English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Juni 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran.
Manusia...

Ibadah Raya Malang, 01 September 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 23 Agustus 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan Yesus Kristus.

Lukas 7:18-35 adalah tentang "Yesus dan Yohanes Pembaptis".
Baptisan...

Ibadah Raya Malang, 10 Januari 2010 (Minggu Pagi)
Matius 24:45-51, berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali yang tidak terduga waktunya...

Ibadah Raya Malang, 03 Desember 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Raya Surabaya, 08 Desember 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Palangkaraya, 23 September 2011 (Jumat Pagi)
TEMA:

Ibadah Doa Surabaya, 10 Desember 2008 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdp. Yakub

1 Tesalonika 5: 18
Mengapa kita harus bersyukur?Roma 6: 17-18 ->...

Ibadah Doa Malang, 27 Februari 2020 (Kamis Sore)
Rekaman Ibadah Doa di Medan

Wahyu 22:3-4
22:3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan...

Ibadah Doa Surabaya, 27 November 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 30 Maret 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 adalah tentang penglihatan rasul...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 13 Agustus 2014 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih mempelajari tentang pelita/ lampu....

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Februari 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:1
11:1 Pada suatu kali Yesus sedang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Mei 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 22-30 (kita baca ayat 23-24) => siapa yang...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan V, 25 April 2013 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah:...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Desember 2014 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah
:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014).

AD. 3. SIDANG JEMAAT PERGAMUS

Penyucian terakhir bagi sidang jemaat Pergamus adalah HARUS MENINGGALKAN AJARAN PALSU, yaitu ajaran Bileam (beribadah melayani hanya untuk mengejar upah yang jasmani) dan ajaran Nikolaus (mengumpulkan banyak orang dengan menghalalkan segala cara). Kita jaga! Gereja Tuhan hari-hari ini beribadah dengan cara-cara duniawi (entertainment dan lain-lain), sehingga menarik banyak orang datang. Kedua ajaran sesat ini bekerja sama. Maksudnya, kalau banyak orang, akan terkumpul banyak uang.

Kalau mau disucikan, ada janji Tuhan bagi sidang jemaat Pergamus.
Wahyu 2: 17
2:17. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya."

JANJI TUHAN kepada sidang jemaat Pergamus jika mau mengalami penyucian terakhir (meninggalkan ajaran-ajaran palsu):

  1. Tuhan menjanjikan manna yang tersembunyi (diterangkan mulai dari Ibadah Raya surabaya, 30 November 2014),
  2. Tuhan menjanjikan batu putih yang di atasnya tertulis nama baru.

Kita masih mempelajari tentang MANNA YANG TERSEMBUNYI.
Manna adalah roti yang turun dari Surga (Yohanes 6) = Firman Allah yang dibukakan rahasianya (tadinya tersembunyi di Surga, tetapi sudah diturunkan bagi kita), yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab. Ini sama dengan wahyu/ilham dari Tuhan = Firman pengajaran yang benar.

Dalam Perjanjian Lama, manna adalah roti malaikat.
Mazmur 78: 23-25
78:23 Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit,
78:24 menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;
78:25 setiap orang telah makan
roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.

Roti = Firman.
Malaikat = gembala.
Roti malaikat, artinya, Firman penggembalaan, yaitu Firman pengajaran benar yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, terus-menerus/berurutan dan diulang-ulang untuk menjadi makanan rohani bagi sidang jemaat, sehingga sidang jemaat mengalami pertumbuhan rohani ke arah kedewasaan rohani (kesempurnaan).

Kita pelajari istilah 'seorang gembala'.
Bilangan 27: 15-17
27:15 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN:
27:16 "Biarlah TUHAN, Allah dari roh segala makhluk, mengangkat atas umat ini seorang
27:17 yang mengepalai mereka waktu keluar dan masuk, dan membawa mereka keluar dan masuk, supaya umat TUHAN jangan hendaknya seperti
domba-domba yang tidak mempunyai gembala."

Saat Musa akan meninggal dunia, dia berdoa kepada Tuhan, supaya Tuhan mengangkat atas umat Israel 'seorang' gembala, itulah Yosua.
'Seorang' - 'domba-domba yang tidak mempunyai gembala' = artinya, bangsa Israel membutuhkan seorang gembala.

Jemaat Israel waktu keluar dari Mesir berjumlah 603.550 orang, gembalanya hanya seorang. Setelah hampir 40 tahun dan jumlah mereka bertambah, tetapi gembalanya tetap seorang. Tidak ada alasan! Berapapun jumlah jemaat, yang memberi makan tetap seorang gembala.

Dalam Keluaran 16: 16-36, ada tiga kegunaan manna/firman penggembalaan:

  1. Ayat 16-21 = kegunaan pertama: manna untuk pemeliharaan kehidupan sehari-hari (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 07 Desember 2014).

    Setiap hari, setiap orang Israel mengambil segomer manna (1 gomer= 3,6 liter).
    3,6 liter per hari untuk satu orang, berarti cukup, malah melimpah.
    Kalau Firman penggembalaan melimpah, maka hidup juga melimpah.

    Selama lima hari => angka lima menunjuk pada panca indera.
    Artinya: penyucian panca indera (hati dan pikiran).
    Kebutuhan hidup kita sehari-hari yang lebih dulu adalah penyucian panca indera. Kalau panca indera kita disucikan, maka urusan makan-minum kita adalah urusan Tuhan. Urusan kita hanya penyucian.


  2. Ayat 22-31 = kegunaan kedua: manna untuk hari Sabat (hari perhentian/damai sejahtera).


  3. Ayat 32-36 = kegunaan ketiga: manna yang disimpan di dalam buli-buli emas = hidup kekal selamanya.
    Manusia hanya buli-buli tanah liat, tetapi kalau diisi manna, akan menjadi buli-buli emas. Tidak hancur oleh api pencobaan, sampai maut pun tidak mampu menghancurkan buli-buli emas.

Melihat tiga kegunaan manna di atas, tidak rugi bagi kita untuk aktif mengumpulkan manna hari-hari ini. Karena kegunaannya sangat penting/sangat berguna untuk kehidupan kita, baik sekarang di dunia sampai hidup kekal selamanya.

"Tidak mengapa kita sibuk bekerja, kuliah dan lain-lain, tetapi jangan lupa! Ada waktu yang cukup untuk mengumpulkan manna dalam kehidupan kita, sebab manna berguna untuk hidup sekarang di dunia, sampai hidup kekal selamanya."

Kita pelajari kegunaan manna yang kedua yaitu MANNA UNTUK HARI SABAT.
Keluaran 16: 22-23
16:22 Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.
16:23 Lalu berkatalah Musa kepada mereka: "Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi."

Pada ayat 21, setiap orang dari bangsa Israel memungut manna satu gomer, setiap hari.
[ayat 22] Pada hari keenam, bangsa Israel memungut dua gomer manna setiap orang (= memungut manna secara dobel).

Kita pelajari dahulu arti dari hari keenam.
2 Petrus 3: 8
3:8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.

1 hari = 1000 tahun.
Hari keenam= 6 hari = 6000 tahun.

Menurut peta zaman, 6000 tahun adalah kurun waktu yang dipilih oleh Tuhan untuk menempatkan umat-Nya di dunia, yang terbagi dalam tiga zaman:

  1. Zaman permulaan/zaman Allah Bapa (dihitung dari Adam sampai Abraham) = ± 2000 tahun.


  2. Zaman pertengahan/zaman Anak Allah (dihitung dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali ke dunia) = ± 2000 tahun.


  3. Zaman akhir/zaman Allah Roh Kudus (dihitung dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali) = ± 2000 tahun.

Setelah 6000 tahun (enam hari), masuk hari ketujuh (Sabat), yaitu Kerajaan 1000 Tahun Damai/Firdaus yang akan datang.
Inilah istilah 'pada hari keenam mengambil manna secara dobel'.

Pada hari keenam mengumpulkan dua gomer manna, artinya:

  1. Yang pertama: satu gomer untuk hari keenam = Firman penggembalaan untuk menyucikan dan memelihara kehidupan kita sehari-hari di dunia, sampai berseru, 'takkan kekurangan aku'.
    'takkan kekurangan aku' = berkelimpahan (selalu mengucap syukur) sampai sempurna.
    Kemarin sudah dipelajari, satu gomer manna = 3,6 liter untuk setiap orang, artinya makanan yang sangat berlimpah; kita dipelihara secara jasmani dan rohani.


  2. Yang kedua: satu gomer untuk hari ketujuh.
    Mungkin, sekarang kita dihina saat mengumpulkan manna secara dobel. Tetapi, kegunaannya betul-betul luar biasa. Yang tidak mengumpulkan manna, satu waktu akan masuk dalam kelaparan.

    Satu gomer untuk hari ketujuh, artinya Firman penggembalaan memberikan perhentian/damai sejahtera, sampai masuk Kerajaan 1000 Tahun Damai (Ruangan Maha Suci).

    Ukuran Ruangan Maha Suci (kesempurnaan) = 10 x 10 x 10 hasta = 1000 hasta= 1000 Tahun Damai.

Jadi, manna ini benar-benar lengkap. Firman penggembalaan ini benar-benar dobel. Memberikan pemeliharan secara jasmani dan rohani, kita disucikan sampai 'takkan kekurangan aku'. Jasmani dipelihara sampai mengucap syukur dan rohani dipelihara sampai sempurna. Tetapi juga memberikan Sabat/perhentian kepada kita sampai masuk kerajaan 1000 Tahun Damai.

Ada tiga macam sabat:

  1. Sabat kecil = perhentian di dalam urapan Roh Kudus.
    Kita harus mengalami sabat kecil setiap hari.

    Roma 8: 6
    8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

    'damai sejahtera'= Sabat.
    Kalau setiap hari mengalami damai sejahtera, maka kita akan mengalami Sabat yang kedua.


  2. Sabat besar = perhentian dalam Kerajaan 1000 Tahun Damai.
  3. Sabat kekal= perhentian di dalam Yerusalem baru/Kerajaan Surga yang kekal.

Memang sakit bagi daging untuk mengumpulkan manna secara dobel, tetapi kegunaannya sangat besar, yaitu untuk memelihara hidup kita sekarang di dunia; ada penyucian dan pemeliharaan sampai 'takkan kekurangan aku', berkelimpahan secara jasmani (mengucap syukur) dan rohani sampai menjadi sempurna dan memberi perhentian bagi kita mulai hidup sekarang di dunia, sampai masuk Kerajaan 1000 Tahun Damai, bahkan sampai hidup kekal selamanya.

Jadi, Firman penggembalaan memberikan Sabat/perhentian/damai sejahtera dalam Roh Kudus setiap hari sampai satu waktu kita masuk Kerajaan 1000 Tahun Damai.
Kalau setiap hari tidak mengalami perhentian/damai sejahtera, karena masih ada iri hati, benci, pertengkaran, kepahitan, maka tidak mungkin masuk Kerajaan 1000 Tahun Damai. Sebab, Kerajaan 1000 Tahun Damai adalah akumulasi/penjumlahan dari damai sejahtera yang kita alami setiap hari.

"Tidak bisa tiba-tiba kita masuk Kerajaan 1000 Tahun Damai, kalau sekarang masih ada pertengkaran, iri, dendam, kepahitan. Nanti tidak betah, karena sudah biasa bertengkar, gosip dan lain-lain sedangkan dalam Kerajaan 1000 Tahun Damai semuanya damai, tidak ada gosip dan sebagainya."

Proses dan kegunaan Sabat:

  1. Matius 11: 28-30
    11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
    11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
    11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."


    'Marilah kepada-Ku'= undangan Tuhan.
    'kelegaan'= damai sejahtera.

    PROSES Sabat yang pertama: belajar kepada Yesus di kayu salib tentang RENDAH HATI dan LEMAH LEMBUT.

    KEGUNAAN Sabat yang pertama: untuk melenyapkan segala letih lesu dan beban berat yang membawa kita ke neraka. Beban dosa ini membawa kita ke neraka, bukan ke kerajaan 1000 Tahun Damai.

    Rendah hati: kemampuan untuk mengaku dosa sejujur-jujurnya kepada Tuhan (vertikal) dan sesama (horizontal) = kayu salib; jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Rendah hati = menerima undangan Tuhan.

    Kita belajar rendah hati kepada Yesus di kayu salib.
    Kerendahan hati Yesus di kayu salib adalah mengakui dan menanggung dosa-dosa kita, padahal Dia tidak berdosa. Sekarang kita rendah hati yaitu kita mengakui dosa-dosa kita sendiri.

    Kalau orang berbuat dosa tetapi tidak mau mengaku dosa = sombong, bukan rendah hati, tetapi tinggi hati.
    Kalau hamba Tuhan, pelayan Tuhan berbuat dosa, tetapi tidak mau mengaku dosa malah menyalahkan orang lain bahkan menyalahkan Tuhan = tinggi hati/sombong seperti setan (puncak ketinggian hati) = menjadi pendakwa. Akibatnya: tetap berbeban berat di dunia, sampai di neraka. Tidak main-main!

    Biarlah kalau ada dosa, kita mau mengakui dosa-dosa kita. Baik itu suami kepada isteri, isteri kepada suami, anak kepada orang tua, orang tua kepada anak, kakak-adik, sesama pelayan Tuhan, gembala pada domba, domba pada gembala. Bebas saja. Siapa yang tidak pernah berbuat dosa? Kalau kita tidak kuat (merasa malu), belajar pada Yesus yang rendah hati dan lemah lembut. Dia ditelanjangi, mengakui bahkan menanggung dosa orang lain. Kita hanya tinggal mengakui dosa kita sendiri.

    Lemah lembut: kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
    Belajar pada Yesus di kayu salib, Dia berseru, 'Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat'.

    Kalau seseorang tidak mau mengampuni dosa orang lain yang sudah minta ampun kepadanya, ia adalah orang yang keras hati seperti setan.

    Kalau kita selalu berani mengaku dosa, maka tidak sulit bagi kita untuk mengampuni orang lain, apapun yang dia lakukan pada kita; sampai (maafkan) pada suami isteri, kalau ada dosa perselingkuhan pun, asal dia benar-benar belajar pada Yesus untuk mengaku dosanya, ia juga akan belajar pada Yesus untuk mengampuni apapun kesalahannya.

    Sebaliknya, kalau tidak bisa mengaku dosa, maka tidak mungkin bisa mengampuni dosa orang lain. Orang yang tidak salah, dia tuduh, apalagi orang yang berbuat salah, akan dimakan.

    Kalau tidak mau mengampuni dosa orang lain, maka dosanya tidak diampuni oleh Tuhan dan tetap berbeban berat sampai ke neraka.

    Jadi, tinggi hati dan keras hati sama-sama membuat beban berat sampai ke dalam neraka.

    Jika kita rendah hati dan lemah lembut (saling mengaku dan mengampuni), maka darah Yesus menyelesaikan segala dosa kita dan Roh Kudus dicurahkan di dalam hati kita.
    Kita tinggal pilih; pertahankan dosa sendiri dan orang lain, akan menjadi kering (Roh Kudus kering). Tetapi, kalau kita mau rendah hati dan lemah lembut (saling mengaku dan mengampni), dosa diselesaikan oleh darah Yesus, maka Roh Kudus dicurahkan dalam kehidupan kita.

    Roh Kudus dicurahkan dalam hati kita, sehingga kita mengalami perhentian/damai sejahtera di dalam Roh Kudus, dan semua menjadi enak dan ringan. Semakin Roh Kudus dicurahkan, kita semakin enak dan ringan. Ini yang harus dialami setiap hari. Nikah, pelayanan dan hidup kita menjadi enak dan ringan, semakin ringan sampai satu waktu kita terangkat ke awan-awan permai untuk bertemu Yesus. Kalau tidak ada damai, pasti berbeban berat dan menuju ke neraka (tenggelam dalam lautan api dan belerang).

    Biarlah malam ini, lewat Firman penggembalaan, Tuhan sedang mengundang kita yang penuh dengan dosa, masalah, air mata dan beban berat supaya belajar pada Yesus di kayu salib untuk mendapatkan sabat. Segala letih lesu dan beban berat diganti dengan damai sejahtera/ketenangan, dan semua menjadi enak dan ringan. Sampai satu waktu yang paling enak dan ringan, kita bertemu Yesus di awan-awan permai.


  2. Yesaya 30: 14-15
    30:14 seperti kehancuran tempayan tukang periuk yang diremukkan dengan tidak kenal sayang, sehingga di antara remukannya tiada terdapat satu keping pun yang dapat dipakai untuk mengambil api dari dalam tungku atau mencedok air dari dalam bak."
    30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan,

    'kehancuran tempayan' = manusia darah daging yang berdosa dan mudah rapuh.
    Kalau berbuat dosa, kita seperti bejana tanah liat yang dibanting terus, sampai remuk dan hancur, sehingga tidak ada gunanya lagi.

    PROSES Sabat yang kedua: belajar pada Yesus yang mati di kayu salib tentang DIAM dan TENANG.
    Yesus mati di kayu salib, digambarkan seperti Yesus sedang tidur di kapal.

    KEGUNAAN Sabat yang kedua: untuk menolong kehidupan yang sudah hancur-lebur, tidak berguna atau menolong kehidupan yang tenggelam.

    Diam:


    • tidak menyalahkan orang lain/tidak menghakimi orang lain, tidak menyalahkan Tuhan (pengajaran benar).
      Saat-saat kita merosot/dalam kehancuran, kalau menyalahkan orang, maka kita akan makin hancur dan tenggelam.

      "Kami hamba-hamba Tuhan juga. Lempin-El Kristus Ajaib, perhatikan! Saat-saat kita goyang, diterpa badai, sudah hampir tenggelam, saat-saat kita hancur seperti dibanting, lalu kita menyalahkan orang lain, maka akan bertambah hancur dan tenggelam."


    • Banyak mengoreksi diri/memeriksa diri sendiri lewat ketajaman pedang Firman/Firman penggembalaan yang diulang-ulang.
      Firman diulang untuk memeriksa diri sampai menemukan dosa.
      Jika ditemukan dosa-dosa, maka kita harus mengakui sejujur-jujurnya kepada Tuhan dan sesama; jika diampuni jangan berbuat dosa lagi = bertobat.
      Maka, akan terjadi pemulihan.

      Luar biasa, lewat bertobat saja, sudah terjadi pemulihan. Sebab, dosa inilah yang mendatangkan masalah, kehancuran, kesulitan dan lain-lain.
      Kalau tidak ada dosa, semuanya bersuasana Firdaus. Saat Adam dan Hawa tidak berbuat dosa, mereka bersuasana Firdaus.

      Jika tidak bertobat, malah mengulangi dosa/berbuat dosa terus, maka hidup kita semakin hancur, semakin tenggelam dan tidak pernah muncul lagi, ada bersama Babel.
      Sekalipun pandai dan hebat, kalau mempertahankan dosa, ia sedang menuju kehancuran.


    Tenang: menguasai diri.
    1 Petrus 4: 7
    4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

    Artinya, tidak berharap kepada orang lain. Ini yang harus dikuasai. Sering kali, saat menghadapi masalah, kita ingat kepada orang lain lebih dulu. Kalau menguasai diri, maka kita tidak berharap kepada orang lain, tetapi percaya dan berharap pada Tuhan (percaya dan mempercayakan diri sepenuh pada Tuhan), sehingga kita bisa berdoa pada Tuhan.

    Kalau depan, belakang, kiri dan kanan kita tidak bisa menolong, kita tinggal menengadah kepada Tuhan saja.
    Kalau keluarga tidak mau menolong, orang lain tidak mau menolong, bukan saatnya untuk berputus asa, tetapi itulah waktunya Tuhan menolong. Kita tinggal menengadah saja, diam dan tenang.

    Kalau kita berseru-seru seperti umat Israel saat menghadapi laut Kolsom, Tuhan menegor Musa, 'mengapa kamu berseru-seru?'. Bukan berseru-seru (mengomel), tetapi berseru pada Tuhan.
    Berdoa = berseru dan berserah sepenuh kepada Tuhan.

    Orang yang tidak tenang (selalu menghakimi orang lain, termasuk Tuhan/pengajaran benar, selalu berharap orang lain, tidak tergembala), akan menuju kehancuran, ketenggelaman dan binasa. Biarlah kita belajar seperti Yakub yang diam dan tenang di kemah, sehingga dia mendapatkan semua dari Tuhan.

    Tadi, kalau tidak bertobat, akan hancur. Sekarang, kalau tidak tenang, akan tenggelam.

    Yang benar, kita harus belajar pada Yesus untuk bisa diam dan tenang = mengulurkan dua tangan (tangan bertobat dan berdoa) kepada Tuhan, maka Tuhan juga akan mengulurkan tangan kasih ajaib-Nya kepada kita, sehingga terjadi pemulihan, yang sudah hancur berkeping-keping menjadi pulih kembali, yang gagal menjadi berhasil dan indah pada waktu-Nya.

    Kalau tidak bertobat (ada dosa), kita tidak bisa berdoa, karena dosa merupakan pemisah antara kita dengan Tuhan, sehingga Tuhan tidak bisa mendengar doa kita. Bertobat dulu, baru berdoa dan pasti Tuhan jawab.

    Markus 4: 37-39
    4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
    4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
    4:39 Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "
    Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

    Yesus berseru, 'Diam! Tenanglah!' dan danaupun menjadi teduh kembali.
    'Yesus sedang tidur'= mati di kayu salib.
    'Danau menjadi teduh' = yang tenggelam dinaikkan dan yang gagal menjadi berhasil dan indah pada waktu-Nya.
    Yang hari-hari ini hancur, mari datang kepada Tuhan.


  3. Ibrani 12: 2
    12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

    PROSES Sabat yang ketiga: mata tertuju kepada Yesus sebagai Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.
    Kalau melihat orang, tidak akan tenang, malah benci dan lain-lain. Sama seperti Musa, mau melayani dua orang, tetapi melihat kiri kanan, akhirnya malah membunuh (kebencian/tidak ada damai) dan menyembunyikan mayat dalam pasir (busuk). Tidak ada damai, yang ada hanya busuk.
    Tidak ada damai= tidak ada perhentian, hanya ada iri, dendam dan kebencian.

    Isteri Lot menoleh kebelakang, sehingga menjadi tiang garam (tawar hidupnya, tidak berguna).

    Mata tertuju kepada Yesus Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa = kita menyembah Tuhan.
    Ibrani 12: 3
    12:3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

    Prosesnya: dalam menyembah Tuhan, kita belajar untuk TEKUN dan SABAR dalam menghadapi salib/percikan darah, sama seperti Yesus yang juga tekun dan sabar dalam menanggung salib atau percikan darah.

    Seperti Imam besar Harun, setiap satu tahun satu kali masuk ke Ruangan Maha Suci dengan membawa dupa dan darah. Darah dipercikkan dua kali tujuh percikan darah dan dupa dinaikkan.
    Kalau tidak ada dupa/doa penyembahan, kita tidak kuat menghadapi percikan darah (sengsara daging tanpa dosa), sehingga kita menjadi putus asa.

    Tadi, kesalahan-kesalahan sudah diselesaikan (sudah bertobat), kemudian berdoa (dosa sudah diselesaikan), sekarang masih ada sengsara tanpa dosa. Kita belajar tekun dan sabar dalam menghadapi sengsara karena Yesus.

    Bentuk percikan darah bermacam-macam: pulang kerja/kuliah harus masuk dalam ibadah pelayanan, sengsara karena pelayanan, doa puasa, dicaci maki, difitnah dan lain-lain.

    KEGUNAAN Sabat yang ketiga: untuk menolong kita menghadapi percikan darah (salib), supaya kita tidak kecewa, putus asa dan tinggalkan Tuhan, tetapi kita justru mengalami keubahan.
    Ingat! Di balik salib ada kemuliaan (shekinah glory).

    2 Korintus 4: 16-17
    4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

    Saat menghadapi salib, tetap tekun dan sabar, jangan tinggalkan Tuhan dan sabar menunggu waktu Tuhan. Jangan mundur setapak pun sampai terjadi kemuliaan Tuhan/pembaharuan hidup!

    'manusia lahiriah kami semakin merosot' = dicaci maki, difitnah, atau usia bertambah, ada penyakit yang menghalangi dan lain-lain.
    Itu semua jangan mengganggu kita. Kalau jasmani kita makin merosot, kita harus tergugah supaya yang rohani semakin dibaharui/mengalami keubahan hidup. Bukan waktunya untuk putus asa!

    Kita mengalami kemuliaan Tuhan/pembaharuan hidup dari manusia jasmani menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu di mulai dari 'tidak tawar hati' = kuat dan teguh hati. Hari-hari ini, kita harus kuat dan teguh hati, sebab kita akan mengalami percikan darah.

    Kesaksian:
    "Memang Firmannya mengarah ke situ, tidak dibuat-buat. Saya sendiri juga langsung mengalami. Begitu mempelajari Wahyu pasal 2 dan 3, saya sendiri langsung mengalami percikan darah."

    Saat mengalami percikan darah, adalah kesempatan bagi kita untuk tetap tekun dan sabar, sampai kita mengalami pembaharuan. Mungkin ada tabiat kita yang harus dibaharui, sampai kita menjadi kuat dan teguh hati.

    Kuat dan teguh hati = 4 pilar, yaitu:


    • tetap berpegang teguh pada Firman pengajaran benar dan taat dengar-dengaran, apapun resiko yang dihadapi.
      Jangan diombang-ambing oleh pengajaran palsu! Kalau diombang-ambingkan, akan seperti Yudas yang mendengar ajaran orang Farisi dan ahli taurat yang ajarannya bertentangan, sehingga Yudas menjadi bimbang, tidak mampu dan tenggelam.
      Tuhan tolong kita semua.

      Kekurangan jemaat Pergamus adalah adanya ajaran-ajaran palsu. Harus diselesaikan. Kalau tidak, akan bersuasana takhta iblis dan jika menerima ajaran palsu akan menjadi takhta iblis.


    • Tetap hidup dalam kebenaran, dalam segala aspek kehidupan kita harus benar, apapun resiko yang harus kita hadapi.
      Kalau pengajarannya benar, maka hidupnya juga benar (ini satu paket). Kalau pengajarannya palsu, tidak mungkin hidupnya benar.


    • Tidak kecewa, putus asa dan tinggalkan Tuhan, tetapi tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah dan pelayanan kepada Tuhan, apapun yang kita hadapi.
      Kalau keadaan normal, mungkin kita bisa beribadah melayani Tuhan, tetapi satu waktu kita diuji, ada gelombang. Apakah kita tetap maju, tetap setia dan berkobar-kobar? Justru ujiannya di sini, untuk membuktikan keasliannya. Apakah betul selama ini kita beribadah melayani karena mengasihi Tuhan atau karena yang lain? Kalau kita mengasihi Tuhan, maka kita tetap setia dan berkobar-kobar, apapun rintangan yang kita hadapi.
      Atau sebaliknya, saat diberkati malah meninggalkan Tuhan. Tetapi yang paling banyak, saat menghadapi gelombang, sudah tidak setia dan berkobar-kobar lagi.


    • Tetap menyembah Tuhan, apapun yang sedang kita hadapi.
      Seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego, "kalau Tuhan yang kami sembah tidak menolong kami, kami tidak akan menyembah patung, tetapi tetap menyembah Tuhan".
      Inilah mata yang menandang kepada Tuhan.


    Kalau kita kuat dan teguh hati, hasilnya:


    • Kisah Para Rasul 27: 33-36
      27:33 Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: "Sudah empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa.
      27:34 Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorang pun di antara kamu akan kehilangan sehelai pun dari rambut kepalanya."
      27:35 Sesudah berkata demikian, ia mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka, memecah-mecahkannya, lalu mulai makan.
      27:36 Maka
      kuatlah hati semua orang itu, dan mereka pun makan juga.

      = kuat teguh hati menghadapi gelombang apapun.
      'sehelai rambut'= Kedudukan kita hanya seperti sehelai rambut di tengah gelombang yang dahsyat.

      Hasil yang pertama: 'sehelai rambut tidak akan jatuh, tidak akan tenggelam di tengah gelombang', artinya kita mengalami pemeliharaan dan perlindungan Tuhan secara langsung di tengah dunia yang sudah sulit dan mustahil, sekalipun kita hanya sehelai rambut yang tidak berdaya dan tidak berharga apa-apa.

      Kalau bersungut-sungut, putus asa dan kecewa, kita seperti rambut terlepas dari kepala = hilang selamanya. Tetapi, selama kita masih kuat dan teguh hati, maka sehelai rambut di tengah gelombang tidak akan tenggelam.

      Saat sudah lemah, mereka makan roti pada hari yang keempat belas. Hari keempat belas = anak domba Paskah disembelih = perjamuan suci.
      Kalau tidak kuat menghadapi gelombang, lewat perjamuan suci, kita menjadi kuat dan teguh hati.

      Pemeliharaan secara rohani, di tengah gelombang dosa dan puncak dosa, di tengah ajaran palsu, kita tetap hidup benar dan suci.


    • Yosua 1: 6
      1:6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.

      Hasil yang kedua: Yosua bagaikan sehelai rambut kalau dibandingkan dengan Musa. Yosua tidak ada pengalaman dan tidak bisa apa-apa. Tetapi, kalau kuat dan teguh hati, ia bisa dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan menuju Kanaan.

      Sekarang kita, sekalipun hanya sehelai rambut, tetapi kalau kuat dan teguh hati, kita akan dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir/pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.

      Yosua 1: 9
      1:9 Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi."

      Di dalam penggembalaan, kita sudah mengalami penyertaan Tuhan. Tetapi, dalam ibadah-ibadah kunjungan, penyertaan Tuhan lebih nyata lagi kepada kita. Kita sama-sama dibawa keluar dari kandang untuk mengalami penyertaan Tuhan yang lebih nyata.

      Jangan tetap berada di bawah pohon ara yang rindang (egois)! Memang, dalam penggembalaan, kita bagaikan berada di bawah pohon yang rindang dan sejuk. Tetapi sayang, kalau kita hanya puas dalam penggembalaan, maka kita tidak bisa melihat langit. Semakin rimbun daunnya (semakin diberkati), kita semakin tertutup oleh daun, kita tidak bisa melihat Yesus yang turun naik dari Surga. Kita harus keluar, sekalipun terkena panas, tetapi kita bisa melihat Yesus (penyertaan Tuhan yang lebih nyata lagi).

      "Dalam kebaktian kunjungan, yang ada waktu, masalah uang jangan jadi halangan. Saya selalu mengajarkan, asalkan jujur. Kalau ada, silakan, kalau tidak ada silakan. Tetapi JUJUR. Jangan bilang 'tidak ada,Om', tapi nanti sampai di sana banyak belanja. Itu salah. Ini juga penyakit Lempin-El Kristus Ajaib. Kalau saya dulu tidak memberikan kolekte, karena memang tidak punya. Tapi saya salah, saat kolekte dijalankan, saya lari ke kamar mandi, karena petugas kolektenya kenal dengan saya. Tetapi, Lempin-El juga banyak yang begitu, saat kolekte, kantongnya dilewatkan. Tetapi nanti saat kelulusan, paling banyak menebus foto, paling banyak albumnya. Ini juga salah."


    • 1 Tawarikh 28: 20
      28:20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

      Hasil yang ketiga: Salomo juga hanya sehelai rambut (masih muda dan tidak punya pengalaman), tetapi kalau kuat dan teguh hati, ia dipakai oleh Tuhan sampai pembangunan Bait Allah Salomo selesai. Artinya: Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil dalam kehidupan kita. Ini bisa kita lihat dalam ibadah-ibadah kunjungan.
      Saat ada masalah yang mustahil dan kita bersama-sama berdoa dalam ibadah kunjungan, maka Tuhan menyelesaikan semua masalah yang mustahil.

      Secara rohani, Tuhan sanggup menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna, sama mulia seperti Dia, kita menjadi mempelai wanita Surga yang sempurna (pembangunan Tubuh Kristus selesai). Kita siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan, kemudian masuk perjamuan kawin Anak Domba, masuk Kerajaan 1000 Tahun Damai (Sabat besar) sampai masuk Yerusalem baru (Sabat kekal).

Mulai sekarang kita harus mengalami sabat. Jangan letih lesu dan berbeban berat. Mari, kita datang pada Tuhan:

  1. Kita harus rendah hati dan lemah lembut, jangan sombong. Selesaikan dosa-dosa, maka semua menjadi enak dan ringan.


  2. Hari-hari ini banyak diam dan tenang dengan sungguh-sungguh, koreksi diri dan berharap Tuhan, maka terjadi pemulihan demi pemulihan; yang sudah tenggelam akan diangkat, yang gagal menjadi berhasil, yang hancur menjadi baik.


  3. Yang terakhir, tekun dan sabar untuk menjadi kuat dan teguh hati. Biar hanya sehelai rambut, tetapi kita dipelihara, dipakai dan ditolong oleh Tuhan sampai semua menjadi sempurna untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.
    Kaum muda, sehelai rambut menjadi sasaran Tuhan!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top