English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (MInggu Sore, 25 Agustus 2013)
Tayang: 15 September 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 14 Oktober 2007)
Tayang: 03 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 04 September 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 Februari 2014)
Tayang: 01 Februari 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 19 Agustus 2007)
Tayang: 03 November 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 20 Oktober 2013)
Tayang: 09 Februari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 27 April 2014)
Tayang: 18 Oktober 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 10 Agustus 2014)
Tayang: 24 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 10 Juni 2007)
Tayang: 23 Maret 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 17 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 30 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 16 Juni 2013)
Tayang: 18 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 20 Juli 2014)
Tayang: 17 Juli 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu, 09 September 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 21 Desember 2008

Kita masih tetap membahas di dalam srt Yudas 1 : 20, 21 -> gereja yang benar.
20. Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
21. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.

Ay 20 dan ay 21, ini adalah tanda-tanda dari gereja yang benar.
Tanda-tanda dari gereja yang benar yaitu:

  • membangun diri di atas dasar iman yang paling suci/yang sempurna.
  • berdoa dalam Roh Kudus.
  • memelihara diri di dalam kasih ALLAH/hidup di dalam kasih ALLAH.
    Inilah tanda-tanda dari gereja yang benar.

Saya sudah menerangkan tanda yang pertama yaitu membangun diri di atas dasar iman yang paling suci/yang sempurna dengan tingkatannya adalah iman yang benar -> ini yang harus ada terlebih dahulu, kemudian iman yang teguh dan juga iman yang suci sampai pada iman yang sempurna.

Sekarang ini kita akan melanjutkan dengan membahas bagian yang kedua yaitu berdoa dalam Roh Kudus. Kita harus menjadi rumah doa/berdoa dihari-hari ini. Sebab hanya ada dua alternatif yaitu: kalau kita tidak menjadi rumah doa, maka kita hanya menjadi sarang penyamun dan untuk ini tidak ada alternatif yang lain. Itu sebabnya, kalau kehidupan dari seorang Kristen tidak mau menjadi rumah doa, maka kehidupan itu hanya menjadi sarang penyamun. Itu sebabnya kita harus menjaganya supaya kita menjadi rumah doa.

Berdoa di dalam Roh Kudus ini akan kita pelajari di dalam sistim dari tabernakel yang memiliki tiga kali kesempatan kita berdoa yaitu:

  1. mezbah korban bakaran (http://www.gptkk.org/mkb.php) (halaman tabernakel) -> dulu bangsa Israel yang berdosa dan jika mereka mau menghapus dosa, mereka datang dengan membawa binatang-binatang korban untuk disembelih dan dibakar -> dagingnya dibakar dan darahnya dicurahkan untuk memohon pengampunan dosa. Sekarang kepada kita, mezbah korban bakaran ini menunjuk pada doa permohonan/doa permintaan dan sentral/fokus dari doa ini adalah kepada kebutuhan kita. Kalau kita memiliki kebutuhan, maka kita akan berdoa dan memohon kepada TUHAN.
    Tetapi doa permohonan ini memiliki syarat, sebab tidak semua doa permohonan itu akan dijawab dan dikabulkan oleh TUHAN. Harus ada syarat-syarat tertentu yaitu:
    • Yakobus 5 : 16, Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
      Doa orang benar, jadi syarat supaya doa dijawab oleh TUHAN adalah harus menjadi orang yang benar = orang yang dibenarkan/diampuni dosa-dosanya oleh TUHAN. Prosesnya adalah saling mengaku/berdamai dengan TUHAN dan sesama. Berdamai dengan TUHAN -> mengaku dosa dan jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi sehingga kita akan menjadi orang yang benar/hidup di dalam kebenaran. Dan terhadap sesama -> kita saling mengaku dan juga saling mengampuni. Berdamai dengan TUHAN dan juga berdamai dengan sesama = segala dosa diselesaikan di atas kayu salib/diselesaikan oleh Darah YESUS dan kita dibenarkan = hidup di dalam kebenaran. Inilah menjadi orang benar dan jika ia berdoa dengan iman/dengan yakin maka besar kuasanya dan TUHAN akan menjawab doanya.
      Sedangkan bagi orang berdosa, seperti yang ditulis di dalam ktb Yesaya, bahwa dosa itu menjadi pemisah antara TUHAN dengan kita manusia. Jika kita tetap mempertahankan dosa dan kita berdoa, maka seperti yang TUHAN katakan, langit itu menjadi seperti tembaga. Itu sebabnya jika kita mau doa permohonan kita didengar oleh TUHAN, maka terlebih dahulu kita harus menjadi orang benar.
    • Yohanes 15 : 7, Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
      Supaya Firman TUHAN tinggal di dalam kita. Prosesnya supaya Firman itu tinggal di dalam kita adalah kita harus mendengarkan Firman dengan sungguh-sungguh sampai dapat mengerti, dapat percaya dan yakin pada Firman sehingga Firman akan menjadi iman di dalam hati kita.
    Jika kita tidak mau mendengarkan Firman, sebab waktu Firman TUHAN disampaikan, itu merupakan panggilan TUHAN kepada kita. Tetapi jika kita tidak mau mendengar panggilan TUHAN, maka waktu kita memanggil TUHAN, maka TUHAN juga tidak mau mendengarkan panggilan kita. Itu sebabnya harus ada proses timbal balik. Jadi prosesnya supaya Firman TUHAN tinggal di dalam kita adalah iman/percaya -> ada dengar-dengaran dan juga ada praktek maka segala doa kita akan dijawab oleh TUHAN.
    Dua syarat ini yaitu:
    • singkirkan dosa, kita menjadi orang benar. Kalau doa permohonan mau didengar oleh TUHAN, maka kita harus menyingkirkan dosa, kita berdamai dengan TUHAN dan juga berdamai dengan sesama.
    • Firman harus ada di dalam kehidupan kita dengan prosesnya kita dengar-dengaran pada Firman, kita mengerti Firman, percaya dan yakin pada Firman sehingga Firman menjadi iman di dalam hati maka doa kita akan dijawab oleh TUHAN.
    Di dalam ktb Zakharia sudah saya katakan, di saat Firman pengajaran ini, TUHAN memanggil kita untuk menolong kita, tetapi kalau kita tidak mau mendengarkan dan dengar-dengaran pada panggilan TUHAN itu, maka di saat kita memnaggil, TUHAN juga tidak mau mendengar bahkan yang datang adalah angin badai.
    Zakharia 7 : 12 – 14,
    12. Mereka membuat hati mereka keras seperti batu amril, supaya jangan
    mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN semesta alam melalui roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Oleh sebab itu datang murka yang hebat dari pada TUHAN.
    13. "Seperti mereka tidak mendengarkan pada waktu dipanggil, demikianlah Aku tidak mendengarkan pada waktu mereka memanggil, firman TUHAN semesta alam.
    14. Oleh sebab itu Aku meniupkan mereka seperti angin badai ke antara segala bangsa yang tidak dikenal mereka, dan sesudahnya tanah itu menjadi sunyi sepi, sehingga tidak ada yang lalu-lalang di sana; demikianlah mereka membuat negeri yang indah itu menjadi tempat yang sunyi sepi."

    Di dalam terjemahan lama menjadi kebinasaan -> ay 14, Maka sebab itu Aku sudah mengembuskan mereka itu, seperti dengan angin ribut, di antara segala bangsa kafir yang tiada diketahuinya, dan tanah yang ditinggalkannya itu lalu dibinasakan, sehingga seorangpun tiada berjalan melalui dia atau kembali kepadanya, dan mereka itu sendiri juga yang mengadakan bahwa negeri yang mulai itu menjadi suatu kebinasaan adanya.
    Sebaliknya di dalam pemberitaan Firman terutama Firman pengajaran yang benar, kita tidak mau mendengar dan tidak dengar-dengaran, maka disaat kita memanggil TUHAN, TUHAN juga tidak mau mendengar bahkan yang datang adalah angin badai bukan angin Roh Kudus dan akan membawa kehidupan itu ke dalam celaka dan kebinasaan.
    Itu sebabnya kita dapat berdoa -> mezbah korban bakaran. Mari dihari-hari ini, baiklah kita memperbaiki doa kita. Kalau selama ini doa kita tidak dijawab, mari! Perbaiki syaratnya yaitu pertama kita harus menjadi orang yang benar dengan menyingkirkan dosa-dosa, sebab selama masih ada dosa, maka ini yang menjadi halangan. Dan yang kedua ada Firman/ada iman dan juga ada dengar-dengaran kepada TUHAN. Jika semuanya ini sudah ada, maka di saat kita menaikkan doa, pasti TUHAN menjawab doa kita.
    Tetapi kita jangan puas hanya sampai pada doa permohonan sekalipun doa itu sudah dijawab oleh TUHAN, sebab kalau kita hanya menaikkan doa permohonan, maka kehidupan rohani dari orang Kristen/hamba TUHAN itu hanya seperti Bartomius yang buta dan pekerjaannya hanya terus meminta-minta sebab ia tidak pernah merasa puas dan buta sebab ia tidak tahu arah. Waktu TUHAN YESUS itu masuk ke kota Yerusalem, jadi Bartomius tidak tahu arah kepada pelayanan yang benar dan juga tidak tahu arah ke Yerusalem Baru. Sekalipun doa permohonan kita selalu dijawab oleh TUHAN sebab sudah memenuhi syarat dan kita juga merasakan pertolongan TUHAN, tetapi jangan puas hanya sampai pada doa permohonan/doa permintaan.
  2. mezbah dupa emas (http://www.gptkk.org/dupa.php) (ruangan suci) ini berarti kita naik satu tingkat. Untuk sekarang mezbah dupa emas ini menunjuk pada doa penyembahan. Di bagian atas diterangkan tentang doa permohonan/minta-minta. Tetapi doa penyembahan ini sifatnya sudah mulai memberi kepada TUHAN yaitu:
    • memberi segala puji syukur
    • memberi segala hormat
    • memberi segala kemuliaan

    Inilah doa penyembahan dan sentral dari doa penyembahan ini adalah Pribadi TUHAN Sendiri. Sehingga dimana saja -> tidak dipengaruhi oleh tempat, kapan saja -> tidak dipengaruhi oleh waktu dan situasi apa saja -> tidak dipengaruhi oleh keadaan, kita dapat menyembah TUHAN. Orang yang sakit sampai mau meninggal duniapun kalau dituntun untuk menyebut Nama YESUS dan berseru Haleluyah, orang yang sakit masih dapat berseru sebab sentralnya adalah Pribadi TUHAN sehingga tidak dipengaruhi oleh apapun.
    Tetapi doa penyembahan itu juga memiliki syarat, sebab tidak semua doa penyembahan itu berkenan.
    Syaratnya:

    • Mazmur 24 : 3, 4,
      3. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
      4. "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

      Jadi syarat dari orang yang penyembahannya diterima oleh TUHAN adalah kesucian/mengalami proses penyucian. Proses penyucian ini dimulai dari hati/hati yang murni, sebab di dalam hati ini ada banyak keinginan, itu sebabnya hati harus dibasuh supaya menjadi suci.
      Markus 7 : 21 – 23,
      21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
      22. perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
      23. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

      Pikiran jahat = prasangka buruk, sebab kalau ini ada, maka kita tidak dapat menyembah TUHAN sebab hati menjadi terganggu karena belum suci.
      Pembunuhan = kebencian.
      Jadi, hati harus disucikan dari berbagai macam keinginan. Tetapi kalau keinginan ini dikelompokan, maka berbagai macam keinginan itu hanya ada dua yaitu keinginan jahat yang akan mengarah kepada ikatan akan uang/terikat akan uang/mengasihi uang -> ini yang harus disucikan tetapi sangat berat sebab keinginan jahat dan keinginan najis ini mengarah ke Babel sehingga merupakan hal yang benar-benar serius -> Wahyu 18 : 2, Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,
      Itu sebabnya tidaklah mudah penyucian bagi keinginan jahat dan keinginan najis sebab ayat di atas ini mengatakan ‘ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat’ tempat kediaman ini merupakan istilah tabernakel -> Allah berdiam di antara kita. Tetapi roh jahat ini ikut-ikutan dengan juga mau berdiam/bertabernakel di dalam hati manusia.
      Berdiam = permanen/berakar/bertabiat di dalam hati sehingga benar-benar kuat.
      Sedangkan roh najis ini menjadi tempat bersembunyi -> dosa ini selalu disembunyikan sehingga tidak ada seorangpun yang tahu. Itu sebabnya roh jahat dan roh najis ini hanya dapat disucikan oleh pekerjaan dari Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Firman pengajaran yang benar. Selain Firman ini, tidak ada yang dapat menjamah kedua macam dosa ini. Itu sebabnya di dalam gereja TUHAN sangat dibutuhkan Firman pengajaran sebab hati manusia banyak kali sudah dikuasai oleh keinginan jahat yang sudah berakar dan keinginan najis yang sudah bersembunyi sehingga sulit untuk terlepas.
      Kalau kita mau menyembah TUHAN -> ‘siapa yang boleh naik ke gunung yang kudus? Yaitu orang yang murni hatinya/hati yang suci yang sudah disucikan dari keinginan-keinginan di dalam hati. Di dalam Ibrani 4 dikatakan ‘apa yang tersembunyi akan dibukakan’. Semoga kita dapat mengerti.
    • Di dalam Mazmur 24 : 4, "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
      Jadi syarat untuk menyembah TUHAN itu adalah kesucian/hidup di dalam kesucian/hati yang suci dan kemudian tangan yang harus suci.
      Prosesnya:
      • dimulai dengan hati yang suci, kemudian
      • tangan yang suci.
        Tangan = perbuatan-perbuatan. Jadi perbuatan itu juga harus disucikan.
    • kemudian mulut juga harus suci dan dimulai dari tidak ada penipuan dan tidak berdusta.
      Tidak berdusta = berkata yang benar/berkata yang membawa berkat = dapat menyembah TUHAN. Inilah syarat agar kita dapat menyembah TUHAN/naik ke atas gunung.
    Semakin kita mengalami penyucian, maka penyucian itu akan semakin meningkat sehingga penyembahan juga akan meningkat seperti kita naik ke gunung dan akan sampai pada puncaknya. Tetapi kalau kesucian merosot, maka penyembahan juga akan merosot. Mari kita periksa! Kalau waktu-waktu yang lalu kita merasa senang/bergemar menyembah TUHAN, tetapi kalau sekarang sudah mulai malas, maka kita harus meneliti kesucian. Kita jangan berdalih dengan berkata bahwa yang memimpin tidak menyenangkan -> jangan! Tetapi kita harus memperhatikan kesucian. Kita menyembah TUHAN di mana saja, kapan saja, situasi apa saja tidak bergantung pada manusia dan juga tidak bergantung pada dunia. Semoga kita dapat mengerti.
    Kita menyembah TUHAN, maka ada dupa yang dibakar sehingga asapnya naik ke atas = asapnya semuanya untuk TUHAN/kita memberi semuanya untuk TUHAN. Tetapi kita harus ingat! Kalau dupa dibakar, maka abunya tidak ikut naik ke atas tetapi turun ke bawah dan ini berarti abunya untuk kita. Itu sebabnya kita jangan ragu-ragu untuk menyembah TUHAN.
    Apa yang menjadi hasil dari penyembahan kita kepada TUHAN?
    1. Mazmur 24 : 5, Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
      Jadi hasil dari penyembahan adalah ada hujan berkat kemurahan TUHAN. Mari saudaraku! Kita tidak rugi jika kita menyembah TUHAN, sebab memang semuanya untuk TUHAN tetapi hasilnya ada hujan berkat kemurahan TUHAN. Kalau kita tinggal dekat dengan gunung, akan banyak hujan yang kita terima, makin jauh dari gunung, kita akan menjadi kering. Itu sebabnya kita harus meningkatkan penyembahan kita.
    2. di dalam ktb perj baru, waktu YESUS mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes naik ke atas gunug untuk berdoa dan menyembah, maka tiba-tiba Wajah YESUS berubah menjadi bercahaya seperti matahari dan Pakaian YESUS berubah menjadi
      Putih berkilau-kilauan. Jadi hasil kedua lewat doa penyembahan adalah kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia yang rohani seperti YESUS.
      Keubahan itu dimulai dari wajah = pancaindera hati yang mengalami keubahan yaitu hati yang memancarkan kasih ALLAH/kasih yang taat dengar-dengaran = hati yang mengasihi TUHAN. Semakin banyak kita menyembah TUHAN, maka hati akan semakin diubahkan dan mengasihi TUHAN serta menyinarkan sinar matahari/kasih ALLAH.
    Kalau hati diubahkan, maka pakaian juga diubahkan. Pakaian = perbuatan juga menjadi berkilau-kilauan menyinarkan kasih ALLAH seperti TUHAN YESUS. Perbuatan yang menyinarkan kasih ALLAH yaitu tidak membalas kejahatan dengan kejahatan dan ini berarti kita sudah berubah. Sebab biasanya kalau manusia daging itu membalas kejahatan dengan kejahatan bahkan dibalas dengan berlipat
    ganda. Contoh: kalau saya ditipu maka saya akan menipu duakali lipat. Kalau kejahatan dibalas dengan kejahatan = hukum rimba = hukum dari binatang.Tetapi kalau hati sudah diubahkan menjadi hati yang taat dengar-dengaran/menyinarkan kasih TUHAN, maka perbuatan kita juga harus menyinarkan kasih matahari yaitu tidak membalas kejahatan dengan kejahatan bahkan membalas kejahatan dengan kebaikkan dan ini berarti sudah seperti TUHAN YESUS. Inilah pakaian yang berkilau-kilauan.
    Tetapi kita harus berhati-hati, sebab juga ada kebaikkan tetapi dibalas dengan kejahatan dan ini seperti setan. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.
    Tetapi baiklah sekarang ini lewat doa penyembahan, kita mengalami keubahan hidup dan dimulai:
    • dari hati yang diubahkan menjadi hati yang taat dengar-dengaran/memancarkan kasih ALLAH/mengasihi TUHAN.
    • perbuatan kita juga diubahkan menjadi perbuatan yang memancarkan kasih TUHAN yaitu tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi membalas kejahatan dengan kebaikkan dan ini seperti TUHAN YESUS. Kalau kita terus menerus menyembah TUHAN sehingga kita terus menerus diubahkan, maka satu waktu di saat YESUS datang kembali keduakalinya, kita akan diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia = Mempelai Wanita TUHAN. Sama persisi seperti TUHAN YESUS ketika IA berada di atas gunung, IA begitu mulia, berkilau-kilauan, kita juga akan diubahkan menjadi semacam itu. Semoga kita dapat mengerti.
    Inilah doa penyembahan yang lebih meningkat satu tingkat dari doa permohonan. Kita dapat memohon sesuatu sesuai dengan kebutuhan kita tetapi ada syaratnya yaitu kita harus menjadi orang yang benar/dengar-dengaran kepada Firman = ada Firman di dalam kehidupan kita sehingga doa permohonan akan dijawab oleh TUHAN.
    Tetapi doa permohonan itu harus ditingkatkan menjadi doa penyembahan dengan syarat harus ada kesucian yang dimulai dari hati yang disucikan, juga tangan dan mulut yang harus suci sehingga doa penyembahan naik ke hadapan TUHAN dengan hasil hujan berkat kemurahan TUHAN baik secara jasmani maupun rohani dicurahkan ditengah-tengah kita. Dan juga kita akan mengalami keubahan hidup.
    Satu lagi hal yang tidak kalah penting adalah kebahagiaan surga yang dapat kita alami -> Matius 17 : 4, Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
    Saya sudah beberapa kali membaca isi dari alkitab ini dimulai dari ktb Kejadian sampai dengan ktb Wahyu -> Petrus ini juga banyak melakukan mujizat-mujizat tetapi ia tidak pernah berkata bahwa ia merasa berbahagia karena orang lumpuh dapat berjalan -> tidak pernah! Tetapi satu-satunya yang ia katakan bahwa ‘betapa berbahagianya kami berada ditempat ini’. Inilah kebahagiaan surga yang didapatkan dari penyembahan.
    Kalau kita mengalami keubahan hidup di dalam penyembahan, maka di situ terdapat kebahagiaan sampai pada puncak keubahan yaitu pada waktu YESUS datang kedua kalinya, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan TUHAN YESUS, dan kita akan masuk dalam puncak kebahagiaan yaitu pesta nikah Anak Domba.
    Mari saudaraku! Mungkin wajah kita muram karena hati merasa tertekan/depresi sehingga tidak merasa bahagia -> mari kita naik ke gunung, sebab ini merupakan kebahagiaan yang sesungguhnya/kebahagiaan yang sejati. Kebahagiaan yang sejati ini bukanlah di dalam uang dlsbnya, sebab ini hanyalah sementara, bahkan banyak kali justru menyengsarakan kita. Tetapi kalau saudara menginginkan wajah sampai bersinar-sinar dan merasa begitu berbahagia, maka saudara harus naik ke atas gunung/menyembah TUHAN dengan syarat yang benar yaitu kesucian sehingga kita berubah/manusia daging kita semakin hari semakin diubahkan = dibakar menjadi asap manusia rohani.
    Semakin kita berubah, semakin berbahagia -> ini adalah rumus. Bukan semakin kaya, semakin berbahagia/semakin berhasil, semakin berbahagia. Tetapi semakin diubahkan kita menjadi semakin berbahagia sampai kita mencapai puncak kebahagiaan yaitu masuk dalam pesta nikah Anak Domba ALLAH. Semoga kita dapat mengerti.
  3. ruangan maha suci/dua loh batu, yang juga merupakan kesempatan untuk berdoa. Dua loh batu ini terdapat di dalam tabut perjanjian (http://www.gptkk.org/tabut.php) dan ini menunjuk pada doa penyembahan yang sempurna/doa penyembahan di dalam kasih ALLAH = doa penyembahan yang setara dengan kasih ALLAH.
    TUHAN pernah memperagakan di dalam injil Yoh 17, waktu YESUS berdoa -> ‘satukan mereka’ -> inilah doa yang sudah setara dengan kasih ALLAH/doa penyembahan di dalam kasih ALLAH, bagaikan dua loh batu/ruangan maha suci = sudah sempurna dan kita akan mengarah ke sini.
    Di dalan srt Yudas di bagian atas tadi, disebutkan berdoa di dalam Roh Kudus = berdoa di dalam kasih ALLAH. Mengapa berdoa di dalam Roh Kudus itu sama dengan berdoa di dalam kasih ALLAH? Roma 5 : 5, Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
    Sebab Roh Kudus mencurahkan kasih ALLAH. Mari! Kita berdoa di dalam Roh Kudus sampai kita dapat berbahasa Roh. Dulu kalau imam besar Harun masuk ke dalam ruangan maha suci satu tahun sekali, maka pada ujung jubahnya ada lonceng emas/giring-giring emas yang diselang seling dengan buah delima yang terbuat dari kain. Jadi kalau iman besar Harun masuk ke dalam ruangan maha suci, akan terdengar bunyi yang merdu sekali. Untuk sekarang berarti kita berdoa di dalam Roh Kudus/penyembahan di dalam bahasa Roh/berdoa di dalam kasih ALLAH dan di saat kita berbahasa lidah/berbahasa Roh, maka kita akan merasakan urapan Roh Kudus/curahan Roh Kudus dan kita juga merasakan kasih ALLAH yang dicurahkan.
    Dari luar giring-giring emas itu dapat terdengar, jika giring-giring emas itu tidak terdengar, maka dikuatirkan iman besar Harun jatuh pingsan bahkan mungkin sudah mati. Begitu juga dengan keadaan dari rohani kita sekarang ini, mari! Sebab doa penyembahan ini:
    • seperti daging dibakar sehingga berseru: ‘TUHAN tolong, TUHAN ampuni! Ini sudah baik!
    • kemudian meningkat lagi menjadi doa penyembahan yang lebih halus lagi yaitu dupa yang dibakar, kemudian meningkat lagi yang lebih indah lagi yaitu
    • berdoa di dalam Roh dan akan lebih indah lagi adalah
    • berdoa dengan bahasa Roh/berdoa di dalam Roh Kudus/berdoa di dalam kasih ALLAH sebab Roh Kudus mencurahkan kasih ALLAH.

Proses untuk menerima Roh Kudus supaya kita dapat berdoa di dalam Roh Kudus ialah:

  1. Kisah rasul 2 : 36 – 38,
    36. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
    37. Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
    38. Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

    Tahu dengan pasti = percaya kepada YESUS lewat mendengarkan Firman TUHAN. Di dalam ayat di atas ini dikatakan -> ‘mendengar hal itu hati mereka sangat terharu’. Jika Firman TUHAN diperdengarkan/mendengar Firman TUHAN, maka kita harus berusaha sampai kita dapat percaya, tetapi juga harus sampai hati menjadi terharu. Yang dimaksud dengan terharu itu adalah ditunjukkan dosa-dosanya sebab kita terkena Firman sehingga kita mengaku dan diampuni oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.
    Yudas tidak pernah terkena Firman sampai akhir perjamuan suci/Paskah terakhir. Petrus meminta kepada Yohanes agar ia mau bertanya kepada YESUS, siapa yang akan menyerahkan YESUS. Yohanes bertanya kepada YESUS -> TUHAN, siapa yang akan menyerahkan Engkau? YESUS berkata ->’orang yang mencelupkan roti di dalam pinggan bersama Aku, dialah itu’. Tetapi Yudas berkata -> ‘bukan aku ya TUHAN’. Inilah Yudas yang tidak pernah terkena Firman.
    Seringkali ketika kita mendengarkan Firman, misalnya sepasang suami dan isteri -> ketika mendengarkan Firman, maka suami berkata bahwa Firman TUHAN itu untuk isteriku; demikian juga dengan isteri, ketika mendengarkan Firman, maka ia akan berkata bahwa Firman itu untuk suamiku. Pribadi sendiri tidak pernah terkena Firman/tidak pernah merasa terharu dan ini sangatlah berbahaya sebab tidak ada aliran darah sehingga kehidupan itu menjadi kering rohani dan tidak dapat mengaku dosa.
    Mari kita berusaha dengan memohon kepada TUHAN yaitu di saat kita mendengarkan Firman, kita diurapi dengan Roh Kudus, kita dapat mengerti, percaya serta yakin pada Firman sehingga menjadi iman. Inilah proses pertama.
  2. bertobat, -> jawab Petrus, ‘bertobat’. Sesudah kita mengaku dosa, kita diampuni, kemudian kita harus bertobat/jangan mengulang dosa lagi tetapi kita kembali kepada TUHAN. Inilah proses untuk menerima Roh Kudus.
  3. baptisan air, baptisan air ini untuk memiliki hati nurani yang baik ->
    1 Petrus 3 : 20, 21,
    20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan -- maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah -- oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Baptisan air menghasilkan hati nurani yang baik/hati yang dengar-dengaran. Hati nurani yang baik adalah hati yang tidak mengandung kemunafikan, iri, dendam tetapi hati yang damai, yang taat dengar-dengaran sehingga merupakan landasan yang kuat untuk menerima Roh Kudus sebab ini yang dilihat oleh TUHAN.

Saya seringkali mengatakan bahwa seringkali kita memaksa TUHAN agar dipenuhkan dengan Roh Kudus, tetapi jika kita tidak dipenuhkan dengan Roh Kudus, maka kita akan menjadi kecewa. Atau dipenuhkan karena kita memaksa, maka hidupnya akan hancur sebab kehidupan itu tidak memiliki landasan yang kuat.
Contoh: landasan udara Juanda, jika dibuat dari tanah sawah, pasti tidak akan tahan/kuat menerima pesawat udara yang akan mendarat, tetapi kalau dipaksakan untuk mendarat, maka landasan dari tanah sawah itu akan hancur, pesawat udara itu juga ikut hancur. Itu sebabnya kita harus terlebih dahulu mempersiapkan landasan yaitu:

  • percaya -> kita mengaku dosa.
  • bertobat -> berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN.
  • baptisan air.

Kalau ketiga landasan ini sudah kuat, maka landasan keempat adalah Roh Kudus dicurahkan, inilah proses untuk menerima Roh Kudus supaya kita dapat berdoa di dalam Roh.
Seperti di dalam Kisah rasul 2 : 4, Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Diberikan oleh Roh -> bukan diajarkan oleh manusia. Kalau hati nurani sudah baik/landasan sudah kuat, kita bukan hanya menerima urapan Roh Kudus tetapi kita akan menerima kepenuhan Roh Kudus sehingga kita dapat berbahasa lidah/berdoa di dalam Roh/berdoa di dalam kasih ALLAH/dua loh batu. Inilah berdoa di dalam ruangan maha suci yang benar-benar dipimpin oleh Roh Kudus.

Kita tidak mengetahui apa-apa/ini berarti bukannya kita tidak sadar dan juga tidak boleh melawan ketika akan dipenuhkan dengan Roh Kudus tetapi kita hanya menyerah kepada kehendak Roh/hanya dipimpin oleh Roh Kudus/berdoa di dalam Roh = berdoa yang seturut dengan dua loh batu/berdoa di dalam kasih ALLAH.

Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab sekarang ini banyak orang yang mengajarkan bahwa dipenuhkan dengan Roh Kudus itu merupakan hal yang mudah dan kita diperintahkan untuk menirukan apa yang dikatakan oleh orang yang mengajar dan selesai/dikatakan sudah dipenuhkan dengan Roh Kudus.

Hasil dari doa permohonan -> doa kita dijawab oleh TUHAN.
Hasil dari doa penyembahan -> hujan berkat kemurahan TUHAN kita mendapatkan keubahan hidup dan kebahagiaan.

hasil dari berdoa di dalam Roh Kudus/dalam bahasa Roh ialah:

  1. Roma 5 : 4, 5,
    4. dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
    5. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

    Kita tidak pernah merasa kecewa/putus asa bahkan kita dapat menahan uji/menahan sengsara. Siapa yang dapat menahan sengsara, sebab daging ini tidak mampu menahan sengsara, tetapi kalau ada Roh Kudus/ada kasih ALLAH, maka barulah daging itu mampu menahan sengsara, bahkan dapat menahan uji/kuat hati/teguh hati. Jika kita menjadi kecewa, maka kita tidak akan kuat.
    Semoga ini menjadi pengalaman hidup kita.
    Alm.bpk.pdt Pong selalu mengatakan bahwa di dalam ilmu kedokteran ada penyakit secara jasmani yang bernama aids. Tetapi secara rohani juga ada penyakit semacam aids yaitu rasa kecewa sehingga tidak memiliki daya tahan tubuh. Itu sebabnya sangatlah berbahaya orang yang merasa kecewa sebab dosa apa saja dapat masuk ke dalam dirinya/pikirannya sebab ia tidak memiliki kekuatan. Mari! Kita mohon supaya kita tidak menjadi kecewa tetapi kita kuat hati/teguh hati.
  2. Roma 8 : 26 – 28,
    26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
    27. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
    28. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

    ALLAH turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikkan bagi kita. Apa yang sudah porak poranda, semuanya akan menjadi baik kembali. Itu sebabnya kita jangan berputus asa sebab TUHAN menjanjikan IA turut bekerja untuk mendatangkan kebaikkan di dalam hidup kita.
    Bagi kaum muda sekalian, TUHAN juga menjanjikan masa depan yang baik. Maafkan saya, sekalipun saya juga mendoakan agar kaum muda mendapatkan ijazah, pekerjaan dlsbnya, tetapi semuanya ini belumlah cukup untuk memberikan masa depan yang baik. Sebab ijazah yang diperoleh itu terbatas waktunya, kalau ada pelajaran yang lebih tinggi lagi, maka kita harus bersekolah lagi sebab ijazah yang sudah kita peroleh itu sudah tidak berlaku lagi. Tetapi kalau kita dapat menyembah TUHAN/berdoa di dalam Roh Kudus, maka di saat itu kita mengulurkan tangan kepada TUHAN, TUHAN juga akan mengulurkan TanganNYA kepada kita/IA turut bekerja dengan kita untuk mendatangkan kebaikkan bagi kita sekalian.
  3. 2 Raja-raja 4 -> ada seorang janda dari hamba TUHAN yang hidupnya terancam karena ia memiliki hutang sehingga kedua anaknya akan dijadikan budak. Sebagai seorang janda, ia tidak memiliki kemampuan apa-apa, kemudian nabi Elisa bertanya, apa yang ada padamu sekarang ini? Jawab janda itu -> ‘aku hanya memiliki buli-buli yang berisi sedikit minyak’. Nabi Elisa menjawab ‘tutup pintu kamar’ -> ini merupakan doa secara pribadi dengan TUHAN. Di dalam injil Matius 6 -> ‘kalau kamu berdoa, tutuplah pintu’.
    2 Raja-raja 4 : 1, 2, 5 – 7,
    1. Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."
    2. Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak."
    5. Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.
    6. Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir.
    7. Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."

    Tutup pintu jika berdoa -> kita jangan berdoa seperti orang Parisi yang berdoa di pinggir-pinggir jalan. Jadi hasil ketiga adalah Roh Kudus membereskan hutang-hutang/membereskan segala sesuatu yang belum beres di dalam hidup kita. Mungkin hutang uang/hutang secara jasmani yang belum beres sekalipun kita sudah melakukan usaha untuk membereskannya tetapi lebih dari itu kita harus banyak berdoa biar kuasa Roh Kudus yang akan menolong kita. Dan juga hutang secara rohani yaitu dosa-dosa. Karunia Roh Kudus merupakan bukti dari pengampunan dosa sebab sudah dibereskan oleh Roh Kudus.

Selain hutang-hutang dibereskan, kehidupan nikah dan juga buah nikah yang belum beres dan juga segala penyakit -> mari! Kita bawa kepada TUHAN sekarang ini sehingga Roh Kudus/Tangan TUHAN Yang akan menolong dan membereskan semuanya.

Dan -> ‘hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu’. TUHAN/Roh Kudus bukan hanya membereskan segala sesuatunya tetapi kelebihan dari minyak yang berlimpah-limpah/Roh Kudus yang berlimpah-limpah di dalam hidup kita supaya pelita kita tetap bernyala untuk menyambut kedatangan YESUS Yang keduakalinya dan kita akan bersama-sama dengan Dia selama-lamanya. Puji TUHAN!

TUHAN memberkati kita sekalian.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top