English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 25 November 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 28 Juli 2009 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Yakub

Keluaran 1:1 merupakan kisah Yakub dengan keluarganya yang tadinya tinggal di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 Januari 2015 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Juli 2011 (Minggu Sore)
Tema Ibadah Persekutuan di Jerman
Tema: "40"
Dalam Alkitab, angka 40 mempunyai arti yang penting, yaitu penamatan daging dengan segala keinginan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Agustus 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:8-13
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah...

Ibadah Raya Malang, 25 Oktober 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat di...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Februari 2009 (Minggu Sore)
Wahyu 22: 20 -> Tema ibadah di Medan.
"Ya, Aku datang segera"= kesiapan Tuhan Yesus untuk...

Ibadah Doa Malang, 21 April 2009 (Selasa Sore)
Digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Matius 24:31 adalah...

Ibadah Natal Kunjungan di Sidoarjo, 18 Desember 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Oktober 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 22:20
22:20 Ia yang memberi...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 21 Juli 2015 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Imamat 24:5-6
24:5 "Engkau harus mengambil tepung yang terbaik...

Ibadah Kaum Muda Malang, 31 Januari 2009 (Sabtu Sore)
Markus 12:38-40 terkena pada petinya Tabut Perjanjian. Tabut Perjanjian terdiri dari 2 bagian,...

Ibadah Raya Malang, 26 Agustus 2012 (Minggu Pagi)
Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Matius 27 secara keseluruhan adalah tentang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 27 Mei 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:29-32, Tuhan memberikan dua tanda utama:
Tanda...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 19 Juli 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 7 dalam susunan Tabernakel menunjuk pada...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 27 Mei 2012 (Minggu Pagi)

Matius 27 menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di kayu salib untuk menyelamatkan, menyucikan, memberkati, sampai menyempurnakan kita semua.

Dalam Matius 27 terdapat 7 cerita yang menunjuk 7 percikan darah.
Kita mempelajari percikan darah yang pertama yaitu Yesus diserahkan kepada Pilatus dan kematian Yudas [Matius 27:1-10].

Matius 27:1-5
27:1. Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus.
27:2 Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.
27:3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,
27:4 dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!"
27:5 Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

Yesus mengalami sengsara sebab dikhianati oleh Yudas Iskariot, muridNya sendiri yang Dia pelihara secara rohani. Yesus dijual dan diserahkan kepada imam-imam dan tua-tua Yahudi, dan kemudian diserahkan kepada Pilatus hanya untuk diadili dan dihukum mati.

Akhirnya Yudas Iskariot menyesal. Artinya, cepat atau lambat orang yang mengkhianati Yesus/ mengkhianati firman pengajaran yang benar, hanya karena perkara dunia, maka suatu saat pasti akan merasa apa yang didapatkan di dunia ini tidak berharga sama sekali tanpa Yesus. Ini sama dengan penyesalan yang terlambat, penyesalan yang tidak ada artinya lagi.

Contoh dalam Perjanjian Lama adalah Esau.

Ibrani 12:16
12:16 Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.

Esau mengkhianati Tuhan karena memiliki nafsu cabul, yaitu menjual hak kesulungan untuk mendapatkan sepiring makanan.
Artinya sekarang adalah mengorbankan perkara rohani, mengorbankan firman pengajaran yang benar, mengorbankan ibadah pelayanan, hanya untuk mendapatkan perkara jasmani.

Hak sulung adalah hak nikah, yaitu hak untuk masuk Perjamuan Kawin Anak Domba, juga hak waris Kerajaan Sorga.
Kehilangan hak sulung berarti ketinggalan saat kedatangan Yesus kedua kali, tidak bisa masuk Perjamuan Kawin Anak Domba, dan tidak bisa masuk Kerajaan Sorga yang kekal.

Ibrani 12:17
12:17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Suatu waktu Esau menyesal dan mencari dengan mencucurkan air mata, tetapi sudah terlambat.

Contoh dalam Perjanjian Baru adalah Yudas Iskariot.

Matius 27:5
27:5 Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

Yudas Iskariot mengkhianati Yesus, yaitu mengkhianati firman pengajaran yang benar, mengkhianati ibadah pelayanan, hanya untuk tiga puluh keping uang perak. Akhirnya Yudas menyesal, membuang uangnya, dan menggantung diri.

Kisah Rasul 1:18
1:18 Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar.

Lanjut Yudas jatuh tertelungkup. Ini sama dengan memeluk bumi, mengasihi dunia sehingga tidak bisa mengasihi Tuhan.

1 Yohanes 2:15-17
2:15 Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Praktek sehari-hari mengasihi dunia adalah:
  1. Keinginan mata yang mengarah pada dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba).
  2. Keinginan daging yang mengarah pada dosa kawin-mengawinkan (dosa seks dengan berbagai ragamnya sampai kepada seks bebas, nikah yang salah). 
  3. Keangkuhan hidup, sehingga tidak taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.
    Kalau tidak taat pada firman, maka sudah pasti tidak akan taat pada orang tua rohani (gembala) dan pasti tidak taat pada orang tua jasmani.

Yudas Iskariot jatuh dalam keinginan mata, keinginan daging, dan keangkuhan hidup yang dikemas/ disembunyikan/ ditutup-tutupi sedemikian rupa sehingga tetap kelihatan baik, kelihatan benar (Yudas mencium Yesus sementara yang lain lari), kelihatan berkorban. Tetapi suatu waktu, Yudas jatuh tertelungkup sampai isi perutnya terburai, artinya segala dosa dan kebusukan yang disimpan pasti akan diketahui, dan tidak ada kesempatan lagi untuk memperbaiki diri, melainkan binasa selamanya.

Hamba Tuhan/ pelayan Tuhan/ anak Tuhan yang memiliki pandangan dunia pasti akan terkecoh oleh banyak Yudas Iskariot di akhir jaman yang kelihatan benar, tetapi sebenarnya adalah serigala.

Lebih baik sekarang jangan menyembunyikan sesuatu, tetapi lebih baik kita mengalami pekerjaan pedang firman yang menusuk perut hati kita, menyucikan perbuatan dan perkataan kita. Kita bisa sadar akan dosa, mengakui dan menyesali dosa, dan tinggalkan dosa. Sampai saat Yesus datang kedua kali, kita sudah sempurna sama seperti Dia. Kita akan naik ke atas, ke awan-awan yang permai, dan bersama Tuhan selamanya.

Kisah Rasul 22:25
22:25 Tetapi ketika Paulus ditelentangkan untuk disesah, berkatalah ia kepada perwira yang bertugas: "Bolehkah kamu menyesah seorang warganegara Rum, apalagi tanpa diadili?"

Sikap yang benar adalah telentang, artinya apapun yang kita hadapi, kita harus membelakangi dunia dan menghadap kepada Tuhan saja.

Praktek sehari-hari sikap telentang:

  1. Mengalami kematian dan kebangkitan bersama Yesus, mulai dari baptisan air.
    Kolose 2:20
    2:20 Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia:

    Roma 6:4
    6:4  Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Baptisan air yang benar adalah kita dikuburkan bersama Yesus dalam air, sehingga kita mengalami pengalaman kematian, untuk bangkit dalam hidup yang baru, yaitu hidup dalam kebenaran.

    Jadi, sikap telentang adalah:
    • Berani hidup benar sekalipun bertentangan dengan dunia.
    • Berani menentang yang tidak benar.

    Syarat baptisan air yang benar adalah mati terhadap dosa.
    Pelaksanaan baptisan air yang benar adalah dikuburkan.

  2. Taat dengar-dengaran pada kehendak Tuhan, taat dengar-dengaran pada pengajaran yang benar apapun resiko yang dihadapi.
    1 Yohanes 2:17
    2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

    Dunia ini sedang kembali ke jaman Nuh, di mana hamba Tuhan, anak Tuhan, pelayan Tuhan hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa. Hanya delapan orang yang selamat di jaman Nuh. Kita harus berhati-hati.

  3. Bertekun dalam tiga macam ibadah dalam penggembalaan, sampai bertekun menyembah Tuhan.
    Murid-murid bertekun dalam doa di loteng Yerusalem sampai Roh Kudus dicurahkan. Inilah jalan keluar dari Tuhan.

    Kisah Rasul 2:1-4
    2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
    2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
    2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
    2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

    Roh Kudus ini yang mengadakan mujizat-mujizat dalam hidup kita.

    Kegunaan Roh Kudus:
    • Roh Kudus bagaikan air kehidupan yang menjadikan yang tidak ada menjadi ada, dari tidak ada kehidupan menjadi ada kehidupan.
      Yehezkiel 47:8-9
      47:8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
      47:9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.

      Roh Kudus mampu memelihara kehidupan kita di tengah kesulitan dan kemustahilan di dunia.
      Roh Kudus memberikan kepuasan Sorga kepada kita, sehingga kita tidak jatuh dalam kepuasan dunia, tidak jatuh dalam dosa-dosa.
      Roh Kudus juga memampukan kita untuk hidup benar dan hidup suci, sehingga kita bisa mengalami kasih Allah.

    • Roh Kudus meratakan gunung-gunung pencobaan, semua masalah sampai yang mustahil pun diselesaikan.
      Zakharia 4:6-7
      4:6 Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.
      4:7 Siapakah engkau, gunung yang besar? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata. Ia akan mengangkat batu utama, sedang orang bersorak: Bagus! Bagus sekali batu itu!"

    • Roh Kudus membaharui kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. 
      Titus 3:5
      3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

      Keubahan hidup ini adalah mujizat terbesar yang tidak bisa dipalsukan oleh apapun juga.
      Tanda ada Roh Kudus adalah bersaksi. Thomas tadinya menyangkal Tuhan, tetapi setelah dipenuhkan oleh Roh Kudus, Thomas sampai rela mati oleh Tuhan. Petrus tadinya menyangkal Tuhan, tetapi setelah dipenuhkan oleh Roh Kudus, Petrus sampai rela mati untuk Tuhan. Maria Magdalena juga tadinya najis, tetapi setelah dipenuhkan oleh Roh Kudus, dia bisa menjadi saksinya Tuhan.

      Sampai kita diangkat ke awan-awan yang permai, masuk Sorga yang kekal.


Tuhan memberkati.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top