English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa (Selasa, 16 Oktober 2007)
Tayang: 10 Maret 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 28 Agustus 2007)
Tayang: 03 Oktober 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 13 November 2007)
Tayang: 31 Juli 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 11 September 2007)
Tayang: 12 Desember 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 01 April 2008)
Tayang: 04 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 21 Agustus 2007)
Tayang: 12 Agustus 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 10 Juni 2008)
Tayang: 06 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 08 April 2008)
Tayang: 24 Februari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 03 Juni 2008)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 15 April 2008)
Tayang: 17 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 07 Agustus 2007)
Tayang: 20 Juni 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa
Tanggal: Selasa, 15 Januari 2008
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 11 Februari 2012

Kita masih membahas di dalam injil Matius 24: 9-12,
9. Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,
10. dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.
11. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.
12. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Ada tiga macam pencobaan yang dihadapi oleh anak-anak TUHAN diakhir jaman ini yaitu:
  • kebencian --> ay 9 kita menghadapi kebencian dan pembunuhan, ini dilancarkan oleh setan.
  • kemurtadan --> ay 10 & ay 11,kemurtadan ini dilancarkan oleh nabi palsu.
  • kedurhakaan --> kasih kebanyakan orang akan menjadi semakin dingin. Kedurhakaan ini dilancarkan oleh antikrist.
Jadi pencobaan yang kita hadapi adalah pencobaan yang dilancarkan oleh setan tritunggal, dan ini berat sekali/sangat dahsyat sehingga banyak anak TUHAN atau hamba TUHAN menjadi kecewa, putus asa dan meninggalkan TUHAN dan ini berarti kehilangan keselamatan = binasa untuk selama-lamanya. Ini yang harus kita jaga.

Bagaimana sikap kita menghadapi pencobaan yang dilancarkan oleh setan tritunggal, yang membuat banyak anak TUHAN, hamba TUHAN menjadi kecewa, putus asa, tinggalkan TUHAN sampai kehilangan keselamatan = binasa untuk selama-lamanya --> Matius 24: 13,14,
13. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
14. Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."

Sikap kita adalah:
  1. Yang pertama bertahan sampai kesudahan,
  2. Yang kedua adalah bersaksi.
Saya akan memberikan contoh kehidupan yang menghadapi pencobaan yang dilancarkan setan tritunggal, mampu bertahan dan bersaksi di dalam ktb Daniel
itulah kehidupan Sadrakh, Mesakh dan Abednego.

Daniel 3: 1, 6, 19
1. Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta yang didirikannya di dataran Dura di wilayah Babel.
6. siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala!"
19. Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa.
Ayat 1 --> “Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta” --> 6 hasta mengandung angka 66

Sadrakh, Mesakh, Abednego menghadapi pencobaan yang dilancarkan oleh setan tritunggal yaitu penyembahan berhala/penyembahan kepada patung. Di akhir jaman di dalam ktb Wahyu pasal 13, penyembahan kepada patung itu adalah penyembahan kepada antikrist. Ini yang akan dihadapi, dulu dihadapi Sadrakh, Mesakh, Abednego, di akhir zaman ini dihadapi oleh kita anak-anak TUHAN atau hamba-hamba TUHAN.

Wahyu 13: 15, Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.

Jadi ini lah saudaraku penyembahan patung --> dulu di dalam perj. lama penyembahan patung/pencobaan-pencobaan ini membawa Sadrakh, Mesakh, Abednego di masukkan ke dalam perapian yang menyala-nyala, dan yang dipanaskan tujuh kali lipat. Ini maksud dari setan untuk mencobai Sadrakh, Mesakh, Abednego dengan penyembahan kepada patung yang dibuat oleh raja Nebukadnezar.

Di dalam perjanjian baru/akhir zaman sekarang/ zaman kita ini, setan tritunggal melancarkan pencobaan-pencobaan kepada anak-anak TUHAN, hamba TUHAN yaitu pencobaan penyembahan kepada antikrist yang akan membawa anak-anak TUHAN ini masuk dalam aniaya antikrist/pencobaan dengan panas api tujuh kali lipat.

Tujuh itu sudah merupakan puncak/kesempurnaan yang membawa anak-anak TUHAN menghadapi banyak masalah sampai kepada tujuh kali/yang sempurna = pencobaan yang sempurna yang membawa sampai kepada aniaya antikrist.

Pencobaan yang paling besar adalah saat antikrist berkuasa di bumi tiga setengah tahun dan dituliskan di dalam alkitab bahwa aniaya antikrist ini tidak pernah dan belum pernah terjadi di bumi dan tidak akan pernah terjadi lagi. Jadi ini sudah top/sudah puncak dari pencobaan. Angka tujuh itu sudah sempurna.

Bagaimana sikap kita?
  1. Daniel 3: 16 -18
    16. Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
    17. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
    18. tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

    Sikap dari Sadrakh, Mesakh, Abednego ini harus merupakan sikap dari anak-anak TUHAN/gereja TUHAN di akhir zaman, yaitu harus bertahan, artinya kita harus tetap menyembah TUHAN/tidak menyembah patung, sekalipun dihadapkan kepada nyala api = pembunuhan/kebinasaan.

    Tetap menyembah TUHAN sampai memenuhi ukuran dari TUHAN yaitu sampai daging tidak bersuara lagi. Mari! saudaraku, semakin kita diperhadapkan kepada penyembahan-penyembahan berhala/penyembahan kepada antikrist, kita harus bertahan dihari-hari ini seperti Sadrakh, Mesakh, Abednego.

    Kalau dulu Sadrakh, Mesakh, Abednego dagingnya tidak bersuara, sekalipun mereka dimasukkan ke dalam api, mereka tetap menyembah TUHAN sekalipun TUHAN tidak menolong, mereka tetap menyembah TUHAN berarti dagingnya sudah tidak bersuara lagi. Sebab kalau daging masih bersuara, pasti mereka akan berpikir --> ‘kita menyembah TUHAN, tetapi TUHAN tidak menolong bahkan dimasukkan ke dalam api’ --> rugi!!

    Kalau daging masih bersuara sering masih ada tanda tanya --> ‘kalau saya menyembah TUHAN, tetapi tidak TUHAN tolong, bagaimana’?? Sekarang banyak kali kita mau menyembah, mau beribadah tetapi kita pikir-pikir terlebih dahulu --> sudah sekian lama saya beribadah melayani, menyembah tetapi tidak ditolong-tolong, itu sebabnya pelayanan dikurangi dulu. Ini daging masih bersuara. Itu sebabnya, mari sekarang ini kita bertahan yaitu tetap menyembah TUHAN sampai memenuhi ukuran dari TUHAN yaitu sampai daging tidak bersuara lagi.

    Apa yang menjadi praktek dari menyembah sampai daging tidak bersuara
    ?
    • Wahyu 11: 1, Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

      Ayat 1 --> “Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya”? tongkat pengukur rupanya = Firman/buluh. Kalau kita ingat tongkat gembala, maka ini khususnya Firman penggembalaan dan itu yang mengukur penyembahan. Kita bukan ukur-ukur sendiri --> saya dapat menyembah/dia tidak dapat menyembah --> bukan!! Tetapi di ukur dengan buluh atau tongkat pengukur = Firman penggembalaan.

      Bait Suci yang sesungguhnya itu di mulai dari ruangan suci, kemudian ruangan maha suci itulah bait suci. Istilah pengukuran bait suci dimulai dari ruangan suci, kemudian ruangan maha suci. Sedangkan halaman tidak diukur sebab nanti akan di injak-injak.

      Kita
      tahu tabernakel itu memiliki tiga ruangan yaitu:
      1. halaman,
      2. ruangan suci,
      3. ruangan maha suci.

      Yang dimaksud dengan bait suci yang diukur itulah ruangan suci yang terdapat mezbah itulah mezbah dupa emas = penyembahan dan ini yang di ukur. Penyembahan di ukur dengan Firman penggembalaan/tongkat pengukur/buluh = itulah Firman TUHAN.

      Apa arti dari penyembahan yang diukur dengan Firman penggembalaan/ memenuhi ukuran Firman penggembalaan adalah taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, Kalau TUHAN YESUS taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib, kalau kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara/tidak menghitung untung dan rugi.

    • Wahyu 8: 1, 3
      1. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.
      3. Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.

      Ay 3 --> “Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus” --> ini adalah doa penyembahan dari orang-orang kudus yang memenuhi ukuran dari TUHAN.

      Wahyu 8: 5
      , Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

      Inilah penyembahan diukur/memenuhi ukuran yaitu daging tidak bersuara, dengan praktek selanjutnya adalah sunyi senyap, kita menyembah TUHAN harus mengalami sunyi senyap, ketenangan perhentian, diam dan tenang, sekalipun kita hidup di tengah dunia yang sedang mengalami gempa yang sedang bergoncang, kita jangan ikut-ikutan bergoncang.
      Kalau kita menyembah TUHAN, tetapi ikut tergoncang dengan dunia, maka itu berarti kita belum memenuhi ukuran = daging masih bersuara. Tetapi mari sekarang ini daging tidak bersuara/ukuran penyembahan yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tak bersuara dengan praktek kita mengalami sunyi senyap/ketenangan, diam dan tenang, kedamaian. Tidak ada lagi kepahitan, dendam, iri, ketakutan dan lain-lainnya, yang ada hanyalah ketenangan.

      Itu sebabnya, di saat-saat kita mungkin ada kepahitan, ada dendam, ada iri yang membuat hidup tidak tenang dan juga ada ketakutan, maka kita harus berlutut menyembah sampai perasaan-perasaan itu hilang. Kalau sudah hilang, maka penyembahan dapat memenuhi ukuran. Semoga kita dapat mengerti.

  2. adalah bersaksi.
    Daniel 3: 18, tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

    Tidak akan memuja = bersaksi. ‘kami tidak akan memuja dewa tuanku dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan’ --> ini bersaksi. Kita harus berani bersaksi, bahwa kita tidak akan menyembah patung, tidak akan menyembah antikrist sekarang ini.

    Itu sebabnya mulai sekarang harus ada kesaksian, jangan menunggu nanti waktu antikrist sudah berkuasa di bumi. Jika ada kehidupan yang ketinggalan, kemudian baru mau bersaksi dan mengatakan bahwa saya tidak mau menyembah antikrist, maka akan betul-betul disiksa sampai dipancung --> ini kalau kita tidak bersaksi.

    Jadi, lebih baik mulai sekarang kita bersaksi bahwa kita tidak akan menyembah patung, tidak menyembah antikrist apapun resikonya, apapun situasi, kondisi keadaan kita, itu berarti = tidak menerima cap 6.6.6 cap dari antikrist. Jadi, kita harus memiliki kesaksian mulai sekarang, jangan tunggu nanti, sebab kalau kehidupan ketinggalan di zaman antikrist, kemudian baru mau bersaksi, maka risikonya berat bagaikan Sadrakh, Mesakh, Abednego menghadapi api yang dipanaskan tujuh kali, siksaan yang belum pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi.

    Untuk bersaksi bahwa saya tidak menyembah antikrist, nanti akan berhadapan dengan siksaan sampai dipancung kepala, dan ini memang ada yang sampai kesana saudaraku. Tetapi ingat!! banyak yang dipanggil sedikit yang dipilih = kehidupan yang sudah tertinggal di zaman antikrist = hanya sedikit yang mampu bertahan.

    Bersaksi ini bukan hanya lewat perkataan, tetapi prakteknya harus nyata, yaitu kita bersaksi dengan perbuatan.
Apa yang menjadi bukti bahwa kita tidak akan menyembah antikrist?
  1. Wahyu 13: 16 -18
    16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
    17. dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
    18. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

    Tidak menerima/tidak dikuasai oleh roh jual beli/tidak terikat akan uang.

    P
    raktek kalau kita tidak diikat oleh uang sangat sederhana yaitu:
    • Mencari uang dengan cara yang halal, sebab banyak orang ingin menjadi kaya tetapi dengan cara yang tidak halal seperti melakukan korupsi dan lain-lainnya. Sekali-pun mulut berkata: saya menyembah YESUS/saya tidak menyembah antikrist, tetapi kalau praktek mencari uang dengan tidak halal = menyembah antikrist.

    • Kemudian meninggalkan ibadah pelayanan untuk mendapatkan uang = tanda diikat, sebaliknya kalau tidak diikat berarti kita mencari uang, mencari kebutuhan sehari-hari, tetapi tetap setia dalam ibadah pelayanan/tidak mengganggu ibadah pelayanan kita; kalau sampai mengganggu ibadah pelayanan, itu berarti sudah dicap oleh antikrist.

    • Tidak serakah, kalau dicap oleh antikrist = di kuasai roh jual beli, maka akan menjadi serakah. Keserakahan ini terutama merampas hak orang lain, dan juga merampas milik TUHAN, terutama ini mulai dari saya, seorang hamba TUHAN, kita jangan coba-coba, sebab itu berarti kita sudah dicap antikrist. Jadi, tidak serakah, berarti tidak merampas hak orang lain terutama milik TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus harus kita kembalikan/kita persembahkan = ini bukti kita terlepas. Dasar dari memberikan persepuluhan adalah kebenaran.

    • Kemudian hak orang lain jangan dirampas, jangan mencuri milik orang lain seperti hutang piutang yang harus dibayar.

    Inilah bukti dan praktek kita bersaksi dihari-hari ini, saya tidak menyembah antikrist seperti Sadrakh, Mesakh, Abednego sekali-pun berada di depan raja, mereka tetap bersaksi, sekali-pun TUHAN tidak menolong, saya tidak mau menyembah patung itu. Ini benar-benar berisiko.

  2. Lukas 13: 10,11
    10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
    11. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.

    Bungkuk = bungkuk secara rohani. Bungkuk itu dalam Amsal = kuatir.
    Kalau dicap oleh antikrist, maka akan banyak kekuatiran-kekuatiran; bukti kalau kita bersaksi bahwa kita tidak menyembah antikrist/tidak dicap angka 6.6.6 adalah tidak bungkuk rohani,/tidak ada kekuatiran di dalam hidupnya.

    Amsal 12: 25, Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang,

    Ini memang berat, sebab ada banyak kekuatiran tentang kebutuhan hidup sehari-hari, tentang masa depan bahkan kekuatiran tentang kematian.

    Matius 6: 25, 34
    25. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan
    34. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

    Tidak kuatir untuk kebutuhan sehari-hari, tidak kuatir untuk masa depan --> kaum muda perhatikan, banyak pertanyaan-pertanyaan, seperti berita natal, waktu malaikat berkata --> kamu akan mengandung bayi YESUS, Maria bertanya --> bagaimana, sebab saya belum bersuami?

    Banyak pertanyaan bagi kaum muda:
    • bagaimana pekerjaan ku,
    • bagaimana masa depan,
    • bagaimana jodoh ku, dan lain-lain.

    Kekuatiran untuk masa depan --> hati-hati!! sebab ini bungkuk, sehingga dicap oleh antkrist dengan angka 6.6.6/bungkuk selama delapan belas tahun sampai kuatir tentang kematian.
    Ini tiga macam kekuatiran --> kita tidak kuatir akan kebutuhan hidup sehari-hari, masa sekarang, tidak kuatir masa depan, sampai tidak kuatir pada kematian, sebab semuanya ada di dalam Tangan TUHAN = mati hidup ada di Tangan TUHAN.

    Tanda kekuatiran itu, kita berada satu langkah/satu hasta jaraknya dengan maut; jadi yang membuat kuatir itu adalah maut yang selalu mengancam/ menakut-nakuti.
    Mari, sekarang ini kita terlepas dari kekuatiran --> Matius 6: 27, Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

    Praktek kalau kita terlepas dari rasa kuatir, sebab setiap langkah, setiap hasta hidup kita, setiap denyut nadi kita bukan untuk kuatir tetapi untuk percaya dan menyerah sepenuh kepada TUHAN supaya kita dapat masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna/pembangunan tabernakel sebab ukuran hasta merupakan ukuran dari tabernakel. Tabernakel tidak diukur berapa inci, berapa centi, tetapi hasta. Saudara baca mulai Keluaran 25 itu, panjangnya 100 hasta, lebar 50 hasta.

    Bukti/praktek kita tidak kuatir lagi/ tidak menyembah antikrist adalah kita menyerahkan hidup dan percaya kepada TUHAN. Setiap langkah hidup, denyut nadi, kita gunakan untuk masuk dalam pembangunan tabenakel/pembangunan Tubuh Kristus lewat pengorbanan, sebab membangun tabernakel dibutuhkan pengorbanan = berkorban waktu, tenaga, uang, pikiran, dan apa saja.

    Sering kali kalau kita mau dipakai oleh TUHAN, kita merasa kuatir --> nanti begini, kalau saya berangkat ikut kunjungan, nanti begini, kalau saya ke gereja nanti begini, kuatir kalau maut mengancam. Mari! lepas dari kekuatiran sekarang ini, serahkan hidup kepada TUHAN/serahkan hidup untuk pembangunan tabernakel/pembangunan Tubuh Kristus dengan mengorbankan segala sesuatu, korban waktu, tenaga, pikiran = orang bersaksi = tidak menyembah antikrist.

  3. 2 Timotius 3: 1-5
    1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    2. Manusia akan (1)mencintai dirinya sendiri dan(2)menjadi hamba uang. Mereka akan (3)membual dan (4)menyombongkan diri, mereka akan menjadi (5)pemfitnah, mereka akan (6)berontak terhadap orang tua dan (7)tidak tahu berterima kasih, (8)tidak mempedulikan agama,
    3. (9)tidak tahu mengasihi, (10)tidak mau berdamai, (11)suka menjelekkan orang, (12)tidak dapat mengekang diri, (13)garang, (14)tidak suka yang baik,
    4. (15)suka mengkhianat, (16)tidak berpikir panjang, (17)berlagak tahu, (18)lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
    5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    Ay 5 --> “tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya” --> kekuatannya = keubahan hidup.

    Tidak berubah hidupnya = tetap dengan delapan belas tabiat daging = menyembah antikrist, tetapi kalau kita tidak menyembah antikrist, maka hasilnya kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani = tidak dikuasai lagi oleh delapan belas tabiat daging.
Inilah saudaraku bertahan dan bersaksi sebab kita diperhadapkan kepada pencobaan-pencobaan sampai yang terakhir adalah pencobaan antikrist, bagaikan menghadapi api yang dipanaskan tujuh kali.

Bagaimana kita bisa menghadapi pencobaan seperti yang dialami oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego?kita harus bersaksi = menyembah terus sampai memenuhi ukuran itulah kita taat dan tenang sekalipun dunia bergoncang = ketenangan di dalam TUHAN.

Bersaksi bahwa kita tidak menyembah antikrist, dengan praktek/bentuknya adalah:
  • tidak diikat oleh uang --> cara mencari uang dengan keserakahan, mari, lepaskan semuanya.
  • tidak bungkuk, tidak kuatir, serahkan hidup/setiap hasta/setiap denyut nadi kita kepada TUHAN untuk pembangunan Tubuh Kristus.
  • berubahlah hidup, jangan hidup tetap dengan delapan belas tabiat daging/jangan pertahankan tabiat daging, tetapi kita berubah. Semoga kita dapat mengerti.
Kalau kita bertahan dan bersaksi, maka hasilnya --> Daniel 3: 24, 25,
24. Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu? " Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
25. Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

Anak dewa = muka malaikat = penyertaan TUHAN YESUS dalam kemuliaan = muka yang bersinar-sinar dalam kemuliaan.

Kalau kita dapat bertahan dihari-hari ini dengan menyembah TUHAN sampai memenuhi ukuran, taat, tenang, daging tidak bersuara, kita bisa bersaksi = tidak menyembah antikrist, dengan tiga praktek tadi yaitu tidak diikat uang, tidak kuatir, berubah hidup, maka TUHAN akan beserta kita.

YESUS dalam kemuliaan dengan Wajah yang bersinar akan menyertai kita di saat -saat kita menghadapi berbagai pencobaan sampai jaman antikrist -->
1 Petrus 4: 12 -14,
12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

YESUS dalam kemuliaan = Roh kemuliaan, Roh Kudus menyertai kita, kalau kita bertahan dan bersaksi, dulu Sadrakh, Mesakh, Abednego disertai oleh seorang yang bermuka dewa, bermuka malaikat, sekarang YESUS dalam kemuliaan sama dengan Roh kemuliaan = Roh Kudus menyertai kita. Sebab tanpa Roh Kudus kita lemah = hanya seperti yatim piatu, tidak dapat berbuat apa-apa.

Kegunaan kalau Roh Kudus/Roh kemuliaan menyertai kita adalah:
  • kita akan tahan uji bahkan bahagia dalam menghadapi segala pencobaan, segala masalah, penderitaan-penderitaan bersama YESUS. Kita tidak akan mundur, tidak akan kecewa, kita akan tahan uji bahkan bahagia dan ini tidak dapat di mengerti oleh akal sebab ini merupakan kekuatan Roh Kudus, kekuatan Roh kemuliaan TUHAN seperti yang dialami oleh Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka tidak menangis dan memohon kepada raja agar panas api itu jangan ditambah lagi --> tidak!! mereka mau dimasukkan bahkan bahagia dalam menderita bersama TUHAN. Kita juga dapat mengalami hal seperti itu.

  • Sadrakh, Mesakh, Abednego tidak mengalami luka bakar, dikeluarkan tidak ada luka bakar. Roh Kudus/Roh kemuliaan mampu melepaskan kita dari segala pencobaan, dari segala masalah sampai pun yang mustahil bagi kita. Tidak ada manusia yang tahan, hanya Roh kemuliaan/Roh Kudus sungguh-sungguh mampu melepaskan kita dari segala pencobaan, dari segala masalah yang kita hadapi sampai pun masalah yang mustahil dan kita akan menang = selesai masalah.

  • Yang ke tiga Roh Kudus/Roh kemuliaan akan memuliakan kita:

    • Di dunia ini, baik secara jasmani --> Daniel 3: 30, “lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel” Roh kemuliaan akan memberikan kemuliaan dalam hidup kita secara jasmani di dunia ini seperti Sadrakh, Mesakh, Abednego mendapat kedudukan yang tinggi, kita mendapat keberhasilan/ pengangkatan. Kaum muda mungkin ada yang gagal terpuruk dan lain-lain, Roh Kudus mampu memberikan keberhasilan, pengangkatan, kemuliaan.

    • Dan juga kemuliaan secara rohani yaitu keubahan hidup, kita diubahkan dari kemuliaan kepada kemuliaan yang besar, lebih besar, lebih besar sampai menjadi sama dengan TUHAN YESUS = menjadi Mempelai Wanita --> muka dengan Muka yang bersinar untuk menyambut kedatangan TUHAN Yang ke dua kali.
2 Korintus 3: 17,18
17. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
18. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Kita diubah dari kemuliaan kepada kemuliaan yang lebih besar sampai serupa dengan gambar Nya, sama mulia dengan TUHAN YESUS itulah Mempelai Wanita yang siap menyambut kedatangan YESUS ke dua kali, bersama Dia dalam kemuliaan, bukan kiamat bersama dunia.

Mari! bertahan dan bersaksi biar Roh Kudus/Roh kemuliaan dicurahkan dan ada di tengah kita sekarang ini dan:
  • Dia yang memberikan kekuatan, kebahagiaan,
  • Dia yang melepaskan dan menyelesaikan masalah,
  • Dia yang memuliakan kita baik secara jasmani maupun secara rohani.
Bukti keubahan sekarang ini, bukti Roh kemuliaan ada, mulai dari wajah ini; tadi wajahnya seperti muka dewa, seperti malaikat bersinar. Mari!! pulang dari tempat ini wajah kita berseri, kalau selama ini mungkin muram, kusut, sedih, tetapi kalau disentuh oleh Roh kemuliaan, paling sedikit wajah kita sudah berseri-seri, sebab mengalami sentuhan oleh Roh Kudus.

TUHAN memberkati kita.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top