Tetap diam dan tenang, berserah pada Tuhan ( Bpk. Misianto )

Saya ingin menyaksikan mujizat Tuhan atas kehidupan saya

Selama 1 bulanan suara saya berubah menjadi sengau (bahasa Jawa nya : bindeng). Saya sudah beberapa kali berobat ke dokter, tetapi tidak ada perubahan, sehingga saya di konsul ke dokter THT.

Saat ke dokter THT, dokter melakukan endoskopi di hidung saya dan ditemukan ada tumor di hidung kanan yang sudah mendesak ke tenggorokan dan harus di operasi. Saya sangat kaget mendengar berita itu, bagaikan terkena angin badai di tengah lautan.

Oleh dokter THT, saya dikonsulkan ke RSSA (Rumah Sakit Syaiful Anwar) utk dilakukan biopsi. Tetapi ternyata biopsy baru bisa dilakukan bulan April karena harus antri dulu sehingga saya memutuskan untuk melakukan biopsy di tempat lain. Dokter di RSSA memberi rujukan untuk saya melakukan pemeriksaan darah, USG dan CT scan. Puji Tuhan keesokan harinya saya bisa langsung melakukan pemeriksaan2 tersebut padahal biasanya harus antri 2 mingguan.

Walaupun ada kekuatiran dalam diri saya, tetapi Tuhan memberikan ketenangan dalam menghadapi masalah penyakit ini.

Seperti Firman Penggembalaan selalu berkata bahwa jika kita diam dan tenang maka Tuhan yang akan bekerja. Dan benar Tuhan bekerja, hasil pemeriksaan darah, USG dan CT Scan saya bagus, tidak ada apa-apa.

Untuk memastikan lagi, saya melakukan pemerikaan endoskopi lagi di dokter lain, dan hasilnya ternyata tidak ada tumor di hidung saya, sehingga tidak diperlukan biopsy; hanya radang nasofaring dan bisa diobati tanpa operasi.

Apakah dokter pertama salah diagnosa ? Tidak.... Saya rasa benar ada tumor saat di endoskopi pertama.

Tuhan menguji saya dan istri apakah kami bisa tetap diam dan tenang, berserah pada Tuhan saja, dan Dia mau menyatakan mujizatNya atas kehidupan saya. Puji Tuhan.

Terimakasih kepada bapak dan ibu Gembala yang telah menaikkan doa untuk saya, juga untuk seluruh sidang jemaat. Tuhan memberkati