Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Matius 26:36-46 adalah tentangGETSEMANI.

Matius 26:36-37, 41
26:36. Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."
26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Getsemani = pemerasan daging.
Dulu, Yesus mengalami pemerasan daging di Taman Getsemani.
Di akhir zaman, Gereja Tuhan (pengikut-pengikut Yesus) juga akan mengalami sengsara daging, yakni dalam wujud sengsara bahkan aniaya untuk beribadah dan melayani Tuhan, kebencian tanpa alasan, fitnahan, ketidakadilan, dsb.

Semuanya tidak bisa ditanggulangi dengan kekuatan apapun di dunia ini (kekayaan, kepandaian, kedudukan, dll.), namun suasana Getsemani hanya bisa ditanggulangi lewat BERJAGA-JAGA dan BERDOA.

Yesus mengajak Petrus dan 2 anak Zebedeus (Yakobus dan Yohanes) untuk berjaga-jaga dan berdoa.

Markus 10:35a
10:35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus,

Petrus, Yakobus, dan Yohanes menulis surat-surat dalam Alkitab.
  • Yakobus menulis surat Yakobusyang berisi tentang IMAN dan PERBUATAN IMAN.
    Kita berjaga-jaga dan berdoa untuk menjaga iman dan perbuatan iman.

    Yakobus 2:14, 17
    2:14. Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?
    2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

    Iman saja, tanpa perbuatan iman, adalah iman yang mati dan tidak bisa menyelamatkan kita.

    Kita harus berjaga dan berdoa supaya kita tetap memiliki iman yang benar (Jangan sampai gugur!), bahkan meningkat menjadi perbuatan iman.

    Setan pun punya iman (percaya Tuhan), bahkan takut dan gemetar terhadap Tuhan. Namun, setan tidak memiliki perbuatan iman = tidak selamat.

    Roma 10:17
    10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

    Iman yang benar berasal dari mendengar Firman dalam urapan Roh Kudus (Firman Kristus).
    Firman Kristus = Firman yang dibukakan rahasiaNya dalam urapan Roh Kudus, ayat menerangkan ayat, Firman Pengajaran yang benar.

    Jika kita diurapi Roh Kudus, maka kita bisa mendengar Firman Pengajaran benar dengan sungguh-sungguh, mengerti, percaya/yakin sampai Firman menjadi iman di dalam hati.

    Perbuatan iman = kebenaran.
    Jangan ada yang tidak benar dalam hidup kita!
    Jangan melawan kebenaran!

    Praktek kebenaran:

    I Yohanes 3:7-9
    3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
    3:8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.
    3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

    1. Tidak berbuat dosa lagi= tidak mau berbuat dosa sekalipun ada kesempatan, keuntungan, ketakutan, ancaman, kesedihan, dsb.
      Contoh: Abraham.

      Yakobus 2:20-22
      2:20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?
      2:21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
      2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

      Abraham percaya (memiliki iman) dan meningkat dalam perbuatan iman, yakni mempersembahkan Ishak sesuai kehendak Tuhan (Firman).

      Abraham tidak mau mendengar suara asing, tidak mau membuat kesalahan lagi.
      Seandainya Abraham bertanya dulu kepada Sara, Abraham pasti tidak akan mengorbankan Ishak.
      Sebelumnya, Abraham mendengarkan suara asing saat Sara memberikan Hagar kepadanya, padahal Allah sudah berjanji bahwa ia akan memiliki keturunan dari Sara.

      Melanggar Firman = tidak percaya pada Firman Tuhan.

      Memang setelah itu lahir Ismael, namun membawa masalah yang tidak pernah selesai sampai hari ini.

      Suara asing = gosip-gosip, suara daging, ajaran yang tidak sesuai dengan Pengajaran benar.

      Ishak menunjuk pada sesuatu yang diidam-idamkan (ditunggu 25 tahun), dibanggakan, diharapkan, disayangi bahkan lebih dari dirinya sendiri.
      Namun, kalau Tuhan meminta "Ishak" untuk diserahkan, kita harus menyerah!

      Kita harus mengasihi Tuhan lebih dari semua.
      Korbankan semua sesuai kehendak Tuhan. Dan, Tuhan tidak pernah menipu sebab ada Yehova Jireh yang hadir dan menyelesaikan semua.
      Allah sanggup menyediakan yang tidak ada menjadi ada, asal ada iman dan perbuatan iman.

      Tuhan tidak pernah menipu. Apa yang kita korbankan sesuai kehendak Tuhan, tidak akan hilang, Tuhan akan mengembalikannya.

    2. Tidak dapat berbuat dosa = benar seperti Yesus benar.
      Iman yang sempurna menyelamatkan kita.


  • Petrusmenulis surat I dan II Petrusyang menujuk pada PENGHARAPAN dan KESUCIAN.

    I Petrus 1:15-16
    1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
    1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

    Kita harus mengalami penyucian seluruh hidup, sampai menjadi suci sama seperti Yesus suci = penyucian tubuh, jiwa, dan roh.

    Ingat! Dari 12 murid, hanya 3 yang diajak Yesus untuk berjaga dan berdoa, dan ternyata mereka tertidur. Pengikutan kepada Yesus tidak bisa digampangkan!

    Di mana kita mengalami penyucian tubuh, jiwa, dan roh?
    Di dalam Ruangan Suci Tabernakel = kandang penggembalaan = ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:

    • Pelita Emas:
      = Ibadah Raya, Ibadah Kaum Muda dan Remaja, Ibadah Kunjungan.
      = Persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karuniaNya.

    • Meja Roti Sajian:
      = Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.
      = Persekutuan dengan Anak Allah dalam Firman dan Perjamuan Suci (korban Kristus).

    • Mezbah Dupa Emas:
      = Ibadah Doa Penyembahan.
      = Persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya.

    Lewat ketekunan dalam penggembalaan, maka Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus sedang bekerja untuk menyucikan seluruh hidup (tubuh, jiwa, roh) kita.

    Dengan apa kita disucikan?
    Dengan Firman yang adalah perkataan Yesus = Firman yang dibukakan rahasiaNya oleh Roh Kudus (ayat menerangkan ayat), Firman Pengajaran benar, Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua manapun.

    Apa yang harus disucikan?
    I Korintus 5:11
    5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergauldengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul (1), kikir (2), penyembah berhala (3), pemfitnah (4), pemabuk (5) atau penipu (6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

    Kita harus disucikan dari 6 dosa yang mendarah daging dalam kita (dosa yang mengikat tubuh, jiwa, dan roh), yaitu:
    • Dosa yang mengikat tubuh: cabul (dosa kawin-mengawinkan, yaitu dosa seks dengan berbagai ragamnya, nikah yang salah) dan mabuk (dosa makan-minum, yaitu merokok, mabuk, judi, narkoba, dll.)
    • Dosa yang mengikat jiwa(menjadi tabiat): kikir (tidak bisa memberi, termasuk serakah/merampas milik orang lain), pemfitnah, penipu.
    • Dosa yang mengikat roh: penyembahan berhala.
      Berhala bisa dalam bentuk jimat-jimat, dsb. Berhala juga berarti segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengasihi Tuhan (mengasihi Tuhan: beribadah dan melayani Tuhan, hidup benar, berkorban, dsb.).

    Dosa yang mengikat tubuh, jiwa, dan roh membuat kita tidak bisa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus ("jangan bergaul", I Korintus 5:11).

    Siapa manusia yang tidak berbuat dosa? Namun, begitu kita disadarkan oleh Firman, kita harus segera lepas dari dosa.

    Jika tubuh, jiwa, roh kita disucikan dari 6 dosa tersebut, maka kita bisa menyembah Tuhan, bahkan GEMAR dalam ibadah, pelayanan, penyembahan kepada Tuhan.

    Kalau kesucian meningkat, maka penyembahan juga meningkat.

    Wahyu 11:1, 19
    11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
    11:19 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

    Doa penyembahan kita diukur dengan Firman.
    Ukuran penyembahan adalah sampai Pintu Tirai terobek, yakni taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.
    Kalau tidak bisa memenuhi ukuran penyembahan, maka kehidupan itu harus masuk zaman Antikris.

    Wahyu 12:1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Setelah Pintu Tirai terobek, maka Tabut Perjanjian akan terlihat.
    Tabut Perjanjian, luar dan dalam seluruhnya disalut dengan emas = mempelai wanita Sorga dengan terang dunia, tidak ada kegelapan (dosa) sedikitpun. Terang seperti Yesus terang, suci sama seperti Yesus suci.

    Kita menjadi terang dunia, kita bisa bersaksi dimanapun kita berada untuk menolong sesama yang masih dalam kegelapan.
    Jangan ikut-ikutan dunia yang dalam kegelapan!

  • Yohanes menulis surat I, II, III Yohanesyang menunjuk pada KASIH dan PERBUATAN KASIH.

    I Yohanes 4:18
    4:18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

    Kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan/kekuatiran.
    Bangsa Kafir seringkali ditandai dengan kekuatiran.

    Matius 6:31-33
    6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
    6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
    6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

    Kasih sempurna melenyapkan segala ketakutan dan kekuatiran, sehingga:

    1. Kita bisa mengutamakan ibadah-pelayanan yang benar, hidup yang benar, lebih dari segala sesuatu.
      Maka, Tuhan yang akan menambahkan segala kebutuhan kita.
      (Istilah 'menambahkan' berarti tidak akan pernah kekurangan.)

    2. Kita bisa menggunakan setiap langkah (setiap hasta) kehidupan kita untuk masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

      Matius 6:27
      6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

      Pelayanan pembangunan tubuh Kristus mulai dari nikah, penggembalaan, kunjungan antar penggembalaan, dst.

      Jika kita kuatir sampai terhalang untuk masuk dalam pembangunan tubuh Kristus, maka sebagai gantinya kita hanya selangkah jaraknya dengan maut.
      Lebih baik selangkah jaraknya dengan pembangunan tubuh Kristus = selangkah jaraknya dengan Kepala (Yesus) sampai kita menyatu dengan Dia selamanya.

    3. Kita takut akan Tuhan.

      Amsal 8:13
      8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

      Takut akan Tuhan = kita membenci dosa, sampai tidak ada lagi dusta (jika "ya" katakan "ya" dan jika "tidak" katakan "tidak") = kita kembali menjadi segambar dengan Allah Tritunggal, kita menjadi sama sempurna seperti Dia.

      Yakobus 3:2
      3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Jadi, kita harus berjaga-jaga dan berdoa untuk bisa memiliki iman dan perbuatan iman, pengharapan dan kesucian, serta kasih dan perbuatan kasih.


Hasilnya:
  1. Kita mengalami kuasa kebangkitan untuk menghadapi "anak yang mati".
    Markus 5:35, 37, 39-43

    5:35. Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"
    5:37 Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
    5:39 Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!"
    5:40 Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
    5:41 Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
    5:42 Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
    5:43 Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.

    Seandainya ayah anak itu lebih percaya kepada suara asing dari pada suara Yesus, maka anaknya pasti tidak tertolong.
    Dengan kuasa kebangkitan, anak yang mati bisa dibangkitkan dan hidup kembali.

    • Anak yang mati = kering, mati rohani = tidak bisa makan Firman Pengajaran benar (bahkan makan racun/ajaran-ajaran palsu yang tidak sesuai dengan Alkitab), tidak bisa berdoa, perbuatan dan perkataannya hanya dosa semata-mata (perkataan yang "membakar" sesama).
      Setelah dijamah Yesus, maka kita bisa kembali makan Firman, bisa berdoa, perbuatan dan perkataan sesuai Firman.

    • Anak yang mati = tidak ada masa depan.
      Di mana ada iman (kebenaran), pengharapan dan kesucian, serta kasih (takut akan Tuhan), maka ada masa depan yang indah.

    • Anak yang mati = kehancuran nikah dan buah nikah.
      Biarlah kita berjaga dan berdoa, BERTAHAN, maka Yesus yang akan menolong sehingga nikah kita diselamatkan.

    • Anak yang mati = kemustahilan.
      Tuhan mampu menghapus segala kemustahilan.


  2. Kita mengalami kuasa kemuliaan Tuhan.
    I Korintus 13:12-13

    13:12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
    13:13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

    Dengan iman, pengharapan, dan kasih, kita bisa memandang wajah Tuhan muka dengan muka. Mulai sekarang, kita memandang wajah Tuhan lewat doa penyembahan.

    Mazmur 16:8-9
    16:8. Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
    16:9 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;

    Saat kita menyembah Tuhan, Dia berdiri = siap untuk mengulurkan tanganNya dan menolong kita.

    • Kuasa kemuliaan membuat kita tidak goyah, tidak ragu, tidak bimbang terhadap Firman Pengajaran benar serta kuasaNya. Kita tetap percaya dan berharap Tuhan, Tuhan pasti menolong kita tepat pada waktuNya.

    • Kita merasa damai sejahtera dan bahagia saat memandang wajah Tuhan.
      Apa yang dirasakan daging (sedih, bangga, dsb.) tidak ada lagi, semuanya disedot Tuhan.
      Yang ada hanya: "Aku mengasihi Tuhan lebih dari semua".

    • Wajah Yesus yang menyinarkan kasih matahari sanggup mengubahkan kita.
      Kita bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita (kita bisa berdoa untuk dia).
      Kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu = taat dengar-dengaran, apapun resikonya.

      Sampai suatu waktu kelak, saat kedatangan Yesus kedua kali kita diubah menjadi sama sempurna seperti Dia.

Tuhan memberkati.


Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 21 Januari 2014 (Selasa Siang)
    ... di gunung Allah lalu menciumnya. Kemudian Musa memberitahukan kepada Harun segala firman TUHAN yang disuruhkan-Nya kepadanya untuk disampaikan dan segala tanda mujizat yang diperintahkan-Nya kepadanya untuk dibuat. Lalu pergilah Musa beserta Harun dan mereka mengumpulkan semua tua-tua Israel. Harun mengucapkan segala firman yang telah diucapkan TUHAN kepada Musa serta membuat ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Januari 2010 (Senin Sore)
    ... sesuai dengan gambar Tuhan. Kerajaan ini sama dengan kebahagiaan. Tanda nikah yang dicipatakan sesuai dengan gambar Tuhan adalah Efesus dimulai dari istri yang tunduk pada suami sebagaimana ia tunduk kepada Tuhan. Tunduk artinya tidak mengajar memerintah dan melawan kepada suami Timotius . Selama istri menempatkan diri dengan benar maka selama ...
  • Ibadah Raya Malang, 18 Desember 2011 (Minggu Pagi)
    ... perumpamaan lain lagi kepada mereka kata-Nya Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu lalu pergi. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada ...
  • Ibadah Raya Malang, 05 April 2009 (Minggu Pagi)
    ... firman penggembalaan kita akan mengalami kuasa penebusan sedikit demi sedikit sehingga kita mengalami sukacita. Sampai saat bunyi sangkakala yang terakhir kita akan mengalami kelepasan terakhir dari dunia untuk bertemu dengan Yesus di awan-awan yang permai. Contoh penebusan dalam Alkitab Dalam kitab Rut ini menunjuk pada penebusan bangsa Kafir ibadah PA April ...
  • Ibadah Doa Malang, 20 Oktober 2009 (Selasa Sore)
    ... kerja paksapembunuhan. Ada macam pembunuhan Pembunuhan pada waktu lahir menunjuk tentang kelahiran baru. Yang dipakai adalah bidan menunjuk hamba-hamba Tuhan orang yang dekat dengan kelahiran baru. Hati-hati banyak hamba Tuhan yang menjadi sandungan. Pembunuhan setelah lahir. Keluaran dilempar ke sungai Nil artinya kehidupan Kristen yang sudah lahir baru tetapi bisa mati rohani ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 02 Mei 2010 (Minggu Sore)
    ... akan binasa yaitu orang-orang yang tidak percaya yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus yang adalah gambaran Allah. kabar mempelai yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga untuk menyucikan dan menyempurnakan ...
  • Ibadah Raya Malang, 08 Juli 2012 (Minggu Pagi)
    ... membawa Dia ke luar untuk disalibkan. Olokan yang diterima Yesus Serdadu mengenakan jubah ungu artinya mengolok-olok kewibawaan Yesus sebagai Raja. Kewibawaan raja adalah menang atas musuh. Salah satu musuh adalah dosa. Kalau kita mempertahankan dosa itu sama dengan mengenakan jubah ungu pada Yesus dan mengolok-olok Yesus. Menganyam mahkota duri dan menaruh di ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 09 Februari 2013 (Sabtu Sore)
    ... ini tidak dapat menebusnya sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri. Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus sebab aku tidak dapat menebusnya. Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar setiap kali orang hendak menguatkan sesuatu perkara maka yang seorang menanggalkan kasutnya sebelah dan memberikannya ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 September 2018 (Selasa Sore)
    ... dan sidang jemaat menjadi liar telanjang hanya mengikuti hawa nafsu keinginan daging berbuat dosa sampai puncaknya dosa sehingga dibinasakan selamanya. Amsal Bila tidak ada wahyu menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. Oleh sebab itu kita harus mengubahkan tangisan kita untuk bisa menerima pembukaan rahasia firman. Kita bisa mendengar ...
  • Ibadah Jumat Agung Surabaya, 25 Maret 2016 (Jumat Pagi)
    ... dengan orang yang bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas batu. . Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir lalu angin melanda rumah itu tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Jawaban kedua supaya tidak rubuh menghadapi serangan setan tritunggal yaitu Hujan lebat setan dengan roh jahat dan najis ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.