Kebaikan dan keajaiban Tuhan pada kehidupan saya ( Ibu Ridawati Sinaga (Medan) )

Salam damai sejahtera bagi kita di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Saya mau menyaksikan kebaikan dan keajaiban Tuhan pada kehidupan sayasecara pribadi.
Saya seorang wanita yang biasa hidup menderita. Di balik penderitaan itu ternyata Tuhan sedang menuntun saya di jalan kebenaran firman.

Oleh dorongan kakak saya, saya selalu berusaha untuk mengasihi Tuhan.
Di sepanjang hidup saya, saya selalu belajar mengasihi Tuhan dengan membaca firman, merenungkannya, berdoa, dan menjauhkan diri dari dosa.
Saya sering bertanya kepada Tuhan mengapa nasib saya begini?

Saya sangat suka mendengar radio sejak tahun 1995. Saya berharap pada Tuhan: "Tuhan kalaulah ada radio rohani Kristen..."
Hingga satu saat saya mendengar Radio Rohani Joy FM yang menyiarkan khotbah yang disampaikan bapak Pdt. Widjaja Hendra, gembala kita. Saya senang dan saya bisa menikmatinya.
Saya rindu bisa langsung mendengar bapak gembala berkotbah.
Sampai satu kali saya dengar bapak gembala datang ke Medan setiap hari Jumat, hampir saya tidak percaya, rasanya tidak mungkin, tetapi saya bersyukur pada Tuhan.

Bulan September 2015, pertama kali saya ikuti ibadah pendalaman alkitab di Hotel Danau Toba.
Akhirnya saya mengenal apa yang disebut penggembalaan yang benar.
Puji Tuhan sekarang saya sudah tergembala dalam 3 macam ibadah di GPT Kristus Kasih Jl. Suprapto 2ABC Medan.

Saat ini baru saya dan anak saya yang rajin mengikuti ibadah penggembalaan.
Saya rindu mengalami penyucian dalam kehidupan saya. Saya rindu seluruh keluarga kami bisa tergembala, terutama suami saya.

Selanjutnya saya alami mujizat. Keajaiban Tuhan saya rasakan, ada kebahagiaan dan damai sejahtera. Saya rindu bisa hidup benar, memiliki iman yang teguh, memiliki perisai, menjadi manusia baru sampai hidup kekal di Yerusalem baru.

Bapak gembala memang sudah sering bilang: Naik gunung, rajin menyembah Tuhan atas dorongan Firman pengajaran yang benar. Tetapi kadang manusia daging sangat lemah.
Saya sangat sadar dan saya menangis pada Tuhan: Ampuni saya Tuhan.

Demikian kesaksian saya, kiranya bisa menjadi berkat bagi kita semua.

Tuhan Yesus memberkati.