English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 12 Mei 2009 (Selasa Sore)
Digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Keluaran 19 dalam susunan Tabernakel...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 04 November 2015 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Agustus 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:37-54 tentang Yesus mengecam orang...

Ibadah Doa Malang, 20 Desember 2011 (Selasa Sore)
Seorang hamba Tuhan/pelayan tuhan membutuhkan 3 pengalaman utama, yaitu :
Penyucian dengan api firman.
Musa...

Ibadah Doa Surabaya, 14 Maret 2012 (Rabu Sore)
Matius 27 = Yesus diserahkan kepada Pilatus sampai Yesus disalibkan dan Yesus dikuburkan.

Dalam susunan Tabernakel ini terkena kepada 7 percikan...

Ibadah Doa Malang, 23 November 2010 (Selasa Sore)
Pembicara: Bpk. Anta

Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Mei 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 September 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7
3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Kartika Graha I, 28 April 2010 (Rabu Sore)
Yohanes 1:29
Tema: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

Yesus sebagai...

Ibadah Doa Surabaya, 06 November 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 27 September 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 7:36-50 adalah tentang Yesus diurapi oleh...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan V, 25 April 2013 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah:...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 12 Maret 2013 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 9:13-35 adalah tulah ketujuh, yaitu hujan...

Ibadah Doa Malang, 22 April 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:14
1:14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan...

Ibadah Kunjungan di Manokwari V, 21 Maret 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

1 Yohanes 4:8
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi,...


TRANSKRIP LENGKAP

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Agustus 2014)
Tayang: 13 Oktober 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 11 Mei 2014 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan ditengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 1: 9-20
Ini tentang penglihatan Rasul Yohanes di Pulau Patmos.

Wahyu 1: 9
1:9. Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.

Rasul Yohanes berada di Pulau Patmos = dibuang ke Pulau Patmos = mengalami sengsara daging, bukan karena berbuat dosa, tetapi karena firman Allah dan kesaksian Yesus, sehingga Rasul Yohanes mengalami tiga hal:

  1. Wahyu 1: 9
    Rasul Yohanes mengalami sengsara daging karena Yesus (percikan darah), sehingga bisa masuk dalam persekutuan yang benar dengan Tuhan dan sesama (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Desember 2013).

    Persekutuan yang benar dengan sesama = persekutuan tubuh Kristus yang benar (sebab ada persekutuan yang tidak benar). Persekutuan dengan Tuhan = persekutuan tubuh dengan kepala untuk selama-lamanya.


  2. Wahyu 1: 10-16
    Rasul Yohanes bisa mendengar dan melihat suara sangkakala yang nyaring dan menjadi dua wujud nyata:


    • 7 Kaki dian emas = gereja Tuhan yang sempurna (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Natal Surabaya, 23 Desember 2013).
    • ay. 13-16= Pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, Raja segala raja, Hakim yang adil dan Mempelai Pria Surga (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Februari 2014).


    Bisa mendengar dan melihat suara sangkakala yang nyaring, artinya bisa tergembala dengan baik.


  3. Wahyu 1: 17-20 Rasul Yohanes bisa tersungkur dibawah kaki Yesus, sehingga tidak ada ketakutan lagi.

Mulai malam ini, kita mempelajari Wahyu 1: 17-20.
Wahyu 1: 17
1:17. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,

"Ketika aku melihat Dia" = melihat pribadi Yesus dalam kemuliaan.
"sama seperti orang yang mati" = daging tidak bersuara.

Rasul Yohanes bisa tersungkur di bawah kaki Yesus, sehingga tidak ada ketakutan lagi (daging tidak bersuara lagi).

Tersungkur di bawah kaki Yesus = menyembah Yesus.

Malam ini kita membahas tentang KETAKUTAN
Pada zaman akhir, menjelang kedatangan Yesus yang ke dua kali ketakutan akan melanda dunai ini dan mengakibatkan kematian.
Setelah rasul Yohanes tersungkur di kaki Tuhan (menyembah Tuhan), tidak ada ketakutan lagi ('Jangan takut!').

Lukas 21: 25-27
21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
21:27 Pada waktu itu orang akan
melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

Menjelang kedatangan Yesus kedua kali, akan terjadi kegoncangan-kegoncangan di darat, laut, udara, sehingga membuat manusia menjadi ketakutan (stres).

Kegoncangan di darat, laut, udara = kegoncangan dalam segala bidang (bidang ekonomi, dan sebagainya), kegoncangan baik jasmani dan rohani, semuanya menghadapi krisis total.

"Orang akan mati ketakutan" artinya ketakutan ini menjadi pembunuh utama (secara tubuh) dari manusia di bumi, termasuk hamba Tuhan/anak Tuhan. Ketakutan/stres ini juga membunuh secara jiwa dan roh (membinasakan).

Wahyu 21: 8
21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Ketakutan tidak hanya mengakibatkan kematian secara tubuh, tetapi juga mengakibatkan kematian rohani sampai kematian yang kedua (kebinasaan di neraka untuk selama-lamanya).

Kesaksian:
"Saya pernah bercerita dengan seorang dokter. Kalau kita takut/stres, hormon-hormon didalam tubuh kerjanya tidak bagus, itulah yang mengakibatkan banyak timbul penyakit-penyakit yang tidak bisa diprediksi."

Tetapi lebih dasyat dari itu, ketakutan juga bisa mengakibatkan kematian rohani. Kalau selalu dalam ketakutan, rohaninya akan mati, kering rohani sampai kematian kedua.

Tadi, Rasul Yohanes tersungkur di bawah kaki Tuhan dan dijamah oleh tangan kanan Tuhan dan Tuhan berkata "jangan takut", sehingga tidak ada ketakutan lagi. Jadi, penting bagi kita untuk tersungkur dibawah kaki Tuhan!

Ketakutan ini melanda dari zaman ke zaman. Ada tiga macam ketakutan yang sudah pernah terjadi dan akan terjadi, antara lain:

  1. Kejadian 3: 9-10
    3:9. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
    3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini,
    aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."

    = ketakutan pada zaman permulaan = zaman Allah Bapa (ketakutan yang terjadi di Taman Eden).

    Ketakutan yang pertama adalah ketakutan karena telanjang = ketakutan karena berbuat dosa = tidak taat dengar-dengaran kepada firman Tuhan.

    Waktu itu, Tuhan perintahkan kepada Adam dan Hawa "semua buah pohon di taman boleh kau makan buahnya dengan bebas, kecuali buah pohon pengetahuan baik dan jahat". Akhirnya, Adam dan Hawa memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat yang dilarang oleh Tuhan = dosa tidak taat dengar-dengaran kepada Firman Tuhan.

    Ketakutan karena berbuat dosa ini terjadi di Taman Eden. Taman Eden menunjuk suasana kelimpahan, kalau sekarang bisa diartikan ada kekayaan, kedudukan, kepandaian, semuanya ada.

    "Adam dan Hawa sudah berada di Taman Eden, tetapi masih bisa takut"= dari sinilah kita bisa petik pelajaran bahwa kekayaan, kedudukan, kepandaian dan lain-lain tidak bisa menjamin kebahagiaan manusia di bumi ini. Takut = tidak bahagia dan gelisah.
    Sehebat apapun manusia di dunia ini, kalau ia berbuat dosa (tidak taat dengar-dengaran kepada firman Tuhan), dia akan menjadi takut, tidak bahagia, dan sengsara didalam dunia. Begitu Adam dan Hawa tidak taat dan dibuang ke dunia, mereka mengalami suasana kutukan (susah payah dan air mata), tidak bahagia dan sengsara.

    Jadi,
    yang menentukan kebahagiaan hidup kita di dunia ini adalah kita taat dengar-dengaran atau tidak!

    Jika kita taat dengar-dengaran (tidak berbuat dosa) = hidup dalam kebenaran, kita pasti mengalami kebahagiaan surga bersama Dia.
    Jika ada dosa yang kita pertahankan, kita tidak akan bahagia.

    Biarlah kita mohon kepada Tuhan supaya kita taat dengar-dengaran dan tidak melanggar perintah Tuhan (hidup dalam kebenaran).


  2. Matius 14: 30-32
    14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
    14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

    = ketakutan pada zaman pertengahan = zaman Anak Allah (menghadapi angin dan gelombang).

    Perahu murid-murid ditimbus angin dan gelombang, lalu Yesus datang berjalan diatas air ditengah-tengah mereka, tetapi mereka tidak mengenali Yesus. Setelah terjadi percakapan antara Petrus dengan Yesus "kalau Engkau Tuhan, suruhlah aku pergi kesana". Lalu Tuhan bilang "datanglah". Petrus bisa berjalan diatas air, tetapi setelah terkena angin, Petrus menjadi bimbang, takut dan tenggelam. Untunglah Petrus masih bisa berseru "Tuhan tolonglah", sehingga Petrus ditolong oleh Tuhan.

    Ketakutan yang kedua adalah ketakutan menghadapi angin dan gelombang ditengah lautan dunia.
    Artinya: ketakutan karena menghadapi kesulitan hidup sehari-hari dan masa depan, sehingga timbul kebimbangan terhadap pribadi Tuhan (firman pengajaran yang benar) dan kuasa Tuhan.

    Setelah terjadi kebimbangan, mulai banyak pertanyaan-pertanyaan (tidak lagi fokus pada pribadi Tuhan). Misalnya: Bagaimana nanti ini? Siapa yang menolong nanti? Mengapa begini?

    Kalau sudah banyak pertanyaan (termasuk soal pengajaran), ini merupakan suatu tanda bahwa kehidupan itu sedang berada dalam ketakutan dan kebimbangan. Jika sudah timbul banyak pertanyaan (hidup tidak ada lagi kepastian), maka akan timbul masalah (air mata). Contoh: Petrus yang bisa jalan diatas air sekalipun ada gelombang air yang besar. Petrus berjalan karena ada kepastian dan dia tidak tenggelam. Tetapi setelah Petrus takut/bimbang, mulai tenggelam.

    Hati-hati! Kalau sudah banyak pertanyaan, akan banyak masalah, dan akhirnya tenggelam.

    Jika ada ketakutan dan kebimbangan, akibatnya adalah tenggelam dalam lautan dunia. Tenggelam= merosot kerohaniannya, kering rohaninya, sampai mati rohaninya.

    Tanda merosot kerohaniannya yaitu


    • tidak ada gairah lagi (tidak setia berkobar-kobar) untuk beribadah melayani Tuhan, dan berdoa menyembah Tuhan.
    • tidak ada gairah lagi untuk perkara-perkara rohani.


    Jika ini dibiarkan terus, akan tenggelam di lautan api dan belerang, neraka selama-lamanya.

    Petrus seorang hamba Tuhan yang senior dan rasul yang hebat dan bisa berjalan diatas air laut yang bergelombang, tetapi bisa tenggelam karena dilanda ketakutan, sebab itu kita harus hati-hati dalam menghadapi ketakutan!

    Itu sebabnya rasul Yohanes bersyukur. Sekalipun ia menderita secara daging karena dibuang ke pulau Patmos, tetapi ia bisa tersungkur di kaki Tuhan dan Tuhan menumpangkan tanganNya untuk menjamah dia dan berkata 'jangan takut!' (segala ketakutan lenyap). Kalau tidak dibuang ke pulau Patmos, ia tidak tersungkur.


  3. Wahyu 6: 15-17
    6:15 Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
    6:16 Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan
    sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
    6:17 Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

    = ketakutan pada akhir zaman = zaman Allah Roh Kudus dimana terjadi ketakutan yang paling dasyat.

    "sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."= menunjuk kedatangan Yesus ke dua kali sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga, tetapi juga sebagai Hakim yang adil yang akan menghukum.

    Ketakutan yang ketiga adalah ketakutan untuk memandang Yesus dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, Raja segala raja, Hakim yang adil, dan Mempelai Pria Surga pada saat kedatangan-Nya yang ke dua kali.

    Di pulau Patmos, Rasul Yohanes melihat Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, Raja segala raja, Mempelai Pria Surga, dan Hakim yang adil. Jadi Rasul Yohanes ini sudah memiliki pengalaman melihat Yesus dalam kemuliaan. Kalau tidak ada pengalaman melihat Yesus dalam kemuliaan, nanti saat Yesus datang ke dua kali akan banyak terjadi ketakutan.

    Jika takut memandang Yesus dalam kemuliaan saat kedatangan-Nya yang ke dua kali ini berarti ketinggalan di dunia ini saat Yesus datang kembali ke dua kali, tidak terangkat ke awan-awan yang permai, dan binasa bersama dunia karena murka Allah (mengalami penghukuman Tuhan di dunia), sampai binasa selama-lamanya di neraka. Inilah ketakutan yang paling menakutkan (ketakutan yang paling dahsyat).
    Sebenarnya kedatangan Yesus yang ke dua kali adalah untuk mengangkat kita bersama-sama dengan Dia.

    Penghukuman Tuhan atas dunia ini adalah kiamat. Kita bekerja keras dengan halal untuk mendapatkan kekayaan di dunia, kuliah untuk mendapatkan izasah itu semuanya tidak dilarang. Tetapi, INGAT! segala kekayaan, kepandaian, dan kehebatan apapun yang kita miliki di dunia ini, tetapi kalau kita tidak terangkat bersama Yesus saat Dia datang ke dua kali, maka semuanya menjadi sia-sia, musnah bersama dunia, hancur dalam murka Allah, bahkan binasa di neraka untuk selamanya.

Jalan keluar untuk menghadapi tiga macam ketakutan: kita banyak tersungkur dibawah kaki Tuhan, seperti yang dialami oleh rasul Yohanes.

Tersungkur dibawah kaki Tuhan = banyak menyembah Tuhan = melihat wajah Yesus yang memancarkan sinar kemuliaan, sehingga kita mengalami keubahan hidup (pembaharuan) dari manusia daging yang ketakutan menjadi manusia rohani seperti Yesus yang takut akan Tuhan.

Ketakutan daging = takut karena dosa, angin dan gelombang, dan memandang kedatangan Yesus.
Ketakutan-ketakutan yang kita alami sekarang (takut akan masa depan dan lain-lain) harus kita ubah semuanya menjadi takut akan Tuhan.

Praktek takut akan Tuhan yaitu

  1. Amsal 8: 13
    8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

    Praktik pertama: membenci dosa-dosa sampai membenci dusta. Jadi bukan hanya tidak mau berbuat dosa, tetapi sampai membenci dosa.

    Jika kita sengaja berbuat dosa, itu berarti tidak takut akan Tuhan, melainkan menantang Tuhan. Contoh: Adam dan Hawa memakan 1 buah yang dilarang oleh Tuhan. Sebenarnya perintah Tuhan ini tidak berat "semua buah pohon boleh dimakan, kecuali satu". Kecuali jika dibalik dan menjadi berat "semua buah pohon tidak boleh dimakan, kecuali satu yang boleh dimakan", tetapi perintah Tuhan ini "cuma satu buah yang tidak boleh dimakan". Inilah sudah sengaja berbuat dosa/menantang Tuhan.

    Berdusta juga menantang Tuhan (tidak takut akan Tuhan). Dalam Kitab Yesaya, kita banyak menyembunyikan diri didalam dusta. Misalnya: setelah kita berbuat sesuatu (seperti mencuri) tetapi saat ditanya, kita tidak mengakuinya. Ini sepertinya selesai, sebab tidak bisa dijamah oleh manusia (tidak mau mengakui perbuatannya dan tidak ada saksinya). Orang yang berdusta itu tidak bisa dijamah oleh manusia dan juga tidak bisa dijamah oleh Tuhan, tetapi hanya bisa dijamah oleh setan.

    Jadi, jika menantang Tuhan (sengaja berbuat dosa dan berdusta) itu lepas dari tangan Tuhan dan berada didalam tangan setan.


  2. Yosua 24: 14
    24:14 Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.

    Praktik kedua: beribadah dan melayani Tuhan dengan setia dan tulus ikhlas.

    "tulus ikhlas" = benar, tidak terpaksa, tidak dipaksa dan tidak memaksa. Jika kita beribadah dengan tulus ikhlas, kita ada suka cita dan suka rela (kerelaan hati).

    Jika ada kesempatan beribadah, tetapi kita tidak setia beribadah atau terpaksa untuk datang beribadah, itu berarti tidak takut akan Tuhan (menantang Tuhan).


  3. Praktik ketiga: taat dengar-dengaran kepada Tuhan apapun resiko yang kita hadapi = taat dengar-dengaran kepada Tuhan sampai daging tidak bersuara.

    Untuk bisa taat dengar-dengaran kepada Tuhan, kita harus berani membayar harga.

    Contoh kehidupan yang mau membayar harga dan yang tidak mau membayar harga:


    • Abraham taat kepada perintah Tuhan untuk menyembelih anaknya. Jadi Abraham ini berani membayar harga untuk taat kepada Tuhan. Jika Abraham tidak mau taat, maka Abraham akan membayar harga yang lebih mahal "tidak disebut lagi namanya Abraham". Tetapi karena Abraham mau membayar harga dengan menyerahkan Ishak, maka "ditempat Ishak diserahkan, Tuhan bertanggung jawab". Ishak tidak jadi disembelih, tetapi diganti domba yang disembelih "dan disitu dibangun Bait Allah". Artinya sekarang, kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.


    • Saul. Samuel memberi janji 7 hari untuk datang membakar korban. Sebelum Samuel datang, musuh sudah datang dan bangsa Israel berserak-serak meninggalkan Saul semuanya, sehingga Saul menjadi ketakutan. Karena ditunggu-tunggu Samuel tidak datang, lalu Saul menjadi tidak taat "Saul membakar korban untuk Tuhan, yang seharusnya dilakukan oleh Samuel". Saul ini tidak mau membayar harga, sehingga tidak taat. Akibatnya: Saul harus membayar harga yang lebih mahal "ditolak oleh Tuhan sebagai raja".


    Ketaatan itu memang membayar harga! Jika tidak mau membayar harga untuk bisa taat, kita akan membayar harga yang lebih mahal dan tidak bisa ditolong oleh Tuhan. Jika kita mau membayar harga untuk bisa taat dengar-dengaran, maka Tuhan yang menyuruh kita yang akan bertanggung jawab atas semuanya.
    Biarlah kita taat dalam segala hal dan Tuhanlah yang bertanggung jawab.

Malam ini, serahkanlah segala ketakutan kita kepada Tuhan dan kita takut akan Tuhan.
1 Petrus 5: 5-6

5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

"rendah hati" = taat dengar-dengaran ("tunduk") = "rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat".
Jadi, taat dengar-dengaran sama dengan merendahkan diri. Jika melawan Tuhan sama dengan sombong.

Dalam tabernakel ada tiga ruangan, ini menunjuk tiga macam ketaatan:

  1. Halaman = ketaatan kepada orang tua jasmani.
  2. Ruangan suci = ketatan kepada orang tua rohani (gembala).
  3. Ruangan maha suci = ketaatan kepada orang tua surgawi, itulah pribadi Tuhan (firman pengajaran yang benar).

Orang yang rendah hati, merendahkan diri, ia bisa taat dengar-dengaran menurut sistem tabernakel.
Posisi orang yang taat dengar-dengaran (rendah hati, merendahkan diri) adalah berada didalam pelukan tangan kanan Tuhan yang kuat.

Jika kita dalam ketakutan, itu bukti bahwa kita berada diluar tangan kanan Tuhan. Biarlah kita banyak tersungkur dibawah kaki Tuhan, sehingga kita diubahkan menjadi takut akan Tuhan sampai taat dengar-dengaran dan kita kembali berada didalam tangan kanan Tuhan yang kuat.

Jika kita berada didalam tangan kanan Tuhan yang kuat, hasilnya adalah
Mazmur 118: 15-16
118:15 Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
118:16
tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

  1. Tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan. Artinya


    • Tangan kanan Tuhan sanggup memelihara kehidupan kita secara jasmani ditengah kesulitan dunia (kegoncangan dan krisis yang melanda dunia), sampai di zaman antikris kita tetap dipelihara.


    • Tangan kanan Tuhan sanggup memelihara kehidupan kita secara rohani, sehingga kita berada dalam ketenangan/damai sejahtera (tidak dalam ketakutan) ditengah goncangan dunia.

      Malam ini, kita bisa mendeteksi diri kita, apakah kita hidup didalam tangan kanan Tuhan yang perkasa atau tidak? Jika kita menghadapi apa saja dalam ketenangan/damai sejahtera (tidak ada kepanikan, tidak ada ketakutan), itu berarti berada dalam tangan kanan Tuhan.

      Kesaksian:
      "Saya seringkali menasehati orang. "Saya harus bagaimana?, saya harus melakukan ini? Dll". Saya bertanya 'apakah didalam hati ada damai/ketenangan? Kalau tidak ada, jangan lakukan'. Jika kita menghadapi sesuatu tidak tenang ("tidak sreg"), jangan dilakukan, sebab itu diluar tangan Tuhan. Jadi harus sampai tenang/damai."

      Kalau sudah damai sejahtera, maka semuanya menjadi enak dan ringan.


    • Tangan kanan Tuhan bisa mengalahkan musuh-musuh = Tangan kanan Tuhan mampu menyelesaikan semua masalah pada waktu-Nya.


    Yang penting adalah kita berada didalam Tangan kanan Tuhan. Sebab itu kita harus kembali didalam tangan kanan Tuhan.

    Ketakutan itu diluar tangan kanan Tuhan:


    • di Taman Eden, Adam ketakutan karena telanjang.
    • Petrus di lautan dunia yang bergelombang juga ketakutan.
    • saat Yesus datang, hamba Tuhan/anak Tuhan takut memandang dan menyambut kedatangan Tuhan Yesus.


    Seperti Rasul Yohanes, jika kita diijinkan mengalami penderitaan karena Yesus, maka kita harus banyak tersungkur dibawah kaki Tuhan sampai "serasa mati", jangan malah mengomel dan banyak menuntut.


  2. Tangan kanan Tuhan meninggikan kita pada waktu-Nya.
    Artinya:


    • Tangan kanan Tuhan mengangkat kita dari kegagalan dan kejatuhan, sehingga semua menjadi berhasil, indah dan bahagia pada waktu-Nya.

      Kalau disebut "pada waktu-Nya" artinya: yang bekerja adalah Tangan kanan Tuhan, kita hanya menunggu. Kita boleh berusaha apapun, tetapi ditambah dengan banyak bersungkur dan Tangan kanan Tuhanlah yang menentukan semuanya.


    • Tangan kanan Tuhan mampu memakai kehidupan kita dalam kegerakan hujan akhir (kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna).

      Jika kita mau aktif dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus, ini merupakan salah satu bukti bahwa kita berada didalam tangan kanan Tuhan.

      Kesaksian:
      "Guru dan gembala saya dulu, seringkali menyampaikan. Jika kita mau terlibat untuk datang saja dalam persekutuan, itu sudah dipakai oleh Tuhan. Terlebih lagi kita yang datang bisa mengundang/membawa orang lain untuk datang ke persekutuan, ini kita dipakai oleh Tuhan."

      Pembangunan tubuh itu cuma dua:


      1. pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (mempelai wanita Tuhan) yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.
        Kalau tidak mau, akan dipakai dalam pembangunan kedua.


      2. pembangunan babel. Babel = kesempurnaan dalam kenajisan dan kejahatan, mempelai wanita setan yang akan dibinasakan.


      Jika tidak mau dipakai dalam pembanguan tubuh Kristus, kita akan dipakai dalam pembangunan babel. Diluar Tangan kanan Tuhan = dipakai oleh setan dalam pembanguan babel dan binasa selamanya.


    • Tangan kanan Tuhan mampu menyucikan dan mengubahkan sampai kita menjadi sempurna seperti Dia.

Inilah persiapan kita. Ini ketakutan yang paling dasyat. Ketakutan pertama sudah terjadi di taman Eden dan banyak buktinya sekarang. Bukan mengecam orang kaya, tetapi belum tentu bahagia.

Kesaksian:
"Saya pernah bercerita. Dulu saya pernah menjadi guru, murid saya banyak yang kaya. Tetapi seringkali mereka datang kepada saya untuk curhat, mereka sendiri mengakui "tidak puas dan tidak bahagia". Padahal sangat kaya, bahkan mobilnya satu-satu. Sekalipun memang tidak semuanya seperti ini, tetapi ini menjadi suatu contoh bahwa yang di dunia ini tidak menentukan kebahagiaan kita, malah banyak yang ketakutan/stres."

Biarlah malam ini kita kembali didalam tangan Tuhan. Kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Dia.
Mulai dari takut akan Tuhan, terus disucikan menjadi jujur, setia dan terus disucikan dan diubahkan, sampai satu waktu, jika Yesus datang kembali ke dua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia, sempurna seperti Dia (menjadi mempelai wanita Tuhan). Kita tidak lagi takut, tetapi siap menyambut kedatanganNya kedua kali diawan-awan yang permai. Kita bersukaria dan bersorak sorai, tidak ada ketakutan lagi tetapi kita bersama Dia selama-lamanya.

Wahyu 19: 6-7
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Kita disucikan dan diubahkan sedikit demi sedikit sampai menjadi sempurna seperti Dia yaitu mulut tidak bersalah lagi dalam perkataan, tetapi hanya berseru "Haleluya" untuk menyambut kedatangan Yesus ke dua kali.

"Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba"= Dia sebagai Mempelai Pria dan kita sebagai mempelai wanita. Kita siap ("bukan lagi takut") untuk menyambut kedatangan-Nya ke dua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria surga di awan-awan permai.

Sementara yang lain mengalami ketakutan dan kehancuran, tetapi kita hanya bersorak sorai dengan "Haleluya" ("bukan ketakutan"). Kita bersama dengan Dia dan kita berbahagia untuk selama-lamanya (tidak ada setetespun air mata lagi).

Serahkanlah ketakutan sampai kita takut akan Tuhan, taat dan kita berada didalam tangan Tuhan. Taat (merendahkan diri) = kita mengulurkan tangan kepada Tuhan dan Tuhan menyambut dengan tangan kanan-Nya untuk memegang kita semuanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 22 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Sun Palace Trowulan (Pagi))

  • 24 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 03-04 Januari 2018
    (Ibadah Natal di Palopo)

  • 16 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi (Pagi-Sore))

  • 17-18 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top