English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malam Surabaya, 19 Desember 2018 (Rabu Malam)
Sebagai dasar doa penyembahan malam ini kita akan membaca di dalam Yohanes 4: 23-24
4:23. Tetapi saatnya akan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Agustus 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 September 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:26-29 adalah tentang makan Perjamuan Suci.
Perjamuan Paskah yang terakhir = Perjamuan Suci yang...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 14 September 2010 (Selasa Malam)
Kita mempelajari tentang PELITA EMAS
Keluaran 25: 37
25:37. Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Desember 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:6-13 tentang keempat sangkakala yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 September 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 30 Desember 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita membahas dalam Wahyu 8:6-13.
Ada dua kesempatan peniupan...

Ibadah Paskah Persekutuan II di Hotel Tunjungan Surabaya, 09 Mei 2015 (Sabtu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera,...

Ibadah Doa Surabaya, 03 Februari 2010 (Rabu Sore)
Matius 24: 45-51
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu: ay....

Ibadah Raya Malang, 26 April 2020 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:6
11:6. Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 Agustus 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:66-68
14:66. Pada waktu itu Petrus masih ada di bawah, di...

Ibadah Raya Malang, 05 Juli 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 adalah tentang sidang jemaat di...

Ibadah Doa Surabaya, 11 November 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 08 Januari 2013 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 2:14-15
2:14 Tetapi jawabnya: ôSiapakah yang mengangkat...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Februari 2020 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Paskah Persekutuan I di Square Ballroom Surabaya, 07 Juni 2016 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Sebenarnya ibadah di surabaya adalah ibadah paskah persekutuan tubuh Kristus. Tetapi karena waktunya sudah terlalu lama dari paskah, maka ibadah kita akan sekaligus memperingati baik paskah, kenaikan TUHAn, maupun Pentakosta.

Tema: Wahyu 22: 20
22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

'Ya, Aku datang segera!', ini menunjuk pada kesiapan TUHAN untuk segera datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai kepala--suami--, raja segala raja, dan mempelai pria sorga, di awan-awan yang permai.

Kemudian ada jawaban: 'Amin, datanglah, Tuhan Yesus!' Ini menunjuk pada gereja TUHAN juga sudah siap sebagai tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita sorga/isteri--untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, sehingga terjadi pertemuan antara Yesus Mempelai Pria Sorga--kepala--dengan ktia tubuh-Nya--mempelai wanita sorga--di awan-awan yang permai, yang tidak terpisahkan lagi--kepala dengan tubuh tidak terpisahkan lagi. Ini yang disebut dengan perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu 19: 9)--nikah yang sempurna,rohani antara Kristus dengan sidang jemaat. Ke sanlah arah kita.

Sesudah itu dalam Wahyu 20, kita masuk kerajaan 1000 Tahun Damai dan kemudian di dalam Wahyu 21-22: langit dan bumi yang baru, kita masuk Yerusalem baru; kerajaan sorga yang kekal selamanya.

Inilah arah dari tema kita malam ini, yaitu sama-sama siap. Berarti keduanya sudah berada dalam persiapan yang matang.
Apa persiapannya?

Ada tiga macam persiapan dari Yesus untuk segera datang kembali kedua kali--ini sekaligus juga merupakan persiapan dari kita--:

  1. Yesus harus datang ke dunia--natal. Karena sudah terlalu jauh, jadi tidak dibicarakan lagi, tetapi langsung, yaitu Dia datang ke dunia untuk mati dan bangkit. Untuk bisa datng kembali kedua kali, Dia harus mati dan bangkit. Ini sama dengan paskah.


  2. Yesus harus naik ke sorga. Ini sama dengan kenaikan Yesus ke sorga.
  3. Yesus segera datang kembali kedua kali. Sebelum kedatangan Yesus kedua kali, kita harus mengalami Pentakosta.

AD. 1: PASKAH--Yesus harus mati dan bangkit
Matius 28: 1-10 => tentang kebangkitan Yesus. Kita baca ayat 9-10.
28:9. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
28:10. Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Yesus mati dan bangkit lalu Ia berkata: 'Jaqngan takut.' Artinya, Yesus mati dan bangkit untuk MELENYAPKAN KETAKUTAN ATAU STRES; Paskah untuk melenyapkan ketakutan atau stres.

Ketakutan melanda semua lapisan umur manusia:

  • Mulai dari kaum muda. Kalau kita belajar natal, TUHAN berkata kepada Maria: Jangan takut, engkau mendapat kasih karunia dan engkau akan menndung.
    Banyak etakutan kaum muda--masa depan dan lain-lain--, tetapi yang terutama adalah mengenai jodoh. Ini ketakutan kaum muda bahkan bisa membuat stres hari-hari ini.


  • Ketakutan juga melanda orang tua. Setelah Yesus lahir, terjadi pembunuhan anak-anak kecil, tentu orang tua stres dan takut, anak kecil juga takut.

    Apalagi zaman akhir ini, kita sudah baca di surat kabar bagaimana anak satu tahun, dua tahun jadi korban kekerasan. Ini ketakutan melanda orang tua dan anak kecil. Semua dilanda ketakutan. Mau sekolah sudah diperingatkan: Hati-hati ya, jangan begini, dan sebagainya. Itu tandanya sudah takut atau stres. Anak-anak kecil di skolah juga menghadapi kekerasan.


  • Ketakutan atau stres juga melanda semua lapisan masyarakat; semua status sosial, mulai dari istana raja sampai kolong jembatan.
    Di alkitab ada raja-raja yang ketakutan juga--raja, tetapi bisa stres. Raja Yosafat takut menghadapi pasukan Aram; raja Hizkia takut menghadapi penyakit. Bahkan pada waktu natal, gembala-gembal juga takut. Sekarang, gembala-gembala juga takut. kesalahannya adalah domba-domba dianggap milik gembala manusia--bukan milik TUHAN--, sehingga takut kalau diambil orang lain.

    Kalau menganggap domba itu milik TUHAN, kita tidak akan pernah ketakutan. Kalau sudah takut, akan menutup pintu, tidak ada persekutuan dengan hamba TUHAN dan anak TUHAN yang lain.

    Sebenarnya kalau kita sadar, domba adalah milik TUHAN. Kalau dia tidak berkenan lagi digembalakan oleh kita karena soal makanan, kita harus berbesar hati. Orang tidak bisa makan tetapi kita paksa, dia akan mati dan kita menjadi gembala yang jahat. Mungkin dia sudah waktunya ditingkatkan oleh TUHAN dan mungkin kepada kita sudah cukup sekian. Tidak ada masalah, selama dia bisa makan firman sampai pada kedewasaan rohani dan kesempurnaan.
    Kalau disebabkan persoalan lain atau ada kesalahan, harus diperdamaikan.


  • Ketakutan melanda seluruh dunia.
    Lukas 21: 25-26
    21:25. "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
    21:26. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

    Ketakutan atau stres melanda semua bangsa dan negara di dunia, baik negara maju, negara berkembang, dan negara miskin. Semua dilanda ketakutan.

    Dan ketakutan ini di dalam ayat 26 ('Orang akan mati ketakutan'), akan mengakibatkan kematian secara tubuuh.
    Kalau takut/stres, hormon-hormon bekerja tidak baik dan meimbulkan penyakti-penyakit sampai kematian secara tubuh.

    Wahyu 21: 8
    21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7) dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

    Tetapi bukan hanya sampai kematian jasmani saja, ketakutan juga membawa manusia sampai kematian di neraka--kematian secara rohani.

    Ketakutan ini nomor satu dan ini sama dengan dusta, persundalan dan lain-lain, yang membawa dalam lautan api dan belerang, kebinasaaan untuk selama-lamanya.

Kseimpulan: ketakutan atau stres adalah pembunuh utama yang membunuh mansuia secara jasmani sampai membinasakan manusia di dalam lautan api belerang di neraka.
Jadi, ketakutan ini sama dengan maut yang sedang bekerja di tengah-tengah manusia.

Mari, kita memperingati Paskah. Paskah sama dengan Yesus mati dan bangkit untuk mengalahkan maut--melenyapkan ketakutan--bagi kita.

Inilah persiapan Yesus yang pertama, yaitu harus mati dan bangkit--Paskah--, untuk melenyapkan ketakutan/stres yang membinasakan; maut.

Tadi, kita sudah belajar ketakutan secara umum. Bagaimana ketakutan membunuh secara tubuh sampai membinasakan kita semua. Sekarang kita perinci satu persatu. Kita harus hati-hati!

Ada tiga macam ketakutan:

  1. Kejadian 3: 9-10
    3:9. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
    3:10. Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

    Ketakutan yang pertama: ketakutan di taman Eden, karena berbuat dosa dan telanjang.

    Terjadinya di taman Eden, bukan di tempat lain. Taman Eden menunjukkan tepat di mana samua serba ada, semua baik, semua indah, tetapi terjadi ketakutan karena menyimpan dosa. Ini yang penting!

    Biarpun suasana taman Eden, semua baik, semua indah--sekarang artinya kaya, hebat--, tetapi bisa takut, karena adanya dosa.
    Jadi, malam ini kita belajar dari peristiwa taman Eden. Segala ssuatu di dunia yaitu kekayaan, kepandaian, kedudukan tidak menjamin kita bisa hidup tenang, damai sejahtera, dan bahagia, jika ada dosa yang disembunyikan/dipertahankan.

    Jangan ditipu setan! Setan selalu mengatakan: Pesta seks, pesta narkoba. Tidak! Kalau dosa, itu adalah penderitaan. Di taman Eden saja menderita ketakutan/stres kalau ada dosa, bukan bahagia, apalagi yang belum kaya atau belum berhasil, sudah menderita ditambah dosa lagi, bagaimana nasibnya? Coba dipikirkan pada malam yang berbahagia ini.

    Tidak ada jaminan dari segala sesuatu di dunia ini.

    Ketenangan, damai, dan kebahagiaan tidak bergantung pada kaya atau miskin; pandai atau bodoh; gereja besar atau kecil, tetapi bergantung pada ada tidaknya dosa. Ini yang menentukan kita mengalamai ketenangan atau ketakutan.

    Roma 3: 23
    3:23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

    Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa dan dibuang ke dalam dunia, semua manusia di dunia ini sudah berbuat dosa, bahkan bertambah-tambah sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin-mengawinkan (dosa percabulan dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks--homoseks, lesbian, seks pada diri sendiri--, nikah yang salah--kawin campur, kawin cerai, perselingkuhan). Mau dilarang seperti apapun, tidak bisa. Itulah dosa.

    Semua dilakukan oleh manusia di dalam dunia ini.
    Akibatnya: manusia dalam keadaan tidak ada damai sejahtera dan ketenangan, tetapi hanya ada ketakutan/stres, letih lesu, beban berat, kesusahan, dan air mata; sama dengan terkutuk--hidup dalam kutukan/duri-duri--sampai binasa selama-lamanya di neraka. Tidak ada pilihan lain!
    Kalau berbuat dosa sampai puncaknya dosa, pasti tidak ada kedamaian, ketenangan, dan kebahagiaan.

    Inilah keadaan orang yang berbuat dosa sampai puncaknya dosa.
    Celakanya, semua yang ada di dalam dunia ini, yaitu kekayaan, kepandaian, kedudukan dan lain-lain tidak bisa melepaskan manusia dari dosa. Bahkan semua manusia di dunia termasuk rohaniawan--rasul, nabi, semua yang ada di alkitab--adalah orang berdosa, sehingga tidak bisa melepaskan dosa sendiri, apalagi dosa manusia. Ini sungguh-sungguh jalan buntu. Manusia sudah ketakutan, stres, letih lesu dan berbeban berat, susah payah, sampai terkutuk dan binasa, tetapi dari dunia tidak ada yang bisa menolong dan menyelesaikan dosa-dosa.

    Jalan keluarnya dari sorga. Hanya Yesus! Ia harus datang ke dunia--natal--untuk menjadi satu-satunya manusia yang tidak berdosa dan harus mati di kayu salib untuk melepaskan kita dari dosa-dosa dan Ia harus bangkit untuk membenarkan kita; menyelamatkan kita; dan membebaskan kita dari maut/ketakutan.

    Roma 4: 25
    4:25. yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

    Yesus mati di kayu salib untuk menanggung dosa-dosa kita; melepaskan kita dari dosa, dan Dia harus bangkit untuk membenarkan kita; menyelamatkan kita; dan membebaskan kita dari maut.

    Inilah jalan dari TUHAN.
    PERSIAPAN TUHAN adalah Ia harus mati dan bangkit untuk mebebaskan kita dari dosa/maut/kebinasaan. Ini persiapan TUHAN yang sungguh-sungguh untuk segera datang kembali. Ia lebih dulu mati dan bangkit untuk membebaskan kita dari dosa dan menyelamatkan kita, karena di dunia tidak ada kekuatan untuk menyelamatkan kita.

    Lalu, bagaimana dengan persiapan kita gereja TUHAN?
    PERSIAPAN GEREJA TUHAN untuk menghadapi ketakutan/stres karena dosa--sama dengan persiapan gereja TUHAN untuk menyambut kedatangan TUHAN kedua kali--kita baca dalam Matius 11: 28-30.

    Matius 11: 28-30
    11:28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
    11:29. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
    11:30. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

    Persiapan kita adalah belajar kepada Yesus di kayu salib, yaitu:


    • Belajar rendah hati.
      Rendah hati adalah


      1. Kemampuan utnuk mengaku dosa, kekurangan, dan kelemahan kita kepada TUHAN (vertikal) dan sesama (horixontal)--kayu salib. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.


      2. Kemampuan untuk mengakui kelebihan orang lain. Jangan difitnah karena kita iri! Ktia malah tidak maju. Kalau belajar dari pembangun tubuh Kristus, gampang. Kalau kaki kiri maju, tidak mungkin kaki kiri terus yang maju. Kalau kaki kiri maju dan kita ikuti, satu waktu kaki kanan juga akan maju.

        Kalau iri dan kita menyandung, maka kedua-duanya akan jatuh. Tidak bisa!


      Inilah rendah hati. Kita bisa mengaku kekurangan dan kelemahan kita. Yang ada pada kita hanya kekurangan, kelemahan, dan dosa-dosa. Akui pada TUHAN dan sesama!
      Tetapi rendah hati juga berarti kita tidak melihat kesalahaan orang lain--tidak ada salah tetapi dicari salahnya--, tetapi kita lihat kelebihan orang lain. Kita bisa mengakui kelebihan orang lain.

      Mari, kita belajar rendah hati pada Yesus di kayu salib.


    • Belajar lemah lembut.
      Lemah lembut adalah kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

      "Siapa kita? Kalau TUHAN tidak mengampuni kita, saya tidak ada di sini. Saya sudah umur 54 tahun. Dosanya sudah berapa banyak. Semakin tua, dosanya semakin banyak, kalau TUHAN tidak mengampuni kita. Tetapi kalau TUHAN mengampuni kita, semakin ia tua dan dia rendah hati untuk mengakui dsoanya, maka dosanya akan semakin habis."

      Mari sungguh-sungguh! Kita mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.


    Kalau kita sudah rendah hati dan lemah lembut--saling mengaku dan menganpuni--, darah Yesus dari kayu salib akan menyelesaikan dan menghapus dosa-dosa kita, sehingga ktia bisa hidup dalam kebenaran; dalam damai sejahtera. Tidak ada ketakutan lagi.

    Di mana ada kebenaran, di situ ada damai sejahtera. Jangan dibalik: di mana ada uang, d situ ada damai! Sekarang ada peraturan-peraturan pemerintah yang baru, orang bingung. Ditaruh di luar negeri bagaimana, tidak ditaruh bagaimana. Sudah bingung! Bukan juga di mana ada gereja besar, di situ ada damai. Belum tentu! Yang ada malah pengadilan, karena saling mengadu. Ini bisa terjadi, tidak peduli gereja besar atau kecil. Bukan itu.
    Tetapi, di mana ada kebenaran, di situ ada ketenangan dan damai sejahtera.

    Kita belajar pada Yesus. Di akhir zaman ada ketakutan yang membunuh secara tubuh dan membinasakan, sehingga kita tidak bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

    Persiapan kita untuk menghadapi ketakutan adlah belajar pada Yesus, yaitu rendah hati dan lemah lembut. Buang dosa dan hidup dalam kebenaran, ketenangan, dan damai sejahtera.

    Hasilnya:


    • Semua menjadi enak dan ringan ('Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan'). Hidup jadi enak dan ringan, tidak bosan hidup; nikah jadi enak dan ringan, tidak ada yang mau bercerai; pelayanan jadi enak dan ringan, tidak ada yagn mau pensiun. Hanya orang bodoh kalau melepaskan yang enak dan ringan, malah cari yang berat-berat. Kalau enak dan ringan, kita akan melayani sampai TUHAN datang.


    • Hasil kedua: kita diberkati oleh TUHAN sampai ke anak cucu dan menjadi berkat bagi roang lain, bahkan sampai hidup kekal.
      Mazmur 37: 25-26
      37:25. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
      37:26. tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

      'orang benar'= bukan orang kaya atau orang miskin, tetapi orang benar. Mari, kita menjadi orang benar.


    Inilah cita-cita kita. Biarlah malam ini, kaum muda banyak cita-citanya, tetapi cita-cita itu dipertajam atau ditingkatkan, yaitu menjadi orang benar--hidup dalam kebenaran. Ini diwariskan sampai ke anak cucu, bahkan sampai hidup kekal.

    Sementara Yesus akan datang kembali, banyak yang dilanda ketakutan. Banyak yang stres dan mati secara tubuh, bahkan mati rohani--binasa dan tidak bisa menyambut kedatangan TUHAN.

    Persiapan Yesus adalah Ia harus mati dan bangkit untuk mengalahkan ketakutan/maut. Dia sudah lakukan itu.
    Persiapan kita hanya belajar pada Yesus di kayu salib. Dia mati untuk mengakui dosa-dosa kita. Mari, kita mengaku dosa-dosa kita.
    Dia juga mengamuni di kayu salib: 'Bapa, ampunilah mereka, mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.' Mari, kita juga mengampuni orang lain. Selesai! Kita hidup benar, damai sejahtera, sehingga semua menjadi enak dan ringan, dan kita diberkati sampai anak cucu dan menjadi berkat bagi orang lain, sampai hidup kekal.


  2. Markus 4: 35-39
    4:35. Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."
    4:36. Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
    4:37. Lalu
    mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
    4:38. Pada waktu itu Yesus sedang
    tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
    4:39. Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "
    Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

    Ketakutan yang kedua: ketakutan yang disebabkan oleh angin gelombang di lautan dunia, untuk menenggelamkan perahu kehidupan kita, sehingga tidak bisa mencapai pelabuhan damai sejahtera; tidak bisa masuk Yerusalem baru; tidak bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

    Kita mengikut dan melayani TUHAN bagaikan naik kapal dan mengarungi lautan dunia, tetapi di tengah jalan dihantam oleh angin gelombang untuk menenggelamkan kehidupan kita sehingga tidak mencapai pelabuhan damai sejahtera.

    Angin dan gelombang, artinya:


    • Angin menunjuk pada angin pengajaran palsu. Banyak macamnya. Salah satunya adalah Ajaran Babel di dalam Wahyu 17.
      ajaran Babel ini yang sekarang dikumandangkan di dunia akhir zaman, yaitu:


      1. Ajaran palsu yang mendorong sidang jemaat hanya mencari berkat-berkat dan hiburan jasmani di dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.

        Ini yang sedang bergentayangan saat-saat ini. Ibadah dijadikan entertainment, tetapi tanpa penyucian; tanpa pedang firman. merokok jangan disinggung, nanti lari orangnya, apalagi soal kawin-cerai. Takut semua dan cari yang enak-enak saja: Saudara diberkati, saudara hebat. Padahal dibaliknya bagaimana?

        Hiburan-hiburan jasmani masuk di gereja. Benar-benar Babel sudah merajalela.


      2. Ajaran tentang kawin campur. Sekarang, kawin campur diizinkan, malah diberkati. Tidak seiman, bisa diberkati.
        Kemudian kawin-cerai, juga sudah sudah bisa. Lebih menuntut lagi, homoseks dan lesbian. Sudah berapa negara yang memberkati homoseks dan lesbian.

        "Saya selalu ingat, tahun 2009 saya mengunjungi Amerika Serikat. Hamba-hamba TUHAN berkata: 'Doakan kami!': 'Kenapa?': 'Ini sudah jadi Rancangan Undang-undang supaya homoseks dan lesbian diberkati di rumah TUHAN. Kalau ini jadi undang-undang, bahaya.': 'Kenapa?': 'Kalau hamba TUHANnya tidak mau, dia bisa dilaporkan dan ditangkap.' Ngeri. Dan sekarang sudah banyak, sudah beberapa negara yang menyetujui."

        Tinggal satu, yaitu kawin-mengawinkan--seks bebas. Kalau ini disetujui dalam gereja, berarti TUHAN sudah datang. Ini sudah yang terakhir. Tinggal satu langkah!


      Inilah ajaran Babel. Baru satu saja, sudah ngeri. Belum lagi ajaran Izebel dan lain-lain. Banyak sekali ajaran-ajaran palsu.

      Angin pengajarn palsu enak bagi daging; meninabobokan daging, tetapi sudah tidak ada penyucian, sehingga membuat anak TUHAN/hamba TUHAN takut berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar yang tidak enak bagi daging; takut untuk memegang pedang firman--takut dikucilkan di organisasi dan sebagainya.

      Pedang firman tidak enak bagi daging. Sudah bergeser. Salomo dari masa muda pegang pedang. Saat itu ia menghadapi dua perempuan sundal yang memperebutkan anak. Yang bisa menyelesaikan hanya pedang, waktu Salomo masih muda. Setelah ia jadi tua, ia takut pada isterinya. Hati-hati ibu dan isteri, jangan mempengaruhi! Anak-anak yang pandai, jangan pengaruhi orang tua untuk lepaskan pedang! Jangan! Fatal, celaka betul! Kita sungguh-sungguh malam ini.

      Kalau sudah takut untuk berpegang teguh, akhirnya akan bimbang terhadap firman pengajaran yang benar sampai menolak firman pengajaran yagn benar--seperti Salomo yang melepaskan pedang.

      "Apalagi kalau dapat gelar Pdm, lalu dapat gereja: Luar biasa, dahsyat! Sekarang: Ah, salah ini! Sudah mulai bimbang, sampai menolak firman pengajaran yang benar."

      Menolak firman pengajaran yang benar sama dnegna gugur dari iman; tinggalkan Yesus, bukan ikut Yesus lagi. Masih beribadah melayani, tetapi tanpa pedang firman, bukan lagi melayani Yesus, tetapi melayani Babel--gereja palsu. Kita sungguh-sungguh!

      Ajaran palsu ini mengenakkan daging, tidak pernah digores dan ditunjuk dosanya. Hati-hati!


    • Gelombang menunjuk pada pencobaan-pencobaan dan masalah-masalah yang mustahil, yang membuat hamba TUHAN/pelayan TUHAN kecewa, putus asa, dan mencari jalan sendiri di luar firman.

      ini yang bahaya! Saat menghadapi maslah dan pencobaan di segala bidang, misalnya kurang uang, bisa korupsi karena mencari jalan sendiri di luar firman.
      Dengarkan! Jalan sendiri di luar firman--bukan jalan keluar--adalah jalan buntu dan kebinasaan. Ini yang membuat gugur dari iman--saat kita korupsi, saat itu kita gugur dari iman. Kita sungguh-sungguh!

      Ini banyak terjadi. Jangankan masalah jasmani, masalah rohanipun juga menggunakan cara jasmani--di luar firman. masalah jemaat ini hati-hati, saling tarik sana sini dengan cara-cara jasmani dan tidak sesuai firman. yang rohanipun sudah memakai jalan sendiri. Nikah hati-hati! Banyak emmakai jalan sendiri. Kaum muda hati-hati! Tidak direstui, lalu kawin lari. Itu bukan jalan keluar, tetapi jalan buntu dan kebinasaan--gugur dari iman.


    Akibat dari angin dan gelombang adalah membuat kita gugur dari iman dan tinggalkan TUHAN; sama dengan tenggelam.
    Tenggelam, artinya merosot. Kalau kita sudah lepaskan pedang firman pengajaran yang benar, sudah mau usaha bagaimanapun, pasti merosot sampai habis.

    "Ini yang saya takutkan. Secara rohani: merosot--kering. Secara jasmani: semua merosot. Kalau kami hamba TUHAN, rohani kering, kuantitas juga merosot. Itu berarti sedang tenggelam, karena kita seringkali mau lepaskan pedang. Menghadapi masalah, kit amau jalan sendiri di luar firman. otomatis, kalau sudah bimbang terhadap firman, akan cari jalan sendiri di luar firman. ini yang seringkali kami mohon doa dari sidang jemaat. Jangan sampai kering! Kalau lapar, kami semua hamba TUHAN sudah pernah mengalami. Bukan hanya tidak ada uang, tidak ada air minumpun saya sudah merasakan. Tidak apa-apa, TUHAN tolong. Tapi jangan kering. Kalau kering, sudah tidak bisa ditolong, kecuali kembali memegang pedang."

    Kita jaga, jangan samapi kering! Jagnan samapi tenggelam/merosot/gagal total! Kalau sudah tenggelam, tidak bisa mencapai pelabuhan damai sejahtera; ketinggalan saat Yesus datang kembali kedua kali; berarti kebinasaan di lautan api dan belerang.

    Inilah angin dan gelombang yang melanda kita hari-hari ini. Bahkan di injil Matius dikatakan: Sekonyong-konyong. Hati-hati! Kita berjaga betul-betul. Persiapan matang hari-hari ini! Iman mau digugurkan, mau dihancurkan dan kapal kita mau ditengelamkan oleh setan. Kita sungguh-sungguh malam hari ini.

    JALAN KELUARNYA: Yesus tidur dan bangun. Ini menunjuk pada Paskah. Murid-murid tadi melupakan Yesus. Kita juga banyak kali melupakan firman pengajaran yang benar--pedang firman. kita mengandalkan kepandaian dan lain-lain untuk melayani TUHAN, lalu melepaskan pedang. Tidak bisa! Sedang di dunia saja, sudah sarjana ekonomi, baru diterima di bank, sudah cocok, masih ditraining. Berarti tidak cukup; sudah hebat, tetapi tidak cukup untuk melakukan perkara di dunia, apalagi perkara sorga, bukan tidak cukup, tetapi tidak bisa.

    Bukan bergantung pada kepandaian dan lain-lain, tetapi pada pedang firman. itulah pekerjaan sorga. Jangan dilepas! Murid-murid tinggalkan Yesus, tidak bisa, malah tenggelam. Untunglah mereka datang dan membangunkan Yesus yang sedang tidur.

    Yesus bangun dan berseru: 'Diam! Tenang!'
    Inilah jalan keluarnya, yaitu Yesus tidur--sama dengan mati di kayu salib--dan bangun--sama dengan bangkit. Ini kuasa paskah untuk meneduhkan lautan dunia dari angin dan gelombang.

    Malam ini kita merayakan Paskah.
    Yesus sudah siap, yaitu Dia tidur dan bangun; mati dan bangkit, sehingga semua menjadi teduh. Sudah cukup.

    Petrus hamba TUHAN yang hebat dan senior, tetapi bimbang begitu dirasanya angin dan ia mulai tenggelam. Apalagi kita!

    "Saya baru 23 tahun melayani, masih junior. Mari, hamba TUHAN yang sudah senior jadi teladan bagi kami. Sudah harus jadi teladan."

    Pesan rasul Paulus kepada Timotius yang masih muda: Tegas untuk membuang ajaran palsu, pegang ajaran yang benar! Yang muda harus begitu. Kalau yang sudah senior dalam pengajaran, sudah harus menjadi teldan. Semua harus waspada dan dalam persiapan matang untuk menghadapi angin gelombang di lautan dunia; menghadapi kedatangan Yesus kedua kali.

    PERSIAPAN GEREJA TUHAN untuk menghadapi angin dan gelombang di luatan dunia--persiapan menghadapi kedatangan Yesus kedua kali adalah diam dan tenang, seperti Yesus. Kita hanya belajar dari Yesus:


    • Diam, artinya berdiam diri; koreksi diri lewat ketajaman pedang firman yang benar. Jika ditemukan dosa, bertobatlah; mengaku, diampuni, bertobatlah; stop dosa baik secara tubuh, jiwa, dan roh.

      Dosa itu ada yang mengikat tubuh: percabulan, merokok, makan-minum; ada yang mengikat jiwa: kikir, fitnah, dusta; dan ada yang mengikat roh: penyembahan berhala. Stop semua!


    • Tenang, artinya menguasai diri, sehingga:


      1. Tidak beredar-edar. Apalagi kalau perahu mau tenggelam, terus kita ke sana ke mari, akan cepat tenggelam. Kuasai diri supaya tidak beredar-edar, tetapi tetap tergembala dengan benar dan baik; tergembala pada firman pribadi Yesus--firman pengajaran yang benar--, bukan kepada manusia atau organisasi; seperti carang melekat pada Pokok anggur yang benar.

        Yakub tenang, tetapi Esau beredar-edar. Edau hebat, berwarna merah dan berbulu--ada urapan--, ada hak sulung, tetapi begitu ia beredar-edar, ia hilang!
        Yakub tidak punya apa-apa, tetapi ia tenang dan ia mendapatkan segala-galanya.

        Penggembalaan ini penting. Bukan tergembala pada orang atau organisasi, tetapi pada pribadi Yesus--pengajaran yang benar.


      2. Tidak berharap pada orang lain. Naik kapal dan sudah mau tenggelam, kalau berharap yang lain, akan tenggelam.
        Kita tidak berharap pada orang lain, tetapi hanya percaya dan berharap pada Yesus, sehingga kita bisa berdoa.

        1 Petrus 4: 7
        4:7. Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.


    Diam--bertobat--dan tenang--berdoa--, bagaikan mengulurkan tangan kepada TUHAN. Kita menyeru nama Yesus: 'Yesus, tolong!' dan TUHAN akan mengulurkan tangan-Nya kepada kita.

    Malam ini, TUHAN izinkan ketenggelaman dan kemerosotanterjadi pada kita. Bagi hamba TUHAN, terjadi dalam pelayanan.

    "Saya paling takut kalau merosot. Kalau saya duduk di depan, selalu saya tinjau kalau ada bangku yang kosong: 'Siapa yang duduk di situ?' Jangan sampai merosot."

    Kenapa TUHAN izinkan kita tenggelam dalam hal ekonomi, pelayanan dan lain-lain? Karena seringkali kita bimbang.
    Mari, kesempatan pada malam ini. Mungkin air sudah di bibir, tetapi masih bisa berseru: 'Yesus, tolong!' Kita bertobat dan berdoa. Mungkin air sudah di atas bibir, tetapi dengan kekuatan baru lewat firman pengajaran yang benar, kerahkan tenaga untuk mendongak dan berseru: 'Yesus, tolong saya!' Masih bisa ditolong!

    Kalau kita mengulurkan tangan dan menyeru nama Yesus, Ia akan mengulurkan tangan dan lautan menjadi teduh. Semua masalah yang mustahil selesai pada waktunya; kita mengalami damai sejahtera. Tidak ada ketakutan, ada masa depan yang berhasil dan indah; yang gagal menjadi berhasil. Kalau laut sudah teduh, kapal mudah sekali untuk lewat. Biar kapalnya sederhana--ijazah kecil dan lain-lain--, bisa meraih masa depan yang indah. Kita hanya bertobat dan berdoa--mengulurkan tangan--, setiap saat hanya berseru nama Yesus. Tangan TUHAN yang bekerja, ada masa depan yang berhasil dan indah.

    Kaum muda, mungkin orang tua sederhana, jangan salahkan dan sakiti hati orang tua, tetapi tetap bertobat dan berdoa--diam dan tenang--, serahkan dalam tangan TUHAN. Kalau di dunia ini sudah tidak ada yang mampu, kesempatan bagi kita untuk menyerahkan ke dalam tangan TUHAN. Biarlah Dia yang bekerja untuk memberikan masa depan sampai mencapai pelabuhan damai sejahtera--Yerusalem baru.

    Memperingati Paskah, Yesus mati dan bangkit untuk mengalahkan ketakutan karena dosa.
    Persiapannya: kita hidup benar, lemah lembut dan rendah hati.
    Hasilnya: semua menjadi enak dan ringan, dan kita diberkati oleh TUHAN.

    Yang kedua, ketakutan menghadapi angin dan gelombang.
    Persiapannya: diam dan tenang; kita ulurkan tangan pada TUHAN.
    Hasilnya: semua menjadi teduh. TUHAN tolong kita semua.


  3. Wahyu 6: 15-17
    6:15. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
    6:16. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
    6:17. Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

    Ketakutan yang ketiga: ketakutan pada saat kedatangan Yesus kedua kali. Ini puncaknya.

    Yang pertama: ketakutan karena dosa. Kita belajar pada Yesus, yaitu rendah hati dan lemah lembut. Selesaikan dosa-dosa! Kita akan mengalami damai sejahtera.

    Yang kedua: ketakutan menghadapi angin dan gelombang di lautan dunia. Kita diam dan tenang.

    Yang ketiga: takut memandang Yesus ketika Ia datang kembali kedua kali.

    Jika hamba TUHAN/pelayan TUHAN takut memandang Yesus saat Ia datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai raja dan mempelai pria sorga, ia akan tertinggal, hancur, dan binasa bersama dunia--masuk dalam kiamat. Semua yang dikumpulkan di dunia tidak ada artinya; semua musnah.

    Mengapa takut memandang TUHAN yang datang kembali dalam kemuliaan sebagai raja dan mempelai pria sorga? Sebab mulai sekarang ini tidak mau memandang wajah Yesus, tetapi seringkali membelakangi TUHAN--memberoontak kepada TUHAN. Kalau TUHAN datang, ia tidak akan kuat memandang Yesus.

    Yeremia 2: 27-28
    2:27. yang berkata kepada sepotong kayu: Engkaulah bapaku! dan kepada batu: Engkaulah yang melahirkan aku! Sungguh, mereka membelakangi Aku dan tidak menghadapkan mukanya kepada-Ku, tetapi pada waktu mereka ditimpa malapetaka mereka berkata: Bangkitlah menyelamatkan kami!
    2:28. Di manakah para allahmu yang kaubuat untuk dirimu? Biarlah mereka bangkit, jika mereka dapat menyelamatkan engkau pada waktu malapetakamu! Sebab seperti banyaknya kotamu demikian banyaknya para allahmu, hai Yehuda!

    Di sini, membelakangi TUHAN sama dengan menyembah berhala. Seringkali kita menyembah berhala, yaitu uang, kedudukan, manusia; bukan menyembah TUHAN.

    Salah satu contoh adalah Yudas Iskariot. Ia seorang rasul dan bendahara--kepercayaan TUHAN--, tetapi ia tidak pernah memandang wajah TUHAN. Selalu memandang yang di bawah--istilahnya adalah telungkup. Tidak pernah terlentang.

    Yudas Iskariot telungkup--seperti memeluk bumi. Ia membelakangi TUHAN--menyembah berhala--yaitu terikat pada keinginan akan uang; cinta uang, sehingga mengorbankan perkara rohani--mengorbankan Yesus/pengajaran yang benar.

    Bukan berarti tidak boleh punya uang. Tetapi kalau diperhadapkan pada uang dan pengajaran yang benar, mana yang kit apilih? Kalau pilih uang, itulah menyembah berhala. Diperhadapkan pada manusia dan Yesus--pengajaran yang benar--, mana yang dipilih? Yudas diperhadapkan untuk memilih ahli Taurat-orang Farisi dan Yesus. Ia memilih ahli Taurat yang ajarannya bertentangan dengan Yesus. Inilah penyembahan berhala, tidak memandang wajah Yesus, tetapi membelakangi. Sekalipun berkata: Saya menyembah TUHAN tiga jam. Tetapi pilih mana? Uang atau Yesus; manusia atau pengajaran yang benar; kedudukan atau Yesus? Kalau tidak memilih Yesus--pengajaran benar--itulah penyembahan berhala; sama dengan telungkup--hanya memandang perkara di bawah; membelakangi TUHAN.

    Akibatnya: jatuh tertelungkup--memeluk bumi; seperti ular menjalar--sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.
    Kisah Rasul 1: 18
    1:18. --Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh
    tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.

    Dapat uang, tetapi hanya untuk beli tanah kuburan, untuk apa? Karena tidak pernah melihat Yesus--pengajaran yang benar--, tetapi hanya melihat manusia, uang, kedudukan dan sebagianya.

    Tertelungkup= memandang perkara-perkara dunia, sehingga Yudas menjadi 5P, yaitu:


    • Pencuri--ia mencuri milik TUHAN, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Para hamba TUHAN, hati-hati soal persepuluhan dan persembahan khusus ini. Banyak kali hanya iuran--seperti bayar listrik--, bukan persepuluhan.

      "Saya berani mengatakan di depan sidang jemaat, kalau hamba TUHAN pencuri, bagaimana sidang jemaatnya? Jangan dibodohi hari-hari ini! Berdoa sungguh-sungguh. Kalau hamba TUHANnya pencuri, jemaat mau jadi apa? Serius! Khotbah memang bisa, tetapi membawa kepada TUHAN atau membelakangi TUHAN? Hati-hati!"


    • Pura-pura/munafik. Waktu Yesus mau ditangkap, murid-murid lari, tetapi Yudas memeluk dan mencium Yesus, padahal ia hanya berpura-pura berbuat baik untuk menutupi dosa.


    • Pendusta. TUHAN berkata: Siapa mencelupkan roti bersama Aku, dialah itu. Ttapi Yudas menjawab: Bukan aku.


    • Pendakwa. Kalau sudah pendusta, pasti pendakwa. Kalau 'bukan aku,' berarti 11 murid yang lain, termasuk Yesus. Mendakwa pengajaran yang benar, padahal dia yang salah. Jangan main-main!


    • Pengkhianat= tidak setia dalam ibadah pelayanan sampai tinggalkan jabatan pelayanan.


    Inilah Yudas, sehingga ia jatuh tertelungkup dan isi perutnya tertumpah ke luar. Ia dipermalukan dan dibinasakan untuk selamanya.

    Hati-hati! Sekarang kita diperhadapkan pada Yesus--pengajaran yang benar--atau ahli Taurat dan orang Farisi. Kalau pilih manusia, berarti menjadi penyembah behala, seperti Yudas Iskariot yang tertelungkup.

    Kalau ada firman pengajaran yang benar, tetapi kita tidak mendukung, bahaya! Akan tertelungkup, hanya memandang manusia dan uang. Hati-hati! Kita sama-sama menjaga.

    Lain dengan rasul Paulus. Ia ditelentangkan. Ini sikap yang benar.
    Kisah Rasul 22: 25
    22:25. Tetapi ketika Paulus ditelentangkan untuk disesah, berkatalah ia kepada perwira yang bertugas: "Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Rum, apalagi tanpa diadili?"

    Paulus telentang, artinya selalu memandang Yesus, Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa. Inilah sikap kita kalau mau menyambut kedatangan Yesus kedua kali; memandang Dia dalam kemuliaan, malah kita bersukaria.

    Mari, mulai dari sekarang kita telentang, artinya memandang Yesus yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa, sehingga kita bukan takut.

    Di sini, Paulus lagi dicambuk dan disesah karena mengajar jalan TUHAN--pengajaran yang benar. Kalau ia mau telungkup--mau menerima pengajaran lain--, gampang. Tetapi ia tetap bertahan. Bukan takut kepada manusia, tetapi takut akan TUHAN. Inilah PERSIAPAN KITA.

    Inilah, orang yang telentang adalah orang yang takut akan TUHAN, bukan takut karena dosa, gelombang, dan takut memandang TUHAN.

    Takut akan TUHAN sama dengan kuat teguh hati.
    Mari, hari-hari ini dicari orang yang takut akan TUHAN.

    Persiapan pertama untuk menghadapi kedatangan Yesus: rendah hati dan lemah lembut.
    Persiapan kedua: diam dan tenang.
    Persiapan ketiga: takut akan TUHAN.

    Kuat teguh hati, artinya:


    • Berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran apapun resikonya--rasul Paulus sampai berkorban nyawa.
      Kisah Rasul 15: 25-26
      15:25. Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi,
      15:26. yaitu dua orang yang
      telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus.

      Nama Yesus sama dengan firman pengajarna yang benar (dalam kitab Wahyu).


    • Tidak kecewa, putus asa, dan tinggalkan TUHAN sat menghadpai pncobaan, disesah, penderitaan karena Yesus, difitnah dan lain-lain, tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepda TUHAn sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai TUHAn datang--dan tidak menghiraukan nyawa--seperti yang diteladankan oleh rasul Paulus.

      Kisah Rasul 20: 24
      20:24. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.


    • Tetap menyembah TUHAn Sang Raja dan Mempelai Pria Sroga dengan 'Haleluya'.
      Wahyu 19: 6
      19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

      Sadrakh, Mesakh, dan Abednego hanya mengatakan: 'Kalau kami tidak ditolong, kami tetap tidak menyembah patung. Kami menyembah TUHAN.'


    Ini sama dengan hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang tampil sebagai bintang-bintang yang bercahaya.
    Kita hanya bergantung pada firman. bintang ini tidak ada kaitan dengan bumi. Ia berpegang pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran, ia hidup dari TUHAN; tetap setia berkobar-kobar; dan tetap menyembah TUHAN.

    Wahyu 1: 20
    1:20. Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."

    Bintang ada di dalam tangan kanan TUHAN.

    Malam ini,


    • Menghadapi ketakutan karena dosa, kita rendah hati dan lemah lembut, selesaikan dosa, sehingga ada damai sejahtera dan kita diberkati.
    • Menghpadapi ketakutan karena angin dan gelombang, kita diam dan tenang, sehingga semua menjadi teduh.
    • Menghadapi ketakutan saat Yesus datang kembali, kita banyak memandang Yesus di sebelah kanan takhta Allah Bapa--telentang, tidak ada kesempatan melihat bumi--, sehingga kita menjadi bintang-bintang yang bercahaya. Kita kuat teguh hati, yaitu takut akan TUHAN, pegang pengajaran, tetap setia berkobar-kobar sampai garis akhir, dan tetap menyembah TUHAN.


    Kita menjadi bintang yang dipegang tangan kanan TUHAN. Tidak ada lagi ketakutan, bahkan menjadi nikmat.

    Hasilnya:


    • Mazmur 16: 11
      16:11. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

      Hasil pertama: ktia dipelihara TUHAN, ada sukacita yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun. Tidak ada lagi ketakutan atau stres. Ini pengertian dari nikmat.

      "Mari rekan hamba TUHAN, jangan stress kalau membangun gereja. Tidak usah bingung. Kalau TUHAN bilang pakai stainless, biar TUHAN yang beli. Kalau tidak, ya pakai bambu saja. Tidak apa-apa. Tidak usah stres. Kami mau meluaskan gereja, berapa milyar itu. Tidak perlu stres, tidak perlu hentikan ibadah semacam ini untuk kumpulkan uang. Tidak perlu. Biar saja, kalau sudah butuh, TUHAN sendiri yang menyediakan. Kita membangun gereja itu rumah TUHAN, bukan rumah saya. Kalau rumah TUHAN, berarti TUHAN yang tanggung jawab. Tidak usah hutang. Jangan takut terus! Mari, dipegang tangan kanan TUHAN dan nikmat senantiasa."


    • Mazmur 118: 15-16
      118:15. Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
      118:16.
      tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

      Hasil keduaa: tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan untuk mengalahkan semua musuh.
      Artinya: menyelesaikan semua masalah yang mustahil. Kita merasakan nikmat.

      "Dalam kesulitanpun kita bisa merasa nikmat. Kalau tidak percaya, tanya hamba TUHAN. Dalam berpuasa, nikmat? Nikmat."


    • Hasil ketiga: tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan kita.
      Artinya: mengangkat kita dari ketenggelaman, kejatuhan, kemerosotan.

      "Saya juga. Di saat-saat semacam ini, saya berterima kasih pada TUHAN. Kalau doa sendiri, berat. Tetapi ini berapa hamba TUHAN dan anak TUHAN, mari doa sama-sama. Inilah ibadah persekutuan. Satukan hati dan doa sama-sama."

      Semua diangkat oleh TUHAN. Yang merosot, tenggelam, dan jatuh dalam dosa, jangan dihakimi, tetapi biarlah semua diangkat oleh TUHAN.

      Terjadi pengangkatan dan pemulihan, semua jadi berhasil dan indah.
      Sampai yang terakhir, diangkat artinya kita disucikan dan diubahkan sampai saat TUHAN datang kembali, kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia. Ada sorak sorai dari segala bangsa di dunia dengan satu bahasa 'Haleluya'--satu tubuh Kristus hanya satu sorak sorai di awan-awan yang permai. Kita diubahkan sampai tidak salah dalam perkataan, hanya menyeru: 'Haleluya'.

      Wahyu 19: 6-7
      19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
      19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

      Persiapan sudah matang. 'Aku datang segera': 'Amin, datanglah TUHAN Yesus, Haleluya.' Kita bersorak dan bersama Dia selama-lamanya.

Rendah hati dan lemah lembut; diam dan tenang; dan takut akan TUHAN--kuat teguh hati. Kita ada di dalam tangan kanan TUHAN. Tidak goyah, tetapi nikmat; tidak takut, tetapi nikmat senantiasa; menang senantiasa; dan ditinggikan pada waktunya.

Malam ini kita pulang tanpa ketakutan lagi, tetapi ada nikmat, ada pengangkatan dan pemulihan dari TUHAN.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top