English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Mei 2011 (Senin Sore)
Tema ibadah di Medan: Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Agustus 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro
Matius 26: 26-28
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya...

Ibadah Raya Surabaya, 31 Januari 2010 (Minggu Sore)
Matius 24: 45-51
= berjaga-jaga untuk menyambut kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu:
ay. 45-47=...

Ibadah Doa Surabaya, 02 Maret 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Kartika Graha II, 17 Juli 2013 (Rabu Pagi)
Tema:
Matius 25:6
25: 6 ... Mempelai datang! Songsonglah dia!

Tengah malam adalah situasi akhir jaman di mana...

Ibadah Persekutuan Ciawi I, 26 Februari 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 12 Mei 2009 (Selasa Siang)
Keluaran 19-24 dalam susunan Tabernakel terkena pada Medzbah Dupa Emas, yaitu persekutuan dalam penyembahan.

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 Mei 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:51-56 tentang Yesus dan orang Samaria....

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja, 10 Desember 2011 (Sabtu Sore)
Lukas 1:13-17
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia,...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 April 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:46-56 berjudul 'Nyanyian Pujian Maria'.

Isi dari nyanyian pujian Maria:
Ayat 46-50...

Ibadah Doa Malang, 22 November 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8a
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Doa Siang Surabaya, 23 Oktober 2016 (Minggu Siang)
Yohanes 20: 21-22
20:21. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga...

Ibadah Raya Malang, 05 September 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:14-15
Jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa melayani Tuhan, itu adalah karena

Ibadah Doa Malang, 27 Juli 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika Anak Domba...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Februari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 penglihatan Yohanes di pulau Patmos.

Wahyu 1:9
1:9 Aku,...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Desember 2013 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuan senantiasa dilimpahkan di tengah kita sekalian.

Wahyu 1: 9-20 --> Pengelihatan Rasul Yohanes di Pulau Patmos.
1:9 Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.

Rasul Yohanes dibuang ke Pulau Patmos, mengalami sengsara daging bukan karena berbuat jahat tetapi karena Firman Allah dan kesaksian Yesus.

Ada 2 macam sengsara daging:

  1. 1 Petrus 2: 20a
    2:20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

    Pertama: sengsara daging karena berbuat dosa/berbuat jahat= pukulan/hajaran dari Tuhan.
    Tuhan memukul/menghajar kehidupan kita supaya kembali kepada kebenaran dan kesucian. Ini masih kasih Tuhan.


  2. 1 Petrus 2: 19, 20b
    2:19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
    2:20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

    Kedua: sengsara daging karena kehendak Tuhan= sengsara daging karena kehendak Tuhan= sengsara daging karena Firman Allah dan kesaksian Yesus= sengsara daging karena berbuat baik= kasih karunia Tuhan.

Dalam Wahyu 1: 9, dikatakan bahwa:
1:9 Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus,

'saudara dan sekutumu'= Rasul Yohanes mengalami sengsara daging karena Firman Allah dan kesaksian Yesus sehingga mendorong untuk masuk persekutuan yang benar dengan Tuhan (vertikal) dan dengan sesama (horisontal). Mungkin kita sudah beribadah, tetapi diinjinkan mengalami sengsara karena Firman Allah dan Roh Kudus. Tujuannya adalah mendorong kita untuk masuk ke dalam persekutuan yang benar dengan Tuhan (vertikal) dan dengan sesama (horisontal). Kalau sengsara daging karena dosa, hanya membuat cerai-berai.

Dalam Yohanes 15, persekutuan yang benar digambarkan seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar.

Dalam Yohanes 15, ada 3 macam persekutuan/hubungan yang benar:

  1. [Yohanes 15: 1-8] Persekutuan antara carang/ranting dengan Pokok Anggur yang benar= persekutuan kita dengan Yesus (persekutuan tubuh dengan kepala).

    Yohanes 15: 1-5
    15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
    15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
    15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
    15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
    15:5
    Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

    Syaratnya: carang/ranting harus melekat kepada pokok anggur yang benar.
    Artinya:


    • Kita harus tergembala pada Firman Pengajaran yang benar= taat dengar-dengaran pada Firman Pengajaran yang benar.
      Firman Pengajaran yang benar yaitu tertulis dalam Alkitab dan diwahyukan oleh Tuhan, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab.

      Jika kita taat dengar-dengaran pada Firman Pengajaran yang benar, kita akan disucikan oleh Firman pengajaran yang benar.

      Matius 15: 19
      15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

      Penyucian oleh Firman Pengajaran dimulai dari penyucian hati yang berisi 7 keinginan jahat dan najis.
      Keinginan jahat
      menunjuk keinginan akan uang yang membuat kita menjadi kikir dan serakah (pencuri, merampas hak orang lain dan haknya Tuhan).

      Keinginan najis yaitu perzinahan, dusta dan sumpah palsu, hujat (memfitnah, menjelek-jelekkan orang lain) sampai menghujat orang-orang suci dan menghujat Kemah suci (menghujat pengajaran Tabernakel).

      Kalau hati disucikan, maka seluruh kehidupan kita disucikan oleh Firman Pengajaran benar sehingga kita bisa hidup dalam kesucian.

      Kalau tanpa Firman Pengajaran benar, kita tidak bisa/sulit untuk hidup suci.


    • setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sesuai dengan karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan yang kita terima dari Tuhan.
      Kalau lepas dari pokok anggur yang benar, akan menjadi carang kering.


    Jadi, persekutuan yang benar antara kita dengan Yesus adalah SUCI DAN SETIA BERKOBAR-KOBAR. Kalau suci dan setia pasti BERBUAH LEBAT sekalipun kita adalah ranting kecil (mungkin tidak punya ijazah, modal kecil, gereja kecil, dll).
    Tuhan tidak melihat besar-kecilnya ranting, tetapi melihat suci dan setia.

    Yohanes 15: 8
    15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

    Efesus 5: 9
    5:9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

    Berbuah lebat yaitu:


    • buah kebenaran= jangan ada yang tidak benar.
    • buah kebaikan= jangan membalas kebaikan dengan kejahatan, tetapi berbuat baik sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.
    • buah keadilan= memihak Tuhan. Kalau memihak sesuati, pasti tidak benar.


    Kalau kita sudah berbuah lebat, maka hasilnya "Bapa-Kulah pengusahanya", artinya: kehidupan kita dibela, dipelihara, dilindungi dan diberkati oleh kemurahan Tuhan.
    Kita kecil tetapi hidup dari kemurahan Tuhan yang besar, asalkan ada persekutuan yang baik dengan Tuhan


  2. [Yohanes 15: 9-17] Persekutuan carang dengan carang/ranting dengan ranting (sesama).

    Persekutuan Tubuh Kristus dimulai dari dalam rumah tangga/nikah. Kalau nikah sudah bisa menyatu, maka bisa menyatu dalam penggembalaan. Kalau dalam penggembalaan menyatu, maka ada kelimpahan yaitu antar-penggembalaan/antar kandang/kunjungan-kunjungan sampai nanti betul-betul Israel dengan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.

    Syaratnya: harus ada pokok anggur yang benar= harus berdasarkan pengajaran yang benar.
    Kalau ranting dengan ranting bersekutu tetapi tanpa pokok, akan berada di tempat sampah untuk dibakar.

    Yohanes 15: 12
    15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

    Praktek persekutuan Tubuh Kristus: saling mengasihi.
    Kalau kita suci dan setia, kita bisa saling mengasihi/mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, tanpa pamrih.
    Kalau tidak suci dan setia, tetapi mengatakan mengasihi, itu berarti pura-pura mengasihi, pura-pura baik.

    Praktek saling mengasihi:


    • Matius 7: 12
      7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

      Pertama: tidak merugikan orang lain.


    • 1 Timotius 1: 5
      1:5 Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas.

      Kedua: saling menasehati dengan kemurnian/tanpa pamrih dan dengan iman yang tulus ikhlas/iman yang benar (dari Firman Pengajaran yang benar).


    • Roma 13: 8-9
      13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.
      13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!

      Ketiga: jangan berhutang, terutama hutang dosa = saling mengaku dan saling mengampuni/menyelesaikan dosa.
      Kalau bersalah, mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
      Kalau benar, mengampuni dosa orang lain yang sudah mengaku kepada kita dan melupakannya.

      Dengan jalan demikian dosa diselesaikan oleh darah Yesus dan kita merasa DAMAI SEJAHTERA.


    Yohanes 15: 16
    15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

    Jika kita hidup SUCI, SETIA DAN DAMAI SEJAHTERA maka kita bisa BERBUAH TETAP = tidak gugur oleh angin pencobaan dan oleh angin pengajaran palsu.

    Yudas gugur oleh angin pencobaan (keinginan akan uang) dan oleh angin pengajaran palsu (karena berfellowship dengan diam-diam dengan imam-imam kepala yang ajarannya beda dengan Tuhan).

    Kalau kita berbuah tetap, posisi kita bagaikan Yohanes bersandar di dada Tuhan, sehingga mati-hidup kita ada di tangan Tuhan.
    Firman pengajaran dan perjamuan suci merupakan kekuatan ekstra dari Tuhan bagi kita supaya tidak gugur oleh angin pencobaan dan angin pengajaran palsu.

    Yohanes 13: 23
    13:23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

    Yohanes 21: 20-22
    21:20 Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
    21:21 Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
    21:22 Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."

    "Duduk dekat Yesus"= bersandar di dada Tuhan.
    Urusan kita adalah hidup suci, setia dan damai sejahtera dan semua urusan mati-hidup kita menjadi urusan Tuhan


  3. [Yohanes 15: 18-27] Hubungan carang dengan dunia.
    Yohanes 15: 18, 25-27
    15:18 "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.
    15:25 Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi:
    Mereka membenci Aku tanpa alasan.
    15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
    15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

    Seharusnya, kebencian tanpa alasan terjadi di dunia. Tetapi di dalam gereja seringkali terjadi kebencian bahkan kebencian tanpa alasan.
    Membenci tanpa alasan (dimulai dengan rasa tidak suka tanpa alasan)= setan.

    Kalau masih ada alasan untuk tidak suka atau benci, harus segera dicabut/berdamai.

    Yohanes 16: 1-2
    16:1 "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
    16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

    Dunia ini penuh dengan kenajisan, kejahatan, penderitaan, kesulitan, kebencian sampai kebencian tanpa alasan, aniaya bahkan sampai pembunuhan. Ini bagaikan anggur pahit di dunia yang membuat hidup anak Tuhan pahit getir (seperti Lot berada di tengah Sodom-Gomora, jiwanya tersiksa).
    Sikap kita: jangan ikut-ikutan seperti dunia, tetapi kita tetap mempertahankan hidup suci, setia dan damai sejahtera.

    Mengapa Tuhan ijinkan kita menghadapi penderitaan di dalam dunia sekalipun kita tidak berbuat dosa (percikkan darah)?:
    1 Petrus 4: 12-14
    4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14
    Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Yaitu: s
    upaya kita menerima kasih karunia Tuhan yaitu Roh Kudus/Roh Kemuliaan (shekinah glory) dicurahkan dalam kehidupan kita. Tanpa Roh Kudus, manusia hanya seperti binatang buas.
    Lewat perjamuan suci, Yesus harus pergi, mati dan naik ke Surga untuk mencurahkan Roh Kudus.

    Kegunaan Roh Kemuliaan:


    • Menjadi Roh penghibur bagi kita, menguatkan kita sehingga kita berbahagia dalam penderitaan karena Yesus, tidak kecewa, tidak putus asa, tidak menolak Tuhan tetapi justru bersaksi tentang:


      1. Injil keselamatan/Kabar Baik (Pintu Gerbang) untuk membawa orang berdosa datang pada Tuhan, percaya Yesus dan diselamatkan (hubungan dengan dunia).
      2. Injil kemuliaan (Pintu Kemah)/firman pengajaran/Kabar Mempelai kepada orang yang sudah selamat supaya menjadi sempurna seperti Yesus.


    • Mengubahkan kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Ini mujizat terbesar.
      Bagaimana manusia daging menjadi manusia rohani?: Kita diubahkan sampai menghasilkan BUAH-BUAH ROH (berbuah manis). Oleh sebab itu harus ada salib/penderitaan supaya kita bisa berbuah manis.

      Galatia 5: 22-23
      5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
      5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

      9 buah Roh (kesempurnaan) dibagi menjadi 3:


      1. tabiat Allah Bapa: kasih, sukacita, damai sejahtera.
      2. tabiat Allah Anak: kesabaran, kemurahan, kebaikan.
      3. tabiat Allah Roh Kudus: kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri.


      Kalau ada buah-buah Roh, kita kembali kepada ciptaan semula, sama dengan gambar dan teladan Tuhan.
      Kalau tidak ada Roh Kudus, yang ada hanya gambar binatang buas, seperti setan.

      Kalau mujizat rohani terjadi, mujizat jasmani juga terjadi. Roh Kemuliaan mampu mengadakan mujizat jasmani, yaitu menghapus segala kemustahilan. Masalah yang sulit dan mustahil diselesaikan oleh Roh Kemuliaan.

      Jangan takut penderitaan bersama Yesus untuk bisa setia beribadah melayani, untuk bisa damai sejahtera, supaya kita diperas menjadi anggur yang manis. Anggur yang asam dan pahit diminum oleh Yesus di kayu salib dan anggur yang manis diberikan pada kita. Sampai saat Tuhan datang kedua kali, kita masuk dalam Perjamuan Kawin Anak Domba, kita merasakan anggur yang manis, tidak ada lagi sedikit pun air mata. Kita bahagia selama-lamanya bersama dengan Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 06 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top