Kemurahan Tuhan Dalam Hidupku ( Petrus Budiman Tampubolon- siswa Lempinel "Kristus Ajaib" Malang, angkatan XXX )

Puji Tuhan! Salam sejahetra bagi kita semua.
Saya bersyukur pada Tuhan atas kekuatan yang diberikan pada saya untuk bisa bersaksi.

Pertama, saya berterimakasih bisa diterima sebagai siswa di Lempin-El ‘Kristus Ajaib’ dan sekaligus bisa tergembala di GPT Kristus Kasih Malang. Dalam pendidikan dan penggembalaan saya sangat banyak menerima belas kasih dan kemurahan Tuhan, terutama lewat firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang selalu menyatakan, menegor, bahkan membongkar dosa-dosa yang selama ini tersembunyi dalam hati saya. Lewat ini saya makin sadar, jangankan untuk menjadi hamba Tuhan, untuk beribadah saja saya tidak layak. Namun saya percaya kalau Tuhan melakukan semuanya itu berarti Tuhan mau memperbaiki dan mempersiapkan saya untuk menjadi hambaNya.

Ke dua, yang saya mau saksikan adalah kekuatan firman penggembalaan yang mendorong saya untuk mengaku dosa pada orangtua terutama dosa-dosa kenajisan yang banyak saya lakukan sejak saya di bangku sekolah (kelas 3 SMK) sampai waktu saya bekerja di Pulau Batam. Kalau dosa dusta atau mencuri itu gampang untuk saya akui tapi kalu dosa kenajisan ini sangat berat sekali untuk mengakuinya. Buktinya dalam ibadah KMR bulan Oktober 2007 saya sudah ditegor firman untuk mengakui semua dosa itu kepada orangtua tapi saya tidak mampu untuk melakukannya. Yang memberatkan saya adalah perasaan malu dan pikiran yang berisi “betapa hancurnya perasaan orangtua saya kalau mereka tahu saya seperti itu.” Tapi Tuhan tidak tidak berhenti menegor saya selama saya belum mengakui dosa itu. Saya sangat beruntung sebab firman pengembalaan itu bagaikan sabun tukang penatu yang terus diulang-ulang sampai pakaian itu bersih.

Hingga akhirnya minggu pertama Desember 2007 saya mendapatkan kekuatan untuk mengaku dosa lewat surat. Saya tulis semua dengan jujur apa yang sudah saya lalukan, yang selama ini saya tutup-tutupi. Selama proses pengiriman saya selalu berdoa supaya Tuhan menjamah orangtua saya. Minggu ke tiga bulan yang sama saya menerima balasan surat dari ortu saya. Berdebar-debar jantung saya waktu membuka surat itu. Tetapi setelah saya baca semua isinya saya merasa bahagia sebab ortu saya sama sekali tidak kecewa bahkan mereka bangga karena saya dikerjakan firman dan bisa mengaku dosa dengan jujur.

Suatu kalimat ortu saya yang sangat menguatkan yaitu: ‘ Jika kita mengaku dosa dengan jujur maka Allah yang setia dan adil memberi pengampunan. Kalau Allah sudah mengampuni masakan kita sebagai orangtua tidak mau mengampuni?” Sebelum saya mengakui dosa-dosa itu pada orangtua saya sering terbayang akan semua yang sudah saya lakukan dan ini membuat kerohanian saya menurun. Tapi setelah saya akui saya mendapat kekuatan untuk melupakan semuanya. Inilah kekuatan firman penggembalaan yang sudah menolong saya. Puji Tuhan.