    18:21 Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.


    Dosa Babel adalah dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.

  4. Binasa untuk selamanya.
Matius 26:46
26:46 Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat."

"Bangun"
, artinya kita masuk dalam kebangunan rohani supaya kita dapat menggunakan pedang dengan benar.

LEWI.
Keluaran 32:26-28
32:26 maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: "Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!" Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.
32:27 Berkatalah ia kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya."
32:28 Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu.

Lewi mendapat kesempatan untuk menggunakan pedang dengan benar. Lewi mengikatkan pedang pada pinggang (menyandang pedang), artinya berpegang teguh pada Firman Pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran. Hasilnya adalah angka 3000.

PETRUS.
Kisah Rasul 2:14, 41-42
2:14. Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Petrus dipenuhkan oleh Roh Kudus sehingga memiliki keberanian percaya sepenuh kepada Yesus dan rela berkorban apapun untuk Tuhan. Hasilnya adalah angka 3000.

Angka 3000 adalah Ruangan Suci + Ruangan Maha Suci.
Ruangan Suci memiliki panjang 20 hasta, lebar 10 hasta dan tinggi 10 hasta. Volume = 20x10x10 = 2000.
Ruangan Maha Suci memiliki panjang 10 hasta, lebar 10 hasta dan tinggi 10 hasta. Volume = 10x10x10 = 1000.
Jadi, volume Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci = 2000+1000 = 3000.

Ruangan Suci adalah kandang penggembalaan = ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, yaitu :
  1. Ibadah Raya - domba diberi minum.
  2. Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci - domba diberi makan.
  3. Ibadah Doa Penyembahan - domba bernafas. Bernafas, artinya menghirup kasih dan kemurahan Tuhan.
Di dalam kandang penggembalaan, kita mengalami penyucian sampai angka 3000 yaitu masuk Ruangan Maha Suci. Kita mengalami penyucian sehingga mencapai kesempurnaan/tidak bercacat cela. Sistem penggembalaan adalah sistem teladan. Jangan diubah-ubah! 

Yohanes 21:15,17, 19
21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

"Tiga kali" menunjuk tiga macam ibadah.
Dalam sistem penggembalaan, Petrus mengalami penyucian intensif sehingga sedih hatinya karena tertusuk pedang. "Sedih hati", artinya :
  1. Mengaku tidak layak dihadapan Tuhan = mengaku dosa dan jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
  2. Mengaku tidak berdaya apa-apa.
  3. Mengaku bukan siapa-siapa.
Hasilnya, Petrus bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan, artinya :
  1. Taat dengar-dengaran.
  2. Rela berkorban apa saja untuk Tuhan.
  3. Menyerah sepenuh kepada Tuhan = percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Gembala Agung.
Kalau kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, maka Tuhan juga akan mengulurkan tangan kepada kita. Hasil uluran tangan Tuhan adalah :
  1. Mazmur 23:1-2
    23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    23:2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

    Tangan Gembala Agung memelihara hidup kita :
    • Secara jasmani sampai berkelimpahan. Berkelimpahan, artinya selalu mengucap syukur.
    • Secara rohani sehingga kita mengalami ketenangan.

  2. I Petrus 5:6
    5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

    Tangan Gembala Agung meninggikan kita pada waktunya, artinya :
    • Mengangkat kita dari kegagalan dan kesulitan sehingga menjadi kehidupan yang berhasil.
    • Memakai kehidupan kita.

  3. Mazmur 107:1-3
    107:1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
    107:2 Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan,
    107:3 yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan.

    "Kuasa yang menyesakkan" = Dosa-dosa.

    Tangan Gembala Agung melepaskan kita dari dosa-dosa = menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita sampai sempurna seperti Dia. Kalau dosa selesai, maka segala masalah kita juga akan diselesaikan oleh Tuhan. Sampai saat Tuhan datang, kita disucikan sampai sempurna.
Tuhan memberkati.