English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 09 Juni 2019 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan hari Pentakosta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Raya Malang, 23 Agustus 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7-13 adalah tentang sidang jemaat di...

Ibadah Doa Malang, 03 Februari 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada masa kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Ay. 29, terjadi...

Ibadah Doa Malang, 26 Januari 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:18-19
3:18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya...

Ibadah Raya Surabaya, 11 Agustus 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Agustus 2015 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Raya Malang, 04 Juli 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 Juli 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4: 42-44
4:42 Ketika hari siang,...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Januari 2015 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan doa puasa

Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 01 Mei 2013 (Rabu Malam)
Malam ini kita berdoa menyembah kepada Tuhan.

Doa penyembahan, dalam tabernakel ini menunjuk alat Medzbah dupa emas.

Medzbah dupa emas ini...

Ibadah Kaum Muda Malang, 14 Februari 2009 (Sabtu Sore)
Markus 12:41-44, dalam Tabernakel menunjuk pada petinya Tabut Perjanjian, kayu yang disalut emas,...

Ibadah Natal Kartika Graha Malang, 24 Desember 2017 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 2 : 12
2:12 Dan karena diperingatkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Maret 2018 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam II

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 November 2012 (Rabu Sore)
Ibadah Doa dialihkan pada hari Senin lalu

Dari siaran tunda Ibadah Persekutuan di Ambon I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya...

Ibadah Doa Surabaya, 14 Juni 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 22 September 2013 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 1: 1-3
1:1. Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.
1:2. Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.
1:3. Berbahagialah ia yang
membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

ay. 3= posisi orang yang 'membaca, mendengarkan dan menuruti Firman nubuat'= posisi Maria yang duduk dekat kaki Yesus untuk terus mendengarkan perkataan Yesus.

Lukas 10: 38-42
10:38. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
10:39. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
10:40. sedang
Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
10:41. Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
10:42. tetapi hanya satu saja yang perlu:
Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Maria duduk dekat kaki Yesus dan terus mendengarkan perkataanNya, artinya: tergembala pada Firman pengajaran benar, seperti carang melekat pada Pokok anggur yang benar.

Maria duduk dekat kaki Yesus, dikaitkan dengan pelayanan, artinya: tahbisan yang benar dimulai dengan tergembala pada Firman pengajaran benar, seperti carang melekat pada Pokok anggur yang benar.
Kalau tidak melekat pada Pokok, carang tidak bisa berbuat apa-apa. Tetapi kalau sudah melekat pada Pokok, maka Pokok inilah yang bekerja terus menerus, sehingga carang bisa tumbuh, berbunga dan berbuah.
Praktik melekat pada Pokok anggur yang benar: taat dengar-dengaran dan setia. Inilah pelayanan yang benar, mulai dari dalam rumah tangga.
Dan ini merupakan pelayanan yang terbaik ('Maria telah memilih bagian yang terbaik') dan kekal ('tidak akan diambil dari padanya').

Jadi, kalau carang tidak mendapat sari-sari makanan, tidak mungkin carang bisa berbuah. Untuk hiduppun sudah tidak bisa. Harus taat dan setia lebih dulu pada Firman pengajaran benar.

Yohanes 11: 1, 5
11:1. Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.
11:5.
Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.

Yesus mengasihi Maria, Marta dan Lazarus (keluarga Betania).
Keluarga Betania juga mengasihi Yesus.
Dikaitkan dengan pelayanan, kita melihat keadaan keluarga Betania.
Tadi, disebutkan Maria dan Marta melayani, tetapi Lazarus tidak disebutkan.
Marta melayani dengan kekuatiran dan kesusahan.
Jadi, pelayanan keluarga Betania ada dalam kekurangan dan kelemahan (tidak berkenan pada Tuhan).
Sebab itu, Tuhan ingin menolong keluarga Betania, sebab kalau tidak berkenan pada Tuhan, akan diusir oleh Tuhan.

Cara Tuhan menolong: Tuhan mengijinkan Lazarus sakit bahkan sampai mati.
Mengapa demikian?
Karena Yesus mengasihi mereka. Kalau Yesus tidak mengasihi mereka, Yesus akan membiarkan mereka.
Tetapi karena Yesus mengasihi mereka, YESUS MENGIJINKAN MEREKA MENGALAMI PERCIKAN DARAH (sengsara daging bersama Yesus) untuk meningkatkan ibadah pelayanan mereka (tahbisan) supaya berkenan kepada Tuhan.

Banyak kali kita salah, karena menganggap bahwa Tuhan mengasihi kita dalam bentuk berkat. Tetapi ada kalanya, Tuhan mengasihi kita dalam bentuk penderitaan dengan tujuan meningkatkan ibadah pelayanan kita supaya berkenan pada Tuhan.
Malam ini, jika kita diijinkan menderita bersama Tuhan, maksudnya adalah agar tahbisan kita meningkat sampai berkenan kepada Tuhan.

Tingkatan tahbisan keluarga Betania:

  1. Yohaens 12: 1-2
    12:1. Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.
    12:2. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan
    Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.

    Sebelumnya, Lazarus tidak melayani. Tetapi setelah ia sakit dan mati, disini ia melayani Tuhan.
    Tingkatan pertama: peningkatan Lazarus.

    Tadinya, Lazarus tidak ada di rumah (mengembara). Tetapi sekarang, bisa ada di dalam rumah dan makan bersama dengan Yesus.
    Inilah peningkatan ibadah pelayanan (tahbisan) kepada Yesus.

    Ibadah pelayanan (tahbisan) yang mengembara (tidak tergembala), hanya ditandai dengan mengejar untuk memuaskan KEINGINAN DAGING.
    Keinginan daging ini yang menjadi mangsa yang empuk bagi setan tritunggal (binatang buas).

    Yakobus 1: 13-15
    1:13. Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
    1:14. Tetapi
    tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
    :15. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia
    melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

    Keinginan daging inilah yang mengundang setan datang dengan pencobaan-pencobaan, dosa-dosa dan ajaran sesat untuk membinasakan kita.
    Kalau tidak ada keinginan daging, maka setan tidak bisa memangsa kita.

    Puji syukur, Tuhan ijinkan percikan darah terjadi. Setelah mengalami percikan darah, PENINGKATAN pelayanan Lazarus adalah ia bisa tinggal di rumah, tidak lagi mengembara, tetapi makan bersama dengan Yesus.
    Artinya: TERGEMBALA.
    Kalau tergembala, ibadah pelayanan untuk memenuhi KEBUTUHAN KITA (bukan memenuhi keinginan), yaitu bisa makan Firman penggembalaan. Kita bisa makan dan menikmati Firman penggembalaan, seperti bayi minum air susu ibunya, sehingga kita selalu dipuaskan.

    Hasilnya:


    • Markus 16: 14
      16:14. Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

      Hasil pertama: mengalami kuasa pertolongan Tuhan. Apapun kekurangan dan dosa kita sampai dosa yang najis dan jahat sekalipun, tetapi jika kita MASIH BISA MAKAN Firman penggembalaan, masih ada harapan kita ditolong dan dipulihkan oleh Tuhan.
      Murid-murid ini tidak percaya kebangkitan Yesus. Dan untung Tuhan membawa mereka makan bersama, sehingga mereka bisa ditolong.


    • Yohanes 12: 10-11
      12:10. Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga,
      12:11. sebab
      karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

      Hasil kedua: kita mengalami kuasa pemakaian Tuhan. Lazarus bisa bersaksi kepada banyak orang, terutama bersaksi tentang keubahan hidup (dari kehidupan yang busuk mati 4 hari menjadi baik).


  2. Yohanes 12: 2
    12:2. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.

    Tingkatan kedua: peningkatan Marta.
    Tadi, Marta melayani dengan mengomel, persungutan dan lain-lain. Tetapi sekarang, ia hanya melayani saja dan tidak ada omelan/persungutan, kekhawatiran dan sebagainya.
    Inilah pelayanan yang berkenan pada Tuhan.

    Dulunya, Marta khawatir/susah karena ia tidak menempatkan Yesus sebagai Kepala (tidak mengutamakan pengajaran benar).
    Padahal, seharusnya istri menjadi penolong suami.
    Kalau laki-laki menjadi kepala dari istri, maka Yesus menjadi Kepala dalam rumah tangga.
    Tetapi, Marta berkata kepada Yesus supaya menyuruh Maria menolongnya, yang artinya:


    • Marta menempatkan diri sendiri sebagai kepala atau perkara lain yang dijadikan kepala (orang lain, uang, dsb), bukan Yesus lagi.
    • Marta mengutamakan dirinya atau perkara lain lebih dari pengajaran.


    Ibadah pelayanan TANPA Yesus sebagai Kepala (tanpa pengajaran benar), sama dengan:


    • pelayanan Yudas Iskariot.
      Pelayanan Yudas Iskariot ditandai dengan dosa-dosa:


      1. mencuri milik Yesus,
      2. berdusta,
      3. munafik (dia mencium Yesus untuk menjual Yesus),
      4. pengkhianat (tidak setia kepada Tuhan).


    • pelayanan yang penuh dengna kekafiran (Yesus mengatakan bahwa Marta khawatir akan banyak hal dan kekhawatiran adalah tabiat bangsa kafir).
      Kalau sudah ada kekhawatiran, maka tabiat bangsa kafir juga ada, yaitu seperti anjing (perkataan jahat dan najis) dan babi (perbuatan jahat dan najis).


    Pelayanan dengan kekhawatiran dan dosa-dosa hanya akan membawa suasana kutukan dan susah payah.

    Pelayanan ini dimulai dari dalam rumah tangga. Jangan mengembara dan jangan menempatkan yang lain sebagai kepala. Tetapi tempatkan Yesus sebagai Kepala dan benar-benar ada suasana Firdaus yang kita rasakan.

    Tetapi, bersyukur, lewat percikan darah, pelayanan Marta ditingkatkan.

    Matius 6: 31-33
    6:31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
    6:32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
    6:33. Tetapi
    carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

    PENINGKATAN pelayanan Marta adalah menempatkan Yesus sebagai Kepala (mengutamakan Firman pengajaran benar).
    Tandanya: 'carilah DAHULU Kerajaan Allah dan kebenarannya'=


    • mengutamakan atau mendahulukan ibadah pelayanan/perkara-perkara rohani lebih dari segala perkara di bumi= SETIA, tidak bisa dihalangi oleh apapun.
      Kalau masih mendahulukan yang jasmani, itu artinya kita masih ada kekuatiran. Kalau dibiarkan, akan diikuti dengan kesusahan, kutukan sampai kebinasaan.


    • selalu hidup dalam kebenaran= BENAR.
      Banyak kali, kita sudah setia tetapi tidak benar.
      Sebab itu, kita harus benar mulai dari pribadi kita sendiri.


    Kalau sudah setia dan benar, hasilnya: 'semuanya itu akan ditambahkan kepadamu'= KITA HIDUP DARI SALIB TUHAN (kemurahan Tuhan), sehignga kita bisa hidup dimana saja, kapan saja dan situasi apa saja sampai hidup kekal.
    Istilah 'ditambahkan' ini menunjuk pada tanda salib.

    'ditambahkan'= tidak pernah minus. Artinya: hidup kita selalu surplus.


  3. Yohanes 12: 3
    12:3. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

    Tingakatan ketiga: peningkatan Maria.
    PENINGKATAN pelayanan Maria: dulunya, Maria duduk dekat kaki Yesus dan mendengarkan perkataan Yesus. Ini sudah pelayanan yang benar, tapi lewat percikan darah, masih ditingkatkan, sehingga bisa meminyaki kaki Yesus dengan minyak yang mahal dan berbau harum untuk persiapan penguburan Yesus.
    Artinya:


    • dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang terakhir (mempelai wanita yang sempurna dan siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali).
      Kalau tubuh Yesus sudah dikuburkan, tidak bisa lagi melayani.

      'meminyaki'= pelayanan.
      'kaki Yesus'= tubuh Kristus.
      'penguburan'= bagian terakhir.


    • mengalami minyak urapan Roh Kudus (Roh Kemuliaan).
      Ingat! DIBALIK PERCIKAN DARAH, ADA SHEKINA GLORY (Roh Kemuliaan).

Kesimpulan
:
sekalipun kita najis, tetapi dalam penggembalaan, kita bisa dipakai dan ditolong oleh Tuhan.
Kalau kita banyak kekhawatiran, biar kita tempatkan Yesus sebagai Kepala (setia dan benar) dan semua akan ditambahkan kepada kita.
Sudah melayani dengan benar, masih ditingkatkan untuk melayani pembangunan tubuh Kristus dan mengalami Roh Kemuliaan.

Kalau ada Roh Kemuliaan, hasilnya:

  • Roma 8: 11
    8:11. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

    Hasil pertama: Roh Kemuliaan mampu memelihara hidup kita secara jasmani dan rohani sampai hidup kekal.
    Secara jasmani: Lazarus yang mati bisa bangkit, apa yang mustahil menjadi tidak mustahil.
    Secara rohani: kita bisa hidup benar dan suci.


  • Titus 3: 5
    3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Hasil kedua: Roh Kemuliaan membaharui hidup kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus (dalm cerita ini, sama seperti Maria).
    Manusia rohani: kuat teguh hati.
    Waktu Maria mendengar Firman, ia dicela oleh saudaranya sendiri, Marta (dari dalam), tetapi ia tetap diam.
    Saat kita dicela, kalau kita diam, maka Tuhanlah yang membela kita.
    Saat meminyaki kaki Yesus, Maria dicela oleh Yudas (orang luar). Tetapi Maria tetap diam dan Yesuslah yang membela dia.

    Inilah kuat dan teguh hati, dimana kalau kita dicela dari luar dan dalam, kita lebih baik banyak berdiam diri dan Tuhanlah yang akan membela kita.

    Maria juga kuat teguh hati saat menghadapi Lazarus yang mati 4 hari dan dikubur.
    Saat itu, Maria tidak meratap, tetapi hanya tersungkur di bawah kaki Tuhan, hanya percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan.

    Yohanes 11: 31-32
    11:31. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
    1:32. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia,
    tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

    'saudaraku pasti tidak mati'= keyakinan percaya.

    Inilah pelayanan yang benar, dimana kita harus kuat teguh hati, bukan hanya saat diberkati, tetapi juga saat dalam penderitaan. Dan kita akan mengalami Roh Kemuliaan Tuhan.
    Kalau kita bisa kuat teguh hati, itulah mujizat rohani yang kita alami dan mujizat jasmani juga kita alami. Lazarus yang sudah busuk, dibangkitkan kembali. Apa yang mustahil menjadi tidak mustahil.

    Ujian memang harus kita alami untuk meninggkatkan ibadah pelayanan kita (berada dalam ruangan maha suci).
    Dan saat Yesus datang kembali, mujizat terakhir kita alami, yaitu kita diubahkan dalam sekejab mata menjadi sama mulia dengan Yesus. Kita siap menyambut kedatangan Yesus di awan-awan yang permai.

Apapun keadaan kita, lewat percikan darah, Roh Kemuliaan akan menolong kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top