[cetak]
Firman Pengajaran Benar Membebaskan dari Penyakit
Oleh: Dr Calvin Damanik - Medan
Selasa, 31 Desember 2013

Di awal 2013, saat ibadah Raya, saya diizinkan Tuhan mengalami sakit yang amat sangat. Dan sungguh-sungguh, firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus mengenai penyembahan disertai penyerahan diri sepenuh kepada Tuhan, mampu membebaskan diri saya dari sakit penyakit.
Di pagi hari itu, ketika bangun tidur, saya rasakan sesuatu yang tidak beres dalam perut, tetapi tidak saya hiraukan. Saat diperjalanan menuju gereja, saya merasakan sakit ini semakin menjadi-jadi. Ketika di gereja saya pergi ke Toilet, buang air kecil sedikit sekali, menetes disertai warna kemerahan dan saya tahu itu darah. Sakit sekali rasanya. Ada keraguan di dalam hati: apakah mampu bawa pujian saat itu. Saya hanya berteriak dalam hati: "Tuhan tolong saya.".

Tuhan sungguh-sungguh menolong saya. Saat membawa pujian saya seperti lupa terhadap sakit saya, Tuhan hilangkan sakit saya saat itu. Saat pemberitaan firman oleh bapak gembala rasa sakit itu muncul kembali. Kali ini intensitasnya berlipat ganda, sangat luar biasa, sampai-sampai tidak bisa duduk dengan tenang, mulai gelisah sampai terguling-guling di lantai menahankan rasa sakit.
Istri saya juga tidak bisa berbuat apa-apa kecuali bertanya: 'kenapa pa?, sebut haleluya pa'.
Saya dan istri saat ibadah selalu duduk di belakang meja komputer, sehingga saat kejadian itu tidak ada seorang jemaatpun melihat apa yang saya alami.
Saat itu dalam fikiran saya: 'telefon ambulans, rumah sakit, opname'.

Saat pemberitaan firman, saya diingatkan Firman Tuhan, ada hadirat Tuhan, dengar sungguh-sungguh, lembutkan hati, koreksi diri, kalau ada kesalahan, minta ampun, pasti ada kesembuhan. Tuhan pasti mampu, tidak ada yang mustahil.
Dengan kesakitan yang amat sangat sampai menangis, saya berusaha sekuat tenaga dengan sungguh-sungguh mendengar Firman dan berkata 'amin, ampuni saya Tuhan, tolong saya, banyak kekurangan saya, haleluya, haleluya'. Saya ucapkan berulang-ulang. Akhirnya rasa sakit mulai mereda. Saat menyembah saya mulai bisa berdiri dan secara berangsur rasa sakit itu menghilang. Ketika usai ibadah saya pergi ke toilet, buang air kecil dan keluar butiran hitam yang keras (batu), tetapi tanpa rasa sakit melainkan rasa kelegaan yang luar biasa. Dan sampai saat ini saya tidak pernah alami lagi gangguan buang air kecil.
Tuihan izinkan hal itu terjadi pada diri saya, supaya apa yang sering saya ucapkan ke pada pasien lewat kesaksian-kesaksian, tidak hanya teori, tetapi sungguh-singguh sudah saya alami. Tuhan sudah menguatkan FirmanNya dalam diri saya lewat mujizat tersebut. Saya sangat bersyukur atas kebaikan Tuhan.
Hari-hari ini, kalau kita alami sakit penyakit, silakan berobat ke dokter, tetapi jangan lupakan hal yang paling utama, kalau masih bisa. mari kita datang beribadah dan tergembala dengan benar. Seperti bapak gembala sering katakan : Tuhan tidak pernah menipu. Janji Tuhan ada dalam ibadah, termasuk kesembuhan dari sakit penyakit, keubahan hidup, sampai janji hidup kekal.

Tuhan memberkati.