English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Januari 2011 (Senin Sore)
Matius 26:
= secara keseluruhan (ay. 1-75), dalam susunan Tabernakel, terkena pada buli-buli emas berisi manna, artinya:kehidupan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 November 2008 (Senin Sore)
Matius 24: 26-31 -> nubuat ke-5, yaitu tentang kedatangan Tuhan Yesus yang...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Oktober 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Juli 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Agustus 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 14 Oktober 2015 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus

Keluaran 29:31-35
29:31 Domba jantan persembahan pentahbisan itu...

Ibadah Raya Surabaya, 26 April 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 31
= terdengar sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan dalam kemuliaan di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 Juli 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15b-16
7:15 .... Dan Ia yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 Oktober 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2 dan 3 dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 April 2010 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Adrie Tuju

Yohanes 17:17
17:17. Kuduskanlah mereka...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Oktober 2008 (Senin Sore)
Pembicara: Sdr. Yakub

Matius 24: 26-27
= tanda...

Ibadah Raya Surabaya, 29 November 2009 (Minggu Sore)
Matius 24:36-39, 41-42
Nubuat ke 7.
Pada jaman Nuh hanya ada 8 keluarga yang selamat....

Ibadah Kunjungan Batam II, 29 Agustus 2013 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 5:13
5:13 “Kamu adalah garam dunia....

Ibadah Doa Surabaya, 19 Maret 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 15 Juli 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian.
Artinya sekarang...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Oktober 2010 (Kamis Sore)

Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 6:25-34

6:25. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
6:26. Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
6:27. Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
6:28. Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
6:29. namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
6:30. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
6:31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
6:34. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Ini adalah tentang hukum ketujuh, yaitu  hukum iman.
Kita memiliki iman lewat percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan, terutama saat menghadapi kekuatiran.

Ada tiga jenis kekuatiran, yaitu:
  1. Kekuatiran tentang kebutuhan atau hal-hal jasmani (ayat 31).
  2. Kekuatiran jiwa, berkaitan dengan nikah.
    1 Korintus 7:32
    7:32. Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

  3. Kekutiran tentang kebutuhan roh atau hal-hal rohani.
    Lukas 10:40-41
    10:40. sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
    10:41. Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,


    Ini terjadi karena tidak hidup dalam firman pengajaran. Selain itu, dapat pula terjadi bahwa seseorang telah hidup dalam firman pengajaran teteapi memiliki kekuatiran.
Lukas 13:11
13:11. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.

Kekuatiran terjadi karena roh antikris, setan, dan nabi palsu.
"18" = 6+6+6, menunjuk pada tanda atau cap dari antikris.

Amsal 12:25
12:25. Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

2 Timotius 1:7
1:7. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Kalau Roh yang dari Tuhan tidak akan pernah memberikan ketakutan.
Kekuatiran datang dari roh anitkris, setan, dan nabi palsu yang mengakibatkan hal-hal berikut ini:
  • Ketakutan dan kebimbangan yang mengakibatkan ketenggelaman.
    Matius 14:31
    14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

  • Bungkuk, artinya adalah ketidaksempurnaan.
  • Tidak dapat mencapai Yerusalem Baru.
    Wahyu 21:1
    21:1. Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

    Kekuatiran bagaikan gelombang lautan yang mengakibatkan seseorang tidak dapat masuk Yerusalem Baru (karena di Yerusalem Baru tidak ada lagi laut).
Jalan keluar dari kekuatiran adalah sebagai berikut:
Matius 6:26
6:26. Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

"lihatlah burung-burung di udara..." menunjukkan suatu pandangan yang rohani.

Yohanes 4:35
4:35. Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.

Kita dapat melihat ke ladang Tuhan dengan aktivitasnya sebagai berikut:
  1. Penaburan.
    Yohanes 4:36
    4:36. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.

    Ini adalah pekerjaan pertama, yaitu kegerakan Roh Kudus Hujan Awal, di dalam firman penginjilan.

    Kita harus memperhatikan dua hal berikut ini dalam pekerjaan penaburan:
    1. tanah.
      Tanah hati kita harus baik, yaitu hati lembut yang dikuasai Roh Kudus untuk dapat menerima firman Tuhan.

      Lukas 8:15
      8:15. Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."

      Yakobus
      1:21
      1:21. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

    2. Benih.
      Ulangan 22:9
      22:9. Janganlah kautaburi kebun anggurmu dengan dua jenis benih, supaya seluruh hasil benih yang kautaburkan dan hasil kebun anggurmu jangan menjadi milik tempat kudus.

      Benih itu harus benar, yaitu benih firman yang baik, yang tertulis dalam Alkitab, ayat menerangkan ayat.
      Jangan menaburkan berbagai jenis benih.
      Kita harus mendengar, mengerti, dan percaya firman Tuhan dengan sungguh-sungguh sampai mempraktekkannya, bertobat, dibaharui, dan dibenarkan di hadapan Tuhan.
      Ini adalah proses penaburan.

  2. Penuaian.
    Yohanes
    4:36
    4:36. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.

    Ini merupakan pekerjaan terakhir, yaitu kegerakan Roh Kudus Hujan Akhir, di dalam firman pengajaran.

    Yoel 2:23
    2:23. Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.

    Ada dua hal yang harus kita perhatikan dalam pekerjaan penuaian yaitu:
    Yakobus 5:7-11
    5:7. Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
    5:8. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!
    5:9. Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.
    5:10. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
    5:11. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang
    ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

    1. Ketekunan dalam melakukan tiga macam ibadah pokok dalam penggembalaan.
      Kisah Rasul
      2:42
      2:42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

      Ini adalah seperti carang yang melekat pada Pokok Anggur Yang Benar, untuk disucikan oleh firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang tajam mata dua.

      Yohanes 15:1-4
      15:1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
      15:2. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
      15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
      15:4. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak
      tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

      Kita disucikan dari segala dosa, termasuk tiga akar berikut ini:
      1. Akar kepahitan.
        Ibrani 12:15
        12:15. Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

        Ini dimulai dengan perasaan tidak suka pada orang lain, iri hati, dan benci.
        Kondisi ini terjadi ketika orang lain diberkati, baik berkat jasmani maupun berkat rohani, atau saat dalam pemakaian Tuhan.

        Kejadian
        4:6-9
        4:6. Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
        4:7. Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
        4:8. Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.
        4:9. Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"


        Kejadian
        37:4
        37:4. Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ram

        Iri hati banyak terjadi di ladang Tuhan dan dalam nikah.

        Matius 20:13-15
        20:13. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
        20:14. Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
        20:15. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?


        Seseorang tidak akan berada dalam pekerjaan penuaian jika menyimpan dosa-dosa tersebut.
        Di samping itu, akibat dari akar kepahitan adalah maut.

        1 Yohanes 3:14-15
        3:14. Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.
        3:15. Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.


        Jika kebencian terjadi terus-menerus, akan menjadi kebencian tanpa alasan.

        Yohanes 15:25
        15:25. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.

        Sebaliknya, jika kita disucikan dari akar kepahitan, kita akan dapat mengasihi orang lain, bahkan kita dapat mendoakan hal yang baik untuk musuh kita.

      2. Akar kejahatan, yaitu cinta akan uang.
        1 Timotius 6:9-10
        6:9. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
        6:10. Karena
        akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

        Kita boleh punya uang, tapi jangan mengasihi uang.
        Cinta uang terjadi lewat hal-hal berikut:
        1. Mencari uang sampai meninggalkan ibadah dan pelayanan.
        2. Beribadah dan melayani untuk mencari uang, seperti yang telah dilakukan Yudas. Akibatnya dia tidak dapat masuk dalam pembangunan tubuh Kristus.
        3. Mencari uang dengan cara yang tidak halal.
        4. Kikir (tidak bisa memberi perpuluhan dan persembahan khusus pada Tuhan, tidak bisa memberi untuk sesama) dan serakah.

      3. Akar busuk, yaitu kenajisan dan kemunafikan karena menolak firman pengajaran dan menerima ajaran lain.
        Yesaya 5:24
        5:24. Sebab itu seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan menjadi busuk, dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, oleh karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam dan menista firman Yang Mahakudus, Allah Israel.

        Setelah disucikan, kita akan dipakai Tuhan sampai kita dapat menghasilkan buah-buah yang matang dan manis, seperti perkataan yang manis.

        Keluaran 29:1
        29:1. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

        Yakobus
        1:4
        1:4. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

        Setelah itu, penuaian akan dapat dilakukan. Kita dituai untuk disimpan dan diberkati oleh Tuhan.

    2. Kesabaran.
      Roma 12:12
      12:12. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!

      Kita harus sabar dalam menghadapi pencobaan, dan dalam menunggu waktu pertolongan Tuhan datang pada kita bahkan kita dapat menanti kedatangan Tuhan kedua kali.

      Yakobus 5:8
      5:8. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!
Ada dua jenis penuaian, yaitu:
  1. Menuai anggur kemurkaan.

    Wahyu 14:14-16
    14:14. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.
    14:15. Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: "Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah,
    karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak."
    14:16. Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumipun dituailah.


    Ini adalah arti yang negatif, yaitu penghukuman atau hal-hal jelek yang didapat seseorang karena telah menabur hal-hal yang jelek.

    Kejadian 9:18-21
    9:18. Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera ialah Sem, Ham dan Yafet; Ham adalah bapa Kanaan.
    9:19. Yang tiga inilah anak-anak Nuh, dan dari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi.
    9:20. Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur.
    9:21. Setelah ia minum anggur, mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya.


    Akibatnya, ada upah dosa, yaitu maut atau kebinasaan.

    Roma 6:23
    6:23. Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

    Sebaliknya, jika kita menabur hal-hal yang baik, kita akan mendapat hal yang baik pula, bahkan upah hidup kekal saat masuk dalam penuaian yang kedua sebagai berikut.

  2. Penuaian gandum.
    Matius
    13:30
    13:30. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."

    Ini adalah penuaian yang positif.
    Upah hidup kekal jauh lebih berharga dari memiliki banyak uang.

    Yohanes 6:27-33
    6:27. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
    6:28. Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"
    6:29. Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."
    6:30. Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?
    6:31. Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga."
    6:32. Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan
    Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.
    6:33. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."


    Pekerjaan penuaian ini berkaitan dengan makanan atau roti dari surga yang memberikan hidup kepada kita, yaitu:
    1. Roti malaikat atau firman penggembalaan.
      Kisah Rasul 27:21-24
      27:21. Dan karena mereka beberapa lamanya tidak makan, berdirilah Paulus di tengah-tengah mereka dan berkata: "Saudara-saudara, jika sekiranya nasihatku dituruti, supaya kita jangan berlayar dari Kreta, kita pasti terpelihara dari kesukaran dan kerugian ini!
      27:22. Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.
      27:23. Karena tadi malam seorang
      malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku,
      27:24. dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau.


      Firman penggembalaan sanggup memberi hidup kepada kita walaupun kita berada di tengah badai, sehingga kita tidak bimbang atau kecewa.

    2. Roti perjamuan suci dan darah Yesus.
      Kisah Rasul 27:33-36
      27:33. Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: "Sudah empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa.
      27:34. Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya."
      27:35. Sesudah berkata demikian, ia mengambil
      roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka, memecah-mecahkannya, lalu mulai makan.
      27:36. Maka kuatlah hati semua orang itu, dan merekapun makan juga.


      Roti perjamuan suci dan darah Yesus memberi kita kekuatan dan kepastian hidup yang kekal.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top