English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 Desember 2013)
Tayang: 03 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 08 Juli 2007)
Tayang: 03 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 13 Mei 2007)
Tayang: 11 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 02 Maret 2008)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 30 September 2007)
Tayang: 11 Februari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 Maret 2014)
Tayang: 19 Juli 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 15 September 2013)
Tayang: 24 November 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 11 Mei 2014)
Tayang: 08 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 11 Maret 2007)
Tayang: 01 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 20 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 09 Maret 2008)
Tayang: 05 Oktober 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 15 Juli 2007)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Senin, 20 Januari 2008
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 10 Maret 2010

Yudas 1 : 24-25
24. Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,
25. Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

7 penampilan dari Pribadi Yesus = 7 sinar kemuliaan yang kalau disinarkan kepada gereja yang benar, akan menghasilkan 7 kebahagiaan sejati.

Puncak kebahagiaan adalah Wahyu 19 : 9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Ini terjadi pada waktu kedatangan Yesus yang kedua kali = pertemuan antara Yesus Mempelai Pria Surga dengan kita, Mempelai Wanita Tuhan untuk masuk dalam kerajaan 1000 tahun, Firdaus, pesta nikah Anak Domba. Kemudian masuk dalam kerajaan surga kekal, Yerusalem Baru.
Tuhan rindu untuk menampilkan 7 PribadiNya untuk membuat kita berbahagia sampai pada puncak kebahagiaan pesta nikah Anak Domba (kebahagiaan Mempelai) dan kita akan bertemu dengan Dia untuk selama-lamanya.

Jadi jelas, syarat untuk dapat mencapai puncak kebahagiaan (masuk pesta nikah Anak Domba) adalah:
  • Harus menjadi Mempelai Wanita Tuhan
  • Harus menjadi imam-imam dan raja-raja
Itu sebabnya, kalau kita merindu untuk mendapatkan kebahagiaan demi kebahagiaan sampai pada kebahagiaan pesta nikah Anak Domba, maka kita harus menjadi Mempelai Wanita Tuhan. Dan mulai dari sekarang, kita harus menjadi imam-imam dan raja-raja, yaitu kehidupan yang memangku jabatan (kehidupan yang beribadah dan melayani Tuhan).

Sebenarnya imam-imam itu adalah bangsa Israel.
Keluaran 19 : 6
Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.
Harus kaukatakan kepada orang Israel asli = yang berhak, yang layak menjadi imam-imam dan raja-raja adalah orang Israel asli keturunan Abraham lewat Ishak dan Yakub. Sebab keturunan Abraham juga ada yang lewat Ismael.

Matius 3 : 7-9
7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
8. Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
9. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

Orang Parisi dan Saduki secara daging adalah anak-anak Abraham, tetapi Yohanes Pembaptis menyebut mereka adalah keturunan ular beludak. Sedangkan di ay 9, batu adalah bangsa kafir yang keras hati.

Jadi, sebenarnya yang menjadi imam-imam dan raja-raja adalah orang Israel keturunan Abraham lewat Ishak dan Yakub. Tetapi karena sebagian orang Israel, yaitu orang Parisi dan Saduki menjadi keturunan ular beludak (orang yang jahat) karena memiliki sifat setan, maka ada kesempatan/kemurahan Tuhan bagi bangsa kafir (batu-batu) untuk menjadi anak-anak Abraham lewat bertobat dan baptisan air (lewat luka yang kelima pada lambung Yesus yang mengeluarkan Darah dan Air). Ini benar-benar merupakan kemurahan Tuhan bagi bangsa kafir, sebab pada awalnya bangsa kafir tidak boleh menjadi imam dan raja.

Dari sini kita dapat belajar bagaimana hidup dari seorang imam. Galatia 3 : 9 Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.
Jadi, hidup dari seorang imam adalah hidup dari iman , bukan hidup dari melihat. Saudara boleh memiliki ijazah, tetapi hidup kita dari iman. Untuk bangsa kafir, keturunan Abraham secara rohani, juga hidup dari kemurahan Tuhan.

Iman dan kemurahan akan menghasilkan mujizat-mujizat, keajaiban-keajaiban di dalam hidup kita.

Kita pelajari tantangan-tantangan bagi seorang imam (anak-anak Abraham), yaitu:
  1. Lukas 19 : 1-2, 8-9
    1. Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
    2. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
    8. Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."
    9. Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.

    Anak-anak Abraham (imam-imam dan raja-raja) menghadapi tantangan. Disini diwakili oleh Zakheus yang berada di dalam rumah cukai. Anak-anak Tuhan berada di rumah cukai, bukan berada di dalam rumah Allah = banyak kehidupan Kristen (imam-imam) yang tidak lagi beribadah melayani Tuhan = meninggalkan ibadah dan pelayanan.

    Akibatnya, akan melayani dosa/berbuat dosa, yaitu:
    1. Dosa kejahatan = ikatan akan uang, terikat akan uang sehingga menjadi kikir (tidak dapat memberi) dan serakah (mengambil milik orang lain).

      Zakheus bersaksi :
      • Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang lain. Awalnya Zakheus kikir (tidak dapat memberi).
      • Dan apa yang kurampas = serakah = mengambil hak/milik orang lain, terutama hak Tuhan yaitu sepersepuluh dan persembahan khusus, akan kukembalikan empat kali lipat.
        Ini banyak diambil oleh imam-imam yang sudah tidak aktif (non aktif ) lagi. Itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab ini merupakan dosa kejahatan.

    2. Pasangan dari dosa kejahatan, sudah pasti adalah dosa kenajisan. Kalau ada dosa kejahatan = berada di dalam rumah cukai. Sedangkan ada dosa kenajisan = berada di rumah yang tidak baik. Dosa kenajisan adalah dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan/dosa sex. Inilah tantangan pertama bagi imam dan raja-raja seperti Zakheus yang tidak lagi berada di dalam rumah Allah sehingga ia meninggalkan ibadah pelayanan. Akibatnya akan melayani dosa kembali, yaitu kejahatan dan dosa kenajisan = dipakai di dalam pembangunan Babel, tempat dari roh jahat dan roh najis.

      Kalau kita sudah ditahbiskan menjadi imam dan raja, jangan coba-coba untuk meninggalkan ibadah pelayanan, sebab nanti dapat menjadi seperti Zakheus yang melayani dosa (dipakai dalam pembangunan Babel = tempat dari roh jahat maupun roh najis) yang akan dibinasakan untuk selama-lamanya hanya dalam 1 jam saja.

      Wahyu 18 : 2
      Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

  2. Lukas 10 : 30-33
    30. Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
    31. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
    32. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
    33. Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.

    Orang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho adalah orang Samaria. Mengapa saya katakan bahwa ia adalah seorang Samaria? Karena ada orang Lewi dan imam yang datang ke tempat itu, tapi mereka tidak dapat menolong, sebab orang Lewi dengan orang Samaria tidak bergaul. Dari sudut pandang orang Yahudi, mereka tidak mengakui orang Samaria dan menganggap mereka adalah kafir. Kemudian datanglah seorang Samaria ke tempat itu dan segera menolong karena mereka sesama orang Samaria.

    Tetapi orang Samaria yang adalah orang keturunan/peranakan menganggap mereka adalah keturunan Yakub, jadi mereka juga keturunan dari Abraham.

    Yohanes 4 : 9, 12
    9. Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
    12. Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"

    Tantangan kedua dari imam-imam adalah seperti seorang Samaria yang juga keturunan Abraham turun dari Yerusalem menuju Yerikho. Di bagian atas diterangkan tantangan pertama dari seorang imam-imam adalah meninggalkan rumah Allah dan berada di dalam rumah cukai = meninggalkan ibadah dan pelayanan.

    Yerusalem = pusat dari kegiatan rohani.
    Yerikho = lembah bunga = keindahan dunia = pengaruh dunia = pusat perdagangan.
    Jadi, dari pusat kegiatan rohani turun ke pusat perdagangan (pengaruh dunia) = mengalami kemerosotan rohani = tidak setia di dalam ibadah pelayanan.

    Yakobus 4 : 4
    Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

    Tidak setia di dalam ibadah pelayanan --> kalau dapat melayani, maka ia melayani. Kalau tidak dapat melayani, ia tidak melayani = suam-suam. Akibatnya berat, yaitu tidak mati, tidak hidup = setengah mati. Dirampok habis-habisan sampai setengah mati.

    Lukas 10 : 30
    Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.

    Para imam-imam harus berhati-hati, terutama kita bangsa kafir yang pada awalnya tidak boleh melayani Tuhan, tetapi karena kemurahan Tuhan (luka Yesus yang kelima), kita diijinkan dapat melayani Tuhan.

    Bagi siswa/i Lempin-El perhatikan! Sekalipun sidang jemaat hanya satu atau dua orang, tetapi kalau saudara setia, maka saudara tidak akan setengah mati. Saudara tetap hidup.

    Demikian juga bagi sidang jemaat: sekalipun gaji saudara kecil, tetapi kalau saudara setia, maka saudara tidak akan setengah mati. Tetapi kalau saudara mendapatkan gaji yang besar sehingga memiliki segalanya, tetapi kalau saudara tidak setia, maka saudara akan setengah mati sampai mati semuanya = binasa untuk selama-lamanya dan masuk ke neraka, kematian kedua, dicampakkan ke tempat yang paling gelap dan penuh dengan ratap gigi dan kertak gigi.

    Setengah mati = kering rohani = ratap tangis dan kertak gigi mulai sekarang sampai benar-benar dicampakkan ke tempat yang paling gelap --> ratap tangis sepanjang masa, tidak pernah berhenti = neraka. Inilah tantangan kedua bagi imam-imam

    Mari! kita mengikuti proses untuk menjadi imam dan ini sudah kita pelajari. Ikuti penampilan imam-imam serta hidup dari iman sampai pada tantangan-tantangan bagi imam-imam/anak-anak Abraham.

    Tantangan bagi imam-imam adalah:
    1. yang pertama adalah Zakheus = meninggalkan ibadah pelayanan = masuk dalam dosa Babel dan binasa untuk selama-lamanya.
    2. yang kedua adalah orang Samaria yang turun dari Yerusalem menuju Yerikho = kerohanian merosot = tidak setia dalam ibadah pelayanan sehingga benar-benar menjadi setengah mati sampai dicampakkan ke tempat yang paling gelap dan penuh dengan kertak gigi.

    Matius 25 : 26, 30
    26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
    30. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

    Berbeda dengan Daniel yang disebut "hai, hamba Allah yang hidup!" bukan 'hai hamba Allah yang setengah mati'. Bagi siswa/i Lempin-El perhatikan! Kalau saudara bertekun dan setia di dalam ibadah pelayanan serta menyembah Tuhan, maka saudara akan diakui 'hai hamba Allah yang hidup'. Jangankan hidup di dunia yang dalam keadaan normal, di dunia yang sulit sampai dibuang ke dalam gua singa, jika ia adalah seorang hamba Allah yang hidup, maka ia akan tetap hidup.

    Itu sebabnya kita jangan bergantung pada ijazah dllnya, sebab satu waktu kita seperti Daniel yang pandai dalam pekerjaan, setia dan hebat dalam pemerintahan, tetapi satu waktu harus menghadapi gua singa. Ijazah, modal, deposito, emas tidak dapat diandalkan. Yang dapat menghadapi gua singa adalah 'hamba Allah yang hidup' yaitu setia dan tekun di dalam ibadah pelayanan.

    Daniel 6 : 20-23
    20. Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa;
    21. dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?"
    22. Lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu!
    23. Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan."

    Di hari-hari ini, jangan kita menjadi hamba Allah, pelayan Tuhan yang setengah mati. Sekalipun saudara memiliki ijazah, tetapi kalau saudara tidak setia, maka saudara akan setengah mati. Biarlah kita menjadi hamba Allah yang hidup, yaitu setia di dalam ibadah pelayanan sampai kita dapat menyembah Tuhan, sehingga dapat hidup dalam situasi dan kondisi apapun, sampaipun menghadapi gua singa (sesuatu yang mustahil), kita tetap hidup dari kemurahan Tuhan.

    Bagi siswa/i Lempin-El, ingat akan hal ini! Jangan saudara berputus asa kalau saudara menghadapi sesuatu! Saudara masih hidup di tengah-tengah manusia, sedangkan Daniel hidup di tengah-tengah singa tetapi ia masih dapat hidup. Inilah tantangan-tantangan dari imam-imam yaitu Zakheus, banyak yang meninggalkan ibadah pelayanan/rumah Allah dan benar-benar masuk dalam Babel dan akan binasa untuk selama-lamanya.

    Tetapi masih ada yang terpengaruh sehingga kerohanian menjadi merosot, menjadi tidak setia sehingga hidupnya menjadi setengah mati, penuh dengan ratap tangis dan kertak gigi sekalipun penuh dengan gelimangan harta dllnya. Kalau dibiarkan, kerohanian akan mati dan binasa = siang dan malam terus menerus penuh dengan air mata di neraka.

    Kalau kita menjadi seperti Daniel yang setia, maka kita akan hidup dari kemurahan Tuhan. Di dalam situasi apapun, kondisi apapun sampai yang mustahil bagi manusia, Tuhan akan memelihara kita sehingga kita dapat tetap hidup sampai hidup kekal selama-lamanya.

    Kesetiaan ini juga ditambah dengan kebahagiaan.
    Matius 25 : 21
    Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Inilah orang yang setia = hidup + bahagia. Ini yang dicari oleh orang.

    Bagi saudara yang masih kuliah, apa yang saudara cari dalam kuliah? Agar dapat hidup dan berbahagia? Mencari pekerjaan atau menambah modal? Semuanya sudah ada di dalam kesetiaan.
    Jika saudara membaca di dalam injil Lukas 10, orang yang setengah mati karena dirampok dan dipukul ditolong oleh orang Samaria yang memberikan dua dinar untuk merawat orang yang sudah setengah mati itu. Inilah pelayan Tuhan yang setia yang di dalam kebun anggur mendapatkan upah satu dinar. Tetapi di dalam injil Lukas 10, mendapatkan dua dinar = gambaran satu dinar untuk suami dan satu dinar lagi untuk isteri = suami dan isteri harus melayani Tuhan (setia di dalam ibadah pelayanan).

    Bagi suami/isteri yang belum melayani Tuhan, mari didoakan! Sebab jika suami dan isteri setia di dalam ibadah pelayanan (melayani Tuhan), maka kehidupan itu benar-benar hidup di dalam kemurahan Tuhan, bagaikan memiliki dua dinar + kebahagiaan dari Tuhan. Jika sudah memiliki anak, anak-anak juga diikutkan di dalam ibadah pelayanan. Kalau anak-anak masih kecil, maka itu merupakan tanggung jawab dari orang tua.

    Saya berpesan kepada kaum muda: memang sekarang ini kalau kita melihat dari jaman ke jaman, keadaannya menjadi semakin sulit. Demikian juga bagi yang sudah bekerja, keadaan menjadi semakin sulit karena omzet, pendapatan menurun. Apa yang dapat kita lakukan? Ini memang setengah mati. Tetapi kalau kita setia kepada Tuhan, maka kita tidak akan setengah mati sebab kita hidup dari kemurahan Tuhan. Sekalipun kita menghadapi gua singa yang tidak mungkin kita dapat hidup, Daniel yang berada di gua singa semalam-malaman tidak mengalami apa-apa (tetap hidup). Tapi orang yang memfitnah Daniel, belum sampai di dasar gua, mereka sudah habis dimakan oleh singa bahkan sampai ke tulang-tulangnya. Ini luar biasa.

  3. Ini lebih berbahaya, sebab sudah berada di dalam bait Allah.
    Lukas 13 : 10-11, 16
    10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
    11. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.
    16. Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"

    Ay 10 --> Rumah ibadat = ada ibadah pelayanan
    Ay 11 --> sudah berada di dalam bait Allah tetapi masih bungkuk. Ini merupakan tantangan yang berbahaya bagi imam-imam.
    Ay 16 --> keturunan Abraham. Sekarang merupakan gambaran dari imam dan raja yang berada di dalam bait Allah, tetapi kerohaniannya masih bungkuk = sudah setia di dalam ibadah pelayanan tetapi masih ada cacat cela.
Arti dari bungkuk secara rohani adalah:
  1. Amsal 12 : 25a
    Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

    Kuatir tentang:
    • kebutuhan hidup sehari-hari = apa yang dimakan dan dipakai. Tuhan katakan: jangan kamu kuatir, sebab semuanya itu dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah = sifat kekafiran.

    • masa depan.
      Matius 6 : 31-32, 34.
      31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
      32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
      34. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

      Kekuatiran ini membuat hati tidak merasa tenang, hidup tidak tenang karena tetap hidup di dalam sifat kekafiran. Itu sebabnya kita harus berhati-hati sebab kita ini berasal dari bangsa kafir yang memang sangat dekat rasa kekuatiran dan ini berarti bangsa kafir berada jauh dari Tuhan = terpisah dari Tuhan = tidak mengenal Tuhan.

  2. Lukas 13 : 15
    Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? = Tidak puas/hati tidak puas,

    Dibawa keluar untuk minum karena haus supaya merasa puas sekalipun itu adalah hari Sabat. Jadi, perempuan bungkuk itu disamakan dengan lembu yang tidak dapat minum karena diikat. Sudah beribadah melayani Tuhan, tetapi hatinya tidak merasa puas. Di bagian atas diterangkan hati merasa kuatir karena tidak mau menyerah sepenuhnya kepada Tuhan.

    Mengapa hati tidak merasa puas di dalam pelayanan?
    • Karena menuntut hak
    • Karena tidak memuaskan hati Tuhan

    Itu sebabnya kalau kita beribadah dan melayani Tuhan, jangan kita mencari kepuasan terlebih dahulu, tetapi terlebih dahulu kita harus memuaskan Tuhan. Barulah kita akan mendapatkan kepuasan.

  3. Lukas 13 : 11
    Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.


    = Tidak berubah karena tetap mempertahankan manusia daging. Sudah beribadah, tetapi tetap mempertahankan hati yang keras sehingga menolak Firman pengajaran.

    2 Timotius 3 : 1 - 5
    1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri (1) dan menjadi hamba uang (2). Mereka akan membual (3) dan menyombongkan diri (4), mereka akan menjadi pemfitnah (5), mereka akan berontak terhadap orang tua (6) dan tidak tahu berterima kasih (7), tidak mempedulikan agama (8),
    3. tidak tahu mengasihi (9), tidak mau berdamai (10), suka menjelekkan orang (11), tidak dapat mengekang diri (12), garang (13), tidak suka yang baik (14),
    4. suka mengkhianat (15), tidak berpikir panjang (16), berlagak tahu (17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah (18).
    5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    Ay 5 = seperti perempuan yang berada di dalam bait Allah, tetapi bungkuk.

    Kekuatan ibadah di dalam Firman pengajaran untuk merubah kehidupan kita, sebab kalau Firman sudah dikebiri (tidak diberi keleluasan lagi) atau kita menolak Firman pengajaran karena keras dan Firman sudah tidak menjadi prioritas utama lagi di dalam ibadah pelayanan, maka tidak akan ada perubahan. Sebab kekuatan ibadah adalah Firman --> 'pada mulanya adalah Firman'.

    Jadi yang mula-mula adalah Firman. Kalau ada Firman, pasti ada Roh Kudus, pasti ada kasih untuk merubah hidup kita. Tetapi kalau tidak berubah, maka akan dicap dengan angka 6.6.6 (18 tabiat daging).

    Kita hadir di dalam ibadah pelayanan, apa yang kita cari? Saya mau melayani Tuhan di dalam paduan suara untuk memuji Tuhan. Itu baik! Mau berkorban. Itu juga baik! Tetapi kalau belum sampai pada yang utama, yaitu dapat menikmati Firman, maka hidup itu belumlah berubah = tidak akan pernah dapat berubah.
    Semoga kita dapat mengerti.

    Inilah keadaan yang harus kita waspadai, yaitu:
    • banyak yang akan meninggalkan Tuhan (tidak mau beribadah lagi) seperti Zakheus sehingga akan mengarah ke Babel.
    • banyak yang akan tidak setia sehingga hidupnya menjadi setengah mati.
    • banyak yang sudah berada di dalam rumah Allah tetapi menjadi teledor sehingga kerohaniannya menjadi bungkuk, yang berarti:
      1. ada kekuatiran yang merupakan sifat dari bangsa kafir.
      2. tidak ada kepuasan karena hatinya kering.
      3. menolak kekuatan Firman sehingga hatinya menjadi keras sebab hidupnya tidak mengutamakan Firman, maka hidup itu tidak akan pernah dapat berubah sehingga mendapat cap oleh antikris dengan angka 6.6.6 (= tetap dalam sifat daging).

  4. penderitaan = kepedihan, masalah yang membuat pahit hati, keputusasaan, kecewa, dan selalu bersungut-sungut sehingga tidak dapat memuliakan Tuhan dan mengucap syukur.

    Tetapi Tuhan tidak membiarkan anak-anak Abraham masuk dalam penderitaan dan binasa. Itu sebabnya Tuhan mau menolong imam-imam. Sebab, sekali Tuhan mengangkat kita menjadi imam-imam, maka Tuhan akan bertanggung jawab.
Bagaimana cara Tuhan menolong?
Lukas 13 : 10, 12-13
10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
12. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."
13. Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.

= lewat penyampaian Firman pengajaran. Sebab di dalam menghadapi tantangan-tantangan, hanya dapat diselesaikan lewat pemberitaan Firman pengajaran.

Saya tidak meremehkan Firman penginjilan, tetapi Firman penginjilan ini mempunyai porsinya yang lain, yaitu untuk membawa orang-orang berdosa datang kepada Tuhan dengan percaya kepada Yesus, bertobat sampai dipanggil, dipilih dan diproses menjadi imam-imam. Kiranya Firman penginjilan bekerja di hari-hari ini dengan menangkap orang-orang berdosa dan membawa mereka masuk ke dalam gereja sampai dapat menjadi imam-imam. Tetapi sesudah menjadi imam, di akhir jaman ini akan menghadapi tantangan-tantangan yang hanya dapat diselesaikan lewat Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Semoga kita dapat mengerti.

Langkah-langkah Yesus (Firman pengajaran) menolong?
  1. ay 12 : Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."

    Yesus melihat, artinya pada saat Firman pengajaran diberitakan, Yesus sebagai Imam Besar (Gembala Agung) sedang memandang keadaan kita dengan pandangan kasih dan tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan.

    Di dalam Ibrani 4, kalau Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua diberitakan, maka tidak ada yang tersembunyi. Demikian juga saat Yesus memandang keadaan kita, maka tidak ada yang tersembunyi bagi Tuhan. Kalau dosa kita dilihat oleh Tuhan, maka kita dapat menjadi sadar dan mengakui keadaan kita. Ini adalah pekerjaan Firman = bagaikan Yesus melihat segala dosa dan keadaan kita dan kita mengakui dosa kepada Tuhan.

  2. Yesus memanggil. Pada saat kita terkena oleh Firman = Yesus sedang memanggil kita = kita mendapat prioritas utama untuk mengakui semua keadaan kita.
    Yesus memanggil bukan untuk mempermalukan kita, tetapi sesungguhnya Yesus memberikan prioritas utama untuk kita, agar kita mengaku segala dosa-dosa kita untuk kita ditolong oleh Tuhan.

  3. Yesus menjamah. Firman diberitakan = jamahan Tangan Tuhan. Ini yang kita butuhkan.
    Kiranya sidang jemaat berdoa agar setiap kali kita beribadah dan melayani Tuhan, kita sampai mengalami jamahan tangan Tuhan lewat pemberitaan Firman Tuhan. Sebab tanpa jamahan tangan Tuhan, kerohanian kita akan menjadi kering.
Jika Tuhan menjamah kita dan kita taat dengar-dengaran = mengulurkan tangan kepada Tuhan, maka hasilnya akan terjadi mujizat sehingga segala masalah dapat diselesaikan = bungkuk disembuhkan oleh Tuhan.

Tetapi bukan itu saja. Sebab apa artinya kita ditolong oleh Tuhan, tetapi kita jatuh lagi ke dalam dosa? Bukan seperti ini. Tuhan menjamah memang untuk membuat mujizat, tetapi Tuhan menjamah sebab Tuhan ingin:
  • menyucikan kita seperti perempuan yang sakit pendarahan selama 18 tahun. Begitu ia menjamah Tuhan, maka segeralah ia sembuh.

  • mengubahkan kehidupan kita sampai kita dapat memuliakan Tuhan lewat perbuatan kita dan dapat menyembah Tuhan lewat perkataan kita dan menjadi sempurna seperti Yesus Mempelai Pria Surga.

    Kita dijamah oleh Tuhan sehingga kesucian dan kemuliaanNya terus- menerus mengalir kepada kita sampai kita menjadi imam-imam yang dapat memuji Tuhan.
    Jika awalnya kita bersungut-sungut sekalipun kita sudah melayani Tuhan, tetapi sesudah dijamah oleh Tuhan, kita dapat menyembah Haleluya, puji Tuhan dan memuliakan Tuhan. Dan orang lain yang melihat, juga akan memuliakan Tuhan.
    Kalau kita hidup suci dan berubah = mulut hanya memuliakan Nama Tuhan sehingga menjadi kesaksian bagi orang lain.

  • menuntun kita sampai ke Yerusalem Baru, kerajaan surga yang kekal --> tempat terakhir bagi imam-imam dan raja-raja.
    Dan Dia tidak akan melepaskan kita. Sebab kalau kita dilepas, maka setan yang akan menjamah kita.

    Wahyu 7 : 17
    Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

    Tuhan menuntun ke mata air kehidupan = menuntun ke masa depan yang indah, menghapus air mata kita sampai ke tempat di mana tidak ada air mata lagi dan memberikan kehidupan sampai kita dituntun ketempat yang terindah, yaitu Yerusalem Baru, surga yang kekal.
Oleh karena itu, bila sekarang ada banyak tantangan, jangan putus asa karena semuanya dapat diselesaikan lewat pemberitaan Firman pengajaran yang benar, lewat jamahan tangan Tuhan. Dan kalau Tuhan menjamah, maka semua masalah akan diselesaikan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top