Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera, sukacita, bahagia dari TUHAN kita, senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Markus 10: 17-27
10:17.Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:18.Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.
10:19.Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!"
10:20.Lalu kata orang itu kepada-Nya: "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."
10:21.Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
10:22.Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.
10:23.Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah."
10:24.Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi: "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.
10:25.Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
10:26.Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
10:27.Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."

Banyak kesukaran dan kemustahilan yang dihadapi oleh manusia--terutama yang hidup di akhir zaman; termasuk anak TUHAN dan hamba TUHAN.
Kesukaran ini adalah sukar untuk berubah.

2 Timotius 3: 1, 5
3:1.Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:5.Secara lahiriah mereka menjalankan ibadahmereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Kesukaran ini juga melanda kehidupan yang sudah beribadah kepada TUHAN.
Sekalipun sudah menjadi anak TUHAN dan hamba TUHAN, tetapi masih diperhadapkan pada kemustahilan, yaitu sukar untuk berubah.

Kalau mengalami kesukaran dan kemustahilan untuk berubah, berarti keselamatan juga menjadi sesuatu yang mustahil; sebab keubahan hidup sama dengan keselamatan.

Markus 10: 27: 'segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah' =>bagi manusia darah daging memang mustahil untuk berubah, tetapi bagi Allah tidak ada yang mustahil.
Lalu, apakah manusia bisa menghapus kemustahilan?

Markus 9: 23
9:23.Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"

Bagi orang percaya, tidak ada yang mustahil; tidak ada yang sukar.
Artinya:

  1. kalau kita percaya, maka apa yang sukar menjadi tidak sukar; apa yang mustahil menjadi tidak mustahil.
    Jadi yang pertama: kita harus memiliki iman/percaya.

    Roma 10: 17
    10:17.Jadi, imantimbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

    Iman berasal dari mendengarfirman Kristus.
    Firman Kristus adalah firman dalam urapan Roh Kudus; firman yang merupakan perkataan Yesus sendiri, yaitu tertulis dalam alkitab; ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.

    Kolose 3: 16
    3:16.Hendaklah perkataan Kristusdiam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajardan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

    Perkataan Kristus sama dengan firman pengajaran; ini yang mendatangkan iman.

    Ada 2 hal yang harus diperhatikan:

    • apa yang kita dengarkan, yaitu mendengar firman pengajaran; selain firman pengajaran, tidak akan pernah menjadi iman, sehingga yang mustahil tetap mustahil dan sukar tetap sukar.

    • cara kita mendengar.
      Lukas 8: 18
      8:18.Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."

      Supaya menjadi iman, kita harus memperhatikan cara mendengar; karena ini menentukan iman ditembahkan atau iman berkurang--bahkan sampai tidak beriman.

      Dari cara mendengar firman dibagi menjadi 2 kelompok:

      • cara mendengar yang tidak baik; diwakili oleh 3 macam tanah hati:

        1. Lukas 8: 12
          8:12.Yang jatuh di pinggir jalanitu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hatimereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.

          'mereka jangan percaya dan diselamatkan'= begitu firman diambil, tidak bisa selamat; mustahil untuk selamat.

          Yang pertama: tanah bagaikan pinggir jalan, yaitu mendengar firman yang benar, tetapi tidak sungguh-sungguh.
          Artinya: mendengar hanya untuk melupakan, sehingga pulang ibadah, setelah mendengar firman, seoolah-olah tanpa bekas.

          Akibatnya: mustahil untuk selamat.

        2. Lukas 8: 13
          8:13.Yang jatuh di tanah yang berbatu-batuitu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.

          Yang kedua: tanah yang berbatu-batu--batu menunjuk pada kekerasan hati--, yaitu mendengar firman dengan kekerasan hati, emosi daging atau ambisi daging; mendengar firman dengan berapi-api, tetapi begitu praktik firman, langsung layu, karena tidak kuat; kena ujian sedikit, langsung murtad, bahkan menyangkal TUHAN.

        3. Lukas 8: 14
          8:14.Yang jatuh dalam semak duriialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatirandan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

          Yang ketiga: tanah bagaikan semak duri, yaitu mendengar firman dengan kekuatiran. Kalau sudah kuatir, tidak akan pernah berbuah.

          Bagi gembala, isi firman juga dibatasi--takut jemaat keluar dan sebagainya--, karena kuatir, sehingga gembala juga mengajarkan cara mendengar yang tidak baik.
          Akibatnya: baik gembala maupun sidang jemaat tidak berbuah.

      • Cara mendengar yang baik.
        Lukas 8: 15
        8:15.Yang jatuh di tanah yang baikitu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."

        Mendengar dengan baik, artinya mendengar firman sampai mengerti, kemudian disimpan dalam hati--percaya pada firman--; sama dengan firman sudah menjadi iman. Dan nanti ada harapan untuk menghapus kemustahilan.

    Awasan!Iman yang benar berasal dari mendengar firman Kristus, tetapi ada iman karena melihat:

    • imannya Tomas.
      Yohanes 20: 29
      20:29.Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialahmereka yang tidak melihat, namun percaya."

      Iman Tomas adalah iman karena melihat. Iman semacam ini tidak bahagia; artinya: iman seperti ini satu kali waktu tidak masuk dalam kebahagiaan pesta nikah Anak Domba Allah; dari sekarang tidak bahagia sampai nanti tidak dapat masuk dalam kebahagiaan pesta nikah Anak Domba Allah.

    • Yohanes 2: 23-24
      2:23.Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percayadalam nama-Nya, karena mereka telah melihattanda-tanda yang diadakan-Nya.
      2:24. Tetapi
      Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua,

      Yang kedua: percaya karena melihat tanda-tanda.
      Akibatnya: Yesus tidak mempercayakan diri-Nyakepada mereka, sehingga kehidupan itu mudah kecewa, putus asa, dan lain-lain saat melihat yang tidak baik. Ini adalah iman yang rapuh.

      Kalau iman yang benar, kita mengulurkan tangan kepada TUHAN dan dari atas Ia memegang kita, sehingga kita kuat. Kalau iman karena melihat, kita memegang Yesus, tetapi Ia tidak memegang kita, sehingga kita mudah terlepas dari tangan TUHAN.

    Jadi, iman yang benar adalah iman dari mendengar firman Kristus, sehingga ada harapan untuk selamat/menghapus kemustahilan.

  2. Sesudah memiliki iman dari mendengar firman Kristus, masih belum cukup. Harus ditingkatkan, sebab iman tanpa perbuatan adalah mati.
    Yakobus 2: 26
    2:26.Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatanadalah mati.

    Jadi yang kedua: iman harus disertai dengan praktik iman.

    Ada 3 macam praktik iman:

    • Matius 25: 46
      25:46.Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benarke dalam hidup yang kekal."

      Praktik iman yang pertama: dikaitkan dengan keselamatan, yaitu hidup dalam kebenaran; kalau tidak benar, jangan lakukan.

      Markus 10: 19
      10:19.Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!"

      = perintah yang benar; perbuatan yang benar adalah melakukannya. Jangan sampai kita yang sudah menerima firman pengajaran benar, tetapi masih belum ada praktik hidup yang benar; soal hormat pada orang tua, masih belum; masih sering marah tanpa sebab dan sebagainya. Ini berarti sudah punya iman, tetapi belum ada praktik iman.

      Kalau perbuatansudah benar, maka perkataanjuga benar; kepada siapa kita berkata-kata dan apa yang kita katakan, harus benar. Sampai angan-anganjuga benar.

      "Sekarang, angan-angan ini mudah diketahui. Bisa lewat SMS. Saya baru mengerti kenapa angan-angan sampai dihakimi. Di dunia ini juga, kalau kita salah menggunakan media sosial--menuangkan yang tidak baik--, maka ada pasalnya. Sebab itu, kita hati-hati soal perbuatan, perkataan sampai angan-angan. Apa yang tidak perlu dituangkan, tidak perlu dituangkan. Kalau masalah intern, tidak perlu disebar-sebarkan."

    • Matius 25: 31-32, 46
      25:31."Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
      25:32. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti
      gembalamemisahkan dombadari kambing,
      25:46. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."


      Praktik iman yang kedua: menjadi domba yang tergembala dengan baik.

      Yohanes 10: 27
      10:27.Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Kudan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

      Domba yang tergembala dengan baik adalah

      • domba yang selalu mendengar suara gembala; mendengar firman penggembalaan dan dengar-dengaran.

        Yohanes 10: 5
        10:5.Tetapi seorang asingpasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

        Kalau ada suara asing, lari; ini sikap domba yang tergembala dengan baik. Suara asing adalah suara yang tidak senada dengan penggembalaan; tidak tertulis dalam alkitab dan tidak bisa dijelaskan dengan ayat-ayat dari alkitab.

      • Domba yang berada di dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok; semua gereja harus sama, sekalipun organisasinya berbeda--:

        1. pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya,
        2. meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci,
        3. mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa.

        Kalau kita bertekun, ini sama dengan praktik iman yang benar.
        3 macam ibadah ini sudah mulai digoyah. Dulu berapi-api, tetapi sekarang sudah mulai goyah.

        Perjuangkan ketekunan dalam 3 macam ibadah! Kalau kita bertekun, satu waktu ada harapan untuk menghapus kemustahilan.

      • Matius 25: 33-40
        25:33.dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nyadan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
        25:34.Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
        25:35.Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
        25:36.ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
        25:37.Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
        25:38.Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
        25:39.Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
        25:40.Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukanuntuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

        Yang ketiga: domba yang tergembala dengan baik memiliki sifat suka memberi--memberi untuk pekerjaan TUHAN dan sesama yang membutuhkan--dan mengunjungi--dan mengunjungi--mengunjungi yang sakit, lemah atau mengunjungi kandang yang lain.

      Awasan!Di dalam penggembalaan yang benar, masih ada kambing.
      Yehezkiel 34: 17-18
      34:17.Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.
      34:18.Apakah belum cukup bagimu bahwa kamu menghabiskan padang rumput yang terbaik? Mesti pulakah kamu injak-injak padang rumput yang lain-lain dengan kakimu? Belum cukup bahwa kamu minum air yang jernih? Mesti pulakah yang tinggal itu kamu keruhkandengan kakimu?

      Sifat dari kambing adalah

      • mengeruhkan.
        Artinya: ada di dalam pengajaran dan penggembalaan yang benar, tetapi tidak mau praktik firman; tidak mau mendengar suara gembala atau mau mendengar, tetapi tidak dengar-dengaran.

      • tidak mau bertekundalam 3 macam ibadah pokok; kalau domba, tetap berada dalam kandang penggembalaan.
      • tidak bisa memberi dan mengunjungi.


      Memang ada kambing di dalam penggembalaan, tetapi kita berdoa, supaya tidak terjadi pada kita, sehingga kita menjadi domba yang tergembala dengan baik.

    • Yohanes 4: 36
      4:36.Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuaisama-sama bersukacita.

      Praktik iman yang ketiga: masuk dalam pelayanan di ladang TUHAN.

      Ada 2 macam pelayanan di ladang TUHAN:

      • menabur: di awal= kegerakan Roh Kudus hujan awal--dalam Injil keselamatan.
        Efesus 1: 13
        1:13.Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

        Injil keselamatan adalah injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali untuk mati di kayu salib dan menyelamatkan manusia berdosa.

      • Menuai: di akhir= kegerakan Roh Kudus hujan akhir--dalam cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.
        2 Korintus 4: 3-4
        4:3.Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
        4:4.yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

        Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus adalah injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menyucikan dan membaharui kita, sampai menjadi sama mulia dengan Dia; sudah diselamatkan, kita harus masuk dalam penuaian.

      Bagaimanakita masuk dalam pelayanan menabur dan menuai? Yaitu lewat bersaksi; mulai dari keluarga kita.

      Mengapakita harus bersaksi?
      Yohanes 15: 25-26
      15:25.Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenciAku tanpa alasan.
      15:26.Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksitentang Aku.

      Kalau tidak bersaksi, maka cepat atau lambat kita akan jatuh dalam dosa kebencian.
      Ini pilihan! Supaya tidak jatuh ke sana, kita harus bersaksi.

      Kalau kita menabur dan menuai--bersaksi--, hasilnya:

      • kita dipelihara oleh Bapa di sorga.
        Matius 6: 26
        6:26.Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menaburdan tidak menuaidan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

        Kalau burung yang tidak menabur dan menuai, dipelihara oleh TUHAN, apalagi kita yang menabur dan menuai.

      • Kita tidak menjadi sama dengan burung; burung tidak menabur dan menuai. Burung adalah iblis.

        Jadi, kalau kita menabur dan menuai, maka kita tidak menjadi sama dengan setan, tetapi jadi sama dengan TUHAN dan kita mendapat hidup kekal.

  3. Yang ketiga: setelah memiliki iman yang benar, dilanjutkan iman dengan perbuatan, setelah itu kita harus memiliki iman yang teruji.
    Artinya: tetap taat dengar-dengaranpada firman apapun resikonya; sekalipun harus menghadapi penderitaan daging, aniaya dan sebagainya.

    Dikaitkan dengan Markus 10 tadi, iman teruji adalah taat dengar-dengaran sampai dapat memberi apapun yang tUHAN minta.
    Markus 10: 21
    10:21.Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumilikidan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

    Malam ini, dikaitkan dengan Markus 10: 23, yang TUHAN minta adalah harta. Mengapa?

    • Sebab, harta merupakan perkara yang kecil. Kalau tidak taat pada perkara yang kecil, tidak mungkin bisa taat pada perkara yang lebih besar.
    • Sebab, harta benda adalah ikatan terakhir dari Sodom dan Gomora.
      Kejadian 14: 17-23
      14:17.Setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni Lembah Raja.
      14:18.Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.
      14:19.Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,
      14:20.dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluhdari semuanya.
      14:21.Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu."
      14:22.Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodomitu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi:
      14:23.Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya.

      Kita lepas dari ikatan Sodom Gomora lewat memberikan persepuluhan dan persembahan khusus milik TUHAN; gembala dan sidang jemaat harus mengembalikan ini semua.

      Di mana tempatnya? Yaitu di mana kita digembalakan.

      Iman yang teruji dikaitkan dengan persepuluhan, artinya jika kita tidak mengembalikan persepuluhan, memberi dengan tidak benar--jumlah tidak benar, tempatnya tidak benar--, menerima persepuluhan yang bukan menjadi haknya, maka kehidupan ini merupakan kehidupan yang terikat dan tidak memiliki iman yang teruji. Kelihatannya perkara kecil, tetapi menentukan imannya teruji atau tidak.

      "Doakan! Saya diuji baru 1 hamba TUHAN. Dia mau berikan persepuluhan kepada saya. Tetapi saya tidak mau, karena dia tidak tergembala di tempat saya. Kalau dilanjutkan, saya tidak memiliki iman yang teruji dan yang menyerahkan persepuluhan juga tidak memiliki iman yang teruji. Lebih baik jangan, tetapi serahkan pada tempatnya yang benar."

    Contoh kehidupan yang memiliki iman yang teruji adalah Abraham. Ia diperhadapkan pada harta, menang. Ia terus diuji sampai disuruh mempersembahkan Ishak, anaknya, tetapi Abraham tetap memiliki iman yang teruji.

    Kejadian 22: 10-14
    22:10.Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
    22:11.Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
    22:12.Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
    22:13.
    Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
    22:14.Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

    Sekalipun ujiannya meningkat, Abraham tetap tahan uji--memiliki iman yang teruji. Dan yang terjadi, Ishak tidak jadi disembelih. Itulah ujian iman.

    Kalau memiliki iman yang teruji, hasilnya: mengalami kuasa TUHAN menyediakan; dari tidak ada menjadi ada; dari mustahil menjadi tidak mustahil.
    Malam ini, kita juga akan mengalami kuasa yang sama kalau kita memiliki iman yang teruji, yaitu yang tidak ada menjadi ada; yang mustahil dan sukar menjadi tidak mustahil; yang tadinya mustahil untuk selamat menjadi tidak mustahildan kita mendapatkan hidup kekal.

    Kalau kita sedang mengalami ujian--bahkan ujian yang meningkat--, lanjutkan, jangan kalah! Tetapi kalau tidak kuat, pandang kurban Kristus!Ia sudah rela mati untuk kita, sehingga kita tidak jadi kecewa dan putus asa, sebab Yesus lebih menderita dari pada kita. Kita kuat kembali, dan satu kali waktu, kita menang dan mengalami kuasa TUHAN menyediakan. Hanya lewat ujian kita bisa mendapatkan iman yang teruji.

TUHAN memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Persekutuan Ambon I, 15 November 2011 (Selasa Sore)
    ... melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya. Jawaban ketiga sebab dunia ini sedang lenyap dan menuju pada kebinasaan kehancuran. Jadi sebenarnya tidak ada kehidupan di dunia baik jasmani maupun rohani. Dan tidak ada kekuatan didunia ini yang menjamin kehidupan jasmani apalagi rohani. Karena itu Yesus harus datang kedunia untuk memberikan hidup dalam kelimpahan. PENGERTIAN ...
  • Ibadah Raya Malang, 12 Juli 2020 (Minggu Pagi)
    ... Roh Kudus datang untuk memberi kuasa kepada kita supaya kita bisa menjadi saksi Tuhan tidak memilukan memalukan dan memedihkan Tuhan tetapi bisa memuliakan Tuhan. Pada sangkakala ketujuh Yesus Anak Allah pasti datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga ditandai ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 28 April 2019 (Minggu Siang)
    ... menempatkan Yesus sebagai Kepala lewat meningkatkan pengikutan kita kepada Tuhan sampai pengikutan mempelai. Pengikutan mempelai artinya kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna kita mempersiapkan tubuh untuk menempatkan Yesus sebagai Kepala. Tubuh Kristus dimulai dari nikah--layani nikah untuk menjadi tubuh Kristus-- penggembalaan antar penggembalaan sampai Israel dan kafir menjadi ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Mei 2015 (Senin Sore)
    ... akan terjadi kita tidak perlu memikirkannya. Yesus yang memegang kunci Daud akan melindungi kita supaya kita tidak menjadi mangsa dari antikris atau supaya kita tidak menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan selama-lamanya. Siapa antikris Kita sudah mempelajari antikris adalah manusia yang MURTAD diterangkan pada Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya Mei dan ...
  • Ibadah Kaum Muda Malang, 31 Januari 2009 (Sabtu Sore)
    ... menghasilkan kelakuan hidup yang jasmani. Ibadah daging adalah ibadah yang tidak mengutamakan firman pengajaran. Praktek ibadah jasmani adalah Suka jalan-jalan artinya tidak tergembala. Jubah panjang ini adalah jubah ibadah tetapi dipakai untuk jalan-jalan. Bisa dimulai dari gembalanya sendiri tidak tergembala juga jemaat tidak tergembala. Tidak tergembala tanpa firman. Matius Akibat tidak tergembala ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Juni 2013 (Kamis Sore)
    ... diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat barangsiapa yang bijaksana baiklah ia menghitung bilangan binatang itu karena bilangan itu adalah ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 29 Juni 2011 (Rabu Sore)
    ... berkata kepadamu sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah. Kata Nikodemus kepada-Nya Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan kalau ia sudah tua Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi Jawab Yesus Aku berkata kepadamu sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh ...
  • Ibadah Raya Malang, 19 Oktober 2008 (Minggu Pagi)
    ... yang jelas yaitu seperti burung nazar memiliki pandangan yang jauh ke depan pandangan rohani. Ada macam pandangan pandangan jasmani yaitu beribadah melayani Tuhan hanya untuk mencari perkara-perkara jasmani bahkan mengorbankan yang rohani untuk mendapatkan yang jasmani. Lukas - dalam Alkitab digambarkan sebagai perempuan bungkuk tahun dicap antikris. pandangan rohani yaitu ...
  • Ibadah Raya Malang, 06 September 2009 (Minggu Pagi)
    ... dikaitkan dengan langit dan bumi yang berlalu pembaharuan PERHATIAN. Perhatian kita jangan hanya tertuju kepada perkara dunia yang akan berlalu sebab jika demikian akan ikut lenyap bersama dunia. Perhatian kita yang terutama haruslah memperhatikan perkara Tuhan perkara rohani yang tidak akan berlalu perkara yang kekal yaitu Perkataan Tuhan sendiri ayat ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Februari 2018 (Selasa Sore)
    ... percaya maka mulut mengaku dosa kepada Tuhan kepada sesama sehingga kita mengalami pengampunan dosa oleh darah Yesus dan jangan berbuat dosa lagi. Kita mati terhadap dosa sama dengan bertobat. Ini menunjuk alat mezbah korban bakaran. Roma Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.