English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 03 Mei 2009 (Minggu Sore)
Wahyu 22: 20-21
"Ya, Aku datang segera"= kesiapan dari Yesus untuk datang kedua kali dalam kemuliaan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Agustus 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Februari 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:1
11:1 Pada suatu kali Yesus sedang...

Ibadah Doa Surabaya, 24 Juni 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera,...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Juli 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Doa Malang, 11 April 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:1-12, tentang peniupan sangkakala yang kelima, atau...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Maret 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 29 Agustus 2012 (Rabu Dini Hari)
Tema: Tersungkur di bawah kaki Tuhan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 11:3-5
11:3...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Desember 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Doa Malang, 12 Januari 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang jemaat Laodikia, sekarang menunjuk jemaat akhir...

Ibadah Doa Malang, 14 Januari 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:7
1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 November 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat, ketika...

Ibadah Raya Surabaya, 23 April 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Ucapan Syukur Malang, 29 Desember 2009 (Selasa Sore)
1 Tesalonika 5:18, merupakan kehendak Allah supaya kita bisa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 April 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Januari 2016 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada pada kitab Wahyu 2-3, tentang 7 jemaat bangsa kafir yang mengalami penyucian terakhir--percikan darah--, supaya bisa sempurna (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Kita mempelajari kitab Wahyu 3: 14-22--tentang sidang jemaat di LAODIKIA (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Juni 2015). Ini adalah jemaat yang terakhir--jemaat ketujuh; menunjuk pada keadaan jemaat akhir zaman--kita semua.

Wahyu 3: 21-22
3:21.
Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.
3:22. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."


JANJI TUHAN kepada jemaat Laodikia--kita semua--yang menang bersama Yesus atas keadaan suam-suam kuku, yaitu duduk bersanding bersama Yesus di takhta sorga selama-lamanya; artinya kita sebagai mempelai wanita sorga--isteri/tubuh Kristus yang sempurna--duduk bersanding dengan Yesus--Mempelai Pria Sorga/suami/kepala--di takhta kerajaan sorga untuk selama-lamanya.

Keadaan jemaat Laodikia adalah suam-sum kuku, sehingga dimuntahkan oleh TUHAN.
Jadi kesimpulannya, kehidupan yang bagaikan muntah--tidak berguna, jijik, najis dan binasa--bisa diangkat menjadi mempelai wanita yang duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga--takhta Yerusalem baru.
Artinya: siapapun kita; apapun keadaan kita bangsa kafir, TUHAN mampu mengangkat kita. Tahun ini adalah tahun pengangkatan. TUHAN mampu menyelamatkan dan menyempurnakan kita sampai duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga. Hanya bergantung pada kita bangsa kafir, mau atau tidak; mau diangkat atau tidak. Kalau mau diangkat, pasti bisa diangkat.

Dalam Wahyu 2-3, ada 7 LANGKAH bagaimana bangsa kafir bisa duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga--menjadi mempelai wanita--selama-lamanya:

  1. Wahyu 2: 1-7 (jemaat Efesus)
    2:4. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

    Langkah pertama: harus kembali pada kasih yang mula-mula.

    Kasih mula-mula adalah kasih Allah lewat kurban Kristus di kayu salib.
    Yohanes 19: 33-34
    19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu
    menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Sebenarnya, Yesus sudah mati--tidak dipatahkan kaki-Nya--dengan 4 luka utama--2 di tangan, 2 di kaki--untuk menyelamatkan bangsa Israel--umat pilihan TUHAN.
    Kemudian, karena sudah mati, lambung Yesus ditombak oleh prajurit Romawi, sehingga mengalir keluar darah dan air. Ini adalah luka kelima untuk menyelamatkan bangsa kafir. Inilah kasih mula-mula.

    Jadi, bangsa kafir kembali kepada kasih mula-mula, artinya bangsa kafir harus menerima tanda darah dan air yang keluar dari lambung Yesus yang tertikam. Inilah langkah pertama untuk bisa duduk bersanding dengan Yesus.

    Tanda darah= mezbah korban bakaran. Di sana binatang korban disembelih dan dagingnya dibakar untuk menghapus dosa. Sekarang menunjuk pada kurban Kristus--Yesus bagaikan Anak Domba Allah yang disembelih di kayu salib.
    Artinya: bangsa kafir harus percaya kepada Yesus dan bertobat.

    Bertobat= berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN; mati terhadap dosa, terutama mati terhadap 6 dosa yang mendarah daging--dosa-dosa yang membuat kita tidak bisa selamat dan sempurna.

    1 Korintus 5: 11
    5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul(1), kikir(2), penyembah berhala(3), pemfitnah(4), pemabuk(5) atau penipu(6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

    'jangan makan bersama'= tidak bisa menjadi satu tubuh; tidak bisa bersekutu.

    Ayat 11= 6 dosa yang mendarah daging. Angka 6 adalah angka daging--manusia diciptakan pada hari ke-6.
    Mendarah daging, artinya mengikat tubuh, jiwa, dan roh, sehingga tidak bisa masuk dalam kesatuan tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita. 6 dosa yang mendarah daging, antara lain:


    • cabul= dosa kawin mengawinkan,
    • kikir= tidak bisa memberi,
    • penyembah berhala= termasuk serakah (akar kejahatan adalah cinta akan uang).
    • Pemfitnah,
    • pemabuk= dosa makan minum,
    • pendusta= penipu.


    Malam ini, biarlah kita tegas untuk membuang 6 dosa.

    Tanda air= kolam pembasuhan= baptisan air.
    Roma 6: 4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa--bertobat--, harus dikuburkan bersama Yesus di dalam air.
    Ada 2 kesalahan:


    • orang belum mati--belum bertobat--, tetapi dipaksa untuk dikubur. Akhirnya ia jadi pemberontak--melawan. Kesalahan hamba TUHAN adalah membaptis untuk jadi anggota gereja, padahal seharusnya menjadi anggota tubuh Kristus.

      Karena itu, yang mau masuk baptisan harus mendengar firman. Saat dosa-dosa ditunjukkan, berhenti--dosa dibuang. Nanti masih ada penataran baptisan. Harus begitu, supaya benar-benar bisa bertobat dan dosa-dosa bisa dibuang. Kalau sembarangan, justru hidupnya memberontak.


    • Sudah mati--bertobat--, tetapi tidak mau dibaptis; orang mati tidak mau dikubur dan pasti busuk.


    Hasil baptisan air yang benar adalah keluar dari dalam air bersama Yesus--bangkit dari dalam air bersama Yesus--, untuk mendapatkan hidup baru--langit terbuka; hidup sorgawi--, yaitu HIDUP DALAM KEBENARAN. Ini kekuatan dari baptisan dan kita tidak kembali lagi untuk berbuat dosa.
    Kalau tidak dibaptis, akan kembali lagi berbuat dosa--jadi anjing dan babi.

    Kalau hidup dalam kebenaran--hidup dari iman--, maka kita menjadi anak-anak Abraham.
    Galatia 3: 7
    3:7. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

    Hidup dari iman--hidup dari firman--adalah hidup dalam kebenaran; mau makan, tidak makan, kaya, miskin, tetapi tetap hidup dalam kebenaran.
    Di dalam injil Matius, baptisan air mengubahkan batu-batu keras--bangsa kafir--menjadi anak-anak Abraham.

    Matius 3: 9
    3:9. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

    Memang keturunan Abraham secara daging adalah umat Israel (keturunan Abraham, Ishak, Yakub), tetapi secara rohani, lewat baptisan air, terjadi pembaharuan dari batu-batu keras--bangsa kafir yang hidup dalam kubangan dosa--menjadi anak-anak Abraham (hidup dari iman); kita bebas dari kutukan dosa--hukuman dosa--, bahkan menerima berkat Abraham secara jasmani dan rohani sampai anak cucu, menjadi berkat bagi orang lain, sampai berkat hidup kekal.

    Galatia 3: 13-14
    3:13. Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
    3:14. Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia
    berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

    'bangsa-bangsa lain' = bangsa kafir.

    Baptisan air benar-benar sangat penting! Kita bisa kembali pada suasana Firdaus. Baptisan air mengubah suasana kutukan menjadi suasana Firdaus--suasana berkat. Dulu Adam dan Hawa di taman Eden hidup dalam suasana Firdaus; tidak ada kutukan dan susah payah.

    Supaya bisa duduk di takhta, bangsa kafir harus kembali pada kasih mula-mula; kita kembali pada tanda darah dan air yang keluar dari lambung Yesus. Kita bertobat, masuk baptisan air dan hidup dalam kebenaran. Batu keras yang tenggelam dalam dosa-dosa menjadi anak-anak Abraham, sehingga kutukan dosa dan hukuman dosa tidak ada lagi, tetapi yang ada adalah berkat Abraham sampai anak cucu, bahkan hidup kekal selamanya; dari suasana kutukan menjadi suasana Firdaus. Ini janji TUHAN kepada jemaat Efesus, yaitu makan buah dari pohon kehidupan di Taman Firdaus (Wahyu 2: 7).



  2. Wahyu 2: 8-11 (jemaat di Smirna)
    2:10. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

    Langkah kedua: SETIA sampai mati; setia dalam penderitaan bersama Yesus sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali kedua kali.

    Bentuknya macam-macam:


    • menderita dalam ibadah pelayanan, pulang kantor masuk ibadah, besok ada ujian tetapi kita beribadah (yang lain sudah belajar, tetapi kita masih beribadah),
    • berpuasa,
    • dan lain-lain.


    Kalau tidak kuat dalam penderitaan, pandang kurban Kristus. Dia tinggalkan sorga yang begitu mulia lalu lahir di kandang--sudah menderita--, belum lagi saat di kayu salib. Dia jauh lebih menderita dan kita akan dikuatkan.

    Mengapa TUHAN izinkan kita menderita bersama Yesus--memikul salib bersama Yesus? Supaya mengalami kemuliaan.
    2 Korintus 4: 16-17
    4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    4:17. Sebab
    penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

    Di balik penderitaan ada kemuliaan, yaitu keubahan hidup. Dan setan tidak bisa meniru hal ini. Kalau kaya, setan masih bisa meniru.
    Kita diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu tahan uji--kuat teguh hati.

    Yakobus 1: 12
    1:12. Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

    Tahan uji, artinya: tidak kecewa, putus asa, dan tinggalkan TUHAN saat menghadapi apapun juga, tetapi tetap percaya dan berharap TUHAN; tetap mengasihi TUHAN lebih dari semua; tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir.
    TUHAN izinkan kita menderita, supaya kita menjadi kehidupan yang tahan uji.

    Apapun yang kita hadapi--kekurangan, penderitaan--, kita tetap percaya dan berharap TUHAN, dan hasilnya: kita mendapatkan mahkota kehidupan.
    Mahkota kehidupan= kehidupan kekal bersama TUHAN selamanya--tidak mengalami kematian kedua; neraka. Ini adalah janji TUHAN kepada jemaat Smirna.

    Wahyu 2: 11
    2:11. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."


  3. Wahyu 2: 12-17 (jemaat di Pergamus)
    2:13. Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.

    Langkah ketiga: TIDAK MENYANGKAL IMAN; tidak gugur dari iman; tidak disesatkan.

    Jemaat Pergamus ini menghadapi takhta iblis.
    Wahyu 2: 14-15
    2:14. Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.
    2:15. Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada
    ajaran pengikut Nikolaus.

    Iblis berusaha untuk menggoyahkan bahkan menggugurkan iman kita lewat ajaran sesat. Hati-hati!
    Ajaran sesat, yaitu:


    • ajaran Bileam: beribadah melayani TUHAN hanya untuk mendapatkan upah jasmani.
      2 Petrus 2: 15-16
      2:15. Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.
      2:16. Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu.

      Menjadi hamba TUHAN/pelayan TUHAN, sekarang sama seperti menjadi pegawai--menjadi profesi--, karena mencari upah yang jasmani. Beredar sana sini untuk dapat upah (hamba TUHAN berkhotbah, pemain musik ke sana sini untuk mendapatkan upah). Semua tidak tergembala, karena hanya menjadi profesi. Kita harus hati-hati!

      "Saya bersyukur sekali--bukan meninggikan orang. Om Yo dan Om Pong memberitakan firman ke mana-mana dengan cuma-cuma, supaya jangan menjadi profesi; jangan disesatkan ajaran Bileam, tetapi merupakan tahbisan (panggilan) dari TUHAN. Tetapi sekarang sudah dijadikan profesi."

      Yang berbahaya adalah memang dapat upah jasmani, tetapi kehilangan upah hidup kekal. Ini berat, tetapi akan terjadi!


    • Ajaran Nikolaus: mengumpulkan banyak orang dengan menghalalkan segala cara (cara dunia), tetapi tanpa firman pengajaran benar dan penyucian, sehingga ada roh persundalan (perzinahan) di dalamnya. Tidak peduli lagi dosa-dosa, yang penting orang datang.
      Contohnya: ada orang yang terkenal, lalu disuruh khotbah, supaya banyak orang datang. Orang yang tidak tahu, ditipu. Orang bilang: Luar biasa, dahsyat, padahal isterinya dua orang. Tidak peduli lagi.
      Kalau kaum muda senang diskotik, maka dibuatlah diskotik dalam ibadah.


    2 ajaran ini saling bekerjasama. Ajaran Bileam: mencari uang; ajaran Nikolaus: mencari massa. Dari 2 ajaran ini, kalau disimpulkan, banyak orang (banyak massa) sama dengan banyak uang, tetapi di dalamnya ada roh perzinahan/persundalan dan penyembahan berhala.
    Penyembahan berhala= perzinahan rohani (semestinya menyembah TUHAN, tetapi malah menyembah berhala), tetapi perzinahan yang jasmani juga pasti ada. Kita harus hati-hati!

    Bileam menunggangi keledai--bangsa kafir--menuju kutukan dan kebinasaan--pembangunan babel; mempelai wanita setan yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan.
    Hati-hati! Bileam juga mau menggunakan bangsa kafir.

    Tetapi Yesus menunggangi keledai menuju Yerusalem. Artinya: masuk kegerakan Roh Kudus hujan akhir--pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; kegerakan firman pengajaran yang benar--yang diutamakan adalah firman pengajaran yang benar--adalah kegerakan iman.

    Di mana kita mau berada? Kalau ditunggangi Bileam, mungkin dapat semuanya (uang dan sebagainya), tetapi iman kita akan gugur--menyangkal TUHAN. Tetapi kalau ditunggangi Yesus, kita akan dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

    Kegerakan iman, artinya:


    • berpegang teguh pada firman pengajaran benar, apapun resikonya. Ini dasarnya.

      "Saya sudah sering mengajarkan. Pembangunan tubuh Kristus itu dimulai dari nikah. Mau masuk nikah, apa dasarnya? Harus firman pengajaran benar (pokok anggur yang benar, supaya bisa berbuah manis); pribadi Yesus. "

      Iman kita harus kuat; teguh dan tidak goyah, supaya bisa menjadi iman yang sempurna.


    • Kegerakan iman juga berarti kegerakan memberi; bukan meminta atau mencari. Banyak orang menghamparkan pakaian dan ranting--makanan keledai. Bangsa kafir biasanya kuatir akan apa yang dipakai dan dimakan. Tetapi sekarang, dilempar begitu saja. Ini adalah kegerakan memberi (kegerakan iman), mulai dari memberi waktu, tenaga, uang, pikiran dan sebagainya.

      Semua harus dikorbankan, kecuali firman pengajaran benar (pribadi Yesus) jangan dikorbankan. Sampai nanti, kita bisa menyerahkan--memberikan--, seluruh hidup kita kepada TUHAN.


    Pegang teguh dulu firman pengajaran benar! Setelah itu kita memberi. Ini adalah kegerakan yang gempar.

    "Waktu kami ke Medan pertama kali, mereka mengatakan: Harus ada kolekte. Tetapi saya bilang: 'Tidak usah': 'Lalu dari mana uangnya?': 'Dari iman.' Dulu saya disuruh Pdt Pong untuk khotbah ke mana-mana, tidak boleh ambil kolekte, padahal juga tidak diberi ongkos. Lalu saya dipanggil beliau: 'Dari mana uangmu?' Beliau jawab sendiri: 'Dari iman ya?' Saya jawab: 'Iya.' Akhirnya diberi uang. Di Medan juga begitu. Saya bertekad, kalau ada kolekte, saya pulang. Sekarang sudah 10 tahun, setahun 4 kali. Dari mana juga tidak tahu. Semua dari iman. Baru di Medan, belum yang lain. Semuanya dari iman. Pegang dulu pengajaran yang benar; pribadi Yesus; pokok anggur yang benar. Kalau tidak, siapa yang menghisap? Sekuat apapun ranting, tidak bisa menghisap dari tanah. Ranting hanya menghisap dari pokok. Pokok ini yang menghisap dari tanahnya. Satu pokok ini yang dipegang dulu, jangan ke sana sini, dan semuanya beres."

    Kalau sudah masuk kegerakan iman--memberi sampai bisa memberikan seluruh kehidupan kita kepada TUHAN--, maka kita akan mendapatkan manna yang tersembunyi; iman yang sempurna. Ini adalah janji TUHAN kepada jemaat di Pergamus.

    Wahyu 2: 17
    2:17. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya."

    'manna yang tersembunyi'= iman yang sempurna; bagaikan manna yang diletakkan di buli-buli emas--buli-buli emas berisi manna.

    Belajar mulai dari dalam nikah dan penggembalaan untuk memberi waktu, tenaga, pikiran dan lain-lain, kecuali firman pengajaran benar jangan dikorbankan.
    Bangsa kafir sudah seperti muntah dan sebagainya, yang penting ikuti langkah-langkah. Mulai kembali kepada kasih mula-mula, hidup benar. Perhatikan baptisan air! Yang sudah baptisan, berdoa, supaya dibaharui terus. Yang belum, juga berdoa, supaya jangan disuruh manusia, tetapi oleh dorongan firman.

    Masuk baptisan air, ini masih dasar--langkah pertama--, sebab itu harus sungguh-sungguh.

    Yang kedua, setia sampai mati; setia dalam penderitaan; setia dalam ibadah pelayanan, sampai mendapatkan mahkota kehidupan dan tidak masuk neraka.

    Yang ketiga, tidak menyangkal iman; tidak gugur dan tidak disesatkan oleh ajaran palsu. Sekarang, kegerakan iman: pegang teguh firman pengajaran; kegerakan memberi waktu, tenaga uang.

    "Nanti bulan 2 jika TUHAN izinkan di Tana Toraja. Di sana tidak ada panitia, yang mengundang kita adalah persekutuan doa. Sudah dua kali, masih distop, tidak boleh terlalu banyak. Tetapi gedung yang besar sudah penuh. Kali ini dia bilang: 'Kalau Bapak mau mengundang yang lebih banyak atau mau dibuka, terserah.' Kita butuh segala sesuatu; kegerakan memberi di Tana Toraja. Saya juga libatkan jemaat dalam berkorban. Mari bersungguh-sungguh. Inilah kegerakan gempar."

    "Di Poso saya mendengar cerita, orang khotbah tentang baptisan air di balai desa--pada ibadah natal--dilempari batu, padahal daerah Kristen. Saya khotbah 4 kali tentang baptisan air, tetapi tidak dilempar batu. TUHAN tolong dan saya dilindungi. Inspektorat di Poso berkata: 'Tadi orang belakang bilang: Kalau diterangkan begini, kami tidak marah.' Paling parah di desa Boe (tempat kelahiran om Pong), mereka paling marah soal baptisan air. Karena itu, sebelum saya berangkat, saya mimpi om Pong senyum pada saya. Waktu hidup, saya dimarahi terus, maksudnya supaya tidak manja. Terakhir, senyum. Ternyata mau ada kegerakan besar di Boe. Ini sungguh-sungguh, doakan supaya bisa mengatur waktunya, yang bukan kehendak TUHAN, supaya batal. Kita melayani sesuai dengan kehendak TUHAN saja."


  4. Wahyu 2: 18-29 (jemaat di Tiatira)
    2:19. Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.
    2:20. Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan
    wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

    Langkah keempat: berada dalam TAHBISAN YANG BENAR.

    Ini tentang tahbisan--ibadah pelayanan--yang benar. Tahbisan yang benar didorong oleh firman pengajaran benar.
    Tahbisan yang salah didorong oleh ajaran sesat--salah satunya ajaran Izebel.

    Ajaran Izebel adalah ajaran yang mengizinkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki--wanita menjadi kepala dari laki-laki, sehingga Yesus tidak bisa menjadi kepala di dalam rumah tangga dan rumah Allah, tetapi yang menjadi kepala adalah ular, sehingga terjadi ketelanjangan--nikah dan ibadah pelayanan telanjang; dipermalukan. Contohnya: seperti Hawa memberikan buah terlarang kepada Adam. Itulah wanita mau menjadi kepala!

    Sekalipun hebat, tetapi mulai ditelanjangi. Yang sering terjadi adalah soal uang. Uang adalah perkara terkecil di rumah TUHAN, tetapi seringkali menjadi pertengkaran karena uang--ditelanjangi; dipermalukan dan tidak bisa dipermuliakan. Ini yang berat!

    Susunan yang benar (1 Korintus) adalah Yesus sebagai kepala dari laki-laki dan laki-laki sebagai kepala dari wanita. Kalau wanita jadi kepala laki-laki, ular yang kepala. Ini susunan yang salah.

    1 Timotius 2: 11-14=> mengenai sikap laki-laki dan wanita dalam ibadah
    2:11. Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
    2:12. Aku
    tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.
    2:13. Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
    2:14. Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.

    Ayat ini sudah jelas. Tidak perlu ditambah atau dikurangi. Kalau ditambah dan dikurangi, ular yang menjadi kepala (seperti Hawa menambah kata 'raba' dan mengurangi kata 'bebas'). Kalau sesuai alkitab, Yesus jadi kepala.

    Dikaitkan dengan kejatuhan Hawa: 'Semua buah pohon di taman boleh kau makan buahnya dengan bebas, kecuali satu'. Wanita boleh melayani apa saja, kecuali satu, yaitu tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki; tidak boleh memberi buah terlarang pada laki-laki, sebab akan telanjang. Ini sama dengan menempatkan laki-laki sebagai kepala, sehingga Kristus menjadi kepala dalam setiap kehidupan kita, rumah tangga dan rumah Allah.

    Kalau ada tahbisan yang tidak benar, nikah dan rumah Allah rugi.
    Rasul Paulus yang dipakai TUHAN untuk menuliskan ini. Banyak yang membandingkan dengan Febe. Febe melayani jemaat, tetapi bukan sebagai gembala.

    "Seperti saya dulu, saya melayani di Lemah Putro dan Johor. Saya mendampingi Pdt Nene Ramientos dan beliau tanya: 'Di mana kamu melayani?' Saya jawab: 'Di Johor dan Lemah Putro', tetapi sebagai pengerja, bukan sebagai gembala. Gembalanya adalah om Pong. "

    Ibrani 13: 4-6
    13:4. Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.
    13:5.
    Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
    13:6. Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

    'penuh hormat' = jujur.
    'Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau'= hubungan antara kepala dengan tubuh.

    Bukti kalau Yesus menjadi kepala--tahbisan benar yang didorong oleh pengajaran yang benar--adalah:


    • jujur soal nikah--tempat tidur.
      Kaum muda, pertahankan nikah yang suci dan kebenaran nikah! Yang sudah terlanjur belum benar, berdoa dan mohon ampun kepada TUHAN. Jaga kebenaran, kesucian dan kesatuan nikah.


    • Kemudian jujur soal uang--uangnya TUHAN, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus, dan uang sesama yang membutuhkan. Di dalam setiap berkat yang kita terima, ada milik TUHAN dan ada milik sesama yang membutuhkan (baik sesama dalam rumah tangga, sesama dalam penggembalaan, sesama antar penggembalaan).

      "Saya sudah bilang: Kalau saya egois, buat apa saya ke Toraja, Medan? Ditabung saja semuanya. Tetapi, takut: Ketika Aku lapar, kamu tidak memberi aku makan. Inilah yang saya takutkan!."

      Jadi, dalam berkat yang kita terima ada titipan TUHAN untuk sesama yang membutuhkan. Ingat yang ada di dalam rumah tangga (ada orang tua), penggembalaan dan antar penggembalaan.

      "Kami ada Yayasan Pelita Emas, menyekolahkan anak-anak yang tidak mampu, (maafkan) juga ibu-ibu janda yang tidak mampu, dan lain sebagainya. Ada juga kunjungan-kunjungan, silahkan berbuat sesuatu di mana TUHAN menggerakkan kita semuanya."

      Kita juga harus jujur soal berkat yang kita terima--milik TUHAN dan sesama. Setelah itu, barulah sisanya berkat yang bisa kita nikmati. Harus jujur juga untuk berkat yang kita nikmati dan jangan dihambur-hamburkan!
      Kalau tidak dipercaya oleh TUHAN, mengerikan sekali!

      "Sebab itu saya tidak melarang Lempin-El makan banyak. Kalau banyak, saya malah senang. Tetapi kalau ada yang buang nasi, saya suruh buang orangnya. Kalau buang-buang tidak akan dipercaya lagi oleh TUHAN, bisa tidak makan semuanya. Sombong sekali. Di pelayanan, akan merengek-rengek karena tidak bisa makan. Menambah boleh, kalau buang tidak boleh."


    • Setelah itu, jujur dalam segala hal. Maka, TUHAN menjadi kepala dalam kehidupan kita, artinya


      1. Ia yang bertanggung jawab dan menentukan semua aspek hidup kita, sampai Ia rela mati di bukit Tengkorak untuk membuktikan tanggung jawab-Nya. Tidak usah ragu! Sebab itu, jangan main-main dalam tahbisan--harus benar. Biar saja orang bilang: Sampai begitunya. Terserah!
        Yang penting kita baca Alkitab saja. Nanti kalau sudah mengalami, baru kita bisa bersaksi.


      2. Kepala juga berarti raja; artinya TUHAN sebagai raja memerintah atas hidup kita, sehingga satu waktu kita juga memerintah bersama dengan Dia. Dia adalah Raja, dan kita sebagai raja-raja yang memerintah bersama dengan Dia. Ini adalah janji TUHAN kepada jemaat di Tiatira.

        Wahyu 2: 27
        2:27. dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk--sama seperti yang Kuterima dari Bapa-Ku--


      Sungguh-sungguh, tempatkan Yesus sebagai kepala dan raja!
      Mari, jujur dalam nikah, keuangan, pengajaran, sampai jujur dalam segala hal, maka Yesus akan menjadi kepala yang bertanggung jawab atas kehidupan kita; Yesus menjadi raja yang memerintah kehidupan kita, sampai kita diangkat menjadi raja-raja yang memerintah bersama dengan Dia untuk selamanya.


  5. Wahyu 3: 1-6 (jemaat di Sardis)
    3:3. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.
    3:4. Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam
    pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.

    Langkah kelima: BERJAGA-JAGA dalam pakaian putih--pakaian pelayanan.

    Kita akan diangkat terus, mulai dari muntah yang tidak berguna, jijik, najis. Mulai dengan hidup benar, setia sampai mati; mau menderita bersama TUHAN, tidak menyangkal iman, tahbisannya benar dan berjaga-jaga dalam pakaian pelayanan (terus mengalami peningkatan).
    Kita berjaga-jaga dalam ibadah pelayanan--tahbisan--kepada TUHAN.

    Kita jaga pakaian putih, jangan sampai koyak dan telanjang. Jaga jabatan pelayanan, baik sebagai gembala, pemain musik dan sebagainya.

    Filipi 2: 12
    2:12. Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

    Ibadah pelayanan adalah mengerjakan keselamatan. TUHAN sudah menyelamatkan kita--memberi modal--harus kita kerjakan, yaitu lewat ibadah pelayanan.
    Proses berjaga-jaga dalam tahbisan:


    • kita beribadah melayani TUHAN dengan takut dan gentar; sama dengan setia-tanggung jawab dan setia-berkobar-kobar kepada TUHAN.
      Ini adalah pakaian yang tidak bernoda. Hamba yang jahat dan malas, itulah pakaian yang bernoda!

      Kalau setia berkobar-kobar, kita akan menjadi bintang bercahaya. Kalau tidak setia (tidak bertanggung jawab), jadi bintang yang jatuh.

      "Ada cara TUHAN untuk menguji kita. Saat hamba TUHAN tidak ada di sini (diutus ke mana saja) apakah tetap setia? Seperti ayat: 'Ketika aku tidak ada ...' (rasul Paulus tidak ada).' Atau cuma lihat, kalau gembalanya ada, kita juga ada. Kita setia pada TUHAN, bukan pada orangnya. Demikian juga saya di sana, kalau tidak ada jemaat, santai saja. Ini setia pada jemaat; kalau ada jemaat baru semangat. Kita harus setia dan bertanggung jawab kepada TUHAN. "


    • Filipi 2: 14-15
      2:14. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
      2:15. supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

      Yang kedua: tidak bersungut dan tidak berbantah-bantah; tidak bergosip, tetapi selalu mengucap syukur kepada TUHAN. Ini seperti bintang-bintang yang bercahaya.

      Banyak yang sudah tidak setia lagi--berhenti di tengah jalan--, bahkan sudah menjadi ajaran dan dilakukan oleh banyak hamba TUHAN yang ikut fellowship. Bahaya!

      Kalau berbantah dan bersungut terus, lama-lama tidak akan kuat dan pasti jatuh. Kalau sama-sama bintang (suami-isteri, antar pelayan TUHAN), jangan berbantah terus, sebab bisa tidak kuat dan jatuh.
      Karena itu, kalau serigala menyalak, lebih baik berdiam diri. Inilah rumus penggembalaan!


    • Filipi 2: 13
      2:13. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya

      'kerelaan-Nya'= TUHAN rela, maka kita juga rela berkorban.

      Yang ketiga: kerelaan untuk berkorban karena pekerjaan TUHAN--ibadah pelayanan kepada TUHAN.
      Sebagai gembala berkorban untuk memberi makan jemaat. Kalau tidak rela, berarti pakaiannya sudah bernoda--sampai telanjang--,dan seperti bintang, lama-lama mati dan gugur.

      Kalau sudah setia, tidak bersungut, rela berkorban, kita sudah jadi bintang yang bercahaya--dipakai oleh TUHAN dan dibutuhkan orang banyak (dibutuhkan dunia, rumah tangga, penggembalaan)--, tetapi jangan lupa yang keempat.


    • Filipi 2: 16
      2:16. sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

      Yang keempat: berpegang teguh pada firman kehidupan--firman pengajaran yang benar. Kalau tidak berpegang teguh--tidak ada orbitnya--, bintang akan jatuh juga. Ini penentu yang terakhir!

      Kalau berpegang teguh pada firman kehidupan--satu orbit--, maka tidak akan jatuh dan tidak percuma.
      Berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar, artinya:


      1. tidak diombang-ambing pengajaran lain; kita tetap berada di dalam orbit. Seperti kereta api tetap pada satu rel. Kalau kereta semakin hebat dan keluar dari rel sedikit saja, semakin hebat hancurnya.
        Tetap berada dalam satu orbit. Percuma kalau tidak ada orbitnya! Pegang teguh pengajaran yang benar--satu orbit--seumur hidup.


      2. Hidup bergantung kepada firman Allah--bintang tidak ada hubungan dengan bumi--tidak ada tiangnya di bumi.
        Sekalipun punya gaji, pekerjaan, toko, punya semuanya, tetapi hanya bergantung kepada firman pengajaran yang benar (pribadi TUHAN) dan tidak bergantung kepada dunia.

        Apalagi bagi hamba TUHAN sepenuh!
        Kalau sudah mulai bergantung pada toko, maka bintang sudah mulai jatuh. Tetap sungguh-sungguh bekerja di dunia, tetapi tetap mengutamakan TUHAN.


      3. Taat dengar-dengaran apapun resikonya= mengulurkan tangan dan menyembah TUHAN; berserah kepada TUHAN.


    Inilah kehidupan yang berjaga-jaga dalam pakaian putih, yaitu bagaikan bintang yang bercahaya, sampai taat dengar-dengaran apapun resikonya--seperti Abraham taat kepada TUHAN untuk menyembelih anaknya--; kita mengulurkan tangan dan menyembah TUHAN. Dan TUHAN mengulurkan tangan kanan-Nya untuk memegang bintang-bintang.

    Wahyu 1: 20
    1:20. Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."

    = bintang dipegang oleh tangan kanan TUHAN; posisi bintang berada di dalam tangan kanan TUHAN yang kuat, yang tidak terkalahkan.
    Tidak percuma kalau TUHAN datang kedua kali; bintang sudah dekat dengan awan-awan permai (sudah ada kaitannya dengan kedatangan TUHAN). Sebab itu bintang harus tetap dipegang oleh tangan kanan TUHAN.

    Yang belum melayani, mari berdoa!
    Dari 5 langkah ini, kita sudah menjadi bintang. Langkah keenam, sudah menjadi mempelai. Langkah ketujuh, sudah duduk di takhta. Malam ini, kita membahas sampai langkah kelima.

    Kalau bintang ada di tangan kanan TUHAN, hasilnya:


    • Mazmur 16: 11
      16:11. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

      Hasil pertama: kita mengalami nikmat dari TUHAN; ada pemeliharaan, perlindungan, sukacita, kebahagiaan, damai sejahtera dari TUHAN, semua enak dan ringan sekalipun di tengah penderitaan.


    • Mazmur 118: 15-16
      118:15. Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
      118:16. tangan kanan TUHAN berkuasa
      meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

      Hasil kedua: tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan; memberikan kemenangan atas musuh-musuh:


      1. menng atas dosa-dosa, puncaknya dosa, ajaran palsu, sehingga kita tetap hidup benar dan suci,
      2. menang atas pencobaan-pencobaan, masalah yang mustahil, sehingga semua diselesaikan oleh TUHAN.


    • Hasil ketiga: tangan kanan TUHAN meninggikan; mengangkat kita--tahun ini adalah tahun pengangkatan:


      1. Yang gagal, menjadi berhasil dan indah pada waktu-Nya.
      2. Semua disucikan dan diubahkan oleh TUHAN sampai sempurna seperti Dia. Kita benar-benar diangkat ke awan-awan yang permai dan sampai ke takhta TUHAN.


  6. Pada ibadah berikutnya.
  7. Pada ibadah berikutnya.

Jangan pulang sebelum kita benar-benar berada didalam tangan kanan TUHAN. Ikutilah langkah pertama sampai langkah kelima, maka kita sudah menjadi bintang; dari muntah yang kotor, najis bisa menjadi bintang yang dipegang oleh tangan kanan TUHAN.
Jangan takut dan gentar, serahkanlah hidup kepada TUHAN; layanilah TUHAN.

Yang belum melayani, nanti ada penataran sesudah baptisan air. Jangan ragu! Tidak disengsarakan, tetapi kita diangkat menjadi bintang yang dipegang oleh tangan kanan TUHAN; kita diberi nikmat, kebahagiaan, kemenangan, sampai diangkat menjadi berhasil, indah dan sempurna seperti Dia.

Siapapun kita, apapun keadaan kita malam ini secara jasmani dan rohani, TUHAN akan angkat kita. Jangan takut!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-04 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 23-24 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 05-10 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 22-24 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 10-12 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top