English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Januari 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam Wahyu 4:8-11, ada dua macam kegiatan...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Oktober 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 15-25= Nubuat ke-4, tentang antikris.
ay. 21-25= keadaan pada masa antikris: ...

Ibadah Kaum Muda Malang, 28 Maret 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:3-6 adalah nubuat pertama menjelang kedatangan Yesus kedua kali, yaitu

Ibadah Raya Surabaya, 06 Agustus 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Juli 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:3
4:3 Dan Dia yang duduk di...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Juni 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Februari 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:1
11:1 Pada suatu kali Yesus sedang...

Ibadah Doa Malang, 21 Agustus 2012 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27:45-50 tentang waktu penyaliban Yesus. Mulai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Juni 2016 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Januari 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Natal di Hotel Tunjungan Surabaya, 25 Desember 2015 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Agustus 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Oktober 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:30-35 judulnya adalah PERINGATAN KEPADA PETRUS.

Matius 26:30-31
26:30...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 14 Agustus 2013 (Rabu Malam)
Mazmur 141: 1-4
141:1. Mazmur Daud. Ya TUHAN, aku berseru kepada-Mu, datanglah segera kepadaku, berilah telinga kepada suaraku, waktu...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 23 November 2018 (Jumat Malam)
Lukas 22: 35-36, 38
22:35. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi,...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 28 April 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 11
9:11. Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion.

Belalang menunjuk pada roh jahat dan roh najis yang keluar dari lobang jurang maut.
Ayat 11= belalang memiliki raja yaitu malaikat jurang maut.
Artinya: setiap dosa ada kepala atau rajanya yaitu Abadon--malaikat jurang maut--; sama dengan menguasai dan memerintah manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan untuk berbuat dosa sampai puncaknya dosa, setelah itu ia mengikat manusia termasuk hamba/pelayan dalam dosa dan puncaknya dosa, sehingga sulit untuk terlepas bahkan tidak bisa terlepas dari dosa-dosa dan puncaknya dosa (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 April 2019).
Akibatnya: hanya mengalami sengatan kalajengking--sengat maut--, hukuman dari Tuhan, sampai kebinasaan selamanya.
Karena itu hati-hati dengan dosa! Setiap dosa ada malaikat jurang mautnya!

Kita harus menempatkan Yesus sebagai Kepala, supaya terlepas dari Abadon.
Matius 8: 18-20
8:18. Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
8:19. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
8:20. Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

Kita harus waspada, ini merupakan keluhan dan sekaligus kerinduan hati Yesus untuk menjadi kepala atas hidup kita.
Mengapa begitu? Karena kenyataan yang ada, justru banyak hamba/pelayan Tuhan yang menempatkan serigala dan burung--Abadon/Apolion--menjadi kepala atas hidup mereka, untuk menuju kebinasaan.

Bagaimana kita bisa menempatkan Yesus sebagai Kepala? Kita harus meningkatkan pengikutan kita kepada Tuhan--'Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi'--:

  • Mulai dari pengikutan anak kepada Bapa--percaya, bertobat, baptisan air dan Roh Kudus--; kita menjadi anak-anak Allah. Dia memang Bapa yang baik, tetapi masih ada anak terhilang.


  • Pengikutan domba terhadap Gembala--mulai tergembala. Dia Gembala yang baik, tetapi masih ada domba yang terhilang.
  • Pengikutan murid terhadap Guru--mulai masuk dalam firman pengajaran. Bagus, tetapi masih ada murid yang terhilang seperti Yudas Iskariot, atau kalau murid sudah tamat pasti terpisah dengan gurunya.


  • Puncak pengikutan yaitu mengikut Yesus ke mana saja Dia pergi. Ini adalah pengikutan tubuh terhadap Kepala--'Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi'--; tidak mungkin terpisah sampai selamanya--Dia Mempelai Pria Sorga dan kita mempelai wanita sorga.

Pengikutan tubuh terhadap Kepala sama dengan pengikutan mempelai--tidak bisa dan tidak boleh dipisahkan oleh apapun.
Jadi kita menempatkan Yesus sebagai Kepala lewat meningkatkan pengikutan kita kepada Tuhan sampai pengikutan mempelai.

Pengikutan mempelai artinya: kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; kita mempersiapkan tubuh untuk menempatkan Yesus sebagai Kepala.
Tubuh Kristus dimulai dari nikah--layani nikah untuk menjadi tubuh Kristus--, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai (Kepala dan tubuh menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan).
Mari, tingkatkan pengikutan kita sampai pengikutan tubuh terhadap Kepala, kemudian aktif dalam pembangunan tubuh Kristus. Jangan di luar tubuh!

Persekutuan/pembangunan/fellowship artinya makan bersama.
Jadi yang diperhatikan--mulai dari nikah--adalah makan bersama sampai menjadi satu kesatuan.
Makan bersama artinya makan firman pengajaran yang benar.

Jadi, pembangunan tubuh Kristus yang benar adalah berdasarkan firman pengajaran yang benar.
Kalau dalam nikah suami, isteri, anak makan bersama--satu firman pengajaran yang benar--, akan terjadi satu kesatuan, begitu juga dalam penggembalaan dan antar penggembalaan.

Matius 8: 18
8:18. Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.

Pembangunan tubuh Kristus adalah bagaikan menyeberang lautan dunia untuk mencapai pelabuhan damai sejahtera yaitu Yerusalem baru.
Artinya:

  1. 'Ia menyuruh'= masuk persekutuan mulai dari nikah merupakan perintah Tuhan yang tidak bisa ditolak.
    Kalau melanggar, berarti berdosa.

    "Sekarang kita disuruh ke Malaka, ada yang ikut, ada yang doa dan sebagainya. Kalau kita menolak, berarti kita berbuat dosa--berada di luar tubuh dan menuju kebinasaan. Karena itu saya selalu mengimbau: yang tidak ikut tetap ibadah, tetap doakan kami. Kita semua dalam satu kesatuan, sama-sama melakukan perintah Tuhan. Ada yang diperintahkan untuk maju, ada yang bertahan di belakang. Harus ikuti perintah Tuhan!"

    "Saya juga tidak akan sembarangan, tidak akan minta-minta khotbah ke sana ke mari. Siapa yang mengundang didoakan, kalau dari Tuhan, jadi, kalau tidak dari Tuhan, gagal. Begitu saja."


  2. Masuk pembangunan tubuh Kristus merupakan suatu pengorbanan. Jangan salah paham dulu: Kita berkorban terus. Ingat, Yesus dulu yang berkorban, kalau tidak, tidak akan ada tubuh Kristus. Dia berkorban nyawa untuk tubuh Kristus.
    Yohanes 2: 19-21
    2:19. Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
    2:20. Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
    2:21. Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

    Saat menghadapi Bait Allah jasmani yang dibangun empat puluh enam tahun, Yesus berkata: Rombak Bait Allah ini!
    Mengapa demikian? Karena empat puluh enam tahun menunjuk pada Taurat--loh batu pertama berisi empat hukum, loh batu kedua enam hukum. Kalau tidak dirombak, sampai kapanpun bangsa kafir tidak boleh masuk tubuh Kristus, karena Taurat hanya untuk bangsa Israel asli.

    Tiga hari= kematian dan kebangkitan Yesus--kurban Kristus--, sehingga bangsa kafir bisa masuk ke dalam tubuh Kristus.
    Inilah pengorbanan Tuhan. Dia harus mati di kayu salib sehingga terjadi perombakan Bait Allah jasmani--sistem Taurat yang hanya untuk bangsa Israel asli--menjadi Bait Allah rohani--sistem kemurahan, di mana bangsa kafir boleh masuk ke dalamnya.

    Sorga Dia tinggalkan, semuanya Dia tinggalkan, sampai nyawapun Dia berikan, karena itu apa yang kita korbankan untuk pembangunan tubuh Kristus sangat tidak sebanding. Justru kita bersyukur kalau boleh berkorban.

    Segala sesuatu harus dikorbankan untuk pembangunan tubuh Kristus kecuali firman pengajaran yang benar, karena firman pengajaran yang benar merupakan kepala. Menikah, tergembala, fellowship tanpa pengajaran yang benar sama dengan tubuh tanpa Kepala--tanpa arah, mengerikan, bahkan membinasakan.
    Jangan coba-coba! Yang sudah dalam satu pengajaran saja masih berjuang supaya dua bisa menjadi satu, apalagi kalau di luar pengajaran.
    Pengajaran yang benar adalah alkitab.

    Jangan ragu-ragu untuk berkorban apa saja jika didorong oleh firman pengajaran yang benar--bunyi sangkakala yang keras--dan kurban Kristus, bukan pendeta--jangan dibodohi pendeta--, supaya nanti pada sangkakala terakhir saat Yesus datang kita sudah siap, tidak asing lagi. Tetapi kalau sekarang bergantung pada orang lain, saat bunyi sangkakala terakhir kita tidak akan mengerti.
    Mulai sekarang belajar untuk bergantung pada firman pengajaran yang benar. jangan bergantung pada pendeta, orang tua, anak dan sebagainya!

    Apa yang kita korbankan tidak akan hilang, malah kita bertemu dengan Jehovah Jireh.
    Contoh: Abraham taat untuk mempersembahkan anaknya, dan ia bertemu Jehovah Jireh. Tuhan bisa mengadakan dari tidak ada menjadi ada; Dia tidak pernah menipu kita.

    "Sampai yang menerima panggilan sepenuh untuk melayani Tuhan, jangan takut. Dulu saya bodoh, saya lari sampai sepuluh tahun."


  3. Masuk pembangunan tubuh Kristus artinya menghadapi tantangan dan rintangan; sama dengan menghadapi kuasa maut (malaikat jurang maut dengan kuasa maut)--namanya menyeberang berarti kita menghadapi tantangan, terlambat sedikit, bahaya.

    Ada tiga tantangan dan rintangan yang dihadapi dalam pembangunan tubuh Kristus--mulai dari nikah--:


    • Matius 8: 20
      8:20. Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

      Tantangan pertama: serigala dan burung--roh jahat dan roh najis--; Babel.

      Wahyu 18: 2
      18:2. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

      'roh-roh jahat'= serigala.
      'roh najis'= burung.
      'yang dibenci'= kepahitan. Jangan ada kepahitan, kalau ada kepahitan apalagi pada suami/isteri, nanti akan najis. Jangan ada kepahitan tetapi berusaha untuk saling mengasihi.

      Roh jahat, roh najis, dan kepahitan mengarahkan kita pada pembangunan Babel--mempelai wanita setan yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan--, yang akan dibinasakan.

      Bagaimana cara menghadapi serigala dan burung--roh jahat, roh najis, dan kepahitan--? Lewat penyucian oleh pedang firman. Tinggal pilih, kalau dalam ibadah tidak ada pedang, maka serigala dan burung yang ada. Tetapi kalau ada pedang, tidak akan ada serigala dan burung.

      Apa yang disucikan?


      • Penyucian dari perbuatan dosa.
        Matius 5: 27, 30

        5:27. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
        5:30. Dan jika
        tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.


      • Penyucian hati.
        Matius 5: 28
        5:28. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.


      • Penyucian pandangan.
        Matius 5: 29
        5:29. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.


      • Penyucian nikah.
        Matius 5: 31-32
        5:31. Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.
        5:32. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

        Hati-hati dengan kawin campur dan kawin cerai, karena bisa masuk kawin mengawinkan.
        Banyak yang salah menafsirkan ayat ini.

        Nikah perlu disucikan supaya tidak masuk kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan. Mengapa terjadi perceraian--termasuk perceraian dalam hati--? Karena kekerasan hati.
        Penyucian nikah di sini adalah penyucian dari kekerasan hati/kebenaran sendiri--menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan. Ini yang menceraiberaikan.

        Tabiat kebenaran sendiri harus disucikan menjadi kebenaran dari Tuhan yaitu saling mengaku dan mengampuni, sehingga nikah menjadi satu.
        Hati-hati! Jangan menafsirkan ayat! Di sini sudah jelas, kalau menikah lagi berarti sudah berzinah. Maksudnya adalah kalau mempertahankan kekerasan hati sehingga terjadi perceraian, harus tinggal sendiri, tidak boleh menikah dengan yang lain sebelum salah satu meninggal dunia.

        Berani bercerai, harus berani tinggal sendiri kalau memang keras hati, sampai salah satu mati atau Tuhan datang kembali.


      • Penyucian mulut.
        Matius 5: 37
        5:37. Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.


      Kita harus menerima penyucian oleh pedang firman untuk menghadapi serigala dan burung. Kita disucikan mulai dari hati--sumbernya dosa--, pandangan, perbuatan, tabiat--termasuk nikah--sampai ujungnya yaitu mulut--tidak ada dusta. Kalau tidak ada dusta, kita akan menjadi satu kesatuan tubuh yang menempatkan Yesus sebagai Kepala--dalam satu tubuh tidak mungkin ada dusta.


    • Matius 8: 21-22
      8:21. Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."
      8:22. Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."

      Tantangan kedua: orang mati--tubuh yang mati. Kalau tubuh Kristus harus aktif.
      Tadi tubuh Babel yang menjadi halangan--ada tubuh Kristus yang sempurna dalam kesucian tetapi juga ada tubuh Babel yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan.

      Tubuh yang mati= manusia darah daging yang tidak mewarisi kerajaan sorga.

      Tanda tubuh yang mati:


      • Tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan; tidak pernah mengutamakan ibadah tetapi hanya memikirkan yang jasmani.
      • Tidak berubah; tetap mempertahankan manusia darah daging dengan delapan belas sifat tabiat daging sekalipun mungkin ada di dalam ibadah.
        2 Timotius 3: 1-5
        3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
        3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
        3:3. tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
        3:4. suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
        3:5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

        'masa yang sukar'= sukar untuk berubah; seperti orang mati yang tidak bisa berubah.
        Contoh: Mungkin isteri mengingatkan suaminya: Pak, jangan kasar-kasar, saya jantungan. Tetapi suaminya menjawab: Sifatku memang begini--tidak mau diubah.
        Anak-anak pada orang tua juga hati-hati, jangan sampai berkata: Kenapa aku dilahirkan?
        Jangan! Apa yang tidak baik harus diubah, supaya jangan menjadi tubuh yang mati.

        'mencintai dirinya sendiri'= egois.
        'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah'= tidak taat dengar-dengaran.
        'memungkiri kekuatannya'= tidak mau firman pengajaran/salib--kuasa ibadah adalah firman dan salib.

        Akibatnya: dicap 666, berarti menempatkan antikris sebagai kepala.
        Mengapa tidak berubah? Karena menolak kuasa ibadah, itulah firman pengajaran yang benar.
        di dalam ibadah, semua diterima: menyanyi sampai capek, tetapi firman tidak boleh lama-lama. Itulah kesedihan kita.

        "Dulu seringkali saya diminta untuk berkhotbah dalam ibadah pernikahan, sedangkan gembalanya yang bagian ini itu. Saya sudah cepat-cepat berkhotbah, nanti bagian pemberkatan, baru soal cincin cerita dulu panjang lebar, tetapi orang senang. Heran saya. Apa maksudnya itu? Saya sedih sekali, yang ditolak pasti firmannya."

        Menolak kuasa ibadah berarti sengat maut ada di sana.
        Oleh sebab itu dalam ibadah pelayanan kita harus mengutamakan firman pengajaran dan kurban kristus untuk mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani, mulai dari taat dengar-dengaran--puncak dari orang yang tidak berubah adalah tidak taat.

        Kalau sudah taat dengar-dengaran, berarti tujuh belas dosa lainnya sudah tidak ada lagi. Itulah manusia rohani. Kita mengasihi Tuhan lebih dari semua, berarti bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri dan orang yang memusuhi kita.


    • Matius 8: 23-26
      8:23. Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.
      8:24. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
      8:25. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
      8:26. Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

      Tantangan ketiga: angin dan gelombang.

      Tadi kita menghadapi tantangan dari roh jahat dan roh najis--tubuh Babel--, kemudian tubuh yang mati--tidak setia dan berubah.
      Sekarang angin dan gelombang yang di dalamnya mengandung kuasa maut.

      Angin= ajaran palsu termasuk gosip, fitnah yang mengubah arah kita ke Yerusalem baru; kalau ajarannya berubah kita akan kehilangan arah, tidak lagi ke Yerusalem baru tetapi tersesat, terhilang, dan binasa. Jangan salah arah; jangan berubah-ubah soal pengajaran!
      Gelombang= dosa-dosa sampai puncaknya dosa, pencobaan yang mustahil di segala bidang.

      Angin dan gelombang dilancarkan oleh setan--malaikat jurang maut--dengan kuasa maut untuk menenggelamkan perahu kehidupan kita.
      Artinya:


      • Mulai merosot secara jasmani, rohani--pelayanan, kesucian merosot sampai jatuh dalam dosa. Kita harus hati-hati!
      • Hidup mulai ketakutan, stres, tidak tenang, tidak ada damai, tetapi letih lesu, beban berat, susah payah. Ini berarti mulai tenggelam.
      • Mulai menghadapi masalah-masalah yang mustahil sampai pada kebinasaan.


      Angin dan gelombang datangnya sekonyong-konyong. Kita sudah bilang: enak ya hidup ini, tahu-tahu kena angin dan gelombang.

      "Saya kaget, ada jemaat--ini bukan mengungkit-ungkit, dan keduanya sudah meninggal dunia--, nikahnya sudah berpuluh tahun, sudah senang, tiba-tiba bercerai di usia tua. Saya bingung. Itu terjadi sebelum saya ditempatkan di satu daerah. Saya kenal orang itu, beliau diberkati, senang, tetapi di usia tua bisa bercerai. Bisa terjadi. Hati-hati!"

      Jalan keluarnya:


      • Yesus harus selalu berada di dalam perahu.
        Artinya: kita harus selalu setia dalam ibadah pelayanan. Kalau gelombang datang saat kita tidak setia, kita akan tenggelam. Tetapi kalau selalu setia, saat gelombang datang, ada Yesus yang menolong kita.

        Tenggelam atau tidaknya perahu kita bukan bergantung pada besar kecilnya ombak, tetapi ada tidaknya Yesus di perahu--setia tidaknya kita. Kalau tidak setia, kalah, kalau setia, Yesus yang berperang ganti kita untuk memberi kemenangan, dan kita tenang. Harus setia!
        Wahyu 17: 14
        17:14. Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."


      • Matius 8: 26
        8:26. Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

        Yang kedua: jangan bimbang terhadap pribadi Yesus--firman pengajaran yang benar--dan kuasa Tuhan.

        Kebimbangan adalah gelombang terbesar dari dalam yang menenggelamkan perahu kita.
        Dari luar, kalau kita bimbang, kita akan melihat hantu yang menenggelamkan.

        Karena itu kalau kita bimbang, hidup itu tidak akan ada artinya: dari dalam menghadapi gelombang terbesar, dari luar melihat hantu yang menenggelamkan.

        Sebaliknya, kalau kita tetap percaya dan berharap Tuhan--taati firman pengajaran yang benar; percaya pada pribadi dan kuasa Tuhan--kita akan melihat kemuliaan Tuhan. Kita melihat Dia sebagai satu-satunya sumber pertolongan kita. Itu saja.

        Semua bergantung pada hati! Kalau bimbang, akan hancur, tidak bisa naik--tenggelam dari dalam dan luar.
        Tetapi kalau hanya percaya dan berharap Yesus, kemuliaan-Nya akan menolong kita.


      Cara Tuhan menolong: Dia tidur dan bangun.
      Artinya: mati di kayu salib dan bangkit.
      Matius 8: 24-26
      8:24. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
      8:25. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
      8:26. Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

      Ibrani 2: 14-18
      2:14. Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
      2:15. dan supaya dengan jalan demikian
      Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
      2:16. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
      2:17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya
      Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
      2:18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.


      • 'oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut'= Dia mati dan bangkit untuk mengalahkan maut--setan yang berkuasa atas maut.


      • 'Ia membebaskan mereka'= Dia mati dan bangkit untuk membebaskan kita dari maut--dosa--sehingga kita bisa hidup benar dan suci.
      • 'Ia menjadi Imam Besar'= Dia mati dan bangkit untuk menjadi Imam Besar yang memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita sampai menolong kita tepat pada waktunya. Dia dapat dan tepat untuk menolong kita.

        Sabar menunggu waktu Tuhan! Yang penting ikuti prosedurnya, yaitu jaga Yesus supaya selalu ada di perahu kita--setia--, jangan bimbang, dan percaya berharap Dia sebagai satu-satunya Penolong kita.


      Cara kita: berseru dan berserah kepada Tuhan; kita datang membangunkan Yesus, menggairahkan hati-Nya untuk berbelas kasih kepada kita.
      Matius 8: 25
      8:25. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."

      Dia akan menolong kita semua: laut menjadi teduh: masalah yang mustahil selesai, ada damai, hidup enak dan ringan.
      Petrus hampir tenggelam tetapi diangkat, artinya dari gagal menjadi berhasil dan indah, yang jatuh dipulihkan. Pelayanan yang sudah jatuh, mari kembali lagi, buang dosa dan sandungannya, bukan pelayanannya. Kita semua dipakai Tuhan di akhir zaman.

      Dan kita dituntun ke pelabuhan damai sejahtera, Yerusalem baru.
      Mazmur 107: 30
      107:30. Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka.

      Dituntun artinya kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna, kita menjadi mempelai wanita sorga untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali, dan kita masuk Yerusalem baru.
      Jangan takut, kalau dituntun Tuhan kita akan mengalami langkah-langkah mujizat baik secara rohani maupun jasmani.

Tempatkan Yesus sebagai kepala! Masuk pembangunan tubuh Kristus sekalipun menghadapi tiga tantangan:

  1. Serigala dan burung. Kita hadapi dengan penyucian firman.
  2. Tubuh yang mati. Kita hadapi lewat menerima firman dan salib, sehingga kita diubahkan.
  3. Angin dan gelombang. Kita hadapi lewat berseru dan berserah kepada Tuhan. Tuhan akan menolong kita.

Jangan berharap siapa-siapa, tetapi Tuhan saja.
Ketika badai menerpa di bidang apa saja, membuat hati sedih, takut, putus asa, kita tetap berharap pada Tuhan.

Jangan putus asa selagi kita bisa menyeru: Yesus. Perbaiki semua prosedur dan penyuciannya!
Jangan bimbang, tetapi banyak berseru dan berserah kepada Tuhan. Yang sudah mapan dan baik, jangan sombong, angin dan gelombang bisa datang sekonyong-konyong. Tetap berseru kepada Tuhan!

Mungkin suami, isteri, anak, orang tua tidak tahu atau tidak ada yang mau tahu, jangan marah, kesempatan kita secara pribadi dengan Dia. Tuhan mau menolong kita, siapa tahu siang ini waktunya Tuhan bagi kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top