Tuhan Tidak Menipu ( Ibu Wita Mertes - Jerman )

Tahun 2013 ini buat saya secara pribadi adalah tahun peningkatan,baik peningkatan
rohani, jasmani bahkan juga dalam pergumulan dan perobekan daging saya.

Seiring dengan Firman Pengembalaan yang semakin hari semakin meningkat ketajamnanya yang banyak menegor dan mengoreksi kehidupan saya dari hal-hal yang tidak disadari sampai hal ibadah pelayanan.

Ada 3 hal penekanan Firman Tuhan di sepanjang tahun 2013yang selalu diulang-ulang buat saya, yaitu hal damai sejahtera, penyerahan sepenuhkpd Tuhan (ketaatan) dan kuat teguh hati.

Selama saya menekuni 3 macam ibadah pokok ini, kerinduan untuk melayani Tuhan semakin dalam, tapi sering kali secara tidak sadar kerinduan ini mau diwujudkan lewat kekuatan sendiridan berjalan diluar kehendak Tuhan, sehingga saya menjadi kecewa, sedih dan gagal.

Inilah keadaan sayayang seringkali merasa kuat, benar sendiri (suka menyalahkan anak dan suami kalau ada persoalan didlm nikah), tidak sabar menunggu waktu Tuhan.
Mau menolong nikah dan buah nikah diluar rencana Tuhan, saya sering tidak sadar sudah mengalihkan kepercayaan Tuhan dan tugas di dalam nikah kepada orang lain dan berharap pertolongan manusia. Akibatnya, Tuhan ijinkan saya menghadapi banyak kejadian diluar keinginan dan rencana saya.

Lewat semua ini saya sadar, dikoresi untuk bisa mengaku dan minta ampun.
Saya berusaha untuk berubah dengan pertolongan Firman Tuhan. Dengan memasuki thh 2013, saya mendapat kekuatan extra untuk menjalaninya.
Memang saya sangat merasakan banyak sekali goncangan yang sekonyong-konyong datang dari dalam dan luar di tahun ini yang menghantam perahu nikah kami (lewat sakit penyakit, masalah-masalah, pengaruh lingkungan dunia yang sudah kacau, suara asing dll).
Tapi Firman Tuhan tidak menipu.
Meskipun kami terutama saya menghadapi ini semua, saya tetap tenang, sehigga bisa berdoa berserahkepada Tuhan dan kuat teguh hatimenghadapi apapun yang Tuhan izinkan terjadi.

Kemenangan-kemenangan saya alami bersama Tuhan.
Firman Tuhan tidak hanya saya rasakan, tapi semakin bisa dilihat wujudnya. Kehidupan nikah dan saya sendiri mulai mengalami keubahan meskipun masih kecil yang bisa dilihat. Saya mulai banyak berdiam diri, suami mulai banyak terbuka, anak-anak mulai bisa taat, kami bisa jujursatu dengan yang lain dan belajar menerima apa adanya dan selalu bersyukur pada Tuhan.

Hasilnya, nikah kami semakin bahagiawalau goncangan dan pergumulan tetap ada, tapi Tuhan selalu beserta.
Semakin banyak saya membuang dosa, berubah dan praktek Firman, kehidupan rohani saya semakin dipuaskan, ada kemantapan di dalam tahbisan saya untuk melayani Tuhan, saya semakin megerti apa yang harus saya lakukan, apa yang tidak (kepekahan meningka), sehingga saya mulai membenahi apa yang tidak benar dan berhati-hati dlm melayani Tuhan sambil menjaga kesucian.

Memang tidak ngampang memperaktekan Firman Tuhan. Untuk menjadi saksi juga tidak mudah, seperti pelita yang menyala, kita harus sudah siap dibakar/berkorban untuk menjadi terang.
Tapi Firman Tuhan berjanji kalau kita mau berusaha, berjuang, pasti Tuhan akan menyertai dan memberi kemampuan yang ajaib, sekaligus bonus keparcayaan yang lebih besar lagi, yaitu melayani tubuh Kristus yang sempurna.

Pada bulan Oktober awal, saya mendapat berkat dan kepercayaan dari Tuhan untuk melanjutkan pendidikan sayadalam bidang Demenz(Gerontologi) untuk perawatan orang jompo.
Sebenarnya ini mustahil bisa saya terima dan ini juga tidak direncanakan, tapi tiba-tiba saya mendapat tawaran dari atasan tempat saya bekerja untuk disekolahkan menekuni bidang ini.
Waktu itu saya tidak langsung menjawab iya, karena banyak hal yang saya pertimbangkan, salah satunya tentang ibadah.
Saya berdoa dan juga langsung menelepon Bapak gembala untuk meminta pendapat dan doanya. Doanya kita waktu itu terserah Tuhan, kalau ini kehendak Tuhan jadi, kalau tidak, supaya Tuhan singkirkan.

Waktu itu saya tenang dan berserah saja supaya kehendak Tuhan yang jadi.
Melalui proses yang tidak mudah (sebenarnya sdh mustahil saya bisa diterima apa lagi melihat kondisi sebagai orang asing, tidak berdaya, menghadapi begitu banyaknya saingan, dan orang-orang muda yang lebih berpotensial), akhirnya Tuhan ingatkan saya dengan bayi Musayang tidak bisa apa2, hanya menangis dan mengulurkan tangan, mohon belas kasihan Tuhan. Itulah yang saya lakukan sampai akhirnya tangan Tuhan menolong dan mengangkat saya. Saya diterima untuk melanjutkan pendidikan dan mendapat bonus boleh menyelesaikan pendidikan ini 2,5 tahun dan yang lainnya harus 3 tahun. Nama Tuhan di permuliakan.
Tuhan tidak pernah menipu.
Dalam 3 bulan ini, banyak hal yang Tuhan sudah tolong, sehingga semua bisa berjalan dengan lancar dan baik. Tuhan selalu membuka jalanuntuk kerinduan saya bisa tetap tekun dan setia beribadah melayani Tuhan, meskipun kesibukan dan aktivitas saya yang semakin padat. Perobekan daging harus ditingkatkan lagi.
Saya berusaha tidak terpisah dari Tuhankarena saya tahu tidak ada artinya semua yang saya lakukan dan keberhasilan yang saya capai didunia, kalau saya ketinggalan saat Yesus datang kedua kali.

Terima kasih dan semoga Tuhan yang mencurahkan berkat yang berlimpah untuk kita sekalian.

Tuhan memberkati.