English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 April 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:18-29 tentang sidang jemaat di Tiatira.

Wahyu 2:26-29

Ibadah Doa Malang, 19 Juli 2011 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Keluaran 25 menunjuk...

Ibadah Raya Surabaya, 23 Agustus 2009 (Minggu Sore)
Yohanes 10:11, "AKULAH GEMBALA YANG BAIK".
Kalau Yesus menampilkan pribadiNya sebagai Gembala...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Februari 2010 (Senin Sore)
Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.
Kita harus berjaga-jaga sebab...

Ibadah Doa Malang, 20 Juli 2017 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 07 Oktober 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.


Lukas 11:37-54 tentang Yesus mengecam orang Farisi dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2008 (Senin Sore)
Matius 24: 26-31 -> nubuat ke-5 yaitu tentang kedatangan Yesus yang kedua kali.

Ibadah Raya Surabaya, 07 Mei 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Agustus 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 30-31
26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
26:31. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam...

Ibadah Doa Surabaya, 31 Januari 2018 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 15 Juni 2010 (Selasa Pagi)
Keluaran 29:1
29:1. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka,...

Ibadah Kunjungan di Jakarta II, 24 November 2010 (Rabu Pagi)
Tema "Wahyu 21: 5"
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 28 Mei 2017 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Yohanes...

Ibadah Doa Malang, 11 Oktober 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:10-11
25:10. "Haruslah mereka membuat tabut...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Paskah Persekutuan III di Square Ballroom Surabaya, 08 Juni 2016 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Tema: Wahyu 22: 20
22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

'Ya, Aku datang segera!', ini menunjuk pada kesiapan TUHAN untuk segera datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai kepala, raja, dan mempelai pria sorga.

Kemudian ada jawaban: 'Amin, datanglah, Tuhan Yesus!' Ini menunjuk pada gereja TUHAN sebagai mempelai wanita sorga juga sudah siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, sehingga terjadi pertemuan antara Yesus mempelai Pria Sorga dengan gereja TUHAN--mempelai wanita sorga--di awan-awan yang permai dan kita masuk perjamuan kawin Anak Domba--nikah yang smeprna/rohani.

Karena itu, nikah harus diperhatikan. Kaum muda, kita semua, perhatikan nikah! Perhatikan kebenaran, kesucian, dan kesatuan nikah sampai kesermpunaan nikah untuk mencapai perjamuan kawin Anak Domba! Sesudah itu kita kembali ke Firdaus--kerajaan 1000 Tahun Damai--(Wahyu 20), kemudian kita masuk Wahyu 21-22: langit dan bumi baru--kita masuk Yerusalem baru/kota mempelai/kerajaan sorga yang kekal; kita bersama Yesus selama-lamanya.

Keduanya sudah siap--Yesus dan kita siap--berarti memiliki persiapan yang sudah matang.
Apa yang dipsrsiapkan oleh Yesus dan kita semua?

Ada tiga macam persiapan dari Yesus untuk segera datang kembali kedua kali--sekaligus persiapan gereja TUHAN untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali--:

  1. Yesus harus mati dan bangkit= paskah (diterangkan pada Ibadah Paskah Persekutuan I di Square Ballroom Surabaya, 07 Juni 2016).
  2. Yesus harus naik ke sorga= kenaikan TUHAN (diterangkan pada Ibadah Paskah Persekutuan II di Square Ballroom Surabaya, 08 Juni 2016-Pagi).
    Tadi pagi, Yesus naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi kita dan persiapan ktia adalah menyediakan tempat bagi Yesus sebagai kepala dan mempelai pria sorga, yaitu kita harus masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.


  3. Yesus segera datang kembali= ada kaitan dengan Pentakosta.

AD. 3 YESUS SEGERA DATANG KEDUA KALI
Kisah Rasul 1: 8-11
1:8. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
1:9. Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11. dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Pada waktu Yesus terangkat ke sorga, hal itu dikaitkan dengan dua janji:

  1. Pencurahan Roh Kudus (ayat 8)--Pentakosta.
  2. Ayat 11= 'Dia akan datang kembali dengan cara yang sama'= Yesus akan segera datang kembali kedua kali untuk mengangkat kita semua ke dalam kerajaan sorga.

Ini PERSIAPAN YESUS untuk datang kembali. Dia naik ke sorga, tetapi Dia akan datang kembali, dan Dia juga mencurahkan Roh Kudus kepada kita.

Apa PERSIAPAN GEREJA TUHAN untuk menyambut keatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai? Tadi, pencurahan Roh Kudus dulu, baru bisa diangkat. Jadi, gereja TUHAN harus menerima pencurahan roh Kuds--harus mengalami Pentakosta.
Mengapa demikian?

Kita lihat dalam Kejadian 2: 7
2:7. ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Sebenarnya, pada waktu penciptaan TUHAN sudah menghembuskan nafas hidup/roh-Nya kepada manusia, sehingga ada Roh Allah di dalam manusia. Tetapi mengapa manusia masih harus menerima pencurahan Roh Kudus atau Pentakosta?

Kejadian 6: 1-3
6:1. Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
6:2. maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

6:3. Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

Manusia masih harus menerima pencurahan Roh Kudus karena manusia mengikuti keinginan dan hawa nafus dagingnya, sehingga manusia putus hubungan dengan Roh Kudus--Roh Kudus keluar karena manusia lebih mengikuti daging dari pada Roh Kudus.

'seratus dua puluh tahun saja'= ditandai dengan angka 120. Ini adalah angka pembatasan Roh Kudus terhadap manusia; angka putus hubungan manusia dengan Roh Kudus.
Sejak itu manusia tanpa Roh Kudus. Kalau manusia ikuti keinginan dan hawa nafsu dagning, maka hidupnya tanpa Roh Kudus; sama dengan manusia darah daging yagn berada dalam keterbatasan.

Kalau sudah tidak ada Roh Kudus, manusia jadi terbatas semuanya sehebat apapun dia--umurnya, kekuatannya terbatas. Selain itu, manusia juga berada dalam kelemahan, kekurangan dan sebagainya.

Inilah keadaan mansuia kalau tanpa Roh Kudus, yaitu ia tidak bisa apa-apa. Di dalam alkitab digambarkan: hanya seperti tanah liat, seperti tongkat--ingat tongkat Harun. Tidak bisa apa-apa dan hanya tinggal tunggu hancur dan mati--binasa.

Praktik manusia tanpa Roh Kudus; manusia darah daging:

  1. Kejadian 6: 5
    6:5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,

    Praktik pertama manusia tanpa Roh Kudus: hati-pikirannya cenderung jahat dan najis; dikuasai keinginan jahat dan najis.

    Markus 7: 21-22
    7:21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3),
    7:22. perzinahan(4), keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri hati(9), hujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).

    'hati orang, timbul segala pikiran jahat'= hati yang cenderung jahat.
    Hati yang cenderung jahat dan najis dikuasai oleh dua belas keinginan jahat dan najis.

    Percabulan= najis.
    Pembunuhan= kebencian tanpa alasan.
    Hujat= mulai dari bergosip, lalu memfitnah, kalau sudah tidak ada lagi yang difitnah atau digosipkan, akan menghujat TUHAN.

    Kalau dikuasai dua belas keinginan jahat dan najis, hati akan kosong dari dua belas roti. Hati dan pikiran ini merupakan meja kehidupan kita. Ada alat namanya meja roti sajian yang berisi dua belas roti--hati pikiran diisi dengan dua belas roti, itulah firman TUHAN. Tetapi kalau hati pikiran diisi dengan dua belas keinginan jahat dan najis, maka hati dan pikiran akan kosong dari dua belas roti.
    12 roti disusun menjadi dua susun masing-masing 6 buah--66, ini adalah jumlah buku dalam alkitab; menunjuk pada pengajaran yang benar.

    Kosong dari dua belas roti= kosong dari firman pengajaran yang benar, sehingga hidupnya selalu kosong: tidak pernah puas, tetapi selalu bersungut-sungut, menyalahkan orang lain--tidak pernah mengaku dosa--, bahkan menyalahkan TUHAN/firman pengajaran yang benar.
    Di dalam 1 Yohanes dituliskan: hamba TUHAN yang mengaku dia tidak berbuat dosa, adalah hamba TUHAN yang kosong.

    Akibatnya: tidak ada damai sejahtera, tetapi letih lesu dan berbeban berat; banyak air mata dan kesusahan; ini adalah suasana kutukan.

    Kalau tidak ada Roh Kduus--putus hubungan dengan Roh Kudus--, akan jadi manusia darah daging yang dikuasai dua belas keinginan jahat dan najis. Tidak ada lagi dua belas roti, benar-benar kosong; benar-benar tidak ada kepuasan: selalu bersungut, selalu menyalahkan orang lain, bahkan menyalahkan TUHAN, sehingga tidak ada damai sejahtera, dan hidup dalam suasana kutukan.


  2. Kalau hati tidak puas, akan meluap ke mulut.
    Yudas 1: 17-19
    1:17. Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus.
    1:18. Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka."
    1:19. Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup
    tanpa Roh Kudus.

    Praktik kedua manusia tanpa Roh Kudus: mulutnya mengejek--menjadi pengejak.

    Apa yang diejek?
    2 Petrus 3: 3-7
    3:3. Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
    3:4. Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan."
    3:5. Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air,
    3:6. dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.

    3:7. Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.

    Yang diejek adalah janji tentang kedatangan Yesus kedua kali--mengejek firman Alllah yang khusus memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali, yaitu kabar mempelai/firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Pengejek ajaran yang benar yang mengajarkan ajaran lain inilah yang akan godaan dan perpecahan.
    Roma 16: 17
    16:17. Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

    Justru yang mengajarkan ajaran yang lain dari yang semula kita terima, dia itulah pemecah belah.

    "Karena tadi menyangkut pembukaan Lempin-El "Kristus Ajaib" angkatan XXXVIII, kita lulusan Lempin-El "Kristus Ajaib" bisa terpecah kalau ada yang mengajarkan ajaran lain. Tetapi kalau kita kembali pada apa yang semula kita terima, kita akan jadi satu."

    Karena itu jelas, bukan musuhilah, tetapi hindarilah! Hindari di sini artinya: jangan berfellowship dengan ajaran lain! Ini perintah alkitab, bukan saya. Kalau kita tidak menghindar, kita akan kena.

    Muali dari ajaran iman: kita menerima iman dari mendengar firman. Lalu ada ajaran lain: iman dari melihat. Jangan terima! Jangan berfellowship! Hindari! Tidak ada orang yang kuat!
    Salomo kuat dan hebat, tetapi begitu ia tidak menghindar dari ajaran lain, ia justru lepaskan pedang--ajaran yang benar. Tidak ada yang kuat! Mulai dari taman Eden, sudah jadi awasan bagi kita--Hawa dengar ajaran lain, dan laingsung dia buang yang benar. Ini hebatnya ajaran lain!

    Kalau ajaran jasmani, misalnya matematika: 2+2= 4, ada guru: 2+2= 4,1, ia dipecat, muridnya berani langsung demo. Tetapi kalau firman, hati-hati! Antara benar dan tidak benar, malah memilih yang tidak benar. Ini yang benar-benar bahaya! Karena itu alktiab katakan: Hindarilah mereka! Jangan teirma dan jangan bersekutu!

    Ajaran tentang nikah juga. Sekarang boleh kawin cerai, kawin campur, malah boleh kawin sesama jenis. Jangan terima dan jangan berfellowship!

    Ajaran tentag ibadah pelayanan juga sudah ada. Tadi, ajaran kalau tidak setia, boleh melayani. Ini Babel dan sekarang menjamur. Gembala mau berkhotbah, tunggu dulu.

    Inilah ajaran-ajaran lain yang menyebabkan perpecahan dalam tubuh Kristus.

    Inilah pengertian dari pengejek-pengejek. Tidak ada Roh Kudus lagi. Sudah ada pembatasan dari Roh Kudus kepada manusia, hamba TUHAN, dan pelayan TUHAN. Sudah terbatas; sudah putus hubungan.


  3. Dari hati meluap ke mulut, kemudian meluap ke perbuatan.
    Kejadian 6: 5-6
    6:5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
    6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

    Praktik ketiga manusia tanpa Roh Kudus: manusia daging --tanpa Roh Kudus--menghasilkan perbuatan-perbuatan yang memilukan hati TUHAN, memedihkan hati orang tua, dan membuat hati gembala berkeluh kesah.

    Mari, kita sungguh-sungguh, karena kehidupan itu sudah putus hubungan dengan Roh Kudus.

    Apa perbuatan yang memilukan TUHAN, memedihkan hati orang tua, dan membut gembla berkeluh kesah?


    • 'maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.'= kawin campur.
      Hati-hati dengan percampuran dalam nikah dan ibadah. Kalau kawin campur sudah disetujui, itu yang mencampuradukkan pengajaran.


    • Kawin-cerai dan kawin-mengawinkan.
    • Dosa makan-minum (merokok, mabuk, dan narkoba).


    Ini perbuatan yang memilukan hati TUHAN. Mungkin kita tidak berbuat, tetapi kalau ktia menyetujui, itu sama nilainya dengan perbuatan yang memilukan hati TUHAN, memedihkan hati orang tua, dan membuat gembala berkeluh kesah.

    Akibatnya: dulu dunia dihukum dengan air bah pada zaman Nuh--manusia yang hatinya cenderung jahat dan najis, mulutnya mengejek, dan perbuatannya memilukan hati TUHAN dihukum dan dibinasakan dengan air bah; di perjanjian baru, pada zaman akhir, manusia tanpa Roh Kudus--manusia darah daging--yang hatinya cendrung jahat, mulutnya hanya mengejek, dan perbuatannya memilukan hati TUHAN, akan dihukum dengan api dari langit sampai masuk lautan api belerang di neraka untuk selama-lamanya.

Inilah kisahnya, mengapa harus ada pencurahan Roh Kduus. Dulu manusia diciptakan dari tanah liat tidak bisa apa-apa--seperti boneka saja--, tetapi setelah dihembusi Roh Alllah, ada Roh Kudus di dalam manusia. Tetapi sayang, manusia lebih ikuti daging dari pada Roh Kudus, sehingga hatinya cenderung jahat, menjadi manusia darah daging, terputus hubungan dengan Roh Kudus. Ada pembatasan dengan Roh Kudus dengan angka 120. Umurnya sudah dibatasi. Bahaya, kalau umurnya tambah panjang seperti dulu, mau jadi apa dunia ini? Hancur semua kena manusia darah daging. Semua dibatasi dan manusia ditandai dengan kelemahan/kekurangan.
Tanpa Roh Kudus, manusia tidak bisa apa-apa, tidak punya kekuatan; hanya seperti tongkat Harun dan seperti tanah liat, bahkan seperti anak yatim piatu (Yohanes 14).

Oleh sebab itu, kita harus mengalami pencurahan Roh Kudus--Pentakosta--karena manusia sudah menjadi manusia daging yang hanya dihukum--dulu dengan air bah, sekarang dengan api dari langit.

Sekalipun dulu sudah dihembusi, tetapi manusia ikuti daging sampai putus hubungan dengan Roh Kudus--120 adalah angka pembatasan Roh Kudus kepada manusia.

TUHAN adil, di Kiash Rasul 1 dan 2, ada pencurahan Roh Kudus yang juga ditandai dengan angka 120.

Kisah Rasul 1: 15
1:15. Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata:

Mereka 120 orang bertekun semua, baru terjadi pencurahan Roh Kudus.

Mereka berkumpul semua dan bertekun dalam doa, lalu menggenapkan dua belas rasul--dua belas bintang/dua belas rasul harus digenapkan. Yudas diganti dengan Matias, baru terjadi pencurahan Roh Kudus. Kalau masih kurang satu, tidak terjadi pencurahan Roh Kudus.

Karena itu perhatikan jabatan pelayanan! Begitu tidak ada jabatan pelayanan--kita mundur dari jabatan pelayanan--, maka Roh Kudus tidak ada lagi. Buat apa Roh Kudus kalau sudah tidak ada jabatan pelayanan? Tidak perlu karunia Roh Kudus lagi. Hati-hati! Seringkali kita tidak sadar. Apalagi kalau tinggalkan jabatan pelayanan karena marah: 'Saya tidak diperhatikan, saya mau berhenti!' Hati-hati! Hilang jabatan, berarti hilang Roh Kudus. Bahaya besar! Menjadi manusia darah daging, sipaa yang mau menanggung? Orang tua pilu hatinya dan gembalanya selalu berkeluh kesah.
Kalau hatinya sudah tidak puas, mulutnya sudah mengejek/bergosip ke sana sini--hanya untuk dihukum! Kita sungguh-sungguh hari-hari ini.

Tetapi mari, TUHAN itu baik.
Tadi, 120 menunjuk pada putus hubungan dengan Roh Kudus, sekarang, angka 120 berhubungan dengan pencurahan Roh Kudus.

Ksiah Rasul 2: 1-4
2:1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti
tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3. dan tampaklah kepada mereka
lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4. Maka
penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

120 orang berkumpul di loteng Yerusalem dan Roh Kudus dicurahkan.
Jadi, angka 120 juga berarti pencurahan Roh Kudus. Manusia yang tadinya putus hubungan dengan Roh Kudus, disambung kembali--pencurahan Roh Kudus kepada manusia daging.

Tadi, terdengar bunyi yang keras ('turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras'). Dulu, TUHAN hanya menghembus, tetapi masih kurang, karena manusia masih dikuasai daging. Sekarang bukan hanya dihembus--kalau dihembus hanya akan memilukan TUHAN--tetapi ditiup dengan keras. Benar-benar ditiupkan secara keras oleh TUHAN. Benar-benar Roh Kudus dicurahkan begitu dahsyat untuk menghadapi keadaan akhir zaman.

Kepada murid-murid di loteng Yerusalem, TUHAN tiupan Roh Kudus dengan keras. Begitu juga kepada kita di akhir zaman.

Roh Kudus juga bagaikan lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran. Begitu dahsyat.
Malam ini juga. Sudah dimulai sejak loteng Yerusalem, hubungan kita dengan Roh Kudus sudah terbuka, sampai sekarang ini, Roh Kudus langsung dari langit--dari sorga.

Kisah Rasul 2: 2
2:2. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;

Jadi, pencurahan Roh Kudus dari sorga, bukan dari dunia lagi.
Dulu, pada zmaan Taurat, Israel memang membuat minyak urapan dari mnyak zaitun ditambah beberapa macam rempah-rempah, kemudian dituangkan.
Tetapi sejak loteng Yerusalem, Roh Kudus sudah langsung dari sroga dan pembaptis Roh adalah Yesus sendirii ('Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu')--hamba TUHAN hanya mmembantu.

Bagaimana praktik pencurahan Roh Kudus?
Roh Kudus bagaikan lidah-lidah seperti nyala api untuk menyentuh dan membakar kita:

  1. Dimual idari perut hati yang cenderung jahat dibakar, artinya disucikan menjadi jadi hati nurani yang cenderung baik dan ada damai sejahtera. Tadi, hati tidak ada damai karena diisi dengan dua belas keinginan jahat dan najis. Yang ada hanya letih lesu dan berbeban berat. Tetapi sekarang, hati disucikan supaya ada damai sejahtera.


  2. Roh Kudus bagaikan lidah-lidah seperti nyala api menyentuh dan membakar perbuatan-perbuatan kita yang memilukan TUHAN, supay menjadi perbuatan yang meuliakan TUHAN--dari memilukan menjadi memuliakan TUHAN.


  3. Lanjut lagi, Roh Kudus bagaikan lidah-lidah seperti nyala api menyentuh dan membakar mulut/lidah kita, sehingga kita bisa menyembah TUHAN dengan hancur hati. Dalam dorongan Roh Kudus, kita biasa saja dalam menyembah TUHAN. Kita menyembah sampai hancur hati, mengaku hanya tanah liat; kita merasa tidak layak dan tidak mampu, dan paling jelek. Karena itu kalau air mat keluar, jangan bingung, supaya doa kita tidak terputus lagi. Biar saja sampai menjadi yang paling jelek.

    Kita menyembah TUHAN sampai bisa berbahasa roh, seperti yang diajarkan oleh Roh Kudus.
    Banyak kesalahan kita. Banyak hamba TUHAN terlalu hebat sehingga bisa mengajarkan bahasa roh. Mau lebih hebat dari TUHAN. Ini kesalahan kita. Karena itu baca alkitab! Kalau ditambah dan dikurangi, itu yang membuat perpecahan.

    Kisah Rasul 2: 4
    2:4. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

    Beruntung kalau kita banyak membaca alkitab, supaya tidak ditipu. Hati-hati! Kalau ada ayatnya, itu ajaran yang benar. Kalau tidak pakai ayat, hati-hati! Itu sudah banyak belok-beloknya.

Biar malam ini, TUHAN tolong kita semua, ada hubungan dengan Roh Kudus. Harus ada pencurahan Roh Kudus. Jangan jadi manusia darah daging yang akan dibinasakan seperti zaman Nuh dan dibinasakan dengan api pada akhir zaman.

Kegunaan lidah-lidah api Roh Kudus:

  1. 2 Raja-raja 6: 15-17
    6:15. Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?"
    6:16. Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka."
    6:17. Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.

    Lidah api sama dengan kuda dan kereta berapi yang mengelilingi kita--dulu mengelilingi Elisa.

    Kegunaan lidah-lidah api Roh Kudus yang pertama: Roh Kudus menjadi pagar api di sekeliling kita.

    Ada pagar kawat berduri saja sudah hebat. Apalagi kalau pagar api, lebihh luar biasa. Itulah kehidupan yang diurapi dan dipenuhi oleh Roh Kudus sampai bisa berbahasa roh. Bukan hanya di loteng Yerusalem--Roh Kudus sudah tidak dibatasi--, tetapi sampai hari ini, bahkan sampai kedatangan TUHAN--120 sama dengan 120 tahun yobel: 6000 tahun.

    Menjadi pagar api di sekeliling kita, aritnya:


    • Seara rohani:


      1. Roma 15: 16
        15:16. yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

        Di sini, rasul Paulus dipakai kepada bangsa kafir, kita semua.
        Bangsa Yahudi adalah dombanya TUHAN, tetapi bangsa kafir hanya seharga anjing dan babi.

        Anjing= menjilat muntah; kata-katanya hanya mengejek.
        Babi= mandi dan kembali lagi ke kubangan; perbuatannya memilukan hati TUHAN.

        Bangsa kafir ini tidak taat. Baru dimandikan, sudah bagus, sebentar lagi sudah lari lagi ke kubangan. Itulah babi. Memang demikian bangsa kafir.

        Jadi yang pertama: lewat nyala api Roh Kudus, bangsa kafir disucikan dari tabiat anjing dan babi yang bau, sehingga menjadi persembahan yang berbau harum di hadapan TUHAN--memuliakan TUHAN.

        Anjing menjilat muntah dan babi yang kembali ke kubangan itu bau. Tetapi kalau dibakar oleh api Roh Kudus, kita akan menjadi bau harum dan memuliakn TUHAN.

        Kita dipagari, dosa-dosa yang mau masuk tidak bisa masuk. Semua dibakar. Tidak cukup hanya dimandikan. Harus dibakar, supaya berbau harum di hadapan TUHAN.

        Kalau kita bisa berbahasa roh--diurapi dan dipenuhi Roh Kudus--, bukan untuk show, tetapi harus ada bukti kesucian--dipagari dengan api kesucian.


      2. Roma 12: 11
        12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

        Yang kedua: api Roh Kudus membuat kita setia berkobar-kobar--menyala-nyala--dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN--sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita--, sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali kedua kali.

        TUHAN tahu kalau tanpa Roh Kudus, manusia menjadi terbatas. Usianya sudah terbatas--sampai 120 tahun--, jasmani-rohaninya lemah, semua lemah, dan dalam kekurangan; serba terbatas.

        Tetai kalau ada Roh Kudus, tidak bisa dibatasi lagi oleh apapun. Dia yang membuat setia dan berkobar-kobar!

        Mari, jangan bergantung pada kekuatan dan kepandaian kita, tetapi pada kuasa Roh Kudus hari-hari ini.


      Suci, setia dan berk0bar-kobar, itulah kekuatan api Roh Kudus.
      Pendahulu-pendahulu kita sampai meninggal dunia. Ini sebagai contoh bagi kita. Rasul Paulus juga tidak menghiraukan nyawanya untuk bisa menyelesaikan tugasnya sampai garis akhir. Ini semua karena kekuatan Roh Kudus.

      Hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang suci, setia, dan berkobar-kobar bagaikan memiliki nyala api Roh Kudus. Apinya masih ada; pagarnya masih ada.
      Kalau sudah tidak suci, ini yang bahaya. Pagarnya akan terbuka dan pasti tidak setia. Bukan karena alasan apa, tetapi karena tidak suci, pagarnya sudah lepas, tidak ada lgai dorongan apinya, sehingga pasti tidak steia.

      "Seperti kereta api. Kereta tebu di kampung kami harus pakai api dari kayu. Jalan terus. Kalau tidak ada apinya, siapa mau dorong kereta api? Coba dorong, susah. Tetapi kalau ada api, bisa berangkat."

      Tidak ada alasan karena ini itu, sebenarnya pagar apinya sudah tidak ada--sudah tidak suci, dan pasti tidak setia. Yang membuat loyo bukan umur dan lain-lain, tetapi karena tidak suci. Kesucian ini yang harus kita jaga!

      Kalau suci, pasti stia dan berkobar-kobar. Semakin suci, semakin setia berkobar-kobar.

      "Saya sebagai saksi, puji TUHAN. Dari 3 hamba TUHAN, hanya Pdt van Gessel yang saya tidak tahu. Opa Totaijs saya lihat 4,5 jam ia ibadah. Padahal satu malam ia ke belakang 20 kali lebih. Kalau ibadah--ini ibadah terakhir--menurut logika, seharusnya ia ke belakang beberapa kali. Tetapi saya lihat ia duduk dengan tenang selama 4,5 jam. Sudah loyo. Kekuatan apa? Seorang dokter di pesawat berbisik kepada saya saat Pdt Totaijs belum meninggal: 'Seenarnya tubuhnya sudah mati, tetapi rohnya kuat.' Hanya itu yang bisa. Saya menangis karena saya berterima kasih beliau yang memberkati nikah saya. Jarang sekali di Indonesia diberkati oleh beliau dan kami mendapatkan kesempatan itu. Saya menangis, dia hanya berkata: 'Mempelai.' Saya peluk: 'Opa...': 'Mempelai.. mempelai.' Begitu kalau ada kekuatan Roh Kudus, sampai ia menigngal dunia.
      Pdt In Juwono, saya tahu persis. Om Amir yang mendoakan. Beliau berkata: 'Mempelai, ini pekerjaan besar.' Tidak memikirkan yang lain. Coba bayangkan! Sudah menjelang dipanggil TUHAN, luar biasa, rohnya kuat. Om Yo dan om Pong usianya bertambah, kegiatannya makin hebat baik di dalam penggembalaan--dua jemaat--maupun pelayanan ke luar. Ini kekuatan api Roh Kudus.
      "

      Ini pelayan bagaikan nyala api. Ini ada pagarnya, yaitu suci, setia, dan berkobar-kobar.
      Mazmur 104: 4
      104:4. yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu,

      Hamba TUHAN/pelayan yang suci, setia, dan berkobar-kobar sama dengan hamba TUHAN/pelayan TUHAN bagaikan nyala api.

      Wahyu 1: 14
      1:14. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

      Mata TUHAN bagaikan nyala api.
      Jadi, hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang suci, setia, dan berkobar-kobar adalah biji mata TUHAN sendiri. Ini yang dipagari dengan api.

      Banyak kita berkhotbah: Kita biji mata TUHAN, tetapi seringkali TUHAN geleng-geleng: Bukan! Kita sendiri tidak setia, kita hanya menipu jemaat supaya jemaat senang. TUHAN berteriak dari sorga: Bukan biji mata, tetapi kotoran mata. Ini akibatnya kalau tidak menggunakan ayat-ayat, hanya begitu saja, supaya jemaat senang: Kita hebat, kita luar biasa, padahal TUHAN berkata: Hanya kotoran mata, bukan biji mata.
      Maaf, mungkin terlalu keras, tetapi untuk menolong kita semua, supaya apinya tidak berhenti.

      Kalau sudah ada yang mulai dingin/loyo siapapun kita, minta api dari sorga! TUHAN tolong kita semua.

      Pelayan TUHAN yang suci, setia, dan berkobar-kobar bagaikan Elisa yang naik kereta dan kuda berapi untuk berperang bersama TUHAN sampai menang dan terangkat ke sorga

      Tetapi kalau tidak ada pinya--tidak suci, setia, dan berkobar-kobar--, akan naik kereta kuda tanpa api, itulah kereta dan kuda Firaun yang akan tenggelam di laut, sekalipun hebat.
      Firaun= gambaran setan. Kita hati-hati!

      Keluaran 14: 6-9
      14:6. Kemudian ia memasang keretanya dan membawa rakyatnya serta.
      14:7. Ia membawa enam ratus kereta yang terpilih, ya, segala kereta Mesir, masing-masing lengkap dengan perwiranya.
      14:8. Demikianlah TUHAN mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu, sehingga ia mengejar orang Israel. Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang dinaikkan.
      14:9. Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon.

      Kuda dan kereta Firaun= sudah tidak ada apinya lagi--suudah tidak suci, setia, dan berkobar-kobar. Cari alasan terus untuk tidak melayani, mulai dari gembala, pemain musik dan sebagainya.

      "Pdt Pong selalu mengatakan: Kalau kita cari satu saja alasan untuk tidak melayani, setan sudah berikan sekeranjang alasan. Bertolak belakang dengan kesaksian kami tadi. Seorang anak SMP mau datang melayani ke sini, kalau tidak ikut ujian, dapat 0. Dia menangis dan dia cari caranya bagaimana bisa beribadah. Ini api. Kalau kita semua cari cara untuk mengatasi halangan, supaya bisa tetap melayani, itu api."

      Kalau tidak ada apinya lagi, berarti naik kuda dan kereta Firaun. Dipakai setan untuk melawan TUHAN--memecah belah tubuh Kristus. Orang yang tidak setia hanya memecah belah tubuh Kristus.

      Contoh: kalau tangan ktia sudah tidak berguna lagi--tidak setia lagi--, sudah terjadi perpecahan dalam tubuh Kristus.
      Kita sungguh-sungguh! Siapapun kita! Kalau sudah tidak setia, akan jadi pemecah belah. Bukan menyatukan tubuh Kristus, tetapi menyengsaarakan tubuh Kristus, seperti Firaun mengejar orang Israel.

      Tidak suci bukan hanya ke arah kejahatan--uang--, seks dan sebagainya, tetapi bisa juga karena iri hati atau benci. Kalau ada iri hati atau kebencian, apinya apdam, tidak ada urapan dan kit amulai kendor. Rugi sekali!

      Hati-hati! Jadi bji mata TUHAN--dipakai TUHAN--atau melawan TUHAN--; dipakai TUHAN atua memecah belah! Kalau dipakai TUHAN, kita ada dalam pembangunan tubuh Kristus. Kalau dipakai Firaun, akan memecah belah tubuh Kristus.


    • Secara jasmani: api Roh Kudus mampu melindungi dan memeihara kita di padang gurun dunia, seperti bji mata-Nya sendiri.
      Ini alasan mengapa diistilahkan lidah api Roh Kudus bertebaran, karena kita menghadapi pasir yang bertebaran di dunia ini.

      Pasir menunjuk pada masalah-masalah di dunia, tetapi TUHAN juga meniupkan Roh Kudus--api Roh Kudus bertebaran juga--untuk melindungi dan memelihara kita bagaikan biji mata-Nya sendiri, sampai sebutir pasirpun tidak boleh menyakiti kita.

      Pasir juga menunjuk pada dosa dan segala hal yang negatif, yang ditiupkan oleh setan.
      Jangan takut! Apapun halangna dan rintangan dalam pelayanan dan pekerjaan kita, selama masih ada pagar api roh Kudus, kita akan menang. Sebutir pasir tidka boleh menyakiti kita, TUHAn melindungi dan memelihara kita.


  2. 2 Raja-raja 2: 9-11
    2:9. Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu."
    2:10. Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."
    2:11. Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah
    kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

    Kegunaan lidah-lidah api Roh Kudus yang kedua: bukan hanya menjadi pagar, tetapi api Roh Kudus juga mengagkat Elia ke sorga.
    Artinya: nyala api Roh Kudus sanggup mengangkat kita; sama dengan memuliakan kita: mulai dengan mengubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Ini mujizat terbesar. Setan tidak bisa. Kalau sakit jadi sembuh, setan bisa.
    Setan gencar dengan kesembuhan, supaya manusia hanya melihat mujizat jasmani sampai percaya kepada setan dan nanti kalau nabi palsu dan antikris mendatangkan api dari langit, banyak orang akan meyembah antikris.

    Kita perhatikan tanda rohani malam ini, yaitu pembaharuan.
    Mujizat oleh api Roh Kudus adalah JUJUR (di Efesus 4) DAN PERCAYA.

    Kisah Rasul 2: 1
    2:1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.

    Ini adalah mansuia baru dan mulia; terangkat oleh kuasa Roh Kudus; naik kuda dan kereta berapi.

    Mari, Kalau pelayanan mau terangkat, jujur--mulai dari soal pengajaran--dan percaya. Juga jujur dalam mengaku dosa.
    Jujur soal pengajaran: kalau benar, katakan: benar, jangan: benar, tetapi....
    Kalau mau diangkat dan dimuliakan, mari jujur dan percaya. Hanya itu! Ini mujizat rohani.
    Dunia sudah sadar, bukan cari oang pintar, tetpai cari orang jujur.

    Kalau mujizat rohani terjadi, mujizat jasmani juga terjadi.
    Lazarus mati empat hari, sudah busk dan mustahil. Kemudian TUHAN katakan: 'Angkat batu itu!' Marta berkata: 'Jangan TUHAN! Sudah bau--sudah jujur--, tetapi jangan dibuka--tidak percaya.'
    Harus jujur: tunjukkan semua apa adanya dan percaya (TUHAN berkata: 'Marta, kalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah'). Roh kemuliaan akan mengadakan mujizat yang jasmani. Sudah busuk empat hari, tetapi bisa dibangkitkan. Masalah yang mustahil menjadi tidak mustahil. Jujur!

    Marta tidak jujur, mau tutup-tutupi, takut malu karena sudah bau ('Jangan TUHAN!'). Ia menggunakan logika. Banyak orang menggunakan logika. Memang cocok, tetapii yang bau mau ditutup-tutupi. Itu bedanya iman dan logika. Kalau logika mau tutup-tutupi terus; tidak jujur; bisa berkelit.
    Jujur dan percaya, Lazarus bangkit.

    Malam ini, apa kesulitan dan kemustahilan kita? TUHAN tolong kita semua.

    Seorang ayah, anaknya sakit ayan. Dia katakan: 'TUHAN tolonglah kalau Engkau bisa?': 'Kalau Aku dapat? Tidak ada yang mustahil bagi roang percaya': 'Tolonglah aku yang tidak percaya.' Jujur dan percaya, anaknya disembuhkan oleh TUHAN.
    Nikah dan buah nikah yang sudah hancur sekalipun dan banyak tangisan/kepedihan, kalau mau jujur dan percaya, akan TUHAN pulihkan.

    Smapai seperti Elia, kalau TUHAn datang kembali, kita diubahkan menjadi smepurna eperti Dia. Tidak salah dalam perkataan. Hanya berersu: 'Haleluya.' Kita naik kereta dan kuda berapi, terangkat ke sorga. Kita bersama dengan Dia selamanya.

Mari, ada pencurahan Roh Kudus. Sebenarnya dulu sudah dihembusi, tetapi karena memilih daging, maka putus hubungan dengan Roh kudus. Tetapi malam ini, TUHAn sambung lagi. Dia akan curahkan Roh Kudus di tengah-tengah kita sekalian. Kita membutuhkan Roh Kudus.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top