[cetak]
Menjadi Hamba Tuhan adalah Pekerjaan Terakhirku
Oleh: Mei Trifena (ditulis saat menjadi siswa Lempin-El)
Minggu, 21 Juni 2009

Menjadi hamba Tuhan tidaklah mudah Saya harus berani untuk membayar harga karena Tuhan terlebih dahulu membayar harga untuk membeli saya, yaitu dengan darahNya sendiri. Harga yang harus saya bayar tidak dapat dibandingkan dengan pengorbananNya. Saya harus kehilangan beasiswa di Universitas Lampung karena mengikuti sekolah alkitab di Lempin-El ristus Ajaib. Dari sudut pandang logika, saya adaalah orang yang bodoh. Namun, memberikan hidup saya pada Tuhan adalah sesuatu hal yang indah bagi saya.

Dalam mengikuti pendidikan di Lempin-El, hidup saya berubah sedikit demi sedikit. Di masa yang lampau saya sering berdusta dan egois namun sekarang saya tidak mudah berbuat dosa. Itu semua adalah karena pekerjaan firman penggembalaan dan pertolongan Roh Kudus. Saya dapat mengikutipendidikan di Lempin-El dan dapat mengerti apa arti dan tujuan hidupku. Roh Kudus membantu saya untuk memutuskan bahwa menjadi hamba Tuhan adalah perkerjaan terakhir saya. Saya akan memegang firman penggembalaan karena firman penggembalaan adalah benar dan saya akan menerimanya utnuk menjadi pengalaman dalam hidup saya.