English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 30 Januari 2011 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Lukas 2:10-14
2:10 Lalu...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 17 Agustus 2011 (Rabu Dini Hari)
Keluaran  29:26-28 menunjuk persembahan/korban khusus.

Korban khusus dipersembahkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Juni 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Mei 2018 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda Ibadah Kunjungan di Melaka

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Pembukaan Lempinel Angkatan XXXIII, 03 Februari 2011 (Kamis Sore)
Matius 26 dalam Tabernakel menunjuk pada buli-buli emas berisi manna.

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 06 November 2014 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 13:33-37
13:33 "Hati-hatilah...

Ibadah Doa Surabaya, 23 Agustus 2017 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Doa Malang, 28 Februari 2012 (Selasa Sore)
Matius 26:59-68 adalah tentang SAKSI DAN KESAKSIAN.

Ada 2 macam...

Ibadah Raya Malang, 29 April 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 03 Agustus 2017 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:24
25:24 Haruslah engkau menyalutnya dengan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 November 2008 (Senin Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang

Markus 2: 13-17 -> tentang suasana iman...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Agustus 2012 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 Desember 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:16-17
3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku,...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 21 Agustus 2013 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:21-22
25:21 Haruslah kauletakkan tutup pendamaian...

Ibadah Kunjungan di Manokwari V, 21 Maret 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

1 Yohanes 4:8
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi,...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 18 Maret 2015 (Rabu Sore)

Pembicara: Pdp. Hardiyono

Terpuji nama Tuhan, ucapan syukur kepada Tuhan untuk kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita malam hari ini. Biarlah Tuhan menolong kita semua. Kita berdoa kepada Tuhan, supaya Tuhan membukakan Firman untuk mendorong kita menyembah kepada Tuhan.

Kita berada dalam kitab Wahyu 3.
Wahyu 2-3 merupakan penyucian terakhir kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir.

Kita mempelajari Wahyu 3: 7-13, sidang jemaat yang keenam, yaitu SIDANG JEMAAT FILADELFIA.
Wahyu 3: 7
3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Kunci Daud adalah kunci kerajaan Daud--secara jasmani, tetapi kunci Daud juga merupakan kunci kerajaan Surga.
Kunci ini sudah diterima oleh sidang jemaat di Filadelfia; sama halnya malam ini, kunci Daud/kunci kerajaan Sorga juga akan diberikan kepada kita.

Mazmur 23: 6
23:6
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Kunci Kerajaan Sorga adalah kebajikan dan kemurahan Tuhan/kasih karunia Tuhan. Malam ini kita bergumul dan berdoa kepada Tuhan, supaya kebajikan dan kemurahan Tuhan bisa kita terima.
Wujud dari kunci Daud/kasih karunia Tuhan yang kita terima:

  1. Roma 3: 23-24
    3:23 K
    arena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
    3:24 d
    an oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

    Wujud kasih karunia Tuhan yang pertama yaitu lewat kurban Kristus untuk menyelamatkan kehidupan kita.
    Terutama bagi kita bangsa kafir--bangsa di luar Israel atau di luar keturunan Abraham secara jasmani.

    Tanpa kurban Kristus kehidupan kita bangsa kafir hanya seperti keledai yang akan binasa. Dalam kitab Keluaran, setiap keledai yang tidak ditebus harus dipatahkan batang lehernya.

    Proses untuk menerima keselamatan:


    • Kisah Rasul 4: 12
      4:12 dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

      Proses yang pertama, yaitu kita percaya dengan pasti kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat yang mampu menyelamatkan kehidupan kita. Ini sudah harus mantap didalam kehidupan kita.

      Di luar Yesus Kristus tidak ada jaminan keselamatan.
      Kalau masih ragu terhadap Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat, maka keselamatan kita juga masih diragukan.


    • Yang kedua, kita harus bertobat, yaitu berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan = kembali kepada kebenaran/Firman Tuhan.
      Saat kita jatuh dalam dosa, berarti kita sedang berjalan menjauhi Tuhan.

      Bertobat tidak cukup hanya berhenti berbuat dosa saja. Kalau kita tidak kembali kepada Tuhan, maka suatu waktu kita bisa kembali lagi berbuat dosa. Oleh sebab itu, setelah kita berhenti berbuat dosa/mati terhadap dosa (bertobat), kita harus kembali kepada Tuhan/kembali pada yang benar yaitu firman pengajaran yang benar.


    • Yang ketiga, kita harus menerima baptisan air yang benar.
    • Yang keempat, baptisan Roh Kudus yang benar.


    Baptisan air dan baptisan Roh Kudus yang benar berguna untuk menghasilkan hidup yang baru yaitu hidup dalam kebenaran.
    Hidup benar sama dengan selamat, tidak benar sama dengan tidak selamat.

    1 Korintus 15: 9-10
    15:9 K
    arena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
    15:10 T
    etapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

    SIKAP kita terhadap kasih karunia yang kita terima lewat kurban Kristus, yaitu tidak menyia-nyiakan keselamatan yang sudah kita terima.
    Harga keselamatan yang kita terima dari Tuhan adalah seharga darah Kristus, darah yang sangat mahal dan tidak bisa dibayar oleh apapun juga.

    Kapan kita menyia-nyiakan korban Kristus?


    • saat kita bimbang akan keselamatan yang kita terima dari Yesus,
    • saat kita bimbang akan nama Yesus,
    • saat kita berbuat dosa/mengulang-ngulang dosa,
    • saat kita tidak hidup benar.


    Tetapi, biarlah kita seperti rasul Paulus: 'aku telah bekerja lebih keras', artinya kita memperjuangkan keselamatan yang sudah kita terima dan memperjuangkan iman kita kepada Yesus apapun resikonya--sekalipun kita dicaci, difitnah, dikucilkan dan lain-lain karena nama Yesus, kita tidak perduli.

    Kita harus rela, sebab keselamatan yang kita terima dari Tuhan adalah seharga kurban Kristus yang tidak akan bisa digantikan/dibayarkan oleh apapun juga.
    Yesus sudah memberikan hak-Nya yang paling tinggi di dunia ini, yaitu hak untuk hidup.

    Oleh sebab itu jangan sampai kita menyia-nyiakan keselamatan yang Tuhan berikan kepada kita.
    Inilah kunci Daud yang Tuhan berikan kepada kita. Seperti halnya jemaat di Filadelfia menerima kunci Daud untuk membuka semua pintu-pintu, malam ini Tuhan juga memberikan kurban Kristus untuk membuka pintu keselamatan yang sudah tertutup sejak manusia berdosa, asalkan kita mau bertobat dan hidup dalam kebenaran.

    Kalau menyia-nyiakan kurban Kristus, akibatnya adalah keselamatan akan hilang, hanya ada air mata, kutukan, dan penderitaan sampai binasa selama-lamanya.


  2. Kolose 1: 3-6
    1:3 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu,
    1:4 k
    arena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus,
    1:5 oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu
    Injil,
    1:6 yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan
    mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya.

    Wujud kasih karunia Tuhan yang kedua, yaitu injil Tuhan; injil keselamatan dan injil kemuliaan Tuhan.

    Rasul Paulus membagi pemberitaan injil menjadi dua bagian dan ini merupakan teladan dari Yesus, sebab Yesus juga memberitakan injil dan mengajar.


    • injil keselamatan (Efesus 1 :13): injil yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali untuk menyelamatkan manusia berdosa.
    • injil kemuliaan Yesus/firman Pengajaran yang benar: injil yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali sebagai Raja di atas segala raja dan Mempelai Pria Sorga, untuk menyucikan dan mengubahkan hidup kita.

      Kedatangan Yesus kedua kali tidak ada sangkut pautnya lagi dengan dosa. Semua manusia yang berdosa akan tertinggal dan binasa untuk selamanya.


    Bagaimana kita mengalami penyucian lewat injil kemuliaan Kristus/firman pengajaran?


    • kita harus mendengar Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan.
      Saat mendengarkan Firman Tuhan, jangan sampai kita main-main atau jalan-jalan (badannya di gereja, tetapi pikirannya jalan ke mana-mana).


    • Kita mengerti Firman Tuhan = Firman ditulis di dahi kita.
      Kita mengerti Firman, artinya kita mengerti kehendak Tuhan, sehingga kita tahu apa yang harus kita lakukan dan apa yang tidak boleh kita lakukan--kita hanya melakukan kehendak Tuhan.
      Kalau tidak sungguh-sungguh mendengarkan firman Tuhan, maka kita akan berlaku sesuka hati kita.


    • Ketika kita mengerti Firman, maka saat itu kita bisa percaya dan yakin di dalam hati = firman menjadi iman di dalam hati kita.
    • Kita harus mempraktikkan Firman.


    1 Petrus 1: 22
    1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

    Firman yang kita praktikkan inilah yang menyucikan kehidupan kita, sehingga kita bisa hidup benar dan suci di hadapan Tuhan sampai saat kedatangan Yesus kedua kali, kita bisa sempurna seperti Dia.

    Matius 15: 21-27
    15:21 L
    alu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
    15:22 M
    aka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
    15:23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
    15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
    15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
    15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
    15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun
    anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.

    SIKAP kita saat menerima Firman Tuhan, yaitu seperti perempuan Kanaan/perempuan bangsa kafir = seperti seekor anjing yang menjilat remah-remah roti yang berjatuhan.

    Remah-remah roti itu berada di bawah dan anjing menjilat remah-remah roti dengan sangat teliti (dengan suatu kebutuhan).
    Kenapa sikap kita harus seperti anjing yang menjilat remah-remah roti? Sebab tanpa firman, keadaan bangsa kafir hanya kerasukan setan dan sangat menderita, penuh letih lesu dan beban berat. Mungkin hebat di mata manusia, tapi di mata Tuhan kehidupan itu hanya kerasukan setan dan sangat menderita.

    Itu sebabnya kita harus tampil seperti anjing yang menjilat remah-remah roti, kita benar-benar membutuhkan firman. Tidak ada jalan lain. Hasilnya, kita yang seekor anjing/binatang haram yang lidahnya hanya untuk menjilat muntah, bisa menjadi domba yang digembalakan, dipelihara, dan dilindungi oleh Tuhan.

    Sebenarnya, pintu untuk menjadi domba Tuhan bagi bangsa kafir sudah tertutup, sebab kita bangsa keledai yang hanya untuk dibinasakan. Tetapi Tuhan memberikan remah-remah roti, yaitu firman pengajaran yang mampu menyucikan dan mengubahkan kita, dari seekor anjing menjadi domba yang digembalakan oleh Tuhan (pintu untuk menjadi domba terbuka bagi kita kalau kita mau menerima kunci Daud).


  3. 1 Petrus 2: 19
    2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

    Wujud kasih karunia Tuhan yang ketiga, yaitu lewat sengsara bersama Tuhan/percikan darah.

    Biarlah kita mengucap syukur jika kita bisa menerima kunci Daud lewat kurban Kristus, sebab kita bisa diselamatkan. Kita bersyukur jika menerima kunci Daud lewat firman Tuhan, sebab kita bisa disucikan.
    Dan kita tetap mengucap syukur jika menerima kunci Daud dalam bentuk percikan darah, sebab ini merupakan penyucian terakhir terhadap kita, supaya kita menjadi sama mulia dengan Tuhan.

    Bentuk percikan darah ada bermacam-macam; mungkin lewat difitnah, disalahkan tapi tidak salah, menderita karena melayani Tuhan, menderita karena dosa tapi kita sudah mengakuinya dan tidak melakukan kembali, dan lain-lain.

    Malam ini, mengucap syukurlah kepada Tuhan dalam doa penyembahan untuk kunci Daud yang Dia berikan kepada kita dalam wujud keselamatan, kesucian dan percikan darah.

    Yakobus 5: 7-9
    5:7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
    5:8 K
    amu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!
    5:9 Saudara-saudara,
    janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.

    SIKAP kita terhadap percikan darah, yaitu:


    • jangan saling mempersalahkan.
      Hati-hati! Sering kali saat kita diberkati kita bisa damai satu dengan yang lain. Tapi ketika tidak diberkati/dalam penderitaan, kita sering kali saling mempersalahkan bahkan sampai mempersalahkan Tuhan!
      Kalau saling mempersalahkan, maka kunci Daud tidak akan diberikan kepada kita.

      Yang benar adalah kita menyalahkan diri sendiri, sekalipun kita menderita dalam bentuk apapun
      .
      Sama seperti perempuan Kanaan. Sebenarnya yang kerasukan setan adalah anaknya, tetapi dia berkata: 'Tuhan tolonglah aku.' Artinya, perempuaan Kanaan ini mengakui, 'anakku begini karena aku, nikahku begini karena aku, pelayananku kacau karena aku.'

      Malam ini, mungkin kehidupan nikah kita masih porak poranda, masa depan kita juga porak poranda. Jangan salahkan orang lain, tapi kita koreksi diri sendiri, mempersalahkan diri sendiri: 'apa yang saya alami semua karena kesalahanku.'


    • Kalau kita tidak saling mempersalahkan, maka kita akan sampai pada sikap yang kedua yaitu tidak bersungut-sungut, baik kepada sesama dan kepada Tuhan.
      Bersungut, sama dengan kehidupan yang tidak pernah puas.

      Yang benar adalah mengucap syukur apapun yang kita hadapi.
      Sama seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang dimasukkan dalam api yang dipanaskan tujuh kali (puncak penderitaan), tetapi mereka tetap mengatakan: 'Kalau Tuhan menolong, kami menyembah Tuhan. Tetapi, sekalipun Tuhan tidak menolong, kami tetap menyembah Tuhan'.
      Ini yang harus kita contoh malam hari ini, saat-saat kita menghadapi penderitaan sampai puncaknya penderitaan, kita tetap menyembah Tuhan, baik Tuhan menolong atau tidak.


    • Kalau kita tidak saling mempersalahkan dan bersungut, maka kita akan sampai pada sikap yang ketiga, yaitu kuat dan teguh hati, artinya


      1. Tetap mempertahankan firman pengajaran yang benar, sekalipun kita teraniaya dan menderita karena Firman.
      2. Tidak berbuat dosa, sekalipun ada kesempatan, keuntungan, dan paksaan. Sama seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang tidak mau berbuat dosa sekalipun dipaksa dan diancam.


      3. Percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan = berharap sepenuh pada tangan kemurahan Tuhan. Jangan sampai kita berharap pada yang lain.
        Kita serahkan semua kepada Tuhan apapun yang terjadi.

        Memang sangat mudah untuk mengatakan, 'terserah Kau, Tuhan', tapi praktiknya sangat susah.

        Kesaksian:
        "Beberapa waktu yang lalu, oleh karena kesalahan, kelalaian, dan keteledoran saya, saya harus mendapat hukuman dari Tuhan melalui bapak gembala. Saya tidak bisa melayani apapun. Bagi saya, itu adalah penderitaan yang sangat berat. Seperti saudara yang di PHK, tapi ketika saudara di PHK, saudara bisa mencari kerja di tempat lain dengan mengandalkan ijazah. Tapi saya kalau dipecat oleh Tuhan, mau lari kemana? Apakah saya bekerja di tempat lain? Tidak mungkin. Dan dalam kesengsaraan itu, saya tidak bisa berbuat apa-apa dan saya sudah berdoa kepada Tuhan, 'Tuhan saya akan menghadap kepada bapak gembala, saya tidak kuat lagi dan saya akan pergi ke tempat lain.' Bahkan dalam hati saya berkata, 'tidak hanya di sini saya bisa dipakai.' Itu yang saya lakukan waktu itu. Tetapi saya bersyukur kepada Tuhan, kebajikan dan kemurahan Tuhan masih saya terima. Pemberitaan firman hari minggu, sebelum saya naik, saya ditegor oleh firman Tuhan bahwa pekerjaan terakhirku ialah melayani Tuhan dan kalau saya gagal menjadi pengerja, maka saya akan gagal untuk selamanya. Setelah itu dalam doa penyembahan saya berteriak kepada Tuhan, saya tidak malu, saya katakan Tuhan, 'apabila dengan ini saya bisa masuk ke Sorga, saya tidak akan ke mana-mana, kalau dengan cara ini saya bisa dipakai Tuhan, saya tidak akan ke mana-mana.' Dan saya tidak bisa berkata apa-apa lagi, dalam doa penyembahan saya hanya berkata seperti itu. Tidak perlu saya menjadi gembala dan memiliki jemaat, yang penting saya masuk Surga. Saya benar-benar dikuatkan oleh firman dan saya menjadi kuat teguh hati."

        Tapi malam ini, Tuhan akan memberikan kebajikan dan kemurahan-Nya yang lebih dari apapun juga, lebih dari masalah kita.


    • Kalau kita tidak saling mempersalahkan dan bersungut, kita bisa mempercayakan diri sepenuh pada Tuhan, maka kita akan sampai pada sikap yang keempat, yaitu sabar menunggu waktu Tuhan.

      Kalau kita saling mempersalahkan, bersungut, dan tidak percaya Tuhan, maka kita tidak bisa sabar menunggu waktu Tuhan, sehingga kita mencari jalan lain di luar firman.
      Tetapi, kalau kita sudah bisa menyerah pada Tuhan, maka kita bisa sabar menunggu waktu Tuhan.
      Kita sabar menunggu waktu Tuhan dan sabar menunggu waktu kedatangan Tuhan kedua kali.

Malam ini, mungkin kekuatan kita kecil seperti jemaat Filadelfia. Tetapi masih ada kunci Daud. Kunci itu kecil, tetapi memiliki kuasa yang besar dan mampu membukakan pintu-pintu:

  • pintu keselamatan dibuka, supaya kita selamat,
  • pintu penyucian dibuka, supaya kita bisa hidup suci,
  • sampai pintu kerjaan Sorga juga dibuka. Kalau pintu kerajaan Sorga terbuka, maka yakinkan bahwa pintu masa depan/pintu-pintu yang lain di dunia ini pasti Tuhan juga buka.

Kalau kita menerima kebajikan dan kemurahan Tuhan, hasilnya:
Mazmur 136:4-5
136:4 Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
136:5 Ke
pada Dia yang menjadikan langit dengan kebijaksanaan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

  • Tangan kebajikan dan kemurahan Tuhan mampu melakukan keajaiban-keajaiban yang besar dalam hidup kita. Yakinkan malam hari ini bahwa kita akan mengalami keajaiban-keajaiban besar.


  • Tangan kebajikan dan kemurahan Tuhan mampu menciptakan dari tidak ada menjadi ada, artinya kita mengalami kuasa penciptaan sampai kita diciptakan menjadi manusia baru yang sempurna dan layak menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

Apapun keadaan kita malam hari ini, mungkin kita sengsara dalam nikah, pendidikan, atau masa depan sebagai kaum muda. Kekuatan kita kecil seperti Filadelfia, tetapi Tuhan akan memberikan kepada kita kunci yang kecil yang memiliki kuasa yang besar--lebih besar dari apapun juga, bahkan lebih besar dari hidup kita. Kita butuh kunci Daud malam ini, itulah kemurahan dan kebajikan Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top