Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Tema: Matius 25: 6
25: 6 Waktu tengah malamterdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Waktu tengah malam adalah situasi paling gelap, artinya:

  1. Keadaan dunia akhir zaman yang paling jahat, najis, sulit, sampai puncaknya tampilnya antikris berkuasadi bumi selama 3,5 tahun. Antikris yang menguasai semua. Kalau anak-anak TUHAN punya deposito, akan diblokir semua, kecuali menyembah dia. Ini adalah kesulitan dan kemustahilan untuk hidup, kecuali menyembah antikris.

  2. Keadaan dunia akhir zaman di mana Yesus datang kembali kedua kali dalam terang kemuliaansebagai Kepala--Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--di awan-awan yang permai.
    Kita adalah tubuh. Hubungan kepala dan tubuh tidak bisa dipisahkan selamanya. Kalau hanya hubungan gembala dengan domba atau raja dengan rakyat, masih bisa dipisahkan.

Ini yang kita hadapi di tengah malam.

Kalau kita lihat di Matius 25, keadaan gereja TUHAN sama seperti sepuluh gadis, ada yang bijaksana dan ada yang bodoh, tetapi sama-sama mengantuk. Sementara kegelapan mau menguasai dunia dan terang mau datang, keadaan gereja TUHAN di akhir zaman justru seperti sepuluh gadis yang semuanya DALAM KEADAAN TIDUR ROHANI.

Tidur rohani= suam-suam kuku secara rohani, seperti jemaat Laodikia--jemaat terakhir; jemaat ketujuh dalam kitab Wahyu. Itulah keadaan kita.

Apa itu artinya suam-suam/tidur rohani?

  1. Hanya menggembar-gemborkan perkara jasmani--kemakmuran dan hiburan jasmani; gereja dijadikan tempat entertainment--, tidak lagi mengutamakan yang rohani, terutama pemberitaan firman Allah yang menyucikan. Yang penting kemakmuran dan hiburan jasmani.
    Seperti Laodikia: 'Aku kaya, hebat, dahsyat,' tetapi TUHAN katakan: 'Kamu miskin, telanjang secara rohani.' Tidak memperhatikan lagi yang rohani. Datang ibadah, tidak mau dengar firman lama-lama.

  2. Tidak dingin dan tidak panas.
    Tidak dingin= tidak sejuk= tidak damai sejahtera. Banyak gereja TUHAN yang iri hati (seperti Kain terhadap Habel), benci tanpa alasan (seperti kakak-kakak Yusuf terhadap Yusuf), dendam dan lain-lain, sehingga saling menjatuhkan.

    Tidak panas=

    1. Tidak setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN; tidak setia berkobar-kobar dalam jabatan pelayanan. Dia lupa ditahbiskan sebagai pemain musik, penyanyi dan lain-lain. Terutama gembala, banyak yang lupa ditahbiskan sebagai gembala. Banyak gembala tidak setia lagi, tetapi menuntut jemaat setia.

      Kalau gembalanya tidur, jemaat pingsan. Gembala ini yang menentukan keadaan sidang jemaat. Merasa kaya, hebat, dahsyat, tetapi rohaninya sedang pingsan/tidur. Ini yang bahaya!

    2. Lengah dalam jabatan pelayanan sampai meninggalkan jabatan pelayanan, seperti Yudas Iskariot yang diganti oleh Matias.

Akibatnya: diterkam oleh antikris--binatang buas--; mengalami aniaya antikris selama 3,5 tahun sampai dipancung kepalanya, kalau dia bertahan untuk tetap menyembah Yesus. Kalau tidak kuat, dia akan menyembah antikris, sehingga menjadi sama dengan antikris. Secara jasmani tidak apa-apa; semua bisa jalan, tetapi kalau TUHAN datang, ia binasa bersama antikris. Ini yang sangat ngeri hari-hari ini.!

Inilah keadaan tengah malam--akhir zaman. TUHAN tolong kita.

Tetapi tiba-tiba terdengar suara(sekonyong-konyong--terjemahan lama--): "Mempelai datang, songsonglah dia!"
Hanya ada satu suara, tidak ada yang lain.

Jadi, satu-satunya suara; kabar; berita yang dibutuhkan pada tengah malam--akhir zaman--untuk menghadapi antikris--gelap--dan menghadapi kedatangan TUHAN--terang--adalah KABAR MEMPELAI--"Lihat mempelai datang!"
Ini suara untuk membangunkan gereja TUHAN yang tidur, supaya mengalami kebangunan rohanisehingga siap sedia selalu untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali yang seperti pencuri di tengah malam. Kalau kita tidur, kemudian Yesus datang, kita ketinggalan. Tetapi kalau kita bangun, kita selalu siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai.

Hanya ini satu-satunya suara!
Apa itu kabar mempelai?Dalam alkitab, Rasul Paulus mengajarkan dan Yesus meneladankan dua macam pemberitaan injil/firman:

  1. Efesus 1: 13
    1: 13 Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Amsal 25: 25
    25: 25 Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baikdari negeri yang jauh.

    Yang pertama: injil keselamatan--kabar baik. Manusia berdosa itu seperti orang yang haus di padang gurun. Semakin berbuat dosa--mencari kepuasan--, semakin haus--seperti melihat fatamorgana.

    Yang dibutuhkan adalah air sejuk dari sorga, itulah firman penginjilan--susu--, yaitu injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa, tetapi harus mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa. Atau injil yang memanggil orang-orang berdosa untuk diselamatkan.

    Tanda keselamatan:

    1. Percaya/iman kepada Yesus sebagai satu-satunya juruselamat.
    2. Bertobat= berhenti berbuat dosa, kembali kepada TUHAN; mati terhadap dosa.
    3. Baptisan air=lahir baru dari air. Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa harus dikuburkan bersama Yesus dalam air, sehingga ia keluar dari air--bangkit dari air--bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru--hidup sorgawi--, yaitu mengalami baptisan/urapan Roh Kudus, sehingga bisa hidup dalam kebenaran. Itulah hidup sorga.

      Benar= selamat; tidak benar= tidak selamat.

      "Saya sudah bercerita di mana-mana: saya salah satunya, bukan keturunan hamba TUHAN dan bukan orang Kristen. Kali ini lengkap satu keluarga kami ada, bersama ibu kami yang sudah janda, 3 kakak saya, 2 adik saya--6 bersaudara--, isteri, suami dan cucu hadir semua. Kami bukan keturunan orang Kristen dan hamba TUHAN. Dulu mencari keselamatan di kuburan orang sakti di daerah kami di Prajegan, Bondowoso. Saya selalu bermalam disitu. Minum air kembang dari sana untuk selamat. Tetapi bersyukur, lewat satu gereja pertama kali di tempat kami. GpdI Bondowoso yang terkenal waktu itu, Pdt. Killala membuka cabang, mengutus seorang penginjil ke tempat kami, yang kebetulan adalah teman ayah saya almarhum. Pemain sepak bola, tetapi menjadi penginjil. Selalu membezuki kami tiap hari. Jadi ayah saya sungkan dan menyuruh ibu dan anak-anak untuk masuk gereja, sampai hari ini."

      Selamat, tidak dihukum, tidak binasa, tetapi mau ke mana? Belum cukup. Karena itu ada pemberitaan yang kedua. Banyak dipanggil, sedikit dipilih. Hati-hati! Orang Israel yang keluar dari Mesir: 603.550 orang, tetapi yang masuk Kanaan hanya dua orang. Bahaya! Sudah selamat, mau ke mana?Harus ke Kanaan samawi; Yerusalem baru.

  2. 2 Korintus 4: 3-4
    4: 3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4: 4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat
    cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Matius 25: 6
    25: 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

    Yang kedua: cahaya injil tentang kemuliaan Kristus, bukan lagi memberitakan Yesus yang menjadi bayi, tetapi dalam kemuliaan. Ini sama dengan firman pengajaran--makanan keras; kabar mempelai.

    Jadi kabar baik, harus ditingkatkan menjadi kabar mempelai.
    Kabar baik tidak salah, harus diberitakan, tetapi harus ditingkatkan. Harus menerima kabar mempelai!

    Wahyu 19: 9
    19: 9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    Ini adalah pernikahan Anak Domba--kabar mempelai, yaitu injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai untuk menyucikan dan mengubahkan hidup kita. Ini sama dengan membangunkan rohanikita--orang-orang yang sudah selamat--, supaya menjadi sempurna; tidak bercacat cela; sama mulia dengan Yesus dan menjadi mempelai wanita sorga--tubuh Kristus yang sempurna.

Inilah kabar mempelai, yaitu mempersiapkan kita jadi mempelai. Dia kepala dan kita tubuh, tidak terpisah lagi selamanya. Atau dengan kata lain, ini injil yang memilih orang yang sudah selamat untuk disucikan dan diubahkan--dibangun rohaninya--sampai menjadi sempurna seperti Yesus dan siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan yang permai.

Jadi, penginjilan harus ada, tetapi harus ditingkatkan pada kabar mempelai. Sekalipun kita sudah selamat dan diberkati, kita masih berbuat dosa, padahal dosa tidak boleh ada di dalam sorga. Karena itu, kita harus menerima kabar mempelai--firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua--sampai layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Matius 24: 30-31
24: 30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
24: 31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan
meniup sangkakala yang dahsyat bunyinyadan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nyadari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.

'mengumpulkan orang pilihan-Nya'= bukan hanya sampai dipanggil, tetapi sampai dipilih.
Kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga di awan permai ditandai dengan peniupan SANGKAKALA YANG DAHSYAT BUNYINYA. Ini peniupan sangkakala yang terakhir oleh malaikat-malaikat.

Bunyi sangkakala= pemberitaan firman pengajaran yang keras, yang lebih tajam dari pedang bermata dua= kabar mempelai. Ada kabar baik--susu--yang lembut: ayo percaya Yesus, buang dosa, kita akan diberkati, dipelihara, dan ditolong. Tetapi sesudah itu, ayo dengar yang keras--bunyi sangkakala.
Untuk apa?
Untuk mengumpulkan; memilih orang-orang yang sudah disucikan dan diubahkan--tadi penginjilan memanggil--menjadi satu tubuh dari seluruh dunia; menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita sorga--yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan yang permai.

Jadi, yang terakhir dibunyikan adalah bunyi sangkakala--pemberitaan firman pengajaran. Yesus memberi teladan: Yesus menginjil dari desa ke desa dan dari kota ke kota, tetapi Dia juga mengajar. Sudah menerima injil--sudah selamat, sudah masuk bait Allah--, tetapi masih bungkuk 18 tahun--dicap 666--masih tidur. Karena itu Yesus mengajar, baru dia bangkit; sembuh dari bungkuknya.

Kita juga malam ini, jangan tidur/suam-suam! Mari, terima kabar mempelai, supaya dibangunkan terus, sampai bunyi sangkakala terakhir, kita sudah dikumpulkan dalam kesempurnaan.

Yang meniup sangkakala adalah malaikat. Jadi yang meniup sangkakala terakhir adalah malaikat-malaikat dari sorga. Sekarang, sangkakala harus ditiup di bumi, sebab kalau kita tidak pernah mendengar bunyi sangkakala, kemudian nanti dibunyikan sangkakala yang terakhir, kita akan ketinggalan karena kita tidak mengerti.
Kalau sudah pernah mendengar, nanti saat sangkakala terakhir dibunyikan, kita bisa mengerti.

Kalau hanya mendengar suara gembala, bukan sangkakala, saat sangkakala ditiup, juga akan tertinggal. Oleh karena itu, mulai sekarang harus mendengar suara sangkakala.

Sekarang, yang meniup sangkakala di bumi adalah malaikat di bumi, yaitu gembala sidang (dalam kita bWahyu dituliskan: 'tuliskanlah kepada malaikat sidang jemaat....').
Gembala sidang harus setia untuk meniup sangkakala yang diulang-ulang. Israel mau maju atau berkemah, sangkakalanya lain bunyinya dan diulang-ulang.

Itu sebabnya temanya diulang-ulang. Inilah sangkakala yang diulang-ulang. Gembala harus setiamenyampaikan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, firman yang diulang-ulang, itulah firman penggembalaan--makanan yang benar, bunyi sangkakala yang benar, yang dipercayakan TUHAN kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada jemaat dengan setia, teratur, berkesinambungan, dan diulang-ulang, sampai menjadi makanan rohani bagi sidang jemaat, sehingga jemaat bertumbuh rohaninya--dibangunkan rohaninya, diubahkan dan disucikan sedikit demi sedikit--sampai nanti bunyi sangkakala--pemberitaan firman pengajaran yang terakhir--, kita bisa sempurna seperti Dia. Kita menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan.

Sekarang gembala berkata: jangan mencuri! Pulang gereja, masih mencuri. Karena itu ditiup lagi: jangan mencuri! Disucikan dan diubahkan sedikit demi sedikit, kita tidak sadar. Itulah tiupan sangkakala. Sampai satu waktu, tidak terasa, kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia pada saat bunyi sangkakala terakhir.

Kalau sekarang tidak pernah mendengar bunyi sangkakala, akan ketinggalan.
Mari, penginjilan penting. Kalau tidak ada penginjilan, tidak ada saya dan keluargaku di sini. Tetapi untuk menyambut kedatangan TUHAN harus dilanjutkan dengan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, untuk menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna.

Di Matius 24, Mempelai Pria sama dengan Yesus.
Siapa Yesus sebagai Mempelai Pria? Manusia darah daging yang lahir seperti kita--dilahirkan oleh Maria. Bukan jadi-jadian/menjelma. Ia harus mati di kayu salib untuk menebus dosa, sesudah itu Ia bangkit dalam tubuh kemuliaan, sehingga Ia bisa naik ke sorga dan menjadi Imam Besar yang duduk di sebelah kanan tahta Allah Bapa dan segera datang kembali. Itulah Mempelai Pria.

Jadi jangan putus asa. Kita juga bisa menjadi mempelai wanita TUHAN! Mempelai wanita adalah sidang jemaat, manusia darah daging--bukan malaikat--yang selalu setia mendengar bunyi sangkakala--pemberitaan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang diulang-ulang; firman penggembalaan--, sehingga mengalami penyucian dan pembaharuan secara terus menerus--seperti sabun tukang penatu.

Kita disucikan dan diubahkan terus menerus sampai memiliki tubuh kemuliaan seperti Yesus--sama mulia dengan Yesus. Itulah mempelai wanita. Kalau Yesus, prosesnya mati di kayu salib dan bangkit. Kalau kita prosesnya adalah disucikan dan diubahkan.

Malaikat bukan darah daging, sehingga tidak bisa menjadi mempelai, tetapi hanya menjadi pengiring mempelai. Luar biasa!
Markus 8: 38
8: 38. Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus."

Mempelai Pria: Yesus, mempelai wanita: kita; sama-sama manusia darah daging. Tetapi daging yang sudah mulia. Daging Yesus mulia karena Dia mati dan bangkit. Daging kita mulia karena selalu mendengar bunyi sangkakala sehingga disucikan dan diubahkan sedikit demi sedikit. Dulu kasar, sekarang halus. Terus diubahkan sampai kita sempurna seperti Dia.

Malaikat hanya roh. Roh itu penurut--kuat. Kalau malaikat yang adalah roh, yang seharusnya penurut, berbuat dosa, maka tidak ada pengampunan lagi dan langsung menjadi setan, karena Yesus menebus dalam wujud darah daging sehingga hanya darah daging yang bisa ditolong. Ini keuntungan kita. Malaikat tidak punya darah-daging, sehingga tidak bisa menjadi mempelai, tetapi hanya menjadi pengiring mempelai.

Binatang tidak punya nikah. Nikah hanya diberikan kepada manusia yang memiliki tubuh, jiwa, dan roh--darah daging.
Manusia darah daging itu lemah, artinya gampang jatuh dalam dosa, berzinah sampai puncaknya dosa--dosa makan minum dan kawin mengawinkan. TUHAN tahu itu. Sekarang kawin-cerai didukung oleh gereja, sampai kawin-mengawinkan. Inilah manusia daging yang tidak mampu.

Oleh sebab itu, kita harus mendengar firman penggembalaan--harus tergembala dengan benar dan baik--, harus mendengar firman pengajaran yang benar yang disampaikan oleh gembala dengan setia dan diulang-ulang, supaya kita menjadi kuat.
Kuat, artinya; tidak gampang jatuh dalam dosa; tidak kecewa, putus asa, tetapi kita disucikan dan diubahkan sedikit demi sedikit sampai menjadi mempelai wanita sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan, sampai sempurna.

Di Taman Getsemani, Yesus juga mengajukan pendapat-Nya: 'Kalau bisa, lalukan cawan ini dari pada-KU.' Secara hukum dunia, benar, tetapi secara hukum Allah, bahaya. Kalau Dia tidak mau disalib--mati--, maka semua manusia mati. Tetapi Dia katakan: 'Tetapi bukan kehendak-Ku yang jadi, melainkan kehendak-Mu.' Karena Dia manusia darah daging, Dia tahu betapa sakitnya dipaku. Karena itu Ia katakan: kalau bisa lakukan cawan ini.

Kita juga, harus tergembala! Manusia darah daging yang tidak mau digembalakan, pasti diterkam oleh serigala. Tidak bisa tidak! Karena apa? Karena TUHAN katakan: 'Aku mengutus kamu seperti anak domba di tengah serigala.' Jangan sombong! Banyak uang, bisa, domba gemuk, bisa, tetapi malah tidak bisa lari. Jangan sombong soal berkat jasmani! Semakin besar, ia semakin tidak bisa lari. Boleh diberkati, asal tergembala. Karena itu gembala harus sungguh-sungguh untuk memberitakan firman.

Apa yang disucikan dan diubahkan oleh sangkakala yang dahsyat bunyinya?

  1. Kolose 3: 5-7
    3: 5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan(1), kenajisan(2), hawa nafsu(3), nafsu jahat(4)dan juga keserakahan(5), yang sama dengan penyembahan berhala(6),
    3: 6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).
    3: 7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.


    Yang pertama: disucikan dari enam dosa di luar--dosa secara lahir; perbuatan dosa, sampai tidak ada berhala.
    Artinya: mengutamakan TUHAN lebih dari semua.

    Berhala adalah segala sesuatu yang menghalangi kita mengutamakan TUHAN. Setiap hujan tidak datang ibadah, berarti hujan menjadi berhala. Padahal hujan adalah berkat TUHAN. Jangan dipandang sebagai halangan!
    Lebih celaka kalau gembalanya tidak datang karena hujan. Sungguh-sungguh! Apa saja yang menghalangi kita untuk beribadah melayani TUHAN, itu adalah penyembahan berhala.

    Kita mengutamakan TUHAN dan ibadah pelayanan lebih dari semua; kita hanya mengandalkan TUHAN; kita percaya dan berharap TUHAN, itu sudah tidak ada berhala lagi! Mulai dari gembala, TUHAN tolong.

    "Mohon maaf kalau dianggap sombong. Ini kesaksian. Karena tugas tahun ini lebih banyak, sebulan bisa dua kali--ini saya baru dari Medan, Jayapura--, jadi mengumpulkan dana untuk ibadah ini hanya tiga minggu. Tidak ada sponsor. Kalau cari sponsor dari perusahaan "X", hebat sekali perusahaannya, lebih hebat dari TUHAN! Itu penyembahan berhala. Kadang-kadang kita merepotkan pemerintah, proposal ke pemerintah. Apa yang mau dibangun sedangkan panitia dan pembicaranya tidak ada imannya? Harus dari TUHAN semua! Saya paling marah kalau pakai sponsor, masa perusahaan lebih dari TUHAN? Kalau begitu, saya bukan hamba TUHAN, tapi hamba perusahaan. Saya kerja saja seperti dulu. Jangan begitu! Jangan ada berhala malam ini! Dulu, kami memasang spanduk dikenakan biaya. Lalu saya menghadap Ibu Risma, walikota di Surabaya: "Bu, kami tidak ada sponsor. Bisa dicek. Kalau ada, tangkap saja." Akhirnya tidak usah bayar."

    Mari, jangan ada berhala. Baru mau bangun gereja, sudah cari teman: 'Doakan ya dan dana.' Teman lebih hebat dari TUHAN. Belum disucikan itu! Sekalipun hebat, tetapi ada berhala, kalau TUHAN datang, akan ketinggalan.

    "Bukan karena sekarang saya sudah banyak jemaat, ttapi dari dulu sejak saya pengerja. Kalau guru saya--Pdt. Pong almarhum--menyuruh saya ke Malang atau ke mana, tidak pernah diberi ongkos. Jangankan naik bus--tahun 94--baru masuk peron saja, saya lihat dulu uang Rp 100,- ada atau tidak. Tetapi TUHAN bela, belum pernah jalan Surabaya-Malang. Pernah jalan menuntun sepeda motor sehabis mengajar sekolah minggu. Diberi pinjaman, tetapi bensinnya habis. Saya tidak punya uang. Akhirnya saya menuntun sampai ke rumah.Tidak ada masalah, tetapi saya tidak mau memalukan Tuhan, tidak mau minta-minta. Sungguh-sungguh! Jangan mempermalukan TUHAN! Jangan ada penyembahan berhala! Percaya dan berharap TUHAN! Dikejar terus. Saya diizinkan tidak makan dan tidak minum, saya sendirian. Bisa saja saya hutang pada warung sebelah, karena langganan saya waktu saya masih kerja, tetapi saya tidak mau."

    Kami hamba TUHAN, jangan dilecehkan dan melecehkan diri sendiri. Jangan ada penyembahan berhala! TUHAN akan tolong kita.

  2. Kolose 3: 8-9
    3: 8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah(1), geram(2), kejahatan(3), fitnah(4)dan kata-kata kotor(5)yang keluar dari mulutmu.
    3: 9 Jangan lagi kamu saling mendustai
    (6), karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

    Yang kedua: disucikan dari 6 dosa di dalam= dosa secara batin,sampai tidak ada dusta lagi--dari hati keluar sampai di mulut.

Inilah pekerjaan bunyi sangkakala.
Jadi, buktikita disucikan oleh bunyi sangkakala yang dahsyat adalah TIDAK ADA PEMBERHALAAN DAN TIDAK ADA DUSTA.

Kalau ini terjadi, maka ayat 10 kita alami, yaitu kita diubahkandari manusia daging menjadi manusia baru dengan tujuh sifat manusia baru. Enam dibuang--enam menunjuk pada daging--, tujuh muncul.
Fimrn pengajaran lebih tajam dari pedang bermata dua, artinya manusia darah daging dipotong oleh tajam firman yang pertama, dan tajam kedua membaharui manusia daging menjadi manusia baru dengan tujuh sifatnya.

Kolose 3: 10, 12-14
3: 10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
3: 12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan(1), kemurahan(2), kerendahan hati(3), kelemahlembutan(4)dan kesabaran(5).
3: 13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian(6).
3: 14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih
(7), sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

Tujuh= sempurna.
Pembaharuan kita adalah:

  1. Mulai dari belas kasihan, artinya tidak menghakimi orang berdosa. Orang berdosa itu sudah berat, kalau dihakimi, akan tambah berat. Bukan berarti mengelus-elus/menyetujui dosa, tetapi kita membawa orang berdosa kepada TUHAN lewat mendengar firman. Kalau masih belum mau, doakan! Itu belas kasihan.

    Jangan acuh tak acuh pada orang berdosa, kasihan dia. Kalau gembala membiarkan orang berdosa, itu berarti tidak punya belas kasih--paling jahat.

  2. Kemurahan= dermawan, suka memberi. Kalau manusia lama suka mencuri. Milik TUHAN dicuri, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Ada yang mencuri semua, ada yang sebagian. Persepuluhan itu milik TUHAN. Pendetapun harus persepuluhan.

    Jangan mencuri!
    Lebih bahagia memberi dari pada menerima, itulah manusia baru.

  3. Kerendahan hati= kemampuan untuk mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama, jika diampuni, jangan berbuat dosa. Berbuat dosa, tidak mau mengaku, itu sombong. Kalau berbuat dosa, tidak mengaku tetapi malah menyalahkan orang lain, itu manusia paling sombong, setara dengan setan--salahkan orang lain sampai salahkan TUHAN---pengajaran yang benar. Jangan!

    Kalau salah, mengakulah! Beres!

  4. Kelemahlembutan= kemampuan untuk menerima firman pengajaran sekeras apapun untuk menyucikan hidup kita; bisa menerima manusia lain dengan kekurangannya--lewat didoakan dan diampuni--juga bisa meneladani orang lain dalam kelebihannya. Kalau bisa menerima pengajaran benar, isteri bisa menerima suami juga dalam kekurangan.

    Jangan salah-salahkan orang! Tidak bisa maju. Kalau ada kelebihan orang, bukan iri/benci, tetapi teladani. Ini orang lemah lembut.

  5. Kesabaran= sabar dalam penderitaan. Jangan mengomel, putus asa, kecewa, tetapi selalu mengucap syukur.
    Juga sabar menunggu waktu TUHAN. Jangan membuat jalan sendiri! Biar TUHAN yang membuat jalan bagi kita. Tidak ada yang mustahil.

    TUHAN mampu membuat jalan di tengah laut. Kalau Musa membuat jalan sendiri, tidak akan berhasil. Tetapi karena ia sabar, TUHAN yang membuka jalan dan gampang sekali caranya, hanya mengangkat tongkat. Jalan TUHAN lebih sederhana dari pikiran kita.

    Menunggu waktu TUHAN harus dengan iman, bukan logika! Kalau dengan logika, akan membuat jalan sendiri.

    Sudah sabar, tetapi kalau belum ditolong, berarti TUHAN masih sibuk untuk mengubahkan pribadi kita: apa kekurangan kita? Kalau mujizat rohani terjadi, maka mujizat jasmani juga terjadi.

  6. Saling mengampuni= jangan ada dendam. Kalau tidak mengampuni dan melupakan, maka TUHAN juga tidak mengampuni.

    "Satu waktu, saat kami belum hamba TUHAN, ada suami isteri, ngomong saja tidak mau duduk berdua. Satu di dapur, satu di depan. Jadi saya yang datangi satu-satu. Sudah saya suruh ampuni, mereka tidak mau. Lama-lama saya teriak: 'Kalau bapak di neraka, ibu senang? Kalau ibu di neraka, bapak senang?' Dua-duanya menangis dan mau saling mengampuni. Tidak lama, salah satu meninggal dunia. Coba kalau tidak diselesaikan, betul-betu terpisah."

  7. Kasih.
    Bukti diubahkan adalah kita memiliki kasih Allah, seperti yang dialami Petrus.

    Yohanes 21: 15-17
    21: 15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21: 16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21: 17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka
    sedihhati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

    Kalau hanya satu kali, masih sombong. Yang ketiga, baru sedih. Itu sebabnya firman perlu diulang, sampai menusuk kedalaman hati, memperlihatkan apa yang tersembunyi di dalam hati. Petrus tidak punya kasih.

    Sebelum digembalakan, Petrus tenggelam dan menyangkal. Karena itu perlu digembalakan; mendengar firman--disucikan dan diubahkan--sampai memiliki kasih.
    Petrus menerima koreksi pedang firman sampai sedih hatinya--terharu.
    Artinya: menyadari kekurangannya yaitu tidak punya kasih. Ia egois.

Tetapi di dalam penggembalaan, Petrus menerima firman--bunyi sangkakala--yang diulang-ulang, sehingga ia bisa disucikan dan diubahkan sampai menerima kasih Allah. Pedang firman bukan membuat kita hebat, tetapi membuat sedih, menjadi tahu kekurangan kita, sampai satu waktu tidak ada kekurangan lagi. Kita sungguh-sungguh!

Yohanes 21: 18-19
21: 18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmudan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
21: 19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."


Petrus sadar tidak punya kasih dan ia menerima kasih lewat firman penggembalaan.
Buktinya: Petrus bisa mengulurkan tangan kepada TUHAN.
Artinya:

  1. Taat dengar-dengaranapapun resikonya, sampai daging tidak bersuara. Kalau dulu, ia takut saat Yesus mau disalib, sampai ia menyangkal TUHAN. Sekarang, ia tidak takut lagi.

  2. Rela berkorbanapa saja untuk TUHAN, sampai berkorban nyawa.
  3. Menyerah sepenuh kepada TUHAN. Hanya berkata seperti Yesus di Getsemani: "Ya, Abba, ya Bapa!" Tidak ada yang lain!

Mulai dari Abraham sampai Petrus yang mati karena Yesus, hanya berkata: Ya Abba, ya, Bapa!Inilah orang yang mengasihi TUHAN lebih dari semua. Rela berkorban apa saja untuk TUHAN--Petrus sampai berkorban nyawa.

Kalau kita bisa mengulurkan tangan kepada TUHAN, TUHAN juga mengulurkan tangan kepada kita. Kalau kita bisa menyerah sepenuh, tangan TUHAN--kuasa Roh Kudus-- memegang kita. Ini kekuatan kita.

Roma 8: 15
8: 15.Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

Bagaimana bisa menyeru: ya Abba, ya Bapa? Kalau dipegang/dikuasai oleh Roh Kudus--tangan Allah. Mari, biar kita mengasihi TUHAN, biar tangan Roh Kudus yang kuat memegang kita semua.

Kegunaan tangan Roh Kudus:

  1. Kita menerima kekuatan ekstradari Roh Kudus sehingga tidak kecewa, putus asa, dan menyangkal TUHAN, tetapi tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali. Jangan berhenti di tengah jalan!

    Kalau ada yang loyo malam ini karena masalah, ada Roh Kudus memberi kekuatan. Tetap setia berkobar lagi! Kalau tidak, akan diterkam antikris! Ayo bangun lagi dalam ibadah pelayanan!

  2. Titus 3: 5
    3: 5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Kalau daging, sudah melayani TUHAN beberapa tahun, mulai loyo. Tetapi kalau Roh Kudus, lebih berapi-api. Itu bedanya. Semakin dikuasai Roh Kudus, kita semakin berapi-api, semakin setia berkobar-kobar!

    Kegunaan Roh Kudus yang kedua: Roh Kudus membaharuikita.

    Pedang firman membaharui sampai kita bisa mengasihi TUHAN. Setelah itu kita dipegang oleh tangan Roh Kudus dan Roh Kudus membaharui kita. Ini adalah mujizat rohani. Kalau hanya mujizat jasmani--sakit menjadi sembuh--, dukun juga bisa, bahkan jarak jauh bisa--meniru Yesus. Yesus juga pernah menyembuhkan seorang anak yang mau mati dari jarak jauh. Kuasa TUHAN tidak bisa dibatasi oleh apapun!.

    Dukun-dukun mau meniru juga lewat jarak jauh, salah satunya televisi. Karena itu gunakan televisi dan alat elektronik untuk menyebarkan firman. Jangan diserobot oleh antikris! Kuasa TUHAN tidak bisa dibatasi oleh jarak dan waktu. TUHAN tolong.

    Kalau sakit jadi sembuh--mujizat jasmani--, setan bisa, tetapi kalau mujizat rohani--manusia daging yang berdosa menjadi manusia rohani seperti Yesus--, setan tidak bisa. Kalau setan bisa, dari dulu ia bertobat, karena ia tahu bagaimana neraka itu.

    Kita diubahkan mulai dari jujur--tidak berdusta. Kalau mau bilang: "ya Abba, ya Bapa!" mulai dari ya katakan: ya, tidak katakan: tidak. Kalau pada manusia saja kita berkata: ya..tapi..., bagaimana bisa berkata: ya Abba, ya Bapa?

    Jujur, terutama soal TUHAN--pengajaran. Jangan dibolak-balik. Murid-murid di kapal yang ditimbus gelombang sudah mau tenggelam, TUHAN datang dikira hantu. Nanti hantu--antikris--datang, dikira TUHAN.
    Harus tegas soal pengajaran! Kalau benar, kita dukung dan praktikkan. Kalau tidak benar, hindari! Kalau kita ikut ambil bagian, kita ikut masuk dan tidak mungkin bisa berkata: ya Abba, ya Bapa. Bukan melawan, tetapi tegas.

    Jujur= rumah doa.
    Amsal 15: 8
    15: 8 Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

    Kalau kita menjadi rumah doa, berarti mujizat jasmani terjadi--gunung-gunung diratakan.
    Zakharia 4: 7
    4: 7.Siapakah engkau, gunung yang besar? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata. Ia akan mengangkat batu utama, sedang orang bersorak: Bagus! Bagus sekali batu itu!"

    Malam ini, ada masalah yang menggunung, yang tidak selesai-selesai? Roh Kudus menolong kita malam ini. Kalau mau diubahkan jadi orang jujur--tinggalkan dusta dan berhala--, Roh Kudus akan meratakan gunung-gunung. Masalah yang mustahil selesai. Kalau gunung rata, bisa melihat ke depan.
    Kaum muda, perhatikan! Bukan kaum muda yang pandai, yang orang tuanya kaya, yang punya masa depan berhasil dan indah, tetapi kalau kamu muda jujur, pasti ada masa depan yang berhasil dan indah.

    "Saya jadi saksi. Saya sebagai hamba TUHAN tidak punya gereja. Orang tua saya bukan pendeta. Saya takutnya di situ menjadi hamba TUHAN, kalau lulus bagaimana. Tetapi TUHAN tolong, sekalipun makan/tidak makan, gunung diratakan, ada jalan ke depan. Bukan hanya saya, tetapi kita semua, tangan Roh Kudus bekerja di tengah kita semua."

    Dan jika TUHAN datang kembali, Roh Kudus yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati dalam tubuh kemuliaan, akan mengubahkan kita dalam sekejap mata menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali.

    Petrus hebat, tetapi tenggelam dan menyangkal karena tidak ada Roh Kudus. Setelah menerima Roh Kudus, ia tidak pernah menyangkal sampai ia mati syahid. Tidak pernah mundur sedikitpun, sampai namanya tertulis di kitab kehidupan.

Mungkin kita sedang tidak setia, atau berdosa, atau jatuh, Roh Kudus mampu membangunkan kita. Roh Kudus mampu mengadakan mujizat di tengah kita.

TUHAN memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Malang, 19 Januari 2010 (Selasa Sore)
    ... kata-kata membaca dan mendengar sudah tidak ada lagi. Artinya kita jangan hanya membaca dan mendengar namun kita harus taat praktek Firman menjadi pelaku Firman. Yakobus Mendengar dan membaca Firman namun tidak mempraktekkannya menipu diri sendiri. Menipu orang lain -- gt jahatMenipu Tuhan -- gt lebih jahatMenipu diri sendiri -- gt paling jahatKalau ...
  • Ibadah Raya Malang, 08 November 2020 (Minggu Pagi)
    ... Sesungguhnya tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar . tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu sehingga Ia tidak mendengar ialah segala dosamu. . Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Juni 2020 (Sabtu Sore)
    ... kewajiban sebagai hamba pelayan Tuhan sama dengan Tidak setia dalam ibadah pelayanan sampai meninggalkan ibadah pelayanan. Kalau doulos hanya melakukan kewajiban dan tidak menuntut hak. Kewajiban kita adalah taat pada Tuhan. Kalau tidak melakukan kewajiban berarti tidak taat pada Tuhan pengajaran yang benar. Pengkhotbah . Akhir kata dari segala yang didengar ialah ...
  • Ibadah Raya Malang, 11 Oktober 2020 (Minggu Pagi)
    ... waktu bersalin kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir jika anak laki-laki kamu harus membunuhnya tetapi jika anak perempuan bolehlah ia hidup. . Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah dan tidak melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir kepada mereka dan membiarkan bayi-bayi itu hidup. . Lalu raja Mesir memanggil bidan-bidan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 03 Januari 2020 (Jumat Sore)
    ... kita' rumah Allah ialah kita. Yang ketiga ukuran Bait Suci adalah kehidupan kita harus dikepalai oleh Yesus. AD. Kalau bukan Yesus yang menjadi kepala berarti bukan Bait Suci Allah malah ada serigala dan burung roh jahat dan roh najis --Tuhan mengatakan Anak Manusia tidak ada tempat untuk menempatkan kepalanya. Dikepalai oleh Yesus ...
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 23 Juli 2009 (Kamis Malam)
    ... jatuh pingsan. Ibadah kering suam-suam seperti jemaat Laodikia tidak dingin tidak panas . Tidak dingin tidak ada damai. Tidak panas tidak berkobar-kobar lagi dalam ibadah pelayanan. Akibatnya hidup semacam ini akan di muntahkan oleh Tuhan menjadi kehidupan yang menjijikan di hadapan Tuhan. Dan hidup itu akan jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa tidak bisa ...
  • Ibadah Kunjungan Semarang III, 15 September 2016 (Kamis Sore)
    ... Inilah masa kita bekerja di akhir jaman. Jika sampai saat ini Yesus belum datang bukan berarti Yesus lalai tetapi merupakan perpanjangan sabar Tuhan kepada kita. Petrus Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian tetapi Ia sabar terhadap kamu karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 April 2016 (Senin Sore)
    ... ke takhta Yerusalem baru--karena keras hati seperti nenek moyangnya di padang gurun. Praktik keras hati sampai bisa tersesat--kehilangan arah ke Yerusalem baru-- Matius - . Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata . Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita Mereka tidak membasuh ...
  • Ibadah Raya Malang, 30 Mei 2010 (Minggu Pagi)
    ... yang terbagi menjadi bagian Memiliki minyak persediaan gadis bijaksana berhikmat. Tidak memiliki minyak persediaan gadis bodoh yang akan ketinggalan saat Yesus datang kedua kali dan berarti kebinasaan. GADIS BIJAKSANAGereja Tuhan gadis bijaksana berhikmat yaitu memiliki minyak persediaan Roh Kudus yang meluap-luap sehingga pelitanya tetap menyala dan dapat menyongsong kedatangan Yesus kedua ...
  • Ibadah Natal Kaum Muda Malang, 10 Januari 2009 (Sabtu Sore)
    ... harus binasa. Manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri apalagi menyelamatkan orang lain. Yesus adalah satu-satunya manusia tidak berdosa yang bisa menyelamatkan manusia berdosa lewat korbanNya di kayu salib. Bagaimana tanda orang selamat Kisah Rasul - tahu dengan pasti iman percaya pada Yesus. Bertobat yaitu berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan. Babtisan air ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.