English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 22 Juli 2014 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Proses Yesus menjadi roti yang diletakkan...

Ibadah Doa Surabaya, 06 Agustus 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Oktober 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:32-35 menunjuk nubuat yang ke-6 yaitu nubuat tentang pohon ara/ Israel.

Matius 24:32-33, pohon ara...

Ibadah Raya Malang, 28 Juni 2015 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Markus 10:13-14,16
10:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka;...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Juli 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 11 Mei 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas pasal 4 dan 5 dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 November 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:30-35 adalah tentang PERINGATAN KEPADA PETRUS.

Petrus yang adalah rasul senior masih perlu...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Februari 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Desember 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 29
= Keadaan pada masa kedatangan Yesus yang kedua kali, yaitu terjadi kegoncangan-kegoncangan dan...

Ibadah Raya Surabaya, 05 September 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 14-30
= perumpamaan tentang talenta.
ay. 14= Tuhan mempercayakan harta Surga kepada manusia berdosa= KEMURAHAN TUHAN.
ay. 15= Tuhan memberikan talenta...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 November 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Doa Surabaya, 08 Desember 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 01 April 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 31
= terjadi sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan dalam kemuliaan dan...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Juni 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 32-35
Nubuat ke-6= NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman: jaman...

Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 36-46= GETSEMANE.
'Getsemane'= tempat pemerasan daging.
Di Getsemane, Yesus mengalami pemerasan daging (sengsara daging tanpa dosa= percikan darah).
Di akhir jaman, gereja Tuhan/pengikut-pengikut Yesus juga harus...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Paskah Persekutuan II di Hotel Tunjungan Surabaya, 09 Mei 2015 (Sabtu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Tema: Keluaran 12: 21-23
"Kuasa Darah Anak Domba Paskah"

Dalam perjanjian lama, bangsa Israel menyembelih anak domba Paskah dalam wujud binatang dan memberi tanda darah anak domba paskah pada pintu-pintu rumah mereka, sehingga mereka terlepas dari tulah kematian anak sulung; terleppas dari maut. Sedangkan rumah orang Mesir--dari rakayat jelata sampai Firaun yang hebat--, ada tanda tulah kematian anak sulung, karena tidak punya tanda darah.

Dari sini, kita belajar bahwa kuasa darah anak domba Paskah lebih dari apapun di dunia.
Jadi, jangan bangga kalau kita memiliki semuanya. Sebab, tanpa darah anak domba Paskah hanya senasib dengan Firaun, tidak berdaya apa-apa.
Begitu juga yang dalam kekurangan, jangan pesimis. Selama kita memiliki tanda darah anak domba Paskah, TUHAN sanggup memakai, menolong sampai memberkati kita.

Taruh tanda darah anak domba Paskah di pintu hati, gereja, rumah tangga kita dan semuanya. Dan TUHAN akan bekerja untuk mengadakan mujizat di sana.

Wahyu 1: 5-6
1:5. dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya--
1:6. dan yang telah membuat kita menjadi suatu
kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

Dalam perjanjian baru, darah anak domba Paskah sama dengan darah Yesus; Yesus harus mati di kayu salib.
Darah Yesus bekerja dengan kuasa yang dobel:

  1. Ayat 5: 'melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya'= kuasa darah Yesus sanggup untuk melepaskan kita dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa, sehingga kita bisa hidup benar dan suci.

    Kekayaan dan lain-lain tidak bisa melepaskan kita dari dosa. Hanya Yesus satu-satunya manusia yang tidak berdosa yang sanggup melepaskan kita dari dosa sampai puncaknya dosa lewat kematian-Nya di kayu salib.


  2. Ayat 6: 'menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam'= kuasa darah Yesus sanggup untuk mengangkat kita menjadi imam-imam dan raja-raja.

    Imam dan raja adalah


    • seorang yang benar dan suci, bukan seorang yang pandai-bodoh, kaya-miskin--kalau seperti ini, berarti TUHAN tidak adil.
    • seorang yang memangku jabatan pelayanan.
      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk
      memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Ayat 11= 5 jabatan pokok dalam pelayanan yang bisa dijabarkan menjadi jabatan-jabatan lainnya.

      Kalau sudah hidup suci, tidak ada alasan bagi TUHAN untuk tidak memberi kita jabatan pelayanan; TUHAN harus memberi kita jabatan pelayan. Kalau hanya pandai atau kaya, belum tentu dipakai oleh TUHAN.


    • Ayat 12: 'bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus'= seorang yang beribadah melayani TUHAN dalam pembangunan tubuh Kristus, sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN berikan kepada kita.

      Tadi disebutkan dalam Wahyu 1: 6, 'bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin'.
      Artinya: kuasa darah Yesus bekerja selama-lamanya. Sekali Dia mengangkat kita menjadi imam dan raja, kita harus menjadi imam dan raja selama-lamanya.

      Di dunia ini, semua jabatan/kedudukan ada masa pensiunnya. Hanya satu yang tidak ada pensiunnya, yaitu menjadi hamba TUHAN/pelayan TUHAN; kita akan melayani TUHAN sampai selama-lamanya. Kita tetap melayani sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kedua kali--, bahkan sampai di dalam kerajaan Sorga untuk selama-lamanya.

Inilah kuasa darah Yesus yang bekerja dengan dobel; melepaskan dari dosa supaya kita hidup benar dan suci, dan menaqngkat kita menjadi imam dan raja supaya dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sampai selama-lamanya.

Praktik pelayanan pembangunan tubuh Kristus adalah persekutuan tubuh Kristus yang benar, yaitu:

  • mulai dari dalam nikah rumah tangga yang benar.

    "Kaum muda kalau menikah dengan orang yang bukan satu iman, maka tidak akan pernah menuju pembangunan tubuh Kristus. Sebagai contohnya, kalau tangan saya ada di kaki. Bersekutu semua, kaki ada di kepala, apa gunanya?"

    Sekalipun bersekutu, tetapi kalau tidak benar, apa gunanya? Tidak berguna, sebab tidak mengarah pada pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, bahkan binasa saat TUHAN datang kembali.


  • Penggembalaan yang benar.
    Jadi, jangan tersinggung kalau disebut 'yang benar'. Bukan berarti di sini yang paling benar. Tidak. Harus waspada, sebab ada ayng tidak benar; ada gembala pandir dan gembala pedagang.


  • Antar penggembalaan yang benar.
    Jangan tidak benar, seperti kaki mau ditaruh di kepala. Sekalipun hebat, tetapi kalau tidak benar, apa gunanya?


  • Sampai nanti, persekutuan tubuh Kristus internasional, Israel dengan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna; mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan yang permai.

Jadi, semua harus benar.

"Kalau mengatakan 'ah..sama saja', misalnya (maaf, hanya untuk menjelaskan) di tengah-tengah, tidak laki-laki tidak perempuan. Lalu mengatakan, 'tidak apa-apa, sama saja'. Coba menikah, maka justru membuat sengsara seumur hidup. Begitu juga dalam penggembalaan. Kalau mengatakan, 'oh ...sama saja', justru akan membuat sengsara; seperti kaki ditaruh di kepala, sengsara. Fellowship semacam ini juga. Kalau berkata, 'sama saja', justru sengsara dan tidak menuju pembangunan tubuh."

Persekutuan tubuh Kristus yang benar digambarkan dalam 2 hal:

  1. Yohanes 15= persekutuan carang dengan carang yang melekat pada pokok anggur yang benar. Kalau tidak ada pokoknya--hanya carang dengan carang--, itu berarti ia sudah jatuh dari pokok dan ada di tempat sampah untuk dibakar.

    Kita harus melekat pada pokok anggur yang benar--mulai dari dalam nikah--, supaya ada buah manis. Tidak sia-sia kita menikah, tergembala, dan bersekutu. Satu waktu akan bebuah manis semua. Yakinlah! Mungkin sekarang pahit dalam pelayanan, tetapi kalau kita melekat pada pokok anggur yang benar--persekutuan yang benar--, maka cepat atau lambat akan berbuah manis; menghasilkan air anggur yang manis untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba. Di dalam nikah--pada pernikahan orang Israel--harus ada air anggur.

    Itulah sebabnya persekutuan ini digambarkan sebagai carang dengan carang, tetapi dimulai dengan 'Akulah pokok anggur yang benar', supaya berbuah manis, bukan disiksa.
    Cari pokoknya dulu!

    "Saya sudah merasakan dan sangat merasakan manisnya persekutuan dalam pengajaran yang benar. Kalau dianggap sombong, maafkan. Dulu, waktu Pdt In Juwono, saya hanya digembalakan, tetapi saya menjadi guru sekolah minggu. Waktu Pdt Pong, saya menjadi muridnya dan menjadi hamba TUHAN. Saya merasakan manisnya fellowship. Hari Jumat saya datang, beliau kitab Wahyu, saya injil Maitus, tetapi saya sudah tahu hari Minggu mau khotbah apa. Sudah terbuka kuncinya kalau ada pokok. Betapa manisnya. Waktu beliau meninggal, saya harus puasa 2 kali seminggu untuk memberi makan sidang jemaat karena saya tidak mampu."

    Sungguh-sungguh manis persekutuan yang benar. Tetapi, betapa pahitnya persekutuan yang tidak benar--mulai dari dalam nikah. Hanya kelihatannya saja bahagia, tetapi sebenarnya menuju kepahitan.


  2. Lukas 13: 34
    13:34. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

    'Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu'= usaha TUHAN berkali-kali.
    Yang kedua: persekutuan yang benar digambarkan dengan persekutuan anak-anak ayam di bawah sayap induknya.
    Jadi, belajar persekutuan yang benar ini sederhana sekali, tidak perlu cari gelar yang tinggi-tinggi. Kita hanya belajar pada carang melekat pada pokok dan anak-anak ayam di bawah sayap induknya.
    Sangat mudah dimengerti, tinggal kita mau atau tidak; keras atau lembut. Kalau tetap keras, tidak mau mengerti, satu waktu akan menjadi tidak bisa mengerti.

    Diibaratkan seperti anak ayam di bawah sayap induknya, supaya kita mendapatkan naungan.

Jadi, fellowship semacam ini bukan kemudian pulang tanpa arti, tetapi supaya kita pulang dengan membawa buah manis dan naungan, sebab kita tidak berdaya seperti anak ayam.

Jadi, yang harus diperhatikan dalam persekutuan yang benar adalah:

  1. pokok yang benar,
  2. induk yang benar.

Itulah pribadi Yesus; logos--firman pengajaran benar--yang lahir menjadi manusia.
Ini yang harus kita perhatikan hari-hari ini.
Mau menikah, tergembala atau bersekutu, lihat pokok dan induknya, sampai satu waktu kita menjadi sempurna!

Lukas 13: 34
13:34. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

'Berkali-kali'= merupakan kerinduan dan kehendak TUHAN utnuk menanungi kita--bukan untuk Dia; untuk membawa kita dalam persekutuan yang benar, supaya Ia bisa menaungi kita dengan sayap-Nya dan supaya kita berbuah manis. Jadi yang rindu itu TUHAN. Kita mungkin seperti anak ayam yang tercerai berai dan ada dalam bahaya, karena itu TUHAN berkali-kali rindu mengumpulkan kita.

Jadi, kerinduan TUHAN untuk mengumpulkan kita dalam nikah, penggembalaan dan persekutuan yang benar, supaya Dia bisa menaungi kita. Tinggal kita mau atau tidak.
Hanya orang keras hati yang tidak mau! TUHAN sudah memanggil berkali-kali, tetapi malah pergi ke arah yang lain. Bukan salah TUHAN kalau sampai disambar elang atau dipatuk ular.

Waspada! Jangan keras hati dan jangan menolak undangan TUHAN, sebab satu waktu tidak bisa lagi mendapat keempatan untuk bisa berbuah manis--menghasilkan air anggur yang manis--dan mendapat naungan sayap TUHAN. Ini berarti kepahitan dan kebinasaan selama-lamanya.

"Sama seperti karet. Pdt Totaijs mengatakan, 'kalau karet ditarik terus, satu waktu akan putus.' Satu waktu tidak ada lagi perpanjangan sabar TUHAN."

Sementara TUHAN menawarkan buah manis dan naungan-Nya sampai berkali-kali, ternyata banyak sikap yang tidak mau.
Mengapa demikian? Karena penyakit 'lupa', yaitu:

  1. Sebab lupa diri.
    Yaitu, gereja TUHAN, hamba TUHAN/pelayan TUHAN lupa diri bahwa sehebat apapun hidupnya di dunia, hidupnya hanya seperti anak ayam, bahkan yang baru menetas, tidak berdaya apa-apa dan butuh induk.

    Tanpa induk, tidak ada artinya apa-apa.
    'Aku akan merombak lumbungku', sudah kaya dan berhasil, tetapi tanpa induk, TUHAN katakan, 'malam ini, engkau mati'. Lalu buat siapa semuanya itu?

    Praktik lupa diri: penyakit 'merasa'; merasa mampu, kaya, pandai, benar, dan merasa dipakai TUHAN ('aku bernubuat, aku mengusir setan', tetapi TUHAN katakan, 'enyahlah, engkau!'; 'aku kaya, aku tidak kekurangan', tetapi TUHAN katakan, 'engkau miskin, buta, telanjang').

    Keadaan rohaninya: seperti jemaat Laodikia, yaitu suami-suam kuku.
    Wahyu 3: 16-17
    3:16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
    3:17. Karena engkau berkata:
    Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

    Penyakit 'merasa' inilah yang harus kita waspadai.
    Kkita harus tetap ingat bahwa kita hanya anak ayam yang tidak berdaya apa-apa, apapun kondisi kita.
    Kalau lupa diri seperti jemaat Laodikia, akan menjadi suam-suam. Kekurangan yang rohani ditutupi dengan yang jasmani terus.

    Suam-suam=


    • tidak dingin, tidak panas.
      Tidak dingin= tidak ada damai sejahtera, tetapi hanya ada iri hati, dendam, benci, dan sebagainya..
      Tidak panas= tidak berkobar-kobar lagi.
      Inilah keadaan suam-suam rohani, yang ditonjolkan hanya yang jasmani terus. Kalau ia seorang gembala, ia sudah malas berkhotbah.

      Kalau sudah tidak dingin dan tidak panas, pasti tidak puas. Kalau tidak puas di hati, akan dilontarkan di mulut, sehingga perkataannya speerti muntah; perkataan yang sia-sia mulai dari rumah tangga.

      "Jadi, kalau orang tua mau mulai bicara, anaknya langsung lari semua, karena seperti dimuntahi. Kalau perkataan di mimbar muntah, maka semua jemaat akan lari. Jangan kalau sudah lari, dia katakan, 'pemberontak-pemberontak', padahal dia yang salah, karena berkhotbah, tetapi muntah. Siapa yang mau dekat-dekat dengan muntah? Sayapun tidak kuat. Jangankan menerima, melihatpun tidak kuat. Tapi 2 kali peristiwa besar tentang muntah secara jasmani. Waktu kami ke Tana Toraja--waktu zaman Pdt Pong--, satu bis dari depan sampai belakang, banyak yang muntah. Biasanya saya tidak kuat sekalipun baru melihat, tetapi saya tolong dari depan itu kekuatan dari TUHAN. Yang kedua, waktu guru, gembala dan mertua saya anfal satu kali di Westin pada ibadah Paskah. Jam 3 pagi saya dibangunkan, karena saya diberi kamar di sana. Beliau mau muntah, tetapi tidak ada tempat, jadi saya terima saja di tangan dan saya tidak apa-apa. Jadi, mari jaga perkataan kita. Jangan sampai jemaat yang mendengar merasa jijik dan lari, tidak mampu. Begitu juga di dalam rumah tangga."


    • tidak mati dan tidak bangkit= tidak berubah hidupnya; tetap manusia darah daging yang hidup dalam dosa kejahatan dan kenajisan.


    Kalau perkataan dan perbuatannya seperti muntah, akibatnya: dimuntahkan oleh TUHAN; hidupnya hanya seperti muntah, tidak berguna, jijik, najis dan dibuang selama-lamanya; binasa untuk selama-lamanya.

    TUHAN menawarkan naungan-Nya yang benar berkali-kali. Inilah firman yang diulang-ulang; merupakan undangan TUHAN yang berkali-kali, bukan untuk membuat kita bosan. Meninggalkan nikah, penggembalaan dan fellowship yang salah dan beralih pada yang benar, itu sama dengan kita lari kepada induk dan masuk dalam naungan TUHAN; kita tidak rugi apa-apa, sekalipun mungkin manusia mengatakan: rugi.


  2. Sebab lupa induk.
    Artinya: tidak lagi memerlukan TUHAN/firman pengajaran benar sebagai pokok kebutuhan; 'aku kaya, aku memperkaya diri, aku tidak butuh apa-apa'.
    Pokok kebutuhan= makanan sehari-hari.

    "Ini kesalahan kita hamba TUHAN. Mengapa jemaat minta yang khotbah ganti-ganti? Sebab jemaat hanya diberi camilan saja--hanya lawakan--, bukan makanan pokok. Kalau diberi makanan pokok, maka jemaat tidak akan lari. Biar makan camilan enak, tetapi tetap lapar. Satu waktu, saya ke luar negeri. Satu hari makan roti sampai sudah saya paksa biar banyak, tetapi tidak kuat, tetap lemas. Akhirnya orangnya mungkin mengerti, menawarkan nasi dan langsung saya minta. Padahal rotinya lebih bergizi dari nasi, karena ada kejunya, tetapi tidak kuat. Kita perlu yang 'pokok'. Kita datang ke sini, apa 'pokok'nya?"

    Yesus--firman pengajaran benar--harus menjadi kebutuhan pokok kita.
    Kalau sudah lupa induk, maka ia lebih mengutamakan dan mencari perkara dunia, sehingga tidak bisa lagi mengutamakan pribadi TUHAN/firman pengajaran yang benar.
    Akibatnya: terhilang selama-lamanya.

    "Kalau ada anak ayam baru menetas. Kalau dia ditempatkan di antara induknya dan jagung 5 ton. Anak ayam mau pilih mana? Di situ ada jagung banyak sekali. Ini tawarannya, 'tujuh turunan tidak akan habis, apalagi cuma tiket.' Harus pilih induk. Kalau pilih jagung--dia lupa diri dan lupa TUHAN--, dia lupa kalau jagungnya besar-besar, sedangkan mulutnya kecil. Jagung tidak bisa masuk, sehingga 5 ton tetap 5 ton dan ia mati dalam 5 ton. Tetapi kalau ia buang 5 ton dan pilih induk, ia hidup selama-lamanya, bahkan berkembang biak."

    Apa yang kita pilih? Kalau bukan memilih TUHAN, tetapi memilih '5 ton jagung', satu waktu akan mati. Pertama saja menerima 5 ton, sepertinya bisa untuk tujuh keturunan. Tetapi sebentar lagi, mati.
    Sebaliknya, kalau kita memilh induk, mungkin kita tidak mendapat yang '5 ton', tetapi mendapat sedikit demi sedikit, tetapi lama kelamaan kita akan hidup dan berkembang biak.
    Hari-hari ini, mari kita sungguh-sungguh!

    Pertanyaan TUHAN kepada kita, imam dan raja bukan 'berapa uang?', tetapi 'berapa roti ada padamu?'
    Kalau 'berapa uang?', itu sama seperti Filipus saat TUHAN katakan, 'kamu harus memberi mereka makan!'

    "Tugas hamba TUHAN, Lempin-El dan pelayan TUHAN yang nomor satu adalah memberi makan."

    Filipus langsung berkata, 'tidak bisa, TUHAN', karena yang ada pada tangannya adalah uang 200 dinar; Filipus menggunakan, 'berapa uang?'

    "Kalau fellowship ini berdasarkan 'berapa uang?', saya tidak lanjutkan. Karena sampai hari Senin/Selasa, masih terkumpul 45 juta. Padahal hari Jumat sudah mulai. Kalau 'berapa uang?', saya tidak lanjutkan, tetapi saya batalkan. Tetapi kalau 'berapa roti?' Hanya 5 roti, tetapi bisa, bahkan berkelimpahan. Saya ini bagaikan anak kecil, anak ayam yang baru menetas, tidak mampu apa-apa. Tetapi bersyukur, waktu Pdt Pong mau meninggal--kurang satu minggu--, saya dipanggil khusus dan ditumpangi tangan, salah satunya 'tekunilah persekutuanmu yang kecil-kecil'. Saya tekuni sampai hari ini dan berkelimpahan, sebab 'berapa roti?'"

    Selama pertanyaan kita hamba TUHAN/pelayan TUHAN: 'berapa roti?', sekalipun dunia jungkir balik, kita tidak akan kekurangan malah berkelimpahan; kita mengucap syukur kepada TUHAN, sebab kita memilik induk.
    Istilah 'berapa roti?', sama dengan kita mempunyai induk. Selama ada induk, dia akan mencari kita ke manapun untuk memberi makan kita. Kalau induknya adalah TUHAN, maka kita tidak akan kekurangan apapun, karena Dia yang empunya semua.

    Mari kita sungguh-sungguh, sebab banyak yang salah. Banyak yang memilih jagung dari pada induk. Banyak yang tidak memilih pribadi Yesus, tidak memilih pokok yang benar, tidak memilih firman pengajaran benar dengan dalih 'sama saja'.

    "Seperti contohnya, kalau kaki ada di perut, dikatakan, 'sama saja, yang penting ada kakinya dan dekat juga, hanya dari pinggang ke perut', tetapi sudah tidak ada fungsinya. Tidak berguna lagi kita menjadi hamba TUHAN. Mungkin kita bisa naik mobil, punya rumah, tetapi tidak berguna, lalu apa gunanya?"

    Kalau tidak memilih induk, akibatnya:


    • Lukas 21: 25-26
      21:25. "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
      21:26. Orang akan
      mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang

      Akibat pertama: ketakutan/stress sampai mati mendadak, terutama mati rohani.

      Pada peristiwa Kibrot-Taawa--kuburan hawa nafsu--, waktu itu bangsa Israel bosan dengan manna dan minta daging dan sebagainya. TUHAN kasih burung puyuh dan mereka makan. Tetapi sementara daging di mulut, TUHAN pukul, sehingga mati mendadak. Ini sama seperti orang stress sampai mati mendadak.

      Banyak hamba TUHAN mati mendadak karena memilih yang jasmani, tida memilih induk. Bisa mendapatkan, tetapi tidak bisa menikmati; daging masih ada di mulut, tetapi TUHAN pukul sampai mati.
      Tidak main-main!

      Ketakutan= tidak tenang, tidak damai dan kering rohani/mati rohani. Dapat semua, tetapi kering rohani/mati rohani dan menuju kematian kedua.


    • Lukas 13: 35
      13:35. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"

      Akibat yang kedua: 'sunyi'= kosong/hampa.

      "Maaf, secara jasmani, lihat saja bagaimana pelayanannya. Ke mana saja jemaatnya? Sudah keluar semua. Mungkin luar biasa, masuk 5 orang, tetapi keluar 25 orang. Habis semua; kosong. Lalu apa artinya?
      Kita bisa enak-enak secara jasmani, mungkin punya segalanya, tetapi jemaat sudah hilang, apa artinya menjadi hamba TUHAN? Betapa mengenaskan.
      "

      Secara rohani: seperti rumah yang sudah dibersihkan, tetapi kosong, sehingga ada 7 setan yang masuk di dalamnya. Betul-betul sempurna dalam kejahatan dan kenajisan.

Jadi, kita harus MUTLAK mengikuti kehendak dan kerinduan TUHAN untuk masuk dalam persekutuah tubuh Kristus yang benar--mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan sampai tubuh yang sempurna terbentuk--, supaya kita tidak stress/takut, tidak kosong dan tidak kering, bahkan tidak menjadi seperti muntah.

"Kaum muda yang belum menikah perhatikan! Jangan asal menikah. Kalau asal menikah tetapi salah, hidupmu akan susah payah, kosong, jahat dan najis, kering, stress, bahkan hanya seperti muntah. Tidak ada gunanya hidupmu. Yang dulu pintar di sekolah, pintar cari uang, tetapi begitu masuk nikah atau persekutuan yang salah, benar-benar akan habis semuanya. Mungkin dulu lucu saat sekolah minggu. Tetapi, begitu masuk persekutuan yang salah atau nikah yang salah, habis. Guru-guru sekolah minggu harus tanggung jawab. Kami hamba TUHAN juga. Perbaiki penggembalaan dan persekutuan. Kalau tidak, akan stress/ketakutan, karena tidak ada induknya. Kalau ada induk, kita akan tenang selalu."

Halangan dan rintangan dalam persekutuan tubuh Kristus yang benar--yang benar yang dihalangi:

  1. Lukas 13: 31-32
    13:31. Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau."
    13:32. Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si
    serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.

    Halangan dan rintangan pertama dalam persekutuan tubuh Kristus yang benar: halangan dan rintangan dari luar, yaitu serigala; serigala ini berpasangan dengan burung. Salah satu keluhan TUHAN adalah: serigala ada liangnya, burung ada sarangnya, tetapi Anak manusia tidak ada tempat untuk meletakkan kepalanya.

    Serigala= roh jahat; cinta akan uang yang membuat kikir (tidak bisa memberi dan hanya mencari/meminta) dan serakah (merampas milik orang lain, terutama milik TUHAN, yaitu persepuluhan dna persembahan khusus).

    Inilah halangan yang terbanyak dan terbesar dari persekutuan tubuh Kristus yang benar, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus.

    "Saya melhatnya. Bukan berarti saya paling hebat, tetapi saya bisa melihat halangan terbesarnya, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus."

    Kalau ada serigala, mana bisa menempatkan Yesus sebagai kepala? Jadi tubuh tanpa kepala, ini tidak benar. Tidak bisa menempatkan Yesus sebagai induk/kepala karena ada roh jahat.

    Burung= roh najis; segala sesuatu yang menghalangi kita dalam pemberitaan firman Allah, terutama firman pengajaran benar, supaya kita tidak mengerti firman pengajaran benar dan tidak beriman; sama dengan tidak selamat.

    Roh najis in menghalangi secara langsung dalam pemberitaan firman pengajaran benar ('begitu benih ditabur, langsung dimakan oleh burung'). Temrmasuk juga mengantuk dalam ibadah, itu adalah roh najis.

    "Saya selalu terangkan. Kalau mengantuk saat pemberitaan firman, pertama bolpennya jatuh, kedua alkitabnya, dan ketiga orangnya. Atau tidak jatuh, tetapi kepalanya yang jatuh. Tetapi begitu ayat terakhir, langsung segar. Di kamar tidak tidur, malah menonton atau berbincang-bincang sampai jam 4 pagi. Tidak tidur-tidur, padahal di dalam ibadah tidur. Inilah roh najis. Kalau mengantuk karena capek, begitu ayat terakhir, justru tambah tertidur dan nanti di kamar juga tidur lagi."


  2. Lukas 13: 34
    13:34. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

    Yesaya 2: 3

    2:3. dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

    Halangan dan rintangan kedua dalam persekutuan tubuh Kristus yang benar: halangan dari dalam, yaitu Yerusalem melempari dengan batu; membunuh persekutuan yang benar.

    Yerusalem menunjuk pada hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang pernah menerima pengajaran benar, tetapi keras hati, yaitu tetap mempertahankan dosa kejahatan, kenajisan dan kepahitan--iri, dendam, kebencian tanpa alasan--, sama seperti kakak-kakak Yusuf terhadap Yusuf.

    Akibatnya: tergelincir; menyimpang dari pengajaran yang benar; salah arah.
    Contoh: Musa. Waktu Israel butuh minum, TUHAN perintahkan Musa: 'berkatalah pada gunung batu itu, maka air akan keluar.' Tetapi waktu itu Israel benar-benar membuat Musa tidak kuat, karena Israel mau melempari Musa dengan batu. Jadi, Musa agak marah--ada kepahitan--dan dia ambil tongkat untuk memukul gunung batu. Memang air keluar, tetapi TUHAN katakan: 'Musa, kau tidak bisa lagi ke Kanaan'; ia salah arah, tidak bisa masuk ke Kanaan.

    "Kita menyampaikan firman pengajaran benar tetapi dengan hati yang tidak benar atau hidup yang tidak benar, maka akan salah arah. Ada mujizat jasmani, tetapi salah arah; tidak mengarah pada yang rohani, tidak mengarah ke Kanaan samawi--tidak mengarah ke Yerusalem baru, tetapi mengarah ke kuburan; kematian rohani dan kebinasaan. Benar-benar serius. Panitia dan pembicara harus tanggung jawab. Mau dibawa ke mana orang sebanyak ini? Kalau sidang jemaat, satu ya satu. Tetapi kalau hamba TUHAN diisi dengan 'salah arah', berapa banyak jiwa yang salah arah? Harus tanggung jawab sungguh-sungguh!"

    Salomo juga tergelincir. Hawa tergelincir karena mendengar suara ular. Adam tergelincir karena mendengar suara isteri.

    Hati-hati! Kalau isteri salah, jangan dituruti. Harus ditegor, kalau tidak, semua akan salah arah.

    "Saya katakan kepada Lempin-El dan diriku sendiri. Mencari isteri harus hati-hati, karena ini menentukan kelanjutan pelayanan sebagai hamba TUHAN. Kalau isteri tidak baik, itulah Yerusalem sebagai penghalang utama. Kita harus berdoa sungguh-su8ngguh. Mencari suami juga yang benar. Kalau tidak tegas/teguh, buat apa? Harus yang tegas."

Apapun halangan dan rintangan yang kita hadapi, kita harus ada di dalam persekutuan tubuh Kristus yang benar. Di mana ada pokok anggur yang benar dan induk, di situ ada pribadi Yesus/firman pengajaran yang benar.
Mungkin dulu kita kaya, tetapi sekarang habis semua, biarlah kita tetap mempertahankan persekutuan tubuh yang benar di dalam nikah, penggembalaan dan antar penggembalaan.

Kita tetap bertahan pada pengajaran yang benar apapun yang terjadi, asal ada pokok dan induk yang benar. TUHAN semua yang memelihara ('Bapa-Kulah pengusahanya'). Kita maju terus bersama TUHAN dan pantang mundur, apapun yang kita hadapi.

Kalau kita berada dalam persekutuan yang benar--mulai dari dalam nikah, penggembalaan dan antar penggembalaan--, maka mau tidak mau kita akan mengalami naungan sayap dari TUHAN, yaitu:

  1. naungan sayap induk ayam. Inilah kemurahan dan kebajikan TUHAN; kunci Daud. Daud selalu mengatakan: kemurahan dan kebajikan TUHAN mengikuti aku seumur hidupku. Dia tidak lepas sejak dari dalam kandungan, sampai menjadi gembala 2-3 ekor domba, bahkan sampai menjadi raja. Dan sekalipun sudah jatuh dengan Batsyeba, ia terus memegang kemurahan dan kebajikan TUHAN, dan ia tertolong.

    Kemurahan dan kebajikan TUHAN untuk:


    • Memelihara kehidupan kita di tengah kesulitan padang gurun dunia.
    • Melindungi kita di tengah kengerian padang gurun dunia; ada dosa, puncaknya dosa, ajaran palsu, celaka marabahaya dan lain-lain.
    • Menghangatkan kita di tengah padang gurun yang dingin.
      Kalau siang, padang gurun sangat panas, teapi kalau malam sangat dingin. Banyak anak TUHAN yang nanti menjadi dingin rohani/dingin kasih, mulai dengan tidak setia berkobar lagi dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN dengan seribu satu alasan. Ini sudah gejala dingin rohani/dingin kasih.

      Seperit rasul Paulus yang tidak menghiraukan nyawanya, kita juga harus melayani TUHAN sampai garis akhir, yaitu sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali.

      Kalau ada di bawah naungan sayap induk ayam, kita akan hangat terus, apapun yang kita hadapi. Kita akan terus setia dan berkobar.

      "Yang ada di pedalaman, pulang dari tempat ini, ayo...hangat..hangat... Ingat, ada 2 sayap kemurahan dan kebajikan TUHAN. Begitu juga yang ada di kota. Memang semua dingin, baik di kota maupun di pedalaman. Kita perlu kehangatan."


  2. Sayap merpati.
    Mazmur 55: 7-9
    55:7. Pikirku: "Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang,
    55:8. bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. Sela
    55:9. Aku akan segera
    mencari tempat perlindungan terhadap angin ribut dan badai."

    Sayap merpati adalah kemurahan dan kebajikan TUHAN untuk memberikan ketenangan di tengah kedahsyatan atau badai padang gurun dunia. Kalau tenang, maka semua menjadi enak dan ringah, semua selesai pada waktunya.

    Yang penting, kita tenang dulu; penyerahan sepenuh. Kalau tidak tenang, tidak akan bisa selesai.

    "Dua kali saya sebagai hamba TUHAN tidak tenang yang paling parah. Satu kali, saya tidak tenang saat malam hari, tiba-tiba saya mendapat serangan dan menggigil, saya rasa tidak kuat, rasa mau mati. Saya cari ayatnya Hizkia yang mau mati tetapi ditambah 15 tahun, 'jangan sekarang, TUHAN'. Tetapi saya tidak tenang. Sampai jam 2 saya telepon om Pong. Saya rasa serangan jantung, mau mati saya. Om Pong hanya mengatakan, 'tenang......'. Nomor satu itu saja. Kemudian saya diajak berdoa. Pagi hari dicek, ternyata hanya infeksi tenggorokan. Kalau tenang, penyakit dahsyat bisa hilang. Tetapi kalau tidak tenang, penyakit ringan jadi berat dan mati sungguhan. Yang kedua, ketika saya melanjutkan Lempin-El Kristus Ajaib. Saya tulis surat kepada guru-guru, karena sudah tidak ada lagi Lempin-El. Jadi saya beranikan diri untuk kumpulkan alumni-alumni dan saya tanya, 'bagaimana ini tentang sekolah Alkitab?': 'Lanjut!': 'Ok, dilanjutkan di mana?': 'Malang.': 'Jangan begitu..', tetapi akhirnya tetap di Malang dan saya minta mereka kirim murid dan mereka setuju semua. Saya buka bulan 9, tetapi tidak ada yang kirim muridnya. Lalu saya daftarkan di Jawa Timur, saya ditolak dan dimarahi oleh Pak Pontus Sitorus yang akhirnya jadi teman baik saya. Pulang, 3 hari saya tidak tidur. Isteri dan anak saya jadi korban; satu di kepala, satu di kaki, karena kalau saya baru tidur 2 menit, langsung seperti orang gila. Isteri saya katakan, 'tenanglah..serahkan TUHAN.' Saya kepikiran bagaimana Lempin-El ini, karena sebelum om Pong meninggal, beliau berpesan berkali-kali, 'Pak Wi, kalau Lempin-El masih ada, kamu sungguh-sungguh.' Saya ditumpangi tangan, 'kamu adalah guru dan gembala; kaki meja'. Beberapa kali bertemu, beliau mengatakan itu terus. Padahal beliau direktur Lempin-El dan beliau yang menentukan. Lalu ada isteri saya, beliau mengatakan, 'papa hanya membantu kalian berdua. Ayo sungguh-sungguh.' Saya bingung juga, kok membantu saya, apa tidak tidak terbalik? Seharusnya saya yang membantu, tetapi beliau sudah tahu. Akhirnya saya tenang dan maju lagi. Malah pak Pontus ikut saya ke Tana Toraja dan dia bayar sendiri. Akhirnya terbukalah Leimpin-El. Sungguh-sungguh perjuangan."

    Mari, ada sayap burung merpati--Roh Kudus--yang membuat kita tenang di tengah badai; semua enak dan ringan, semua selesai dan teduh.


  3. Sayap burung nasar yang besar.
    Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    'satu masa dan dua masa dan setengah masa'= 3,5 tahun.
    Naungan sayap burung nasar yang besar adalah kemurahan dan kebajikan TUHAN untuk menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata ular/antikris. Kita dipelihara langsung oleh TUHAN selama 3,5 tahun.

    Lewat firman dan perrjamuan suci kita dipelihara sungguh-sungguh oleh TUHAN.
    Sampai nanti, dua sayap burung nasar akan mengangkat kita ke awan-awan yang permai saat TUHAN datang kembali. Kita bersama Dia selama-lamanya; kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, Firdaus yang akan datang (kerajaan 1000 Tahun Damai) sampai Yerusalem baru/takhta kerajaan Sorga selama-lamanya.

Jadi, kita butuh 6 sayap--pekerjaan kemurahan dan kebajikan TUHAN; 2 sayap induk ayam, 2 sayap merpati dan 2 sayap burung nasar yang besar. Sudah ada 4 orang yang sudah mengalami pekerjaan 6 sayap ini dan sudah ada di takhta Sorga.

"Lempin-El perhatikan! Ini bekal untuk jadi hamba TUHAN, yaitu pakai sayap. Sayap induk ayam--kita mengaku hanya anak ayam. Sayap merpati--kita di tengah badai dan tidak mampu. Dan sayap burung nasar--untuk menghadapi antikirs. Ini yang harus kita bawa ke manapun kita diutus--pakai 6 sayap--, supaya banyak jiwa-jiwa tidak hancur di padang gurun, tetapi semua sampai di takhta TUHAN karena pekerjaan 6 sayap; lewat persekutuan yang benar."

Wahyu 4: 6-8
4:6. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang
4:7. Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.
4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing
bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

4 makhluk di takhta Sorga sudah mengalami pekerjaan 6 sayap--2 sayap induk ayam, 2 sayap merpati dan 2 sayap burung nasar yang besar--, yaitu Henokh, Musa, Elia dan Yesus. Sudah dibuktikan lewat 6 sayap atau persekutuan yang benar tidak hancur di padang gurung. Jangan masuk persekutuan yang tidak benar!

"Bahkan, saya mengajarkan: jangan mau sekalipun mendengar yang tidak benar. Bahaya! Tadi saya berbincang-bincang dengan isteri saya. Maafkan, bukan untuk porno, kalau di 2 Korintus 11, 'aku mempertunangkan kamu kepada satu orang laki-laki sebagai perawan suci.' Jangan dua atau tiga laki-laki. Kalau seorang perawan berhubungan satu kali saja dengan laki-laki, sudah hilang 'keperawanan'nya, tidak usah tunggu 1000 kali. Hawa hanya satu kali mendengar suara ular dan ia kehilangan 'keperawanan'nya. Cukup satu kali dan kita sering tidak sadar kalau kita sudah kehilangan 'keperawanan' dengan laki-laki lain. Pertahankan persekutuan yang benar! Bukan berarti di sini yang paling benar. Tidak. Tetapi sesuaikan dengan firman."

Kita semua harus memiliki 6 sayap untuk bisa sampai di takhta Sorga.
Pertanyaan terakhir. Bagaimana keadaan sayap kita? Belum sempurna, tetapi sudah harus punya naungan sayap induk ayam, sayap merpati dan sayap burung nasar.

Yesaya 40: 29-31
40:29. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
40:30.
Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
40:31. tetapi orang-orang yang
menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Hati-hati! Orang muda adalah gambaran dari kekuatan yang penuh, tetapi bisa jatuh dan lelah, apalagi yang sudah tua. Ini secara jasmani. Tidak ada alasan usia. TUHAN beri kita kekuatan.

"Dulu, saya tinggal di gereja sambil sekolah. Belum sekolah Alkitab waktu itu. Saya bilang ke Lempin-El, 'waktu itu saya berumur 20, tidak pernah tidur siang. Bisa dihitung dengan jari selama 4 tahun di gereja. Saya pernah ngecor 26 jam tanpa tidur.' Dari pagi jam 4, saya buka pintu gereja untuk doa pagi sampai malam hari. Belum sekolah dan lain-lainnya. Itu yang saya katakan ke Lempin-El, 'kalau aku masih 20 tahun, sudah tidak tahu ke mana saya.'"

Bukan muda atau tua yang membuat lelah, tetapi menanti TUHAN atau tidak. Selama kita masih menanti TUHAN, maka ada gairah dalam hidup kita.

"Opa Totaijs menjadi contoh. Setiap membuka jendela, ia berkata 'ingatlah aku jika Engkau datang kembali'. Sampai sakitpun, beliau buka jendela dan berkata, 'ingatlah aku jika Engkau kembali.' Dan sekalipun sudah umur 80 tahun lebih, beliau masih kuat. Ini kekuatan lewat menanti kedatangan TUHAN."

Hati-hati! Menjelang kedatangan Yesus kedua kali, banyak sayap yang terkulai, yaitu

  • jatuh dalam dosa-dosa sampai pucnaknya dosa, banyak yang putus asa dan kecewa atau bangga. Kalau bangga dengan sesuatu, berarti kita sudah jatuh.
  • letih lesu beban berat hari-hari ini.

Salah satu contoh adalah nabi Elia yang membunuh 450 nabi-nabi baal.
Elia tegas untuk menyuruh umat Israel memilih, mau pilih TUHAN atau baal ('siapa memilih TUHAN, ayo sembah Dia. Siapa memilih baal, silahkan'). Jadi, ketegasan itu bukan memecat/mengusir, tetapi memilih, tidak bisa memilih dua-duanya.

"Misalnya, saya dari GPT, kemudian saya membuka 2 gereja, 1 GPT dan 1 lagi SJP; dulu saya SJP. Coba bagaimana/ Saya gembala SJP dan gembala GPT. Tentu dipanggil oleh pengurus, 'kamu pilih, mau GPT atau SJP, pilih salah satu, tidak boleh dua-dua.' Hidup itu pilihan. Jadi hamba TUHAN juga pilihan. Tidak boleh ada Lempin-El berkata, 'om, nanti setelah Lempin-El, saya hamba TUHAN, tetapi saya ini juga.' Tidak boleh. Sudah satu saja, yaitu menjadi hamba TUHAN."

1 Raja-raja 19: 1-2, 4-7
19:1. Ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dengan pedang,
19:2. maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: "Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini
aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu."
19:4. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian
ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."
19:5. Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: "Bangunlah,
makanlah(1)!"
19:6. Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia
makan dan minum, kemudian berbaring pula.
19:7. Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: "Bangunlah,
makanlah(2)! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu."

Elia hebat dan tegas, sudah membunuh 450 nabi-nabi baal, tetapi sering kali lemah/putus asa saat menghadapi Izebel--ajaran palsu. Sering kali kita tolreransi pada ajaran palsu, ini bukti bahwa kita sudah lemah.

Ajaran Izebel adalah ajaran yang mengijinkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki.
TUHAN perintahkan kepada Adam dan Hawa, 'semua buah pohon di taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, kecuali satu.' Wanita boleh melayani apa saja, kecuali satu, yaitu tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki. Ini yang harus digaris bawahi sungguh-sungguh. Kita tidak kuat, masih banyak ajaran-ajaran lain hari-hari ini. Banyak sayap terkulai, mungkin karena pencobaan, penyakit dan sebagainya.

Tetapi, Elia diberi makan 2 kali. Siang ini, kita juga makan 2 kali, yaitu makan firman pengajaran dan perjamuan suci.
Inilah kekuatan kita.
Kita kembali pada kemurahan dan kebajikan TUHAN; kembali pada pokok dan kembali pada induk. Sayap yang terkulai akan menjadi kuat kembali.
Kemurahan dan kebajikan TUHAN lebih dari apapun yang ada di dunia ini.

"Satu kata-kata dari Pdt Pong yang saya garisi di buki dan hati saya saat beliau mengajar,'kalau kalian nanti diberkati apapun, jangan menyingkirkan kemurahan TUHAN.' Jangan menukar kemurahan dan kebajikan TUHAN dengan apapun. Setiap helaan nafas kita, itu adalah kemurahan dan kebajikan TUHAN. Kembali pada persekutuan yang benar untuk mengalami kemurahan dan kebajikan TUHAN; naungan 6 sayap dan kita kuat kembali."

Kita pulang dengan kekuatan baru sampai saat TUHAN datang, kita bersama Dia selama-lamanya. Sudah ada 4 makhluk di takhta Sorga. Nanti yang kelima, gereja TUHAN akan menyusul sampai ke takhta TUHAN dengan 6 sayap ini.

Jangan ada yang rebah, putus asa dan kecewa hari-hari ini! Maju terus, pantang mundur. Kuat teguh hati hari-hari ini lewat firman pengajaran dan perjamuan suci!
Kita pulang dari fellowship ini dengan kekuatan penuh dan sayap-sayap dikembangkan lagi.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top