English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 18 September 2013 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Wahyu 1: 1-3
1:1. Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya...

Ibadah Raya Malang, 07 Desember 2008 (Minggu Pagi)
Wahyu 21: 5
Sebenarnya dalam Kitab Kejadian Tuhan sudah menempatkan langit dan bumi yang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Mei 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4:1-13 adalah tentang pencobaan di padang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Mei 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 September 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 08 Oktober 2009 (Kamis Malam)
Dalam kitab Keluaran 1 ada dua rencana yang besar:
Keluaran...

Ibadah Persekutuan III di Square Ballroom Surabaya, 30 Mei 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Mei 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7 terbagi menjadi dua bagian besar:
Ayat 1-8=...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Oktober 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 April 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:1
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Januari 2018 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Ciawi

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 28 Agustus 2012 (Selasa Malam)
Tema: tersungkur di bawah kaki Tuhan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9
1:9....

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 April 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:21
14:21 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada...

Ibadah Raya Malang, 22 November 2009 (Minggu Pagi)
Wahyu 21:5, pada mulanya Tuhan sudah menciptakan manusia yang sama dengan Dia, Tuhan juga menciptakan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Agustus 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan I di Square Ballroom Surabaya, 29 Mei 2018 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Tema: Wahyu 22: 20
22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

'Ya, Aku datang segera!'= Tuhan Yesus sudah siap sedia untuk segera datang kembali kedua kali. Inilah seruan Tuhan.
'Amin, datanglah, Tuhan Yesus!'= kita semua (sidang jemaat) yang juga sudah siap sedia untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Kita bertemu dengan Dia di awan yang permai dalam perjamuan kawin Anak Domba, masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru (kerajaan sorga yang kekal untuk selamanya).
Yesus sudah siap sedia dan sidang jemaat juga sudah siap sedia.

Persiapan apa yang dilakukan Yesus untuk datang kembali? Persiapan apa yang dilakukan sidang jemaat untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan yang permai?
Kita belajar tentang PERSIAPAN.

Kita belajar dikaitkan dengan pembukaan Lembaga El-kitab "Kristus Ajaib" angkatan XL tahun ke L.
Dikaitkan dengan angka 40 menunjuk pada penyaliban/perobekan/penamatan daging.

Yesus memiliki tiga kali angka 40:

  1. Lukas 2: 21-24
    2:21. Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
    2:22. Dan
    ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
    2:23. seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
    2:24. dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

    'Dan ketika genap waktu pentahiran' = empat puluh hari.
    Imamat 12: 3-4, 8
    12:3. Dan pada hari yang kedelapan haruslah dikerat daging kulit khatan anak itu.
    12:4. Selanjutnya
    tiga puluh tiga hari lamanya perempuan itu harus tinggal menantikan pentahiran dari darah nifas, tidak boleh ia kena kepada sesuatu apapun yang kudus dan tidak boleh ia masuk ke tempat kudus, sampai sudah genap hari-hari pentahirannya.
    12:8. Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk menyediakan seekor kambing atau domba, maka haruslah ia mengambil dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, yang seekor sebagai korban bakaran dan yang seekor lagi sebagai korban penghapus dosa, dan imam itu harus mengadakan pendamaian bagi perempuan itu, maka tahirlah ia."

    Ayat3-4 = hari kedelapan ditambah tiga puluh tiga hari= hari keempat puluh--tiga puluh tiga hari dihitung mulai dari hari kedelapan saat disunat--; hari pentahiran.
    'Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk menyediakan seekor kambing atau domba, maka haruslah ia mengambil dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, yang seekor sebagai korban bakaran dan yang seekor lagi sebagai korban penghapus dosa' = ini yang dibawa keluarga Yesus; keluarga yang sederhana; tidak membawa kambing domba.

    Persiapan yang pertama atau angka empat puluh yang pertama: Yesus harus lahir ke dunia--datang pertama kali ke dunia--, dan diserahkan kepada Tuhan pada umur empat puluh hari dengan membawa korban penghapus dosa sesuai dengan hukum Taurat. Kalau tidak lahir ke dunia, Ia tidak bisa datang kedua kali.

    Dulu Yesus diserahkan kepada Tuhan dan harus membawa korban penghapus dosa. Pada zaman Taurat korbannya binatang. Sekarang kita tidak membawa korban binatang, karena sudah digenapkan oleh korban Kristus.
    Cerita ini menubuatkan Yesus datang pertama kali ke dunia dan harus mati di kayu salib--penamatan daging--untuk dua hal:


    • Menggenapkan hukum Taurat. Jadi sejak lahir Ia sudah mengenapkan hukum Taurat, dan puncaknya saat Ia mati di kayu salib, sehingga bangsa Israel yang punya hukum Taurat tetapi tidak bisa melakukan (tidak bisa menggenapi), bisa menggenapinya lewat percaya kepada Yesus.
      Kalau tidak bisa menggenapi hukum taurat, berarti dihukum.
      Demikian juga dengan kita bangsa kafir, bangsa kafir tidak memiliki hukum Taurat--bangsa kafir yang tidak kena mengena dengan hukum Taurat; hukum Taurat hanya untuk bangsa Israel--, bisa menggenapkan hukum Taurat lewat percaya/iman kepada Yesus.

      Keduanya bisa menggenapkan Taurat sehingga tidak dihukum.


    • Menjadi korban pendamaian--korban penghapus dosa--bagi manusia berdosa, sehingga diselamatkan. Yesus satu-satunya manusia tidak berdosa dan harus mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa.


    Jadi PERSIAPAN YESUS yang pertama adalah IA HARUS DATANG KE DUNIA, MATI, DAN BANGKIT, LALU NAIK KE SORGA, sehingga Ia bisa datang kembali kedua kali.
    Ini persiapan dari Yesus.

    Yesus sudah siap, sekarang PERSIAPAN KITA untuk menyambut kedatangan Yesus adalah KITA SEMUA HARUS MENGALAMI PENYALIBAN DAGING--angka empat puluh--, untuk menerima keselamatan lewat korban Kristus. Dia yang sudah mati disalib, kita sekarang hanya menerima.

    "Kami sekeluarga bukan dari keluarga hamba Tuhan; bukan dari keluarga orang Kristen. Dulu kami mencari keselamatan di kuburan, minum air bunga, setelah menerima penginjilan (Injil keselamatan) kami bisa percaya Tuhan. Mungkin malam ini keluarga saya lengkap yang datang. Kami diselamatkan, ini karena pengaruh Injil keselamatan."

    Proses menerima keselamatan: lewat Injil keselamatan.
    Efesus 1: 13
    1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Amsal 25: 25
    25:25. Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

    Orang berdosa seperti orang haus di padang gurun. Harus diberi seteguk air. Itulah firman penginjilan bagaikan minum susu, cepat selesai.
    Firman penginjilan; injil keselamatan; susu; kabar baik yaitu Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa, tetapi harus mati di kayu salib dan menyelamatkan manusia berdosa.

    Prosesnya:


    • Percaya/iman kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat lewat mendengar firman Kristus/firman yang diurapi Roh Kudus.
    • Bertobat: berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan--mengakui dosa, jika diampuni jangan berbuat lagi; mengampuni dosa orang lain dan melupakan dosa orang lain; tidak menghakimi.

      Bertobat sama dengan mati terhadap dosa.

      "Malam ini kita bersamaan dengan perayaan Paskah (digabung); kematian Tuhan (Jumat Agung); Paskah sampai dengan kenaikan Tuhan. Jangan-jangan juga sampai pencurahan Roh Kudus. Kita gabung dalam tiga kali kebaktian, Tuhan menolong kita semuanya."

      1 Korintus 5: 7-8, 11
      5:7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
      5:8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu
      kemurnian dan kebenaran.
      5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul
      (1), kikir(2), penyembah berhala(3), pemfitnah(4), pemabuk(5) atau penipu(6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

      'Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus' = korban penghapus dosa sama dengan korban Paskah.
      'penipu' = dusta.
      'jangan makan bersama'= jangan berfellowship.

      Kita bertobat mulai dari enam dosa yang mendarah daging---menguasai tubuh, jiwa, roh--, sampai tidak ada dusta.


    • Baptisan air. Orang mati harus dikubur.
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hidup dalam urapan Roh Kudus--mengalami baptisan Roh Kudus.

      Bukan manusia darah daging lagi, tetapi hidup dari urapan Roh Kudus. Dulu kita dilahirkan ibu, hanya manusia darah daging yang berbuat dosa. Setelah dilahirkan baru dari Tuhan (baptisan air) kita menjadi manusia baru (manusia sorgawi), dan kita hidup oleh Roh Kudus, yaitu hidup dalam kebenaran dan kemurnian (ayat 8). Ini sama dengan selamat--tidak dihukum--dan diberkati Tuhan sampai anak cucu, bahkan bersuasana pesta Paskah/pesta sorga.


    Kebahagiaan sorga tidak dipengaruhi dunia atau daging. Buktinya: berbahagialah orang miskin. Kebahagiaan sorga tidak dipengaruhi kaya atau miskin; tidak terpengaruh oleh apapun di dunia.

    Persiapan Yesus yang pertama adalah Ia harus datang pertama kali ke dunia, setelah itu baru datang kembali ke dua kali. Dan persiapan kita adalah menerima keselamatan lewat Injil keselamatan/kurban Kristus, sehingga kita bisa hidup dalam kemurnian dan kebenaran, dan kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Murni artinya suci sampai dalam hati.


  2. Markus 1: 12-13
    1:12. Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun.
    1:13. Di padang gurun itu
    Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.

    Di injil Matius pasal 4, Yesus berpuasa empat puluh hari.

    Persiapan yang kedua atau angka empat puluh yang kedua: Yesus berpuasa empat puluh hari empat puluh malam--perobekan daging--untuk menghadapi pencobaan-pencobaan dari iblis/binatang buas.

    Ini adalah nubuat. Kita membaca alkitab bukan diartikan secara hurufiah, tetapi ada pembukaannya.
    Yesus berpuasa untuk bisa taat--Yesus selalu berkata: Ada tertulis.... sekalipun ditawari yang hebat-hebat; selalu kembali ke alkitab. Ini menubuatkan Yesus taat sampai mati di kayu salib sehingga Ia mendapatkan nama di atas segala nama untuk mengalahkan setan tritunggal.

    Yesus diperintahkan untuk menjadikan batu jadi roti. Tetapi Yesus tidak mau demonstrasi kuasa, karena ada rencana Allah di situ. Seandainya batu dijadikan roti jasmani, maka batu-batu bangsa kafir tidak bisa jadi roti (tidak bisa jadi anak Tuhan). Jasmani dapat, tetapi rohani hancur. Yesus tidak mau, lebih baik taat ('ada tertulis.....'). Puasa, supaya kita taat dengar-dengaran. Di dalam ketaatan baru ada kuasa untuk mengalahkan pencobaan.

    Filipi 2: 8-10
    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan
    mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    2:10. supaya
    dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

    'bertekuk lutut' = kalah.
    Salib= perobekan daging sepenuh.
    Setan tritunggal (tiga binatang buas) adalah sumber pencobaan:


    • Wahyu 12: 3
      12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

      Binatang buas di udara = naga merah di langit/di udara = setan dengan roh najis = sumber (pemicu) dosa-dosa sampai puncaknya dosa yaitu


      1. Dosa makan minum: merokok, mabuk, narkoba.
      2. Dosa kawin mengawinkan: percabulan dengan berbagai bentuknya, penyimpangan seks (laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan), nikah yang salah (kawin campur, kawin cerai, sampai kawin mengawinkan). Hati-hati!


    • Wahyu 13: 11
      13:11. Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.

      Binatang buas di darat= nabi palsu dengan roh dusta. Hati-hati, jangan lihat luarnya, tetapi ajarannya! Ajarannya itu yang penting. Penampilan luar banyak mengecoh. Kelihatan baik, tetapi begitu bersuara, habis.

      "Guru dan gembala saya, Pdt In Juwono dan Pdt Pong selalu berkata: Kalau hamba Tuhan berbuat dosa, dia mati sendiri. Tetapi kalau mengajarkan ajaran palsu, mati semua. Hati-hati dalam fellowship dan tergembala! Kita tergembala dalam firman pengajaran yang benar. Hati-hati nabi palsu! Ini sama dengan makan racun setiap hari; tadinya olahragawan lama-lama tidak bisa jalan. Demikian juga dengan rohani kita (datang ibadah saja malas)."

      Hati-hati dengan dusta, gosip, fitnah (yang salah jadi benar, yang benar jadi salah), sampai menghujat! Rohani dan pelayanan kita akan keracunan.
      Menghujat Tuhan= membenarkan ajaran yang salah, dan menyalahkan ajaran yang benar.


    • Wahyu 13: 1
      13:1. Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.

      Binatang buas dari dalam laut= antikris dengan kekuatan Mamon; ikatan akan uang. Bukan uangnya yang salah, tetapi ikatan akan uang yang tidak boleh.
      Ikatan akan uang yaitu kikir dan serakah--penyembahan kepada antikris. Ini adalah cakar antikris.

      Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
      Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Tuhan tolong kita semua.


    Semoga pada kesempatan ini, Yesus sudah menang dan kita juga menang.
    Dia sudah rela berpuasa empat puluh hari empat puluh malam--perobekan daging sepenuhnya--, berarti Dia taat sampai setan lari, dan menang atas tiga binatang buas. Ini menubuatkan Yesus taat sampai mati di kayu salib.

    Ini merupakan PERSIAPAN YESUS yang kedua untuk datang kembali KEDUA KALI YAITU IA HARUS TAAT SAMPAI MATI.
    Markus 1: 13
    1:13. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.

    Yesus taat sampai mati di kayu salib, menang atas setan tritunggal, dan Yesus langsung dilayani oleh malaikat; artinya dimuliakan di bumi sampai di sorga untuk kemudian Ia datang kembali.

    Sekarang, PERSIAPAN KITA adalah kita harus berpuasa secara jasmani---tidak makan dan minum--dan rohani. Artinya: kita harus mengalami perobekan daging, yaitu KITA BISA TAAT DENGAR-DENGARAN SAMPAI DAGING TIDAK BERSUARA LAGI. Itu yang penting!

    Yesus taat sampai mati di kayu salib--tirai terobek. Kita taat sampai daging tidak bersuara--tirai terobek--, salah satu contoh Abraham taat untuk mempersembahkan anaknya. Kalau pemuda kaya, masih bersuara dagingnya. Sudah mengikuti hukum Allah, tetapi ia tidak taat saat disuruh menjual hartanya.

    Kaum muda dari kecil taat, tetapi jodoh yang salah bagaimana? Perlu puasa untuk yang jasmani dan rohani.
    Kalau taat sampai daging tidak bersuara, kita akan mengalami kuasa nama Yesus untuk menang atas setan tritunggal:


    • Menang atas setan di udara; roh najis= hidup benar dan suci.

    • Menang atas nabi palsu= berkata benar; tidak berdusta, bergosip; dan pegang teguh pengajaran yang benar.
      Selama masih berdusta, bergosip, kita dikuasai nabi palsu.

      Hati-hati pada akhir zaman di mana keadaan manusia kembali pada zaman Nuh yaitu hati manusia cenderung jahat dan najis, sehingga lebih menggemari yang palsu. Contohnya: lebih menyukai barang yang palsu (cincin palsu, kalung palsu).
      Hati yang jahat dan najis cocoknya dengan yang palsu.


    • Menang atas antikris= kita bisa mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus milik Tuhan, baru bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.


    Tadi Yesus menang dan dilayani malaikat. Kita juga, kalau menang akan dilayani malaikat--secara rohani.
    Malaikat menunjuk pada gembala--'tuliskanlah kepada malaikat sidang jemaat Efesus, jemaat Philadelphia...'.
    Jadi dilayani oleh malaikat berarti orang taat bisa tergembala dengan benar dan baik, yaitu tergembala pada pribadi Yesus; firman pengajaran yang benar--seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar.

    Persiapan pertama tadi hidup benar dan murni; suci.
    Persiapan kedua adalah taat sampai daging tak bersuara, kita menang atas setan, sehingga bisa tergembala dengan benar dan baik.

    Gereja apa saja adalah carang. Pokoknya adalah Yesus; firman pengajaran yang benar--'pada mulanya adalah firman/logos'. Logos itu bersama Allah; Logos menjadi manusia itulah Yesus.

    Jadi tergembala dengan benar dan baik artinya kita tergembala pada firman pengajaran yang benar--pribadi Yesus; makanan benar--, sehingga rohani kita bertumbuh, dan jasmani juga bertumbuh.
    Hati-hati kalau rohani merosot--sudah malas. Ini bisa terjadi karena tidak makan, tidak ada makanan, atau makanannya tidak benar (racun). Kembali pada pokok anggur yang benar!

    "Saya ingat Pdt In Juwono berteriak--ia ketua umum--: Siapa bisa jadi pokok? Bukan saya! Kembali pada pengajaran yang benar/pribadi Yesus. Ini yang harus dicari dalam penggembalaan."

    Kita juga harus berada dalam kandang penggembalaan. Musa melihat sorga di atas gunung Sinai, lalu Tuhan perintahkan Musa membuat sorga di bumi, itulah Kemah Suci atau Tabernakel, supaya di bumi sama seperti di sorga; kita yang hidup di bumi bisa beradaptasi untuk hidup di sorga.

    Tabernakel terdiri dari tiga ruangan:


    • Halaman--keselamatan; percaya, bertobat, baptis air--= lepas dari padang gurun dunia dan masuk halaman kerajaan sorga.
    • Ruangan suci= kandang penggembalaan.
    • Ruangan maha suci= kesempurnaan; takhta sorga.


    Ada tiga macam alat di dalam ruangan suci, menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya; kita diberi minum supaya segar--berkobar terus. Itu bukti persekutuan yang benar yaitu kita pulang tambah berkobar.
      Ibadah persekutuan adalah ibadah raya yang besar, tempat persemaian karunia-karunia Roh Kudus yang subur.

      "Dulu, dalam persekutuan semacam ini saya dan om Donal membawa tas gembala, lalu persiapan panggung. Tetapi karunia bertambah, disuruh pembukaan, khotbah kaum muda, sampai hari ini. Kalau persekutuannya benar (pokoknya benar), karunia pasti bertambah, tidak akan tambah loyo. Coba ini digaris bawahi. Tuhan tolong kita."


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus; kita diberi makan supaya kuat, tidak jatuh dalam dosa dan pelayanan, tetapi tetap melayani Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali. Tidak ada kata pensiun!

      Di dunia memang ada pensiun karena bekerja dengan daging. Kalau bekerja dengan firman yang kekal dan Roh Kudus, akan bertambah kuat sampai sempurna (sampai garis akhir). Bedakan di dunia dan di sorga.

      Jangankan mempensiunkan orang, mau menurunkan orang karena salah (berbuat dosa) saja, sudah berat.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; bernafas dengan kasih Allah. Kasih Allah kekal, berarti hidup kita kekal selamanya.


    Mengapa tiga macam ibadah? Karena kita terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh. Allah juga tritunggal, setan juga tritunggal.
    Lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa dijamah oleh tiga binatang buas.

    Hasilnya:


    • Perlindungan Tuhan--ada empat lapis tudung dalam ruangan suci. Mesir dihukum tetapi Gosyen aman. Ini adalah perlindungan Tuhan dari celaka marabahaya, pencobaan, tiga kali tujuh hukuman Tuhan, sampai neraka. Gosyen secara rohani menunjuk pada kandang penggembalaan.


    • Ada penyertaan Tuhan sehingga selalu menang atas musuh-musuh. Biarpun ada banyak, kalau tidak ada penyertaan Tuhan, percuma. Biar dua-tiga orang tetapi Tuhan di sana, itu yang penting!

      Tuhan suruh Musa berangkat ke Kanaan, tetapi Tuhan tidak menyertai (hanya dengan malaikat saja, sebab kalau Tuhan tidak beserta bahaya, mereka yang keras hati bisa mati semuanya), tetapi Musa tidak mau--sekalipun dapat Kanaan, tidak mau, Musa pilih penyertaan Tuhan.

      Kanaan gambaran sorga; Kanaan Samawi. Sorga tanpa Yesus pun sia-sia; tetap ada air mata. Tetapi sorga bersama Yesus benar-benar ada kebahagiaan kekal.


    • Ada pemeliharaan Tuhan secara jasmani sampai berkelimpahan ('Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku')--sampai mengucap syukur pada Tuhan. Secara rohani kita mengalami damai sejahtera--'dibaringkannya aku di padang rumput hijau, dituntun ke air tenang'--; ada ketenangan di tengah kegoncangan dunia; di tengah padang gurun dunia dan binatang buas.
      'takkan kekurangan aku' juga artinya: dalam penggembalaan tubuh, jiwa, roh kita disucikan secara intensif sampai tidak bercacat cela; kita sempurna seperti Yesus untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.


    Inilah penggembalaan. Tiga kali pertanyaan Yesus kepada Petrus: Adakah engkau mengasihi Aku? Gembalakanlah domba-domba-Ku. Ini menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah.

    Pertama: terima keselamatan---halaman; injil keselamatan; percaya, baptis air, hidup murni dan benar. Kita sudah selamat dan diberkati; suasana kebahagiaan sorga yang tidak dipengaruhi dunia.
    Kedua: perobekan daging; taat sampai daging tidak bersuara; berpuasa jasmani-rohani, sampai tergembala dengan benar dan baik, bahkan sempurna--'takkan kekurangan aku'

    Lukas 4: 13
    4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

    'Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu' = kalah.
    'menunggu waktu yang baik' = untuk menyerang lagi.

    Setan sudah kalah tetapi tidak pernah mengaku kalah. Dia mundur dan menunggu waktu yang baik untuk menyerang. Kapan waktu yang baik bagi setan untuk menyerang lagi? Saat kita lengah dalam penggembalaan. Gembala lengah dalam penggembalaan, bahaya!

    "Ibadah semacam ini hanya bonus bagi saya; kelimpahan dari penggembalaan, jadilah ibadah persekutuan. Tugas saya nomor satu adalah penggembalaan. Saya tidak mau tinggalkan penggembalaan. Kalau saya lengah, setan akan menyerang. Jemaat juga jangan lengah! Kalau lengah, itu waktu yang baik bagi setan untuk menghancurkan kita."

    Diberkati, jangan lengah, kalau lengah, semua akan hancur--jasmani, rohani, rumah tangga hancur--dan habis.

    Jika kita tergembala dengan benar dan baik, saatnya Tuhan berkarya dalam hidup kita--nikah kita dan pelayanan kita--, untuk menjadikan semua baik.
    Mulai dari seorang gembala; kalau sudah lengah bahaya, Tuhan tolong.

    Inilah persiapan Yesus untuk datang kedua kali. Datang dulu pertama kali sebagai korban paskah; korban penghapus dosa. Mari kita terima keselamatan, lewat injil keselamatan; percaya, bertobat, baptisan air, hidup benar dan suci. Inilah persiapan kita. Tuhan memberkati dan kita mengalami kebahagiaan sorga. Kalau tidak benar, sekalipun kaya, tidak akan bahagia. Kalau benar, sekalipun sederhana akan bahagia--'berbahagialah orang yang miskin.'

    Kedua: Yesus berpuasa; taat sampai mati di kayu salib. Mari kita berpuasa jasmani dan rohani.

    "Berpuasa adalah rumusnya hamba Tuhan. Menjelang om Pong meninggal, beliau tanya: 'Pak Wi kamu puasa?': 'Iya setiap hari Selasa.': 'Bagus, untuk kesehatan bagus, tetapi rohani juga baik, itu rahasia hamba Tuhan.' Beliau juga berpuasa waktu itu usianya 66 tahun."


  3. Kisah Rasul 1: 3
    1:3. Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

    Persiapan yang ketiga atau angka empat puluh yang ketiga: Yesus tampil dalam tubuh kebangkitan dan kemuliaan. Ia menampakkan diri pada murid-murid selama empat puluh hari.

    Dalam tubuh kemuliaan, Yesus bisa naik ke sorga, dan bisa datang kembali kedua kali. Kalau mempertahankan tubuh daging tidak akan bisa.

    Persiapan kita adalah kita harus mengalami perobekan daging---angka empat puluh--untuk bisa melihat Yesus dalam kemuliaan. Murid-murid tidak bisa melihat. Maria Magdalena menyangka Yesus sebagai penjaga taman. Waktu kubur kosong, Maria berkata: 'Kalau engkau tahu di mana guruku berada, tolonglah kembalikan tuan' (dikira penjaga taman padahal itu Yesus). Waktu murid-murid menebarkan jala lagi (dari penjala manusia kembali menjadi penjala ikan), mereka tidak menangkap apa-apa, waktu Yesus datang mereka tidak mengerti bahwa Ia adalah Tuhan (Yohanes 21). Karena apa? Ada daging yang menghalangi.

    Harus mengalami perobekan daging untuk bisa melihat Yesus dalam kemuliaan lewat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus--kabar mempelai; makanan keras; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Kabar mempelai merupakan kelanjutan dari kabar baik.

    2 Korintus 4: 3-4
    4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat
    cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Firman pengajaran adalah firman yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai, untuk menyucikan dan mengubahkan sidang jemaat yang sudah selamat, diberkati, bahagia, dan taat, sampai kita sempurna, sama mulia dengan Dia--dalam tubuh kemuliaan seperti Yesus. Kita menjadi mempelai wanita yang sempurna untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali.

    Jadi PERSIAPAN KITA adalah TERIMA KABAR MEMPELAI; kabar penyucian--'lihat Mempelai datang, songsonglah Dia'.
    Firman penginjilan dilanjutkan pada kabar mempelai.

    Hati-hati ada halangannya yaitu 'ilah zaman ini', artinya hati yang keras. Inilah yang membutakan.

    Melihat firman pengajaran artinya:


    • Mendengar dengan sungguh-sungguh dalam urapan Roh Kudus, sampai mengerti firman pengajaran yang benar.
    • Percaya/yakin pada firman--menjadi iman di dalam hati.
    • Praktik firman pengajaran yang benar.


    Hati-hati dengan ilah zaman ini--lembu emas--yaitu kekerasan hati. Sementara Musa bergumul di atas gunung untuk menerima dua loh batu dan Tabernakel--pengajaran Tabernakel dan kabar mempelai; pengajaran Tabernakel dalam terang mempelai--di bawah ada lembu emas. Ketika Tuhan melihat, Ia berkata (Keluaran 32:9): Bangsa yang tegar tengkuk--keras hati.

    Akibatnya: tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus; tidak taat dengar-dengaran. Sudah menerima, tetapi tidak taat atau menolak kabar mempelai. Inilah lembu emas.
    Mengapa begitu?

    "Waktu di Lempin-El kami ditanya oleh guru saya (bpk Pdt Pong): Kenapa ada hamba Tuhan tidak mau menerima kabar mempelai? Mohon maaf, karena saya dulu guru, saya berkesimpulan: Karena kurang pandai. Saya sudah ikut KKR dalam negeri dan luar negeri, saya baru dengar satu kali: Kok beda ini, ayat sama kok bisa begini. Saya mengerti dan saya kejar dari tempat saya empat jam (naik bus). Jadi kesimpulan saya: kurang cerdas. Salah! Ternyata anak saya umur empat tahun sudah mencatat. Om Pong berkata: karena hati keras, mempertahankan dosa, mungkin dosa najis, pahit, iri."

    Hati keras= mata hatinya buta, yang salah jadi benar dan benar jadi salah.

    Tetapi mari kita kembali pada yang positif: kalau hati lembut, supaya kita bisa mendengar, mengerti, percaya, sampai praktik firman.
    Hasilnya: kita bisa melihat wujud Kristus dalam kemuliaan di dalam hidup kita, yaitu kita mengalami penyucian dan pembaharuan seperti Kristus; hidup daging diubahkan dalam tubuh kemuliaan.

    Dulu memang murid-murid melihat Yesus dalam tubuh kemuliaan, sekarang melihat dengan kabar mempelai.
    Dulu kalau mau melihat Yesus hanya di daerah situ saja, daerah lainnya tidak bisa. Tetapi sekarang dengan kabar mempelai di seluruh dunia bisa melihat Yesus yang sudah bangkit dalam tubuh kemuliaan.

    "Hari ini bahkan detik ini, di Jerman, di manapun ada siaran langsung. Kalau tidak salah ada 30-40 Negara, sudah bisa melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus (Yesus yang sudah bangkit dalam tubuh kemuliaan."

    Ibrani 4: 12
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

    Mulai dengan menusuk hati dan pikiran sebagai sumber kehidupan jasmani dan rohani. Bagi orang percaya, sumber kehidupan jasmani bukan otak, tetapi hati--iman. Bedakan! Inilah penyucian-pembaharuan hati--Matius 5:27-37--:


    • Matius 5: 27-28
      5:27. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
      5:28. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya,
      sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

      Ayat 27: 'Jangan berzinah' = perbuatan.
      Ayat 28 = ketajaman pedang; biarpun suami, isteri, orang tua, anak, gembala, jemaat tidak melihat, tetapi firman melihat kedalaman hati sampai ginjal kita.

      Penyucian dan pembaharuan hati, yaitu hati yang penuh dengan keinginan jahat--keinginan akan uang; kikir dan serakah--, dan keinginan najis--dosa makan minum dan kawin mengawinkan--, sampai kepahitan--iri, benci tanpa alasan.

      Hati-hati, iri dan benci ini terjadi di kebun anggur--orang-orang di kabar mempelai.
      Sudah berjanji satu dinar sehari. Yang bekerja dari pagi hari menjadi iri hati, benci tanpa alasan, karena orang lain bekerja satu jam dapat satu dinar. Ini karena dinar dijadikan dolar. Padahal satu dinar ini yang bisa menembusi masa kelaparan (Kitab Wahyu). Kalau dapat 6 atau 7 dinar, tidak ada artinya. Yang ada artinya yaitu satu dinar.

      Mari, keinginan jahat, najis, kepahitan hati ditusuk menjadi hati yang penuh kasih Allah--hati damai sejahtera--, sehingga bisa mengutamakan-mengasihi Tuhan (ibadah) lebih dari semua. Apalagi yang seratus persen untuk Tuhan, masakan kalah dengan yang masih bekerja?

      Dan juga mengasihi sesama seperti diri sendiri bahkan mengasihi musuh--membalas kejahatan dengan kebaikan. Orang yang membenci kita, doakan.


    • Matius 5:29
      5:29. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

      Mata = pandangan daging-duniawi; hanya memandang dunia, sampai dalam ibadahpun yang dicari adalah daging. Pandangan kepada dunia diubahkan jadi memandang Yesus Imam Besar di sebelah kanan takhta Allah Bapa; pandangan salib yaitu rela menderita untuk Yesus (pelayanan), rela mengorbankan yang jasmani untuk mendapat yang rohani.

      Sekarang yang diajarkan adalah datang ibadah untuk dapat berkat. Salah! Datang ibadah bukan cari berkat yang jasmani, tetapi keselamatan, kesucian dan kesempurnaan--yang rohani.


    • Matius 5:30
      5:30. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

      Tangan = perbuatan.
      Perbuatan diubahkan jadi perbuatan yang berkenan di hadapan Yesus Imam Besar; perbuatan yang benar, suci, dan baik. Benar dulu baru baik. Jangan berbuat baik tetapi tidak benar.

      "Pencopet di depan toko kami: Saya mencuri sepuluh tikar, untuk rumah Tuhan delapan, saya cuma dua. Bagimana baik atau tidak? Orang berkata: Baik, tetapi masuk neraka. Banyak kita pura-pura berbuat baik, tetapi menyembunyikan yang salah. Bahaya! Hanya orang dengan pandangan daging yang bisa terkecoh. Kalau pandangan rohani, hanya Yesus yang baik."


    • Matius 5:31-32
      5:31. Telah difirmankan juga: Siapa yang
      menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.
      5:32. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.


      Ayat 31 = hukum Taurat.

      Penyucian tabiat; penyucian nikah yaitu dari kebenaran sendiri. Perceraian di dalam rumah tangga, penggembalaan, fellowship disebabkan karena kebenaran sendiri.

      Kebenaran diri sendiri: menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan--pengajaran yang benar. Mari disucikan dan dibaharui.
      Kebenaran Tuhan adalah saling mengaku dan saling mengampuni, dan kembali pada alkitab.

      Jangan menambah dan mengurangi alkitab. Kembali pada alkitab, kita pasti jadi satu. Baca, bukakan rahasianya ayat menerangkan ayat, pasti jadi satu.


    • Matius 5:33-37
      5:33. Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita:
      Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
      5:34. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,
      5:35. maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;
      5:36. janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.
      5:37.
      Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

      Penyucian mulut--dari hati muncul ke mulut--yaitu jujur; jika ya katakan: ya, jika tidak katakan: tidak; mulai dari pengajaran.
      Titus 2: 7
      2:7. dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

      Kalau ajarannya benar, mari dukung dan praktikkan. Kalau ajaran salah, katakan: salah. Jangan berkata: benar ... tetapi begini ... atau salah, tetapi ...

      Orang tidak jujur= ular; merpati dijual. Yang benar malah jadi salah, yang salah jadi benar. Kalau merpati itu tulus (tidak peduli siapapun).
      Kalau soal Tuhan tidak jujur, tidak mungkin jujur soal uang dan nikah.

      Mulut disucikan sampai mengeluarkan kata-kata iman yang senilai dengan doa penyembahan.
      Jujur dulu baru ada kata-kata iman. Ini yang menolong kita, apapun keadaan kita malam ini. Kalau kita mau ditusuk pedang, mengalami penyucian hati, sampai jujur dalam segala hal--pengajaran, keuangan, nikah, dalam mengaku dosa--, maka akan keluar kata-kata iman yang akan menolong kita apapun keadaan kita.

      Ini semua dari pekerjaan kabar mempelai.


    Hasilnya:


    • Matius 14: 29-32
      14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
      14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan
      mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
      14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
      14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

      Petrus tenggelam menunjuk pada bapak-bapak.
      Petrus hampir tenggelam, lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" Inilah kata-kata iman.

      Mungkin kita hampir tenggelam, jangan tukar Yesus (pengajaran yang benar; pribadi Yesus) dengan yang lain! Kata-kata iman sama dengan menyeru nama Yesus.

      Hasil pertama: kemerosotan, kejatuhan dalam dosa--Petrus menyangkal, Daud jatuh dalam dosa--, diangkat dan dipulihkan oleh Tuhan jadi hidup benar.

      Jangan hakimi orang berdosa, tetapi biarlah ditusuk pedang sampai berkata: Yesus tolong aku. Dia akan diangkat Tuhan.
      Sudah kering rohani: tidak bisa berdoa; tidak bisa meneteskan air mata lagi. Kalau rohani merosot, jasmani juga akan merosot.

      "Saya paling takut kalau kering. Dulu saya hitung-hitung gelas perjamuan suci, kalau turun jumlah jemaat, saya takut. Tetapi om Pong berkata: jangan hitung-hitung!"

      Kemerosotan pelayanan, ekonomi, Yesus tolong. Sudah usaha, silakan, tetapi berseru: Yesus tolong; hanya Engkau yang bisa mengangkat aku; aku kembali pada Yesus/pengajaran yang benar--kata-kata iman.


    • Markus 5: 25-29
      5:25. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
      5:26. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
      5:27. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
      5:28. Sebab katanya: "
      Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
      5:29. Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

      Ayat 27: 'Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus' = pengajaran.
      Ayat 28= kata-kata iman.
      Setelah mendengar pengajaran, ditusuk, sudah ke mana-mana dia sadar hanya Yesus yang bisa menyembuhkan. Pergi ke dokter, boleh, tetapi semuanya itu hanya sarana, yang menentukan adalah Yesus.

      Hasil kedua: perempuan--ibu-ibu--yang mengalami pendarahan dua belas tahun--sakit kanker yang mustahil--bisa disembuhkan. Mungkin sudah ke mana-mana, tetapi malam ini ditunggu Tuhan.

      'jubah'= kabar mempelai (Wahyu 19: 'Dia berpakaian jubah yang ada tulisannya Raja di atas segala raja'). Jamah jubah Yesus; berseru pada Tuhan, percaya pada-Nya.

      Kata-kata iman: Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh = berseru nama Yesus; merendahkan diri; jamah ujung jubah Yesus.
      Pendarahan artinya:


      1. Kebusukan dosa, kemustahilan--penyakit mustahil, masalah mustahil. Mungkin anak-anak kita busuk, sidang jemaat dalam kebusukan, mari berseru kepada Tuhan. Hanya Tuhan yang bisa menolong.


      2. Kelemahan; tidak berdaya. Berseru saja pada Tuhan, Dia akan menolong.
      3. Ketakutan; stres. Berseru nama Yesus, kita akan tenang dan damai.
      4. Perpecahan- perpecahan--mungkin mau bercerai, penggembalaan terpecah, fellowship terpecah--, mari berseru nama Yesus. Mujizat pasti terjadi.


    • Daniel 3: 16-18, 24-25
      3:16. Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
      3:17. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
      3:18. tetapi seandainya tidak,
      hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
      3:24. Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
      3:25. Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan
      yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

      Ayat 18 = kata-kata iman; menyeru nama Tuhan.
      Ayat 25: 'yang keempat itu rupanya seperti anak dewa' = dalam kemuliaan; seperti malaikat.

      Hasil ketiga: kaum muda-- Sadrakh, Mesakh dan Abednego--ditolong atau tidak, tetap menyembah Tuhan; menyeru nama Yesus, dan terjadi kuasa pembaharuan--wajah dibaharui oleh Tuhan.

      Wajah= hati; panca indera. Telinga baik--mendengar dan dengar-dengaran pada kabar mempelai. Mulut baik--berseru nama Yesus, bersaksi. Semua akan jadi baik.

      Markus 7: 37
      7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

      Telinga baik = hanya mendengar dan dengar-dengaran pada kabar mempelai; firman pengajaran yang benar. Kabar mempelai milik semua gereja, sebab ada di alkitab. Mulut baik = hanya berkata-kata yang benar dan baik, bersaksi, menyeru nama Yesus.

      Mulut baik, telinga baik, maka semuanya akan jadi baik. Yang hancur jadi baik--semestinya Sadrakh, Mesakh, Abednego dibuang ke api; hancur--, ada masa depan yang berhasil dan indah pada waktunya--Sadrakh, Mesakh, Abednego diangkat kedudukannya.

      Sampai kalau Tuhan datang kembali kedua kali, kita akan diubahkan jadi sempurna sama mulia seperti Yesus. Yesus bangkit dalam tubuh kemuliaan, nanti kita juga diubahkan dalam tubuh kemuliaan untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali.

      Kata-kata iman yang terakhir (Wahyu 22: 20): Amin, datanglah Tuhan Yesus. Kita menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan permai.

Mari, berseru dengan kata-kata iman--menyeru nama Yesus--apapun keadaan kita bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak muda.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palopo)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • 05 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Sore))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • 26 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

  • 30 April 2019 - 02 Mei 2019
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top