English Language | Form Penggembalaan
kebaktian lain
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Lain (Senin Sore, 23 Desember 2013 (Natal))
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 26 Mei 2011)
Tayang: 13 Juli 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Agung Surabaya, 18 April 2014)
Tayang: 19 September 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 31 Juli 2008)
Tayang: 14 September 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Paskah Persekutuan-Senin Sore, 15 April 2013)
Tayang: 05 Mei 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 15 November 2011)
Tayang: 19 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Minggu Paskah Surabaya, 20 April 2014)
Tayang: 19 September 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 13 Maret 2008)
Tayang: 20 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Penataran Imam VI-Rabu Sore, 14 November 2012)
Tayang: 24 Januari 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Pagi, 14 Maret 2008)
Tayang: 03 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Rabu Pagi, 25 Mei 2011)
Tayang: 24 Juni 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 13 Maret 2008)
Tayang: 20 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Jumat Sore, 20 April 2012)
Tayang: 17 Juni 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 24 Mei 2011)
Tayang: 24 Juni 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Lain
Tanggal: Rabu Pagi, 12 Maret 2008
Tempat: Ciawi (Pagi)
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 06 April 2008

Kita akan melanjutkan pemberitaan Firman dengan tema yang sama yang terdapat di dalam ktb Wahyu 21 : 5, Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
Tadi malam kita sudah mendengar dari ktb Kejadian, manusia sudah diciptakan oleh TUHAN menurut Gambar dan Teladan TUHAN tetapi sudah dirusak oleh setan/oleh dosa, sehingga dibuang ke dunia ini tetapi setan belum puas dengan tetap mengejar manusia yang sudah rusak itu untuk dijadikan sama dengan binatang buas untuk dicampakkan ke neraka/kebinasaan kekal. Tetapi bersyukur dengan tema ini, sehingga kita menjadi tahu di dalam ktb Wahyu >>> ‘Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!’. TUHAN mau menjadikan/menciptakan kita menjadi manusia baru/mengembalikan manusia pada Gambar dan Teladan ALLAH.

Usaha TUHAN untuk mengembalikan manusia pada Gambar dan Teladan ALLAH disebut asuhan TUHAN. Kita pelajari di dalam injil Lukas 6 yang terdiri dari tujuh bagian. Yang pertama yaitu Lukas 6 : 1 – 5, >>> tubuh diasuh oleh TUHAN. Mengapa tubuh ini harus diasuh oleh TUHAN? Sebab tubuh ini pasif terhadap kegiatan-kegiatan rohani, apalagi untuk kegiatan Firman >>> sudah masuk ke dalam gereja, tetapi pada waktu Firman diberitakan, tubuh ini sudah menjadi loyo. Itu sebabnya tubuh itu perlu diasuh oleh TUHAN agar: masuk dalam kegiatan rohani yaitu makan Firman TUHAN sehingga ada keajaiban TUHAN untuk mengembalikan manusia kepada Gambar dan Teladan ALLAH. Ini sudah kita dengar kemarin malam dan sekarang kita akan membahas selanjutnya yaitu bagian yang kedua jiwa diasuh oleh TUHAN

Lukas 6 : 12 – 16,
12. Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
13. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
14. Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
15. Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
16. Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.

Yudas Iskariot ini memiliki gelar sipengkhianat.
Jiwa ini penting untuk diasuh oleh TUHAN, sebab di ay 16 sudah menunjukkan bahwa jika jiwa manusia itu tidak diasuh oleh TUHAN, akan menjadi pengkhianat. Manusia siapapun, suku, bangsa, kedudukkan apapun >>> banyak yang memiliki jiwa pengkhianat. Semoga kita dapat mengerti.

Kita mulai dengan ay 12 >>> Lukas 6 : 12, Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
Ada dua kegiatan/aktifitas dari YESUS yaitu:

  1. TUHAN YESUS naik ke bukit dan ini menggambarkan bukit Joljuta >>> YESUS naik ke bukit Joljuta, artinya YESUS harus sengsara dengan mencucurkan Darah bahkan mati di kayu salib di bukit Joljuta. Dan ini saya sebut YESUS memiliki tanda darah/dalam Pribadi YESUS ada tanda darah.
  2. TUHAN YESUS berdoa semalam-malaman kepada ALLAH dan ini menunjuk pada doa syafaat. Kalau doa, terutama di dalam tabernakel dikaitkan dengan dupa. YESUS memiliki tanda doa/dupa/ukup.
    Jadi aktifitas YESUS di ay 12 ini, memiliki tanda darah dan juga ada tanda doa/dupa yang mengingatkan kita pada imam besar Harun (gbr: http://gptkk.org/imambesar.php) yang mau masuk ke dalam ruangan maha suci untuk mengadakan pelayanan pendamaian satu tahun satu kali dengan membawa darah lembu dan juga ukupan/dupa, baru ia dapat masuk ke ruangan maha suci untuk melakukan pelayanan pendamaian. Jadi! Kesimpulan dari ay 12 ini ialah penampilan YESUS sebagai Imam Besar untuk mengadakan pelayanan pendamaian dengan DarahNYA. Inilah asuhan TUHAN untuk mengasuh jiwa kita.

Wahyu 1 : 5, 6, >>> ini adalah pelayanan pendamaian oleh TUHAN YESUS.
5. dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya--
6. dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

Hasil dari pelayanan pendamaian oleh TUHAN YESUS untuk:

  • melepaskan kita dari dosa-dosa.
  • mengangkat kita menjadi imam-imam dan raja-raja. Imam-imam dan raja-raja adalah kehidupan yang melayani dan beribadah kepada TUHAN.

Jadi ay 12 ini ialah YESUS tampil sebagai Imam Besar dengan Darah dan dupa untuk melayani pelayanan pendamaian, untuk apa pelayanan pendamaian ini? Wahyu 1 : 5, 6, >>> untuk melepaskan dan membebaskan kita dari dosa-dosa kita sebab di dunia ini tidak ada kekuatan seperti kekayaan, kepandaian maupun kedudukkan yang dapat melepaskan dosa, bahkan sebaliknya, seringkali mendorong manusia untuk berbuat dosa, termasuk manusia sekalipun ia seorang nabi, rasul sebab semua manusia sudah berbuat dosa, hanya Satu-satunya YESUS Yang dapat melepaskan/membebaskan kita dari dosa sebab YESUS adalah Manusia Yang tidak berdosa. Dengan Darah Orang Yang tidak berdosa sanggup membebaskan kita dari dosa-dosa kita.

Tadi malam cerita di taman Eden, begitu Adam dan Hawa berbuat dosa sehingga menjadi telanjang dan ketika TUHAN datang, jangankan mereka itu melayani TUHAN, untuk bertemu dengan TUHAN saja mereka takut dan bersembunyi. Itu sebabnya orang berdosa tidak dapat melayani TUHAN, harus dibebaskan terlebih dahulu dari dosa, barulah ada kemampuan dan diangkat menjadi imam dan raja >>> kehidupan yang beribadah dan melayani TUHAN. Banyak kali kita salah yaitu kita melayani TUHAN tetapi dengan memikul dosa/beban sehingga lama kelamaan kita tidak akan kuat. Demikian juga ada orang yang sepertinya merendahkan diri, ia datang dan mengatakan bahwa ia berbuat dosa kemudian ia hendak melepaskan jabatan pelayanannya >>> salah! Beban/dosanya yang harus dibuang, bukan jabatan pelayanannya yang dibuang/dilepas. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi kalau disimpulkan >>> YESUS tampil sebagai Imam Besar dengan pelayanan pendamaian = mengasuh jiwa kita sehingga kita dapat menjadi imam-imam dan raja-raja = memiliki kedudukkan rohani/menempati kedudukkan rohani = mendapat tempat di dalam Tubuh Kristus
Tadi malam, tubuh diasuh untuk dapat masuk ke dalam kegiatan rohani/ladang gandum.

Saya sudah katakan bahwa jiwa manusia yang tidak diasuh oleh Imam Besar/tidak mengalami pelayanan pendamaian, adalah jiwa pengkhianat. Mengapa disebut sebagai pengkhianat? Siapa yang menciptakan kita? TUHAN, jadi jiwa pengkhianat adalah orang yang tidak mau beribadah dan melayani TUHAN, hanya melayani dosa/melayani dunia >>> hanya mencari kedudukkan di dunia, tidak mencari kedudukkan rohani. Hanya mencari kedudukkan di dunia = pengkhianat.
Sangatlah celaka kalau di dalam fellow-ship maupun di dalam penggembalaan, kemudian sidang jemaat datang beribadah tetapi hanya untuk mencari kedudukkan jasmani/bukan yang rohani, maka ini namanya pengkhianat seperti Yudas dan akan dibinasakan. Itu sebabnya kita harus bersungguh-sungguh sehingga jiwa kita diasuh oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Proses mendapatkan kedudukkan rohani sehingga menjadi imam dan raja:

  • Lukas 6 : 13, Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
    Dipanggil >>> terlebih dahulu YESUS memanggil. Lebih baik kita mencocokkan dengan srt 1 Petrus 2 : 9, Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
    Di dalam srt Petrus, istilah dipanggil itu adalah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terangNYA Yang ajaib >>> dari orang berdosa menjadi orang yang dibenarkan = selamat/diselamatkan oleh Darah YESUS. Jadi dipanggil bukan dari malaikat atau dari orang-orang suci, sebab jika demikian, maka kita tidak dapat menjadi imam-imam. Itu sebabnya tidak ada alasan untuk tidak dapat melayani TUHAN karena saya adalah orang berdosa >>> tidak ada! Sebab proses panggilan adalah dipanggil dari orang berdosa, seperti alat-alat di dalam tabernakel itu dibuat dari kayu penaga/kayu hitam yang bergetah itulah orang berdosa. Semoga kita dapat mengerti.
    Dari orang berdosa, kita dipanggil menjadi orang yang dibenarkan/selamat lewat Firman penginjilan yang di dalam Efesus 1 : 13 disebut dengan injil keselamatan = susu = Firman yang memberitakan tentang kedatangan YESUS Yang pertama kali untuk mati di kayu salib menyelamatkan manusia berdosa. Inilah yang memanggil orang berdosa sehingga bisa dibenarkan dan diselamatkan. Sebagai contoh adalah saya sendiri >>> saya bukanlah keturunan dari seorang hamba TUHAN, juga kami sekeluarga bukanlah orang Kristen, darimana bisa dibenarkan/bisa menjadi orang Kristen? Karena panggilan TUHAN lewat Firman penginjilan. Saya percaya kita semua dapat datang ke tempat ini karena Firman penginjilan sehingga kita dibenarkan. Bukti kita semua sudah selamat/dibenarkan yaitu dari orang berdosa dipanggil lewat mendengarkan Firman penginjilan adalah kita percaya kepada YESUS yang di dalam tabernakel berarti kita masuk ke dalam pintu gerbang (gbr: http://gptkk.org/gerbang.php) kita percaya bukan lewat melihat tetapi lewat mendengarkan Firman. Tomas ditegur oleh TUHAN karena berkata bahwa sebelum aku mencucukkan jari ke Lambung dan Tangan TUHAN, aku belum percaya. Waktu TUHAN datang, IA mempersilahkan Tomas untuk mencucukkan jarinya >>> barulah Tomas menjadi percaya. Sekarang ini banyak orang Kristen/hamba TUHAN semacam ini yaitu harus melihat dulu baru percaya. TUHAN berkata kepada Tomas >>> ‘berbahagialah orang yang tidak melihat tetapi ia percaya dari mendengar’. Seperti Abraham yang diperintahkan oleh TUHAN untuk pergi sekalipun ia tidak mengetahui ke mana ia harus pergi. Abraham percaya dari mendengar Firman dan ini yang benar sebab iman Abraham adalah iman yang teruji. Tomas bukannya kritis dengan mengatakan bahwa ia harus melihat dulu, barulah ia menjadi percaya >>> Tomas bukan kritis tetapi ia keras hati karena ia tidak percaya kepada TUHAN dan ingin melihat bukti terlebih dahulu. TUHAN tidak melayani orang yang keras hati sehingga orang itu tidak berbahagia. Bertobat >>> mezbah korban bakaran (gbr: http://gptkk.org/mkb.php) berhenti berbuat dosa, kembali kepada TUHAN, jangan mengulang-ulang dosa, sebab kalau orang mengulang-ulang dosa itu keselamatannya masih dipertanyakan >>> benarkah ia selamat? Dulu binatang dikorbankan untuk menghapus dosa, sekarang ini adalah salib TUHAN untuk memberhentikan dosa , sengsara bagi daging untuk berhenti berbuat dosa >>> 1 Petrus 4 : 1, Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
    Jadi kalau diperjelas, maka bertobat itu adalah sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN. Salib adalah senjata kita untuk mematikan dosa. Kemudian baptisan air >>> bejana pembasuhan (gbr: http://gptkk.org/bejana.php) dan baptisan Roh.Kudus >>> pintu kemah (gbr: http://gptkk.org/kemah.php) inilah bukti-bukti kalau kita diselamatkan. Baptisan air dan baptisan Roh.Kudus adalah kelahiran baru. Kita dilahirkan menjadi manusia baru yaitu hidup di dalam kebenaran. Sesudah kita mati terhadap dosa maka kita hidup di dalam kebenaran. Ini adalah orang selamat yang dipanggil oleh TUHAN. Mari kita mantapkan panggilan kita dengan hidup di dalam kebenaran.
    Tidak cukup hanya dengan dipanggil, proses kedua adalah:
  • Dipilih >>> banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab banyak orang Kristen yang sudah merasa puas sampai pada panggilan (sudah dibaptis dengan Roh.Kudus dan sudah hidup benar) belum cukup! Harus mengalami pilihan TUHAN sebab banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih/masuk dalam pilihan TUHAN.
    Untuk apa kita dipilih? Keluaran 28 : 1, "Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku--Harun dan anak-anak Harun, yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar.
    Orang Israel adalah gambaran dari orang Kristen/orang yang diselamatkan. Tetapi dari orang yang sudah diselamatkan, ambillah Harun dan anak-anaknya >>> ini adalah orang yang dipilih. Jadi untuk menjadi seorang imam/dipilih, benar-benar mengalami proses yang luar biasa yaitu dipanggil dari antara bangsa-bangsa yang ada di dunia kemudian dipilih. Untuk apa kita dipilih? Untuk disucikan >>> Keluaran 29 : 1, "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,
    Mereka itu adalah Keluaran 28 : 1, yaitu Harun dengan anak-anaknya yang dipilih dari antara umat Israel untuk dikuduskan/disucikan supaya dapat menjadi imam. Kita sebagai hamba-hamba TUHAN seringkali berbuat kesalahan dengan memberi jabatan kepada orang yang belum bertobat supaya dapat melayani TUHAN.
    Dengan apa kita disucikan? Yohanes 15 : 3, Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
    Disucikan karena Firman yang dikatakan YESUS kepada kita. Penyucian itu hanya dapat dilakukan oleh Firman Yang dikatakan oleh YESUS Sendiri yaitu Firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat menerangkan ayat di dalam alkitab, ini adalah Firman Yang dikatakan oleh YESUS dan ini memiliki kuasa untuk menyucikan. Kita jangan begitu saja menerangkan Firman TUHAN, sebab kalau Firman itu diterangkan dengan ilmu pengetahuan atau dengan lawakan yang mungkin memang akan terasa lebih segar dan hebat tetapi tidak memiliki kuasa untuk menyucikan.
    Itu sebabnya bagi rekan-rekan hamba TUHAN, saudara jangan ditipu. Di dalam persekutuan/fellow-ship semacam ini, saya harus dikontrol, sebab kalau menerangkan Firman bukan ayat yang menerangkan ayat maka kita bukannya disucikan tetapi malahan kita berbuat dosa. Demikian juga bagi sidang jemaat, jika saudara mau masuk ke gereja, saudara harus melihat, apakah ada Firman yang dibukakan atau tidak? Kalau tidak ada, saudara masuk gereja bukannya saudara disucikan, malahan saudara berbuat dosa. Ini disebut dengan Firman pengajaran yang benar/Firman yang dibukakan rahasianya/ayat menerangkan ayat yang ada di dalam alkitab yang memberitakan tentang kedatangan YESUS Yang keduakalinya dalam kemuliaan/bukan lagi untuk disalibkan tetapi sebagai Mempelai Pria Surga. Itu sebabnya kita harus memfokuskan hanya pada alkitab >>> cukup hanya satu buku. Kalau semua hanya fokus pada satu buku maka Satu Tubuh Kristus akan terbentuk. Sekarang ini belum terbentuk Satu Tubuh Kristus karena masih banyak yang menginginkan buku-buku yang lain.
    Ibrani 4 : 12, 13,
    12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

    Setelah kita dipanggil dan dipilih, dan disucikan; pertanyaannya dengan apa kita disucikan? Disucikan dengan Firman pengajaran. Jadi mutlak di dalam sidang jemaat/di dalam Tubuh Kristus, harus ada Firman pengajaran. Firman penginjilan harus ada untuk menambah kuantitas tetapi juga harus ada Firman pengajaran untuk menambah kualitas sehingga kita dapat menjadi imam dan raja.
    Syarat untuk disucikan >>> Yohanes 15 : 1, 2,
    1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
    2. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

    Syaratnya adalah carang harus melekat pada Pokok = tergembala. Sesudah kita bertobat, percaya, masuk baptisan air dan baptisan Roh.Kudus, maka kita harus lebih maju lagi yaitu masuk ke dalam ruangan suci, sebab itu adalah penggembalaan bagaikan carang yang melekat pada Pokok untuk dibersihkan/disucikan sampai dapat berbuah dan buah yang tertinggi ialah buah Mempelai. Di dalam ruangan suci itu terdapat tiga macam alat yaitu pelita emas (gbr: http://gptkk.org/pelita.php) untuk sekarang adalah ketekunan di dalam ibadah raya/Minggu, kemudian meja roti sajian (gbr: http://gptkk.org/mrs.php) untuk sekarang menunjuk pada ketekunan di dalam ibadah pendalaman alkitab di sertai dengan perjamuan suci sebab di atas meja selain ada roti, juga ada korban curahan dan saudara dapat membacanya di dalam ktb Keluaran dan mezbah dupa emas (gbr: http://gptkk.org/dupa.php) untuk sekarang menunjuk pada ketekunan di dalam ibadah doa penyembahan >>> ini adalah carang yang melekat pada Pokok Anggur Yang Benar sehingga kita dibersihkan/disucikan.
    Apa yang dibersihkan? Mulai dari hati dan pikiran yang dibersihkan sebab di dalam hati dan pikiran terdapat banyak keinginan tetapi kalau dikelompokkan, maka ada dua yaitu keinginan najis yang mengarah kepada dosa sex dan makan minum termasuk mabuk, narkoba dan juga keinginan jahat yaitu keinginan akan uang/ikatan akan uang sehingga menjadikan manusia menjadi kikir dan serakah. Kedua kelompok dosa ini berjalan bersama-sama/duet yang tidak dapat dipisahkan >>> jika kita salah dalam hal keuangan, maka kita harus berhati-hati, sebab bisa masuk ke dalam kenajisan. Semoga kita dapat mengerti.
    Kita dipanggil/selamat >>> percaya, bertobat, baptis air, baptis Roh.Kudus dan hidup benar, kemudian kita dipilih >>> disucikan mulai dari hati dan pikiran, jika sudah disucikan, maka kita dapat hidup di dalam kesucian. Dipanggil dan di pilih adalah proses untuk menjadi imam dan ada satu lagi, tetapi tidak ditulis di dalam injil Lukas (inilah ayat menerangkan ayat) tetapi ditulis di dalam injil
  • Markus 3 : 13, 14, >>> ditetapkan,
    13. Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya.
    14. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil

Inilah proses untuk menjadi seorang hamba TUHAN yaitu:

  • dipanggil >>> kita hidup benar.
  • dipilih >>> kita hidup suci/tergembala
  • ditetapkan.

Kita ditetapkan sebagai imam-imam dan raja-raja oleh TUHAN, dan apa ketetapannya? Efesus 4 : 11, 12,
11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Gembala-gembala dan pengajar-pengajar merupakan satu kesatuan, sedangkan yang lain tidak, ini berarti gembala dan guru dapat dijabat oleh satu orang dan ini yang diterapkan oleh alm.bpk.pdt In Juwono di Lempin-El Kristus Ajaib sejak angkatan pertama dengan pengajarnya untuk pengajaran pokok adalah gembala dan guru/pengajar dan juga dilanjutkan oleh alm.bpk.pdt Pong sampai pada hari ini saya ikuti. Jadi TUHAN memberikan perlengkapan-perlengkapan untuk menetapkan kita sebagai hamba-hamba TUHAN.

Lewat ibadah persekutuan dan lewat Firman ini saya bukannya mau memberikan nasihat tetapi saya mau mengingatkan kepada rekan-rekan gembala dan juga kepada diriku untuk jangan asal/sembarangan menerima Firman TUHAN. Ada orang yang memberitakan Firman tetapi kita tidak mengetahui asal usulnya dari mana dan kita sebagai gembala mendengarkan bahkan gembala-gembala itu ditumpangi tangan. Seorang pengusaha yang tidak tahu datangnya darimana tetapi karena ia bisa memberikan banyak uang maka ia berkata untuk mendengarkan Firman yang ia beritakan, bahkan ia mengadakan altar-call untuk gembala-gembala itu yang kemudian menumpangkan tangannya atas gembala-gembala itu. Penumpangan itu bukan untuk mendapatkan karunia Roh.Kudus, tetapi karunia seratus ribu rupiah, dua ratus ribu rupiah dstnya, betapa sadisnya Yudas di akhir jaman. Kita bukannya memilih-milih orang >>> bukan! Sebab kita adalah gembala dan di belakang kita ada sidang jemaat dan kita sungguh-sungguh harus bertanggung jawab kepada TUHAN.

Gembala dan guru/pengajar itu menjadi satu. Kalau kita seperti pemberitaan Firman kemarin, yaitu memiliki kerinduan untuk memetik dan menggiras/mengupas gandum dan makan gandum, maka pasti kita mendapatkan pembukaan Firman. Itu sebabnya selain kita sebagai gembala, maka kita mohon kepada TUHAN karunia hikmat/karunia marifat sehingga kita dapat menerangkan/mengupas Firman lewat pertolongan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Efesus 4 : 12, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
Bagaimana tandanya bahwa saya ditetapkan oleh TUHAN? Jika di dalam organisasi, ada kartu jabatan sebagai seorang pdm, pdt, tetapi kalau ditetapkan oleh TUHAN, maka TUHAN memberikan perlengkapan- perlengkapan kepada hamba-hambaNYA/imam-imam dan raja-raja.

Di ayat ini hanya diletakkan satu perlengkapan tetapi seharusnya ada tiga perlengkapan yang diberikan oleh TUHAN untuk menetapkan kita sebagai pelayan TUHAN/hamba-hamba TUHAN/imam-imam yaitu:

1 Korintus 12 : 4 - 6,
4. Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
5. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
6. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

Ketiga macam perlengkapan ini yang diberikan TUHAN kepada orang yang dipanggil dan dipilih, kepada orang yang benar dan kudus sebagai imam-imam dan raja-raja. Syaratnya adalah menjadi orang kudus >>> bukan orang pandai/bodoh, orang kaya/miskin. Semakin kita disucikan, maka semakin jelas dan nyata penetapan TUHAN itu dan sidang jemaat akan semakin tergembala.

Rupa-rupa karunia dengan tiga perlengkapan yaitu:

  • Sembilan karunia Roh.Kudus. Karunia/kharis = kemampuan ajaib dari Roh.Kudus agar kita dapat melayani TUHAN. Bagi yang memiliki ijazah tinggi, jangan menjadi sombong dan juga bagi yang memiliki ijazah rendah, jangan merasa minder sebab karunia ajaib dari Roh.Kudus ini melebihi ijazah apapun yang ada di dunia.
    1 Korintus 12 : 8 – 10,
    8. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
    9. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.
    10. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
Karunia pembukaan Firman
Firman Karunia penyembahan
(nafas)
Karunia kuasa
  • Karunia hikmat
  • Karunia marifat/berkata-kata dengan pengetahuan
  • Karunia menimbang Roh/membedakan Roh
  • Karunia bernubuat
  • Karunia untuk berkata-kata dengan bahasa Roh
  • Karunia untuk menafsirkan bahasa Roh
  • Karunia iman
  • Karunia menyembuhkan
  • Karunia mujizat
    • Karunia pembukaan Firman itu penting untuk ada di dalam sidang jemaat, sebab jika ada pembukaan Firman, maka akan ada makanan dan penyucian untuk dosa-dosa yang tersembunyi. Kita jangan hanya berkhotbah tentang surga tetapi dosa tidak dibukakan >>> hanya tahu tentang surga, tetapi tidak dapat masuk.
    • Karunia penyembahan ini bagaikan nafas dan harus ada di dalam sidang jemaat.
    • Karunia kuasa ini supaya sidang jemaat yaitu tubuh, jiwa dan rohnya menjadi sehat. Sekalipun sudah makan yang banyak dan bernapaspun sudah baik, tetapi kalau tidak sehat, maka tidak dapat melayani TUHAN.
      Inilah penetapan TUHAN atas hamba-hambaNYA/imam-imam yang diberikan karunia-karunia yaitu sembilan karunia Roh.
  • Sembilan jabatan pelayanan dari Anak ALLAH.
    1 Korintus 12 : 5, Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
    1 Korintus 12 : 28 – 30,
    28. Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.
    29. Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,
    30. atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?

    Kesembilan jabatan pelayanan dari Anak ALLAH ini akan kita cocokkan dengan kesembilan karunia dari Roh.Kudus:
Karunia dari Roh.Kudus
Karunia jabatan dari Anak ALLAH
  • Karunia hikmat
  • Karunia marifat
  • Karunia menimbang Roh
  • Karunia nubuat
  • Karunia berkata-kata dalam bhs Roh
  • Karunia menafsirkan bhs Roh
  • Karunia iman
  • Karunia menyembuhkan
  • Karunia mujizat
  • Karunia kuasa
  • Rasul
  • Guru/pengajar
  • Gembala
  • Nabi
  • Berkata-kata dalam bhs Roh
  • Penafsir Roh
  • Pelayan
  • Penyembuh
  • Pembuat mujizat
  • Penginjil

Pelayan, penyembuh dan pembuat mujizat dimiliki oleh penginjil, sedangkan karunia penyembahan dimiliki oleh nabi. Jadi jika sembilan ini dimampatkan seperti yang ditulis di dalam Efesus 4, maka akan menjadi lima jabatan pokok yaitu rasul, guru, gembala, nabi dan penginjil.
Rasul >>> jari jempol
Nabi >>> telunjuk
Penginjil >>> jari tengah
Gembala >>> jari manis
Guru >>> kelingking
Jika setiap hamba TUHAN/pelayan TUHAN melayani di dalam sidang jemaat sesuai dengan jabatan dan karunia dari TUHAN, maka di dalam sidang jemaat ada Tangan TUHAN Yang bekerja secara ajaib. Tetapi sebaliknya jika bekerja tidak sesuai dengan jabatan, maka itu akan merusak Tubuh Kristus >>>
2 Tawarikh 26 : 16 – 19,
16. Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.
17. Tetapi imam Azarya mengikutinya dari belakang bersama-sama delapan puluh imam TUHAN, orang-orang yang tegas;
18. mereka berdiri di depan raja Uzia dan berkata kepadanya: "Hai, Uzia, engkau tidak berhak membakar ukupan kepada TUHAN, hanyalah imam-imam keturunan Harun yang telah dikuduskan yang berhak membakar ukupan! Keluarlah dari tempat kudus ini, karena engkau telah berubah setia! Engkau tidak akan memperoleh kehormatan dari TUHAN Allah karena hal ini."
19. Tetapi Uzia, dengan bokor ukupan di tangannya untuk dibakar menjadi marah. Sementara amarahnya meluap terhadap para imam, timbullah penyakit kusta pada dahinya di hadapan para imam di rumah TUHAN, dekat mezbah pembakaran ukupan.

Jadi, inilah saudaraku! jika kita melayani tetapi tidak sesuai dengan jabatan dan karunia dari TUHAN, maka itu hanya akan merusak Tubuh Kristus, bukan membangun Tubuh Kristus. Tadi saya katakan dan untuk itu saya minta dimaafkan, bahwa ada orang kaya yang datang dan mengajak hamba-hamba TUHAN untuk datang mendengar ia berkhotbah dan berjanji akan memberikan uang kepada mereka. Saya menangis di dalam hati dan ini bukannya saya iri, tetapi menurut ayat-ayat di atas itu, ia melakukan pekerjaan yang bukan sesuai dengan jabatannya sehingga merusak Tubuh Kristus dan juga ia merusak hamba-hamba TUHAN yang mendengar, dan jika mereka pulang ke tempat pelayanan masing-masing, maka mereka juga merusak sidang jemaat. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.
Orang yang melayani pekerjaan TUHAN, tetapi tidak sesuai dengan jabatan dan karunia dari TUHAN, maka ia adalah orang yang tinggi hati seperti raja Uzia yang begitu kuat, ia lupa dan menjadi sombong. Selain sombong, maka itu juga merupakan kusta/memiliki kebenaran diri sendiri. Demikian juga dengan raja Saul ketika ia berada dalam keadaan terjepit, (sebenarnya Samuel yang harus membakar korban) tetapi Saul yang membakar korban sehingga Samuel mengatakan >>> ‘mengapa engkau begitu bodoh dan nekad’?
Sekali lagi saya mohon maaf, jika perkataan saya terdengar agak kasar. Kalau di bagian atas diterangkan bahwa jika kita bekerja sesuai dengan jabatan dan karunia dari TUHAN, maka ada Tangan TUHAN Yang mengerjakan keajaiban-keajaiban. Tetapi kalau kita bekerja tidak sesuai dengan jabatan dan karunia dari TUHAN, maka ada tangan setan yang merusak. Persekutuan/fellow-ship ini harus sungguh-sungguh sebab jika saya berkhotbah bukan sesuai dengan jabatan saya, maka tangan setan yang ada di dalam persekutuan ini dan saudara rugi datang ke tempat ini. Jika saudara datang memaksakan diri di dalam ibadah persekutuan/fellow-ship ini tetapi tidak ada pembukaan Firman TUHAN, maka saudara dijamah oleh tangan setan, sehingga saudara akan rugi sebab semuanya akan dirusak oleh setan. Bagi panitia, jika saudara mau mengundang seorang pembicara yang kapasitasnya tidak sesuai dengan jabatannya, dan banyak hamba-hamba TUHAN yang datang, semakin banyak hamba-hamba TUHAN yang datang, setan akan semakin tertawa sebab akan semakin banyak yang dirusak oleh setan. Saya ngeri, ngeri mengatakan hal ini sebab saudara bertanggung jawab dan pembicara juga bertanggung jawab, ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius.

  • Perbuatan ajaib dari kasih ALLAH,
    1 Korintus 12 : 6,

    6. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.
    Ada sembilan kasih dari ALLAH Bapa dapat saudara baca di dalam
    1 Korintus 13 yaitu:
    1. ay 1 – ay 3 >>> kasih yang terutama.
    2. ay 4 >>> kasih itu sabar.
    3. kasih itu murah hati.
    4. kasih itu bersukacita karena kebenaran. Banyak orang yang mengatakan, mari!kita bersukacita, kita harus bersukacita >>> tetapi sukacita karena apa? sebab di dunia ini terlalu banyak diskotik menciptakan sukacita. Gereja mana yang sehebat diskotik? Mereka menari bukan biasa saja tetapi sampai bergulung-gulung di tanah dan melompat-lompat, tetapi semuanya itu bukan karena Firman.
    5. kasih menutupi segala sesuatu.
    6. kasih percaya segala sesuatu.
    7. kasih mengharapkan segala sesuatu.
    8. kasih sabar menanggung segala sesuatu.
    9. kasih tidak berkesudahan >>> ay 8.
    Inilah ketetapan dari TUHAN, jika kita memang dipakai oleh TUHAN menjadi imam-imam dan raja/hamba TUHAN. Bukan hanya jabatan dari organisasi sebagai pdm, pdt, dan ini tidak perlu diperebutkan, tetapi yang terpenting pengakuan/ketetapan dari TUHAN. Sembilan karunia, sembilan jabatan pelayanan yang dimampatkan menjadi lima jabatan pokok dan sembilan perbuatan kasih ALLAH Bapa sampai kasih adalah kekal.
    Setiap karunia dan jabatan pelayanan harus dipraktekkan dengan kasih sebab kasih itu merupakan motor. Saya datang ke tempat ini motornya jangan uang tetapi harus kasih. Saya dan saudara melayani dengan jabatan sebagai seorang gembala, tetapi apa yang menjadi penggeraknya/apa yang menjadi motornya? Kalau penggerak/motornya adalah uang, maka itu tidaklah kekal bahkan binasa sebab di luar kasih, maka semuanya tidaklah kekal sebab kasih itu tidak berkesudahan.
    Hasil dari kita melayani dengan kasih adalah:
    • kekekalan. Pelayanan kita tidak berhenti di tengah jalan tetapi kekal sampai di Tahta TUHAN. Itu sebabnya dan ini dimulai dari saya, yaitu di dalam penggembalaan, kita harus bekerja dengan kasih, demikian juga dengan sidang jemaat, jika saudara melayani di dalam paduan suara maupun bermain musik, harus dikerjakan dengan kasih supaya hasilnya menjadi kekal. Tidak berhenti di Ciawi, di gereja, tidak berhenti dalam usia limapuluh, enampuluh, tetapi kekal/sampai ke Tahta TUHAN.
    • jika ada kasih, maka daging akan disalut dan tidak akan bersuara sehingga kita tidak akan jatuh dalam ketinggian hati yaitu dalam tahta/kedudukkan, kemudian harta dan wanita. Kita harus berhati-hati dalam pandangan/memandang dan saya juga diingatkan oleh isteri saya untuk berhati-hati dan untuk itu saya sangat berterima kasih. Sebagai suami dan isteri, kita harus saling mengingatkan dan juga saling mendoakan, sebab ketiga ‘ta’ itu merupakan musuh dari Kabar Mempelai. Semoga kita dapat mengerti.
    Kalau kita bekerja dengan kasih, maka akan terjadi peningkatan, bukan penurunan ataupun kejatuhan >>> kalau carang melekat pada Pokok, maka pasti akan berbuah/peningkatan sehingga dapat menghasilkan sembilan buah-buah roh >>> Galatia 5 : 22, 23,
    22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
    23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

    Jika kita sudah berbuah, maka Gambar ALLAH sudah nyata di dalam hidup kita. Setiap kita melayani dengan jabatan dan karunia, harus dimotori dengan kasih supaya pelayanan kita kekal, tidak merosot/jatuh tetapi meningkat sampai menghasilkan sembilan buah-buah roh.

Sembilan buah-buah roh ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

Kasih dari ALLAH Bapa
Kasih dari Anak ALLAH = YESUS
Kasih dari ALLAH Roh Kudus
  • Kasih
  • Sukacita
  • Damai sejahtera
  • Kesabaran
  • Kemurahan
  • Kebaikkan
  • Kesetiaan
  • Kelemahlembutan
  • Penguasaan diri

Jadi kalau TUHAN memanggil, memilih dan menetapkan kita sebagai hamba TUHAN di desa atau di mana saja dan juga sebagai pelayan TUHAN (pulang dari kantor harus latihan paduan suara) bukan untuk menyengsarakan kita tetapi untuk mengasuh jiwa kita supaya kembali kepada Gambar ALLAH. Tadi malam, lewat makan Firman kita kembali ke Gambar ALLAH, sekarang lewat pelayanan/tahbisan yang benar, lewat jabatan, karunia dan kasih, kita juga kembali kepada Gambar ALLAH.

Maafkan saudaraku! Kalau tidak dengan jabatan, karunia, maka yang ada hanyalah gambar dari setan/tangan setan yang bekerja baik di dalam rumah tangga dan juga bagi kaum muda, jika saudara mau menikah, maka dasarnya harus benar yaitu pengajaran yang benar itulah kasih, sebab kalau tidak, maka hanya ada tangan setan di situ.

Demikian juga jika mau tergembala, kita juga harus melihat apakah ada pembukaan Firman dengan jabatan yang benar yaitu dipakai oleh TUHAN sebagai seorang gembala dan juga adakah karunia menimbang roh? Jika tidak ada, maka yang ada hanyalah tangan setan.

Juga jika kita mau bersekutu/ber fellow-ship, apakah si pembicara itu benar-benar dipakai oleh TUHAN? Jika tidak ada pembukaan Firman, maka yang ada hanyalah tangan setan. Kalau ada pembukaan Firman, siapapun dia, maka ada Tangan TUHAN Yang mengasuh kita dan mengembalikan kita kepada Gambar ALLAH.

Saya semakin hari semakin mengerti dan saya berkata kepada isteri dan juga kepada sidang jemaat untuk memaafkan saya sebab satu bulan satu kali saya harus meninggalkan sidang jemaat tetapi bagi saya merupakan suatu keuntungan sebab begitu pulang dari ibadah persekutuan, maka saya menjadi semakin menggebu-gebu di dalam sidang jemaat sebab saya menjadi semakin mengerti akan Firman TUHAN. Saya sudah sering menerangkan tentang hal ini di Lempin-El, tetapi sekarang ini saya mendapatkan pengertian yang baru yang saya sendiri tidak mengerti yang TUHAN berikan yaitu adanya tangan setan/Tangan TUHAN, ada wajah setan/Wajah ALLAH. Itu sebabnya kita jangan main-main dan juga jangan merasa sungkan di dalam pelayanan/tahbisan >>> jangan! Sebab kita berhadapan dengan TUHAN atau setan. Kemana hendak kita bawa sidang jemaat itu? Itu sebabnya dihari-hari ini kita harus tegas. Semoga kita dapat mengerti.

Ketiga Sifat ALLAH Tri Tunggal itu adalah Gambar dari ALLAH Tri Tunggal, kita dikembalikan pada Gambar ALLAH untuk di tempatkan di firdaus/kerajaan seribu tahun dan di kota Yerusalem Baru. Kemarin diterangkan bumi dan langit yang baru.

TUHAN memanggil duabelas orang murid, mengapa duabelas orang? Mengapa tidak sepuluh orang murid saja? Yudas sudah pergi, mengapa tidak sebelas orang saja daripada ada pengkhianat lagi? Tidak bisa! Sebab duabelas itu adalah angka dari kota Yerusalem Baru. Mengapa TUHAN mempertahankan angka duabelas? Sebab duabelas adalah angka dari Yerusalem Baru dan hal ini menunjuk arah dan tujuan panggilan dan pilihan TUHAN.

Ada empat kali sembilan yaitu sembilan karunia, sembilan jabatan, sembilan perbuatan/kasih dan sembilan buah-buah roh >>> ini menjadi milik Mempelai yang hendak dihancurkan oleh setan.

Waktu Yosua sudah berada di tanah Kanaan, Kanaan ini memiliki dua arti yaitu: Kanaan sekarang ini/secara jasmani yang diduduki oleh Israel itu berarti kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir/pembentukkan Mempelai. Tetapi ada juga istilah Kanaan Samawi = negeri perjanjian TUHAN yang samawi/yang rohani = surga. Sementara Yosua menuju ke Kanaan yang adalah kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir untuk penyatuan Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai, maka empat kali sembilan itu dihancurkan.

Yosua 7 : 3 – 5,
3. Kemudian kembalilah mereka kepada Yosua dan berkata kepadanya: "Tidak usah seluruh bangsa itu pergi, biarlah hanya kira-kira dua atau tiga ribu orang pergi untuk menggempur Ai itu; janganlah kaususahkan seluruh bangsa itu dengan berjalan ke sana, sebab orang-orang di sana sedikit saja."
4. Maka berangkatlah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu ke sana; tetapi mereka melarikan diri di depan orang-orang Ai.
5. Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari mereka; orang-orang Israel itu dikejar dari depan pintu gerbang kota itu sampai ke Syebarim dan dipukul kalah di lereng. Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat.

36 = 4 x 9 justru di akhir jaman ini yang mau dibinasakan oleh setan. Tadi seperti contoh yang saya berikan >>> ada seorang kaya yang mengajak untuk datang mendengarkan ia berkhotbah dengan mendapatkan imbalan uang, pada hal orang kaya itu bukanlah seorang gembala >>> jabatan, karunia, kasih dan Gambar ALLAH mau dihancurkan oleh setan.

Nanti akan banyak kegerakkan tetapi tanpa empat kali sembilan >>> kegerakkan tanpa jabatan >>> terserah siapa yang berkhotbah; tidak ada karunia dan kasih, mungkin yang ada hanyalah uang. Dan juga tidak ada buah sehingga tidak dapat menjadi Mempelai karena semua buah rontok. Setan tidak dapat membendung semua kegerakkan/fellow-ship yang terjadi, tetapi yang ia bendung adalah empat kali sembilan ini. Sehingga bagi yang datang di dalam kegerakkan-kegerakkan itu akan menderita kerugian >>> lebih baik tinggal di rumah dan berdoa. Itu sebabnya kita jangan tertipu oleh setan.
Kita harus berhati-hati, sebab Ai itu kecil tetapi ia dapat membinasakan tiga puluh enam = empat kali sembilan, sedangkan Yerikho yang besar itu dapat dikalahkan oleh bangsa Israel. Ai berarti reruntuhan/puing-puing, apa yang meruntuhkan? Perkara-perkara kecil yang meruntuhkan Mempelai TUHAN/meruntuhkan Tubuh Kristus yang sempurna. Kita seringkali meremehkan hal yang kecil dan menganggap sudah berhasil sebab mengalahkan Yerikho/memiliki gedumg gereja yang besar tetapi perkara kecil itu yang cukup untuk menjatuhkan.

Apa yang dimaksud dengan reruntuhan?

  • Amsal 11 : 11, Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.
    Lidah yang kecil, tetapi dapat meruntuhkan kota Yerusalem Baru/Mempelai Wanita. Bagi rekan-rekan sesama hamba TUHAN terutama saya terlebih dahulu untuk menjaga lidah kita sebab jika lidah kita ini berbicara sembarangan, maka jabatan dan karunia kita menjadi semakin tidak jelas. Banyak kali kita tidak mengenal orang, tetapi sudah membicarakan orang itu. Saya bersaksi di sidang jemaat, pada tahun 1998 saya pergi ke negeri Belanda, baru turun dari pesawat, ada keluarga yang datang, saya tidak mengenal mereka, mereka tidak bertanya apakah saya merasa lelah atau bagaimana di perjalanan? Mereka tidak menanyakan hal itu, tetapi menanyakan apakah saya yang bernama saudara Wijaya yang berasal dari kota Malang? Mereka meminta supaya saya bercerita tentang bagaimana saya dapat melayani sampai di kota Malang. Kabar apa yang sudah mereka dengar dari mulut seorang hamba TUHAN? Semoga yang bertanya kepada saya, ikut mendengarkan ibadah pada hari ini, karena ini merupakan siaran langsung lewat internet. Mari! lidah ini sekalipun kecil tetapi menghancurkan empat kali sembilan.
  • Mengapa Israel dikalahkan oleh Ai, sebab ada dosa dan itu adalah dosa siapa?
    Dosa Achan, sebab ia mencuri mas, perak dan uang, sedangkan uang itu sebenarnya adalah perkara yang kecil (Lks 16) dan di dalam rumah TUHAN hal yang paling kecil itu adalah milik TUHAN yaitu persepuluhan. Banyak kali kami sebagai seorang hamba TUHAN itu berlagak pandai dengan mengatakan >>> kalau soal persepuluhan itu berbeda, yang penting itu pengajarannya. Ini tidak bisa, sebab TUHAN mengatakan untuk membawa persepuluhan supaya ada makanan/pengajaran. Arti dari reruntuhan yang kedua ini adalah pencurian oleh Achan dan sekarang berarti pencurian persepuluhan. Barang-barang yang dicuri oleh Achan itu seharusnya dimasukkan ke dalam pembendaharaan di dalam rumah TUHAN (Yosua 6) dan ini berbicara tentang persepuluhan.

Sekarang ini pencurian persepuluhan itu ada dua macam yaitu:

  1. seperti Yudas, yaitu uang milik TUHAN yang ia curi sehingga ia sendiri yang binasa/ia runtuh sendiri.
  2. ini lebih jahat lagi, sebab yang dicuri adalah kepercayaan TUHAN kepada seorang gembala tentang persepuluhan dan ini yang dicuri oleh tua-tua dan juga oleh sidang jemaat >>> gembala tidak boleh menerima persepuluhan lagi sehingga tidak ada makanan dan akibatnya seluruh sidang jemaat akan mati kering/runtuh sebab tidak ada pengajaran lagi dan juga tidak akan ada lagi buah Mempelai. Itu sebabnya persepuluhan itu jangan dianggap kecil sebab yang kecil-kecil ini yang akan meruntuhkan. Jika sudah runtuh, maka akibatnya adalah menjadi kecewa, putus asa dan akan meninggalkan pelayanan sehingga akan menjadi seorang pengkhianat.

Jika empat kali sembilan sudah dilucuti/diruntuhkan, maka bukan hanya kecewa dan putus asa, tetapi sampai dengan ukuran ranjang/tempat tidur, tetapi ini empat kali sembilan dalam ukuran hasta. 1 hasta = ½ - ¾ m . Jadi 4 x 45 cm = 1.80m >>> ini masih ukuran normal, tetapi 9 x 45 cm = 4.05 m. Apakah ada ranjang/tempat tidur yang panjangnya sampai empat meter? Ukuran ini melewati batas normal/overdosis.

Kalau jabatan dilucuti maka akan lari ke ranjang sehingga menjadi overdosis >>> Ulangan 3 : 11, Hanya Og, raja Basan, yang tinggal hidup dari sisa-sisa orang Refaim. Sesungguhnya, ranjangnya adalah ranjang dari besi; bukankah itu masih ada di kota Raba bani Amon? Sembilan hasta panjangnya dan empat hasta lebarnya, menurut hasta biasa."
Ranjang besi >>> ingat para gembala, termasuk saya/Wijaya, kalau sudah kasar/tangan besi kepada isteri dan juga dengan kata-kata besi >>> ini berarti kita sudah runtuh. Kepada isteri, sebab ini berbicara ranjang dan bukan mimbar >>> beruntung bukan mimbar yang disebut. Ukuran ranjang yang sudah tidak normal itu menunjuk pada hawa nafsu yang sudah tidak normal lagi dan arahnya kepada dosa Babel.

Hal ini tidak main-main sebab kita harus bertanggung jawab. Saya datang ke Ciawi ini, panitia yang bertanggung jawab, tetapi saya juga bertanggung jawab kalau tidak ada jabatan, karunia dan kasih >>> tidak ada pembukaan Firman, kita pulang dan semuanya akan runtuh. Tetapi kalau ada pembukaan Firman, kita pulang dengan dijamah oleh TUHAN sehingga kita akan berbuah-buah. Semoga kita dapat mengerti.

Contoh di dalam perjanjian lama adalah Achan dan di dalam perjanjian baru, kehidupan yang sudah runtuh adalah Yudas si pengkhianat.
Salah satu sebab mengapa Yudas runtuh ialah namanya ditulis pada urutan paling akhir/belakang dan ini berarti ia tidak bersungguh-sungguh melayani TUHAN.

1 Yohanes 2 : 18, 19,
18. Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
19. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

Tidak sungguh-sungguh = tidak setia di dalam pelayanan. Tetapi Yudas ini tidak bersungguh-sungguh di dalam Firman dan perjamuan suci sebab sudah menjadi suatu kebiasaan. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab banyak orang yang berpendapat bahwa semakin banyak Firman dan perjamuan suci, akan semakin bagus. Tetapi kita harus berhati-hati, sebab akan menjadi suatu kebiasaan. Untuk ini kita harus saling mengoreksi, kita harus melakukan dengan sewajarnya.

Waktu Yudas berada bersama YESUS pada saat perjamuan suci, YESUS sudah menunjukkan >>> ‘siapa yang mencelupkan roti bersamaKU, dialah orangnya’ tetapi Yudas berkata >>> ‘bukan aku’ >>> inilah Yudas yang tidak bersungguh-sungguh di dalam pemberitaan Firman dan perjamuan suci. Ia tidak bersungguh-sungguh di dalam penyucian >>> Matius 26 : 23, 25,
23. Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
25. Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

Ay 23 >>> sudah jelas Firman pengajaran yang benar menyucikan kita secara langsung/secara pribadi. Sudah jelas >>> siapa yang mencelupkan dan ini adalah antikrist dan pengkhianat.
Ay 24 >>> Yudas tidak sungguh-sungguh dalam penyucian, ia selalu mengelak dari Firman. Yudas seperti Achan yang tidak mau disucikan, ia tidak sungguh-sungguh dalam penyucian karena ia mempertahankan keinginan akan uang. Dan juga seperti Achan yang mencuri milik TUHAN. Tetapi Yudas juga berdusta >>> seperti arti dari reruntuhan/Ai yaitu mulut yang berdusta >>> bukan aku, ya Rabi. Kita harus berhati-hati dengan persepuluhan dan persembahan khusus sebab seperti Yudas yang pada akhirnya ia binasa.

Mari, sekarang ini! TUHAN tidak melihat kehebatan kita di dalam melayani, TUHAN tidak melihat kekurangan/kelemahan kita dalam melayani tetapi sekarang ini TUHAN ingin melihat kesungguhan kita. Tadi malam TUHAN ingin melihat kerinduan kita dalam melayani TUHAN. Kita masing-masing memeriksa diri lewat perjamuan suci: apakah kita masih seperti Yudas yang tidak sungguh-sungguh karena masih mempertahankan dosa? Mungkin sudah tidak setia.

Kalau ada kesungguhan, maka TUHAN akan memberikan kekuatan ekstra dari surga, 2 Tawarikh 16 : 9, Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan."
Dulu Asa ini menghadapi musuh orang Etiopia dan Libia yang jumlahnya sangat besar tetapi TUHAN memberikan kekuatan untuk:

  • menang terhadap segala musuh/masalah. Dulu Asa hanya memiliki tentara yang sedikit/ia tidak berdaya, tetapi ketika ia menghadapi musuh orang Etiopia dan Libia yang sangat banyak. Asa hanya berharap dan bersungguh-sungguh kepada TUHAN, sehingga TUHAN memberikan kekuatan untuk menang terhadap musuh/masalah apapun itu. Tetapi setelah itu, Asa berperang lagi, ia hendak menyewa angkatan perang lain dan ini merupakan kebodohannya. Mari! bukan keuangan, bukan kekayaan, bukan kebodohan, bukan kelemahan tetapi yang TUHAN lihat adalah kesungguhan.
  • Ulangan 8 : 18, Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.
    Di dalam kesungguhan, TUHAN memberikan kekuatan untuk memperoleh kekayaan terutama kekayaan secara rohani yaitu pembukaan Firman. Kita tidak perlu belajar dimana-mana tetapi kesungguhan hati yang dilihat oleh TUHAN. Selain kekayaan rohani yang TUHAN berikan, IA juga memberikan berkat secara jasmani untuk memelihara kita. Mungkin secara manusia kita memiliki anggauta keluarga sebanyak delapan orang, sedangkan jemaat hanya tiga orang >>> bagaimana saya dapat hidup? Kita harus bersungguh-sungguh dan jangan meninggalkan jemaat dan pergi ke tempat lain, >>> saudara tidak akan terpelihara jika saudara meninggalkan sidang jemaat walaupun hanya berjumlah tiga orang. Tetapi jika saudara bersungguh-sungguh seperti Daud yang hanya memiliki dua/tiga ekor domba tetapi karena ia menjaga domba-domba itu, maka ia menjadi raja sebab ada kekuatan dari TUHAN. Jika kita mendapatkan kekayaan rohani yaitu pembukaan rahasia Firman, maka akan ada pembukaan jalan bagi segala sesuatu. Kekuatan dari TUHAN, tidak dapat dihalangi oleh manusia.

1 Tesalonika 3 : 13, Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.
TUHAN memberikan kekuatan hati untuk:

  1. bertahan menghadapi dosa >>> kita tetap hidup benar.
  2. menghadapi pencobaan >>> kita tidak menjadi kecewa dan berputus asa dan juga
  3. menghadapi pengajaran palsu >>> kita tidak terombang-ambing. Dan jika kita kuat hati dengan melayani TUHAN dengan sungguh-sungguh, maka pada waktu YESUS datang kembali yang keduakalinya, maka kita akan diubahkan menjadi sempurna/ kita kembali pada Gambar ALLAH untuk naik (bukan turun dari dunia kepada kebinasaan) ke firdaus, naik sampai ke kota Yerusalem Baru bersama dengan Dia selama-lamanya.

Jika kita bersungguh-sungguh, sekalipun sidang jemaat sudah tidak ada, TUHAN bukannya tidak melihat hal itu, dan juga sekalipun gedung gereja harus disewa ataupun hanya terbuat dari papan >>> TUHAN tidak melihat hal itu tetapi TUHAN hanya melihat kesungguhan kita sehingga kita mendapatkan kekuatan ekstra dari perjamuan suci/Korban Kristus kepada kita untuk kita menang, kita dipelihara oleh TUHAN dengan berkat rohani dan jasmani sehingga kita menjadi sempurna waktu YESUS datang kembali yang keduakalinya. TUHAN memberkati.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top