English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 09 Juli 2014 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 26:37 adalah tentang tiang Pintu Kemah,...

Ibadah Raya Surabaya, 23 Desember 2012 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Juni 2010 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang

Matius 7: 1-2
7:1. "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
7:2. Karena dengan penghakiman...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 November 2008 (Senin Sore)
Matius 24: 28 -> sikap gereja Tuhan untuk menanti kedatangan Yesus kedua kali,...

Ibadah Paskah Malang, 27 Maret 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 November 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Mei 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:9
7:9 Kemudian dari pada itu aku...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 15 Mei 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14 = Buli-buli emas berisi manna.
Markus 14:26-27: Petrus akan menyangkal Yesus.

Ibadah Raya Malang, 19 September 2010 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:14-30 merupakan perumpamaan tentang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 April 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 penglihatan Rasul Yohanes di...

Ibadah Doa Malang, 26 Juni 2012 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Matius 27 secara...

Ibadah Raya Surabaya, 27 Juni 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Februari 2013 (Kamis Sore)
Dari Siaran Tunda Ibadah Persekutuan di Ciawi I

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Raya Surabaya, 18 Maret 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian.

Sebenarnya, ada 2x7 percikan darah:
7x percikan di depan tabut= sengsara yang dialami...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Agustus 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera Tuhan...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Juli 2014 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita kembali pada Wahyu 2-3. Ini tentang tujuh percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Artinya sekarang, penyucian terakhir yangTuhan lakukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir sehingga menjadi sempurna, tidak bercacat-cela seperti Yesus dan menjadi Mempelai Wanita Tuhan.

Mengapa kita harus mengalami 7 percikkan darah?:
Sebab, kalau kita tidak mengalami 7 percikkan darah/penyucian sampai sempurna, maka kita akan masuk dalam 3 x 7 hukuman Allah Tritunggal yang di dalamnya juga termasuk antikris (kita akan menghadapi aniaya antikris).

Malam ini kita akan belajar tentang WAKTU DARI PENYUCIAN TERAKHIR dalam kitab Wahyu. Ini dituliskan dalam kitab Kejadian 45 (cerita tentang Yusuf) yang menubuatkan tentang kitab Wahyu (tujuh tahun waktu penyucian, sampai antikris dan sampai kesempurnaan).

Kejadian 45: 6
45:6 Karena telah dua tahun ada kelaparan dalam negeri ini dan selama lima tahun lagi orang tidak akan membajak atau menuai.

7 tahun kelaparan dibagi menjadi dua bagian
, yaitu:

7 tahun kelaparan
  • 2 tahun (Wahyu 2-3),
  • 5 tahun (Wahyu 6-19).

Dalam Wahyu 6-19 ada dua kegerakan besar, yaitu:

  1. kegerakkan kuda putih.
    Wahyu 6: 1-2
    6:1 Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"
    6:2 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

    Kegerakan kuda putih adalah kegerakan Roh Kudus hujan akhir = kegerakan dalam Firman pengajaran/Kabar Mempelai (anak panah yang tajam seperti pedang yang tajam).
    Kegerakan ini akan berakhir di Wahyu 19.

    Wahyu 19: 11-12
    19:11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
    19:12 Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.

    'banyak makhota' = mendapat banyak makhota karena terus mendapat kemenangan.

    Akhir dari kegerakan Roh Kudus hujan akhir menampilkan:


    • Yesus dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga.
    • sidang jemaat yang sempurna sebagai Mempelai Wanita Surga.
      Wahyu 19: 16
      19:16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."


  2. kegerakan penghukuman.
    Kalau tidak masuk dalam kegerakan kuda putih, maka akan masuk dalam kegerakan penghukuman yaitu 3 x 7 penghukuman oleh Allah Tritunggal.
    3 x 7 penghukuman merupakan tandingan dari tujuh kali percikkan darah (kalau tidak mau tujuh kali percikan darah, akan terkena 3 x 7 penghukuman Allah Tritunggal).
    3 x 7 penghukuman, di dalamnya termasuk aniaya antikris selama 3,5 tahun.

7 tahun kelaparan

Tujuh tahun ada titik tengahnya, masing-masing 3,5 tahun:

  1. 3,5 tahun pertama: kelaparan I.
    Seperti pada zaman Yusuf, sekalipun terjadi kelaparan, tetapi masih dapat ditolong. Karena kelaparan, maka sebelas saudara Yusuf datang ke Mesir dan bisa menjadi satu lagi. Tetapi pada saat kelaparan II yang terjadi pada zaman antikris (Wahyu 12-19), ini sudah tidak tertolong lagi. Kalau mau selamat/sempurna, kita harus tahan terhadap siksaan antikris sampai pemancungan kepala, baru bisa ditolong oleh Tuhan.

    Ini bedanya, pada kelaparan I masih ada Firman yang menolong, tetapi pada kelaparan II sudah tidak ada Firman untuk menolong.

    Kelaparan I terdiri dari 2 tahun (Wahyu 2-3) dan 1,5 tahun (Wahyu 6-12).


    • 2 tahun (Wahyu 2-3) adalah penyucian tujuh sidang jemaat bangsa kafir lewat tujuh kali percikkan darah. Ini merupakan kesempatan bagi bangsa kafir untuk disucikan dan disempurnakan.

      Kapan terjadinya kelaparan I?:
      Pada saat gereja Tuhan bangsa kafir berada dalam keadaan suam-suam rohani (pingsan), seperti sidang jemaat Laodikia.

      Mengapa suam-suam rohani/pingsan?:
      Sebab gereja Tuhan hanya menggembar-gemborkan/hanya puas dengan perkara jasmani (berkat jasmani), tetapi tanpa pembukaan rahasia Firman Allah.

      Secara umum: kalau gereja Tuhan sudah cenderung membicarakan perkara-perkara jasmani saja, tanpa bicara Firman lagi, maka ini tanda-tanda bahwa kita sudah masuk tujuh kali percikan darah (penyucian bangsa kafir yang berlangsung dua tahun).
      Secara khusus: kalau murid-murid Lempin-El Kristus Ajaib sudah bosan terhadap Firman pengajaran yang sudah diterima dan menjadi pengalaman hidup, bahkan menyalahkan Firman pengajaran, maka ini sudah masuk penyucian bangsa kafir.

      "Saya percaya, pada saat dulu Lempin-El didirikan, satu angkatan - dua angkatan, Firman pengajaran ini begitu menyebar. Tetapi kalau ada yang bosan bahkan menyalahkan Firman pengajaran, ini juga akan menyebar. Kita harus waspada. Jadi, hari-hari ini kita harus tegas. Sebab ini sudah merupakan tanda-tanda penyucian bangsa kafir selama dua tahun."


    • 1,5 tahun (Wahyu 6-12) adalah kesempatan bagi bangsa Israel untuk disucikan sampai sempurna.


    Kalau dijumlah, bangsa kafir dan bangsa Israel (2 tahun +1,5 tahun), ditampilkan dalam Wahyu 12: 1, dimana waktunya persis 3,5 tahun.

    Wahyu 12: 1
    12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Israel dan kafir disucikan/disatukan lewat kegerakan Roh Kudus hujan akhir untuk menjadi Mempelai Wanita Surga yang sempurna, tak bercacat-cela = menjadi terang dunia, tidak ada gelap sedikitpun (perempuan yang ditampilkan dalam terang matahari, bulan dan bintang).

    Wahyu 12: 13-14
    12:13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.
    12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
    [ayat 13] Setan dicampakkan ke bumi menjadi antikris yang berkuasa selama 3,5 tahun.

    Setelah menjadi Mempelai Wanita Surga, maka gereja Tuhan dikejar oleh naga/antikris. Tetapi kepada Mempelai Wanita Tuhan dikaruniakan dua sayap burung nasar yang besar untuk disingkirkan ke padang gurun selama 3,5 tahun, jauh dari mata ular (tidak bisa dilihat apalagi dijamah) = tidak masuk dalam aniaya antikris = tidak masuk kelaparan II.
    Kita dipelihara oleh Tuhan secara langsung di padang gurun lewat Firman pengajaran dan perjamuan suci selama 3,5 tahun (kalau dulu Israel dipelihara dengan manna selama 40 tahun) dan kita tekun menantikan kedatangan Yesus kedua kali sampai terangkat.

    Gereja Tuhan yang berada dalam keadaan suam-suam rohani, keadaannya seperti ibu mertua Petrus yang sakit demam..
    Ibu mertua = orang yang mempersiapkan isteri Petrus menjadi mempelai wanita. Ini menunjuk pada hamba-hamba Tuhan yang sudah lama dalam Firman pengajaran/Kabar Mempelai, tetapi sakit demam rohani (bosan dan menyalahkan Firman pengajaran).
    Kalau di antara kita banyak yang mulai suam-suam terhadap pengajaran, maka ini merupakan tanda-tanda bahwa kita sudah mulai masuk dalam penyucian bangsa kafir.

    Itu sebabnya ada ayat mengatakan 'yang terdahulu menjadi yang terkemudian', artinya yang sudah lama/lebih dulu dalam pengajaran akan menjadi yang terkemudian, yang baru mendengar Firman pengajaran mau menerima.

    Kebaktian pendalaman Alkitab bukan untuk menyiksa kita, tetapi mempersiapkan kita untuk latihan/adaptasi penyingkiran di padang gurun selama 3,5 tahun. Nanti dalam kebaktian pendalaman Alkitab akan terlihat siapa yang akan masuk dalam penyingkiran.
    Kalau kebaktian hari Minggu ribuan yang datang, tetapi saat kebaktian pendalaman Alkitab, berapa banyak yang datang?
    Di padang gurun, pekerjaan kita hanya tekun menanti kedatangan Yesus kedua kali, tidak akan ada gangguan apapun lagi. Sekarang mau tekun, tetapi masih terganggu oleh pekerjaan dan lain-lain. Tetapi nanti di padang gurun, tidak akan ada gangguan lagi.

    Sesudah tekun menanti kedatangan Tuhan kedua kali (persis 3,5 tahun) maka masuk dalam Wahyu 19: 9.

    Wahyu 19: 9
    19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    = kita akan diangkat ke awan-awan yang permai untuk bertemu dengan Yesus Mempelai Pria Surga, kita menyatu dengan Dia selama-lamanya.

    1 Tesalonika 4:15-17
    4:15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.
    4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
    4:17 sesudah itu,
    kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

    Prosesnya:
    Pada saat sangkakala terakhir, maka yang mati dalam Yesus (dalam penyucian) akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan. Sesudah itu, kita yang masih hidup sampai kedatangan Yesus kedua kali dan hidup dalam penyucian akan diubahkan dalam tubuh kemuliaan seperti Yesus.
    Maka keduanya menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna dan mulia seperti Yesus untuk mengalami pengangkatan ke awan-awan permai, kita bertemu Yesus Mempelai Pria Surga.
    Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba (Wahyu 19: 9), lalu masuk Kerajaan Seribu Tahun Damai/Firdaus yang akan datang (Wahyu 20), dan masuk Yerusalem Baru/Kerajaan Surga yang kekal (Wahyu 21-22).


  2. 3,5 tahun kedua: Kelaparan II (Wahyu 12-19) = zaman antikris.

    Siapa yang masuk dalam kelaparan II?:
    Kejadian 47: 13
    47:13 Di seluruh negeri itu tidak ada makanan, sebab kelaparan itu sangat hebat, sehingga seisi tanah Mesir dan tanah Kanaan lemah lesu karena kelaparan itu.


    • yang pertama: tanah Mesir.
      Ini gambaran dunia/orang-orang dunia yang tidak mengenal Yesus yang akan masuk dalam masa aniaya antikris/kelaparan II selama 3,5 tahun. Tetapi mereka menyembah antikris sehingga tidak disiksa, diberi cap 666, boleh jual-beli, sampai mereka menjadi sama dengan antikris dan dibinasakan selamanya pada saat kedatangan Yesus kedua kali.

      Kalau kita menyembah Yesus, maka kita menjadi sama dengan Yesus. Tetapi kalau menyembah antikris, maka menjadi sama dengan antikris dan akan dibinasakan selamanya saat kedatangan Yesus kedua kali.


    • yang kedua: tanah Kanaan.
      Artinya:


      1. orang Kristen/anak-anak Tuhan yang tidak mengutamakan Firman pengajaran yang benar (seperti jemaat Laodikia), tetapi hanya mengejar perkara-perkara daging.
        Kalau dalam ibadah dan fellowship tidak mengejar Firman, maka akan berbahaya, keadaannya seperti Kanaan dan akan masuk dalam aniaya antikris.


      2. Kanaan juga artinya suatu kegerakan. Karena dulu Israel keluar dari Mesir untuk masuk ke Kanaan melalui suatu gerakan yang besar sampai melintasi laut Kolsom, melintasi/membelah Sungai Yordan, melalui peperangan dan lain-lain.
        Jadi, arti kedua adalah orang Kristen yang berada dalam kegerakan rohani (Kanaan = kegerakan rohani), tetapi dalam kegerakan rohani yang tidak mengutamakan Firman pengajaran benar, tetapi hanya menampilkan perkara jasmani. Misalnya penampilan artis, uang, kedudukan, dan lain-lain.


      Oleh sebab itu, kita harus waspada dalam fellowship dan lain-lain. Kalau tidak ada pengajaran benar, untuk apa kita datang? Apa tujuannya? Kalau tidak ada pengajaran benar, maka tujuannya pasti daging. Mungkin sungkan, dapat uang, kedudukan, dan lain-lain. Akibatnya: akan masuk dalam aniaya antikris/kelaparan II (merasa dalam kegerakan, tetapi sebenarnya lapar).


    Ada tiga hal yang terjadi pada masa kelaparan II (masa antikris):


    • Kejadian 47: 18
      47:18 Setelah lewat tahun itu, datanglah mereka kepadanya, pada tahun yang kedua, serta berkata kepadanya: "Tidak usah kami sembunyikan kepada tuanku, bahwa setelah uang kami habis dan setelah kumpulan ternak kami menjadi milik tuanku, tidaklah ada lagi yang tinggal yang dapat kami serahkan kepada tuanku selain badan kami dan tanah kami.

      Yang pertama: uang dan ternak/kekayaan dikuasai oleh antikris.
      Ini pelajaran bagi kita, jangan sampai hamba Tuhan/anak Tuhan terikat pada kekayaan (keinginan akan uang) supaya kita jangan dikuasai oleh antikris.

      Praktek/bukti terikat oleh keinginan akan uang:


      1. kikir: tidak bisa memberi (baik untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan) dan tidak bisa mengunjungi.
        Mulai di rumah tangga kita diperiksa, jangan sampai kikir. Kemudian dalam penggembalaan, antar penggembalaaan/kebaktian kunjungan-kunjungan.
        Dengan adanya kebaktian kunjungan-kunjungan, bukan maksud Tuhan supaya kita menderita, tetapi maksud Tuhan adalah supaya kita bisa terlepas dari dosa kikir.


      2. serakah: merampas hak orang lain dan hak Tuhan.
        Hak Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus.
        Merampas hak orang lain misalnya mencuri, korupsi, hutang tidak bayar, dan lain-lain.


      Kikir dan serakah = dikuasai oleh roh antikris yang disebut roh jual-beli.

      Wahyu 13: 16-18
      13:16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
      13:17 dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
      13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah
      enam ratus enam puluh enam.

      Kalau dikuasai roh jual-beli maka dicap 666 = menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan.


    • Kejadian 47: 18
      47:18 Setelah lewat tahun itu, datanglah mereka kepadanya, pada tahun yang kedua, serta berkata kepadanya: "Tidak usah kami sembunyikan kepada tuanku, bahwa setelah uang kami habis dan setelah kumpulan ternak kami menjadi milik tuanku, tidaklah ada lagi yang tinggal yang dapat kami serahkan kepada tuanku selain badan kami dan tanah kami.

      Yang kedua: badan/tubuh dikuasai oleh antikris = dicap 666.

      Bagaimana terjadinya badan/tubuh dikuasai oleh antikris?:
      Orang-orang yang beribadah juga dicap 666 oleh antikris, seperti perempuan bungkuk 18 tahun di Bait Allah. Angka 18 = 666. Berada di Bait Allah tetapi bungkuk rohani. Ini terjadi karena menolak salib dan pengajaran benar.

      2 Timotius 3: 1-5
      3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
      3:2. Manusia akan
      mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
      3:3.
      tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
      3:4.
      suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
      3:5 Secara lahiriah
      mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

      'memberontak pada orang tua' = kalau kaum muda biasa memberontak pada orang tua yang melahirkan kita, ini merupakan tanda-tanda bahwa tubuhnya dicap 666.

      'suka menjelekkan orang' = termasuk menjelekkan/menghujat orang benar/orang kudus. Ini merupakan mulut antikris (Wahyu 13) yang menghujat Tabernakel/Firman pengajaran dan menghujat orang-orang kudus.

      'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah' = tidak taat dengar-dengaran.

      Cap 666 = 18 tabiat daging.

      Siapa yang dicap 666 (badan/tubuh dikuasai oleh antikris)?:
      'mereka menjalankan ibadah mereka'= yaitu kehidupan hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang beribadah melayani tetapi hanya secara lahiriah/hanya mengejar perkara jasmani dan menolak pengajaran benar/menolak salib = menolak kuasa ibadah.
      Akibatnya: tidak mengalami keubahan hidup, tetap manusia darah daging dengan 18 tabiat daging = dicap 666, menjadi sama dengan antikris dan dibinasakan selamanya.


    • Kejadian 47: 23-26
      47:23 Berkatalah Yusuf kepada rakyat itu: "Pada hari ini aku telah membeli kamu dan tanahmu untuk Firaun; inilah benih bagimu, supaya kamu dapat menabur di tanah itu.
      47:24 Mengenai hasilnya, kamu harus berikan seperlima bagian kepada Firaun, dan yang empat bagian lagi, itulah menjadi benih untuk ladangmu dan menjadi makanan kamu dan mereka yang ada di rumahmu, dan menjadi makanan anak-anakmu."
      47:25 Lalu berkatalah mereka: "Engkau telah memelihara hidup kami; asal kiranya kami mendapat kasih tuanku, biarlah kami menjadi hamba kepada Firaun."
      47:26 Yusuf membuat hal itu menjadi suatu ketetapan mengenai tanah di Mesir sampai sekarang, yakni bahwa seperlima dari hasilnya menjadi milik Firaun; hanya tanah para imam tidak menjadi milik Firaun.

      Yang ketiga: tanah dikuasai oleh antikris.
      Firaun = antikris.

      Seperlima bagian hasil tanah harus dipersembahkan kepada Firaun/antikris.
      Angka 5 = lima luka Yesus untuk menebus dosa-dosa manusia.

      Lima luka penebusan terdiri dari: dua luka di tangan, dua luka di kaki dan satu luka di lambung (untuk bangsa kafir).

      Tanah artinya manusia tanah liat yang mengalami penebusan oleh darah Yesus akan menjadi milik Yesus. Tetapi manusia tanah liat yang kehilangan tanda penebusan/tidak ditebus oleh darah Yesus, akan menjadi milik antikris.

      Yohanes 19: 32-34
      19:32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
      19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
      19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu
      menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

      Kaki kedua penjahat yang disalib di samping Yesus dipatahkan, tujuannya supaya cepat mati dan mayatnya diturunkan, karena pada hari Sabat tidak boleh ada mayat tergantung. Tetapi saat prajurit Romawi sampai kepada Yesus dan melihat bahwa sudah mati, maka lambung-Nya ditikam dengan tombak.

      Luka ke-lima di lambung Yesus merupakan luka terbesar dan terdalam yang mengeluarkan darah dan air untuk menyelamatkan bangsa kafir. Artinya: sampai mati pun, Dia masih mengingat bangsa kafir = kemurahan Tuhan untuk menebus bangsa kafir.

      Biarlah kita bangsa kafir selalu mempertahankan penebusan oleh darah Yesus/salib Kristus.
      Kalau tidak dipertahakankan/hilang, maka akan dikuasai oleh antikris.

      Tanda hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang mengalami penebusan:


      1. dari lambung Yesus keluar darah dan air.

        DARAH = Mezbah Korban Bakaran = bertobat (berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan) = mati terhadap dosa.

        AIR = Kolam Pembasuhan = baptisan air.
        Baptisan air yang benar, yaitu orang yang sudah mati terhadap dosa harus dikubur dalam air bersama Yesus, sehingga keluar dari air/bangkit bersama Yesus dan mengalami lahir baru/mendapat hidup baru (hidup surgawi) yaitu hidup dalam kebenaran dan menjadi senjata-senjata kebenaran = menjadi imam-imam dan raja-raja/menjadi pelayan Tuhan yang melayani dengan setia dan benar.
        Setia dan benar tidak dapat dipisahkan.
        Kita bekerja melayani Tuhan di dalam ladang anggur.
        Ladang anggur = pelayanan Mempelai = pelayanan yang dibina oleh Kabar Mempelai.

        Waspada! Jangan melayani di sembarang tempat! Kita harus melayani di ladang anggur .

        Mengapa harus di ladang anggur? Karena di ladang anggur ada upah satu dinar (menunjuk pada kemurahan Tuhan) untuk menembusi masa antikris.
        Hati-hati! Di dalam ladang anggur banyak terjadi iri hati, karena dinar dijadikan dollar. Yang bekerja mulai pagi sampai sore, diberi upah satu dinar, sedangkan yang bekerja mulai dari jam lima sore, juga diberi upah satu dinar.

        Padahal, satu dinar adalah kemurahan Tuhan yang tidak terbatas dan tidak bisa ditukar dengan apapun di dunia. Ini yang membuat kita bisa hidup dimana pun, kapan pun, dan dalam situasi kondisi apapun, bahkan pada saat masa antikris, sampai hidup kekal.

        Kesaksian:
        "Itu sebabnya saya dilatih oleh Bapak Gembala waktu masih menjadi pengerja. Untuk kotbah ke mana, tidak diberi ongkos dan tidak boleh mengambil uang kolekte. Bahkan sampai ke luar Jawa. Bagaimana saya hanya seorang pengerja? Tetapi saya mengerti, saya dilatih supaya hidup dari satu dinar, hidup dalam kemurahan Tuhan. Bukan dari satu rupiah, seribu rupiah, sejuta, dua juta. Tetapi dari satu dinar, yaitu kemurahan Tuhan. Kalau saya mendapat uang, maka hilang kemurahannya."

        Saudara juga, kalau melayani tetapi mendapat uang, memang bisa, misalnya main musik dapat uang, berkotbah dapat uang, tetapi hilang kemurahannya.
        Kalau hidup dari uang, maka akan dijamah antikris, tetapi kemurahan Tuhan tidak bisa dijamah oleh antikris.

        Hari-hari ini, pertahankan untuk menjadi senjata kebenaran sampai mendapat satu dinar (kemurahan Tuhan). Jangan mundur setapakpun apapun badai gelombang yang kita hadapi!
        Memang setan hantam kita dalam pelayanan.

        "Saya sampai pernah mau lari dari Malang. Saya diundang di desa dan saya berdoa 'Tuhan, pindahkan aku disini'. Inilah cara setan untuk menghantam kita supaya kehilangan satu dinar dan tidak melayani lagi."

        Jadi, tanda penebusan adalah bertobat, hidup benar dan jadi senjata kebenaran.


      2. tanda kedua dari kehidupan yang mengalami penebusan: doa penyembahan = proses perobekkan daging sehingga kita bisa taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

        Filipi 2: 8-9
        2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
        2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

        Yesus taat sampai mati di kayu salib, sehingga mendapat nama di atas segala nama = nama yang berkuasa.
        Jika kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, maka kita juga mendapat nama Yesus, kita bisa menyerukan nama Yesus yang berkuasa.

        Kita harus mempertahankan ketaatan. Sebab, begitu kita tidak taat satu kali saja, semuanya akan habis. Seperti Adam dan Hawa, begitu tidak taat, maka Firdaus berubah menjadi kutukan.

Hasilnya
:

  1. Filipi 2: 10
    2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

    Hasil yang pertama: ada kuasa kemenangan atas setan tritunggal, yaitu setan sebagai sumber dosa dan puncak dosa, sehingga kita bisa hidup benar dan hidup suci.


  2. Filipi 2: 9
    2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

    Hasil yang kedua: ada kuasa pengangkatan dari gagal menjadi berhasil dan indah pada waktunya, dari jatuh bisa dipulihkan kembali.

    Diangkat juga artinya dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan tubuh Kristus.


  3. Filipi 2: 11
    2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    Hasil yang ketiga: ada kuasa pembaharuan, yaitu keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Mulai dari lidah tidak ada dusta yaitu berkata benar dan jujur (ya katakan "ya", tidak katakan "tidak"), lidah hanya untuk menyeru 'Haleluya' = menyembah Tuhan.

    Keubahan hidup dimulai dari lidah yang kecil. Kalau lidah sudah bisa diubahkan, maka seluruh hidup juga diubahkan.

    Kalau mujizat rohani (keubahan hidup) sudah terjadi, lidah sudah menjadi baik, maka mujizat jasmani juga akan terjadi, pertolongan Tuhan terjadi, yang mustahil menjadi tidak mustahil apapun masalah yang kita hadapi.

    Seperti seorang perempuan bangsa kafir/perempuan Kanaan yang anaknya dirasuk setan. Dia sudah pergi kemana-mana, tetapi tidak bisa.

    Dirasuk setan artinya:


    • masalah yang mustahil, penderitaan dan air mata,
    • kehancuran nikah dan buah nikah.


    Apa yang diubahkan oleh Tuhan?: Lidah, sebab lidah bangsa kafir seperti lidah anjing. Perempuan ini meminta tolong kepada Tuhan , tetapi dibiarkan, bahkan dikatakan "Aku datang hanya untuk orang Israel. Tidak patut roti untuk anak-anak, diberikan kepada anjing". Ini menunjuk bahwa bangsa kafir sama dengan anjing.
    Kalau bangsa kafir yang tidak diubahkan, akan tersinggung. Tetapi untung perempuan ini sudah diubahkan, "Benar Tuhan, anjing membutuhkan remah-remah roti". Maka Yesus berkata, "Hai ibu, karena kata-katamu, sembuhlah anakmu" .

    Lidah ini menentukan.
    Kalau keubahan hidup/mujizat terbesar terjadi, maka mujizat jasmani juga terjadi.
    Mungkin kita berada dalam kesulitan, seperti anak yang dirasuk setan, dalam kemustahilan, keuangan mustahil, kesehatan mustahil, semua mustahil, penderitaan, air mata, dan kehancuran nikah dan buah nikah.

    Tidak ada kebahagiaan yang lebih bahagia dari nikah yang suci dan diberkati Tuhan, sehingga kita serasa hidup di Surga. Tetapi tidak ada kepedihan yang lebih pedih dari nikah yang hancur, di mana kita serasa di neraka dan terkutuk.

    Apapun yang kita alami malam ini, biarlah mulut ini hanya untuk memuji dan menyembah Tuhan. Biarlah kuasa Tuhan yang menolong. Mujizat terjadi, air menjadi anggur dan kita menjadi bahagia.

    Sampai jika Tuhan datang kedua kali, kita diubahkan menjadi tidak salah dalam perkataan, hanya menyembah Tuhan dengan kata 'haleluya', kita terangkat ke awan-awan permai, bersama dengan Tuhan selamanya.

Inilah pelajaran dari kitab Wahyu, bagaimana waktu penyucian terakhir, zaman antikris, sampai pengangkatan dan kesempurnaan gereja Tuhan.
Waktunya tidak lama lagi, begitu singkat. Jangan bilang, 'Ah, masih jauh, Om. Mana? Masih belum menyatu'. Waktunya hanya sekejap, dalam waktu 1,5 tahun terjadi kegerakan hujan akhir. Bukan hanya gereja-gereja bangsa kafir yang menyatu, tetapi Israel dan kafir bisa menyatu. Begitu cepat, seperti kilat. Jangan sampai kita masuk dalam kelaparan II, tetapi kita masuk dalam penyucian dari Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 30 April 2019 - 01 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Medan)

  • Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top