English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 12 Juni 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:2
4:2 Segera aku dikuasai oleh Roh...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Juli 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Doa Surabaya, 19 November 2008 (Rabu Sore)
Matius 24: 28 -> sikap gereja Tuhan untuk menanti kedatangan Yesus kedua kali,...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Agustus 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 01 Maret 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 percikan darah...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 03 September 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 19-24 adalah tentang Mezbah Dupa Emas.
Pengertian...

Ibadah Raya Malang, 30 November 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24: 29-31 adalah keadaan pada masa kedatangan Yesus yang kedua kali, yaitu...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 25 Februari 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:37
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

Ibadah Kunjungan di Jakarta V, 25 November 2010 (Kamis Sore)
Tema "Wahyu 21: 5"
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan...

Ibadah Doa Surabaya, 16 Maret 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 16 Agustus 2016 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 14:3-4
14:3 Maka Firaun akan berkata tentang...

Ibadah Doa Surabaya, 30 Maret 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Oktober 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 25 November 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 25 November 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:1-5
8:1 Dan ketika Anak Domba...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 05 Mei 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 12
9:12. Celaka yang pertama sudah lewat. Sekarang akan menyusul dua celaka lagi.

'Sekarang akan menyusul dua celaka lagi'= merupakan kemurahan Tuhan, bahwa Ia tidak berbuat sesuatu sebelum menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya supaya diberitahukan kepada manusia.
Amos 3: 7-8
3:7. Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
3:8. Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?"

Bagi kita sekarang artinya, sebelum menghukum dunia, Tuhan terlebih dulu menyatakannya lewat pembukaan rahasia firman, sekaligus menunjukkan jalan keluar dan tempat perlindungannya. Tinggal kita mau atau tidak.

Bukti bahwa Yesus menyatakan keputusan-Nya lebih dulu sebelum menghukum, dan sekaligus menunjukkan jalan keluar dan tempat perlindungannya--kalau masih dihukum berarti salahnya sendiri--:

  1. Bukti pertama: penghukuman air bah pada zaman Nuh.
    Kejadian 6: 5-8
    6:5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
    6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
    6:7. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."
    6:8. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

    'Aku akan menghapuskan manusia'= Tuhan menyatakan lebih dulu penghukuman-Nya.
    Mengapa dunia dihukum setelah diciptakan? Karena hati manusia cenderung jahat; hanya membuahkan perbuatan-perbuatan dosa dan puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan, yang memilukan hati Tuhan, memedihkan hati orang tua, dan membuat gembala berkeluh kesah.

    Di rumah tangga kalau ada yang berbuat dosa, yang lain pasti pedih--suami berbuat dosa, isteri dan anak pedih; anak berbuat dosa, orang tua pedih.
    Kalau ada yang berbuat dosa, gembala hanya berkeluh kesah dan menaikkan doa kepada Tuhan. Itulah tugas gembala.

    Jadi, hati ini yang menentukan kita menerima hukuman atau berkat.

    Tetapi, sebelum penghukuman datang, Tuhan terlebih dulu menyatakan keputusan-Nya kepada Nuh, sekaligus menyatakan jalan keluar dan tempat perlindungannya yaitu bahtera Nuh.
    Nuh sebagai pemberita kebenaran juga memberitahukannya kepada yang lain, tetapi banyak yang mengolok-olok; tidak percaya, sehingga mereka masuk dalam penghukuman.

    Kalau firman nubuat benar-benar dari Tuhan--ayat menerangkan ayat dalam alkitab, tidak ditambah dan dikurangi--, jangan ditolak. Kalau menolak, akan masuk penghukuman seperti manusia di zaman Nuh.

    Jalan keluar dari penghukuman Allah adalah bahtera Nuh.
    Pengertian bahtera Nuh secara rohani:


    • 1 Petrus 3: 20-21
      3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
      3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

      Yang pertama: bahtera Nuh menunjuk pada baptisan air yang benar, yang mampu menyelamatkan--'diselamatkan oleh kiasannya'.

      "Banyak yang sibuk mencari bahtera Nuh secara jasmani, tetapi yang penting adalah yang rohani. Sama seperti saat saya ke timur tengah, di tembok ratapan siang-siang mereka berdiri berjam-jam untuk berdoa. Apa yang diminta? Supaya Mesias datang dan membangun lagi Bait Allah secara jasmani, karena mereka tahu ada Bait Allah, Tuhan ada. Waktu itu hati saya diketuk Tuhan untuk mengumpulkan beberapa orang dan berdoa untuk mereka: Buka mata hatinya supaya tidak sibuk dengan yang jasmani, tetapi Bait Allah rohani, itulah tubuh Kristus. Di situ salahnya karena sibuk dengan yang jasmani. Sekarang bahtera Nuh dicari dan diperdebatkan, sampai melupakan arti rohaninya."

      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--, yaitu memiliki hati nurani yang baik, itulah hati nurani yang taat dengar-dengaran. Jangan melawan firman atau mengkritik firman, tetapi taati seperti Yesus taat sampai mati!

      Kalau mengkritik firman yang benar berarti kita membela dosa. Bahaya, itu sudah dijerat oleh dosa, tinggal satu langkah lagi, habis.


    • Kejadian 6: 16
      6:16. Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.

      Yang kedua: bahtera Nuh menunjuk pada kandang penggembalaan/Tabernakel--ada kesamaan antara pembuatan bahtera Nuh dan Tabernakel.
      'Buatlah'= pada Tabernakel: 'hendaklah kaubuat'; Tabernakel dan bahtera Nuh sama-sama merupakan kehendak Tuhan.
      'bertingkat bawah, tengah dan atas'= bahtera Nuh bertingkat tiga, Tabernakel juga memiliki tiga ruangan.

      Kalau sudah memiliki hati nurani yang baik--taat--, kita akan masuk dalam kandang penggembalaan.

      Ukuran Tabernakel: 100 x 50= 5000; kita ingat lima ribu laki-laki duduk di atas rumput--menunjuk pada penggembalaan; mantap dalam penggembalaan yang benar dan baik.
      Ada penggembalaan palsu, yaitu menyembelih domba-domba--memperjualbelikan domba; ia bukan gembala tetapi pedagang.

      Di dalam penggembalaan yang benar dan baik ada Gembala Agung yang mengorbankan nyawa, dan gembala manusia juga berkorban untuk domba-domba supaya bisa memberi makan dengan makanan yang benar, dan berkorban apapun untuk bisa menaikkan doa syafaat--tudung bagi sidang jemaat. Nomor satu, ada makanan yang benar--firman pengajaran yang benar.

      Kalau hati nurani baik pasti memilih penggembalaan yang benar dan baik--ruangan suci; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Kalau hati cenderung jahat dan najis, jangankan masuk bahtera, baru dengar Nuh mau membuat bahtera, sudah mencela. Tetapi kalau hati nurani baik, bukan hanya mendengar tetapi praktik, selalu berada di dalam kandang penggembalaan.
      Gembala berkorban untuk memberi makan domba-domba dan menaikkan doa penyahutan, sedangkan jemaat berada di kandang dan makan firman penggembalaan--taat dengar-dengaran.

      Praktik tergembala dengan benar dan baik:


      1. Hati cenderung untuk berbuat benar (tidak mau berbuat dosa) dan baik (tidak mau merugikan, bahkan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi dengan kebaikan).
      2. 1 Tawarikh 29: 17-18
        29:17. Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka akupun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita.
        29:18. Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya
        kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu.

        Yang kedua: cenderung memberi dengan sukarela dan ikhlas untuk pekerjaan Tuhan yaitu pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--memberi waktu, tenaga, pikiran dan lain-lain.
        Inilah kehidupan yang ada di dalam bahtera Nuh.


      3. Cenderung memberi untuk sesama yang membutuhkan--sedekah.

        Dulu hukuman air bah, lalu Tuhan memberikan jalan keluar dan tempat perlindungan, yaitu bahtera Nuh.
        Kepada kita sekarang, nanti ada penghukuman, tetapi tempat perlindungannya sama yaitu bahtera Nuh secara rohani.
        Kalau kecenderungan hati kita benar dan baik, kita akan diberkati. Kalau tidak baik, akan dihukum.


      4. Belum cukup, sampai kita cenderung memberikan seluruh hidup kita kepada Tuhan lewat ibadah pelayanan yang sungguh-sungguh, menyembah Tuhan, dan mengulurkan tangan kepada Tuhan--hanya mengaku bahwa KITA BERGANTUNG PADA KASIH KARUNIA TUHAN.
        Kejadian 6: 8
        6:8. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

        Bekerja hanya sarana dan usaha kita, tetapi kasih karunia Tuhan yang menentukan semuanya.


    Mari, ajak keluarga kita, doakan mereka supaya berada di dalam bahtera Nuh.


  2. Kejadian 41: 25-32
    41:25. Lalu kata Yusuf kepada Firaun: "Kedua mimpi tuanku Firaun itu sama. Allah telah memberitahukan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya.
    41:26. Ketujuh ekor lembu yang baik itu ialah tujuh tahun, dan ketujuh bulir gandum yang baik itu ialah tujuh tahun juga; kedua mimpi itu sama.
    41:27. Ketujuh ekor lembu yang kurus dan buruk, yang keluar kemudian, maksudnya tujuh tahun, demikian pula ketujuh bulir gandum yang hampa dan layu oleh angin timur itu; maksudnya akan ada tujuh tahun kelaparan.
    41:28. Inilah maksud perkataanku, ketika aku berkata kepada tuanku Firaun: Allah telah memperlihatkan kepada tuanku Firaun apa yang hendak dilakukan-Nya.
    41:29. Ketahuilah tuanku, akan datang tujuh tahun kelimpahan di seluruh tanah Mesir.
    41:30. Kemudian akan timbul tujuh tahun kelaparan; maka akan dilupakan segala kelimpahan itu di tanah Mesir, karena kelaparan itu menguruskeringkan negeri ini.
    41:31. Sesudah itu akan tidak kelihatan lagi bekas-bekas kelimpahan di negeri ini karena kelaparan itu, sebab sangat hebatnya kelaparan itu.
    41:32. Sampai dua kali mimpi itu diulangi bagi tuanku Firaun berarti: hal itu telah ditetapkan oleh Allah dan Allah akan segera melakukannya.

    'mimpi'= pembukaan firman.

    Bukti kedua: hukuman dalam bentuk kelaparan.

    Sebelum terjadi kelaparan, Tuhan lebih dulu menyatakan keputusan-Nya kepada Firaun, tetapi ia tidak mengerti, jadi Tuhan menyatakan lewat Yusuf.
    Banyak orang yang tidak mau mengerti sekalipun ada pembukaan firman--seperti Firaun--, malah menghina.

    "Dulu ada anak SMA di Malang menghina juga: Apa tiga macam ibadah? Supaya kolektenya banyak. Kita tidak kerja, jadi miskin, tetapi pendetanya kaya. Mamanya datang, bertengkar, menyontek nomor satu. Tetapi akhirnya dia kena firman, dia tidak menyontek, malah ranking satu paralel. Dia menulis surat setelah lulus: Betul om, Tuhan tidak menipu kita. Saya meneteskan air mata. Akhirnya dia sadar. Jangan begitu! Jangan tidak mengerti dan tidak mau mengerti, nanti akan masuk hukuman."

    Kalau tidak mau mengerti, Tuhan akan memakai yang lain--dulu Tuhan memakai Yusuf. Tuhan tidak pernah memaksa kita.
    Kisah Rasul 7: 9-10
    7:9. Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia,
    7:10. dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya.

    'menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat'= menghadapi penghukuman, YANG PALING DIBUTUHKAN ADALAH KASIH KARUNIA DAN HIKMAT.

    Jalan keluarnya: Yusuf mendapat kasih karunia dan hikmat Tuhan untuk mengumpulkan gandum sebanyak-banyaknya sehingga bisa melepaskan Mesir dan Kanaan dari kelaparan, bahkan Yusuf dipermuliakan. Luar biasa kasih karunia Tuhan--ini yang harus kita kejar.

    Kejadian 41: 49
    41:49. Demikianlah Yusuf menimbun gandum seperti pasir di laut, sangat banyak, sehingga orang berhenti menghitungnya, karena memang tidak terhitung.

    Dulu banyak yang menghina bahtera Nuh, sekarang memiliki banyak gandum juga dihina, padahal di sini jelas mengumpulkan gandum sebanyak-banyaknya.

    "Coba kalau mengumpulkan sedikit-sedikit saja, saya enak, tidak usah bingung Di Malang jam 7 sampai jam 8, ke sini jam 9 sampai jam 10, saya masih bisa ke Jakarta dan Medan, bahkan Malaysia. Tetapi perintah Tuhan bukan begitu. Tuhan perintahkan untuk mengumpulkan gandum sebanyak-banyaknya."

    "Sekarang banyak dihina: Untuk apa firman panjang-panjang? Percuma. Biar saja. Dulu ada yang berkata kepada saya: Percuma om dia tiga macam ibadah.: Kenapa?: Kalau ambil barang ke saya, bayarnya lama sekali.: Tetapi dibayar?: Dibayar, om.: Oh, bagus, kalau dia tidak masuk tiga macam ibadah, dia tidak bayar, malah kamu dicekik. Baru sadar dia. Jangan begitu! Pasti ada hasilnya; mendengar firman itu ada rem, dia masih ada takutnya. Mungkin dia benar-benar tidak mampu, tetapi takut untuk menipu--ada remnya."

    Kelaparan bukan hanya melanda Mesir--gambaran dari dunia--, tetapi juga Kanaan.
    Kejadian 42: 1-2
    42:1. Setelah Yakub mendapat kabar, bahwa ada gandum di Mesir, berkatalah ia kepada anak-anaknya: "Mengapa kamu berpandang-pandangan saja?"
    42:2. Lagi katanya: "Telah kudengar, bahwa ada gandum di Mesir; pergilah ke sana dan belilah gandum di sana untuk kita, supaya kita tetap hidup dan jangan mati."

    Kanaan menunjuk pada kegerakan rohani--dulu Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan merupakan suatu kegerakan besar. Tetapi di Kanaan juga terjadi kelaparan. hati-hati!
    Mengapa demikian?
    Amos 8: 11-14
    8:11. "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
    8:12. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.
    8:13. Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;
    8:14. mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."

    Sekarang kita harus berusaha untuk mendengar firman sungguh-sungguh karena satu waktu firman tidak ada lagi. Gunakan waktu untuk mengumpulkan gandum!

    Kanaan merupakan kegerakan rohani tetapi bisa lapar juga. Mengapa? Karena banyak kegerakan rohani yang tidak mengutamakan pemberitaan firman Allah, tetapi hanya hiburan dan kemakmuran jasmani.
    Ini berarti berada di luar kasih karunia--kasih karunia Tuhan kepada Yusuf hanya satu yaitu: kumpulkan gandum!

    Kita juga menghadapi kelaparan jasmani dan rohani, kalau mau menerima kasih karunia kita harus mengumpulkan gandum. Tidak ada yang lain! Kalau hanya ada hiburan dan kemakmuran jasmani, justru akan menderita kelaparan terutama kelaparan akan firman, sehingga rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi.

    Rebah= jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa, bahkan enjoy dalam dosa dan puncaknya dosa karena sudah tidak ada lagi firman, sampai mengalami penghukuman Tuhan selamanya.
    Karena itu hargai firman! Setidak-tidaknya firman menjadi rem, kemudian firman membangkitkan kita dari kejatuhan; tidak sampai rebah.

    Gandum yang banyak juga menunjuk pada pembukaan firman. Bukan hanya membangkitkan dari kejatuhan, tetapi juga membangkitkan gairah/(maaf) berahi rohani kita kepada Tuhan (dalam kitab Kidung Agung), tidak bisa dihalangi oleh apapun.

    Sudah rebahpun kalau masih mau mendengar firman pengajaran, masih bisa dibangkitkan, setelah itu lanjutkan mendengar untuk membangkitkan gairah rohani sehingga tidak mau dipisahkan sedikitpun.

    Kumpulkan gandum--pembukaan firman--! Doakan supaya selalu ada pembukaan firman!
    Itulah kasih karunia dan hikmat Tuhan.

    Dua kali kakak-kakak Yusuf membeli gandum ke Mesir--firman Tuhan harus dobel--:


    • Kejadian 42.
      Sudah membeli gandum, tetapi habis lagi; lapar lagi.
      Artinya: mencari firman hanya untuk menyelesaikan masalah dan pemeliharaan hidup sehari-hari. Memang perlu dan firman memang begitu, tetapi baru satu kali membeli gandum.
      Jangan puas sampai di situ! Kalau berhenti di sini, masih akan masuk dalam kelaparan; bisa rebah dan jatuh.

      "Mungkin kalau pendeta istilahnya kulakan firman. Murid saya ada yang mengaku: 'Om, saya dengar dari om pagi hari, siang hari saya sampaikan di ibadah minggu. Dari berapa orang sekarang sudah delapan puluh orang. Orang senang.': 'Puji Tuhan.' Tetapi jangan hanya sampai di situ. Kalau hanya sampai di situ, terakhir saya dengar, dia jatuh karena sudah sombong--tidak mau fellowship. Karena itu harus dilanjutkan pada yang kedua."


    • Kejadian 43.
      Saudara Yusuf pergi ke Mesir dan akhirnya dua belas suku Israel bisa menjadi satu kembali.
      Artinya: kita mencari firman Tuhan sampai masuk dalam kesatuan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

      Mungkin isteri lari, tetapi tetap satu kalau suami bertahan sendirian. Kalau suami ikut lari, akan hancur. Karena itu menikah harus sungguh-sungguh.
      Gandum/firman pengajaran yang benar inilah yang menyatukan kita. Karena itu kalau mencari jodoh lihat dulu gandumnya.


    Mengapa harus sampai kesatuan tubuh Kristus? Untuk menempatkan Yesus sebagai Kepala, berarti kita mengaku bahwa kita hidup dari kasih karunia-Nya; kita mengulurkan tangan kepada Dia. Ini yang ditunggu Tuhan.

    Memang ada hukuman, tetapi masih ada kemurahan Tuhan.
    Wahyu 9: 12
    9:12. Celaka yang pertama sudah lewat. Sekarang akan menyusul dua celaka lagi.

    Tuhan memberitahukan tentang penghukuman, tetapi Dia juga memberitahu tempat larinya dan jalan keluarnya, bahkan Tuhan mempermuliakan kita. Luar biasa!
    Jangan lihat hukumannya, tetapi kasih karunia-Nya, yaitu: masuk baptisan air yang benar dan penggembalaan yang benar sampai mengulurkan tangan--tidak mau berbuat dosa tetapi hanya berbuat benar dan baik, bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama sampai seluruh hidup; bisa sungguh-sungguh beribadah melayani dan menyembah; mengaku hidup dari kasih karunia Tuhan. Ini yang dilihat Tuhan.
    Kemudian Yusuf mengumpulkan gandum, bukan hanya menyelesaikan masalah dan menjadi perdana menteri, tetapi sampai masuk kesatuan tubuh--menempatkan Yesus sebagai kepala--, setelah itu baru kita mengangkat tangan, mengaku bahwa kita hidup dari kasih karunia Tuhan.

    Dulu Nuh hidup dari kasih karunia, Yusuf juga. Dan Tuhan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi Nuh dan Yusuf. Sekarang, Dia mengulurkan tangan kasih karunia-Nya kepada kita.

    Hasilnya:


    • Kejadian 6: 8
      6:8. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

      Hasil pertama: tangan kasih Tuhan memberikan keselamatan mempelai--empat pasang nikah masuk bahtera.
      Sekarang artinya: kita diselamatkan dari pencobaan, dosa, dan penghukuman Tuhan:


      1. Tangan belas kasih Tuhan sanggup memelihara dan melindungi kita di zaman yang sulit sampai antikris berkuasa di bumi. Jangan putus asa!


      2. Tuhan menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil.
        Kita selamat dan diberkati Tuhan sampai hidup kekal; tidak dihukum.


    • Kejadian 39: 21-23
      39:21. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
      39:22. Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.
      39:23. Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil.

      Hasil kedua: Tuhan memberikan keberhasilan mempelai.
      Artinya: memberikan masa depan yang berhasil dan indah sekalipun kita terbatas dan bagi manusia tidak mungkin.

      "Dulu kami sekolah, pagi dimarahi guru karena tidak bayar uang sekolah, pulang dimarahi kusir karena tidak bayar. Saya menangis. Pulang ke rumah, belum ada makan. Begitu nasib kami. Tetangga sampai berkata: Mana bisa sekolah? Ketika kami percaya Tuhan, bisa Tuhan tolong. Tidak ada yang mustahil."

      Tuhan yang bergumul asalkan kita mengumpulkan gandum--mau disucikan dan disatukan.


    • Wahyu 22: 20-21
      22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
      22:21. Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

      Hasil ketiga: tangan kasih karunia Tuhan mampu menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia--kesempurnaan mempelai. Kita siap untuk menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai, bersama dengan keluarga kita.

      Doakan keluarga kita, bukan memusuhi.
      Biar tangan kasih karunia Tuhan menolong kita.

Masuk bahtera--penggembalaan--, dan pengumpulan gandum--penyucian. Kita akan diperhatikan Tuhan.
Orang bilang tidak mungkin, biar saja, tangan kasih karunia Tuhan lebih besar dari apapun.
Apapun yang dihadapi, sekalipun sudah tidak mungkin, masih ada kasih karunia Tuhan.

Yusuf juga bertanya: Mengapa saya begini? Jawabannya: untuk mendapatkan kasih karunia. Jangan salahkan Tuhan dan siapapun! Apapun keadaan kita, raih kasih karunia itu!

Jangan salahkan siapapun dengan keadaan kita yang mungkin menghadapi sesuatu yang mustahil! Maksud Tuhan adalah supaya kita meraih kasih karunia. Masuk dalam bahtera--hati nurani yang baik dan tergembala sungguh-sungguh; berbuat baik, serahkan hidup kepada Dia. Kemudian kumpulkan gandum--makan firman dan disucikan sampai menyerah sepenuh kepada Tuhan; mengakui bahwa setiap detak jantung kita hanya karena kasih karunia Tuhan.
Yang sudah berhasil, tetap akui bahwa semua karena kemurahan Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top