Ibadah Raya Surabaya, 29 November 2009 (Minggu Sore)

Matius 24:36-39, 41-42
Nubuat ke 7.
Pada jaman Nuh hanya ada 8 keluarga yang selamat. Tidak ada anak-anak. Pada akhir jaman, dunia akan dihukum oleh api dari langit. Tentunya hanya sedikit yang selamat juga. Kedatangan Yesus ke dua kali tidak ada yg tahu, sehingga kita harus berjaga-jaga dalam menanti kedatangan Yesus nanti.

(Ay 41-42). Berjaga-jaga dikaitkan dengan 2 org perempuan yang sedang menggiling gandum untuk dibuat menjadi roti yang tidak beragi. Supaya kita tidak masuk dalam penghukuman dunia ini kita dikaitkan dengan 2 org perempuan ini.

Pemisahan terjadi berdasarkan sikap kita pada Firman pengajaran yang benar.Kalau positif, maka akan menerima Firman dan terangkat dan kalau negatif akan tertinggal dan binasa.

Contoh : Maria dan Marta

Lukas 10:38-42
MARIA

Maria duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan Yesus = mendengarkan dan dengar-dengaran pada perkataan Yesus = Firman yang dibukakan rahasianya = Firman pengajaran yang benar = Roti yang tidak beragi.

Sikap mendengar dan dengar-dengaran adalah sikap domba yang tergembala.

Yohanes 10:27
Disini tergembala pada Firman pengajaran yang benar. Dalam kandang penggembalaan kita mengalami penyucian secara intensif.
Firman diulang-ulang itu hanya domba-domba yang bisa memamahbiak.

Hasilnya kalau kita tergembala:

  1. Kita mendapatkan yang terbaik.
    Kejadian 47:5-6
    Dari segala yang ada di dunia ini tidak ada yang terbaik kecuali di tempat penggembalaan. Karena dalam penggembalaan kita mengalami pemeliharaan secara jasmani dan rohani, mengalami ketenangan, dan perlindungan yang terbaik mulai sekarang sampai nanti kita dilindungi dari antikris sampai pada api yang turun dari langit.
  1. hidup kekal selama-lamanya.

Ada 2 kemungkinan yang lain:

  1. Ada Firman penggembalaan tapi tidak dengar-dengaran.
    Lukas 10:40-41

    Akibatnya: Hidup dalam kekuatiran, susah payah, banyak air mata, dukacita, letih lesu, beban berat, terlantar (tidak ada jaminan atas keselamatan jiwanya).Matius 9:36         Ibrani 6:7-8 --> hidup dalam suasana kutukan.
  1. Tergembala tetapi tanpa Firman pengajaran yang benar. Sia-sia juga.
    Lukas 13:10-12
    Akibatnya: bungkuk rohani, artinya:
    1. Amsal 12:25= mengutamakan perkara yang jasmani lebih dari yang rohani.
    2. Lukas 13:15-16= tidak puas = haus. Kalau dalam ibadah kita tidak mengalami kepuasan dari surga maka akan mencari kepuasan dari dunia. Kepuasan yang kita alami tanpa Firman = kepuasan dari dunia.
    3. 2 Timotius 3:1-5 = Tidak mengalami keubahan hidup tetap manusia daging yang tidak berubah dengan 18 sifat tabiat daging.Orang yang seperti ini hanya untuk di cap 666 oleh antikris. Komando kekuatan ibadah adalah Firman.
    4. Penderitaan dan kemustahilan. Bungkuk 18 thn ini adalah suatu penderitaan.

Lukas 13:10,12-13
Untung Yesus mengajar dalam bait Allah. Aktifitas Yesus = Aktifitas Firman pengajaran yang benar, yaitu:

  1. Setiap Firman Pengajaran yang benar diberitakan, Tuhan mengetahui (=melihat) keadaan / dosa-dosa kitayang disembunyikan dengan pandangan belas kasihan Tuhan. Sekeras-kerasnya Firman pengajaran, itu merupakan pandangan belas kasihan Tuhan untuk menolong kita.
  2. Yesus memanggil kita. Yesus memanggil adalah lewat Firman yang menunjuk dosa kita. Kalau Tuhan memanggil kita, Tuhan memprioritaskan kita utk ditolong, bukan untuk mempermalukan kita. Sikap kita adalah mengakui dosa dengan sejujur-jujurnya dan kalau diampuni jangan berbuat dosa lagi. Selama kita tidak pernah kena Firman:
    1. kita belum tertolong.
    2. kita masih terpisah.
  3. Tuhan sedang mengulurkan Tangan atas kita (Tuhan menjamah). Kalau Tuhan menjamah kita, maka kehidupan kita bisa memuliakan Tuhan dan kehidupan kita akan dipulihkan  secara jasmani dan rohani, dan terjadi mujizat.
Tuhan memberkati.