English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 06 Desember 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8a
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Doa Malang, 15 November 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8a
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Kunjungan di Jakarta I, 23 November 2010 (Selasa Sore)
Tema "Wahyu 21: 5"
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Desember 2009 (Sabtu Sore)
Markus 14 berdasarkan sistem tabernakel, menunjuk pada buli-buli emas berisi dengan manna.

Keluaran...

Ibadah Doa Surabaya, 16 Januari 2013 (Rabu Sore)
disertai dengan puasa

Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik kematian Yesus atau dibalik salib, ada kebangkitan dan kemuliaan...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Oktober 2012 (Rabu Sore)
Matius 28 secara keseluruhan dalam tabernakel itu menunjuk tentang SHEKINAH GLORY/Sinar kemuliaan.

Matius 28 ini terbagi 3 bagian, antara lain:

Matius 28:...

Ibadah Doa Malang, 17 Mei 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:1
4:1 Kemudian dari pada itu...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Februari 2015 (Minggu Sore)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Markus 10: 13-16
10:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi...

Ibadah Doa Malang, 15 Desember 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:18-19
3:18 maka Aku menasihatkan engkau,...

Ibadah Raya Surabaya, 21 November 2010 (Minggu Sore)
Matius 25:31-46 tentang Penghakiman yang Terakhir.

Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Juni 2018 (Minggu Siang)
Dari rekaman Ibadah di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman...

Ibadah Doa Surabaya, 04 November 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 29 Januari 2013 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 10:38
10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak...

Ibadah Raya Malang, 02 Agustus 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 November 2017 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Persekutuan di Batam.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 02 Desember 2018 (Minggu Siang)

Ibadah Penyerahan Anak

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita, Yesus Kristus. Pada kesempatan ini kita menyerahkan seorang anak bernama Yosephine Setyawati. Salah satu arti kata Yosephine adalah mahkota kemenangan.
Ini menunjukkan suatu perjuangan atau pergumulan sampai mendapatkan mahkota.

2 Timotius 4: 7-8
4:7. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
4:8. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

'pertandingan'= perjuangan.
Mahkota kemenangan atau mahkota kebenaran sudah diterima oleh rasul Paulus yang berjuang sampai garis akhir--rasul Paulus sampai meninggal dunia; tetapi kita yang masih hidup, sampai kedatangan Yesus kedua kali.

Jadi hidup manusia di dunia adalah suatu pertandingan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.

Ada dua macam perjuangan/pertandingan kita secara rohani untuk mendapatkan mahkota mempelai--secara jasmani bayi ini berjuang mulai dari lahir yaitu berjuang untuk menangis, kalau tidak, bahaya, tidak bernafas, nanti minum susu, sekolah, bekerja; kita semua juga harus melaluinya--:

  1. 'aku telah memelihara iman'= memelihara iman sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.
    Artinya: tetap percaya Yesus sampai garis akhir--jangan menyangkal--; tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar sampai garis akhir--jangan disesatkan--; tetap hidup dalam kebenaran sampai garis akhir--jangan berbuat dosa.


  2. Kisah Rasul 20: 24
    20:24. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

    Yang kedua: berjuang untuk ibadah pelayanan kepada Tuhan yaitu setia sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.

Kalau digabung, kita menjadi hamba/pelayan Tuhan beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar--punya ikat pinggang.
Yesaya 11: 5
11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

Lukas 17: 8
17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

Berikatpinggangkan kesetiaan dan kebenaran= memberi makan dan minum Yesus; memuaskan hati Yesus; menyenangkan hati Yesus. Itulah tugas kita di dunia; perjuangan kita secara rohani.
Dan selanjutnya urusan makan minum kita adalah urusan Tuhan, artinya:

  • Dia sanggup memelihara kita  yang tidak berdaya di tengah kesulitan dunia sampai antikris berkuasa di dunia, bahkan sampai hidup kekal.
  • Urusan masa depan juga urusan Tuhan; Dia sanggup merapikan dan membuat hidup kita indah pada waktunya--ikat pinggang untuk merapikan
  • Sampai kalau Dia datang kedua kali benar-benar kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia--dihiasi secara rohani--; kita menjadi mempelai wanita sorga yang layak untuk mendapatkan mahkota mempelai--mahkota kebenaran/mahkota kemenangan--untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selama-lamanya.

Tuhan memberkati kita semua.

Ibadah Raya

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 8: 10-11
8:10. Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.
8:11. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.

Ini adalah peniupan SANGKAKALA KETIGA; jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, yang bernama Apsintus--KEPAHITAN.

Bintang menunjuk pada imam dan raja--hamba/pelayan Tuhan.
Bintang besar menunjuk pada imam-imam dan raja-raja yang dipercaya perkara besar (Matius 25: 21: Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.).

Dipercayakan perkara besar= dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga. Inilah bintang besar.
Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga.
Ini sama dengan bekerja di kebun anggurnya Tuhan--kebun anggur menunjuk pada kebun mempelai; ladang mempelai.

Tetapi sayang, bintang besar ini dilemparkan dan menimpa sepertiga dari sungai-sungai. Ini yang harus kita waspadai; sudah bekerja di kebun anggur tetapi ada halangan-halangan, salah satunya: kepahitan.
Kidung Agung 2: 15
2:15. Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!

Kita dipercaya pekerjaan besar, tetapi setan mau menghantam kita dengan perkara kecil--'rubah-rubah kecil'.
'sedang berbunga'= sedang dipakai Tuhan.

Rubah-rubah kecil adalah musuh di kebun anggur.
Pengertian rubah:

  1. Pengertian rubah yang pertama: rubah menunjuk pada kepahitan dalam bentuk iri hati, cemburu, kebencian tanpa alasan, bersungut-sungut, bergosip. Justru saat kita dipakai di situlah rubah masuk.
    Seringkali kita kalah menghadapi rubah-rubah kecil.

    Matius 20: 15 => perikop: perumpamaan tentang orang upahan di kebun anggur
    20:15. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

    Yang bekerja dari pagi sudah sepakat upah satu dinar, kemudian ada yang bekerja mulai jam lima sore; hanya bekerja satu jam--bangsa kafir--, tetapi sama-sama dapat satu dinar. Yang masuk mulai pagi lupa pada janjinya, dan ia marah. Inilah bersungut-sungut; tidak menghargai kemurahan Tuhan.
    Hati-hati dengan rubah-rubah kecil yang merusak kebun anggur yang sedang berbunga; mendadak bunga bisa gugur, tidak ada keindahan lagi!
    Jadi bukan hanya dosa Babel yang menghancurkan kita, tetapi dosa kecil ini--kepahitan--juga bisa menghancurkan. Kita harus hati-hati.

    Kepahitan bisa melanda dua tempat:


    • Kepahitan melanda rumah tangga.
      Kejadian 30: 1-6
      30:1. Ketika dilihat Rahel, bahwa ia tidak melahirkan anak bagi Yakub, cemburulah ia kepada kakaknya itu, lalu berkata kepada Yakub: "Berikanlah kepadaku anak; kalau tidak, aku akan mati."
      30:2. Maka bangkitlah amarah Yakub terhadap Rahel dan ia berkata: "Akukah pengganti Allah, yang telah menghalangi engkau mengandung?"
      30:3. Kata Rahel: "Ini Bilha, budakku perempuan, hampirilah dia, supaya ia melahirkan anak di pangkuanku, dan supaya oleh dia akupun mempunyai keturunan."
      30:4. Maka diberikannyalah Bilha, budaknya itu, kepada Yakub menjadi isterinya dan Yakub menghampiri budak itu.
      30:5. Bilha mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki bagi Yakub.
      30:6. Berkatalah Rahel: "Allah telah memberikan keadilan kepadaku, juga telah didengarkan-Nya permohonanku dan diberikan-Nya kepadaku seorang anak laki-laki." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Dan.

      'Dan'= keturunan ular beludak.
      Rahel cemburu pada Lea, dan akibatnya: tidak mengalami damai; hubungan tidak baik, kemudian kecewa, putus asa, dan bunuh diri secara jasmani--'kalau tidak, aku akan mati'--, tetapi juga bisa meninggalkan Tuhan--mati rohani.

      Akibatnya: melahirkan Dan--keturunan ular beludak; kehidupan yang berdosa; keturunan setan yang akan dibinasakan.
      Kejadian 49: 17
      49:17. Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan, seperti ular beludak di denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang.

      Ada juga ibu Hana yang cemburu pada Penina, sampai ia bermuka muram, sedih, stres, depresi, sehingga tidak bisa jadi mempelai wanita Tuhan karena wajah Yesus seperti matahari. Tetapi untunglah Hana menyembah Tuhan sehingga wajahnya bisa berseri.


    • Kepahitan melanda rumah Tuhan--ibadah pelayanan.
      Mazmur 106: 16-17
      106:16. Mereka cemburu kepada Musa di perkemahan, dan kepada Harun, orang kudus TUHAN.
      106:17. Bumi terbuka dan menelan Datan, menutupi kumpulan Abiram.

      Korah, Datan, dan Abiram cemburu, iri hati, dan benci kepada Musa--termasuk bersungut-sungut dan bergosip.
      Akibatnya: bumi membuka mulutnya dan menelan mereka.
      Artinya: turun, tidak bisa naik saat Tuhan datang; semua merosot sampai masuk aniaya antikris--nanti antikris menyemburkan kemarahannya seperti sungai besar dan bumi menelan sungai itu. Ia menjadi sasaran dari antikris--benar-benar mengalami siksaan yang dahsyat yang belum pernah terjadi dan tidak akan terjadi lagi--atau kalau tidak kuat, ia akan menyembah antikris; menjadi sama dengan antikris.

      Wahyu 12: 15-16
      12:15. Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.
      12:16. Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.

      Kita harus hati-hati! Sementara sudah dipakai Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus--sedang berbunga, hidup berhasil dan indah--, hati-hati, ada rubah yang menyusup. Hati-hati dalam nikah dan ibadah pelayanan. Ini yang akan terjadi.

      Di perjanjian baru imam-imam kepala juga benci kepada Yesus.
      Markus 15: 10-11
      15:10. Ia memang mengetahui, bahwa imam-imam kepala telah menyerahkan Yesus karena dengki.
      15:11. Tetapi imam-imam kepala menghasut orang banyak untuk meminta supaya
      Barabaslah yang dibebaskannya bagi mereka.

      Jadi, kalau iri dan benci itu dari orang yang tidak benar kepada orang benar. kalau kita ada perasaan iri, berarti kita sudah tidak benar terhadap orang benar.

      Sudah jelas Barabas adalah pembunuh, sedangkan Yesus baik dan benar, tetapi kalau sudah ditutupi iri, kebencian, dan kedengkian, akan memilih Barabas--salah pilih.

      Ini bahayanya rubah kecil. Dimulai dari rasa tidak senang, akhirnya salah pilih: salah pilih soal pengajaran, penggembalaan, dan fellowship yang benar--ia memilih yang salah. Sangat berbahaya!


    Jalan keluarnya:


    • Jujur dalam hal pengajaran yang benar (Titus 2: 7: dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,). Kalau benar, kita dukung dan praktikkan, kalau tidak benar, kita menyingkir seperti Yesus, bukan memusuhi.


    • Jujur soal nikah/tempat tidur (Ibrani 13: 4: Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.), yaitu:


      1. Kebenaran nikah= harus sesuai dengan alkitab.
      2. Kesucian nikah.
      3. Kesatuan nikah.


    • Jujur dalam keuangan (Ibrani 13: 5: 13:5. Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."), yaitu:


      1. Mulai dari uangnya Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.
      2. Uangnya sesama--jujur dalam berdagang dan lain-lain.
      3. Berkat untuk sesama yang membutuhkan--'ketika Aku lapar kamu tidak memberi Aku makan....'.
      4. Uang milik kita, yaitu kita menikmati berkat Tuhan, bukan berfoya-foya.


    Inilah cara menghadapi rubah-rubah yaitu kita harus ada KEJUJURAN ATAU KETULUSAN HATI.
    Kalau kita jujur/tulus hati dalam pengajaran, nikah, dan keuangan, Yesus akan menjadi Kepala dalam kehidupan, nikah, dan ibadah pelayanan kita. Dia tidak pernah meninggalkan kita, tetapi Dia selalu beserta kita--'Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau'--; Dia bertanggung jawab atas seluruh hidup, nikah, dan ibadah pelayanan kita sampai kesempurnaan. Kalau Tuhan beserta, wajah kita akan berseri.

    Kalau wajah muram berarti Tuhan sudah jauh dari kita--ada rubah; iri hati, cemburu. Selesaikan yang baik dengan kejujuran/ketulusan hati, biar Tuhan yang menjadi Kepala atas hidup, nikah, dan pelayanan kita sampai kesempurnaan--wajah kita berseri sampai memancarkan sinar matahari seperti Dia.

    Matius 20: 11-12
    20:11. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
    20:12. katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.

    Kita bangsa kafir yang membuat bangsa Israel iri, karena itu gunakan waktu satu jam ini dengan sebaik-baiknya. Layani nikah, penggembalaan, dan fellowship dengan sungguh-sungguh! Kita harus menjadi terang--bersaksi--, itulah pekerjaan satu jam.


  2. Pengertian rubah yang kedua: bersungut-sungut termasuk bergosip, artinya:


    • Yang pertama: suka menghakimi atau menyalahkan orang lain.
      Yakobus 5: 8-9
      5:8. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!
      5:9. Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.

      Kalau banyak menghakimi orang lain, kita akan dihakimi.
      Kalau saling menghakimi, kita akan berhadapan dengan Yesus sebagai Hakim yang adil, untuk menghukum.

      Yang benar adalah kita hanya boleh menghakimi dua hal yaitu:


      1. Yang pertama: oleh kekuatan pedang firman kita banyak menghakimi diri sendiri, sehingga bisa saling mengaku dan mengampuni. Kalau ada dosa, kita mengaku; kalau tidak ada dosa, kita mengampuni.
        Hasilnya: darah Yesus membasuh dosa-dosa kita sehingga kita berhadapan dengan Yesus Imam Besar sebagai Penolong kita.

        Tinggal pilih, berhadapan dengan Hakim atau Imam Besar!
        Hari-hari ini kita banyak berdiam diri--menghakimi diri sendiri.


      2. Yang kedua: menghakimi soal pengajaran.
        Matius 7: 6
        7:6. "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."

        'barang yang kudus'= firman.
        'mutiara'= berharga.
        Kalau digabung: firman pengajaran yang benar, yang sangat berharga.

        Menghakimi soal pengajaran yang benar artinya:


        1. Jangan sembarangan menerima ajaran-ajaran lain yang berbeda dengan alkitab, karena dua jenis benih sudah menajiskan kita (Imamat 19: 19: ... janganlah taburi ladangmu dengan dua jenis benih...), sampai menghasilkan kehidupan seperti anjing dan babi (jatuh bangun dalam dosa baik lewat perkataan--anjing--maupun perbuatan--babi--).
          Dua jenis benih sudah cukup untuk menghasilkan ladang yang najis.

          Jangan sembarangan menerima ajaran-ajaran lain!


        2. Jangan berdebat soal pengajaran yang benar dengan orang yang seperti anjing dan babi, karena hanya menimbulkan pertengkaran yang membuat kita ikut najis.
          Anjing dan babi= hamba/pelayan Tuhan yang hidup dan enjoy dalam dosa; kehidupan yang tidak mau disucikan dan diubahkan.


      Inilah rubah-rubah yang merusak bintang besar menjadi Apsintus--pahit.


    • Matius 20: 11-12
      20:11. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
      20:12. katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.

      Yang kedua: bersungut-sungut artinya: merasa berjasa sehingga menuntut hak: makan minum, pujian, hormat, ucapan terima kasih dan lain-lain.
      Ini yang terjadi dalam gereja Tuhan. Karena menuntut hak, di dalam penggembalaan gembala sudah tidak dipercaya lagi untuk menerima milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus, berarti ia tidak dipercaya makanan rohani--kering dan mati rohani--, sehingga semua ibadah pelayanan bukan lagi tahbisan kepada Tuhan tetapi profesi--semua digaji.

      Memang bisa mendapatkan upah jasmani--yang menimbulkan iri hati seperti di kebun anggur--, tetapi kehilangan upah rohani--upah satu dinar berguna untuk menembusi kelaparan akhir zaman--, dan kehilangan hidup kekal.

      Rubah-rubah ini yang berbahaya, kelihatannya bagus--menggunakan manajemen--, tetapi sudah bukan tahbisan lagi.
      Yesaya 49: 3-4
      49:3. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
      49:4. Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."

      Tugas seorang hamba/pelayan Tuhan adalah mengagungkan dan memuliakan Tuhan dalam segala aspek hidup kita, dan MELAKUKAN KEWAJIBAN, TANPA HAK--doulos. Jangan urus dinarnya!
      Jangan memalukan dan memilukan Tuhan, memedihkan hati orang tua, dan membuat keluh kesah gembala!

      Hasilnya: hak dan upah kita ada di dalam tangan Tuhan, baik untuk hidup sekarang, masa depan, sampai hidup kekal selamanya.


    Kita menghadapi rubah-rubah. Tadi menghadapi kebencian dengan ketulusan hati; pilih yang benar, dan Tuhan tidak akan meninggalkan kita.
    Kemudian rubah mulai bersungut--menghakimi, menuntut hak--; terus membuat goncang di rumah tangga dan penggembalaan. Kita hadapi dengan menghakimi diri sendiri, mengagungkan Tuhan dan melakukan kewajiban, tanpa hak. Yesus sampai kehilangan hak untuk hidup, tetapi Dia dapatkan kembali dalam kemuliaan. Kita juga. Kita memuliakan Tuhan, dan kita akan menerima upah untuk hidup sekarang, masa depan, sampai kemuliaan kekal bersama Tuhan.


  3. Pengertian rubah yang ketiga: rubah menunjuk pada ajaran palsu.
    Yehezkiel 13: 3-5
    13:3. Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan.
    13:4. Seperti anjing hutan di tengah-tengah reruntuhan, begitulah nabi-nabimu, hai Israel!
    13:5. Kamu tidak mempertahankan lobang-lobang pada tembokmu dan tidak mendirikan tembok sekeliling rumah Israel, supaya mereka dapat tetap berdiri di dalam peperangan pada hari TUHAN.

    (terjemahan lama)
    13:4. Seperti
    rubah pada tempat yang sudah rusak, demikianlah hal segala nabimu, hai orang Israel!

    Nabi bebal= termasuk menerangkan firman menurut tafsirannya sendiri.
    Rubah adalah nabi palsu dengan ajaran palsunya; ajaran yang tidak berdasarkan alkitab, tetapi logika, pengetahuan, tafsiran, filsafat, adat istiadat yang bertentangan dengan firman Tuhan dan sebagainya. Bahaya!

    Kolose 2: 8-10
    2:8. Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.
    2:9. Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,
    2:10. dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.

    Ajaran palsu tidak bisa menerima Yesus sebagai Kepala tetapi dia yang menjadi kepala, dan dia yang menentukan sendiri. Bahaya!
    Yesus adalah Kepala, itu yang menentukan semuanya.

    "Saya ada pelajaran dari adik saya, dia bingung karena truk berangkat tidak diberi minyak urapan. Saya bilang: 'Kamu ini ikut Tuhan atau dukun? Kamu sama seperti dukun, hanya bedanya kamu pakai minyak, dukun kemenyan.' Baru sadar dia. Jangan begitu! Yesus adalah Kepala, kita sudah berdoa, ya sudah, cukup."

    Tidak menerima Yesus sebagai Kepala artinya:


    • Tidak menerima Yesus sebagai Juruselamat, sehingga ia tetap berbuat dosa--tidak bisa bertobat.
    • Tidak bisa mengaku Yesus sebagai Imam Besar= tidak setia  dalam ibadah pelayanan, tidak mau beribadah melayani atau pensiun.
    • Tidak bisa menerima Yesus sebagai Mempelai Pria= mempertahankan nikah yang salah; hidupnya tidak mau berubah.


    Inilah akibatnya kalau rubah-rubah datang, kelihatannya kecil tetapi akibatnya dahsyat yaitu tidak mengakui Yesus sebagai Kepala.
    Yehezkiel 13: 5
    13:5. Kamu tidak mempertahankan lobang-lobang pada tembokmu dan tidak mendirikan tembok sekeliling rumah Israel, supaya mereka dapat tetap berdiri di dalam peperangan pada hari TUHAN.

    'tidak mendirikan tembok'= temboknya rubuh.
    Mazmur 122: 7
    122:7. Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!"

    Kalau ada rubah-rubah--kebencian, bersungut, menghakimi, dan ajaran palsu--, tembok akan runtuh, artinya tidak ada kesejahteraan, sentosa, dan damai sejahtera, tetapi letih lesu, beban berat, susah payah, dan air mata--suasana kutukan.

    Zakharia 2: 5
    2:5. Dan Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya."

    Tembok runtuh= tidak ada lagi perisa perlindungan dan kemuliaan Tuhan--Ikabod.
    Kalau tembok sudah runtuh, kita akan lemah dan panah api si jahat masuk. Karena itu jangan bergosip dan menghakimi orang lain, nanti kalau tembok rubuh, panah api si jahat akan masuk, dan susahlah kita; sedikit-sedikit pengakuan sudah mengalami kejatuhan.

    Efesus 6: 16
    6:16. dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,

    Perisai iman adalah tembok.
    Panah api si jahat= dosa makan minum dan kawin mengawinkan, pencobaan yang mustahil di segala bidang, gosip. Semua masuk untuk meruntuhkan, sampai benar-benar terjadi Ikabod--tidak ada lagi kemuliaan Tuhan; bintang besar sudah jatuh. Tadinya dipakai Tuhan di kebun anggur, tetapi datang rubah, dan tembok perlindungannya hancur, perisai imannya hancur, dan panah api menghantam setiap saat.

    Amsal 24: 30-31
    24:30. Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.
    24:31. Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh.

    Kalau tidak ada kemuliaan Tuhan, lalu bersuasana apa? 'ditumbuhi onak', artinya bersuasana kutukan dan dipermalukan, sampai tidak bisa masuk tembok yang besar lagi tinggi, itulah tembok Yerusalem baru; binasa selamanya.

    Jalan keluarnya: JAGA TEMBOK.

    Tadi menghadapi kebencian dan lain-lain, jalan keluarnya adalah tulus hati; menghadapi tabiat suka menghakimi dan menuntut hak, kita bekerja saja memuliakan Tuhan tanpa menuntut hak, dan nanti Tuhan yang menolong, dan sekarang menghadapi ajaran palsu kita menjaga tembok.

    Cara menjaga tembok:


    • Nehemia 4: 7-9
      4:7. Ketika Sanbalat dan Tobia serta orang Arab dan orang Amon dan orang Asdod mendengar, bahwa pekerjaan perbaikan tembok Yerusalem maju dan bahwa lobang-lobang tembok mulai tertutup, maka sangat marahlah mereka.
      4:8. Mereka semua mengadakan
      persepakatan bersama untuk memerangi Yerusalem dan mengadakan kekacauan di sana.
      4:9. Tetapi kami
      berdoa kepada Allah kami, dan mengadakan penjagaan terhadap mereka siang dan malam karena sikap mereka.

      'persepakatan'= fellowship yang tidak benar adalah persepakatan atau persekongkolan. Mulai dari nikah. Kalau nikah tidak benar, itu berarti bersepakat/bersekongkol untuk melawan yang benar, begitu juga dengan penggembalaan dan fellowship.

      Cara pertama: 'berdoa kepada Allah'= berdoa satu jam, ditambah doa puasa, dan doa semalam suntuk. Ini cara menjaga tembok, supaya hidup kita, keluarga kita, penggembalaan terhindar dari rubah, panah api si jahat, dan Ikabod.

      Kita berjaga-jaga dan bergumul bersama Tuhan. Dia memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bersama kita untuk mengalahkan musuh-musuh.


    • Yesaya 49: 14-17
      49:14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
      49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
      49:16. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.
      49:17. Orang-orang yang membangun engkau datang bersegera, tetapi orang-orang yang merombak dan merusak engkau meninggalkan engkau.

      Ayat 17= sudah tidak ada lagi yang merusak.

      Cara kedua: kita mengaku hanya seperti bayi; tidak bisa apa-apa dan tidak layak, tetapi banyak kekurangan dan kelemahan secara jasmani dan rohani; tidak mampu apa-apa, sementara setan terus memanah kita tanpa belas kasih sampai kita hancur dan binasa.

      "Seringkali saya menangis, untuk mendatangkan satu jiwa saja saya tidak bisa. Ada orang datang ibadah, saya menangis: Terima kasih, Tuhan. Saya lihat bangku-bangku kosong, saya hafal siapa yang tidak datang. Saya berusaha SMS, telepon. Kita hanya bayi. Saudara juga, menghadapi pekerjaan atau penyakit, tidak bisa apa-apa."

      Biar kita mohon belas kasih Tuhan. Kita tidak akan pernah kecewa dan putus asa. Sabar menanti uluran belas kasih Tuhan; terus menangis kepada Tuhan! Jangan putus asa menghadapi persoalan apapun, tetapi sabar menanti waktunya Tuhan. Tuhan akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya:


      1. Ada perlindungan dan pemeliharaan Tuhan secara jasmani di tengah kesulitan, dan secara rohani--bisa hidup benar dan suci.
      2. Tuhan mampu melakukan apa yang bayi tidak bisa lakukan dan pikirkan.
      3. Tuhan mampu menyelesaikan semua masalah yang mustahil.
      4. Sampai terakhir, tangan belas kasih-Nya mampu memandikan bayi dari kotoran-kotoran, artinya menyucikan dan mengubahkan sampai sempurna seperti Dia. Kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, dan kita melintasi tembok-tembok Yerusalem baru. Kita bersama dengan Dia selama-lamanya.

Hati-hati dengan rubah:

  1. Kebencian, iri, rasa tidak suka. Harus diselesaikan! Harus jujur!
  2. Saling menghakimi harus diselesaikan.
  3. Ajaran-ajaran palsu. Kita tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar . Tembok jangan sampai roboh, tetapi bangun tembok lewat banyak berdoa--bergumul bersama Tuhan--dan menjadi seperti bayi yang menangis, mohon belas kasih Tuhan saja. Serahkan kelemahan kita kepada Dia!

Jaga tembok! Kaum muda, secara pribadi jaga tembok, jangan hancur, kita tetap bahagia bersama Dia, dipeluk oleh Tuhan. Bapak, ibu, jaga tembok rumah tangga, jangan hancur. Kalau sudah hancur, berseru kepada Tuhan.
Saya menjaga tembok penggembalaan. Jaga sampai mencapai tembok Yerusalem baru. Jangan putus asa!

Mungkin ada kehancuran, kemustahilan, Ikabod--tidak ada kemuliaan; sudah kering--, kebusukan dan lain-lain, masih ada waktu, Tuhan mau menolong kita; tangan belas kasih-Nya mau menolong kita. Ada kegagalan dan kehancuran--bagaikan tembok yang roboh--Tuhan mampu menolong. Serahkan semua kepada Dia; berdoa dan berseru kepada Dia! Kita akan menang bersama Dia; tembok tidak runtuh, tetapi dibangun menjadi tembok Yerusalem baru.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 19 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Walikukun (Jam 9 Pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (jam 9 pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Jam 4 Sore))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top